[EXOFFI FREELANCE] [Summer : Mirage] (Chapter 13)

summer

Author: Muftonatul Aulia/Hanifah Harahap

Main Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhan(OC), Byun Baekhyun & Oh Sehun

Genre: Romance, Friendship, Family, Angst

Rating: General

Length: Multichapter

Credit Poster: Gyuskaups @ Indo Fanfictions Arts

PLEASE, NO PLAGIAT! THIS STORY IS REAL FROM OUR MIND

AND DON’T BE A SIDERS!

Visit Us HERE

Previous Chapter:

Chapter 1 – Sehun Eyes | Chapter 2  – Baekhyun Drawing Book| Chapter 3 – It’s Time For Dinner| Chapter 4 – Begin Again | Chapter 5 – Lovely Doll | Chapter 6 – Be Happy | Chapter 7 – Our History | Chapter 8a – I’m Alone | Chapter 8b – It’s You | Chapter 9 – Get Well Soon | Chapter 10 – Good Night, Nuna! | Chapter 11 – Beginner (1) | Chapter 12 – Beginner (2) | [NOW] Chapter 13 – Whisper

 

Nunaaaaaaa!!!!!”

Baekhyun berteriak dengan suara yang melengking hingga semua orang di villa itu terbangun karena sangat terkejut. Baekhan yang sedang tidur sambil bergelung selimut langsung terloncat dari tempat tidurnya dan hampir saja jatuh. Sementara Sehun tersentak dari tidur mereka karena sumber suara berjarak lumayan dekat. Lalu Chanyeol? Pemuda itu tidak terpengaruh sama sekali dan masih berkutat di alam bawah sadarnya. Entah apa yang sedang ia alami di sana.

“Ada apa, Baekhyun?” tanya Baekhan yang baru sampai di ruang tamu dengan cemas. Setelah mendengar teriakan Baekhyun dan terbangun, gadis itu buru-buru bangun dan berlari ke ruang tamu untuk melihat keadaan Baekhyun.

“Kenapa aku bisa tidur di sini?!”

Baekhan memutar matanya malas. Sungguh Baekhan tadinya berpikir bahwa ada hal-hal darurat yang menimpa adik kesayangannya itu. Dasar pemuda gila. “Kau mabuk dan aku memapahmu ke sini. Kau tahu seberapa berat dirimu? Aku tidak kuat untuk menaruhmu di kamar!”

“Aku tidak apa-apa, ‘kan?” kata Baekhyun sambil meraba wajahnya yang mulus itu.

“TIDAK!”

Sehun berdiri dan datang ke arah sumber kerusuhan itu sambil memegangi kepalanya yang terasa amat-sangat berat. Matanya terpejam, sepertinya itu sakit sekali.  Pinggangnya juga terasa sakit karena tidur selama berjam-jam di meja makan. Sepertinya ia akan menjadi manula mendadak kali ini.

“Oh, kepalaku.”

Ya, Sehun! Gwaenchana?!” Baekhan mendekat ke arah Sehun dan menepuk kedua bahunya. Sedikit lebih dekat lagi, dan mereka akan berpelukan.

“Ya, aku baik-baik saja.”

“Kalau begitu, duduk saja di sofa. Aku akan membawakanmu air” kata Baekhan sambil memapah Sehun duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya.

Baekhan bergegas mengambil air minum untuk Sehun. Ia tahu betapa sakitnya kepala jika mabuk. Apalagi Sehun minum banyak sekali tadi malam. Bagaimana rasanya? Ia saja yang hanya minum sedikit merasakan kepalanya sangat sakit.

“Hee? Chanyeol masih tidur?”

Baekhan mendekatkan wajahnya pada Chanyeol dan melihat lelaki itu tertidur sangat lelap. Dengkurannya begitu halus dan membuat gadis itu berdebar. Baekhan tersenyum kecil dan mengelus rambut Chanyeol dengan agak kasar lalu tertawa. Sungguh demi apapun, Chanyeol benar-benar terlihat menggemaskan saat tertidur, dengan mulutnya yang sedikit terbuka.

“Eh, minum untuk Sehun!” katanya terperanjak lalu berlari kecil mengambil segelas air untuk Sehun. Setelah mengambil satu gelas air, Baekhan langsung berlari kecil menuju ruang tamu dan memberinya pada Sehun. Sehun langsung menyambut dan meminumnya hingga habis.

“Kau minum berapa botol, hyung?”  celetuk Baekhyun sambil tetap berbaring malas-malasan.

“Bukan urusanmu,”

Baekhyun mendesis. “Aku harap ada minuman yang bisa membuatmu mabuk dan menjadi lebih lembut jika berbicara padaku dan Chanyeol hyung.”

Sehun mendengus sebal menanggapi ucapan Baekhyun.

“Bagaimana keadaanmu sekarang?” Baekhan duduk di samping Sehun lalu menempelkan punggung tangannya di dahi Sehun. “Hm, tidak panas. Baguslah. Kukira kau akan sakit.”

Sehun membenarkan posisi duduknya dan menghela napas. “Kepalaku pusing sekali. Kau bisa memijat kepalaku?”

“Heeee?” Baekhyun meloncat dari posisi berbaringnya. “Kau kira nuna-ku tukang pijat apa?!”

Sehun memutar matanya. Kenapa Baekhyun jadi sensitif sekali? Astaga! Dia tidak sedang dapat, ‘kan?

Gwaenchana, Baekhyunnie,” ucap Baekhan sembari mulai memijat pelipis Sehun pelan. Sehun memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan Baekhan yang membuatnya nyaman.

Nuna!  Kepalaku juga pusing..” rengek Baekhyun.

“Sekarang giliranku, kau nanti saja” ucap Sehun dengan kesal.

“Ya, kau nanti saja.”

Baekhyun mendengus kesal. Ia tidak suka jika Baekhan mengabaikannya seperti ini. Apalagi jika alasan Baekhan mengabaikannya adalah Sehun. Sehun lagi.. Sehun lagi.. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke penjuru ruanngan, mencari sesuatu yang mungkin dapat menarik perhatiannya.

“Chanyeol hyung! Kau sudah bangun?” sapa Baekhyun begitu menemukan sosok Chanyeol yang tengah berjalan ke arahnya. Chanyeol hanya mengangguk menanggapi sapaan Baekhyun.

“Selamat pagi, Chanyeol. Ayo duduk dengan kami di sini,” sapa Baekhan.

Lelaki dengan rambut semi berantakan itu tersenyum kecil dan duduk di dekat Baekhyun dengan wajah tersipu. Semuanya sudah berkumpul di ruang tamu ini. Ia kesiangan kah?

Sehun memiringkan kepalanya, mengamati wajah lelah Chanyeol dan tersenyum simpul. “Selamat pagi, Chanyeol. Apa tidurmu nyenyak malam tadi?”

Baekhyun terkesiap. Ia mendekap mulut dengan kedua tangannya.

Uuuuuuu…. dua rival terbesar di kampus sudah baikan rupanya?” kata Baekhyun sambil cekikan tersendiri. “Oh! Ini gosip penting! Hot News! Summer tahun ini akan menjadi sejarah yang sangat dikenang, tentunya.

Kedua lelaki yang menjadi pokok utama pembicaraan hanya saling memandang dengan wajah tersipu. Baekhan sudah berhenti memijat pelipis Sehun.

“Apa yang terjadi?” tanya gadis itu.

Chanyeol memicingkan matanya. Sebetulnya, ingatannya sedikit kabur tentang semua hal yang terjadi kemarin. Tapi, sekelebat bayangan muncul dan perlahan-lahan membentuk sebuah puzzle utuh..

.

.

Flashback

“Sebenarnya apa tujuanmu ikut liburan dengan kami, Chanyeol?” kata Sehun memulai percakapan di antara mereka berdua yang diam sejak Baekhan dan Baekhyun pergi ke supermarket.

Chanyeol menatap Sehun dengan sorot matanya yang tajam. “Menurutmu? Tentu saja untuk menghindari kejadian buruk yang kau sebabkan itu terjadi lagi.”

“Apa maksudmu?”

“Jangan pura-pura tidak tahu, Oh Sehun. Kau yang menyebabkan Ahrin pergi! Kau merebut Ahrin dariku!” bentak Chanyeol.

“Aku tidak tahu kenapa aku yang menyebabkan Ahrin pergi. Aku benar-benar tidak tahu.”

“Ahrin menjadi kekasihku karena ingin dekat denganmu, Sehun! Kau tahu itu! Ahrin bahkan pernah menyatakan perasaannya padamu! Kau juga tidak pernah mejauh darinya! Aku tahu semuanya!” bentak Chanyeol lagi. Kali ini tangannya memukul meja dengan keras.

Sialan, kenapa malam ini sesuatu yang selalu Sehun hindari terjadi? Wajah Sehun menjadi panas seketika. Kenapa lelaki di hadapannya itu menyebut nama gadis yang sudah menorehkan luka di dalam hatinya?

“Tapi aku tahu kau sangat  menyukainya! Aku sangat senang ketika tahu ia juga menyukaiku. Tapi aku tidak menerimanya karenamu! Aku tidak pernah menjauh darinya karena itu permintaannya ketika aku menolaknya. Ia akan tetap bersama denganmu jika aku tetap bersikap seperti biasa kepadanya. Kau tahu betapa menyakitkannya ketika harus melupakan seseorang tapi ia selalu ada di dekatmu? Kau tahu betapa menyakitkannya ketika harus melihat kenyataan bahwa orang yang kau cintai ternyata adalah kekasih dari sahabatmu sendiri? Aku juga tersakiti, Chanyeol!”

Chanyeol terdiam.

Manik matanya terlihat sendu. Ia seharusnya juga ikut memikirkan perasaan Sehun saat itu. Ia seharusnya tidak mengatakan hal yang begitu membuat luka di dalam hati mereka menjadi terbuka lagi setelah sekian lama terpendam.

“Aku tidak tahu alasanmu mencederai bahuku dan aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Yang aku ingin tahu, kenapa kau menjauhiku bahkan membenciku? Berhentilah seperti ini, Chanyeol. Kita sudah dewasa. Aku tidak ingin terus-terusan seperti ini. Aku ingin kita kembali berteman.”

Chanyeol masih terdiam, tak menggubris pernyataan Sehun. Ia mulai berpikir: lelaki macam apa Sehun ini? Dia bahkan tidak mempermasalahkan mengenai cederanya. Sehun juga tidak mempermasalahkan mengenai perasaannya yang harus ia pendam.

“Oke, aku salah karena aku ikut membencimu. Aku.. minta maaf,” ucap Sehun lagi. Terserah Chanyeol akan menggubrisnya atau tidak. Ter-se-rah. Yang penting, tiga kata yang selalu ia hindari untuk disampaikan pada Chanyeol sudah terlepas. Bebas. Meluncur dari tenggorokannya.

“Tidak, aku seharusnya yang meminta maaf. Aku sadar bahwa aku seharusnya tidak terlalu terbawa emosiku saat itu. Seharusnya aku bisa lebih berpikir logis. Aku bodoh telah menyia-nyiakan seorang sahabat sepertimu. Mianhae, Sehun. Jeongmal mianhae..” timpal Chanyeol dengan nada bicara yang semakin lama semakin pelan. Ia sadar, seharusnya ia sudah melakukan hal ini sejak dulu.

Sehun kembali meneguk bir yang tersisa di gelas kacanya.

“Sekarang aku ingin membicarakan tentang gadis yang sama-sama kita sukai, Byun Baekhan.”

Chanyeol menghela napasnya panjang sekali. Akankah gadis mungil aneh yang suka sekali berhipotesis itu membuat hubungan keduanya semakin bertambah buruk?

“Kau tahu ‘kan Chanyeol, Baekhan itu cinta pertamaku. Well, cinta pertamaku setelah Ahrin lebih tepatnya. Aku tidak mau menyebut Ahrin sebagai cinta pertamaku karena memang tidak sepantasnya aku menyebutnya,” kata Sehun

“Lalu, apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Kau ingin aku menjauh dari Baekhan? Baiklah. Aku akan menjauh darinya―meskipun kau tahu itu berat bagiku. Yang jelas, aku tidak ingin kita saling bertengkar lagi, Sehun. Aku tulus ingin berteman kembali denganmu. Lagipula tidak ada gunanya saling bermusuhan seperti ini, ‘kan? Seperti yang kau katakan, kita sudah dewasa,” ujar Chanyeol

Sehun diam. Menatap mata Chanyeol dalam-dalam.

“Bukan seperti itu, Park Chanyeol. Aku ingin mengatakan padamu, jangan pernah menjauhi Baekhan karena dia.. menyukaimu. Aku sadar, dia tidak menyukaiku dan dia amat-sangat berusaha untuk bisa menyukaiku dan melupakanmu.”

Mwo? Kau sangat mencintainya, ‘kan? Aku sudah mengacaukan kebahagiaanmu dulu, Sehun. Kupikir ini saatnya kau untuk bahagia bersama gadis yang kau cintai. Dengan begitu, kurasa Ahrin akan memaafkanku.”

Ani. Meskipun aku sedikit ragu, aku masih bisa jatuh cinta lagi. Tapi, aku tidak bisa mencari teman sepertimu lagi Chanyeol. Setidaknya, aku dan Baekhan akan selalu menjadi sepasang sahabat. Dia juga cinta masa kecilmu, ‘kan? Dia gadis kecil yang sering kau ceritakan padaku itu, ‘kan? Gadis kecil menggemaskan yang berperan sebagai Tuan Puteri saat drama musikal sewaktu kalian TK..”

Astaga! Chanyeol hampir saja menumpahkan air matanya. Ternyata Sehun masih mengingat semua hal yang pernah ia ceritakan dulu.

“Sehun..”

“Tapi maaf, Chanyeol. Aku mungkin butuh waktu untuk menghapus perasaanku pada Baekhan sebagai seorang lelaki. Tapi aku janji, aku tidak akan berusaha mengejar gadis itu lagi seperti yang selama ini aku lakukan. Dan tolong pahami bahwa kami adalah sepasang sahabat. Aku tidak ingin kasus Ahrin terulang lagi kali ini”

Sehun tersenyum simpul. Hatinya benar-benar lega dan teriris ngilu di saat yang bersamaan. Pada akhirnya, ia harus kembali merelakan gadis yang ia cintai, lagi. Kenapa selalu seperti itu? Apa dia tengah terjebak dalam cinta yang salah? Lalu, bagaimana ujungnya?

Chanyeol mengangkat botol bir di depannya tinggi-tinggi dan mengajak Sehun bersulang. “Untuk pertemanan kita yang sudah kembali,”

“Ya,” Sehun meraih sebuah botol dan menempelkan ujungnya pada botol yang dipegang Chanyeol. “untuk pertemanan kita.”

Keduanya menghabiskan isi botol itu lalu dengan mata yang sayu, masih berusaha saling berbicara melantur satu sama lain. Awalnya cerita tentang ini.. lalu berbelok arah ke sana.. kembali lagi ke topik ini.. entah bagaimana bisa sampai ke topik itu..

Hingga mata mereka tidak bisa menoleransi dan keduanya tertidur di atas meja itu dengan botol dan gelas kaca yang mengelilingi mereka berdua.

Flashback End

.

.

“Oh-ah, yang jelas kami berdua sudah kembali berteman dengan baik, Baekhan,” kata Chanyeol dengan wajah tersenyum.

“Tapi Chanyeol hyung, kenapa Sehun hyung masih bersikap dingin padaku?” tanya Baekhyun kesal.

Ya, kau itu sangat menyebalkan. Dan.. apa pula hubungannya?!” tukas Sehun.

Baekhan memutar matanya. Baru beberapa saat diam, Sehun dan Baekhyun sudah kembali beradu mulut. “Sudahlah, tidak usah bertengkar. Aku akan siapkan sarapan, kalian mandi saja dulu. Setelah itu kita main di pentai, oke?”

Huaa, main di pantai?” Baekhyun meloncat dari kursinya. “Baiklah kalau begitu aku mau mandi!!”

Baekhyun berlari menuju kamar dengan langkah riangnya, seperti anak taman kanak-kanak yang baru saja pulang dari sekolah. Benar-benar manis. Terlalu manis, malah hingga membuat Sehun ingin memuntahkan makan malamnya kemarin.

“Sebenarnya usia Baekhyun itu berapa, sih?” tanya Sehun dengan heran.

Baekhan terkekeh kecil sambil mengangkat kedua bahunya, “Entahlah, terkadang aku juga heran dengan sikap kekanakannya.”

“Tapi sikapnya itu kadang-kadang bisa menghibur,” bela Chanyeol.

“Aku setuju. Ia bisa berguna pada saat-saat tertentu” kata Baekhan sebelum melanjutkan, “Eum, aku ke dapur dulu, ya?”

“Chanyeol, aku akan mandi sekarang, kau bantu Baekhan saja. Oke? Bye!

Sehun buru-buru masuk ke dalam kamar. Ia ingin membiarkan Chanyeol dan Baekhan mempunyai waktu berdua saja. Kali ini, ia ingin  mendukung sahabatnya itu sepenuhnya. Ia berjanji, tidak akan menyimpan perasaannya lagi. Dan ia akan―berusaha sekuat tenaga―membuang dan melupakan perasaannya kepada Baekhan.

Chanyeol menghela nafasnya. Ia benar-benar merasa senang sekaligus bersalah saat ini. Masih dalam diam, punggung Sehun telah menghilang di balik pintu kamar.

“Ya sudah, kita buat sarapan saja. Ayo, cantik,” Chanyeol pergi meninggalkan Baekhan yang terdiam mematung di belakangnya sembari tersenyum. Oh, ia lupa sesuatu. Ia kembali menghampiri Baekhan kemudian mendekatkan wajahnya ke sisi kepala Baekhan. Membisikkan sesuatu yang membuat Baekhan semakin terlihat bingung dengan wajah polosnya.

“Kau mengerti?” tanya Chanyeol sembari menahan senyumnya melihat ekspresi Baekhan yang tak ubahnya seperti seorang gadis idiot. Benar-benar menggemaskan. Baekhan mengangguk pelan walaupun ia masih bingung.

Chanyeol merangkul Baekhan dengan tangan kanannya, “Oke, sekarang―”

“Kita harus memasak,” potong Baekhan.

 

-TBC-

Next Chapter

.

“Kau juga harus ikut bersenang-senang, Baekhan.”

.

.

.

.

“Ya, hyung! Jangan bawa nuna-ku!”

.

.

.

.

“Ck, Sehun benar-benar kejam!”

.

.

.

.

“Apa pedulinya kau pada nuna-ku, huh??! Dasar namja sialan!”

 

 

AN (Absurd Note) :

Oke, hai, hello, spada, hm

How are you guys? Masih sehat?

Mohon maaf bagi seluruh Sehun-Baekhan shipper di sini.

Udah gitu aja :’)

Thanks for reading, do the RCL, please! Sarangek! ❤ ❤ Fuuu

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tambahan sedikit guys XD

Bagi yang ingin berteman dengan kami (atau mungkin mau protes karena jalan cerita sumpah demi apapun absurd banget kkkk) bisa menghubungi akun line kita dengan id;

Hanifah a.k.a Byunhunnie >>> hanifah_hh

Muftonatul Aulia a.k.a Andelluhan >>> mftnaulia

Kalo gak mau juga gpp sih :’) Cuma lagi bosen aja sama ujian-ujian yang lagi menghantam kepala, makanya rada absurd :’)

Let’s make a friend! Fuuuu

 

30 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] [Summer : Mirage] (Chapter 13)”

  1. Sehunnya kasian…maunya sehun sma baekhan tpi yahh udh nasib sehun sma aku wkwkwk *ngarep* lanjutannya cepet di post ya kak

  2. Sehun baik yahh, ngerelain cintanya demi sahabatnya -_-
    Thanks thor, akhirnya chanyeol sama baekhan juga 🙂 aku kangen sama adegan chan-baekhan romantis”an 🙂
    Next yakk thor…. jangan kelamaan ya….. Hwaiting 🙂

  3. horeee chanbaekhan bisa bersama,, I lope u Hun,,, tp neomu neomu saranghae Baekhyun,, / baekhyun shiper/
    Btw,,,, sehun d kasih cewe lah biar ngegantiin baekhan,,,

  4. huwa.. baekhan sama chan jadinya.. sedih sih. kenapa aku yang rasanya patah hati ya kak. apa lagi sehun jelasinnya panjang lebar kali tinggi gitu. aku ikutan nyesek bang oh.. berarti kalo kek gitu banh oh sama aku aja.. oh iya baek sama adik chan gimana nih kelanjutanya penasaran deh. eh bentar deh kalo chan ama baekhan masa baekhyun ama seulwo? kok aku ngerasa ada sesuatu di baek sih kak yang belum di ceritain? *cumaperasaankuaja. lanjut ya kakak.. annyeong

  5. Aku ikut lega😊akhirnya semuanya baik2 azz,berarti tinggal masalah cintanya si baek dong,masa iya baek beneran patah hati gag bisa move on,gimana kelanjutannya si baek sama seulwo??

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s