[EXOFFI FREELANCE] [Summer : Mirage] Chapter 8a

summer

Author: Muftonatul Aulia/Hanifah Harahap

Main Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhan(OC), Byun Baekhyun & Oh Sehun

Genre: Romance, Friendship, Family, Angst

Rating: General

Length: Multichapter

Credit Poster: Gyuskaups @ Indo Fanfictions Arts

PLEASE, NO PLAGIAT! THIS STORY IS REAL FROM OUR MIND

AND DON’T BE A SIDERS!

Visit Us HERE

Previous Chapter:

Chapter 1 – Sehun Eyes | Chapter 2 – Baekhyun Drawing Book| Chapter 3 – It’s Time For Dinner| Chapter 4 – Begin Again | Chapter 5 – Lovely Doll | Chapter 6 – Be Happy | Chapter 7 – Our History | [NOW] Chapter 8a – I’m Alone

 

Baekhan buru-buru membuka pintu mobil ketika Chanyeol mematikan mesin mobil mewah berwarna hitam itu. Tangannya menenteng dua buah bungkus plastik―berisi makanan dan obat-obatan dari apotek yang baru saja mereka beli―dan juga handbag coklat miliknya.

Gadis itu berlari kecil dan membuka pintu rumahnya yang gagah. Meninggalkan Chanyeol sendirian yang masih sibuk membuka sabuk pengaman di dalam mobilnya.

Gadis jahat…” desis Chanyeol mendapati Baekhan sudah memasuki rumahnya.

Sementara di dalam rumah, Baekhan mendapati dua orang pelayan sedang membersihkan ruang tamu mereka dengan peralatan yang lengkap.

Ajjuma, apa Baekhyun sudah keluar dari kamar?” tanya Baekhan pada salah seorang pelayan yang paling dekat dengannya saat ini.

Ajjuma itu tertegun sejenak. “Mian. Aku tidak tahu, dari tadi pagi aku sibuk mengurus taman belakang..” jawab Ajjuma itu dengan nada menyesal.

Ya, apa Tuan Baekhyun sudah keluar dari kamar?” tanya ajjuma itu pada yang lain di ujung ruang tamu.

“Um, nona..” kata pelayan yang diujung itu pada Baekhan. “Tuan Baekhyun tidak keluar kamar dan pintu kamar selalu tertutup rapat. Aku juga tidak mendengar apapun dari dalam kamar itu, sunyi sekali, jadi kamar Tuan dan Nona belum dibersihkan..”

“Oh? Baiklah kalau begitu, gumawo..” kata Baekhan meninggalkan mereka berdua.

Kaki mungilnya mulai menelusuri tangga. Soal kamar belum dibersihkan, ia akan membersihkannya sendiri nanti setelah memberi Baekhyun makan dan obat. Well, Baekhyun kan masih sakit. Jadi mungkin kamar tidak terlalu berantakan seperti yang sudah-sudah.

Baekhan meraih ganggang pintu dengan tergesa-gesa dan membukanya. Aroma semacam aroma natural dari pengharum ruangan meruak bersamaan dengan udara yang dingin dari AC yang tidak dimatikan sejak tadi malam.

Ya, Baekhyun, bagaimana keadaanmu? Aku sudah membelikanmu―”

Baekhan terdiam di tempatnya menyaksikan Baekhyun yang tengah duduk santai menonton TV layaknya seorang bos besar di kursi setengah bola seraya membiarkan anjingnya, Mongryeong tidur di pangkuannya. Ia sudah mengganti pakaiannya dengan kaos panjang dan celana selutut. Kamar benar-benar berantakan sekarang.

Baekhyun menoleh ke arah nuna-nya dan tersenyum tipis. “Kau sudah sampai? Mana makananku? Sini, aku lapar sekali sampai hampir mau mati,” kata Baekhyun dengan ekspresi tanpa dosa.

Baekhan memegang tas dan bungkusan plastik erat-erat dan berjalan menuju Baekhyun seperti seorang ibu yang akan memarahi anak lelakinya yang bermain lumpur. Ia melewati sofa dan meletakkan tas dan bungkusan plastik di atas meja bulat yang ada di depan sofa itu.

“Bocah tengik,” gerutu Baekhan “kau membuatku panik.” Gadis itu menepuk punggung Baekhyun dengan keras hingga membuat lelaki itu berteriak dan membuat Mongryeong melonjak dari pangkuan Baekhyun dan berlari keluar dari kamar.

Aniya. Aku tidak membohongimu. Aku benar-benar kelaparan!” kilah Baekhyun.

Baekhan mengepalkan tangannya. Oh, Tuhan. Kenapa ia bisa memiliki adik seperti Baekhyun? Apa dosa yang telah ia buat?

“Tapi kau tidak benar-benar sekarat seperti yang kau bilang tadi di sms!” Gadis itu lalu memukul Baekhan dengan cepat hingga Baekhyun meronta-ronta seperti anak kecil.

Ya, nuna! Apa kau gila?” protes Baekhyun seraya melindungi dirinya sendiri. Lelaki itu pergi berlari mondar-mandir untuk menghindari serangan Baekhan yang ganas seperti seekor harimau betina yang mengamuk. “Ya! Adikmu ini baru saja sembuh dari sakit!” belanya.

Baekhyun meraih bantal sofa dan melemparnya hingga jatuh tepat di depan muka Baekhan yang memerah. Gadis itu berlari ke arah Baekhyun dan kembali memukul bahkan mencubiti badan Baekhyun yang padat. Baekhyun berkali-kali mendorong nuna-nya yang lebih pendek 12 cm darinya itu agar menjauh tapi hasilnya percuma saja.

Ya, Baekhyun! Kau sudah sehat?”

Baekhan berhenti memukuli Baekhyun ketika mendengar suara Chanyeol dari pintu kamar. “Ya, begitulah” jawab Baekhyun seraya merapikan kaosnya yang sedikit lecek oleh Baekhan.

“Kalau begitu, makanlah makananmu. Kau kelaparan, ‘kan?” kata Chanyeol seraya berjalan duduk di atas sofa.

Baekhyun mengernyitkan dahinya. “Wah, wah.. ternyata Chanyeol hyung lebih pengertian dibanding nuna-ku sendiri,” katanya dengan nada menyindir dan berjalan menuju meja bulat tempat Baekhan menaruh makanannya. Baekhyun duduk di atas lantai dan membuka kotak makanannya. Oh, aromanya benar-benar wangi menusuk kalbu.

Baekhan hanya mendesis kesal dan beranjak merapikan kamarnya. Ia sangat risih bila kamarnya kotor dan tidak rapi. Kerapihan dan kebersihan Baekhyun bukan standar gadis itu. Bagi Baekhyun, kondisi kamarnya yang seperti ini dianggap sudah bersih dan rapi. Menggelikan.

“Kau terlalu rajin, nuna” komentar Baekhyun seraya mengunyah makanannya.

“Diamlah dan lanjutkan saja acara makanmu.”

Heol. Dasar wanita kejam.”

Chanyeol memperhatikan setiap gerakan Baekhan dari sofa dengan tenang. Gadis itu benar-benar merapihkan kamar dengan cepat―satu hal yang Chanyeol sukai dari gadis bermata indah itu. Well, karena Chanyeol adalah tipe cowok yang suka sekali membuat barang-barang berantakan, ia berpikir kalau ia membutuhkan pendamping seperti Baekhan.

Baekhan mengakhiri acara bersih-bersih kamarnya dengan menumpuk beberapa buku bacaan Baekhyun di rak buku milik adiknya itu.

Ia menghela napas lega ketika melihat kamar sudah lebih rapi dari sebelumnya. Energinya seakan kembali ketika ia melihat Chanyeol sedang tersenyum kepadanya seakan berkata ‘Kau wanita yang hebat, Baekhan!’

Gadis itu melangkahkan kakinya dengan ringan mendekati Baekhyun yang sedang asyik makan. Baekhyun melirik nuna-nya dengan pandangan mata yang tajam. Baekhan hanya menggelengkan kepalanya melihat Baekhyun yang seperti itu. Ia duduk di ujung sofa agar tak terlalu dekat dengan Chanyeol.

Baekhan menunduk, melihat Baekhyun. Kini mereka bertiga terlihat seperti ayah dan ibu yang sedang melihat anak lelaki kecil mereka yang sedang makan dengan lahap.

“Baekhyun, kau benar-benar sudah merasa baikan?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

Baekhyun menelan makanannya sebelum menjawab pertanyaan Chanyeol. “Well, seperti yang hyung lihat sendiri. Makanan ini membuatku bersemangat lagi.” Baekhyun terkekeh.

Chanyeol tersenyum simpul dan melirik ke arah Baekhan.

“Baguslah,” kata Chanyeol sambil bangkit dari sofa “Well, karena Baekhyun sudah sehat, kita bisa date, ‘kan Baekhan?”

M-m-mwo?” Baekhan mengatupkan bibirnya “Date? Are you seriuos?”

“Tadi kita nggak jadi nge-date gara-gara Baekhyun sakit, ‘kan? Karena dia sekarang sudah sembuh dan bahkan sudah makan dengan banyak, kita jadi date!” ujar Chanyeol seraya tersenyum senang.

Baekhyun mendongakkan wajahnya dengan ekspresi bingung seraya mengunyah makanannya dengan pelan.

“A-aduh, aduh nuna! Perutku sakit sekali! Wah, kepalaKurasanya seperti mau meledak” rintih Baekhyun tiba-tiba seraya menggulingkan badannya ke lantai. “Tolong aku, nuna. Ini benar-benar sakit! Aku sekarat.. uhuk.. uhuk..”

Ya, Baekhyun! Gwaenchana?” Baekhan memapah Baekhyun ke kasurnya dengan pelan. Lelaki itu lalu tidur di kasur seraya terus merintih kesakitan.

Baekhan menoleh ke arah Chanyeol “Ya, Chanyeol. Lihatlah, Baekhyun sakit lagi.”

Di dalam hati, Baekhan benar-benar berterimakasih pada Baekhyun karena melakukan adegan pura-pura sekarat kali ini. Gadis itu tertawa dalam hati meskipun kini tangannya tengah memegangi dahi Baekhyun yang tak lagi hangat seperti tadi malam.

Chanyeol memutar bola matanya. Kenapa lagi kakak-adik ini? Apa mereka berdua bersekongkol untuk mengacaukan date antara dirinya dan Baekhan? Oh, benar-benar.

Chanyeol melihat ke arah Baekhyun yang juga melihatnya. Chanyeol mengatupkan kedua telapak tangan di depan dadanya, mengemis kepada Baekhyun agar lelaki itu kembali ke wujud sehatnya dan membiarkannya pergi date dengan nuna-nya.

“Benarkah kau benar-benar sakit kembali, Baekhyun? Ini sulit dipercaya” kata Chanyeol.

Baekhyun tampaknya tertegun sejenak. Ia benar-benar tidak rela jika nuna-nya punya pacar ataupun pergi nge-date. Itu pasti akan berdampak pada kesejahteraan hidupnya.

Selama ini, nuna-nya selalu membawakannya banyak makanan dan selalu ada saat Baekhyun bosan sehingga ia bisa mengerjai nuna-nya yang bisa dibilang polos itu. Nah, kalau nuna-nya punya pacar pasti nuna-nya akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama pacarnya itu ketimbang dirinya. Nuna-nya juga pasti akan jarang membawakannya makanan lagi dan lebih mementingkan pacarnya.

Jika semua itu terjadi, Baekhyun pasti akan mati kesepian karena tidak ada orang yang bisa dijahili dan tidak ada lagi tempat bagi Baekhyun untuk meminta tolong sesuatu. Well, walaupun begitu bukankah lebih baik daripada Baekhan bersama Sehun hyung? Chanyeol hyung adalah teman akrabnya, pasti Chanyeol hyung tidak akan memonopoli Baekhan darinya.

Ani,” jawab Baekhyun mantap.

Mata Chanyeol berbinar setelah mendengar jawabannya. Sedangkan Baekhan memandangi Baekhyun dengan tatapan kesal. “Mwo?” kata Baekhan menjauhkan badannya dari Baekhyun.

Baekhyun bangkit dari posisi tidurnya dan meraih tangan Baekhan agar berdiri. Lelaki itu mendorong Baekhan ke arah Chanyeol. “Happy Dating,”kata Baekhyun.

“Apa-apaan kau ini?” kata Baekhan.

Baekhyun lalu mengambil sling bag Baekhan yang tergantung di kursi belajar nuna-nya, memasukkan dompet, handphone, dan powerbank gadis itu yang ia ambil dari handbag yang Baekhan pakai untuk kuliah tadi dan memberinya pada Baekhan yang hanya bengong. Kemudian Baekhyun dorong keduanya keluar dari kamarnya dan mengunci pintu.

“Kau lihat ‘kan Baekhyun tidak sakit?” kata Chanyeol.

Baekhan menyampirkan tasnya di bahu kanan. “Well, dia licik sekali seperti serigala”

“Baiklah. Kita akan kemana?” tanya Chanyeol seraya merangkul Baekhan “Karena ini our first date, kita harus memilih tempat yang bagus.”

Keduanya lalu berjalan menuju barisan anak tangga yang akan membawa mereka berdua ke lantai bawah dengan selamat.

“Kemana ya, bagusnya?” Chanyeol tampak berpikir keras sementara Baekhan hanya memadang lurus tanpa menghiraukan Chanyeol.

Saat menuruni anak tangga yang berwarna putih mengkilap itu, Mongryeong baru saja akan naik ke lantai atas. Dengan lucunya, anjing itu mendekati kaki Chanyeol seperti mengajak namja itu bermain bersama.

“Mongryeong!” kata Baekhyun tiba-tiba. Baekhyun lalu menggendong anjingnya itu dan menepuk badan Mongryeong dengan tangan kanannya.

“Oh, nuna. Santai saja, Chanyeol hyung tak akan berbuat macam-macam denganmu” kata Baekhyun tersenyum lalu menaiki tangga dan kembali ke kamarnya.

“Kau tahu, Mongryeong? Aku sendirian di rumah ini, Baekhan akan pergi date dengan Chanyeol hyung!” kata Baekhyun pada anjingnya itu. Tentu anjing itu tak akan menjawabnya meskipun dunia ini terbelah menjadi empat puluh bagian.

“Baekhyun! Jangan membuat kamar jadi berantakan, ya!” kata Baekhan memperingatkan Baekhyun seraya menoleh ke belakang. Karena jika Baekhyun sudah bersama Mongryeong biasanya Baekhyun akan lupa tempat dan waktu. Tapi percuma saja, yang diperingatkan malah asyik menempelkan hidungnya pada moncong Mongryeong.

Ya, sudahlah. Lagipula Baekhyun itu sudah besar, ‘kan?” kata Chanyeol tanpa melepaskan rangkulannya. Chanyeol sedikit mendorong badan Baekhan agar berjalan menuruni tangga itu lagi.

“Tapi kelakuannya seperti anak kecil,” jawab Baekhan.

Chanyeol tertawa pelan “Kalau dia anak kecil, dia tidak akan mungkin jatuh cinta pada Woonnie dan merasakan sakit hati yang mendalam karenanya,”

“Oh? Kau tahu soal itu?” tanya Baekhan penuh keingintahuan.

“Itulah alasan kenapa Baekhyun tak lagi mau ke rumahku”

Setelah keluar dari rumah, Chanyeol melepaskan rangkulannya dan berlari kecil ke arah mobil. Sebetulnya, ada perasaan kecewa dalam hati Baekhan ketika lelaki berambut kehijauan itu melepaskan rangkulannya. Rangkulan Chanyeol benar-benar hangat, melebihi hangatnya sinar mentari saat musim gugur dimulai.

Chanyeol membukakan pintu mobil dengan lembut dan mempersilahkan Baekhan masuk ke dalamnya dengan sedikit menundukkan badannya. Tangannya yang satu lagi menunjuk ke arah mobil bagian dalam.

“Kau tak perlu berlaku seperti itu,” kata Baekhan dengan malu-malu.

Chanyeol tersenyum. “Sudah seharusnya seorang Tuan Puteri diperlakukan seperti ini oleh pangerannya, bukan?”

Baekhan tersenyum geli dan masuk ke dalam mobil itu dengan anggunnya. Chanyeol lalu menutup pintu mobil dengan lembut, berjalan memutar dan kemudian duduk di kursi kemudi.

Chanyeol menghidupkan menancapkan kunci mobilnya dan memutarnya hingga suara mesin mobil yang terdengar halus menyala.

“Kita akan kemana?” tanya Baekhan.

“Ke suatu tempat” kata Chanyeol sambil memundurkan tuas mobilnya. “Aku tidak mau memberitahumu agar kau semakin penasaran.”

Ya!”

“Tenang saja.” Chanyeol mengacak rambut Baekhan. “Aku tidak akan menculikmu, kok. Kau pasti akan kembali ke rumahmu nanti malam dan berkumpul dengan keluargamu lagi.”

Chanyeol memacu mobil dan pergi meninggalkan rumah bergaya Eropa itu.

Dari balkon atas, Baekhyun memandangi mobil warna hitam itu dengan pandangan mata yang sedih. Ia masih tetap menggendong anjingnya.

“Aku sendirian..” ujar Baekhyun dengan wajah seakan tidak terima kalau Baekhan pergi date dengan Chanyeol.

 

-TBC-

Happy Reading! ^^

Btw baru nyadar kalo si baek ngenes bgt gitu ya xD /abaikan/

Thanks to our beloved reader:

Park Junnie

Suretodream

Kimykyeopta

Rinrinpark

Zhafi

Ulfi

Alf

AND OTHER READER YANG BELUM SEMPAT DISEBUTKAN

WE LOVE YOU!!!!

❤ ❤ ❤ ❤

30 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] [Summer : Mirage] Chapter 8a”

  1. Kakakkkk, akhirnyaaa update jugaa. Yaampunn.. Eummm, pertama2 aku mau ngucapin makasih, karena nama ku ada di saythanks yaampunn, padahal aku cuman bantu komen aja, Next chap ny jangan lama2 yah kak, udah penasaran bangettttttttt. Oke ditungggu yahhhhhhhhhh

    Salam Hangat Penuh Cinta

    Park Junnie as Mrs Park

  2. Hihihi akhirnya sweet moment baekhan sama chanyeol muncul #ketawagirang baekhyun jgn sedih nanti aku temenin kok,haha#digamparShiners
    Ahh namaku muncul disaythanks nya??waah aku tersentuh 😇 makasih banyak seneng bgt rasanya,,ditunggu next chapternya ya,,😊

  3. kasihan sama baekhyun..alone and alone and alone..
    baekhan sm chanyeol pergi ngedate kmn??
    mereka ngapin aja disana??
    ahhh beneran penasaran..
    ditunggu chapter selanjutnya yaaa thorr..
    hwaiting!!! ^_^

  4. akhirnya yang ditunggu tunggu datang 🎊🎆
    oh baekhyunee, kasian dikau. sinih aku temenin #ditendangfansbacon
    baekhan date ama chanyeol.. andwee..!!!! #dipendelikiparareaders
    uhuuhu kakak jangan lama lama yah next chap’nya #penuhharap #puppyeyes
    semangat terus kak.. hwaiting..

  5. wahhhhh jadii yangg aloneee ituuuu baekhyunnnn,,, wkwkwkwk 😀 .. Tapi aku penasarannnnn samaaa teaser yang di part 7 hahhahahha,,,, 🙂

    Wahhhh senenggg bangettttt namakuuu di sebutinnnnn diatasss,,,, ,,,,, rasanyaaaa senenggggggggggggggggggggggg 😀 …. Akuuuu mearsakakknnn jadiii authorrrr jugaaa,,,, mungkin pearsaan itu samamaa kayaaa kalian yang nulis ff ini dan dapet koment dari readerssss 🙂

    1. akhirnya kalian mengerti betapa kami sangat menghargai setiap komentar yg kalian berikan walaupun hanya sekedar “next” T.T

      penasaran? wkwkwk
      di chapter 8b kamu bakalan tau kok
      ditunggu chapter selanjutnya ya…

    2. tentuuuu sajaaaa,,,,, menulisss itu tdakkk mudahhhhh,,, gbtupulaa dengannn kuuu,,,, ide itu sangattt mahallllllll.,,,, 🙂

      Kaliann berdua temenan/saudaraa???

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s