[EXOFFI FREELANCE] [Summer : Mirage] Chapter 10

summer

Author: Muftonatul Aulia/Hanifah Harahap

Main Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhan(OC), Byun Baekhyun & Oh Sehun

Genre: Romance, Friendship, Family, Angst

Rating: General

Length: Multichapter

Credit Poster: Gyuskaups @ Indo Fanfictions Arts

PLEASE, NO PLAGIAT! THIS STORY IS REAL FROM OUR MIND

AND DON’T BE A SIDERS!

Visit Us HERE

Previous Chapter:

Chapter 1 – Sehun Eyes | Chapter 2 – Baekhyun Drawing Book| Chapter 3 – It’s Time For Dinner| Chapter 4 – Begin Again | Chapter 5 – Lovely Doll | Chapter 6 – Be Happy | Chapter 7 – Our History | Chapter 8a – I’m Alone | Chapter 8b – It’s You | Chapter 9 – Get Well Soon | [NOW] Chapter 10 – Good Night, Nuna!

 

Hujan telah berhenti ketika Baekhan membuka matanya yang entah bagaimana bisa menjadi lembab. Matanya mengerjab-ngerjab. Ia bingung sendiri mendapatkan dimana dirinya kini dan kenapa ia bisa berbaring di sini dengan selimut hangat yang menutupi setengah badannya.

“Kau sudah bangun ternyata,” kata Chanyeol ketika mendapati Baekhan sudah beranjak dari posisi tidurnya dan duduk sambil tetap mengenakan selimut. Lelaki itu kini tengah duduk di sofa seraya membaca sebuah buku tebal.

Baekhan memperhatikan Chanyeol dengan pikirannya yang kosong. Chanyeol mengenakan baju kaos pendek warna biru yang longgar dan celana selutut.

“Cukup, Baekhan! Jangan berpikir yang macam-macam!” sergah Chanyeol ketika gadis itu membuka mulutnya dengan ekspresi terkejut untuk berteriak ketakutan, “Kau ketiduran dan aku menempatkanmu di kasurku yang nyaman itu. Karena kau tampak kedinginan, jadi aku menyelimutimu. Aku menukar bajuku agar lebih nyaman saja.”

Baekhan mengatupkan bibirnya dengan wajah seperti orang idiot dan itu sukses membuat Chanyeol tertawa terbahak-bahak.

“Karena hujan sudah berhenti, bolehkah aku mematikan pemanas ruangannya? Aku benar-benar kepanasan,” kata Chanyeol.

“Oh, ya silahkan saja.”

Chanyeol menutup bukunya dan berjalan untuk mematikan pemanas ruangan dan menghidupkan AC-nya. Udara sejuk dari AC langsung saja terasa di tengkuknya kini.

Baekhan beranjak dari kasur. Kini badannya benar-benar ringan. Gadis itu merapikan kasurnya dan melipat selimut dengan rapi. Membuat Chanyeol tersenyum dari ujung kamarnya.

“Kau tak perlu merapikannya seperti itu,”

“Maaf. Tapi aku tidak nyaman jika tidak merapikannya setelah aku tidur. Apalagi ini kasur orang lain.”

Chanyeol berjalan mendekati gadis itu. “Hidup Baekhyun pasti makmur sekali karena dia punya nuna sepertimu” katanya sambil terkekeh.

“Apanya?” tanya Baekhan, “Kau tahu? Itu simbiosis parasitisme. Baekhyun adalah pihak yang sangat diuntungkan sementara aku adalah pihak yang dirugikan.”

“Seperti benalu dengan inangnya?” tanya Chanyeol.

“Aku tidak menyangka kalau anak seni bisa mengetahui hal semacam itu,” kata Baekhan dengan gaya seperti orang yang tersentuh hatinya.

“Konyol sekali,” kata Chanyeol.

“Apa Seulwoo belum pulang?” tanya Baekhan penuh penasaran.

“Kau tidur terlalu lama” jawab Chanyeol. “Bahkan sekarang, dia dan Kyungsoo sedang memasak untuk makan malam”

“Benarkah? Sudah waktunya makan malam?”

“Lebih tepatnya hampir waktunya makan malam,” jawab Chanyeol mengoreksi, “Bagaimana kalau kau makan malam bersama kami di sini? Kau akan terlambat makan malam jika memutuskan untuk pulang sekarang. Lagipula, kau tidak sempat untuk menerima ajakan Seulwoo untuk makan malam di sini kemarin, ‘kan?”

Baekhan menimbang-nimbang. Apa yang dikatakan Chanyeol semuanya benar. Ia akan sampai terlambat di rumah jika ia pulang sekarang dan juga ia tidak enak hati jika harus pulang sekarang, Chanyeol belum makan malam dan lelaki itu pasti tidak akan membiarkannya pulang dengan taxi.

“Baiklah,” jawab Baekhan akhirnya. “Tapi aku akan pulang setelahnya.”

“Tenang saja. Sudah kubilang kau akan pulang dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluargamu yang bahagia itu―aku tidak akan menculikmu.” Chanyeol melihat ke arah jam dindingnya yang tergantung di dekat meja sofa. “Sepertinya makanannya sudah siap. Ayo kita pergi ke bawah sana,”

Sampainya di bawah, mereka disambut oleh Seulwoo dan Kyungsoo yang tengah menata meja makan dengan rapi. Aroma nasi hangat yang harum benar-benar menyeruak. Dengan semua asap yang mengepul harum itu, pastilah Kyungsoo benar-benar pintar memasak.

Oppa, kenapa kau tak memberitahuku kalau Baekhan-eonnie ada di sini?” tanya Seulwoo kesal.

“Dia tertidur dan baru bangun beberapa menit yang lalu,” jawab Chanyeol.

“Kau tak melakukan apapun padanya, ‘kan hyung?” kata Kyungsoo sambil terkekeh.

Seulwoo menampakkan ekspresi terkejutnya yang mungkin lebih tampak dibuat-buat. “Apa kau tidak apa-apa, eonnie?”

Ya, aku bukan lelaki semacam itu!” protes Chanyeol.

Seulwoo terkekeh diikuti dengan Kyungsoo dan Baekhan melihat ekspresi Chanyeol yang sangat aneh saat cowok itu memprotes apa yang disangkal adik perempuannya.

Ja, makan malam sudah siap” kata Chanyeol. “Baekhan duduklah di sebelahku.”

Baekhan mengangguk dan mengikuti apa kata Chanyeol.

“Bagaimana date kalian hari ini?” tanya Seulwoo penasaran. Rambut keemasannya yang ia biarkan tergerai jatuh di wajahnya yang pucat dan sedikit menutupi kelopak matanya.

Well, itu sangat menyenangkan. Kami melakukannya lima kali lebih baik daripada kau dan Kyungsoo,” cibir Chanyeol.

Seulwoo memandang Chanyeol seraya menyeringai. “Oh benarkah?” katanya. “Tapi dalam hal jumlah, sepertinya kami menang telak.”

“Satu kali kencan kami sama dengan lima kali kencan kalian” kata Chanyeol. “Itu tak bisa dipungkiri lagi.”

Baekhan hanya memandang kedua kakak-adik itu dan tertawa geli di dalam hatinya melihat tingkah Chanyeol yang bersikeras bahwa kencan mereka adalah yang terbaik. Yah, Baekhan tidak menganggap hari ini ia berkencan dengan Chanyeol. Ia lebih suka menyebutnya sebagai salah satu dari agenda liburan musim panasnya.

Gumawo,” kata Baekhan ketika Kyungsoo meletakkan semangkuk nasi hangat di hadapannya.

“Bagaimana dengan Baekhyun?” tanya Kyungsoo. Tampaknya dia khawatir. “Apa keadaannya sudah membaik?”

“Sudah kubilang Baekhyun tidak akan mungkin bisa sakit parah,” jawab Baekhan. “Dia malah sudah lebih dari sembuh hari ini”

Chanyeol melirik Baekhan. “Tapi tetap saja kau sangat khawatir setengah mati padanya.”

“Bagaimanapun juga, dia adalah adikku. Mana mungkin aku tidak khawatir ketika aku meninggalkannya sendirian dalam kondisi sakit―sebelum aku tahu kalau dia hanya pura-pura.”

Oppa, mungkin sebaiknya kau harus belajar dengan eonnie ini bagaimana cara menyayangi adik dengan baik” kata Seulwoo seraya mengacungkan sumpitnya pada Chanyeol.

W-wae? Apa aku tak cukup baik untukmu, Seulwoo?” tanya Chanyeol. “Baekhan dan Baekhyun itu sangat aneh. Seharusnya kau bersyukur karena kita ini adalah kakak-adik yang normal.”

Baekhan menyikut Chanyeol dengan kasar dan melontarkan tatapan tajamnya pada Chanyeol. Tapi namja itu malah tertawa terbahak-bahak.

“Oh, Chanyeol oppa, tampaknya hanya aku yang waras di antara kita berdua,” komentar Seulwoo seraya menggelengkan kepalanya.

“Kyungsoo, apa kau khawatir pada Baekhyun?” tanya Baekhan tiba-tiba. Ia ingin memastikan hubungan pertemanan Kyungsoo dan Baekhyun itu bagaimana.

“Tentu saja. Dia adalah teman baikku,” jawab Kyungsoo. “Aku tak mungkin bertemu dengan Woonnie jika bukan karena Baekhyun. Dia juga mendukung hubungan kami sepenuhnya.”

Oh, Baekhyun…

Geurae? Apa kau sering berbicara dengannya lagi? Atau berkomunikasi dengannya?”

“Kami sering sekali bertemu dan makan di kantin. Aku dan Woonnie juga berteman baik dengan Baekhyun” kata Kyungsoo bersungguh-sungguh, “Kau tak usah khawatir, nuna. Baekhyun tidak terlalu banyak menghabiskan waktu bersama yeoja penggosip.”

Baekhan tersenyum tipis mendengar jawaban Kyungsoo. Syukurlah kalau hubungan pertemanan Baekhyun dengan Kyungsoo berjalan dengan baik. Baekhyun pasti sudah bersusah payah untuk tidak menampakkan kesedihan hatinya. Sungguh Baekhyun yang malang.

Setelah melewatkan makan malam yang hangat dirumah Chanyeol dengan juru masak utama seorang calon dokter bernama Kyungsoo, Chanyeol mengantar Baekhan ke rumahnya dengan mobil hitamnya yang sangat sempurna. Rasanya hari ini berlalu begitu cepat dan meninggalkan pengalaman yang tak akan mungkin terlupakan oleh Baekhan.

“Chanyeol, kau ingat janjimu, ‘kan?” tanya Baekhan tiba-tiba.

“Janji yang mana?”

Baekhan tersenyum kecil. “Apa kau tidak ingat bahwa kau pernah berjanji kalau kau akan menuruti semua permintaanku jika aku memakai bando itu dan berfoto bersamamu?”

“Ah, iya” kekeh Chanyeol, “Kau mau apa?” Chanyeol mengalihkan pandangannya sebentar pada Baekhan yang ada di sampingnya.

“Aku hanya meminta 2 hal” kata Baekhan sambil menyender dengan rileks pada punggung kursi mobil dengan bau joknya yang khas.

“Katakan saja,”

“Pertama, aku mau kau mengubah warna rambutmu jadi warna hitam” pinta Baekhan, “Kau tampak keren jika rambutmu warna hitam”

Chanyeol tersenyum, “Aigoo.. ternyata kau berpikiran sama denganku. Aku juga berniat mengubahnya menjadi warna hitam,” katanya.

“Oke, itu yang pertama” lanjut Baekhan, “Yang kedua.. Apa kau bisa menceritakan padaku siapa itu Shin Ahrin dan hubunganmu dengan Sehun itu apa sehingga kalian menjadi rival seperti sekarang? Aku tahu, ini pasti sangat menyangkut privasimu. Tapi aku benar-benar tak bisa menahan diriku untuk mengetahuinya,”

Chanyeol terdiam beberapa saat untuk mencerna kata-kata Baekhan barusan. Matanya tetap fokus pada jalanan di depannya yang penuh dengan lampu-lampu yang indah.

“Chanyeol, jika itu tak nyaman kau tak perlu menjawabnya,” kata Baekhan khawatir.

Chanyeol menggeleng. “Tidak, itu sangat penting bagimu untuk tahu. Aku juga berpikir kau bisa mengeluarkanku dari masalah ini. Masalah Ahrin dan Sehun memang saling terkait satu sama lain,” katanya. “Tapi sebelumnya.. kau tahu darimana masalah Shin Ahrin?”

“Waktu aku datang ke rumahmu untuk mengambil boneka Baekhyun, aku melihat fotomu dan Ahrin di atas pianomu dan juga sebuah kotak.. seperti kotak cincin di belakangnya,” jawab Baekhan jujur.

“Yah, Ahrin itu mantan kekasihku sewaktu SMA” jawab Chanyeol berusaha mengontrol emosinya, “Aku jatuh cinta setengah mati padanya. Dia berteman baik dengan Sehun juga. Percaya atau tidak, sewaktu SMA, aku dan Sehun adalah sahabat yang tidak bisa terpisahkan. Kami berteman sejak SMP. Oh ya, pasti kau mengenal Zhang Yixing dan Kim Junmyeon, ‘kan? Mereka juga temanku dulu”

“Chanyeol, aku benar-benar tidak menyangkanya.”

“Aku akan melanjutkannya” kata Chanyeol dengan suara yang dibuat tenang, “Ahrin jatuh cinta pada Sehun. Dia menjadi kekasihku hanya agar dia bisa dekat dengan Sehun. Aku yang mengetahuinya menjadi sangat marah dan… melukai.. Sehun hingga bahunya retak parah. Dan itu benar-benar membuat Yixing dan Junmyeon marah besar padaku, begitu juga Ahrin. Aku melihat Ahrin berlari menuju rumah sakit setelah tahu semuanya. Tapi, di tengah perjalanannya gadis itu ditabrak hingga seluruh sistem vitalnya rusak”

Baekhan masih memandang Chanyeol dengan pandangan tidak percaya. Sementara Chanyeol terus bercerita seraya mengemudikan mobil dengan baik.

“Aku melihatnya. Aku melihat Ahrin yang ditabrak itu dengan mata kepalaku sendiri. Tapi, aku tidak bisa menyelamatkannya, Baekhan. Aku benar-benar bodoh, ‘kan? Aku juga terlalu takut untuk pergi melihat kondisi Sehun. Padahal, Sehun sudah mengirimkan aku pesan agar aku datang dan membawakannya makanan yang banyak, seperti tidak terjadi apa-apa di antara kami. Tapi aku malah mengecewakannya hingga akhirnya aku dan Sehun menjadi apa yang sekarang kau tahu,”

Baekhan menghela napasnya. Ia baru tahu kalau selama ini Chanyeol dan Sehun memendam luka yang sangat perih di dalam hati mereka masing-masing.

“Dan.. cincin itu?”

“Aku membelikannya untuk Ahrin karena aku berjanji akan bertunangan dengannya jika lulus SMA.” Chanyeol tertawa getir, “Tapi begitulah, cincin itu teronggok di sana dan tak lagi terurus. Dan percayalah, cincin itu sangat indah. Semuanya berat bagiku, tapi setelah aku tahu bahwa kau cinta masa kecilku, aku bahagia.”

Chanyeol menghentikan mobilnya. Kini, mereka sudah berada di halaman depan rumah keluarga Byun. “Aku minta kau mau membantu untuk mengembalikan pertemananku dengan Sehun. Meskipun itu berat bagimu dan akan menambah masalah keraguan hatimu, tapi aku benar-benar berharap kau bisa menolong kami.”

Baekhan mengangguk pelan beberapa kali. “Aku akan membantumu sebisaku, Chanyeol.”

Gumawo,” kata Chanyeol senang seraya mengelus rambut gadis itu.

“Ah, iya. Terimakasih banyak―atas semuanya hari ini” ujar Baekhan ramah sebelum ia membuka pintu mobil dan keluar.

“Jangan lupa, ketika aku datang ke rumahmu lagi, boneka teddy bear itu harus terpajang di kamarmu,” kata Chanyeol memperingatkan.

Ne,” jawab Baekhan sambil tertawa kecil.

Setelah mobil Chanyeol hilang dari pandangannya, Baekhan buru-buru masuk ke dalam rumahnya. Sembari menenteng paper bag, Baekhan berjalan menuju kamarnya. Tetapi ketika melewati ruang depan, matanya menangkap meja makan yang penuh dengan makanan. Baekhan berjalan menuju ruang makan itu dan mendapati keluarganya tengah makan malam bersama. Ia tak menyangka kalau orangtuanya sudah pulang.

“Oh? Kau sudah pulang?” tanya Tuan Byun memperhatikan putrinya.

Baekhan tersenyum dan melangkah mendekati meja makan itu.

“Apa kau habis dari shopping? Belanjaanmu nampaknya banyak sekali,” kata Nyonya Byun penuh selidik.

Well, aku membeli beberapa aksesoris―” jawab Baekhan ragu.

Baekhyun menatap gadis itu sambil menyeringai. “Omong kosong. Kenapa kau tidak jujur saja kalau kau baru saja pulang dari date-mu dengan Chanyeol hyung, eoh?”

Anak sialan! pikir Baekhan.

Nyonya Byun menatap putrinya dengan curiga. “Really?”

“Kau bahkan tidak mengenakan gaun ini saat pergi tadi. Apa Chanyeol hyung yang membelikanmu?” timpal Baekhyun lagi.

Oh, sekarang Baekhan mulai salah tingkah dibuatnya.

“Duduk dulu,” kata Tuan Byun pada Baekhan.

Gadis itu duduk di samping Baekhyun dengan muka was-was. Ia benar-benar membenci Baekhyun kali ini! Sudah membuatnya benar-benar repot, sekarang malah membuatnya seperti akan disidang dengan kejam oleh kedua orang tuanya.

“Ada apa di antara kau dan Park Chanyeol?” tanya Tuan Byun.

“Tidak ada apa-apa. Kami hanya teman biasa, Appa” sergah Baekhan dengan wajah yang memerah.

“Omong kosong sekali!” kata Baekhyun memotong. Ia mengeluarkan handphone-nya dan menunjukkan sesuatu pada Tuan Byun, “Ini saat Chanyeol hyung akan pulang sesudah ia makan malam bersama kita.”

Tuan dan Nyonya Byun mengamati layar handphone Baekhyun dengan seksama, seperti anak murid yang sedang membaca soal ujian matematika agar tak salah mengisi jawaban.

Baekhan menyenggol siku Baekhyun yang sedang menikmati makan malamnya. “Itu apa?” tanyanya pelan, berharap Tuan dan Nyonya Byun tidak mendengarnya.

“Fotomu dan Chanyeol hyung berpelukan sebelum ia pulang dari rumah ini dua hari lalu,” jawab Baekhyun dengan santainya. Mendadak wajah Baekhan berubah menjadi merah. Darimana Baekhyun mengambil foto itu? Ah, benar-benar memalukan!

“Byun Baekhan!” kata Nyonya Byun.

M-m-m-mwo?”

“Kenapa tidak pernah cerita dengan mom? Apa kau mau menikah dengan Chanyeol?

“Me-me-menikah??!” kata Baekhan bersamaan dengan Baekhyun.

Mom ingin melihat kamu menikah sebelum mom bertambah tua, tapi mom tidak menyangka kalau kau akan pergi dengan cepat” kata Nyonya Byun terharu.

Cepat-cepat Baekhan meredakan situasi ini. Baekhyun benar-benar pembuat masalah. “Mom, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Park Chanyeol. Tadi dia hanya mengajakku jalan-jalan dan karena tadi aku menumpahkan sodaku, dia membelikanku gaun ini untuk mengganti pakaianku,” kata Baekhan berbohong.

Tuan Byun menolehkan pandangannya pada Baekhyun. “Kau bilang kalau nuna-mu dan Chanyeol date, ‘kan?!”

Well” jawab Baekhyun, “Tapi aku tidak bisa terima Baekhan-nuna harus menikah! Dia masih sangat muda dan labil. Dan bagaimana nasibku? Aku harus tidur sendirian dan tentu akan itu berdampak buruk karena aku akan kesepian,”

Heol. Kupikir kau akan senang karena bisa mendapatkan keponakan yang lucu,” kata Nyonya Byun.

Mom, aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang ahjussi! Baekhan juga masih terlalu muda untuk jadi seorang eomma, dia bahkan tidak tahu bagaimana cara memandikan anak kecil!”

“Oke,” kata Tuan Byun seperti ingin menyudahi perdebatan ini. “Saat liburan musim panas nanti, mama dan papa akan ada pekerjaan di Busan. Kalian bisa liburan sendiri, ‘kan?”

“Kami akan baik-baik saja, Appa―kami sudah anak kuliahan. Nikmati saja pekerjaan kalian dengan tenang,” kata Baekhyun asal.

“Jangan lupa mengerjakan tugas musim panasmu, Baekhyun!” ujar Tuan Byun memperingatkan.

Araseo, araseo,” kata Baekhyun masam.

Baekhan menghela napas lega, “Araseo. Aku akan ke kamar,” katanya sambil beranjak dari kursi.

“Kau tidak makan malam?” tanya Nyonya Byun.

“Biarkan saja. Dia pasti sudah makan malam dengan Chanyeol,” kata Tuan Byun.

Baekhan berlari kecil ke dalam kamarnya dengan pipi yang bersemu merah pucat.

Sampainya di kamar, Baekhan langsung menutup pintu kamarnya dan mengganti pakaiannya menjadi piyama berwarna merah jambu yang lembut. Gadis itu bisa merasakan jantungnya benar-benar berdetak kencang.

Baekhan membenamkan wajahnya pada kasurnya yang harum.

Apa yang harus ia lakukan? Ia sudah semakin menyukai Chanyeol dan sekuat apapun ia telah mencoba, ia tetap tak punya perasaan apapun pada Sehun. Tapi bagaimana ini? Sehun pasti menunggunya, menunggu jawabannya. Lagipula setelah ia tahu fakta bahwa kedua namja itu dulunya adalah sahabat sejati yang menjadi rival karena masalah satu wanita yang sama, Baekhan menjadi takut untuk bersama keduanya.

Baekhan memutar badannya dan menutup matanya. Tiba-tiba ia teringat wajah Chanyeol yang selalu tampak tenang seperti air yang mengalir. Chanyeol pasti tahu apa yang kini ia rasakan setelah Chanyeol menceritakan semua kebenaran yang selama ini tersimpan rapi. Tapi bagaimanapun juga, Baekhan harus membantu Chanyeol untuk mengembalikan lagi tali persahabatannya dengan Sehun yang selama ini putus. Baekhan menghela napasnya. Baiklah, dia akan menjalankan semua hal yang sekarang sedang menunggunya apa adanya. Perjalanan cintanya masih sangat panjang. Dan hanya ada satu hal yang ia pikirkan: bagaimana cara membuat Sehun memaafkan Chanyeol?

Baekhyun masuk ke dalam kamar dan mendapati nuna-nya tertidur pulas di kasurnya yang tidak ia sentuh sedikitpun sejak nuna-nya pergi dengan Chanyeol. Baekhyun berdecak kesal melihat gadis itu tidur tanpa selimut.

“Kau ini ‘kan sensitif sekali dengan udara dingin dan AC. Kenapa tidak memakai selimut?” kata Baekhyun sembari membentangkan selimut hingga menutupi setengah badan nuna-nya. “Kalau kau sakit bagaimana?”

Baekhyun memperhatikan wajah nuna-nya yang tampak lelah. Ia tahu ada banyak hal yang sekarang menjadi beban pikiran gadis itu. Mulai dari masalah kuliah dan tugas, dirinya, Chanyeol, Sehun dan bahkan sekarang Luhan! Baekhyun baru mengetahui kabar bahwa Luhan sudah kembali ke Korea dan mendapat beasiswa di Seoul University. Ia yakin nuna-nya pasti akan sangat tersiksa dengan kembalinya si penipu itu ke Korea. Kalau saja ia bisa, ia pasti sudah membunuh Luhan dan membuang mayatnya di daerah terdalam di dunia ini.

Baekhyun menghela napasnya panjang. Ia benar-benar merasa beruntung memiliki nuna seperti Baekhan. Ia bisa melupakan seluruh masalahnya saat berada bersama Baekhan. Sama seperti seorang yang akan lupa dengan masalahnya ketika menggunakan heroin.

“Good night, nuna” kata Baekhyun. Sudah lama sekali ia tidak mengucapkan hal itu. Baekhyun ingat betul, kapan terakhir kali ia mengucapkan kalimat pengantar tidur itu pada Baekhyun. Itu sekitar 8 tahun yang lalu. Saat umurnya 12 tahun dan Baekhan 13 tahun.

Namja itu lalu menaiki tangga yang keras itu lalu merebahkan dirinya pada kasurnya yang benar-benar nyaman. Dengan satu gerakan, ia menyelimuti badannya dengan selimut dan menutup matanya―mengirimkan dirinya menuju alam mimpi yang bisa saja berisi hal-hal yang sangat indah.

 

-TBC-

Next Chapter

.

“Kalau membuang waktuku adalah terjebak bersamamu, aku akan memberikan semuanya”

.

.

.

.

“Aku tahu semuanya,”

.

.

.

.

“Aku sangat menyayangi nuna-ku.”

.

.

.

.

“Kau bisa merangkulku jika kau mau, hyung”

 

Annyeong!

Banyak yang kecewakah di chapter sebelumnya karena Chanyeol-Baekhan moment gak muncul? XD

Dan di chapter ini full of them! Semoga bisa mengobati rindu kalian pada Chanbaekhan kapel XD Happy Reading! ^^

❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

24 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] [Summer : Mirage] Chapter 10”

  1. semangatttttttttttttttttt chanbaekhannnnnnnnnn,,,,, wooowww knpa a ga dinikahinnn jajajjajaja hahahahahahhahahahaha,,,, omggg baekkkk manjaaa amattttt sihhhhhh,,,, tuh kannn perasaann ga bsa dipaksainnn,,,,,, sehunnnn,,,,, luhannnn,,,,, duhhhhh baekhannn terjebakkkkk ,,, tapiiiiiiii yang bisa menyelamatkannyaaa hanyaaa PARKKKKKK CHANNYEOLLLL SI DOBIIIIII WKWKKWKWK

  2. Huhu.. Baekhyun kok gregetin bgt bikin nunnanya muka merah (tapi bagus kok suwer, moment itu malah yg aku tunggu), pingin di jadiin rujak apa? Apa mau aku suruh sehun lempar watermelonjakarta? Next chap jangan lama” kakak.. Besok kalo bisa hehehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s