[EXOFFI FREELANCE] TELL ME WHAT IS LOVE (Chapter 5)

PicsArt_07-12-12.54.32_resized

TELL ME WHAT IS LOVE

EVINA93 @2017

Chapter / PG 15

School life, comedy, romance, drama

Cast : Kim Joon Myeon / Suho (Exo), Park Chorong (Apink), Rion

Other Cast : Kim Minseok / Xiumin (Exo), Zhang Yixing / Lay (Exo), Park Chanyeol (Exo), Bae Joohyun / Irene (Red Velvet).

Cerita milik saya, cast hanya ,ilik sang pencipta, orang tua serta agensi masing-masing. Don’t be plagiat. Tinggalkanlah jejak setelah membaca. Hargailah usaha para penulis.

Selamat membaca . .

Chapter 5

Perasaan bosan sedang menghampiri seorang Kim Joon Myeon, pasalnya jika waktu istirahat ia selalu berbuat kejahilan atau bermain-main bersama Yixing. Kali ini teman yang terkadang tidak ingin ia akui itu sedang ijin . Yixing sedang ada acara keluarga, itu yang ia tau.

Langkah kakinya membawa menuju kelas sang kakak, tanpa permisi ia masuk begitu saja. Berjalan menuju kakaknya berada tanpa memperdulikan tatapan semua penghuni kelas padanya.

“Hyung” panggilnya ketika berada di hadapan meja kakaknya.

Xiumin melihat sang pemanggil dan berdecak cukup keras. “Ada apa? “ ujarnya ketus.

“Aku bosan” Suho duduk di depan meja Xiumin dengan menghadap sang kakak.

“Lalu apa hubungannya denganku?” Xiumin mengerenyit. Tak cukupkah sang adik tercinta mengganggunya di rumah ketika sedang mengerjakan tugas. Heol, tugasnya masih menumpuk dan ia harus menyerahkannya siang nanti pada guru Choi. Seseorang tolong ingatkan Suho jika sang kakak sedang dalam masa pra ujian sehingga tugas dan kegiatannya sedang menumpuk.

“Temani aku melakukan sesuatu, Yixing sedang tak masuk hari ini, aku bosan~” ia menaruh kepalnya di meja.

“Ck, tugasku masih banyak Myeonnie” Minseok memberikan penekanan pada akhir katanya dan kembali menyelesaikan tugasnya.

“Kau benar-benar tak asik” Brak. Suho bangkit dan sedikit menggebrak meja, membuat Xiumin kaget dan tugas yang ia tulis tercoret dengan sempurna.

Mata Xiumin menatap tugasnya dengan nanar, sedangkan Suho terbelalak. ‘Mati aku’ gumamnya dalam hati.

“Kim Joon Myeon” panggil Xiumin dengan aura yang sangat mencekam.

“Hyeong itu itu . .” Suho sedikit tergagap.

“Keluar dari kelasku sekarang juga!” Xiumin menendang pantat Suho cukup keras hingga sang adik keluar. Pelajaran untuk kalian, jangan pernah membuat Xiumin marah jika kau tidak ingin merasakan tendangan mematikan dari sang captain team sepak bola sekolah.

Setelah sang adik keluar, Xiumin menutup pintu kelas hingga menimbulkan bunyi debuman keras, tanpa peduli pada sang adik yang sedang merintih kesakitan denagn mengelus bagian belakangnya.

“Aish, hyung. Kau sedang menstruasi ya? Galak sekai” teriaknya dari luar. Yang berda di dalam kelas dan sekitar menahan tawa mereka.

“YA! KIM JOON MYEON!!!!”

Setelah mendengar nada peringatan, Suho segera mengambil langkah seribu.

***

Langkah Suho kali ini membawanya menuju lapangan sekolah. Ia melihat Chanyeol dan anak lainnya sedang bermain basket. Ia menghentikan langkahnya dan menonton jalannya permainnan dari pinggir lapangan.

Chanyeol yang mengetahui kehadiran Suho segera menghampirinya. “Ah, Suho sunbae” sapanya. Suho hanya tersenyum sebagai balasan. “Terima kasih atas action figurenya” cengir Chanyeol.

“Tak masalah, apa kau menyukainya?” Tanya Suho.

“Tentu saja, itu incaranku dari dulu”

“Baguslah kalau begitu, apa kau diapa-apakan oleh Chorong?” selidik Suho.

“Itu sudah biasa Sunbae haha” jawabnya dengan sedikit garukan pada lehernya.

“Hyung” ujar Suho.

“Apa?” Tanya Chanyeol memastikan.

“Panggil aku hyung, mendegarmu memanggilku sunbae terasa sangat kaku” titah Suho.

“Ah, baiklah hy .. hyung” Chanyeol mencoba namun sedikit gugup.

“Ah, apakah kau ingin bermain dengan kami?” ajak Chanyeol.

“Tidak, terima kasih. Aku tidak suka panas panasan” tolak Suho.

“O oh baiklah” rasa canggung sedang dirasakan Chanyeol kali ini.

“Apa kau tau dimana Chorong?” setelah hening beberapa saat akhirnya Suho membuka suara.

“Ah, nonna. Jika tidak berada di ruang club. Pasti ia sedang bersama Irene nonna di kelas atau di kantin. Aku belum menemuinya di sekolah hari ini” ujar Chanyeol.

“Baiklah aku akan mencarinya, aku pergi dulu” baru berbalik Chanyeol dengan keberanian yang ada menahan lengan Suho.

“Ada apa?” tanya Suho. Kali ini fokusnya pada Chanyeol yang sedang memandangnya dengan penuh keseriusan.

“Sun . . Hyung, tolong jangan sakiti nonna, aku harap ia bahagia kali ini” pinta Chanyeol dengan menatap langsung pada kedua mata Suho dengan serius.

Walau Suho sedikit tak mengerti dengan apa yang dikatakan Chanyeol, ia akhirnya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Senyuman merekah pada wajah Chanyeol “Walau pun nonna itu galak, kasar dan menyebalkan tapi ia wanita yang baik, jaga dia ya hyung” Chanyeol berujar dengan sedikit keras dan berjalan mundur kembali ke lapangan.

Suho hanya tersenyum melihat kelakuan Chanyeol. Satu kesimpulan yang ia dapat dari perilaku Chanyeol. Walau terlihat dari luar Chanyeol itu selalu berkelahi dengan kakaknya tapi sifat protrctive pada sang kakak tetaplah ada.

Dan untuk Chanyeol. Tamat riwayatmu jika Chorong mendengarkan teriakanmu tadi. Berteriak di tengah lapangan, sedikit menjelekkan kakakmu, pada kekasih sang kakak. Benar-benar luar biasa Yeol.

***

Chorong dan Irene baru saja kembali dari kantin ketika sang wali kelas memanggil Chorong dan menyuruhnya ke ruang guru.

“Chorong-ah” panggil sang guru. Chorong entah kenapa susah untuk bernafas sekarang ini. apa ia melakukan kesalahan lagi?

“Ibu tau kau ini atlit kebanggan sekolah kita, tapi kau juga harus ingan jika nilai akademikmu itu juga penting. Melihat dari nilai rata-ratamu sehari-hari ini bisa membuatmu tinggal kelas. Ibu harap kau memikirkan ini. Kau tak ingin tinggal kelas kan?” nasehat sang guru.

Chorong menggeleng kaku sebagai jawaban.

“Belajarlah dengan giat, sebentar lagi ulangan kenaikan tingkat akan dilaksanakan. Jika nilaimu masih saja begini ibu tidak bisa menjaminnya” ujar sang guru.

“Ba baik bu, akan saya usahakan, terima kasih. Saya permisi” pamit Chorong.

“Oh ya Chorong” Chorong kembali berbalik pada wali kelasnya.

“Cobalah kau minta diajari oleh Joon Myeon, bukankah kalian sedang dekat” usul wali kelas.

“Nde? Maskud ibu, Joon Myeon, Kim Joon Myeon?” Tanya Chorong memastikan.

“Memangnya ada Kim Joon Myeon lain yang sedang dekat denganmu?” Tanya sang guru.

Chorong menggeleng, “Tapi mana, mungkin dia bisa” lanjutnya tak yakin.

“Kenapa tak bisa? Dia kan juara umum seangkatanmu” ujar sang guru meyakinkan.

“APA?!” mata Chorong terbelalak dan rahangnya sedikit terbuka. ‘ini mustahil’ pikirnya,

***

Suho sudah mencari Chorong di ruang club waktu itu, tapi nihil. Di kantin tak terlihat batang hidungnya sekalipun. Akhirnya Suho memutuskan menuju kelas Chorong. Bel masuk istirahat sebentar lagi akan berbunyi. Masa iya Suho menghabiskan waktu istirahatnya tapi tidak menemukan Chorong.

Sampai dikelas Chorong ia segera melihat-lihat, tak ada Chorong hanya ada Irene yang sedang berbincang dengan seseorang.

“Kau temannya Chorong kan?” Tanya Suho. Irene mengangguk.

“Apa kau melihat Chorong?” Tanya Suho.

“Ah, dia sedang, ah itu dia” Irene menunjuk seseorang di belakang Suho. Suho berbalik dan melihat Chorong yang sedang mendekati mereka dengan gumamannya.

Ketika Sudah berada di hadpan Irene dan Suho Chorong menghentikan langkahnya. “Belum masuk kan?” Tanya Chorong.

“Belum” Jawab Irene.

Lalu Chorong melihat ke sisi lainnya. “Tuh kan, mana mungkin” ujarnya melihat Suho dari atas sampai bawah.

“Apanya yang tak mungkin?” Tanya Suho yang kebingungan dengan sikap Chorong.

“Irene, jawab dengan Jujur. Apa benar dia juara umum angkatan kita?” Tanya Chorong menunjuk Suho.

“Yak!” teriak Suho yang di tunjuk-tunjuk.

“Benar, memangnya kenapa? Astaga, jangan bilang kau tak tau” ujar Irene. Chorong mengangguk.

“Tapi dia kan . .”

“Memangnya kenapa? Apa salahnya aku juara umum, kau pikir aku hanya orang yang seenaknya dan bodoh huh?” Tanya Suho.

“Tepat, itu kau tau”  Chorong menepuk tanganya sekali, seperti memberi selamat pada Suho yang bisa menebaknya.

“YA!!”

“Oppa!” panggil seseorang.

Suho melebarkan tatapannya, tanpa pikir panjang ia menarik Chorong ke pelukannya. Dan Action!

“Chagia, aku merindukanmu” Suho menggoyang-goyang tubuh Chorong di pelukannya.

Rion, selaku pemanggil dan yang melihat terbakar api cemburu.

“Lepaskan” gumam Chorong dan berusaha melepaskan pelukan Suho.

“Diamlah, dan berperilakulah seperti kita ini adalah pasangan kasmaran. Dan aku akan mengabulkan satu permintaanmu” bisik suho.

“Benarkah?” bisik Chorong.

“Iya, cerewet”

“Ah, Chagia aku juga merindukanmu” Binggo. Rion semakin dibakar api cemburu. Sedangkan Irene dibuat terheran dengan kelakuan kedua insan yang sedang berpelukan ini. Bukankah beberapa menit lalu mereka sedang beradu mulut?

“Oppa kau tega sekali!” Rion menghentakkan kakinya dan pergi dari sana.

Setelah keadaan aman. Mereka segera melepaskan pelukannya dan berjauhan dengan jarak 1 meter. Menepuk-nepuk tubuh mereka seakan tertempel kotoran.

Irene hanya menggeleng melihat kelakuan keduanya.

“Kau harus mengabulkan permintaanku” ujar Chorong.

“Baiklah-baiklah, asal bukan mengakhiri kesepakatan kita itu tak apa. Jadi apa permintaanmu?” Tanya Suho.

“Ajari aku pelajaran” pinta Chorong.

“Ooh, APA????”

“Selamat Joon Myeon – sii, mengajari Chorong itu lebih sulit dari pada mengajari penguin bermain bola” Irene menepuk sedikit bahu Suho dan masuk kedalam kelas.

“YA”

“Kenapa aku?” Tanya Suho.

“Tak ada penolakan, sampai jumpa sepulang sekolah” Chorong menarik kedua pipi Suho. “Aigo, keyowo” pak pak. Chorong mencubit pipi Suho dan menepuknya dengan sedikit berlebihan.

“KENDALIKAN KEKUATANMU PARK!, AH, appo”

TO BE CONTINUE . .

S

 

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] TELL ME WHAT IS LOVE (Chapter 5)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s