[EXOFFI FREELANCE] Tell Me What is Love (Chapter 7)

PicsArt_07-12-02.09.54.png

Tell Me What Is Love

Evina93 @2017

Chapter / PG 15

School life, comedy, romance, AU.

Kim Joon Myeon / Suho (Exo), Park Chorong (APink), Rion.

Kim Minseok / Xiumin, Zhang Yixing / Lay, Park Chanyeol (Exo)

Bae Joohyun / Irene (Red Velvet).

Typo masih bertebaran, don’t plagiat, tinggalkan jejak setelah membaca, butuh keritik untuk perkembangan sang penulis.

Chapter 7

Chorong melambatkan laju motornya setelah merasa keadaan cukup aman, pegangan Suho pada pinggangnya masih kuat. Chorong menepi untuk memastikan sesuatu. Setelah motor berhenti di tepian ia memukul lengan Suho.

“Ah ah, sakit!” teriak seseorang di belakangnya. Ya secara tidak sengaja ia memukul lengan Suho yang terkilir.

“Omo, maaf. Apa masih sakit?” ia melihat keadaan tangan Suho setelah turun dari motor, Suho sudah lebih dulu turun.

“Tentu saja! Tanganku ini terkilir nona. Tapi yang lebih penting dari semua itu adalah, jika kau ingin mati jangan mengajakku!” bentak Suho di depan wajah Chorong.

“Tak ada pilihan lain” Chorong mengedikan bahu. “Hey kau ini kan pria, masa segitu saja sudah takut. Apa lagi yang membawa motormu ini adalah seorang wanita. Dasar pengecut” ejeknya dengan ekspresi meremehkan.

“Si siapa bilang aku takut?”

“wajahmu mengatakan semuanya tuan Kim, sudah jujur saja” Chorong menepuk – nepuk bahu Suho.

“Cih” ketika akan menurunkan tangan Chorong ia melihat ada bekas darah. “Ya! Tanganmu kenapa huh?” ia menggenggam tangan Chorong dan menunjukkan lukanya.

“Entahlah, kenapa bisa berdarah ya?” Chorong malah heran sendiri, ia tidak merasakan sakit.

“Dasar bodoh! Ini kan tubuhmu, kenapa tidak tau! Ayo ke klinik” Suho menarik tangan Chorong dengan tangannya yang tidak terluka.

“Hey, bagaimana dengan motormu?” Chorong menunjuk motor yang masih terparkir di pinggir jalan.

“Akan ku panggil seseorang untuk mengambilnya”.

***

“Maaf nona kami tidak berhasil melakukannya. Ia bersama tuan Suho tadi” lapor salah satu pria yang menyerang Suho dan Chorong tadi.

“Apa?! Bagaimana bisa? Kalian semua tidak berguna!” seorang wanita menatap nyalang pada setiap orang di hadapannya.

“lalu bayarannya” tanya pria lainnya.

“Sudah gagal masih minta bayaran, dasar tak berguna!” ia melempar beberapa lembar puluh ribu won. Setelah itu ia meninggalkan tempat tersebut.

“Awas saja kau Park Chorong” ia mengepalkan tangannya dengan emosi yang meluap.

***

“Untung saja tanganmu tidak terkilir begitu parah, 1-2 minggu kemudian tanganmu bisa sembuh. Jangan terlalu banyak digunakan dulu” ujar dokter yang telah selesai memberi balutan pada tangan Suho.

“Baik, terima kasih” sang dokter hanya menepuk pundak Suho. “Oh ya, pacarmu tidak terluka parah, ia hanya tergores, lukanya sudah di bersihkan dan di obati. Kalian harus lebih berhati-hati” dokter melihat Chorong yang berada di luar ruangan.

“Ah, ya terima kasih lagi. Tapi kenapa dokter langsung menganggap dia pacar saya?”

“Semua orang pasti akan tau, melihat bagaimana khawatirnya dirimu ketika masuk tadi, dia gadis hebat tambahan lainnya ia juga cantik” terang sang dokter.

“Ya dia sedikit berbeda” Suho melihat Chorong yang sedang duduk sambil menggoyangkan kakinya.

“Kau sudah selesai?” Tanya Chorong ketika Suho keluar dari ruangan.

“Ya, hanya tidak bisa digunakan untuk beberapa waktu. Apa lukamu sudah di obati?” ia melihat plester yang menempel pada salah satu lengan Chorong.

“Sudah, kau saja yang berlebihan. Ini tidak terlalu sakit kok” Chorong memperlihatkan tangannya sambil tersenyum.

“Ck, sudahlah. Ayo ku antar pulang”

“Motormu?”

“Sudah ada yang mengambil”. Chorong hanya menjawab “Oh” dan mengikuti Suho.

***

“Joon Myeon sialan, kenapa juga harus aku yang mengambil motornya! Akh, padahal sedikit lagi aku menang dari Umin hyung!!” teriak Lay sambil mengendarai motor. Namun di pertengahan jalan tiba-tiba motornya sedikit bermasalah.

“Loh loh ini kenapa?” Lay menepi. “Astaga kenapa harus habis disaat seperti ini. kan jauh dari tempat pengisian bahan bakar!”.

Dengan berat hati akhirnya Lay mendorong motornya, baru saja beberpa meter ia berhenti “Tunggu, ini dimana? Aku tak tahu daerah ini, astaga” ia melihat kanan kirinya. “Seseorang tolong, Iching tersesat!!!!”.

***

“Sudah sampai. Ini rumahku. Kau kembalilah naik taksi” titah Chorong.

“Apa kau tak akan menawariku untuk masuk?” Tanya Suho.

“Jangan bermimpi tuan, pulanglah” Chorong memberi gesture tangan seakan mengusir.

“Ish dasar”

“Loh hyung?” panggil seseorang, Suho menoleh. Itu Chanyeol yang memanggil. Chanyeol segera menghampiri mereka.

“Apa yang terjadi pada tanganmu?” Chanyeol menunjuk lengan Suho yang terbalut perban.

“Ah, ini. panjang ceritanya haha” Suho menggaruk tengkuknya dengan tangan yang bebas.

“Yeol , Chorong-ah” mereka berdua menoleh.

“Ibu” ujar mereka. Nyonya Park menghampiri mereka.

“Omo, apa kau seseorang yang dihajar Chorong? Astaga maafkan anakku. Yak! Kau kan wanita sudah ibu bilang jangan berkelahi!” nyonya Park memukuli tubuh Chorong.

“Ah, ibu sakit dengarkan dulu ah appo” Chorong berusaha menghindar bahkan ia bersembunyi di belakang Suho.

“Ah, bibi saya tidak dihajar oleh anak bibi” ujar Suho. “Ibu dengar bukan”. “Ya walau terkadang dia selalu memukuli saya sih” lanjut Suho. “Yak!”.

“Tuh kan ibu sudah menduganya, kemari kau anak nakal!” Nyonya Park berusaha meraih anaknya.  Bukannya menolong, Chanyeol malah tertawa melihat nasib sang kakak.

“Ibu dengar”

“Bibi ini salah paham saya mohon”

“Hahaha”

“Kemari anak nakal!”

“Ah, tanganku!” tidak sengaja nyonya Park mengenai tangan Suho yang sakit.

“Ya, kau baik-baik saja?” Chorong bertanya sedikit khawatir.

“Omo, maafkan bibi”

“Aku baik-baik saja taka apa” ia berkata taka apa tapi sedikit meringis.

“Sudahlah bu, pria itu pacar Nonna” ujar Chanyeol setelah berhasil menenangkan dirinya dari tawa.

“Oh . . APA?”

***

“Ini makanlah yang banyak” nyonya Park menyodorkan makannan pada Suho.

“Ah, terima kasih, anda tidak perlu repot-repot” Ujar Suho.

“Tak masalah, kau harus makan baru kau bisa pulang. Makanlah”.

“Namamu siapa tadi?” kali ini yang bertanya adalah tuan Park.

“Kim Joon Myeon, paman” Suho sedikit gugup. Ayah Chorong sedari tadi menatapnya.

“Ayah jangan menatapnya terus ia tak nyaman!” protes Chorong pada ayahnya.

“Ayah hanya heran, ada juga yang mau denganmu ya” ujar sang ayah.

“Ayah!”

“Hahahaha” tawa tuan dan nyonya Park serta Chanyeol menggelegar.

“Sudah ayo makan”.

Suho berusaha menggunakan tangan kirinya, karena tangan kanannya tak bisa ia gunakan. Tapi setiap ingin menyuap ia selalu gagal. Chorong yang berada di sebelahnya menghela nafas. Ia memutar sedikit tubuhnya, mengambil sendok Suho . Tindakan Chorong selanjutnya membuat semua keluarganya tersenyum.

“Buka mulutmu” ujar Chorong, ia berusaha menyuapi Suho.

“A aku bisa sendiri”

“Sudah makan saja dan jangan banyak bicara!” akhirnya Suho menerima suapan Chorong dengan wajah yang memerah. Ia malu karena 3 orang lainnya sedang memandanginya dengan tersenyum.

“Ada apa dengan ekspresi kalian?” tanya Chorong pada anggota keluarganya.

“Tidak ada” jawab mereka. ‘Dasar tidak peka’ gumam mereka dalam hati.

***

“Aku pulang!” teriak Suho.

“YA! Myeonnie kau kemana saja huh? Omo tanganmu kenapa?” Tanya Xiumin.

“Mengantar Chorong, hyung sepertinya ada yang ingin mencelakai Chorong” ujar Suho.

“Apa maksudmu?”

“Tadi ketika aku ingin mengantar Chorong ada yang mengejar kami, itu bukan musuhku. Aku tau karena mereka tidak berusaha mencelakaiku melainkan mereka mengincar Chorong. Dan aku tau siapa pelaku utamanya” ujar Suho.

“Rion” jawab Xiumin.

“Kau benar, aku sedikit bersalah pada Chorong. Dia pasti akan menjadi bulan-bulanan Rion. Untung saja Chorong masih bisa mengatasinya”.

“Tapi kau juga tidak bisa sesantai itu Myeon, Rion bisa lebih berbahaya. Sekuat apapun Chorong ia tetaplah wanita. Aku tau didasar hatimu paling dalam kau sangat khawatir padanya, kau menyayanginya, kau menyukainya” jelas Xiumin.

“Aku menyukainya? Tidak-tidak, dia itu sangat waw, tidak ada wanita wanitanya” ujar Suho.

“Cih, masih saja tidak mengaku”.

“Hyung, apa Yixing sudah sampai membawa motorku?” Tanya Suho.

“Ia belum kembali” Xiumin mengerutkan dahinya. “Apa sesuatu terjadi padanya? Akan ku telephone ia” Xiumin segera menghubungi Lay.

“Hallo, HYUNG!”

“Xing, dimana kau?”

“Aku tersesat hyung”

“Apa? Kenapa kau tidak menghubungiku?”

“Aku lupa jika aku membawa handphone”

Xiumin menepuk dahinya, Suho menghela nafasnya. ‘kambuh lagi’ gumam mereka.

To be continue . .

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Tell Me What is Love (Chapter 7)”

  1. Sebelumnya mian Thor bru bisa komen di chapter ini!!
    Ahh Holkay keknya udh ada benih2 suka nehh ke Chorong,.. Thu kan pelakunya si Rion sudah kyuduga,,.
    Annnjjerrr Icing amnesianya kambuh lagi yakk?? Wkwkwk

    1. Wah, tak apa. Berniat komen di chapter ini saja saya berterima kasih atas apresiasinya. Suho kan malu” buaya haha. Iching bukan amnesia hanya hilang ingatan sekejap.

  2. Adeuh Ichingku sayange,kalo idah part nya ente,ketawa terus dah jadinya,kapan penyakit lupamu bkal hilang sayang,tapi mending gak usah ilang deh karena itutu khas nya ente.
    Ciahhh,yang benih2 cintanya udah tumbuh,udah dikenalin ke ortu malah tu,fighting uri leader…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s