1-4-3!! It’s Became Love!

PicsArt_1380316405205

 

 

Tittle                            : 1-4-3!! It’s Became Love!

Author                         : Jichan Park88

Length                         : Chaptered

Genre                           : School Life, Comedy, Friendship and a little bit romance

Rating                          : PG-13

Main cast             : Park Jiyeon, Choi Sulli, Krystal Jung, Bae Suzy, Byun Baekhyun, Oh Sehun, and Park Chanyeol

Disclaimer           : Ini fanfiction asli buatan aku lho. Ide ini tiba-tiba aja dateng di otak ku  (?) abis itu mulai deh bikin alur di ponsel. Jadi jangan diplagiat o kai. Hargain yang udah capek-capek buat yah.

Author’s note       : Yeaah, ini fanfiction pertama yang aku publish selain di wp pribadi aku (uridinoxoxo.wordpress.com) lho. Mian kalo ceritanya gaje atau ada typo atau rada aneh gitu -___- Oh ya, kalo di wp pribadi aku posternya itu beda yah. Hehe..Dan o kai lah sekarang lanjut aja deh. Happy reading >,<

 

 

Author POV

Seorang yeoja berjalan cukup cepat, hampir seperti berlari. Ia sibuk melirik jam tangannya di tangan kanannya.

BRAK! Tak sengaja ia malah bertabrakan dengan orang lain. Dan sekarang mereka berdua sama-sama telah mendarat di aspal.

“Yak! Kalau jalan pakai mata dong!” teriak yeoja itu sambil menepuk-nepuk rok sekolahnya yang berdebu.

“Ah ne Jeosonghamnida,” kata orang itu.

‘Namja’ pikir Jiyeon.

“Huuuh, mengesalkan!” gerutu Jiyeon sambil buru-buru melanjutkan perjalanannya ke sekolahnya.

“Ah changkkaman..” namja itu menarik tangan si yeoja. Yeoja itu berbalik dan menepisnya cukup kencang. Ia menatap namja itu dengan tatapan tajamnya.

“Ee..apa agasshi tau dimana Cheonyang High School berada?” tanyanya. Yeoja itu masih memandangnya dengan horror. Namja itu sedikit bergidik ketika menatap yeoja itu.

“Eoh.”

“Agashi bisa antarkan aku kesana?” tanyanya dengan nada yang cukup memohon.

‘Hmm..ini juga sudah terlambat. Lagipula siapa tahu namja ini adalah orang penting di sekolah. Hmm..yasudah lah ku bantu saja,’ pikir si yeoja.

“Memangnya apa yang mau kau berikan jika aku membantumu?” tanya si yeoja lagi. Kini ia menatap dari bawah sampai atas penampilan si namja.

‘Hmmm..Sepertinya bukan anak orang kaya. Gak terlalu cakep sih, tapi lumayan imut kok. Hmm..’

“Eee..Memangnya apa yang agasshi inginkan?” tanyanya.

“Aku? Hmm.. Ku pikirkan nanti saja.” Si yeoja kemudian berjalan mendahului si namja. Yeoja itu tetap memasang wajah datarnya sedang sebuah senyum tipis terukir diwajah sang namja.

“Ah, kalau boleh ku tahu…ireumi mwoyeyo?” tanya si namja dari jarak yang agak jauh sehingga ia harus sedikit teriak pada yeoja itu.

“Jiyeon. Park Jiyeon.”

“Aaah..Yeppo..Jeoneun Byun Baekhyun imnida.”

Setelah itu tak ada percakapan lagi diantara mereka.

Setelah berjalan 10 menit, mereka pun sampai.

“Eeh, itu siapa? Kenapa kau membawa orang asing masuk ke sekolah?” tanya pak satpam. Jiyeon hanya mengangkat bahunya. Sedang Baekhyun nampak menghampiri satpam itu.

“Kau datang hari ini?” seorang ahjussi datang menghampiri mereka. Jiyeon menundukkan badannya 90 derajat. Dia adalah kepala sekolah.

“Ah ne. Agasshi ini yang telah membantuku. Hehe..” kata si Baekhyun.

“Ah geurae? Kalau begitu kau bisa pergi sekarang. Dan gamsahamnida..” kata kepala sekolah pada Jiyeon. Jiyeon menaikkan alisnya tanda tak mengerti.

‘Kenapa kepala sekolah malah berterima kasih padaku?’ pikir Jiyeon. Jiyeon pun hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke kelasnya.

 

 

Jiyeon berjalan mengendap-endap masuk ke kelasnya. Terlihat seorang seonsaengnim sedang menulis dipapan tulis sehingga tak melihat kedatangan yeoja itu. Dan hap, akhirnya ia bisa sampai dibangkunya tanpa ketahuan terlambat.

“Kau terlambat lagi?” bisik seorang namja pada Jiyeon.

“Eoh. Ya, Sehun-ah, awas kalau kau berani melaporkannya..” ucap Jiyeon. Brak. Namja itu menggebrak mejanya dan segera bangkit dari posisi duduknya.

‘Matilah aku,’ batin Jiyeon. Ia pun menenggelamkan kepalanya ke buku yang baru saja ia keluarkan.

“Ada apa?” tanya saem.

“Anu..saya..ingin ijin kebelakang,” kata Sehun polos. Jiyeon memandang Sehun tak mengerti.

‘Fyuuuh..aku tak jadi mati,’ batin Jiyeon lagi.

“Ya sudah sana.”

“Ne.”

Kemudian hilanglah Sehun dari kelas. Suasana kembali hening, hanya terdengar suara decitan spidol dengan papan tulis dan decitan sepatu seonsaengnim berambut klimis itu.

“Ya, Jiyeon-ah!” panggil seorang namja bermata belo pada Jiyeon dengan pelan. Sangat pelan.

Tak ada jawaban.

“Pssst! Ya! Jiyeon-ah!” panggil namja itu lagi.

“Gamsahamnida saem,” ucap Sehun yang baru saja masuk ke kelasnya. Sehun memandang aneh ke arah namja bermata belo yang terus memanggil Jiyeon dengan suara sangat pelan.

“Jiyeon-ah, Chanyeol memanggil mu!” kata Sehun cukup keras.

‘What the?’ umpat Chanyeol dalam hati. Ia dongkol karena sekarang semua penghuni kelas 2-F melihat ke arahnya.

“Ada apa?” tanya seonsaengnim itu.

“Ah..aniyo. Jeosonghamnida,” kata Chanyeol, si namja bermata belo.

Seongsaengnim itu hanya manggut-manggut dan kembali menulis note-note yang sama sekali Jiyeon tak mengerti. Jiyeon menatap tajam ke arah Sehun, tapi Sehun hanya memandangnya acuh tak acuh.

 

Kriiiiing?!! Bel tanda istirahat pun berbunyi.

Brak!

“Ya! Oh Sehun! Kau mau mati yaa!” teriak Jiyeon dan Chanyeol bersamaan.

“Ani,” jawab Sehun dengan eskpresi datarnya. Kesal. Itulah yang terjadi jika menghadapi seorang namja bernama Oh Sehun. Dia terlalu polos dan tidak bisa bohong dan rada o’on juga (author ngarang kok. Peace buat fansnya Sehun).

Habis sudah kesabaran Jiyeon dan Chanyeol. Mereka pun segera meninggalkan kelas dan pergi untuk mengisi perut kosong mereka.

“Chanyeol-ah.”

“Mwo?”

Kini mereka sudah siap menyantap hidangan didepan mereka setelah tadi memesan dan mendapat tempat duduk.

“Kau tadi memanggil ku?” tanya Jiyeon.

“Eoh,” jawab Chanyeol sambil menyuapkan roti ke mulutnya sendiri.

“Waeirae? Kau hampir membuat Mr. Mong menghukum kita tahu. Huh..”

“Ya, jangan salahkan aku. Salahkan tuh si Sehun. Anak itu benar-benaaaar..”

“Hmm…mm.. Memangnya ada yang penting eoh?”

“Ne. Ku dengar besok akan ada murid baru di kelas kita. Semoga saja itu yeoja, dan cantik. Haha,” ucap Chanyeol histeris. Matanya yang besar tambah membesar lagi.

“Mmm..mm..”

“Yak. Kau paham tak sih?!”

“Mm..”

“Ya!”

“Uhuk..uhuk..kau itu selalu saja tak sabaran. Aku itu sedang makan tahu!” kesal Jiyeon.

“Jadi bagaimana?”

“Bagaimana apanya?” tanya Jiyeon tak mengerti.

“Aiiish..” Chanyeol mengacak-acak rambutnya kesal.

“Aku gabung yah,” ucap seorang namja sambil duduk disamping Jiyeon.

‘Sehun’ batin kedua orang itu.

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Sehun sambil menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya.

“Ani.”

“Murid baru.”

‘Issh, ngapain sih si Chanyeol ngomong ke anak itu,’ batin Jiyeon.

“Aah, kalau yang ku dengar sih mau masuk kelas kita yah,” kata Sehun. Chanyeol manggut-manggut sambil berharap Sehun melanjutkan kalimatnya, sedang Jiyeon manggut-manggut sambil mengunyah makanannya cuek.

“Ku dengar marganya Byun..” lanjut Sehun. Lagi-lagi Chanyeol dan Jiyeon manggut-manggut dengan ekspresi yang saling bertolak belakang.

“Dia namja.”

“Mwo? Aiish.. Kenapa endingnya sangat tak menyenangkan sih,” gerutu Chanyeol. Jiyeon masih saja manggut-manggut.

 

Jiyeon POV

‘TING TONG..The End of Class’ terdengar suara pertanda kelas telah usai.

“Aassssaaa..” girangku. Aku segera merapikan buku-buku ku dan berlari menuju luar kelas.

“Eiiitss.. Chakkaman!” Sehun menarik tas ku dari belakang. Huh, menyebalkan.

“Ada apa lagi?” tanya ku ketus.

“Kau lupa? Hari ini kita ada kelas Dance!” katanya sambil berjalan mendahului ku. Aaaaarggght.. Aku lupa. Hufft.. Ya sudahlah.

“Chanyeol-ah, kau duluan saja. Aku masih ada kelas dance,” kataku pada Chanyeol yang berdiri dibelakang ku.

“Ya iyalah. Ngapain juga aku nungguin kamu..” katanya. Ia lalu berjalan begitu saja. Aku hanya menghela nafas berat.

Ku seokkan kaki ku menuju ruang latihan dance.

Sesampainya disana ternyata semua sudah berkumpul. Sebagian dari mereka melakukan pemanasan. Guru pembing kami, Lee HyukJae belum datang rupanya. Hah..hari ini malas sekali latihan. Musim panasss…udara panaaaasss..

“Palli. Hyuk saem sedang kemari,” kata Luhan, sunbae ku yang lumayan jago dance itu. Ah dia datang. Senangnya…

“Hey, kenapa kau senyum-senyum sambil melihat ke arah Luhan sunbae?” tanya Sehun tiba-tiba. Ish, mengganggu.

Duk! Aku menyikut perut Sehun. Siapa suruh dia mengganggu ku terus.

“Semua sudah berkumpul?” tanya Hyuk saem.

Jiyeon POV End

 

Author POV

“Ah ne algesseumnida..” ucap Baekhyun pada kepala sekolah. Setelah cukup lama membahas soal kontrak Baekhyun disini, akhirnya kini selesai. Setelah kepala sekolah itu pergi, Baekhyun pun segera berjalan keluar, hendak pulang.

“Aisssh..Apoyoo..” terdengar rintihan seorang yeoja. Tertarik dengan suara itu, Baekhyun pun mendekat.

Terlihat seorang yeoja tengah memegang tumitnya sambil meringis kesakitan.

‘Geu yeoja..Jiyeon-ssi?’ batin Baekhyun.

Jiyeon bangkit dari posisi duduknya dan segera berjalan terpincang-pincang. Tanpa sadar Baekhyun malah mengikuti Jiyeon.

“Aigooo.. Kenapa ada preman-preman itu lagi?” runtuk Jiyeon saat melihat gerombolan namja berkumpul di jalan menuju rumahnya. Jiyeon langsung berbalik dan hendak pergi. Namun setelah berpikir jika ia berbalik dan melewati jalan lain, pasti kakinya tambah lecet. Ia pun membalikkan badannya kembali dan berjalan menuju gerombolan itu. Jiyeon mengangkat dagunya tinggi dan lewat dengan gaya nya yang biasa.

“Eiits..agashi..mau kemana?” tanya salah satu namja.

“Pulang.”

“Uuu..mau kami antar?” tanya namja yang lainnya.

“Aku bisa sendiri.”

“Ya! Agashi..”

‘Kabuuur…’ teriak Jiyeon dalam hati. Ia pun segera berlari secepat mungkin.

“Yaisssh!!”

Lalu disusul Baekhyun.

“Ya! Mau kemana kau?” tanya namja preman pada Baekhyun.

“Aku masih normal,” jawab Baekhyun polos. Preman-preman itu hanya bisa melongo mendengar jawaban Baekhyun. Baekhyun pun segera berlari menyusul Jiyeon.

Namun rupanya Baekhyun sudah kehilangan jejak Jiyeon. Ia pun memilih pulang ke rumah barunya.

 

 

Esoknya…

“Aku terlambat! Aku terlambat!Aku terlambat!!” teriak seorang yeoja yang baru saja bangun dari tidurnya. Ia bahkan masih terduduk di tempat tidurnya. Yap, dia Jiyeon.

“Chanyeol-ah!! Chanyeol-ah!!” panggil Jiyeon pada sepupunya itu.

‘What the? Jangan-jangan dia pergi sendiri lagi. Huh, mengesalkan. Setidaknya ia kan bisa membangunkan ku. Huuuuh,’ gerutu Jiyeon dalam hati. Ia pun segera bersiap berangkat ke sekolahnya.

5 menit kemudian,

“Masih ada waktu 3 menit!” teriak Jiyeon girang. Ia mulai berlari ke sekolahnya yang memang tak terlalu jauh dari rumahnya itu.

“Huh..huh..huh..” Jiyeon masih saja berlarian. Dan…

“Pak Satpam! Jangan tutup pintunya dulu!” teriak Jiyeon. Satpam itu terkejut dengan suaranya. Dan Hap! Akhirnya Jiyeon berhasil lolos dari celah gerbang yang hampir tertutup itu.

“Hosh..hosh..hosh..” Ciiiit.. Jiyeon segera mengerem kakinya di depan pintu kelasnya. Ia mulai mengatur nafasnya dan mengelap keringatnya dengan sembarangan.

Tok tok tok.

Tak ada jawaban.

Tok tok tok. Jiyeon mengetuk pintu kelasnya yang tertutup, lagi.

SRAAK. Pintu tergeser.

“Saem belum datang,” kata Suho, sang ketua kelas. Jiyeon hanya memandang sekilas ke Suho kemudian duduk di bangkunya sendiri.

“Park Chanyeol!! Kau mau mati ya!” teriak Jiyeon cukup keras. Membuat penghuni kelas menengok ke arah mereka berdua. Kini terlihat Jiyeon yang tengah mencekik leher Chanyeol.

“Uhuk..uhuk.. Lepaskan!!” teriak Chanyeol sambil berusaha melepas tangan Jiyeon dari lehernya.

SRAAAK.. Pintu kelas terbuka lagi. Semua menengok ke arah pintu itu.

‘Saem..’ batin hampir semua murid. Dan dengan sigap semua murid pun kembali ke bangkunya masing-masing, termasuk Jiyeon yang terpaksa mempause kegiatannya tadi.

“Pagi ini kalian mendapat teman baru,” ucap saem. Semua murid mulai berbisik membahas si anak baru. Jiyeon bersikap cuek, seperti biasa. Ia hanya memandang saem nya itu dengan ekspresi datarnya.

“Silahkan masuk dan perkenalkan dirimu.” Seorang namja berwajah imut memasuki kelas. Sebuah senyuman terukir dibibirnya.

“Dia imut!”

“Biasa saja!”

“Imutnya..” terdengar bisik-bisik murid.

“Ahhh..namja!” dan yang itu pasti Chanyeol.

“Annyeonghaseyo, jeoneun Byun Baekhyun imnida. Bangapseumnida!” katanya masih dengan tersenyum.

‘Geu namja..hah, yang kemarin,’ gerutu Jiyeon dalam hati.

“Kau bisa duduk disamping..Park Chanyeol,” kata saem. Chanyeol menggerutu tak jelas.

“Annyeong. Ireumi mwoyeyo?” tanya Baekhyun ramah.

“Chanyeol. Park Chanyeol. Hey, apa kau punya saudari yang cantik? Kalau ada kenalkan aku padanya,” kata Chanyeol cuek. Ia kemudian segera memperhatikan saem.

 

 

Baekhyun POV

“Annyeong. Kau Park Jiyeon-ssi kan? Yang kemarin?” ucapku basa-basi. Sungguh, aku langsung tertarik dengannya sejak kemarin.

“Mm..” gumamnya tak jelas.

“Chanyeol-ah, kau mau kemana?” tanya Jiyeon pada Chanyeol.

“Kantin,” jawabnya cuek.

“Baekhyun-ssi, permisi. Saya ingin ke kantin dulu ne,” kata Jiyeon. Aku mempoutkan bibirku. Eh, daripada sendiri lebih baik aku ikut mereka saja.

“Aku ikut..” kataku. Jiyeon tampak tak peduli.

            “Annyeong! Aku Oh Sehun, panggil saja Sehun. Kau mau ke kantin? Kajja!” ajak seorang namja sambil merangkul pundakku. Aku memandangnya aneh, namun ia hanya memasang ekspresi datarnya. Aku pun mengiyakan ajakannya.

Baekhyun POV End

 

Author POV

“Kami gabung yah,” ucap Sehun pada Jiyeon dan Chanyeol yang sedang menyantap makanan mereka. Jiyeon dan Chanyeol memandang Sehun sekilas, pandangan mereka kini tertuju pada namja yang berada dibelakangnya, Baekhyun.

Dan tanpa menunggu persetujuan mereka, Sehun menyuruh Baekhyun duduk disampingnya.

“Eoh,” barulah terdengar persetujuan dari Chanyeol.

Sepi. Tak ada suara yang keluar dari keempat manusia itu. Baekhyun berkali-kali melirik pada Jiyeon dan Chanyeol bergantian.

‘Apa mereka berpacaran?’ pikir Baekhyun.

“Tenang saja. Mereka bukan sepasang kekasih kok. Mereka itu sepupu,” ucap Sehun tiba-tiba. Semua menegok ke arah Baekhyun dengan penuh tanda tanya setelah Jiyeon dan Chanyeol melirik sekilas Sehun yang sedang menengok ke arah Baekhyun.

“M..mwo?” tanya Baekhyun pura-pura tak mengerti.

‘Apa dia bisa membaca pikiran ku?’ pikir Baekhyun lagi.

“Jiyeon-ah, aku punya ini. Aku bawa dari Busan kemarin,” ucap Baekhyun sambil menyerahkan sebungkus kerupuk ikan pada Jiyeon. Jiyeon memandangnya aneh.

“Kalau kau tak mau, buat aku saja!” Chanyeol segera merebut bungkusan itu.

“Siapa bilang aku tak mau. Sini kembalikan,” kata Jiyeon dengan gaya sok jual mahalnya itu.

“Shirreo!” teriak Chanyeol. Jiyeon segera melayangkan tinjuan kecil ke perut Chanyeol sehingga ia melepas bungkusan itu. Dan dengan sigap Jiyeon merampas bungkusan itu.

Baekhyun tersenyum melihat pemandangan itu. Sedang Sehun masih saja sibuk dengan tulang ayam yang masih tertempel sedikit daging.

“Ah iya! Baekhyun-ah, kau kenapa bisa pindah kemari?” tanya Sehun tiba-tiba. Chanyeol langsung memandang Baekhyun penasaran, sedang Jiyeom pura-pura tak peduli.

“Aku..aku disewa oleh sekolah,” jawabnya. Semua melongo mendengar jawaban yang menurut mereka aneh itu.

“Tutup mulutmu Jiyeon-ah,” kata Chanyeol masih dengan posisi melongo yang sama. Jiyeon segera sadar, ia pun menutupnya dan kembali bersikap pura-pura tak peduli.

“Mengapa bisa?” tanya Chanyeol kemudian.

“Molla, mungkin karena keimutanku? Haha..” canda Baekhyun. PLAK! Dua orang menjitak kepala Baekhyun.

“Apoooo!!” teriak Baekhyun kemudian.

“Kalian mudah akrab yah. Padahal sejak dulu aku ingin berteman dengan kalian tapi sangat susah. Dan sekarang ada si murid baru, kalian dengan mudahnya akrab dengannya,” kata Sehun dengan ekspresi datarnya.

“Mwo?” kali ini Jiyeon dan Chanyeol benar-benar terkejut mendengar kata-kata Sehun.

“Jangan menatapku begitu,” ucap Sehun lagi, masih dengan eskpresi datarnya.

“Geurae? Mwo..kami berteman dengan siapapun kok,” ucap Chanyeol menengahi. Jiyeon berpura-pura tak peduli lagi.

 

To be continued…

 

Gimana gimana gimana? Aneh? Gaje? Atau….Absurd???

 

8 tanggapan untuk “1-4-3!! It’s Became Love!”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s