[EXOFFI FREELANCE] Attention

 

PicsArt_11-30-05.00.18.jpg

Attention

Evina93 ©2018

One shoot

Au, drama, romance.

Byun Baekhyun dan Bae joohyun.

Enjoy reading ^^

“Baekhyun tidak suka diabaikan”

Baekhyun itu tipikal pria yang berisik, tidak bisa diam dan selalu penuh sensasi. Semua menyukainya tapi tidak dengan Joohyun.

Tidak, tidak Joohyun tidak membenci pria itu hanya saja ia merasa kurang nyaman jika dekat Baekhyun. Karena sifat Joohyun berkebalikan dengan Baekhyun. Hanya orang tertentu yang tau sifat aslinya. Ia lebih pendiam jika bersama orang yang baru dikenalnya.

Sialnya Joohyun selalu sekelas dengan pria bermarga Byun itu. Dan perlahan sifat asli Joohyun keluar jika bersama pria itu. Ia yang semula berwajah datar menjadi penuh ekspresi.

Lebih tepatnya ekspresi kekesalan. Seperti sekarang ini.

“Byun Baekhyun kembalikan buku tugasku!” Joohyun sedang melompat-lompat dihadapan Baekhyun berusaha meraih buku yang Baekhyun ambil. Sialnya pria itu malah mengangkat tinggi buku miliknya. Terkadang Joohyun merutuki tinggi badannya. Andai saja ia setinggi pria bertelinga caplang bermarga Park yang sekarang ini sedang menertawakan dirinya dipojokan kelas.

“Aku hanya meminjamnya sebentar” Baekhyun berujar santai dengan salah satu tangannya berada di udara memegang buku milik Joohyun.

“Pinjam saja pada yang lain atau kerjakan sendiri!” Joohyun masih berusaha meraih buku miliknya.

“Tidak mau, aku maunya ini” Baekhyun memperlihatkan buku milik Joohyun dengan sedikit menurunkannya.

Hup

Joohyun berhasil meraih bukunya, dengan kemampuan yang ia miliki Joohyun berusaha menariknya sayangnya sisi buku satunya juga ditarik oleh Baekhyun.

Bagaikan adegan slow motion di drama-drama yang ayahnya selalu tonton. Joohyun melihat buku tugas miliknya terbagi menjadi dua.

Baekhyun termengu. Joohyun masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Tugas ia ia kerjakan semalam suntuk sudah tak berbentuk lagi. Bagaimana ia harus menjelaskannya. Sang guru tidak ingin tau apapun alasannya bukan.

Sedangkan teman-teman lainnya sudah mulai bersiaga. Bahkan seorang Park Chanyeol yang tadi sedang terbahak-bahak seketika terdiam.

Jongdae menelan ludahnya, karena sebentar lagi akan terjadi pertempuran.

“Kau!” Belum sempat Joohyun mencaci maki Baekhyun. Guru yang akan. Mengajar sudah datang.

“Kembali ke tempat duduk kalian! Dan kumpulkan tugas kalian!”.

“Bae Joohyun dan Byun Baekhyun kenapa kalian berdiri saja? Mana tugas kalian?” Tanya sang guru.

“Pak, Baekhyun merusak buku tugasku!” Adu Joohyun.

“Kenapa kau menyalahkan ku! Kau juga menariknya tadi” Baekhyun membela diri.

“Kau yang mulai duluan!”

“Tapi kau juga menariknya!”

“Sudah cukup!” Teriakan sang guru membuat kelas menjadi hening.

“Maaf Joohyun tugas tetaplah tugas, kau bapak hukum keluar dari kelas. Dan kumpulkan tugasmu besok”.

“Nde~” mau tak mau Joohyun keluar dari kelasnya. Wajahnya tertunduk ketika berjalan.

“Dan Byun Baekhyun” sang guru beralih pada Baekhyun yang sedang menatap punggung Joohyun ketika gadis itu akan meninggalkan kelas.

“Nde” jawab Baekhyun.

“Mana tugasmu?” Tanya guru kemudian.

“Eum, soal itu eum aku. .” Baekhyun mengelus belakang lehernya gugup.

“Tidak ada alasan!. Kau juga keluar!”.

“Baiklah” berbanding terbalik dengan ekspresi Joohyun ketika keluar kelas tadi. Baekhyun malah terlihat antusias ketika disuruh keluar.

“Astaga, anak jaman sekarang” sang guru menggelarkan kepalanya.

***

Joohyun sedang berdiri menunduk di luar kelas ketika Baekhyun datang menghampirinya.

“Joohyun-ah” panggilnya.

“Menjauhlah dariku Baek” ujarnya masih dengan menunduk.

Baekhyun tertegun sesaat “Tidak mau!”.

“Kenapa? Kenapa tidak mau huh?” Joohyun kali ini sudah menatapnya nyalang.

“Karena aku tak akan bisa” Baekhyun bergumam pelan namun Joohyun masih bisa mendengarnya.

“Kenapa tak bisa?”

“Kenapa kau banyak bertanya sih” gerutu Baekhyun.

“Kalau begitu cukup jangan menggangguku” pinta Joohyun.

“Tidak bisa”

“Kenapa selalu tak bisa?” Tanya Joohyun ia mulai naik pitam kembali.

“Karena . . Karena jika aku tak mengganggumu kau tak akan memperhatikanku! Kau akan mengabaikan ku seperti apa yang kau lakukan pada teman pria lainnya” Baekhyun mengucapkannya dengan sekali tarikan nafas.

“Hah?” Tiba-tiba saja otak Joohyun berhenti bekerja. Ia tidak mengerti apa maksud pria dihadapannya ini.

“Dasar bodoh, jika tidak begitu kau tak akan menganggapku ada kan?” balas Baekhyun.

“Tapi kenapa harus aku?” Joohyun kembali bertanya.

“Karena memang harus kau” balas Baekhyun.

“Ya tapi kenapa?”

“Karena kau seolah membuat benteng tertinggi dan tebal agar seseorang tak bisa menembusnya, dan aku bertekad untuk menembus dinding itu”. Baekhyun berdiri di samping Joohyun, tidak lagi menghadap pada gadis itu. Kali ini pandangannya melihat keluar jendela dari koridor tempatnya berdiri.

“Kau ini bicara apa? Aku tak mengerti” Joohyun menatap Baekhyun dari samping. Ia dengan leluasa bisa melihat tampak samping wajah pria ini. Dengan rahang tegas dan hidung mancungnya.

“Dasar bodoh, pantas saja kau tidak pernah peka dengan perasaan seseorang” Baekhyun mendengus.

“Hei, jangan mengataiku! Kau pikir dirimu lebih baik dariku!” Joohyun mendengus.

“Setidaknya aku peka terhadap perasaanku” Baekhyun mencibir.

“Ya ya terserah, kau dan perasaanmu. Aku tak peduli” ujar Joohyun.

“Tidak bisa begitu!, kau harus peduli” desak Baekhyun.

“Kenapa harus?”

“Karena ini ada sangkut pautnya dengan kau” ujar Baekhyun.

“Kau berbelit-belit aku tidak mengerti” Joohyun tidak lagi melirik Baekhyun.

“Astaga” Baekhyun sudah menyerah ia menghela nafasnya. Apa yang selama ini ia lakukan tak ada apa-apanya menurut Joohyun, apa gadis ini tak tau perasaannya?. Jika begini terus ia akan selalu berada di pihak bertepuk sebelah tangan. Belum lagi akhir-akhir ini ia mendengar kabar bahwa Joohyun dekat dengan Boogeum si anak baru kelas sebelah. Memikirkannya saja membuat kepala Baekhyun mendidih. Apalagi ketika melihat Joohyun tertawa bebas dengan pria itu. Bahkan tersenyum, ia saja tak pernah melihat Joohyun tersenyum padanya yang ada selalu muka masam dan tatapan galak yang ia dapat.

Baekhyun menghela nafas. “Hei joohyun” panggilnya.

“Apa?” Joohyun berbalik melihat Baekhyun.

“Aku menyukaimu” ujarnya, setelah itu ia membuang muka. Semburat merah tercipta di pipinya.

“Huh?” Joohyun terdiam, ia pikir ia salah mendengar tapi kenapa kerja jantungnya menjadi berkali-kali lipat? Sampai akhirpun Baekhyun memang selalu mengganggunya. Bahkan kali ini kerja jantung dan pikirannya.

End

Epilog

“Boogeum-ah, kau dekat dengan Joohyun ya?” Tanya Kyungsoo teman sebangkunya.

“Ah, Joohyun nunna?” Tanya Boogeum.

“Nunna?” Kyungsoo mengerenyit.

“Iya, nunna. Joohyun itu kakak sepupuku” jawab Boogeum.

“Oh” Kyungsoo mengangguk. ‘kau dan rasa cemburumu Baek haha’ ujarnya dalam hati sambil tertawa.

“Kenapa tertawa?” Tanya Boogeum.

“Ah, tidak apa-apa” balas Kyungsoo.

Epilog end.

Hallo semuaaaa, aku balik lagi bawa cerita kedua insan ini. Awalnya bingung mau dibuat mereka jadi idol atau gimana dan eng ingi eng malah berakhir seperti ini. Semoga kalian suka.

Butuh keritik dan saran. Jangan lupa tinggalkan jejak.

Terima kasih

Xoxo

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s