[EXOFFI FREELANCE] MY POSSESSIVE HUSBAND (CHAPTER 24)

EXO - MPH

MY POSSESSIVE HUSBAND [Chapter 24]

Author : IFAngel (Wattpad: ifangel04) || (Instagram: @ifangel_04)

Length : Chapter

Genre : Romance, Family, Drama, Hurt and Marriage Life

Rating : PG – 17

Warning!!  Chapter ini menyenggol adegan dewasa. Dimohon kebijakan dan kesadaran sendiri dari pembaca. Terimakasih. 🙂

Cast : Oh Sehun, Park Hyunji, Park Hyunhee, Kim Jongin a.k.a Kai.

Additional cast : Park Chanyeol as Hyunhee and Hyunji’s old brother || Kim Minseok a.k.a Xiumin as Sehun’s assistant || Kim Junmyeon a.k.a Suho as Kai’s old brother  || Do Kyungsoo a.k.a Dyo as Kai’s assistant || Han Raerim as Chanyeol’s Wife || Byun Baekhyun || Etc.

Summary: Dengan semua trauma yang dialami olehnya terkait kekasihnya dimasa lalu, membuatnya menjadi pria yang posesif. Namun sekali lagi hal buruk menimpanya dan dia tak dapat menerima hal tersebut. Kira-kira bagaimana dia menjalani hidupnya jika kehilangan kekasihnya lagi?

#1 || #2 || #3 || #4 || #5 || #6 || #7 || #8 || #9 || #10 || #11A || #11B || #12 || #13 || #14A || #14B || #15-Diproteksi || #16 || #17 || #18 || #19 || #20 || #21 || #22 || #23  

Note: FF ini juga aku post di wattpad –ku. Link, klik disini.

*Terdapat picture berupa dress dalam part ini, untuk kepentingan scene. Yang jadi poin perhatian adalah model dari dress yang berkancing di bagian depan.

||

Disclaimer: FF ini merupakan hasil dari pemikiran aku sendiri. Apabila ada kesamaan dalam alur, tokoh maupun latar itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Maaf, atas adanya kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan.

This story is mine and my work.

Don’t copy without permission! Don’t plagiarize!

Setiap kritik & saran yang membangun sangat aku tunggu, butuhkan dan hargai guna membantu perbaikan aku dalam penulisan. Gomawo~

-ooOoo-Happy Reading-ooOoo-

Brakkk!!

Pranggg ….

“Argggg!!” Sehun mengerang frustrasi sesampainya di unit apartemennya. Semua benda yang menghalangi dirinya dia singkirkan, hingga kondisi unitnya sudah tampak kacau berantakan. Tak dia pikirkan lagi wajah bahkan anggota tubuhnya yang kini terluka, melampiaskan amarahnya adalah hal utama –lantaran perkataan Jongin terus mengusiknya.

Tapi seingatnya, Hyunji tak memiliki bekas luka apapun di tubuhnya mengingat dia merupakan seorang model. Sayangnya Sehun sendiri tak dapat mengabaikan ucapan Jongin sebagai bualan. Sebab Sehun sendiri tidak tau pasti mengenai bekas luka istrinya itu.

Dan bagaimana jika bekas luka itu memang ada? Apakah dia memang telah salah mengira gadis itu dan harus melepaskan seseorang yang kini menjadi istrinya? Maka Sehun benar-benar menjadi pria bodoh yang tak dapat membedakan gadisnya dengan saudara kembarnya!

Rasanya Sehun tak siap menerima kenyataan yang akan dia hadapi.

Lebih dari itu, sejak kapan sebenarnya kesalah pahaman ini di mulai?

Sehun berjalan menuju lemari tempatnya menyimpan Wine, mengambil sebotol dan duduk di balik meja makan. Satu gelas penuh baru saja dia tandaskan, Sehun hendak menuangkan kembali Wine ke gelas, namun seketika tangannya berhenti bergerak. Matanya menerawang dan selanjutnya dia letakan kembali botol Wine –nya.

Akal sehatnya kembali, dia tak boleh sampai mabuk saat ini –atau dia akan kalah langkah dari Jongin dan miliknya akan hilang. Sudah cukup baginya mengalami banyak luka karena kehilangan wanita terkasihnya, maka kali ini dia tak akan membiarkan hal itu terjadi lagi!

Esok, dia akan membawa istrinya pergi.

Sesuai yang telah Sehun rencanakan semalam, pagi ini dia mendatangi kediaman Keluarga Park untuk menjemput istrinya itu. Namun ternyata dia tidak sendiri, Sehun tersenyum kecut ketika melihat Jongin sudah lebih dulu datang dan tengah duduk di kap depan mobilnya.

Tak ada pembicaraan yang terjadi antara dua pria itu, hingga seorang gadis keluar dari dalam rumah –Hyunhee.

Hyunhee terpaku melihat sosok dua pria itu, namun selanjutnya dia melangkah mundur saat dua pria itu menghampirinya.

“Berhenti!” sentak Hyunhee, dua pria itu menurut. “Apa yang hendak kalian lakukan disini?”

“Kau mau berangkat kuliah bukan, Chagi –ya? Aku akan mengantarmu,” ucap Jongin dan mendapatkan tatapan menghunus dari Sehun.

“Ayo kita berangkat, Hyunji –ya.” Sehun mendorong Jongin untuk menyingkir dari jalannya dan dia segera menarik gadis itu untuk ikut dengannya.

“Lepas! Aku tak akan ikut dengan kalian, aku akan pergi sendiri,” putus Hyunhee dan berjalan meninggalkan dua pria itu.

Namun mereka tak menyerah dengan Hyunhee, mereka terus membuntuti Hyunhee dengan mobilnya hingga sampai ke Universitas, bahkan hingga ke kelas.

“Apa yang kalian lakukan?!” kesal Hyunhee. “Apa kalian tidak ada pekerjaan, huh?!”

“Pekerjaan tidak lebih berarti darimu, Hyunji –ya,” dalih Sehun sembari tersenyum pada gadis di hadapannya lalu melempar tatapan tajam pada pria disebelahnya –Jongin.

“Hal serupa juga berlaku padaku,” balas Jongin tak mau kalah dan memberikan senyum seringainya pada Sehun.

“Akh … terserah!” Hyunhee pusing sendiri dengan tingkah dua pria itu dan masuk ke kelasnya.

Sepeninggalan Hyunhee, mereka masih menunggu di luar kelas. Tak peduli orang yang lalu lalang memperhatikan tingkah permusuhan dua pria itu. Hingga suara dering ponsel memecah keheningan.

Jongin merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya. ‘Sial! Hyung menelepon.’ Jongin sedikit menjauh dari Sehun untuk menerima teleponnya.

Sehun tersenyum melihat rival –nya pergi, namun tak bertahan lama karena Jongin telah kembali lagi.

“Menyerah saja, dari pada kau di pecat oleh atasanmu,” cerca Sehun.

Jongin tak meladeni ucapan Sehun. Namun, tak lama kemudian ponselnya kembali berdering. Jongin memejamkan matanya –geram. Kali ini dia benar-benar pergi. Tapi dia akan kembali, lihat saja.

Dan Sehun –lah yang bertahan untuk menunggu gadis itu.

○○○

Tuk … Tuk …

Seorang gadis mengetuk meja untuk menyadarkan teman yang duduk di sebelahnya.

“Hyunji –ya, kelas sudah selesai,” ucap Yoomi yang tampak sudah berdiri dari bangkunya.

“Hah?” Hyunhee mendongak. “Ah … iya,” sambungnya dan dia merapikan bukunya ke dalam tas.

Hyunhee, selama perkuliahan berlangsung dia tak memperhatikan. Pikirannya tertuju pada dua pria, Oh Sehun dan Kim Jongin. Sebenarnya sejak semalam dia tidak tidur, lantaran memikirkan cara menghindari dua pria itu. Tapi pagi ini bahkan, mereka sudah mencegatnya saat keluar dari rumah. Tak tau apalagi yang harus dia lakukan, terakhir kali mereka terus membuntutinya hingga ke kelas.

Hyunhee melangkahkan kakinya keluar kelas, hingga sebuah suara mengalur dan membuatnya tersentak.

“Hyunji –ya!” panggil Sehun. Tubuh Hyunhee beringsut mundur, tapi pria itu sudah menarik tangannya dan langsung menyeretnya pergi.

“Apa yang kau lakukan? Lepas!” Hyunhee meronta tapi tak sedikitpun Sehun bergeming.

Sehun mendorong paksa Hyunhee untuk masuk ke mobilnya. Selanjutnya Sehun segera mengemudi, entah kemana pria itu akan pergi. Hingga Hyunhee mulai menyadari jika Sehun akan membawanya ke tempat yang jauh, lantaran pria itu baru saja menepikan mobilnya di Bandara Internasional Incheon. Sayangnya, sampai dia duduk kursi pesawat, Hyunhee belum tau dimana mereka akan mendarat.

“Perjalanan kita perlu beberapa jam untuk sampai, jadi tidurlah,” tutur Sehun yang sudah membenarkan sandaran kursi.

“Kemana kau membawaku?!” tanya Hyunhee sedikit menyentak.

“Kita belum pernah berlibur berdua setelah menikah.” Sehun tidak menjawab pertanyaan Hyunhee.

“Kau pikir ini waktu yang tepat untuk berlibur, huh?!”

“Ya, kita membutuhkannya Hyunji –ya,” jawab Sehun pelan dan lembut.

Hyunhee berbalik badan memunggungi Sehun.

“Kau tidak akan kecewa saat kita sampai, Chagi –ya.”

“Terserah!”

Namun selanjutnya Hyunhee mengetahui kemana tujuan mereka saat seorang Pramugari menginformasikannya, matanya terbelalak saat mendengar nama negara tersebut –Maladewa.

Beberapa jam telah terlewati oleh mereka dengan mengudara, suara dari speaker memberitahukan jika mereka sebentar lagi akan mendarat. Namun mereka tak lantas dapat beristirahat, perlu menaiki mobil hingga boat untuk sampai ketempat tujuan. Hyunhee menggurutu dalam benaknya, bagaimana dia bisa kabur untuk pulang ke Korea. Perjalanan ini sangat merepotkan dan melelahkan, belum lagi ini adalah negara asing baginya. Haruskan dia menyerah?

Paradise Island Resort, mata Hyunhee berbinar ketika sampai di tempat tersebut. Menakjubkan, itu yang ada dalam pikirannya.

“Suka?” tanya Sehun.

Hyunhee menoleh. Ingin dia menjerit riang, tapi diurungkannya lantaran kembali teringat bagaimana cara pria itu membawanya paksa ke tempat ini.

Tanpa pemberitahuan, tubuh Hyunhee diangkat oleh Sehun. Pria itu menggendongnya –ala bridal style– dan Hyunhee melancarkan aksi protesnya dengan memukul-mukul pria itu untuk dapat di turunkan.

“Aku bisa jalan sendiri!”

“Aku tau kau lelah,” jawab Sehun.

“Turunkan aku!”

“Diam, atau aku akan langsung menceburkanmu ke laut.”

Mati kutu, baru diancam begitu saja Hyunhee langsung diam dan Sehun dapat menggendongnya dengan tenang hingga ke kamar mereka.

“Bersihkan dirimu, setelah itu kita makan,” ucap Sehun setelah menurunkan Hyunhee di atas ranjang. “Kenapa?” tanyanya lantaran melihat gadis itu masih bergeming.

“Aku pakai baju ini lagi?”

“Aku sudah menyiapkan bajunya, cari saja kopernya di sekeliling kamar,” ucap Sehun lalu keluar.

Hyunhee beranjak dari ranjang dan mulai mencari koper yang di maksud Sehun. Luar biasa, benar-benar ada. Koper yang berisi pakaian dan semua perlengkapan mandi hingga make up.

Oh Sehun, pria itu benar-benar sesuatu. Kapan dia menyiapkannya? Ini bukan hal pertama yang membuat Hyunhee tercengang dengan sosok pria itu. Ingat? Pernikahan dadakannya yang berlangsung dalam beberapa hari.

Tapi rasa kagumnya segera berhenti saat dia teringat keluarga dan kekasihnya –Kim Jongin. Hyunhee segera merogoh tas nya untuk mengambil ponsel agar dapat memberi kabar. Nihil. Dimana ponselnya? Jangan bilang hilang … atau diambil oleh pria itu. Mata Hyunhee memicing tajam, dia melangkah keluar kamar untuk menghampiri Sehun dan memperkarakannya.

“Mana ponselku? Kau ambilkan?”

“Kau belum bersih-bersih juga, Hyunji –ya?”

“Kembalikan ponselku!”

“Untuk apa? Jika kau bermaksud untuk mengabari mantan kekasihmu, tidak!” tekan Sehun. “Tak akan kubiarkan seorangpun mengganggu liburan kita.”

“Aku mau mengabari keluargaku,” dalih Hyunhee.

“Tidak perlu, aku sudah bilang pada Chanyeol hyung,” ungkap Sehun.

Hyunhee berdecak kesal dan kembali masuk ke kamar resort.

Hyunhee telah menyelesaikan kegiatan bersih-bersihnya, dia keluar dengan handuk kimono yang membungkus tubuhnya dan berjalan menghampiri koper. Resleting ditarik untuk membuka koper tersebut dan mulai memilah-milih baju, tapi hanya kekesalan yang di dapatnya.

Apa-apaan semua baju ini! Mini dress?! Oh Sehun, bahkan sebelumnya pria itu tak pernah mengijinkannya mengenakan pakaian di atas lutut atau tanpa lengan. Dan ini … pakaian laknat –BIKINI!! Hyunhee melempar bikini itu ke kolong tempat tidur.

___○– IFA –○___

Setelah pagi tadi mereka hanya keliling di luar resort sembari menjajal kuliner, sore harinya Sehun mengajak untuk keliling pantai sekaligus melihat sunset. Terdengar menyenangkan, tapi tidak bertahan lama lantaran ucapan menyebalkan pria itu yang kembali mengomentari pakaiannya.

Alis Sehun meliuk saat melihat sosok gadis di hadapannya yang mengenakan dress berwarna periwinkle blue.

dress.jpg

“Kenapa pakai baju itu? Kita mau ke pantai, bukan ke Mall,” protes Sehun tak senang.

“Memang ada yang larang?” balas Hyunhee sedikit sewot.

“Kau tak mau berenang?”

Hyunhee menggigit bibirnya, bohong kalau dia tak mau berenang, padahal itu hal yang dia tunggu. Tapi melihat dengan siapa saat ini dia bersama, Hyunhee merasa tak nyaman. “Tidak ada baju yang lain!” dengusnya.

“Kan sudah aku siapkan, Hyunji -ya.” Sehun kembali masuk ke dalam kamar resort dan menghampiri koper milik gadis itu.

“Yang mana?!” tanya Hyunhee yang berjalan mengekori Sehun.

Sehun saat ini sedang membongkar isi koper milik gadis itu, tapi hingga semua isinya keluar dia tak dapat menemukannya. “Baju renang yang berwarna turquoise mana?”

Hyunhee mengernyitkan keningnya. ‘Jangan bilang kalau yang dimaksudnya itu, pakaian laknat –BIKINI!’ Hyunhee berjalan berbalik keluar meninggalkan kamar resort. “Gak tau!” ucapnya tak acuh. “Jadi liat sunset, tidak?” tanyanya bermaksud mengalihkan pembicaraan soal bikini.

Sehun mendesah lalu beranjak keluar kamar mengikuti gadis itu.

“Serius tidak mau berenang?” tanya Sehun untuk ke sekian kalinya dan jawaban Hyunhee masih sama –menggeleng sebagai ungkapan penolakan. “Padahal aku mau mengajakmu lihat sunset di tengah laut.” Tampaknya Sehun belum menyerah membujuk gadis itu.

“Tidak, aku disini saja,” jawab Hyunhee.

“Yasudah.” Sehun berjalan menuju laut sembari melepaskan bajunya.

Hyunhee hanya dapat cemberut memandangi punggung Sehun yang perlahan mulai terendam air laut. Huh! Jika saja Jongin oppa yang memintanya, maka dia tak akan sungkan. Hyunhee sungguh menyesal karena meninggalkan Jongin. “Oh Sehun sialan!” umpat Hyunhee.

Tapi apakah pria itu tak takut masuk kelaut? Mengingat kecelakaan yang pernah dialaminya dan menyebabkan dia hilang ingatan.

— — —

Setelah matahari tergelincir, Sehun kembali ke pantai dan menghampiri Hyunhee.

“Ayo, kita kembali ke kamar resort untuk makan malam.” Sehun menggandeng tangan Hyunhee.

“Makan di kamar? Tidak di luar? Kenapa?”

“Mau aja,” jawab Sehun sekenanya.

Hyunhee mengerucutkan bibirnya.

Sepeninggalan pelayan yang mengantarkan ke kamar resort mereka, Hyunhee terus memandangi hidangan yang tersaji apik di atas meja. Hingga perhatiannya teralih oleh sebotol Wine yang tampak mewah, Hyunhee meraihnya untuk melihat lebih jelas.

“Ch! Kau memang tidak pernah bisa lepas dari alkohol,” ujar Sehun yang tiba-tiba muncul sehabis membersihkan diri, air bahkan tampak masih menetes dari rambutnya.

Hyunhee menaruh kembali botol Wine itu di meja.

“Tidak apa-apa, aku senang punya pasangan yang sama gemarnya dalam hal minum,” imbuh Sehun.

“Siapa? Aku tidak hebat dalam hal minum,” balas Hyunhee.

“Kau bergurau, Hyunji –ya?” Sehun menarik kursi dan duduk. Lalu tangannya meraih botol Wine tadi dan membuka tutupnya lalu menuang isinya ke dalam gelasnya termasuk milik gadis itu. Sehun mengangkat gelasnya. “Bersulang?”

Hyunhee masih menatap ragu pada gelas berisi Wine itu, namun selanjutnya dia ikut mengangkat gelas tersebut.

Ting …

Hyunhee menelan seteguk Wine, pupil matanya melebar.

“Suka?” tanya Sehun.

Tak dapat Hyunhee pungkiri, Wine tersebut memang sangat enak.

“Kualitas terbaik selalu sebanding dengan harganya. Nikmatilah.”

Hyunhee menelan seteguk kembali. “Memang berapa harganya?” tanyanya penasaran.

“Mungkin kau dapat beli sebuah mobil mewah keluaran terbaru,” jawab Sehun enteng.

Hyunhee hampir saja tersedak saat mendengarnya. Gila! Pria ini buang-buang duit hanya untuk sesuatu yang akan berakhir jadi ‘kotoran’.

“Kalau kau suka, aku bisa bawakan beberapa botol lagi.”

Apa dia sedang menyombong, huh?!’ gerutu Hyunhee dalam benaknya.

Tanpa sadar, Hyunhee terus meneguk Wine tersebut, hingga dia sudah melewati ambang batas tolerir alkoholnya dan kalian tau apa yang terjadi padanya.

“Hyunji –ya,” panggil Sehun sembari mengguncang tubuh gadis itu. Hanya lengungah yang keluar dari gadis itu sebagai jawaban. “Kau sudah mabuk, huh? Apa kadar alkoholnya terlalu tinggi?” Sehun heran.

Selanjutnya Sehun menggendong gadis itu untuk di baringkan di ranjang.

Saat Sehun hendak beranjak, namun tangan gadis itu malah memeluk dirinya hingga Sehun jatuh tertidur di sebelah gadis itu yang menghadapnya. Meskipun sebelumnya Sehun sering menatap gadis itu saat tertidur, tapi rasanya tidak pernah sesenang ini. Atau ini karena dia sedang dipeluk oleh gadis itu? Ya … biarpun kondisinya sedang mabuk, tapi tak buruk juga. Haruskah dia sering membuat gadis itu mabuk?

Namun kesenangan Sehun tak bertahan lama, tatkala gadis itu mengeluarkan dua patah kata yang mengusik hatinya –Jongin oppa. Tangan Sehun mengepal dan rahangnya mengeras, ucapan yang keluar dari mulut gadisnya kembali membuatnya teringat akan perkataan pria itu beberapa hari sebelumnya.

Hyunhee … Dia punya bekas luka di pinggang sebelah kirinya. Kalau kau menemukan luka itu, segera lepaskan dia.

Tangan Sehun terarah menyentuh pinggang gadis itu yang masih berbalut dress berwarna periwinkle blue.

Haruskah dia memastikannya dengan cara seperti ini? Padahal sebelumnya dia berniat memastikannya dengan meminta gadis itu mengenakan baju renang terbuka. Atau tadi, dengan menanyakannya langsung, berharap mendapat kejujuran dari gadis itu melalui sebotol anggur, namun tak disangka gadis itu malah hilang kesadaran duluan sebelum dia sempat menanyakannya.

Tangan Sehun terulur menyentuh kancing dress teratas pertama gadis itu. Namun tangannya segera berhenti, dia memejamkan matanya sembari mengepal kuat bahas dress gadis itu.

Jika dia melanjutkan membuka kancing pakaian gadis itu, maka dia akan menjadi pria brengsek yang menyentuh gadis yang sedang tak sadaran diri, meskipun itu istrinya. Tapi jika tidak, mungkin dia tak akan mendapat kesempatan lain untuk mengetahuinya.

Dengan emosi yang saat ini menghinggapi dirinya, Sehun kembali membuka kancing dress gadis itu hingga hasratnya sebagai pria normal menguar saat melihat ‘objek’ di hadapannya. Sehun menarik nafasnya dalam sebelum kembali melanjutkan pergerakan tangannya. Dan terakhir … Sehun menarik pita yang menghiasi bagian depan dress itu.

Sesuatu yang ingin dia ketahui, ada di balik bagian itu bukan?

Sehun menyibakan dress tersebut. Pupil matanya melebar seiring dengan tangannya yang menyentuh bekas jahitan di perut sebelah kiri gadis itu.

“Sial!” umpat Sehun.

Haruskah hanya karena sebuah bekas luka, dia kehilangan orang yang di cintainya? Tidak!! Persetan dengan ucapan Kim Jongin. Dia tak akan membiarkan seseorang yang telah menjadi miliknya direbut, lagi. Gadis itu adalah istrinya, dia berhak memilikinya seutuhnya!

[TBC]

Sehun menemukan bekas luka Hyunhee yang di maksud oleh Jongin. Oh My!! Apa yang akan Sehun lakukan pada Hyunhee selanjutnya?

°

°

Jangan pada nakal dulu pikirannya~ 😀

BTW. Ada yang mau kalian katakan pada Chapter ini? Umpatan atau hal lainnya? Mungkin. Tapi tolong jangan arahkan padaku xD aku belum siap di serang.. wkwkkwk …

See you next chapter

#XOXO

18 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] MY POSSESSIVE HUSBAND (CHAPTER 24)”

  1. Biar aku katakan satu hal utuk sehun.
    Egois. Atau sesuai judul possessive?
    Dia gak bisa kaya gitu pada orang yang tak seharusnya dia miliki. Bukankah dia memcintai hyunji? Lalu kenapa dia ingin hyunhee.

  2. Bagus..thor..sekali2 sedikit nakal gak apa apa,ambil positifnya dong..sehun cuma penasaran tapi melenceng dikit boleh..wkwk..kan udah sah…wkwk. aq rasa sehun tetap pada pendirian bahwa istrinya tetap hyunji..

    1. Ambil hal positif dari suatu yg nakal dan melenceng itu gimana ya? 😀
      Aku anak baik dan polos loh xD #uwek ahahhahahh
      Hmm .. jadi Sehun kekeuh klo Hyunhee itu Hyunji?
      oke, nantikan chapter selanjutnya ya ^^

    1. Part Jongin sedikit soalnya keburu di telepon Hyungnya 😀 marahin aja Kim Junmyeon 😛
      kira-kira Jongin nyusul atau gak ya? 😛
      Hmmm … panjangin lagi ceritanya, ya? 😀 hahah .. aku gak tau ya, itu gak bisa dipreksi .. heheh ..
      tapi rata2 chapter itu sekitar 2000-3000 words loh :O

    1. Hoh ~ tunggu chapter selanjutnya ya .. kira-kira apa aku akan mengabulkan permintaanmu mengenai keamanan Hyunhee dan Jongin yang bakal bawa pergi Hyunhee
      hihih ..xD

    1. Hoho … nantikan saja cerita ini .. entah masing-masing kapan akan berlabuh di dermaga yg tepat atau sebaliknya 😀
      Bukan cuman hyunhee yang menderita, semua pihak menderita sebenarnya, cuma porsi dan sudut pandangnya berbeda ..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s