[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] 기사, 공주, 왕자 – Clavis

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] 기사, 공주, 왕자 – Clavis
||Chanyeol & OC, EXO member || Romance|| G

Kisah ini tentang seorang Park Chanyeol yang akan melakukan apapun demi bisa mendapatkan cintanya.
Kisah ini amat sangat pelik.
Kau mau mendengar sebuah dongeng? Mungkin ini bisa membantumu mengerti kisah Park Chanyeol.
Zaman dulu ada, ada sebuah kerajaan besar dan terkenal hingga keberbagai penjuru bumi.
Pada suatu hari, sang raja ingin menikhakan putrinya yang cantik jelita.
Tenang saja, dongeng ini akan berbeda dengan dongeng lain.
Maka, seperti kerajaan lain diadakan lah sayembara. Siapapun yang bisa mengalahkan Naga yang ada di hutan kerajaan akan menikah dengan putri cantik itu. Mudah sekali bukan?
Maka, tibalah hari sayembara , hanya sepuluh orang yang mengikutinya. Sepuluh orang paling berani, dengan tubuh yang gagah dari berbagai pelosok negeri. Sepuluh ksatria yang amat pandai bertarung.
Mulailah sepuluh Ksatria masuk kehutan, menuju sarang sang naga.Menembus semak belukar, tergores sana-sini. Bertarung dengan beruang ganas hutan . Bahkan belum sampai disarang sang naga, separuh dari para Ksatria sudah tewas.
Ksatria yang tersisa sampai disarang naga,bertarung dengan naga, dua orang lagi tewas saat berhadapan dengan naga. Satu lagi menyusul tak lama, menyisakan Ksatria paling tangguh diantara yang lainnya. paling hebat Ksatria ini bertarung, dikalahkannya naga.
kita akan segera masuk ke adegan paling menarik cerita ini.
Sayangnya, mereka melupakan Ksatria kesepuluh. Tak begitu pintar dia bertarung, tapi dia begitu pintar. Ksatria kesepuluh itu hanya menunggu dibalik sebuah pohon, tak ikut bertarung.Saat Ksatria yang berhasil mengalahkan sang naga, sibuk mengambil kulit naga untuk dijadikan bukti bahwa dialah pemenangnya.Tanpa ampun, Ksatria kesepuluh membunuh Ksatria itu, pertarungan yang sangat tak seimbang. Ksatria yang berhasil sudah terkuras tenaganya karena bertarung mati-matian dengan naga, sedangkan Ksatria kesepuluh masih sehat, tenaganya penuh. Maka, dengan mudah, si Ksatria kesepuluh mengalahkan Ksatria itu.
Kembali si Ksatria kesepuluh kekerajaan. Orang-orang bersorak riang. Lihatlah, Ksatria kesepuluh berhasil membawa kulit naga, dan mengalahkan sang naga yang terkenal amat besar dan ganas. Bahkan hanya dengan luka kecil. Hebat sekali.
Maka, Chanyeol memutuskan menjadi Ksatria kesepuluh. Baginya, begitulah kehidupan, akan selalu ada sosok seperti Ksatria kesepuluh dalam kehidupan ini.
Bukan, bukan sayembara seperti cerita itu yang Chanyeol ikuti. sayembara ini berbeda, tidak diumumkan. Tapi hadiahnya sama: seorang gadis cantik. Sayembara ini lebih sederhana: siapapun yang bisa menarik perhatian sang putri maka dialah pemenangnya. Baca lebih lanjut

Iklan

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] LAST WINTER -Reall_Angelina

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] LAST WINTER -Reall_Angelina ||
Park Chanyeol-Tiffany Hwang-Kim Jennie ||
Maried life-Sad-Romance ||
G

perjodohan dari 1 tahun yang lalu yang memaksakan mereka untuk bersatu dan membuat tiffany menjadi di ambang ambang kesakitan terus menerus karena suaminya chanyeol masih belum bisa menerimanya sebagai istrinya

Seperti biasa tiffany bangun lebih awal dan mempersiapkan segala kebutuhan chanyeol sebelum chanyeol pergi ke kantor dia masih berusaha baik kepada suaminya meskipun chanyeol tidak menganggap lebih tiffany bahkan tiffany hanya orang asing saja baginya

‘Chanyeol POV’
Hari ini aku banyak di buat emosi oleh ulah karyawan karyawanku hingga aku banyak membentak mereka di saat saat sedang rapat karena mereka asik terus mengobrol dan tidak fokus

Pukul delapan malam aku segera membereskan meja kerjaku,saat yang kutunggu tunggu akhirnya datang juga ini saatnya aku pulang, ku ambil tas kerjaku dan melangkah keluar ruangan

“Happy b’day to you… Happy b’day to you…” karyawanku mengejutkanku dengan nyanyian ulang tahun,sehun meniup terompet dan jennie sekertarisku membawakan kue bolu yang di hiasi angka 26 yaitu usiaku,aku mengingat ngingat ini tanggal 27 november bagaimana aku bisa lupa dengan ulang tahunku sendiri”

Semua orang menyuruhku meniup lilin sebelum meniup lilin aku berdoa dulu banyak yang memberiku ucapan selamat dan cipika cipiki banyak mendarat di pipiku ,acarapun telah berusai sudah hari ini hari yang sangat melelahkan bagiku

“Lho.. Tinggal kau sendiri wanitanya? Yang lain kemana?” ucapku kepada jennie

“Iya pak yang lain sudah pulang duluan”

Aku melirik arloji ku telah menunjukkan pukul 23.30

“Yasudah aku akan mengantarkanmu pulang,ini sudah larut malam sekali khawatir jika kau pulang sendiri” Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Changed– HP.N

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Changed– HP.N
Chanyeol & OC || Romance, Friendship || G

 

Park Chanyeol menengadahkan kepalanya menatap langit, biru menawan, berhiaskan lentera mentari yang muncul malu-malu. Sesekali membenarkan kacamatanya, Chanyeol tetap berjalan menuju kelas yang terletak di lantai dua. Terkadang ada saja bisikan-bisikan saat ia melewati beberapa temannya. Namun Chanyeol hanya tersenyum, toh ini seperti sudah menjadi bagian hidupnya dipandang aneh oleh beberapa orang.

Chanyeol akui ia tidak tampan. Matanya menggunakan alat bantu kacamata yang tebal, telinganya yang cukup lebar dibandingkan orang lain dan yang paling sering menjadi cemoohan adalah tubuhnya yang tinggi gemuk. Mungkin tidak apa-apa kalau hanya diolok seperti itu. Yang paling Chanyeol benci adalah dirinya yang selalu dibanding-bandingkan dengan kakak perempuannya yang kebetulan berada 1 tingkat diatasnya. Kakaknya cantik, tinggi dan langsing. Jauh berbeda dengan Chanyeol yang gemuk dan cupu. Hal yang paling menyakitkan adalah terkadang Chanyeol dibilang anak pungut atau anak buangan. Menyedihkan bukan?

Chanyeol mendudukkan dirinya yang bertempat di pojok kanan belakang, mengeluarkan buku untuk materi pelajaran pertama nanti. Namun pandangannya tak lepas dari sosok Kim Soomin yang cantik, rambut panjangnya yang ia biarkan teruari dengan pita pink disisinya semakin membuatnya terlihat manis.

“Yaaa… lihat, seorang Park Chanyeol menatap Kim Soomin tanpa berkedip hahaha” ucapan Lee Jin Wook membuat Chanyeol sadar dan mengalihakan pandangannya.

“Soomin-ah lihat. Si gendut ternyata menyukaimu”

Kim Soomin yang mendengar kemudian menatap Chanyeol dengan wajah tak suka, “Menjijkkan sekali. Hei Park Chanyeol, berhenti menatapku itu menjijikkan. Dasar gendut!”

Tajam sekali. Park Chanyeol seakan mendapatkan tusukan pisau tepat pada hatinya. Sakit, tapi tak berdarah. Haruskah ia menerima kata-kata seperti itu? Apa menjadi gendut itu sangat menjijikkan? Chanyeol hanya diam dan tak memperdulikan teman-temannya yang terus mengoloknya tanpa henti. Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Mysterious Pyromaniac- dyogami

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Mysterious Pyromaniac- dyogami
Chanyeol & OC (as yourself) || Action, Fantasy, Crack|| G

 

Saat ini sedang ada study tour dari kampus. Aku sedang pergi menghirup udara segar, menghindar dari Chanyeol yang sekarang sedang membangun tendanya.

Tanpa aku sadari sebuah panah hampir saja menancap didadaku kalau saja seseorang tidak mendorongku. Entah siapa yang mendorong, yang jelas sekarang badanku sakit semua.

“Aw! Siapa yang–” aku sudah melihat api yang segera menghanguskan panah tersebut. Dan mendapati Chanyeol sudah berada di depanku.

“Kau tidak apa-apa?” kata pria tiang ini. Entah otakku yang terlalu sering memikirkannya atau dia memang benar-benar…

“Chanyeol?”

Dia tampak terkejut, namun segera menormalkan ekspresinya.

“Kau tahu namaku?”

“Bagaimana mungkin aku tidak mengetahuimu. Aku ini kan sahabatmu,”

“Chanyeol! Apa yang kau lakukan? Aku sedang berburu!” aku melihat seorang pria tinggi lainnya datang menghampiri kami

“Hey! Kau akan memburunya? Kau gila! Cari mangsa yang sepadanlah!” seru Chanyeol marah.

“Ada yang bisa jelaskan sesuatu padaku?

Seseorang yang mengaku bernama sama dengan sahabatku itu menatap pria di sebelahnya.

“Ini Sehun. Saudaraku,”

“Wanita ini siapa? Mengapa pakaiannya sangat aneh?”

Aku menunduk untuk memperhatikan kembali pakaianku. Tidak ada yang aneh. Pakaiannya saja yang seperti penjaga hutan dengan memegang busur dan beberapa anak panah di belakangnya.

“Siapa sebenarnya kalian?” tanyaku mengingat kedua pria itu benar-benar tampan untuk sekedar menjadi penjaga hutan.

“Ayo aku akan mengajakmu berkeliling menemui saudaraku yang lain,” ajak Chanyeol.

“Tapi dia adalah buruanku,” Sehun langsung mendapat tatapan tajam dari Chanyeol. Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] – LAST GIFT

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] – LAST GIFT| Park Chanyeol(EXO), Kim Jiyeon (lovelyz)|G
By MinYoonBi93

13/11/2017

Chanyeol dan jiyeon pun duduk di halte untuk menunggu bus menuju sekolah dengan nafas yang terengah karena mereka baru saja balapan lari menuju halte ini. Dan pemenangnya adalah Ji yeon.
“seharusnya aku tidak mengikuti saranmu tadi” ucap chanyeol sambil menghapus keringatnya dengan punggung tangannya
“ya…kau bilang kau yang tercepat tapi apa? kau kalah dengan seorang yeoja” jiyeon tertawa. Ia pun me
ngambil sebuah sapu tangan miliknya dari dalam saku blazernya

“terserah.Kau sedang beruntung saja nyonya kim.aku jadi berkeringat seperti ini. Bagaimana jika hyun ra menjauh dariku jika aku mendekatinya? Kau ini benar benar”

“benarkah? tuan park yang malang.. maafkan aku ya..hahahahaha..”

“sial.Jangan tertawa bodoh. Berhenti tertawa atau kau akan ku pecat”

“hey..kaupikir aku ini karyawanmu apa? Kalau iya kapan kau membayarku?”

“kupecat jadi sahabatku.Mau?” seketika jiyeon terdiam . ucapan chanyeol membuatnya kembali berpikir
“sudahlah .diam dan seka keringatmu” Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Man at 23.00 PM-Aprilia Putri Widyadhana

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Man at 23.00 PM-Aprilia Putri Widyadhana
Chanyeol & OC (April) || Romance, Angst || G

 

“Aku baru sadar, aku mencintainya. Lebih baik kita batalkan saja pernikahan kita”

“Apa maksudmu? Kau tega membatalkannya saat persiapan sudah 80% ?”

“Aku minta maaf, aku nggak bisa melanjutkan ini semua. Aku lebih nyaman saat bersama dia. Dia lebih mengerti aku dari pada kamu”

“Seharusnya kau mengajaknya pacaran saat itu, bukan aku!!”

.
.

23.00 pm

Kejadian sore tadi terus saja melintas di kepalaku. Sakit sekali.

Aku nggak bisa pulang kerumah, karna pasti orangtua ku membahas soal ini dirumah. Aku kacau. Air mataku terus berlinang saat aku mengingat kejadian sore ini. Mataku sudah sembab.

Aku bukanlah tipe cewek gila yang suka datang ketempat ini, aku bukan cewek peminum. Tapi malam ini, aku butuh tempat ini.

“Cukup… Kau tidak boleh banyak minum. Berhentilah” cegah seorang pria tinggi yang saat ini sedang memegang tanganku.

“Lepas…” aku menarik tanganku kuat agar bisa terlepas dari genggamannya lalu meneguk minuman ku lagi.

“Kau kacau. Berhentilah. Bagaimana kau bisa pulang kalau kondisi mu seperti ini?”

“Aku masih bisa menyetir. Aku belum mabuk. Aku masih sadar”

“Aku benci perempuan peminum. Berhentilah. Itu nggak bagus buat kesehatanmu”

“Aku benci pria seperti mu. Berhentilah mengatur ku.”

Pria itu diam menundukkan kepalanya, aku rasa aku menyakiti perasaannya. “Iyaaa. Aku juga benci diriku sendiri” Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Promise

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT]
Promise|| brothership, Alle || G

 

EXO SHOW TIME!!!!
Chanyeol tertawa melihat setiap adegan yang di tayangkan laptop nya.

Tayangan reality show EXO showtime setahun yang lalu. Tawanya kembali berderai saat adegan kedua maknae EXO yang belanja membeli hadiah untuknya.

“Dasar bodoh” gumam Chanyeol saat melihat Sehun yang bertanya kepada pedagang aksesoris pinggir jalan tentang penggunaan kartu kredit.

Malam ini adalah malam 26 November, Chanyeol mencoba mengulang kembali saat-saat bahagia nya di tahun-tahun yang lalu dengan menonton setiap episode reality show mereka. Setiap episode selalu berhasil membuatnya tertawa sendiri. Kelakukan konyol ke 11 teman,atau lebih tepat,saudaranya berhasil mengocok perut Happy Virus EXO ini. Sebenarnya jauh di dalam lubuk hati chanyeol, rasa sakit itu muncul perlahan. Sakit dan rindu kepada mereka yang sudah menempuh jalannya sendiri. Sejujurnya Chanyeol ingin menangis jika mengingat tiga saudaranya yang memutuskan berdiri sendiri tanpa nama EXO.
“Kukira kita akan selalu EXO, selamanya” gumam Chanyeol
“Entah kenapa aku sangat merindukan kalian, 11 orang saudara yang sangat berarti di hidup ku. Rasanya aneh saat kita tidak berkumpul malam ini” Chanyeol menghela nafas.
“Hyung…” Panggilan itu mengalihkan Chanyeol dari layar laptop ke arah pintu kamar. Disana kai berdiri dengan memegang dua kaleng softdrink
“Ya? Ada apa?”
“Tidak ada…kau sedang apa?” Kai memasuki kamar Chanyeol dan melihat layar laptop yang masih menayangkan reality show mereka.
“Ayo kita menonton bersama” ucap kai dan menduduki kursi di sebelah Chanyeol. Chanyeol tersenyum dan mengangguk.
“Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku melihat….mereka” kai bersuara lalu meneguk softdrink nya
“Ya….. Lama sekali” kai menoleh saat mendengar tanggapan Chanyeol
“Selamat ulang tahun Hyung”
“Ini masih tanggal 26 kai” mereka tertawa kecil dan kembali menatap layar laptop
“Kau tahu perkembangan mereka?” Tanya kai tetapi Chanyeol tidak menjawab
“Tao dan Kris Hyung memiliki mini album sekarang, dan Luhan Hyung mendapat penghargaan sebagai aktor….mereka hebat kan?” Jelas kai, mendengar ketiga nama itu disebut hanya membuat nya semakin merasakan kehilangan. Saat Kris tiba-tiba pergi,ingin rasanya Chanyeol menangis seperti member yang lain, tapi dia menanamkan prinsip nya sebagai ‘Happy Virus’
“Aku hanya akan membuat yang lain senang dan kembali tertawa, jika yang lain menangis maka biarkan aku menjadi satu-satu nya yang tetap tersenyum dan menguatkan mereka” ucap Chanyeol dalam hati
Mereka telah sampai di Episode terkahir EXO showtime.
“Menangis lah Hyung” ucap kai. Chanyeol mengerjap dan tersenyum. Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Story Love – Iratasyamwd

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Story love-Iratasyamwd
Park Chanyeol, Oh Yura, Oh Sehun & OC|| Romance || G

 

Matahari terik menyusuru leawat jendala, tampak serorang wanita yang tengah tertidur tanpa memperdulikan jam yang sudah menunjukkan pukul 6.45.

” Yuu bangun apa kamu tidak sekolah!!” teriak wanita paruh baya yang berhasil membangunkan gadis tersebut.

” Arraseo eomma” Jawab Yuu berteriak balik.

‘memangnya sekarang jam berapa sih?’ mata indahnya menyusuri jam dinding.

” Mwo? Kenapa Eomma tidak membangunkan dari tadi sih kalau Yuu terlambat dating disekolah baru Yuu bagaimana?” Tanyanya Sambil berteriak.

” kenapa kau salahkan eomma, otou-san tadi sudah mengetuk pintumu tapi kau tidak bangun juga” jawab wanita tersebut.

” Hai hai Yuu emang salah” jawab Yuu berlari turun dari tangga segera ke meja makan.

” Dasar anak ini” gumam ibu Yuu.

” pagi Otou-san, pagi eomma yang cerewet” sapa Yuu sambil tersenyum.

” Pagi tuan putri, sarapan dulu?” Jawab Sang ayah.

“Pagi anak nakal” jawab sang ibu.

“Sarapan dimobil aja otou-san udah hamper telat ini” ujar Yuu sambil menarik sang Ayah dan Ayahnya hanya mengikuti putrinya pasrah.

” bye Eomma Yuu pergi dulu” pamit Yuu sambil memeluk dan mencium pipi ibunya.

” pergilah belajar yag rajin ya Sayang” balas sang ibu. Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Ice Cream – Abel

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Ice Cream – Abel
Chanyeol – Sejeong | | Romance – Married Life | R

Hari ini Chanyeol pulang ke rumah, karena hari ini dia libur. Tidak ada jadwal exo, tidak ada jadwal syuting film.
Pagi ini dia bangun lebih pagi dari istrinya, hari ini dia lebih semangat dari biasanya. Setelah cuci muka dan sikat gigi, ia ke dapur membuat sandwich untuk sarapan pagi sebelum lari pagi dengan istri kesayangannya. Ia membuat sandwich sambil bersenandung ria.

Sejeong mengerjapkan matanya ketika merasakan cahaya matahari menusuk matanya, ia bangun dan pergi ke kamar mandi.
Setelah bersih-bersih ia mencium aroma lezat dari arah dapur, ia segera pergi ke dapur.

“Good morning baby 😘” (sambil memberikan ciuman singkat di bibir Chanyeol)
“Morning honey 😘” (membalas ciuman Sejeong di pipinya)
“Kau sedang membuat apa sayang?”
“Aku membuat sandwich untuk sarapan, sebelum kita lari pagi” sambil menata sandwich di piring.
“Baiklah aku akan siap-siap dulu sayang. Jangan merindukanku ya” (memberikan cium jauh pada Chanyeol)
“Jangan mencoba menggodaku sayang, atau aku akan menguncimu di kamar” (sambil menyeringai nakal)
“Araso” (sambil memeletkan lidah nakal)
“Ahh.. Kenapa kau sangat imut” (merasa gemas dengan tingkah laku istrinya)
Setelah itu Sejeong pergi ke kamar, meninggalkan Chanyeol. Baca lebih lanjut

[EXOFFI FREELANCE] Kiss

20171125_174417.png

Tittle: Kiss

Author : Byeolbitn☆

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Rating : PG-17

Cast : Kim Jongin,  Kang Seulgi

and other

Summary : Munculnya perasaan lain di saat Jongin meminta Seulgi membuat cemburu mantan kekasihnya.

Disclaimer : Salam kenal, aku Byeolbitn☆. Mau share tulisanku di page ini untuk pertama kali. Ff ini pernah aku publish di facebook pribadi beberapa tahun silam dengan cast berbeda. Kali ini aku remake dengan sedikit perubahan. Terima Kasih pada admin yang mau mempost ff ini, semoga responnya Bagus.

==================================================================================

“ Bantu aku! “ Seulgi mengernyit heran mendengar permintaan pemuda dihadapannya.

“ Bantuan apa yang kau butuhkan? “ tanyanya, pemuda bernama Kim Jongin itu menghembuskan nafas berat.

“ Aku putus dengan Sohee “

“ Lalu? “

“ Bantu aku mendapatkannya lagi! “ Seulgi langsung tertawa remeh mendengar permintaan Jongin. Seharusnya ia sudah bisa menebak, jika Jongin meminta bantuannya pasti itu tentang perempuan terutama Yoon sohee, perempuan yang hampir enam Bulan ini di kencaninya.

“ Kenapa kau tertawa? “ Jongin mengernyit kesal saat Seulgi menertawakannya.

“ Maaf, bukan maksudku menertawaimu. Tapi kau memang sangat menggelikan. “

“ Apa? “

“ Kau tahu, jika satu perempuan tidak menginginkanmu. Masih ada 1000 perempuan yang menginginkanmu. Kenapa kau harus terpaku pada Yoon sohee? “

“ Ini berbeda, kau tahu aku punya image yang harus dijaga. Ayolah bantu aku, kau temanku kan? “ Seulgi bernafas pasrah, jika tidak ingat bahwa Jongin satu satunya temannya di kampus mana mau ia bicara dengannya.

“ Baiklah, bagaimana caranya? “ Jongin tersenyum menang.

“ Aku punya rencana… “

=================================================================================

“ Kau hanya mengikuti apa yang kulakukan. Mengerti? “ terang Jongin menggandeng Seulgi berjalan dilorong kampus. Gadis itu menghela nafas jengah.

“ Tapi, menurutku ini terlalu berlebihan Jongin. “

“ Sudahlah, bukankah kau sudah berjanji akan membantuku! “

“ Iya, tapi- “ ucapan Seulgi terputus saat Jongin menghentikan langkahnya. Ia mengikuti tatapan Jongin yang lurus kedepan. Pantas saja, rupanya Sohee sedang berjalan bersama pacar barunya.

“ Sekarang waktunya. “ ucap Jongin lalu berbalik menghadap Seulgi. Perempuan itu menatap penuh ragu sebelum menutup mata hingga akhirnya…

CHU~

Dengan cepat, Jongin menempelkan bibirnya ke bibir Seulgi. Hanya menempel, tetapi membuat sorakan dari orang-orang sekitar terdengar keras. Bayangkan saja, lorong kampus adalah tempat yang sangat ramai. Tempat para mahasiswa berlalu lalang. Sohee pun membelalakan matanya melihat adegan tak jauh didepan matanya. Perlahan Jongin melepas bibirnya, Seulgi langsung menoleh memandang Sohee yang tengah menatap mereka berdua. Jongin langsung menarik tangan Seulgi pergi dari sana. Sorakan sorakan dari mahasiswa lainnya sangat keras menghujani mereka. Sementara Sohee hanya terdiam saat Jongin dan Seulgi berjalan melewatinya.

==================================================================================

Seulgi tengah duduk gelisah di cafe favoritnya. Kejadian kemarin membuat Seulgi sedikit canggung pada Jongin. Bukannya apa-apa, ciuman itu mungkin hal yang biasa bagi Jongin karna sudah berulang kali atau bahkan sering melakukannya. Tapi bagi Seulgi itu adalah first kissnya. Sangat canggung melakukan first kiss dengan sahabatmu sendiri.

Hari ini ia berniat mengembalikan tab Jongin yang ia pinjam kemarin. Tapi ia masih ragu untuk menemuinya mengingat jika rencana Jongin membuat Sohee cemburu dengan menciumnya kemarin berhasil, pasti sekarang mereka sudah bersama lagi. Mendengus kesal mengingat hal itu karna ia merasa hanya dimanfaatkan lalu terdiam tak diperhatikan. Menatap sekali lagi tab putih dihadapannya, tapi ia punya urusan.

“ Ah sudahlah, kukembalikan saja dulu! “ ucapnya segera meraih tab itu, memasukannya ke tas selempang coklat miliknya dan berlalu dari tempat itu.

Tak lama Seulgi sampai di kampus, ia berjalan menuju kelas Jongin. Dalam perjalanan kesana, Seulgi mendengar suara pertengkaran dari sudut lorong.

“ Kau fikir dengan mencium Seulgi dihadapanku akan membuatku marah dan kembali padamu? Kau salah Kim Jongin! “ telinganya menajam mendengar namanya dan Jongin disebut.

“ Kau sombong sekali Sohee! Apa kau tidak sadar? Kau dikenal disini karna berpacaran denganku, sebelumnya kau bukan siapa siapa! “ Seulgi mengintip dari balik tembok. Ternyata benar, Jongin sedang bertengkar dengan Sohee. Apa ini artinya rencana Jongin gagal? Terdengar kekehan sinis dari Sohee.

“ Jika kau memang merasa hebat, untuk apa kau susah payah melakukannya? Asal kau tahu, aku lebih menyukai namja yang lebih dewasa dan menyayangiku. Bagiku kau hanya anak kecil yang suka bermain main! “ Seulgi terkejut saat Sohee berbalik dan mendapatinya tengah menguping pembicaraan mereka.  pun terkejut  berada disana.

Ah aku lupa, ku ucapkan selamat atas hubungan kalianSohee lalu berlalu meninggalkan mereka. Sejenak terjadi keheningan diantara mereka, sampai  menghampiri  dan memberikan

Aku hanya ingin mengembalikan ini, aku tidak bermaksud untuk terhenti saat  menatapnya.

Mm sudahlah. Aku pergi dulu akhirnya lebih memilih mengalihkan pembicaraan dan pergi. Tapi langkahnya terhenti saat  menahan tangannya.  menoleh dengan tatapan bingung.

Bisa temani aku

==================================================================================

Dan disinilah mereka sekarang. Terdiam memandang langit diatap gedung kampus. Masih tak ada satu katapun terucap semenjak mereka datang kesana setengah jam yang lalu. Entah Seulgi yang tidak enak karna melihat Jongin dicampakan secara tidak sengaja, atau Jongin yang merasa kecewa karna rencananya membuat Sohee cemburu dan kembali padanya gagal. Padahal mereka sudah berteman sejak kecil, dan Jongin terbilang satu satunya orang yang dekat dengan Seulgi, bahkan bisa dibilang teman Seulgi satu-satunya sejak dulu. Maklum saja, Seulgi merupakan gadis yang cukup sulit berteman. Hanya Jongin yang bisa mencairkan sikapnya. Itulah kenapa ia tak menolak saat Jongin meminta bantuannya, karena pemuda itu sangat berarti untuknya.

“ Ehhm… “ Jongin memecah keheningan itu dengan deheman halusnya.

“ Maaf. “ Seulgi menatapnya bingung saat kata itu terucap dari bibirnya.

“ Maaf? Kenapa? “

“ Ehm, sepertinya bantuan darimu sia-sia. Sohee tetap tak kembali padaku. “ terkekeh kecil melihat ekspresi wajah namja itu.

“ Apa yang lucu? “ tanya Jongin dengan raut yang berbeda dari sebelumnya.

“ Kau! “

“ Aku? “

“ Kenapa kau harus merasa bersalah? Aku tidak menyesal membantumu, tidak papa! “ Jongin menghela nafas lega mendengarnya. Membuat Seulgi makin terkekeh.

“ Kukira kau akan marah, perempuan biasanya lebih sensitif pada hal seperti itu. Apalagi, ciuman itu…ergh.. “ Sedikit ragu untuk menjelaskan dengan jabar tentang hal yang ia sebutkan tadi. Sampai ia harus menggaruk tengkuknya beberapa kali yang sama sekali tak merasa gatal.

“ Kalau untuk marah kurasa itu perlu, bagaimana pun itu first kissku dan harus diambil secara Cuma-Cuma olehmu! Tapi, kurasa ciuman itu tak berarti apa apa, untuk apa aku marah? “ kini giliran Jongin yang terkekeh, apakah gadis dihadapannya ini terlalu polos?

“ Apa yang lucu? “ Seulgi meniru nada bicara dan raut wajah Jongin.

“ Kau tidak berbohong kan kalau first kissmu itu aku? Yang benar saja? “

“ Memang sejak kecil ada lelaki lain yang berani mendekatiku selain dirimu? “ Seulgi berkata dengan mendengus kesal, membuat Jongin semakin tertawa. Memang benar, sejak kecil tidak ada yang berani mendekati Seulgi selain dirinya.

“ Hentikan itu Kim Jongin! “

“ Ah maaf, aku hanya tidak menyangka kalau first kissmu adalah aku. “

“ Hahaha… Lucu sekali, kau senang dengan hal itu? “ nada tertawa Seulgi sangat penuh dengan kepura-puraan. Jongin mulai diam melihat wajah Seulgi yang kesal.

“ Ok ok, i’m sorry. “ tak ada respon dari Seulgi atas ucapan Jongin.

“ Seulgi, ayolah aku hanya bercanda! Hei! “ dan gadis itu mulai menoleh menatapnya dengan tatapan icenya.

“ I’m sorry, ok? “ Seulgi berdecih.

“ Bahasa inggrismu sangat buruk! Tidak masalah jika kau ingin tertawa, setidaknya sekarang perasaanmu jauh lebih baik kan? “ tawa mereka terlontar seketika. Sungguh pemandangan manis saat Jongin mengusak poni Seulgi dan gadis itu membalas dengan mendorong perutnya.

“ Jadi perasaanmu sudah jauh lebih baik? “

“ Sebenarnya, aku masih sedikit kecewa dan tidak percaya. Sohee bisa punya keberanian untuk mencampakanku seperti tadi. “

“ Dari kata katamu sepertinya kau sangat mengaguminya. Apa dia punya banyak kelebihan? “

“ Tidak juga, bahkan menurutku terlalu biasa. Tidak akan lama bagiku untuk melupakannya. “

“ Baguslah, kalau begitu sebagai teman yang baik aku akan menghiburmu dengan mengabulkan satu permintaanmu! “

“ Benarkah? “

“ Iya, kau boleh meminta apapun. “ Jongin berusaha menatap keningnya, memikirkan apa yang bisa ia minta. Apa ia harus meminta sesuatu yang mahal? Itu terlalu biasa. Ia ingin sesuatu yang ekstra. Hingga ide gila terlintas ketika ia melirik bibir Seulgi sekilas.

“ Eumm bagaimana kalau kita lakukan lagi ciuman tadi? “

“ Apa? Heh Kim Jongin, jangan sampai sepatuku mendarat dikepalamu!” Seulgi sontak terbelalak mendengar ucapan Jongin.

“ Memang kenapa? Kau yang bilang aku boleh meminta apapun! “

“ Iya, tapi kenapa harus itu? “

“ Apa masalahnya? “ Seulgi mendengus.

“ Masalahnya? Pertama, itu akan menjadi kedua kalinya untuku. Kedua, kau orang yang sama. Dan ketiga, kita bukan pasangan kekasih, jadi untuk apa? “

“ Bukankah saat melakukannya kemarin juga sama. Hanya sekali ini Seulgi, dan juga seperti yang sebelumnya, ini tidak berarti apa-apa. Anggap saja kau melakukan ini untuk sahabatmu sejak kecil.” Seulgi mulai berfikir, kata kata Jongin bisa dibilang benar. Tapi jika kemarin saja ia merasa canggung, apalagi sekarang. Walau sebenarnya ia juga cukup penasaran seperti apa dan bagaimana rasanya kisseu. Biasanya ia hanya melihatnya di film-film, dan hal itu selalu ingin membuatnya merasakan The real kiss.

“ Bagaimana? “ Jongin mulai tak sabar menebak-nebak fikiran Seulgi dari raut wajahnya. Sementara gadis itu berfikir sekali lagi sebelum memberikan jawabannya.

“ Terserah kau saja! “ Jongin tersenyum senang lalu segera menarik Seulgi ke tembok terdekat dan menyandarkannya. Satu tangan Jongin bertumpu di samping kepala Seulgi, dan satunya lagi menggenggam tangannya.

“ Kau hanya perlu ikuti apa yang kulakukan! “ Seulgi sedikit menunduk entah kenapa ia jadi merasa gugup. Ia terus menarik nafas untuk menyembunyikan rasa gugupnya. Sementara Jongin terpaku memperhatikan wajah Seulgi dari jarak dekat. Selama bertahun-tahun berteman baru kali ini mereka berjarak sedekat ini. Sebenarnya Seulgi memang cantik, bahkan sangat cantik. Tapi karna sifat dinginnya ia tidak mempunyai banyak teman selain Jongin. Tangan Jongin terulur mengangkat dagu Seulgi, mata mereka bertemu. Sorot mata mereka membuatnya terdiam satu sama lain. Perlahan wajah Jongin mendekat, deru nafas mereka beradu. Seulgipun mulai memejamkan matanya, wajah mereka semakin dekat dan…

CHU~

Akhirnya bibir mereka menempel dan…

DEG DEG DEG DEG DEG

Mereka merasakan jantungnya berdetak diatas kecepatan normal seperti tersengat listrik. Beberapa detik tetap seperti itu, hingga Jongin mulai meraup bibirnya, melumatnya hingga bibir Seulgi basah seluruhnya. Seulgi belum juga mengikutinya, Jonginpun menghisap bibirnya bergantian, membuat Seulgi sedikit melenguh. Tangannya meremas tangan Jongin yang menggenggamnya. Ia pun mulai berani mengikuti gerakan bibir Jongin dan membalasnya. Seulgi menahan tengkuk Jongin dengan tangannya. Merekapun saling membalas dengan lebih dalam namun tetap lembut.

‘ Aneh, kenapa terasa berbeda? Ciuman ini terasa hangat, lembut dan nyaman. Dan jantungku, ada apa ini? ‘ Jongin tiba tiba bergumam dalam hati menyadari ada yang tidak beres dengan dirinya. Iapun terpacu untuk mencoba lebih jauh, lidahnya mulai ikut bermain dalam ciumannya. Seulgi yang terkejut refleks meremas kemeja santai yang dikenakan Jongin. Ia kembali melenguh saat Jongin mempermainkan lidahnya, baru pertama kali ia merasakan hal ekstrim seperti ini. Rasanya sayang jika hal itu harus dihentikan, tapi ia merasa nafasnya tak mungkin cukup untuk melanjutkannya. Jongin mulai merasakan nafas Seulgi semakin sempit, ia pun melepaskan bibirnya dan menatap wajah Seulgi yang bersemu merah. Nafas mereka memburu mengisi oksigen di paru paru mereka. Jongin menatap bibir Seulgi yang basah dan memerah. Ia usap bibir itu dengan ibu jarinya. Seulgi mendongkak menatapnya, ia menangkap raut datar dari Jongin yang tengah menatapnya tajam.

“ Kenapa? “ lamunan Jongin pun buyar oleh pertanyaannya .

“ Tidak, hanya saja… Eum aku… “

“ Apa? “ semakin menatapnya bingung saat pemuda itu terlihat ragu mengatakannya.

“ Entah kenapa aku jadi merasa bersalah melakukannya, mianhae sudah memintamu melakukannya. “ Seulgi mengernyit bingung. Jongin justru memalingkan wajahnya.

“ Bukankah tadi, kau sangat yakin? Kenapa kau jadi seperti itu? “ Jongin tetap tak mengalihkan perhatiannya pada gadis itu.

“ Karna, setelah ini kita pasti akan menginginkannya lagi. Sementara kita tidak punya hubungan yang cukup bisa diperhitungkan untuk melakukannya. “

“ Kita berteman. Seperti yang kau katakan. “

“ Iya, tapi hubungan kita harus lebih dari sekedar itu. “

“ Kau ingin meresmikan hubungan kita? “ Seulgi tampak menaruh harap pada jawaban Jongin. Entah kenapa tapi, ia merasakan hal yang tak biasa pada hatinya. Setelah terdiam beberapa saat, Jonginpun menghembuskan nafasnya dan menatap Seulgi.

“ Tidak, maaf… “ ucapnya membawa Seulgi ke pelukannya. Tak ada balasan dari gadis itu, ia hanya diam menyandarkan kepalanya di dada bidang Jongin. Ada setitik rasa kecewa menyusup dalam hatinya.

==================================================================================

Hari-hari berlalu, Jongin tampak tak tenang. Ia terus berjalan kesana kemari, semenjak hari itu, ia dan Seulgi makin jarang bertemu. Bahkan berkomunikasi lewat telepon atau pesan pun jarang. Jongin semakin gelisah, entah kenapa ia tidak bisa melupakan ciumannya dengan Seulgi. Padahal itu bukan ciuman pertamanya, tapi saat-saat itu selalu terbayang dibenaknya. Kini ia lebih sering memikirkan Seulgi. Lembut bibirnya, bunyi lenguhannya, hangat tangannya, bahkan degup jantung mereka, semua terbayang olehnya. Tapi yang membuatnya gelisah, ia tidak tahu apa yang membuatnya seperti itu. Selain itu, ia semakin jarang melihat Seulgi. Pernah sekalinya mereka bertemu di cafe, tapi Seulgi hanya menyapanya sebentar lalu pergi begitu saja dengan terburu buru. Jongin semakin bingung memikirkan hal itu.

“ Sebenarnya ada apa dengan diriku? “ Ia menggumam penuh tanya pada dirinya sendiri.

“ Kim Jongin! “ sebuah seruan membuatnya menoleh dan terkejut melihat Yoon sohee berjalan menghampirinya.

“ Kau? “

“ Tenanglah, aku menemuimu untuk bicara baik-baik! “ senyum gadis itu tampak merekah, membuat Jongin sedikit bingung.

“ Apa yang ingin kau bicarakan? “ dahinya makin mengernyit saat gadis itu mengulurkan tangannya.

“ Aku hanya ingin minta maaf soal kejadian kemarin. “

“ Kau serius? “ Jongin tampak ragu menatap tangan Sohee yang justru terkekeh.

“ Kau curiga padaku? “

“ Apa alasanmu meminta maaf? “

“ Kemarin aku menceritakan hal itu pada pacarku. Dan kau tahu? Dia bilang aku keterlaluan padamu. Dan dia menyuruhku meminta maaf padamu, awalnya aku tidak mau. Tapi setelah kupikirkan, aku memang keterlaluan, seharusnya aku memutuskanmu secara baik-baik! Jadi, apa kau mau memaafkanku? “ Jongin menghela nafasnya dan menyambut uluran tangan Sohee.

“ Ok. “

“ Terima kasih! “ senyuman Sohee mengembang, Jongin membalas senyumnya seadanya.

“ Hari ini kau terlihat sangat lesu. Ah ne, dimana Seulgi? Bagaimana hubunganmu dengannya? “

“ Tidak tahu, aku belum bertemu lagi dengannya. Mungkin kau benar, aku anak kecil yang suka bermain main. “

“ Maksudmu? Kenapa kau berkata seperti itu? “ Sohee tampak penasaran dengan hubungan Jongin dan Seulgi.

“ Sohee, menurutmu kenapa kita merasa tersengat listrik, tapi hangat dan nyaman secara bersamaan jika melakukan kontak fisik seperti… Eum… Berpelukan, atau… Berciuman misalnya? “

“ Maksudmu kau merasakannya saat mencium Seulgi? “ Jongin terkejut sekaligus malu, bagaimana gadis itu bisa menebaknya dengan tepat?

“ Eumm, bisa dibilang begitu? “ Sohee langsung tertawa mendengar jawaban Jongin. Oh ayolah, tidakkah ia melihat wajah pemuda itu sudah seperti kepiting rebus?

“ Kenapa aku selalu mudah ditertawakan hanya karena kata kataku? “ dengusnya kesal, Sohee mulai menghentikan tawanya.

“ Ya tuhan Kim Jongin, inilah maksudku bahwa kau anak kecil. Hal seperti itu saja kau masih polos! “

“ Apa maksudmu? Masalahnya ini baru pertama kali kurasakan, padahal yang kulakukan dengan gadis lain sebelumnya biasa saja. Termasuk denganmu! “

“ Lalu apalagi, kau tinggal menyadarinya! “

“ Maksudmu? Menyadari? Menyadari apa? “

“ Ah bodohnya! Jika kau mengalami gejala-gejala seperti itu, berarti kau jatuh cinta! ”

“ Apa? Jatuh cinta? Maksudmu aku jatuh cinta pada Seulgi? Tidak, itu tidak mungkin! Dia itu temanku sejak kecil, mana mungkin aku mencintainya. “

“ Kalau begitu jawab pertanyaanku, apa pikiranmu dipenuhi Seulgi sekarang? “ Jongin terdiam sejenak, ia berusaha mengelak dari ucapan Sohee barusan. Bagaimana ia bisa tahu? Apa benar?

“ Mmm, memang… Belakangan ini, semenjak tidak bertemu dengannya aku sering memikirkannya. Tapi mana mungkin, apa benar aku…? “ Jongin menatap Sohee penuh kebingungan. Tapi gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk.

“ Ya, kau jatuh cinta. Kau mencintai Kang Seulgi! “ beberapa saat Jongin terdiam mencerna kata-kata Sohee. Apa benar ia mencintai Seulgi? Tapi, bagaimana bisa? Bukankah selama ini ia dan Seulgi hanya menganggap saudara satu sama lain?

==================================================================================

Esoknya, Jongin memperhatikan Seulgi diam-diam di perpustakaan. Gadis itu sedang memilih-milih buku dirak. Hatinya masih menimbang-nimbang perasaannya, benarkah ia mencintai gadis itu?

“ Hai Seulgi! “ dan ia mendengus kesal saat seseorang menghampirinya. Seulgi pun tak kalah kesal di hampiri pemuda itu.

“ Masih berani mendekatiku? “ tanggap gadis itu sinis.

“ Memangnya kenapa? “

“ Dengar Jackson! berhentilah menggangguku! “ ujar Seulgi mulai jengah dengan kehadiran pria itu. Belakangan ini, pemuda asal Tiongkok itu terus mendekatinya.

“ Hei, ayolah jangan bersikap dingin padaku! Aku hanya ingin mengajakmu makan siang! “

“ Aku tidak mau! “

“ Kang Seulgi… “ Seulgi mulai meradang saat pemuda itu menarik-narik tangannya.

“ Lepaskan! “

“ Ayolah Seulgi! “ paksa pemuda itu.

“ Aku bilang tidak mau! “

Jackson tak mempedulikan perintah Seulgi yang mulai merasa kesakitan karna tangannya dicengkram.

“ Lepaskan dia! “ keduanya menoleh mendengar seruan yang menghampiri mereka.

“ Jongin..? “ Seulgi nampak bingung saat Jongin tiba-tiba muncul.

“Apa maumu?” Jackson tampak tak suka saat Jongin ikut campur.

“ Kau tidak dengar dia bilang tidak mau? Lepaskan! “

“ Kalau aku tidak mau? “ Jackson menantangnya.

“ Aku tidak keberatan berurusan denganmu! “ Jongin nampak tak takut, Jackson mulai berpikir, ia rasa berkelahi bukan hal yang tepat. Itu hanya akan membuatnya di panggil rektor dan menjatuhkan imagenya. Ia menatap Seulgi sejenak yang menatapnya dingin sebelum melepaskan tangan gadis itu. Seulgi menghela nafas lega.

“ Ikut aku! “ Jongin langsung menarik Seulgi begitu Jackson melepaskannya. Ia membawa gadis itu keluar tanpa mempedulikan gadis itu yang meronta minta dilepaskan.

“ Jongin, lepaskan! “ seruannya tak dipedulikan Jongin. Ia terus menarik Seulgi ke atas atap kampus.

“ Ada apa? “

“ Bantu aku! “ Seulgi menghela nafas jengah begitu mendengar ucapan pemuda itu.

“ Bantuan apa? Apa  Yoon sohee lagi? “ tanyanya tak suka. Ia merasa usahanya menghindari Jongin beberapa hari ini sia-sia. Tetap saja pemuda itu berhasil membuatnya mengingat saat ciuman itu. Pemuda itu benar, sekali melakukannya akan terus menginginkannya. Itulah yang ia rasakan sekarang.

GREPB

Ia terkejut saat Jongin tiba-tiba merengkuh kedua lengannya dan menyudutkannya di dinding.

“ Kali ini, bantu aku menyadari perasaanku! “

CHU~

Seulgi langsung terbelalak saat Jongin meraup bibirnya. Kembali ia merasakan sengatan listrik menyerang tubuhnya. Jonginpun sama, namun ia tak terburu-buru melakukannya. Ia bergerak dengan perlahan menikmati setiap tekstur bibir gadis itu. Cukup lama, hingga kehabisan oksigen menghampiri mereka. Jongin pun melepaskan ciumannya. Seulgi tampak terengah-engah mengatur nafas karna terkejut dan bingung. Otaknya jadi sulit mencerna apa yang terjadi.

“ A-apa yang kau lakukan? “ Jongin menoleh mendengar pertanyaan Seulgi. Ia menatap dalam mata kecil gadis itu dalam.

“ Aku mencintaimu Kang Seulgi… “ dan ia semakin terkejut hampir tak percaya mendengar jawaban Jongin.

“ A-apa? “

“ Aku mencintaimu, maaf aku baru menyadarinya… “

Jongin memeluk Seulgi erat. Gadis itu bingung harus bagaimana. Ia hanya bisa membalas pelukannya.

“ A-aku, aku juga tidak tahu sejak kapan perasaan ini tumbuh. Tapi, kurasa perasaan ini juga sama denganmu. Aku juga mencintaimu Jongin Tapi… “

“ Apa? “ Seulgi melepas pelukannya, senyum Jongin yang tadinya cerah langsung memudar.

“ Jika kau ingin bersamaku, jangan mengharapkan Yoon Sohee atau siapapun lagi! “ pinta Seulgi membuat Jongin terkekeh seketika.

“ Tentu saja Seulgi! Aku akan lebih dan hanya mengharapkanmu. “

“ Benarkah? “

“ Iya, apa aku tidak cukup membuktikannya tadi? “ Seulgi tersenyum lalu kembali memeluk Jongin dan mencium bibirnya kilat. Mulai kini, hal itu akan menjadi kebiasaan mereka setiap hari. Mereka terus mengulanginya untuk membuktikan kebahagiaan mereka saat perasaan saling bersambut.

END

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] – INCOMING CALL

1511918325832

 

truwita x AYUSHAFIRAA

proudly presents

.

.

.

‘ INCOMING CALL ‘

|| OC’s Tara Hwang x Park Chanyeol, feat. Byun Baekhyun ||

|| Drama, Fantasy, Romance ||

|| PG-15 || Oneshot ||

Selalu ada risiko dalam setiap kesempatan yang kita punya
dan keputusan yang kita ambil.
Lantas, mana yang lebih menyakitkan menurutmu?
Tersentuh tapi tak tergapai, tergapai tapi tak tergenggam?

DISCLAIMER

Fanfiksi ini adalah hasil kolaborasi antara author truwita dan AYUSHAFIRAA yang tentunya secara otomatis menjadi hak milik kami berdua. Terinspirasi dari film Jepang ‘So Long!’ AKB48 dan ‘Orange’ . Jika ada kesamaan lain dengan karya lainnya, itu murni ketidaksengajaan.

♫♫♫ Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] DANGDUT SERIES : SAYANG – by AYUSHAFIRAA

PicsArt_09-02-11.41.56

‘Sayang, nganti memutih rambutku, ra bakal luntur tresnaku.’

`SAYANG`

 

A part of `Dangdut Series` by AYUSHAFIRAA

`Starring EXO’s Chanyeol x GIRL’S DAY’s Minah, feat. EXO’s Xiumin`

|| Friendship, Hurt/Comfort, Romance, Sad ||

// Teen // Vignette //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata. Inspired by ‘Via Vallen – Sayang’.


Dangdut Playlist :

[Chen Gotik – Tarik Selimut] [Lay Kirana – Melanggar Hukum]  [Kris Citata – Meriang] ― NOW PLAYING ♫ [Chanyeol Vallen – Sayang] [ Coming Soon ]


© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

Baca lebih lanjut