[EXOFFI FREELANCE] Remember (Chapter 4)

20180714_084136_0001

Title : Remember

Author : Jasmine_xxbbb

Genre : Romance, hurt, drama, AU

Rating : PG – 15

Length : Chapter

Cast : Park Chanyeol (EXO), Kim Anna (OC), Yeri (Red Velvet), Kim Jong In (EXO), Lucas (NCT), Jungwoo (NCT), Baekhyun (EXO)

Summary

Kenangan itu terus berputar di pikiranku, tatapannya, senyumnya, suaranya, bahkan aku masih bisa merasakan hangatnya saat berada di pelukannya.

“Jangan mengagumiku seperti itu, aku tahu aku ini cantik dan-“

“Kau benar, kau memang cantik.”

“Mana mungkin aku bisa tahan berjauhan denganmu.”

“Agar kau membuka matamu itu, aku ingin melihat matamu.”

Disclaimer : Cerita ini di buat berdasarkan hasil pemikiran saya sendiri. Beberapa adegan terinspirasi dari drama, film, dan lagu. Seluruh cast milik Tuhan YME. Akun wattpad Jasmine_xxbbb. Thank you!

Chapter 4

“Kau tidak ingat denganku?

“Aku Irene!”

“Irene?” ah! Irene. Aku tidak terlalu tahu tentangnya, aku merasa tidak berteman dengannya.

“Kau sudah ingat? Sudah lama kita tidak berjumpa ya.” Aku tersenyum sekilas padanya.

“Sedang apa kau disini?”

“Hanya duduk saja.

“Apa dia kakekmu?”

“Iyah dia kakekku.”

Hanya firasatku saja atau Irene terlihat tidak suka dengan kakeknya. Dia terlihat enggan untuk membantu kakeknya, Irene tidak melakukan apa-apa untuk membantu kakeknya.

“Aku harus pergi, permisi.” Ucapku.

“Aku harap kita akan bertemu lagi Anna.”

Aku berjalan menjauhi Irene, entah mengapa aku merasa tidak nyaman berada di dekatnya. Dia seperti menyembunyikan sesuatu saat berbicara denganku tadi.

Memandangi sungai Han aku jadi teringat Chanyeol, aku dan Chanyeol pernah mengendarai sepeda bersama di sini. Tiba-tiba aku melihat Chanyeol yang sedang menaiki sepeda seperti memanggil seseorang dengan senyum lebarnya. Aku melihat diriku sendiri yang berlari sembari membawa sepeda dengan wajah kesal. Mereka tertawa, Chanyeol mengusap pucuk kepalaku disana, namun setelah itu mereka mulai menghilang dengan perlahan.

Lagi-lagi aku melihat kenanganku bersama Chanyeol seperti sebuah film yang berputar untuk kedua kalinya. Oh Chanyeol sedang apa kau disana? Aku merindukanmu.

***

Yeri mengajakku makan malam bersama bersama Lucas dan Jungwoo di rooftop rumah Yeri. Tempat itu sudah seperti markas rahasia kami, kami sering berkumpul disana setiap dua kali dalam seminggu. Kali ini Lucas akan membayar semua makanan yang kami pesan, belakangan ini Lucas sedang sibuk sekali dengan pemotretannya.

Aku membawa White ikut bersamaku ke rooftop aku merasa kasihan dengannya karena seharian ini dia di dalam apartemenku saja. Lampu-lampu kecil yang mengelilingi rooftop dengan warna-warni yang indah, pot-pot bunga yang menjadi background, sofa yang di letakkan di tengah berhadapan meja yang di penuhi banyak makanan dan cola menjadi pemandangan pertama yang ku lihat saat aku sampai.

Lucas dan Yeri yang sedang merapikan makanan di meja matanya langsung tertuju pada White yang sedang ku bawa.

“Kau memelihara anjing?” seru Yeri mengelus bulu White.

“Aku menemukannya di pinggir jalan.”

“Kau beri nama apa anjing itu?” ujar Lucas duduk di sofa.

“White.”

Sementara Yeri sibuk bermain dengan White aku menghampiri Lucas yang sedang menatap kosong ke depan.

“Kau baik-baik saja?”

Lucas mengerjapkan matanya beberapa kali, dia memijit pangkal hidungnya. Ku rasa Lucas sedang ada masalah, melihat dia menyenderkan punggungnya dan memejamkan matanya.

“Lupakanlah masalahmu itu sebentar, kau kesini untuk melepaskan stresmu itu bukan?”

Lucas membuka matanya dan menoleh padaku, tatapannya seperti mengartikan kau-benar-juga.

“Itu dia! Akhirnya kau datang juga Jungwoo.” Seru Yeri.

Jungwoo datang dengan setelan jas hitamnya dan dia membawa sebotol champange di tangannya.

“Wah! Kau membawa champange?” ucap Lucas mengambil champange dari tangan Jungwoo.

“Aku sengaja membawanya khusus untuk kalian.”

“Kita akan berpesta!” seru Yeri memeluk White.

Tetapi kurasa bayangan kami akan meminum champange akan hilang begitu saja, karena Lucas menjatuhkan botol champange nya. Kami yang melihat itu diam membeku melihat isi champange itu tumpah. Dari kami tidak ada yang berbicara satu pun, kami hanya diam menatapnya, seperkian detik kemudian.

“LUCAS!!!” teriak kami bersamaan.

Setelah kami menghajar Lucas hingga rupanya sudah tidak tampak seperti seorang model lagi kami memutuskan untuk melupakan itu dan langsung menyantap makanan yang sudah siap. Aku mengambil sepotong ayam yang terlihat mengkilap karena bumbu.

Kami tidak hanya menikmati makanannya saja, tetapi momen ini lah yang akan selalu kami ingat sampai kapan pun. Kami bermain permainan, menceritakan yang sudah kami alami selama satu minggu ini, tertawa, melihat Lucas menari dengan konyol. Hal yang sederhana itu saja sudah bisa membuat kami bahagia, setidaknya melepaskan penat yang kami alami.

Saat kami sedang membersihkan sisa makanan kami, aku terkejut dia sudah kembali, Byun Baekhyun. Baekhyun terlihat sangat berbeda dari yang ku tahu dulu. Baekhyun yang ku kenal dulu dia tipe orang yang pendiam dan dia sering sekali memakai hoodie. Tetapi saat ini dia memakai kemeja hitam dengan jas yang dia pegang.

“Baekhyun??!!” seru kami serempak.

“Apa kabar kalian semua?”

Baekhyun terkekeh melihat kami, suaranya pun sedikit lebih berat darj sebelumnya. Jungwoo, Yeri, dan Lucas memeluk Baekhyun bergantian. Saat giliranku tiba aku diam menatapnya, tidak ada yang bersuara dari kami satu pun. Aku sedikit tertawa dan memeluk Baekhyun.

“Kau sudah kembali Baekhyun.”

Baekhyun mengangguk tersenyum simpul. Karena kami baru saja selesai makan Baekhyun ingin mentraktir kami minuman setelah kami mengobrol dengannya.

Kami berjalan bersama berkeliling di daerah Myeongdong di sini sangat ramai sekali terlebih di malam hari seperti ini. Begitu banyak toko perbelanjaan disini dan juga makanannya. Kami masuk ke dalam Kafe yang cukup ramai saat ini. Aroma kopi langsung tercium begitu aku masuk, kami duduk di dekat jendela, Yeri yang menyarankan kami untuk duduk di sini agar bisa lebih jelas melihat suasana di luar.

“Aku tidak menyangka kau akan datang hari ini Baekhyun.” Ujar Jungwoo.

“Sebetulnya aku sudah datang sejak satu bulan yang lalu, tetapi aku baru sempat kemari menyapa kalian.” Ucap Baekhyun.

“Kau memang orang yang sangat sibuk.” Ucapku.

“Itu hal yang bagus bukan menjadi sibuk?”

Aku mengangguk, mencoba minuman yang ku pesan, pahit. Andai Chanyeol bisa bergabung dengan kami saat ini pasti akan sangat menyenangkan. White menyentuh tanganku dengan kaki depannya seperti menenangkanku, anjing yang baik.

Kami berpisah saat pukul sebelas malam, karena aku dan Baekhyun menuju arah yang sama kami berjalan bersama. Aku hanya diam saja sembari mengelus White di tanganku, sebenarnya aku tidak terlalu dekat dengan Baekhyun saat sekolah karena dia jarang mengajakku berbicara.

“Kau sedang sibuk apa sekarang?” ujar Baekhyun.

“Aku sedang sibuk dengan brandku.”

“Aku tahu itu.” Aku menoleh padanya.

“Kau tahu?”

“Nama brand mu A’ bukan?” aku menatapnya.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Sekitar satu minggu yang lalu aku mengunjungi tokomu dan aku melihat fotomu terpajang disana.”

“Ah itu, sebetulnya aku ingin mengganti foto itu, seharusnya bukan aku yang di dalam foto itu.”

Saat itu model yang seharusnya datang untuk photoshoot membatalkan kontraknya secara sepihak, jadi aku lah yang menggantikan model itu. Aku benar-benar merasa kesal saat itu.

“Anna, apa kita bisa bertemu lagi?”

“Tentu saja, kenapa tidak?”

Aku tersenyum padanya, entah mengapa saat aku berbicara dengannya aku jadi merasa lebih tenang. Apa karena dia memancarkan aura ketenangan?

“Kau tinggal dimana Baekhyun?”

“Kau akan tahu nanti.”

Aku mulai merasa curiga pada Baekhyun, jalan yang ku lewati sama persis menuju apartemenku. Apa dia tinggal di sekitar apartemenku? Di depan sana aku harus belok ke kiri untuk menuju apartemenku, jika Baekhyun ikut berbelok bersamaku itu tandanya dia tinggal di gedung yang sama denganku.

Aku sangat terkejut begitu mengetahui Baekhyun tinggal tepat di depan pintu apartemenku. Apartemennya berseberangan denganku, aku tidak pernah melihatnya di sekitar sini.

“Kau bertetangga denganku?”

“Kau benar.”

Baekhyun tersenyum padaku, di terlihat senang sekali begitu aku mengetahui dia tinggal di sana, seperti ini sudah di rencanakan olehnya.

“Kau memiliki banyak rahasia ternyata.”

“Kau akan tahu lebih banyak sedikit demi sedikit Anna.”

Aku mengangguk-anggukan kepalaku, lagi pula aku tidak mau terlalu ikut campur dengan urusannya. Aku masuk ke dalam apartemen, aku baru menyadari White tertidur di tanganku, aku meletakkannya perlahan di atas sofaku. Kurasa aku harus membeli perlengkapan untuknya.

***

Aku terbangun saat merasakan ada sesuatu yang menindih perutku, saat aku membuka mataku aku melihat White menduduki perutku. Aku memindahkannya di atas kasurku dab mengelus kepalanya.

Aku segera bersiap untuk pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhanku dan kebutuhan White. Setelah memberi White makan aku bergegas berjalan keluar apartemen untuk pergi ke supermarket.

Aku mengambil shampoo, detergent, roti, daging, buah-buahan, makanan anjing untuk White, sayur, dan masih banyak lagi lainnya. Aku berhenti di tempat ice crem aku ingin memakannya di cuaca yang panas di hari sabtu ini.

Aku tidak tahu jika aku membeli sebanyak ini, ada begitu banyak bungkusan plastik yang harus ku bawa. Sementara aku hanya memiliki dua tangan dan tempat parkir yang tidak dekat dari sini.

“Apa aku bisa membantumu?”

“Baekhyun?”

Baekhyun membawa dua kantung plastik milikku dan berjalan keluar supermarket, sejak kapan dia di sana? Aku menunjukkan arah dimana mobilku ku parkir, aku tidak melihat kantung belanjaannya sejak tadi.

“Dimana kantung belanjaanmu Baekhyun?”

“Aku hanya membeli sikat gigi aku taruh di kantung celanaku.”

Baekhyun menunjukkan sikat gigi yang ia beli padaku. Aku membuka bagasi mobilku dan meletakkan kantung belanjaanku di sana di bantu oleh Baekhyun.

“Terima kasih.”

“Apa kau mau langsung pulang?” ujar Baekhyun, aku mengangguk padanya.

“Apa kau mau mampir?” ucapku.

Saat kami sampai di apartemenku aku langsung merapikan semua belanjaanku. Baekhyun duduk di sofaku bermain dengan White, ku rasa White mudah akrab dengan orang-orang di sekitarku. Awalnya ku pikir White akan sulit jika bertemu dengan orang asing, tetapi justru kebalikannya.

Aku membuat smoothies untukku dan Baekhyun, di cuaca yang panas seperti ini cocok sekali meminum minuman yang dingin. Aku melihat White menjilat-jilatkan lidahnya dengan pipi Baekhyun saat aku meletakkan smoothies di atas meja.

“Minumlah.” Baekhyun memindahkan White di bawah, White berlarian ke sana kemari dengan gembira.

“Ku rasa White menyukaimu.” Baekhyun terkekeh saat mendengarku dan meminum smoothies yang ku buat.

Aku dan Baekhyun menonton acara tv bersama, sebuah drama romance comedy. White ikut bergabung dengan kami duduk di atas pahaku. Aku tertawa saat melihat adegan yang menurutku lucu berkali-kali sampai air mataku keluar. Drama ini seru sekali, baru kali ini aku menonton drama sampai menangis karena tertawa.

“Kau bahagia sekali.” Ucap Baekhyun.

“Aku berharap juga seperti itu.” Aku menoleh padanya dan terkekeh.

“Menurutmu apa itu cinta?” ujar Baekhyun.

“Entahlah, aku kurasa saat kau merasa bahagia di dekatnya, ingin selalu berada di dekatnya, ingin menyentuhnya. Aku tidak pandai mengartikan apa itu cinta jika aku tidak merasakannya secara langsung.”

“Apa kau pernah jatuh cinta?”

Aku terdiam memikirkannya, lagi-lagi Chanyeol lah yang terbesit dalam pikiranku. Aku tidak bisa terus seperti ini, aku harus segera melupakannya.

“Tentu saja, bagaimana denganmu?” Baekhyun mengistirahatkan lehernya dengan menyenderkannya di sofa.

“Bahkah aku selalu merasa jatuh cinta dengan orang yang sama.”

“Benarkah? Siapa dia?” Baekhyun menatapku dengan intens. Keheningan terjadi selama beberapa detik.

“Kau.”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s