[EXOFFI FREELANCE] Once Again (Chapter 1)

2018-07-30-12-41-32

Title : Once Again

Author : Yuni Kim

Genre : Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG  15

Main Cast : Kim Yunhee, Byun Baekhyun, Oh Sehun


Support Cast : Naeri (OC), Minju (OC), Hyeri (OC), D.O (Exo), Suho (Exo), Chanyeol (Exo), Kai (Exo)

Summary : ‘Akan ada waktu nya, dimana segala rasa sakit dan kenangan buruk akan terhapus oleh waktu’_ Once Again


Disclaimer : Ff pertama yang berani aku publis, FF ini merupakan hasil dari pemikiran aku sendiri. Apabila ada kesamaan dalam alur, tokoh maupun latar itu merupakan unsur ketidak sengajaan. Maaf, atas adanya kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan.

Author Note : Don’t be a plagiator, sorry for typo and thanks to reading my fiction. Please comment and follow @YuniKim97 account wattpad.



            Happy Reading. Kamsahamnida… ^_^

***

Baekhyun menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong. Ia hidup tapi hatinya mati. Akal sehatnya sudah tidak berfungsi sejak kejadian 3 tahun yang lalu.

Matanya mengerjap beberapa kali, deru nafasnya mulai tak beraturan. Tubuhnya bergetar perlahan. Ia memejamkan matanya, membiarkan setetes air mata meluncur membasahi pipinya.

Hey, meski dia seorang namja, bukan berarti ia tidak boleh menangis bukan?. Terkadang seseorang membutuhkan air mata sekedar untuk mengurangi sesak di dada, dan itu bukan berarti ia cengeng.

“Kau masih merindukannya?”  Tanya seorang namja yang baru saja mendekati baekhyun yang terduduk di kasurnya dengan tidak berdaya.

“Hari ini adalah hari di mana Eunyoo dan anak kami meninggal. Aku menyesal hyung, kenapa saat dia masih ada di sisiku, aku malah menyia-nyiakannya”

“Sudahlah, mereka sudah tiada. Berhentilah menyalahkan dirimu, seolah-olah kau pembunuhnya”

“Memang benar aku yg membunuh mereka, seandainya aku datang saat dia menyuruhku menjemputnya, mereka tidak akan mengalami kecelakaan itu. Mungkin sekarang kami menjadi keluarga yang bahagia”

“AKU BILANG BERHENTILAH MENYALAHKAN DIRIMU BYUN BAEKHYUN!! ” Murka suho

“Kau harus bangkit, dan mulailah hidup yang baru, jadikan masalalu mu menjadi pelajaran. Minggu depan kau harus mulai ke kantor lagi, paman bilang kau harus mulai bekerja kembali, dia juga bilang tidak mau perusahaannya bangkrut karena kesedihanmu”

Suho pergi meninggalkan baekhyun.

Dulu baekhyun adalah namja yang gila bekerja dan itulah salah satu sebab istri dan anaknya meninggal, apa dia harus kembali bekerja?

***

“Baekhyun ah kau mau kemana? Jangan lupa nanti siang kau harus menghadap paman” Ujar suho mengingatkan.

“Ne hyung aku tidak akan lupa. Aku ingin mencari udara segar”

“Ya kau butuh udara yang segar, pergilah itu akan membuatmu lebih baik” Baekhyun tersenyum tipis dan melangkah pergi.

Udara pagi ini benar-benar sangat cerah, baekhyun duduk di kursi taman, matanya memandangi anak-anak yang sedang bermain bola. Bola itu melambung jauh ke udara dan berhenti tepat di bawah kaki baekhyun. Ia ambil bola itu, dan tersenyum miris. Ia ingat dengan ucapan eunyoo, saat anak mereka besar dia ingin bermain bola di taman bersama.

“Ahjussi bisa kau kembalikan bolaku”

Ujar seorang anak laki-laki, wajahnya terlihat sangat imut dan manis persis seperti anaknya.

“Ige” Anak itu tersenyum manis membuat baekhyun ikut tersenyum.

“Kamsahamnida ahjussi” Anak itu membungkuk berterimakasih, baekhyun tersenyum dan berfikir, pasti dia didik dengan baik oleh orang tuanya.

“Ahjussi apa kau mau bermain bola bersama kami? ”  Baikhyun terlihat berfikir.

“Baiklah ayo kita main”

Tawa demi tawa terdengar dari baekhyun dan anak-anak itu, mereka bermain bola dengan penuh canda dan tawa. Mungkin itu adalah tawa pertama yang di tunjukan baekhyun sejak kejadian 3 tahun lalu.

“Jimin ah ayo kita pulang”

“Ne eomma!! Ahjussi aku pulang dulu ne” Teriak anak bernama jimin itu dan berlari menuju seorang wanita yang sedang berdiri dengan tersenyum manis.

Mereka pergi meninggalkan taman. Senyum wanita itu sangat mirip dengan eunyoo dan tidak tahu kenapa dia seperti tidak ingin berpisah dari anak itu.

Matanya tidak pernah lepas memandangi jimin yang sedang di gandeng oleh seorang wanita. Ia tersenyum miris, mungkin kalau anaknya masih hidup, usianya akan sama dengan jimin.

****

“Aku sudah memutuskan senin besok kau harus datang ke kantor, dan mulai memimpin perusahaan. Aku tidak mau mendengar bantahan darimu lagi, kau tahu aku sudah semakin tua untuk memimpin perusahaan” Ujar tuan byun seolah-olah dia tahu apa yang akan di katakan anaknya itu.

“Baiklah” Jawab baekhyun singkat membuat ayahnya menatap padanya tidak percaya.

“Kau mengambil keputusan yang tepat, ini saat nya kau keluar dari keterpurukanmu itu” Ujar tuan byun.

Baekhyun permisi keluar, dia berjalan dengan gontai.

“Hey bagaimana keputusannya? Kapan kau mulai bekerja?” Tanya suho riang.

“Hyung aku melihat seorang yeoja. Senyum yeoja itu mirip eunyoo” Gumam baekhyun.

“Itu bukan jawaban yang tepat, ais kenapa kau selalu merubah mood ku, aku pergi, ada pemotretan” Suho pergi meninggalkan baekhyun.

Beginilah sekarang hidupnya, dia selalu di tinggalkan oleh orang2 yang dia sayangi, mungkin ia pantas mendapatkan itu semua.

****

“Katanya sekarang bos baru akan datang” Ujar hyeri pada keempat temannya yang sedang menyantap sarapan di kantin kantor.

“Benar aku dengar dia masih muda dan tampan, sayang sekali di usianya yang muda dia sudah menjadi duda” Ujar naeri membuat ke tiga yeoja itu menatapnya.

“Wae apa dia bercerai dengan istrinya? ” Tanya minju penasaran

“Aniya, 3 tahun lalu istri dan anaknya yang masih berumur 1 tahun kecelakaan dan meninggal” Jelas naeri membuat mereka mengangguk paham.

‘Diharapkan untuk semua staf berkumpul di lobi’

Terdengar suara yang menggema di seluruh ruangan kantor, membuat semua orang bergegas menuju lobi, termasuk ke empat yeoja itu.

“Ya nona resepsionis cepat kenapa kau masih duduk di situ” Ujar hyeri pada yunhee

“Ais akukan belum selesai sarapan”

Kesal yunhee dan segera bangkit dari tempat duduknya. Mereka berdua berjalan menuju lobi. Semua orang sudah berada di lobi untuk menyambut bos baru datang.

“Apa aku sudah cantik?” Tanya hyeri dengan merapikan tatanan rambutnya.

“Kau sudah cantik nona sekretaris” Ujar yunhee membuat hyeri tersipu malu.

“Kau juga sangat cantik nona resepsionis,apa lagi riasan di wajahmu” Seketika ke tiga yeoja itu tertawa senang.

“Yak pokoknya nanti aku tidak mau di dandani oleh kalian lagi” yunhee mengkerucutkan bibirnya namun hanya di tanggapi dengan tawa oleh ke tiga sahabatnya itu.

“Dia datang, dia datang”

Seorang namja turun dari mobil mewahnya, semua mata tertuju padanya, tatapan kagum dan memuja terlihat jelas di wajah semua orang yang ada di sana terutama kaum wanita.

“Ais kenapa di saat seperti ini aku ingin pipis, naeri aku ke toilet dulu eoh” Ujar yunhee namun hanya di tanggapi anggukan oleh naeri.

Dia masih terpana melihat ketampanan baekhyun. Yunhee hanya mendengus dan berlari kecil menuju toilet.

“Apa acara pembukaannya sudah selesai? ” Tanya yunhee pada naeri.

“Ya sekitar 15 menit yang lalu, sebenarnya kau kemana saja eoh? Kenapa tidak bilang padaku kalau kau mau pergi”

“Aku tadi ke toilet, aku sudah bilang padamu, kau juga mengangguk dengan wajah bodohmu itu, cihh benar2 menyebalkan”

“Jinjja? Bos baru kita sangat tampan, kau juga pasti terpesona kan? “

“Terpesona apanya, lihat wajahnya saja tidak”

“Mwo kau tidak lihat wajahnya? Bagaimana bisa? “

“Kaki-kaki panjang itu menghalangiku”

“Hahaha dasar yeoja pendek, padahal kau sudah pakai higheel, hahaha” Naeri tertawa mengejek.

“Yak berhentilah tertawa itu tidak lucu” Namun naeri tidak mendengarkan yunhee, dia terus tertawa.

“Terserah kau saja, tertawalah sampai perutmu kram, ais menyebalkan”

“Maaf nona boleh kah aku bertanya?”Tanya seorang namja membuat naeri berhenti tertawa, kedua nya terdiam.

“Ne, apa ada yang bisa kami bantu tuan? ” Tanya yunhee sopan.

“Apa baekhyun sudah datang? “

“Nde? “

“Ah magsudku ceo baru kalian sudah datang?”

“Ah iya sekitar 20 menit yang lalu”

“Baiklah terima kasih nona…. Kim Yunhee”

Ujar namja itu dengan melihat tag name yang melekat di baju yunhee,lalu mengedipkan sebelah matanya. Yunhee tersenyum dan sedikit membungkuk.

“Kenapa hari ini aku banyak bertemu dengan namja tampan, apa ini hari namja tampan sekorea” Ujar naeri terpesona dengan ketampanan namja tadi.

“Cihh dasar berlebihan”.

****

“Wah sekarang kau tambah tampan, tapi tetap lebih tampan aku, hahaha” Ujar chanyeol membanggakan diri membuat baekhyun, D.O, kai ikut tertawa.

“Ternyata kau masih membawa happy virus” Ujar baekhyun dengan tersenyum.

“Tentu saja, bukan hanya membawa happy virus aku juga terkenal dengan ketampananku”

“Ngomong-ngomong dimana sehun dan suho hyung kenapa mereka belum datang” Tanya kai membuat mereka ngeh dengan tidak adanya ke dua personil itu.

“Aku disini hyung” Tiba-tiba sehun masuk ke ruangan baekhyun dengan senyum mengembang.

“Hyung bogoshipo” Sehun memeluk baekhyun.

“Ya lepaskan, aku masih normal tahu” Baekhyun melepas pelukan sehun dengan paksa. Sehun hanya nyengir.

“Ada apa dengan maknae kita, senyum-senyum sendiri, apa kau sudah sinting? ” Tanya chanyeol dengan ekspresi ngeri.

“Tadi di lobi aku bertemu dengan yeoja cantik, dan kalian semua awas jangan coba mendekatinya, dia sudah ku beri tanda bahwa dia milikku” Sehun mengancam pada hyung-hyungnya, mereka hanya bengong.

“Memang kau tandai yeoja itu dengan apa? Dengan bibir gatal mu itu? Hahaha”

Ujar chanyeol membuat semua ikut tertawa mendengar ucapan nya. Kecuali sehun, dia masih tersenyum layaknya orang gila.

“Aku menandainya dengan stempel yang ada di hatiku” Keadaan menjadi hening.

“Hello everybody gu.. A.. S..” Teriak suho terputus-putus saat masuk ke ruangan baekhyun, karena melihat ekpresi semua orang yang diam kecuali sehun.

“Ya, ya, ya ada apa ini, apa kalian sedang bicarakanku, eoh? Aku ini memang tampan, tapi kalian tidak perlu membicarakanku di belakang” Ujar suho heboh.

“Dan ada apa dengan sehun, kenapa hanya dia yang ceria? Seperti habis lihat yeoja cantik saja”

“Hyung dari mana kau tahu? Apa kau melihatku mengobrol dengannya? Awas kalau hyung mendekatinya” Ancam sehun membuat suho mengangakan mulutnya tidak percaya.

“Kalau hyung mendekatinya, aku akan bilang pada manajemmu supaya kau tidak di beri pekerjaan” Sambung sehun.

“Memang siapa yeoja itu sampai kau berani mengancamku. Harusnya kau bilang, hyung sudah lama kita tidak bertemu, kenapa kau bertambah tampan, ais bocah tengik ini”

“Memang siapa yeoja itu? ” Tanya kai penasaran.

“Namanya kim yunhee, dia resepsionis tercantik yang pernah aku lihat”

“Mwo kim yunhee? Resepsionis, di lobi bawah?”  Tanya D.O dengan kaget

“Ne kau mengenalnya hyung” Sehun antusias “Tentu saja, dia temanku saat di highschool dan sahabat yeojachinguku”

“Jinjja? Itu sangat bagus”

“Tidak itu tidak bagus untukmu, karena aku tidak mau temanku kau permainkan” Ujar D.O santai, sontak membuat mereka tertawa.

“Hahahha dengarkan itu napeun namja hahaha” Mereka tertawa puas, sedangkan sehun mengkerucutkan bibir nya kesal.

“Ais jinjja!!”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s