[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] min pigaínete 


[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] min pigaínete – MelFanfan
Jongin, Jongdae & OC |sad| G |

.

.

.

.

.

.

“Jongin-ah, apa kau baik?”

Aku menoleh pada sumber suara, Jongdae hyung menatap ku dengan pandangan yang sulit diartikan. Aku mengangguk, aku melihatnya mendekat ke arahku.

“Jongin-ah, kau tahu bahwa eomma sayang pada kita kan?”

“Waeyo, hyung? Apa yang terjadi pada eomma?”

“Eomma, su-sudah tiada, Jongin-ah. Hyung- maafkan hyung Jongin”

Aku menegang mendengar apa yang dikatakan Jongdae hyung, aku terkejut, sedih dan berantakan. Aku terduduk lemas dilantai, air mata yang entah sejak kapan sudah meluncur indah dari pelupuk mataku, membasahi wajahku dengan tidak sopannya. Aku melihat hyung yang sama dengan ku, hyung menangis dengan diam, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

“Jongin-ah, ayo kita lihat eomma untuk terakhir kalinya”

“Hyung, ini tidak lucu kau tau, eo-eomma tidak akan meninggalkan ki-kita kan?” Jongdae hyung terdiam di tempatnya, aku mendekat pada Jongdae hyung, menarik kerah baju yang ia pakai

“JAWAB AKU HYUNG! KATAKAN PADAKU BAHWA EOMMA BAIK-BAIK SAJA”

Jongdae hyung masih terdiam, aku memeluknya dan menangis sejadi-jadinya. Aku hancur, hanya eomma dan Jongdae hyung yang mengerti tentang keadaan ku. Hanya eomma yeoja yang aku jaga dan aku sayangi. Aku melampiaskan segalanya pada Jongdae hyung.

“Jongin-ah, bersiap kita akan melihat eomma, jangan sampai eomma meliat kau menangis. Eomma pasti sedih melihat mu menangis nae dongsaeng” aku menatap Jongdae hyung, segera saja aku bersiap meskipun aku tak tahu apa aku sanggup untuk bertemu dengan eomma atau tidak.

.

.

Disinilah aku, aku bisa melihat eomma yang terbarimg lemah di dalam tempat peristirahatannya. Aku mendekat, melirik jogdae hyung yang masih setia menemaniku. Aku terdiam di depan jasad eomma, aku memegang tangan eomma yang sudah mendingin, kehangatan dari tangan itu seakan pudar, tangan yang senan tiasa menemani hari hari ku dengan Jongdae hyung. Air mata sialan ini turun lagi, aku membiarkan air mata itu turun. Aku menangis lagi, Jongdae hyung pun sama.

“Hyung, apa yang akan kita laukan tanpa eomma?”

“Jongin-ah, kau tahu kan bahwa eomma sangat menyayangi kita? Maka jadi lah apa yang inginkan, jangan pernah berubah hanya karena seseorang yang kita sayangi telah pergi. Eomma hanya ingin kita menjadi seseorang yang membantu orang lain. Raihlah cita-citamu Jongin-ah, hyung mendukungmu”

“Hyung, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan tanpa eomma. aku hancur,  hanya eomma yang kita punya dan sekarang eomma pergi meninggalkan kita. Dan si brengsek itu dengan tidak tahu  malunya menganbil apa yang menjadi hak kita. Hingga akhirnya eomma sakit pun gara-gara si brengsek itu”

“Jongin-ah, temui appa dan ambil apa yang menjadi hak kita. Hyung berada di belakangmu”

“Berhenti menyebutnya appa, hyung. Tidak ada seorang appa yang dengan tega meninggalkan istri dan kedua anaknya, bahkan hingga mengambil alih perusahaan. Orang brengsek itu bahkan hampir membunuh eomma”

Jongdae hyung tersenyum, aku menatapnya dengan heran. Gummy smile-nya terlihat sama seperti eomma. Jongdae hyung masih setia tersenyum, hingga akhirnya berbicara

“Eomma tidak pernah mendidik kita seperti itu Jongin, lagi pula perusahaan itu akan kembali pada kita. Eomma hanya ingin kita hidup bahagia dengan apa yang kita punya. Bukan seperti orang yang mencuri apa yang menjadi hak milik orang lain. Eomma maupun aku percaya bahwa kita akan mendapatkan kembali hak yang menjadi milik kita, hanya tunggu waktunya saja”

“Hyung, apa yang eomma inginkan sebelum meninggal? Aku akan melakukannya untuk eomma”

“Kau yakin?” Jongdae hyung terkejut dengan apa yang ku katakan, memang hanya Jongdae hyung yang dekat dengan eomma karena aku harus pergi kuliah dan sering kali pulang larut malam.

“Tentu saja, memang apa yang eomma inginkan hyung?”

“Jadilah dirimu sendiri Jongin-ah. Jangan pernah memaksa kehendakmu, bahkan eomma pun menyerah karena eomma memang tidak sanggup”

“Hyung beritahu aku. Aku memaksa”

“Eomma hanya ingin kembali bersama appa. Melihat kita tumbuh menjadi anak yang membanggakan, eomma hanya menginginkan itu. Dan karena penyakitnya semakin ganas, eomma berhenti dan hanya bisa terus berdoa dan berharap. Cukup jadi apa yang kau mau Jongin-ah”

Aku terdiam ketika sesuatu menghantam kepalaku, semua menjadi gelap dan aku tidak bisa merasakan apapun. Aku merasakan air menerpa wajahku, entah air apa. Aku mengerjap dan melihat Jongdae hyung dengan air ditangannya. Aku bangun dan ditertawakan oleh Jongdae hyung. Aku melihat sekelilingku, ini kamar ku.

“Hahahaha, Jongin-ah seharusnya kau lihat wajah idiot mu tadi” Jongdae hyung dengan setia mentertawakan ku

“Jongin, Jongdae, cepat turun. Eomma sudah membuatkan sarapan. Jangan lupa sikat gigimu Jongin”

“Ne, eomma. Yak! Jongin, wae? Jangan melamun, cepatla jika kau tidak ingin kehabisan masakan eomma. Eomma membuat ayam goring kau tahu”

Aku mengerjap, tadi adalah mimpi. Aku langsung keluar dari kamarku dan memeluk eomma yang sedang menyiapkan sarapan. Eomma terkejut karena aku tiba-tiba memeluknya.

“Waeyo, Jongin?” eomma mengelus rambutku, memberikan kehangatan seorang ibu.

“Jangan tinggalkan Jongin, eomma. Jongin takut eomma pergi”

“Pergi? Pergi kemana Jongin-ah? Kau ini, yang seharusnya pergi adala kau. Jadwalmu kuliah ingat?”

“Bisakah Jongin bolos, eomma? Jongin ingin menghabiskan waktu bersama eomma dan hyung”

“Eiy, mana bisa Jongin. Kau tahu mencari uang itu tidak mudah, jadi lebih baik lepaskan pelukanmu pada eomma ku dan segera lah enyah”

Aku mendelik pada Jongdae hyung yang seenaknya bicara. Aku melihat eomma tertawa, aku tersenyum setidaknya aku masih bisa melihat eomma.

“Cepat sarapan Jongin-ah. Hyung akan yang antar” aaku tersenyum kepada Jongdae hyung

“Walaupun itu mimpi, aku tidak ingin kehilangan mu, eomma” batinku

.

.

.

.

FIN

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s