[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] The Guardian 

[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] The Guardian – widiadalahsaya

Kyungsoo, Nana, Sehun │Family, Romance, Comedy │PG15

“Mengapa kau tiba-tiba membicarakannya? Aku tidak suka dia.”
Nana menghela napas lalu mencomot potongan apel yang baru saja Kyungsoo letakkan di piring plastik kecil.
“Ya, aku penasaran bagaimana pendapat oppa mengenai Sehun.”
Kyungsoo menatap Nana dengan tajam, “Kau tahu aku tidak suka padanya. Dia itu menyebalkan. Apalagi anjing jeleknya itu.” Kyungsoo kembali meletakkan potongan apel di piring dan Nana kembali mencomotnya.
“Tapi, oppa, aku –––.”
“–– jangan bilang kalian pacaran tanpa sepengetahuanku?” tebak Kyungsoo sejurus kemudian. Nana sampai tersedak dan buru-buru mencari air putih.
“Jadi benar kalian pacaran?” Kyungsoo tampak tidak suka. Sorot mata Kyungsoo semakin tajam saja. Nana sampai menciut dibuatnya.
“Nana, kau dengarkan aku, Sehun itu payah. Aku tidak yakin dia bisa menjagamu dengan baik. Aku saja tidak ingin kau berteman terlalu akrab dengannya, apalagi sampai pacaran. Pokoknya kalau kalian memang pacaran, sebaiknya cepat putus saja.” Kyungsoo berbicara panjang lebar. Membuat obsidian kembar Nana berputar penuh.
“Oppa, tapi––––.”
“––– tidak ada tapi. Putuskan dia. Ini perintah.” Kyungsoo terkejut waktu melihat piring plastik yang sedari tadi ia isi dengan potongan apel, sama sekali tidak ada sisa potongan apel. Semua sudah amblas oleh Nana. Dan sekarang Nana malah merajuk dan melenggang pergi meninggalkan ruang makan.
“Kau harus putuskan dia secepatnya!” pekik Kyungsoo mengiringi langkah kaki Nana yang berjalan menaiki anak tangga.
@#@#@
Sehun melepaskan topi dan masker yang membungkus rapi wajahnya. Ia menyibakkan rambutnya yang tercium wangi.
“Sampai kapan aku harus seperti ini. Ingin kencan saja susahnya setengah mati.” Sehun mengatur napas.
“Maaf.” Nana meminta maaf, karena oppa-nya terlalu protektif, mereka jadi tidak bisa menikmati hubungan pacaran dengan tenang. Ingin kencan saja harus sembunyi-sembunyi, kalau bisa di tempat yang jauh agar tidak sampai bertemu Kyungsoo.
“Kalau aku tidak benar-benar mencintaimu, aku tidak akan mau berlama-lama seperti ini. Cinta memang butuh perjuangan. Rasanya berjuang itu lelah tapi menantang juga, kan?” Sehun berkata panjang lebar, sudah meniru-niru Dilan.
“Kau yakin Kyungsoo hyung tidak akan menemukan kita di sini?” tanya Sehun penuh selidik sambil menoleh ke sekitar. Cafe yang terletak di dekat perbatasan Seoul.
“Berdoa saja.” Nana tidak begitu yakin karena Kyungsoo punya insting yang sangat kuat dan seketika bisa menemukan keberadaannya.
“Aku sudah membawakan clutch bag yang sama persis dengan milik Kyungsoo hyung.”
“Bagus. Sekarang kau harus berlatih untuk meminta maaf pada oppa.”
“Bagaimana aku harus mulai? Aku benar-benar takut dengan Kyungsoo hyung. Apa aku akan baik-baik saja? Aku tidak yakin dia akan memberikanku kesempatan untuk bicara. Pasti aku sudah dilempar dengan sepatunya.”
Nana menghela napas, “Akan kuajarkan. Kau harus perhatikan baik-baik supaya sepatu oppa-ku tidak melayang ke wajahmu.”
@#@#@
“Oppa, kau tidak ke mana-mana kan hari ini?” tanya Nana ketika Kyungsoo sedang mengoles selai kacang pada roti tawarnya. Gelengan Kyungsoo menjadi jawaban. Kyungsoo rupanya tidak berhenti pada gelengan, tetapi disertai tatapan tajam. Kyungsoo sudah curiga sedari tadi dengan gelagat adiknya.
“Ada apa? Kau menyembunyikan sesuatu?” tanya Kyungsoo penuh selidik.
“Ah, tidak. Tidak ada kok.” Nana nyengir.
“Kau pasti berbohong. Terlihat dari wajahmu. Pasti ada yang ingin kau katakan. Apa itu?” Kyungsoo terus mengejar kejujuran adiknya.
“Tapi tolong jangan marah.”
“Tergantung. Kalau memang aku harus marah, kenapa tidak boleh?” sahut Kyungsoo.
“Ini soal Sehun. Dia mau ke sini sebentar lagi.”
Mata Kyungsoo menajam saat Nana mengucapkan nama Sehun. Pada saat yang bersamaan, bel rumah berbunyi. Nana kalah cepat dari Kyungsoo. Kyungsoo langsung meletakkan roti yang baru saja ia beri selai dan bergegas menghampiri pintu depan.
“Sehun, kumohon jangan melakukan kesalahan.” gumam Nana lalu berjalan menyusul.
Ternyata benar, itu Sehun.
“Mau apa kau?” hardik Kyungsoo.
“Hyung, aku kemari ingin minta maaf. Ini aku bawakah clutch bag sama persis dengan milik hyung yang pernah dicabik-cabik Vivi.”
Kyungsoo tersenyum sinis, “Aku tidak butuh benda itu.”
Sehun menelan ludah, “Lalu bagaimana agar hyung bisa memaafkanku? Aku benar-benar minta maaf.”
“Aku tidak masalah dengan clutch bag-ku yang dicabik-cabik anjing jelekmu. Aku hanya tidak habis pikir, kau lari begitu saja setelah peliharaanmu merusak tasku. Seharusnya kau minta maaf dulu waktu itu. Kalau waktu itu kau langsung minta maaf, aku pasti tidak akan sebenci ini. Kau harus jantan. Kau ini laki-laki kan.”
Sehun menunduk lesu. Ia sudah menduga akan diceramahi. Memang, Sehun belum pernah berbincang dengan Kyungsoo sebelumnya. Sehun hanya melihat dari jauh saja dan menurutnya Kyungsoo menyeramkan. Apalagi caranya menatap. Seperti elang ingin menangkap anak ayam.
“Waktu itu aku benar-benar takut padamu, hyung… Makanya aku lari.”
“Kenapa takut denganku? Memangnya aku hantu?”
Sehun menggeleng, “Kumohon, terima maafku, hyung.” Sehun pun bersujud tepat di ujung kaki Kyungsoo. Kyungsoo pun merasa risih.
“Bangunlah. Hentikan kebodohanmu itu. Iya, kau kumaafkan. Lain kali, bersikaplah jantan. Meminta maaf itu wajib kau lakukan jika memang kau salah. Kau harus ingat itu.”
Sehun pun berdiri kembali, “Jadi, hyung memaafkanku?” Sehun sumringah.
Kyungsoo mengangguk.
“Dan itu artinya, aku dan Nana tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi jika akan kencan kan, hyung?”
Kyungsoo langsung menatap Nana tajam. “Kau bilang kau tidak pacaran dengannya kan?” tanya Kyungsoo sambil menunjuk Sehun. Nana nyengir.
“Bagaimana, hyung? Boleh, kan?”
“Tidak boleh. Tunggu sampai mood-ku baik dulu, baru akan kuizinkan.” jawab Kyungsoo kemudian.
SELESAI

One thought on “[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] The Guardian ”

  1. Kasihan sehun,nunggu mood kyungsoo reda, emangnya tau sampe kapan…hehehe..gara2 anjing jadi kesel ama pemiliknya..,apes banget sehun.sabar ya sehun..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s