[Chapter 1] Romantic Song

1--.jpgTittle : Romantic Song

Author : hyera88

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Taeyeon, Jung Eunji

Other Cast : Park Jiyeon, Yoo Seungho

Lenght : Chaptered

Rating : T

Genre : Romance, friendship, school life.

***

Baekhyun dan semua alur yang ada disini adalah milikku. Sisahnya milik Tuhan. Sebagai penulis newbie, sangat dibutuhkan semua pemikiran kalian tentang ff ini agar bisa buat ff yang lebih berbobot. Tapi yang terakhir adalah terima kasih sudah mau membuang waktu kalian untuk membaca ini. Disarankan membaca dengan menikmati berondong manis /? XOXO :*

***

Baekhyun tampak tergesa-gesa. Ia mengambil tasnya yang terletak diatas kursinya. Ia keluar dari kamar dan menuju dapur. Ia mencari ibunya.

 

“Eomma, mengapa kau tidak membangunkanku?!” protes Baekhyun kepada ibunya itu.

 

“Dasar anak ini,” ucap ibunya sambil memukul pelan bahu Baekhyun, “Aku sudah membangunkanmu! Tapi kelihatannya kau lelah sekali..” lanjut ibunya

 

“Ah, eomma! Aku sudah terlambat. Aku pergi dulu! Dah, eomma, saranghae!” ucap Baekhyun lalu keluar.

 

“Ya! Baekhyun-ah, makanlah dulu setidaknya sedikit!” panggil ibunya.

 

“Aku tidak ada waktu eomma! Siapkan saja makan malam yang double untukku!” jawab Baekhyun. Ibu Baekhyun sedikit kesal dan khawatir melihat kelakuan anaknya itu.

 

***

 

Eunji bersandar di depan kelasnya. Ia menatap tanpa berkedip ke arah gerbang. Menunggu temannya yang tampaknya akan datang terlambat. Eunji melihat jam ditangannya. Sekitar lima menit lagi bel masuk akan berbunyi. Tapi, orang itu belum juga datang.

 

“Hah..” Eunji membuang napasnya berat. Ia kesal karena orang itu tidak menepati janjinya. Tak lama setelah itu. Orang yang ia tunggu datang  juga.

 

“Dasar. Bacon bodoh..” gerutunya pelan.

 

Eunji adalah seorang siswa tahun pertama di SMA. Sedangkan Baekhyun, sebenarnya kakak kelas Eunji. Ia berada setahun diatas Eunji. Tapi karena mereka selalu bersama sejak kecil, Eunji jadi memanggilnya nama. Tidak dengan ‘Sunbae’ atau ‘Oppa’.

 

“Eunji-ah, apa yang sedang kau lakukan? Kau tidak mendengar bel tadi?” tegur seorang pria yang berada di belakang Eunji.

 

“Ah, Seunghoo-ah, aku akan masuk setelah bertemu seseorang..” ucap Eunji. Seunghoo adalah ketua kelasnya Eunji.

 

“Menemui Baekhyun Sunbae? Bukankah kau bisa menemuinya nanti? Atau kau ingin mendapatkan poin?” ancam Seunghoo.

 

“Ah, ya, ya, baiklah. Ketua kelas. Aku akan masuk.” Ucap Eunji dengan menekankan kata ‘Ketua Kelas’. Eunji berjalan ke dalam kelasnya. Ia duduk di tempatnya. Ia menunggu Baekhyun melalui kaca. Tak lama setelah itu, Baekhyun lewat. Ia melihat ke arah kelasnya Eunji. Ia memberi tatapan ‘mengapa-kau-tidak-menungguku?!’. Eunji memberi isyarat menggunakan mata ‘mengapa-kau-lama-sekali-datangnya?-aku-diancam!’.

 

Baekhyun mengeluarkan ponselnya. Ia tampak mengetik sebuah pesan. Setelah ia menatapa Eunji sekali lagi, ia kembali berjalan. Eunji merasakan getaran dari ponselnya. Ia melihat sebuah pesan.

 

Fr: ㅂㅊㄴ (Bacon)

Tunggu aku ketika jam makan siang. Ada sesuatu yang ingin aku beritahu kepadamu.

 

Eunji membaca pesan itu dengan malas. Ia tak habis pikir, mengapa sahabatnya memiliki kelakuan seperti seorang wanita?! Baekhyun jauh lebih cerewet dari Eunji. Itu membuat beberapa orang yang melihat mereka berpikir bahwa, gender mereka tertukar.

 

To: ㅂㅊㄴ (Bacon)

Tentang Eonnie?

 

Balas Eunji yang seakan telah mengetahui pikiran sahabatnya itu. Baekhyun menatap Eunji dengan tatapan yang sulit diartikan. Baekhyun akhirnya meninggalkan kelas Eunji ketika seorang guru datang menegurnya dan menyuruhnya pergi ke kelas yang seharusnya.

 

***

 

Jam makan siang akhirnya tiba. Semua siswa berhamburan keluar. Begitu juga dengan Eunji. Ia menunggu Baekhyun di depan kelasnya seperti biasa. Ia melihat sekilas ponselnya itu. Ia melihat ada notifikasi di percapan grup gadis sekolah. Eunji tidak terlalu tertarik dengan apa yang terjadi di grup itu. Tapi hari ini, sepertinya Eunji akan membacanya, sambil menunggu Baekhyun datang.

 

Ia melihat ponselnya itu. Ia sedikit tertawa ketika membaca isi grupnya itu.

 

Duckyie: [Sent a Pict]

Duckyie: Bukankah dia terlihat tampan? Siswa baru tahun kedua!

Yoo Ina: Mengapa ia terlihat sangat tampan?!

Yong: Dia tinggi sekali..

Yoo Ina: Badannya.. Aku rasa aku akan menjadi fansnya!

Park Yoon: Aku masih tetap pada Baekhyun sunbae..

Yong: Aku juga.. Aku tak terlalu suka pada pria tinggi..

Park Yoon: Jadi kau mengatakan bahwa Baekhyun sunbae itu pendek?!

Duckuie: Kalian berhentilah!

 

Eunji tertawa melihat percakapan yang baru saja ia baca. Ia menyadari sesuatu. Ini sudah sangat lama ia menunggu Baekhyun. Koridor pun telah semakin sepi. Ini aneh. Baekhyun juga tidak memberikan pesan atau menelponnya. Hal ini sedikit membuat Eunji khawatir. Ia memberikan pesan kepada Baekhyun.

 

To: ㅂㅊㄴ (Bacon)

Kau dimana?

 

Setelah itu, ia masuk kelas. Ia melihat ponselnya terus-terusan menunggu jawaban dari Baekhyun. Ia semakin khawatir karena tidak mendapatkan jawaban dari Baekhyun. Hingga akhirnya ada seseorang yang datang. Eunji dengan cepat melihat ke arah pintu dan penuh harap. Ia sangat berharap yg berada di depan pintu itu adalah Baekhyun. Ia melihat ke arah pintu. Ia sangat kecewa karena tidak mendapati Baekhyun. Tapi ia malah melihat ketua kelasnya, Seungho.

 

“Kau tidak keluar?” tanya Seungho yang berjalan ke arah lokernya.

 

“Mungkin nanti..” ucap Eunji.

 

“Kau menunggu Baekhyun Sunbae lagi?” tanyanya tanpa menoleh dan fokus kepada lokernya.

 

“Seperti itulah.. Biasanya ia akan datang..” ucap Eunji yang merasa sedikit canggung.

 

“Baekhyun Sunbae..” ucap Seungho, “Ia berada di UKS sekarang..” lanjutnya.

 

“Apa?” tanya Eunji yang terkejut. Tanpa basa-basi ia langsung melangkah keluar kelas dan menuju UKS.

 

Eunji berlari ke arah pusat kesehatan di sekolahnya. Perasaannya bingung, pikirannya tak menentu. Apa yang Seungho katakan padanya tadi benar-benar berhasil membuatnya shock. Ia tak lagi memikirkan siswa yang ia tabrak. Pikirannya sekarang sedang tertuju kepada Baekhyun. Baginya, Baekhyun adalah benda berharga setelah ibu, ayah, dan adiknya. Begitu juga dengan Baekhyun.

 

Akhirnya ia sampai di tempat yang ia tuju. Ia langsung membuka pintu yang terdapat di depan matanya itu. Ia langsung mencari Baekhyun. Ia langsung menuju tempat Baekhyun berbaring. Setelah ia mendapati Baekhyun, ia memandangi Baekhyun. Ia melihat kaki kiri Baekhyun yang di perban. Baekhyun melihat Eunji dengan heran.

 

“Eunji-ah?” ucap Baekhyun.

 

“Ya! Bagaimana kau bisa seperti ini! Mengapa kau begitu ceroboh! Mengapa kau tak menghubungiku! Apakah kau tahu seberapa khawatirnya aku!” omel Eunji. Baekhyun tertawa melihat tingkah Eunji ini. “Apa? Kau tertawa? Ya, apa yang kau tertawakan!” tambah Eunji ketika melihat reaksi Baekhyun.

 

“Apa kau begitu khawatir?” tanya Baekhyun sedikit menggoda.

 

“Apa kau makin gila?” ucap Eunji sedikit kesal. Eunji duduk di kasur yang berada di sebelah tempat tidur Baekhyun. Ia melihat kaki Baekhyun yang di perban. “Bagaimana kau bisa seceroboh ini..” ucap Eunji.

 

“Sudahlah, tak usah dipikirkan lagi. Lagian, aku senang berada disini, aku tak harus menghadiri kelas matematika.” Ucap Baekhyun lalu tersenyum.

 

“Lalu, apa yang kau ingin katakan?” tanya Eunji. “Apa tentang Taeyeon eonni?”

 

“Apa? Mengapa aku harus membicarakan wanita itu..” ucap Baekhyun.

 

“Kau selalu membicarakannya.” Jawab Eunji enteng.

 

“Aku pasti sedang gila jika membicarakannya..” jawab Baekhyun.

 

“Jadi, apa yang ingin kau katakan?” tanya Eunji.

 

“Sesuatu yang akan membuatmu terkejut. Dan kau akan senang..” ucap Baekhyun.

 

Eunji tampak sedikit berpikir dan mengira-ngira apa. Sampai akhirnya ada seorang wanita masuk kedalam ruangan itu, “Apa yang sedang kau lakukan? Apakah kau tidak mendengar bel?” tanya wanita itu.

 

“Ah, Perawat Han, maafkan aku. Aku akan ke kelas sekarang.” Ucap Eunji lalu berdiri dan keluar dari ruangan itu.

 

***

 

Bel sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu.  Tapi Eunji belum juga berada di dalam kelas. Mata Seungho tak bisa lepas dari bangku Eunji. Park Jiyeon, teman sebangku Eunji, melihat Seungho sekilas. Ia melihat Seungho dari tadi yang terus menatap kursi Eunji sedari tadi. Jiyeon juga melihat ke arah jam.

 

Guru Yo sedang menerangkan pelajaran didepan. Tiba-tiba seseorang membuka pintu. Semua kelas melihat ke arah pintu, termasuk Guru Yo.

 

“Jung Eunji, darimana saja kau? Apa kau sedang mencoba bolos?” tanya Guru Yo.

 

“Maafkan aku.. aku tadi menjenguk temanku di UKS.” Ucap Eunji sedikit gugup.

 

“Apakah temanmu itu baru saja di tabrak kereta?” tanya Guru Yo membuat kelas terdengar suara gelak tawa kecil.

 

“Maafkan aku.” Ucap Eunji lagi lalu membungkukkan badannya 90 derajat,

 

“Duduklah, setelah pelajaran berakhir, temui aku.” Ucap Guru Yo.

 

“Ne..” ucap Eunji lalu duduk ditempatnya.

 

“Ya! Apa kau gila? Mengapa kau masuk terlambat sekali!” omel Jiyeon ketika Eunji baru saja duduk di tempatnya.

 

“Aku terlalu khawatir dengannya tadi..”

 

“Baekhyun Sunbae?”

 

Eunji melihat Jiyeon lalu mengangguk.

 

“Mengapa kau terlalu khawatir? Apa kau sebenarnya pacar Baekhyun sunbae?” tanya Jiyeon yang tampak serius.

 

Eunji mentapa Jiyeon malas. “Berapa kali aku harus katakan? Aku bukan pacarnya.” Tegas Eunji. Jiyeon yang mendengar itu menatap Eunji lalu memfokuskan kepada pelajaran didepan.

 

***

 

Seorang wanita tampak sedang memohon kepada seorang pria yang lebih tua darinya, di depan sebuah ruangan disebuah gedung.

 

Ahjussi! Aku mohon, kali ini! Aku akan membayarnya setelah festival itu selesai! Aku mohon ahjussi..” mohon wanita itu di depan pemilik yang bertanggung jawab atas ruangan itu.

 

“Taeyeon-ssi, mengapa kau selalu mengatakan festival terus? Belum tentu juga kau akan menang..” jawab pria itu.

 

Ahjussi.. apa kau tidak ingin membantuku? Ayolah ahjussi!” mohon Taeyeon lagi.

 

“Aish, kau ini Taeyeon, selalu saja seperti ini. Mengapa kau sangat ingin mengikuti festival itu? Belum tentu juga kau bisa menang.” Lanjut pria itu.

 

“Ya, ahjussi! Apa kau meragukan kemampuan kami?! Kau jahat sekali.” Ucap Taeyeon.

 

“Baiklah, aku jahat. Bayar sekarang atau pergi?” tanya pria itu.

 

Ahjussi.. mengapa kau seperti ini? Jebal ahjussi…”

 

“Baiklah, aku akan memaafkanmu lagi. Jadi, menanglah, jangan sampai kau menunda lagi.” ucap pria itu.

 

“Baiklah ahjussi! Kami akan membuktikan bahwa kami bisa!” ucap Taeyeon bersemangat.

 

“Aku pergi dulu.” ucap pria itu lagi.

 

“Baiklah, hati-hati ahjussi!”

 

Taeyeon memasuki ruangan itu. Ia duduk dibelakang sebuah piano. Ia melihat sebuah buku paranada yang lengkap dengan not dan lirik lagunya. Ia memandangi halaman itu dalam-dalam. Ia lalu tersenyum pahit. “Aku akan menunjukannya padamu. Aku pasti bisa.” Ucapnya lalu tersenyum lagi lebih percaya diri.

 

***

 

Bel keluar sudah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar.

 

“Kau mau ke ruang guru, kan?” tanya Jiyeon sebelum keluar kelas.

 

“Iya. Ah, aku pusing sekali.” Ucap Eunji.

 

“Eunji-ya, fighting!” ucap Jiyeon menyemangati.

 

Ne..” jawab Eunji seraya tersenyum.

 

“Aku pulang duluan, annyeong!” ucap Jiyeon lalu pergi.

 

Eunji mengangkat tasnya dengan malas. Ia melangkahkan kakinya keluar lalu ia menutup kelas. Eunji berjalan menuju ruang guru dengan sangat malas. Eunji akhirnya sampai diruang guru. Hanya ada beberapa guru yang tersisa. Salah satunya Guru Yo.

 

Eunji berada di samping meja Guru Yo. “Apa kau masih ingat kesalahanmu?” tanya Guru Yo.

 

Ne, Seonssaeng-nim.” Jawab Eunji.

 

“Kau harus membersihkan ruang olahraga selama satu minggu, dimulai besok.” Ucap Guru Yo.

 

Eunji sedikit terkejut mendengar hukumannya. Ruang olahraga terlalu besar. “Tapi, ssaem, tidakkah ruang olahraga itu terlalu luas?” tanya Eunji.

 

“Apa kau ingin hukumanmu ditambah?” tanya Guru Yo.

 

“Tidak, ssaem.” Jawab Eunji sedikit takut.

 

“Pergilah, aku juga ingin pulang.” Ucap Guru Yo.

 

Eunji membungkukkan badannya lalu ia keluar dengan sangat malas. Eunji melangkahkan kakinya ke gerbang sekolah. Ia melihat ponselnya yang bergetar. Itu adalah pesan dari Baekhyun.

 

Fr: ㅂㅊㄴ (Bacon)

Apa kau sudah selesai di marahi Guru Yo?Kekeke~ keluarlah, aku ada di mobil Baekbeom hyung.

 

Eunji melanjutkan langkahnya lagi. “Apa dia sedang mengejekku sekarang? Seharusnya tak usah kuberitahu masalah ini kepadanya.” omel Eunji ketika sedang berjalan. “Padahal aku dihukum karena dia!”.

 

***

 

Eunji memasuki mobil sedan hitam yang terparkir di depan gerbang sekolahnya. Ia melihat Baekhyun duduk di kursi belakang dengan kaki di luruskan memenuhi tempat duduk belakang. “Kau duduk di depan bersama Baekbeom hyung.” Ucap Baekhyun ketika melihat Eunji membuka pintu belakang.

 

Eunji menurut dan duduk di depan bersama kakaknya Baekhyun. “Mengapa mukamu lesu seperti itu Eunji-ah?” tanya Baekbeom ketika Eunji masuk ke dalam mobil. Baekbeom pun melajukan mobilnya.

 

“Seperti yang aku katakan ­hyung, ia dapat hukuman dari Guru Yo.” Jawab Baekhyun yang sedang meminkan ponselnya di belakang.

 

Oppa! Aku di hukum karena Baekhyun! Aku kesal sekali padanya!” omel Eunji.

 

“Ya! Bagaimana itu bisa menjadi salah ku!” protes Baekhyun.

 

“Andai saja kau menggunakan matamu untuk berjalan, kau tak akan masuk UKS dan aku takkan telat! Dasar Bacon bodoh!” omel Eunji lagi.

 

“Memangnya aku yang memintamu untuk menjengukku?! Kau datang sendiri bodoh!” jawab Baekhyun tak mau kalah.

 

“Lalu apa kau mau aku diam saja ketika melihat sahabatku jatuh, eoh!” lanjut Eunji yang menggebu-gebu.

 

Baekbeom hanya tertawa kecil melihat mereka bertengkar seperti ini.

 

Baekhyun terdiam. Ia tak dapat memikirkan kata yang bagus untuk membalas sahabatnya. Baekhyun menyandarkan punggungnya kembali. “Siapa yang memberi tahumu?” tanya Baekhyun yang mulai mereda. “Apakah Seungho?” tanyanya.

 

“Darimana kau tahu?” tanya Eunji yang sedang memainkan ponselnya.

 

“Aku bukan mengetahuinya, aku hanya menebak. Apa tebakanku benar?” ucap Baekhyun lalu tertawa kecil. “Yoo Seungho.. bocah itu.. bukankah dia menyukaimu?” tanya Baekhyun sedikit menggoda.

 

Eunji hanya diam tak peduli. Sejak mereka masih SMP, Baekhyun selalu mengatakan bahwa Seungho itu menyukai Eunji. Awalnya Eunji hiraukan, tapi semakin kesini semakin ia malas menghiraukan lelucon Baekhyun yang satu itu. Mobil yang membawa mereka bertiga pun akhirnya sampai di halaman rumah Baekhyun. Eunji dan Baekbeom telah diluar. Baekbeom membantu adiknya untuk berjalan menuju rumah, dengan Baekhyun memegang tongkat tentunya.

 

“Eomonim! Kami telah sampai!” ucap Eunji ketika ia membuka pintu, diikuti oleh Baekbeom dan Baekhyun di belakangnya.

 

“Ah, ne..” jawab seorang wanita di dalam sana.

 

Eunji, Baekhyun dan Baekbeom telah duduk di ruang tengah. Ibu Baekhyun keluar dengan menggunakan celemek, seperti sedang memasak.

 

Aigoo, bagaimana kau bisa seperti ini!? Mengapa kau ceroboh sekali Baekhyun-ah!” omel ibunya Baekhyun dengan memungkul ringan bahu Baekhyun.

 

“Ah, ya! Eomma! Mengapa kau senang sekali memukulku?! Aku sedang sakit..” ucap Baekhyun.

 

“Itu karna kau nakal! Aigoo..” jawab ibunya.

 

Eunji menyadari sesuatu. Ponselnya tertinggal di mobil. “Ah, Oppa, bisa kah aku meminjam kunci mobilmu sebentar? Ponselku tertinggal di mobil, aku harus mengambilnya.” Jelas Eunji.

 

“Perlu aku temani?” tanya Baekbeom ketika memberikan kunci mobil.

 

“Aku hanya ingin ke mobil ke depan rumah Oppa, bukan ke Pulau Jeju. Aku bisa sendiri.” Ucap Eunji lalu berdiri. Baekbeom hanya membalasnya dengan senyuman.

 

Eunji membuka mobil Baekbeom, lalu mengambil ponselnya. Ketika ia telah selesai menutup mobilnya, ia melihat seorang pria menggunakan seragam sekolahnya menekan bell rumah Baekhyun. ‘Teman Baekhyun?’, tanyanya. ‘Perlukah aku bertanya?’ batinnya lagi.

 

“Kau temannya Baekhyun?” tanya Eunji ketika ia mendekati lelaki itu.

 

“Ya, aku temannya Baekhyun.” Jawabnya, “Apa.. kau Jung Eunji?” tanyanya.

 

Eunji meliarkan matanya. “Kau mengenalku?” tanya Eunji. Iya, ia bingung. Eunji saja tak mengenal pria ini.

 

“Ah, ternyata benar. Itu sudah lama..” jawabnya lagi.

 

“Maafkan aku, tapi.. kau siapa?” tanya Eunji.

 

“Kau.. tidak mengingatku?”

 

***

 

HALLO!!!!

Ehehe.. akhirnya bisa muncul juga. Aku sebenernya udah kepikiran ff ini dari bulan Febuari, tapi baru kepikiran mau lanjut ya.. baru maret ini uhuhu.. maafkan jika ff masih sangat garing. Yha maklumlah.. ak masih author magang ngehee.. jangan lupa kasih saran dan kritik, yang sopan ya^^ dan juga, tolong kasih masukan ke poster buatanku yang jelek bgt ‘-‘ aku bingung soalnya mau di gimana in’-‘ oiya, ini mau dilanjut apa nggak? lanjut aja lah ya /maksa/ ngehe.. segini dulu ya?! Eiya, jgn jadi silent reader jsy~  XOXO!!

 

 

33 tanggapan untuk “[Chapter 1] Romantic Song”

    1. Hummm,gk sabar ni thor…
      Soalnya ada eunji’nya siii
      Palli palli thor…
      Jeball nee…
      Hyera88 semangatnya dtngkatin lagi yaa,kasian readersmu ini srasa dPHP thorr….

  1. Waw ada Baekhyun… Waw ada Taeyeon… Waw ada Baekyeon *plaak*
    Itu yg di depan rumah Baek sapa? Chanyeol? Yang jelas dia manusia.
    Next chap jangan lama lama, jangan sampe tahun depan apdetnya :v
    Fighting thor! 😀😀

  2. Lanjutin doong… Masa gak di lanjut? Pokoknya kalo Baek pemerannya harus di lanjutin. Hehehe….

    Baek bakal dipasangin sama sapa nih? Klo buat ff ini ko aq lebih sreg Baek sama Eunji ya? Mereka kocak sih, sering berantem pula.. Semoga aja mereka jatuh cinta di akhir cerita. Hehehehe….

  3. Lanjutt…… penasaran. Siapa itu yg bertamu ke rumah baekhyun dan mengenal eunji. Apakah teman masa kecil mreka yg terpisah???

  4. lanjut lanjut lanjuuuuuutttttt~
    kenapa feeling kalo itu chanyeol yah? Ah ntah lah hehe. Ditunggu kelanjutannya thor-nim!
    Hwaiting!

  5. kayaknya seru dehh.. pasangin baekhyun sma taeyeon dong…
    next yah.. jngan lama2 mumpung lgi nggak ulangan nih…fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s