[EXOFFI FACEBOOK] Hobby – Oneshot | Anggraeni

11133949_761415583975828_8462732586182054907_n

 

Hobby
Oneshoot
Death fic | gore | pscychology | mystery
Huang zi tao
Shin young as Monn Chae Won

Anggraeni | enihezain@facebook.com | @AnggraeniNo1

PG-13

“Yeah, this is My Hobby”

Happy Reading ^_^

“Oh my god!Apa yang kau bawa?”

“Hahaha ini kerangka katak. Hmm memang Cuma terlihat setengah dari kerangka bagian tubuhnya..”

“Buang itu!”

“Shireo!”

“Yongie-ya itu gebetanmu!”

Shin yong menoleh dengat cepat kearah yang dituju temannya, seketika ekspresi berubah menjadi sangat ceria. Matanya tak lepas dari namja berambut coklat keemasan. Sungguh! Yongie sangat menyukai mata tajam namja itu. Karena terpesonanya, ia tidak menyadari bahwa teman yongi sudah membuang kerangka kataknya itu.

***

Tao berjalan cepat dihalaman kampusnya yang saat ini terdapat banyak orang.Ia tidak menyangka bahwa akan ada banyak orang pada jam segini. Dan sebenarnya ia tidak suka keramaian.Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat saat salah seorang wanita berkacamata dan bernametag shin young menghampirinya. Tao berusaha untuk berbalik arah, namun gadis itu mencegat langkahnya.
Dan namja itupun menyerah menunggu apa yang akan diucapkan gadis itu.

“Huang zi tao..benar kan?” gadis itu mulai membuka suaranya.

Tao mengendurkan tali tasnya, agak ragu bicara dengan gadis aneh ini. Namun ia usahakan untuk tersenyum setulus mungkin.

“ne” kata tao singkat.

Saat mendengar tao bersuara, wajah yongie seketika berwarna merah padam. Jujur saja  ia baru merasakan yang namanya jatuh cinta. Dan ia merasa… cinta rasanya menggelitik?

“AsaaS#*@3I#”

Tao mengerutkan alisnya bingung. –apa yang diucapkan gadis ini?-pkirnya. Begitupun yongie. Ia tidak tahu kenapa yang  keluar adalah Bahasa alienya. Sekarang yongie benar-benar mengutuk dirinya. Berulang kali yongie berusaha untuk bicara, namun yang keluar tetap saja sama. Tao memutar matanya bosan, membuang waktu saja ia disana, tanpa pikir panjang dan juga permisi, tao melangkahkan kakinya menjauh dari gadis itu.

Shin young terdiam. Sekujur tubuhnya kaku, saat mendengar tao mengucapkan “kau menganggu”. Dengan susah payah ia menahan air matanya, dengan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, sampai-sampai darah segar keluar dari kulit merah bibirnya. Ia tidak peduli. Dan ia baru tahu, cinta itu menyakitkan.
Tetapi ia shin young. Tidak ada kata menyerah.

***

Shin young berlari cepat menghampiri meja kantin yang berada dipaling pojok. Dengan memo yang sengaja ia bawa, untuk keperluannya saat ini. Dengan wajah yang berseri-seri dan rasa percaya dirinya ia duduk tanpa permisi disamping sang penghuni meja.

Merasakan kehadiran seseorang tao menghentikan aktifitas memakan ramennya, dan menoleh kesamping kanan.Astaga, siallah tao hari ini. Kenapa ia bertemu dengan gadis pengganggu ini?

“Hai” sapa yongie memulai aksinya.

Tao hanya berdehem kecil lalu meminum air putihnya dengan kesal.Tiba-tiba selera makannya hilang.Yongie semakin mendekatkan jaraknya dengan tao, begitu pula tao yang semakin menjauh dari yongie.Sadar akan hal itu yongie menekuk wajahnya.
Tapi, ia ingat tujuannya kesini bukan untuk menangis ria.Ia kembali menyemangati dirinya.

“Tao boleh aku tahu semua tentangmu?”

Tao tersenyum sinis. Baru kali ini ada yeoja dikampus yang berani mendekatinya dan dengan terang-terangan menyukainya walau dengan cara yang berbeda. Selama ini ia terkenal aneh dikampusnya, tapi sekarang? Tao tersenyum sinis.

“tidak”

“aku tidak terima penolakan”

“jika begitu. Lebih baik kau pergi”

“tidak”

“aku tidak terima penolakan”

“jangan menyalin ucapanku!”

Tao kesal setengah mati pada yeoja ini.Ia bingung dengan cara apa lagi ia membuat yeoja itu menjauh darinya.Ia tidak mungkin mengandalkan nalurinya disaat seperti ini. Kecuali gadis ini benar-benar bersi keras terus mendekatinya. Tao tidak ada pilihan lain. Dengan cepat tao menyambar tasnya  dan sekali lagi ia meninggalkan gadis itu. Tao tahu gadis itu menangis, tapi memang seperti itulah tao.Tao yang dingin, aneh, dan terlihat kejam semua julukan itu tao menyukainya.
Dan ia merasa ingin memukul orang saat ini.

***

“AaAaaaakkhhh”

Suara jeritan memenuhi area perpustakaan yang baru saja dibuka.Dengan sekejap ribuan mata sudah berada diperpus dengan mengelilingi sesosok mayat yang keadaanya sangat mengenaskan. Kebetulan disana ada shin young dan temannya mereka membekap mulutnya tak percaya apa yang baru saja terjadi.
Sepanjang perjalanan menuju kelas shin young dan Robert teman yongie lebih banyak diam. Mereka masih sangat shock dengan apa yang baru saja mereka lihat.Apalagi youngie wajahnya terlihat sangat pucat.

“Aku dengar wanita itu bernama stevani. Ia salah satu penjaga perpustakaan yang sedang magang..”Robert telah bersuara.

“aku tahu…” shin young menatap lurus kedepan. Rasanya ia ingin pingsan saat itu juga.

“..ia teman ku..” lanjut yongie dengan suara serak.

Robert semakin menundukan kepalanya.Ia tidak pernah menyangka akan ada pembunuhan dikampus mereka.Dan pelakunya pun pastinya tidak jauh dari para penghuni kampus.Entah itu mahasiswa ataupun dosen.

Hingga kabar angin terhembus ditelinga shin young.

“tao… namja itu pasti dalang dari pembunuhan yang terjadi pada stevani” bisik salah seorang yeoja bermake up tebal.

“jangan sembarangan menuduh. Kasus  ini masih dalam penyelidikan” elak lelaki berkaca mata.

“hey! Jika ku sebut faktanya kalian akan terkejut. Saat aku pulang, aku tidak sengaja menangkap basah mereka berdua tengah berciuman di bilik perpustakaan…” ucap gadis bermake up tebal menggantung.

Tubuh shin young seketika bergetar hebat.Ia harus kuat, harus kuat. Dengan sabar ia melanjutkan untuk menguping dari balik jendela.

“hal itu terjadi sebelum kejadian!” tutup sang pemulai gossip.

“Apa kau yakin?”Tanya si lelaki memastikan.

“Hey! Aku berani bersumpah.Jika aku bicara seperti ini, berarti aku tidak berbohong.”

Deg
Jantung shin young berdetak sangat cepat. Sampai-samapai nafasnya terasa sesak. Dengan susah payah ia menopang tubuhnya dan berusaha untuk meluruskan kakinya. Dengan langkah yang gontai ia berjalan menuju tempat untuk menenangkan dirinya, yaitu lab biologi.

***

Semenjak beredar gosip miring tentangnya, tao memutuskan untuk off dari kuliahnya sementara waktu. Memang ia sudah mendapat panggilan dari sekolah, tapi ia tidak mempedulikannya. Ia hanya ingin sendiri… untuk saat ini, dan waktu seterusnya.Bisakah?

Tak jauh beda dengan tao, shin young sudah mengurung diri dirumah selamam seminggu. Robertpun tidak dapat menghubungi gadis itu. Bahkan rumah yongie terkunci dan semua  celah jendela tertutup rapat. Saat ini shin young ingin menjernihkan kepalanya dari semua masalah yang memenuhi pikirannya. Ia merasa akan menjadi gila tidak  lama ini. Dan ia perlu untuk mengambil keputusan yang terbaik sangat terbaik untuknya.

***

2 minggu berlalu Robert semakin khawatir. Dengan keberaniannya dan kenekatanya ia menghampiri rumah tao ditemani 2 orang teman lelakinya, untuk meminta bantuan dari orang yang menjadi penyebab shin young mengurung diri.

Tok
Tok
Berulang kali Robert mengetuk pintu tapi tidak ada yang menjawab. Sampai muncul persepsi bahwa tao adalah pembunuh stevani, cepat-cepat ia hilangkan prasangka itu.

“Robert kau yakin rumahnya ini?” Tanya brian.

“Yah, kurasa kita salah rumah. Ini seperti rumah tua..” sahut kembaran brian, beni.

“Gwaenchana..”

Krieeekk

Mereka bertiga membulatkan matanya saat pintu terbuka dan sekali lagi Robert harus melihat hal yang sangat menakutkan dihidupnya.Mayat seorang wanita bergaun merah tergeletak didepan pintu dengan luka tusukan dimana-mana.

Sore harinya polisi dan ambulans menghampiri rumah yang berada ditempat terpencil itu. Dan tentu Robert, brian dan juga beni ikut serta dalam pengevakuasian mayat wanita itu. Polisi berseragam lengkap memasuki rumah tao dengan hati-hati, dan dalam satu detik mereka menembaki rumah itu.Polisi yakin bahwa tao adalah psikopat yang selama ini mereka incar.Dan kemungkinan besar tao sudah melarikan diri saat Robert dan 2 orang temannya mengunjungi rumah miliknya.Tapi, penembakan tadi sekedar berjaga-jaga.

Setelah memastikan keadaan aman. Beberapa anggota polisi memasuki rumah tua itu, untuk memeriksa apakah ada korban lain selain 2 orang wanita.beberapa reporter tv sudah ada dilokasi, dan beberapa dari mereka menyiarkan kejadian ini secara langsung.

Shin young yang selama beberapa jam belakangan ini memajang matanya untuk melihat semua acara tv untuk mengusir kebosanannya, dibuat kembali membeku saat melihat teks berita utama yang ada disiaran. Dan di saat ia melihat sesosok mayat yang sangat ia rindukan dan cintai. Tao..sudah terbujur kaku dengan bekas luka yang membelit lehernnya.Perkiraan polisi sementara bahwa tao tertekan telah membunuh kekasihnya-stevani-dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.Yongie meremas ujung bantalnya.Sampai ujung jarinya mengeluarkan darah.Ia sudah tidak merasakan apapun.
Bahkan rasa sakit sudah tidak dirasakannya lagi semenjak beberapa minggu yang lalu.Bibirnya yang semula tertutup rapat sekarang tersenyum sinis dan mata yang sedari berair kini terbuka lebar.Suara tawa dan jeritan bercampur aduk ada pada dirinya. Shin young terlihat berbeda.

Shin young berjalan lemah dengan gunting rumput yang ia pegang di koridor rumah sakit yang sudah terlihat sepi, lampunya pun setengah padam.Rumah sakit itu adalah tempat dimana jasad tao berada.Mata merahnya menatap pintu perak yang berada diujung lorong ini.
Rambut panjang terlihat basah, begitupun dengan sekujur tubuhnya.Kaki yang tidak beralaskan sandal. Gadis itu berjalan ditengah hujan tanpa akal sehat yang sudah ia tidak punyai. Ia mengenggam erat gunting panjang itu. Sampai akhirnya ia sudah berada didepan pintu dingin itu.

“Aku selamanya akan bersamamu huang zi tao..”

Flashback~

Shin young membaca setumpuk buku biologi yang ia pinjam dari perpustakaan. Stevani teman sekaligus penjaga perpus membolehkan dirinya untuk meminjam buku lebih dari 3 buku.Stevani tahu bahwa temannya itu adalah maniak membedah tubuh makhluk hidup.Memang agak aneh, tetapi itulah shin young.

Dengan riang ia berlari pelan menuju pintu besar perpustakaan. Pintunya tidak terkunci, dan ia tahu stevani masih didalam.

Disisi lain tao, mendesak stevani untuk melakukan sesuatu dengannya. Tao tidak minta lebih, ia hanya ingin stevani yang merupakan salah satu teman dekat shin young, yeoja yang selama ini menganggu hidupnya, melakukan hal yang membuat shin young berhenti menganggunya. Namja itu tahu bahwa shin young tengah berlari kesini.

Berkali-kali tao mendesak stevani, tapi yeoja itu tetap menolak.Hingga bunyi pintu besar itu bergeser, tanpa aba-aba tao langsung mencium bibir plum stevani.Berkali-kali yeoja itu memberontak, hingga yeoja itu ikut terbawa suasana.

Youngie membulatkan matanya. Ia tidak mampu berkata-kata, seketika bibirnya kaku. Tanpa diperintah otaknya ia meraih sesuatu didalam tasnya untuk sekedar memisahkan mereka berdua, benda apapun itu.Sampai tangannya meraih benda dingin, itu gunting bedah yang tadi ia pakai untuk membedah kelinci. Tangannya gemetaran. Ia berlari dan mempercepat langkahnya. Youngie menodongkan guntingnya itu kedepan. Sangat cepat. Hingga ujung benda runcing itu menembus kepala stevani. Tidak dengan tao, namja itu dengan cepat menghindar.

Mata yongie berubah menjadi kosong, mata sayu itu menatap tao yang berdiri dengan perasaan campur aduk tak jauh darinya. Shin meraih gunting yang menancap dikepala stevani. Namun ia urungkan saat darah memancar saat shin young belum sepenuhnya menarik gunting itu.

Youngie tersenyum sinis, terdapat luka dan kekecewaan disana. Ia menatap tubuh stevani yang tidak bernyawa. Tiba-tiba ide gila terlintas di otaknya. Dengan cepat ia meraih gunting bedah cadangan didalam tasnya, dan ia mulai mengoyak  dan menyayat kulit stevani yang sudah bersimbah darah.

Tao menatap ngeri kejadian itu. Ia tidak bisa bergerak. Namun tiba-tiba saja sebuah kalimat sialan keluar dari mulutnya.

“Apa ya.ng ka..u lakukan?” dengan susah payah tao menelan salivanya. Keringat deras mengucur dari dahinya.

Shin young tidak merespon hingga detik ke 5 ia menjawab dengan pelan “seperti yang kau lihat sendiri..” tao makin melebarkan matanya saat shin young merobek perut stevani dan dengan tangan gadis kecil itu sendiri, ia mengeluarkan semua isi yang ada didalam perut. Dan kali ini shin young mengeluarkan semua peralatan bedahnya.

“Apa kau takut? Lebih baik kau pergi, aku tidak ingin diganggu jika sedang mengerjakan hal yang kusuka..”
Ucap shin young yang masih memainkan pisau bedahnya.

Tao mengerutkan alisnya. Iapun ingin pergi dan berlari sejauh mungkin dari yeoja itu, tapi terkutuklah mulutnya saat ini.

“Ap.apaa ini ho.bimu?” ucap tao sepelan mungkin.

Shin young mengentikan aktifitasnya, dan mendongakkan kepalanya agar dapat melihat jelas raut wajah namja yang sangat ia sukai itu saat ini. Seulas senyum lembut namun mengeringakan terlukis diwajahnya yang sudah terdapat bercak merah.

“Yeah, this is my Hobby”

End

PS :
Mayat wanita bergaun merah adalah kakak tiri tao yang sengaja mengunjungi adiknya sekedar untuk melihat adik tiri kesayangannya. Namun karena tao ketakutan akan shin young yang bisa datang kapan saja, ia selalu siap siaga didepan pintu dengan memegang pisau dapur. Hingga kakaknya membuka pintu rumah, tanpa melihat siapa yang datang tao langsung menusuk orang itu berulang kali tanpa ampun.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s