Arsip Tag: Wu Yifan

My Boyfriend is Wolf [chap.3]

poster hunra4

Tittle : My Boyfriend is Wolf (part 3)

Author : Oh Mi Ja

Cast :

  • Cho Hyunra (you)
  • Oh Sehun

Other Cast :

  • Exo’s member
  • Cho Kyuhyu a.k.a Hyunra’s father
  • Cho Seohyun a.k.a Seohyun a.k.a Hyunra’s mother
  • Shin gi

Leght : Chaptered

Genre : Romance, Life, Mistery, Etc.

Disclaimer : Annyeong! gimana kabarnya? author baik-baik saja di sini. Mianhae author lama gak nge publish chapter 3 nya, soalnya jadwal author padat banget bikin ff, ngelukis, bimbel, les dll pokoknya banyak banget tapi tenang aja chapter 3nya udh autor panjangin kok.. oh iya author juga udh bikin ff baru judulny ” Goodbye Summer”.  FF baru ini sebagai hadiah buat para readers yang udh lama nunggu chapter 3 ini.  Mian ne.. 😀

Chapter 2

“Pagi hyung! pagi Hyunnie!” sapa sehun yang langsung duduk di salah satu kursi meja makan di dapur itu.

“annyeong Sehunnie!” jawab D.O oppa yang kembali berbalik membelakangi Sehun

“kau memanggilku apa barusan?” tanyaku pada Sehun karena panggilan Sehun barusan

“Hyunnie, wae? kau tak suka?” jawabn Lanjutkan membaca My Boyfriend is Wolf [chap.3]

My Boyfriend is Wolf [chap.2]

mbw poster 3

Tittle : My Boyfriend is Wolf (part 2)

Author : Oh Mi Ja

Cast :

  • Cho Hyunra (you)
  • Oh Sehun

Other Cast :

  • Exo’s member
  • Hyunra’s father
  • Hyunra’s mother

Leght : Chaptered

Genre : Romance, Life, Mistery, Comedy (maybe) Etc.

Disclaimer : Annyeong yeorobun! chaper 2nya aku puplish nih kyaaa #peluk tehun 😀 . udh aku panjangin nih ffnya sampe 2000 word lebih loh, aku ngetiknya kemarin malam, jadi maaf jika ada typo hehe 😀 . Sebenarnya ending yang di chapter 1 sebernarnya gak kayak kemarin cuma aku persingkat dan lanjutannya di jelasin di chap 2.oke langsung aja biar gk bingung.

Chapter 1

“Di mna?” Tanya hyungku yang lain

 Aku tidak peduli dengan omongan para hyungku, hanya satu yang ingin ku ketahui akan ke mana yeoja itu pergi. Tanpa sadar tiba-tiba aku mengikutinya, bahkan aku tak menggubris panggilan hyungku aku tetap saja menggikutinya. Baru mendapat beberapa langkah yeoja itu berhenti karena takut aku segera bersembunyi di balik pohon, ternyata yeoja itu merasa bahwa ada yang mengikutinya. Aku merasa ada suara yang sangat familiar di telingaku dan aku segera menoleh ternyata para hyungku mengikutiku.

“Haii..” sapa Chanyeol hyung

Chapter 2

-Happy reading-

Saat aku bersembunyi di balik pohon kudengar ada suara berisik yang sangat familiar di telinggaku dari balik semak-semak dekat pohon tempatku bembunyi. Pasti yang di balik semak-semak itu adalah para hyungku. Kemudian aku mendekati semak-semak itu. Lanjutkan membaca My Boyfriend is Wolf [chap.2]

Beginning of March

tumblr_mog27mqheG1riqzc3o1_500
credit picture by viitakissme on tumblr

Beginning of March

Cast : Wu Yifan / OC | Genre : Romance | Length : Ficlet (790w) | Rate : General

Note : Just a writing prompt, waktu lagi ubek-ubek tumblr aku nemu gambar editan exo yang bagus banget :” dia bikin dengan judul ‘If EXO were months’ dan Kris kedapetan bulan Maret 😀 enjoy~

____

 

Aku menyukaimu sebanyak aku menyukai udara di awal musim semi

Seperti pagi di bulan Maret, mungkin itu kesan pertama saat kau melihat lelaki jangkung bersurai emas halus di hadapanku. Ia Kris, lelaki asal Kanada dengan sifat keras kepala dan pribadinya yang sedingin cuaca di awal musim semi. Well, dia memang mempunyai aura yang sedikit berbeda dari kebanyakan pria. Mendengar ia berbicara saja mungkin kau akan merasa ada angin dingin yang bertiup di belakang telingamu.

Lanjutkan membaca Beginning of March

War, Love, You

Judul : War, Love, You

Author : Seu Liie Strife

Main Cast :Wu Yi Fan /Kris(EXO-M)
Kinara Lyvia (OC)
Lee Chang Seon / Joon (MBLAQ)
Cho Kyuhyun / Kyuhyun (Super Junior)
Shinji Keiko (OC)

Supporting Cast : Jung Ji Hoon / Rain
Choi Siwon / Siwon (Super Junior)
Huang Zi Tao / Tao (EXO-M)
Xi Lu Han / Lu Han (EXO-M)
Kim Jongin / Kai (EXO-K)
Jung Byung Hee / G.O (MBLAQ)
Jo Kwangmin / Kwangmin (Boyfriend)
Jo Youngmin / Youngmin (Boyfriend)
Jung Soo Yeon / Jessica (SNSD)
Kim Tae Yeon / Tae Yeon (SNSD)

Genre : Action, Fantasy, Romance

Facebook : Hikari Keyheart Kurosaki

Twitter : SeuLieOctaviani

Instagram: @seu_liie

Pin : 24D7E4E6
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^

Ditahun modern ini, terjadilah bencana internasional dari berbagai belahan dunia. Jauh di dasar laut terjadi pergeseran patahan lempeng tektonik yang membuat suatu lubang maha dahsyat di bawah laut. Air bah dari laut membanjiri berbagai negara kepulauan di belahan dunia. Bencana alam internasional ini melanda Indonesia, Jepang, Korea, China, Rusia, Thailand, Amerika, dan berbagai negara kepulauan lainnya.

Yang membuat gempar dari bencana alam ini bukan hanya air bah saja. Namun, munculnya berbagai monster dari dalam laut yang ukurannya sangat besar dan susah ditaklukkan dengan kekuatan militer yang dinamai Akrid.

“Mayday! Mayday! Back up! Back up!”

Craassshhh!!!

Sudah banyak korban tewas dari munculnya makhluk – makhluk ini secara serempak dari dalam dasar laut. Di Indonesia misalnya, menurut laporan terakhir, korban yang berjatuhan sudah mencapai 523.000 jiwa. Di China, korban sudah ditemukan 742.000 jiwa. Di Korea Selatan, 20.000 jiwa, di Jepang, 13.479 jiwa. Mereka semua tewas dalam bencana alam terdahsyat sepanjang tahun 2020 ini.

Perwakilan dari berbagai negara pun diturunkan untuk menjalin kerjasama dalam kekuatan militer menggempur Akrid dasar laut itu. Berbagai konferensi tingkat tinggi yang melibatkan beberapa politisi, ahli militer, ahli fisika, ahli kimia, ahli metalurgi, dan beberapa dokter lainnya terlibat dalam hal ini.

Yang dibutuhkan dalam gerakan ini adalah senjata yang lebih canggih untuk menumbangkan beberapa Akrid itu. Sebuah robot raksasa yang dapat dikendalikan manusia – manusia ahli.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kyaaaaaaa!!!!!!!!”, seorang gadis kecil berteriak ketakutan saat ada Akrid dasar laut itu menyerang di perairan utara Jakarta, Indonesia.

Zaapp! Secepat kilat seorang gadis menyambar anak itu dan masuk ke dalam bunker bawah tanah yang sudah dipersiapkan.

“Masuk!! Semua masuk!!”, teriak gadis itu saat mengevakuasi warga untuk masuk ke dalam bunker.

GROAARR!!!

Akrid itu menyerang tak menentu arah dengan mengeluarkan cairan asam dari dalam mulutnya yang dapat mengakibatkan terkontaminasinya lingkungan, terutama perairan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Gege, situasi barat sudah aman. Bagaimana situasi di selatan?”

“Bahaya! Sedang dalam evakuasi!”, ujar lelaki itu dengan alat komunikasinya.

Situasi yang terjadi di China pun sama. Semuanya tampak sibuk mengevakuasi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Jangan sampai terlepas dengan keluarga anda! Masuk ke dalam bunker!!”

“Yaaa!!! Neo micheoseo, eoh?!! Masuk kau, anak nakal!!”, seorang petugas kepolisian di Korea menggiring masuk anak – anak yang masih terlihat kagum dengan Akrid itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Get in!! Get in!! Get inside!!”, teriak beberapa crew evakuasi di negeri matahari terbit ini. Negeri yang terkenal dengan bunga sakuranya ini mendapatkan bantuan dari Amerika dalam pengevakuasian.

“Masuk! Kalian akan selamat! Masuk!”, teriak seorang wanita yang juga menjadi tim medis.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setelah keadaan sedikit tenang, perwakilan dari berbagai negara itu mengadakan rapat dadakan dengan fasilitas hologram yang langsung terhubung ke Amerika.

“We need robots to destroy them (kami butuh robot yang dapat menghancurkan mereka, Akrid – Akrid itu).”

” A high tech robotic, with a high tech weapons (robot canggih, dengan senjata canggih).”

“How to combine the human resources with the robots (bagaimana cara menggabungkan tenaga manusia dengan robot)?”, tanya pihak Indonesia.

“With their mind (dengan pikiran mereka). We must connect the human’s mind with the technology from robots (kita harus menghubungkan pikiran manusia dengan teknologi dari robot ciptaan kita).”, jelas pihak Jepang.

“They should be the pilot and co-pilot for controlling the robots (untuk mengendalikan robot itu, dibutuhkan seorang pilot dan ko-pilot).”, pihak Korea pun memberikan pendapatnya.

“Yes, you can say that again (ya, saya setuju)! But (tapi), to control the robots (untuk mengendalikan robot), they should be have the same mind or they have the same experience of their live (mereka harus memiliki pemikiran yang sama atau pengalaman hidup yang sama).”, lanjut pihak Jepang.

“Like a twins (seperti anak kembar)?”, tanya pihak Indonesia.

“Yes (ya). Twins(kembar)! That’s the key (itu kuncinya)! But (tapi), it doesn’t matter if the pilot and co-pilot have the same experience of live (tidak masalah juga jika pilot dan ko-pilotnya juga memiliki pengalaman hidup yang sama). The robots can be controlled (robot itu dapat dikendalikan).”, ujar pihak Jepang.

“Okay, this time is our turn to destroy them (saat ini adalah waktu kita untuk menghancurkan Akrid – Akrid itu).”, ujar pihak Amerika.

Dengan segera, pihak CIA pun diturunkan ke berbagai negara.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Dua orang CIA asal Korea pun diturunkan. Jung Ji Hoon dengan nama panggilan Rain, dan juga Choi Siwon terus memantau. Pihak Korea dan China dipercaya oleh berbagai belahan dunia untuk mengatur tiap perwakilan dari negara – negara kepulauan yang menjadi korban. Rain dan Siwon pun akhirnya mengutus Lee Chang Seon yang dipanggil Joon untuk berada di Indonesia dan mengambil satu perwakilan Indonesia. Jung Byung Hee alias G.O diutus di Korea sendiri. Dan beberapa anggota lainnya di negara – negara lain. Sedangkan di China, Rain dan Siwon mengutus Wu Yi Fan yang dipanggil sebagai Kris.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Saya ingin bertemu dengan Kinara Lyvia. Tim medis di sini.”, ujar Joon berbahasa Indonesia.

“Kinara ada di dalam sedang mengobati pasien.”

Joon pun menemui Kinara di dalam yang tampak sedang membalut lengan korban dengan gulungan perban.

“Maaf, apa anda yang bernama Kinara Lyvia?”

“Ya, ada apa?”, tanya gadis itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku Lee Chang Seon, panggil saja Joon. Aku delegasi dari Korea untuk Indonesia.”, ujarnya mengajakku berjabat tangan. Aku pun menyambutnya walau dengan tanda tanya besar di kepalaku.

“Maksud kedatangan aku ke sini, untuk menjemputmu.”

“Menjemputku? Untuk?”, tanyaku balik.

“To have a war (untuk berperang).”

Perang dia bilang? Kata – kata itu mengingatkanku pada insiden keluargaku.

“Kinara…?”

“Sorry, I can’t (maaf, saya tidak bisa).”, ujarku meninggalkannya.

“Kinara, please. Indonesia mengharapkanmu.”

“Tidak. Aku tidak bisa. Cari saja orang lain.”

“Kau salah satu kandidat terkuat menurut catatan Amerika dan Jepang.”, ujarnya lagi.

“Aku tidak peduli.”, jawabku meninggalkannya.

“Pemenang medali emas olimpiade aikido internasional, peraih emas olimpiade sains dan matematika. Kau sangat kuat, Ra.”

“Tidak! Aku tidak mau!!!”

“Kinara, apa kau tega melihat mereka ini semua? Kau tidak mau membantu mereka?”

“Aku sudah membantunya. Aku masuk ke tim medis ini.”, aku mengacuhkannya.

“Dan ini juga yang kau lakukan untuk tidak mengenang orangtuamu?”, dia mulai meraih tanganku. Jangan menangis, Ra…jangan…

“Tidak bisa adalah alasan orang yang tidak mau tahu. Aku yakin, kedua orang tuamu akan kecewa melihatmu seperti ini, ujarnya.

Plakk!! Aku menamparnya. Tidak peduli dia salah satu delegasi, perwakilan, atau apa lah itu!

“Jangan bicara seolah kau mengerti aku! Jangan bicara seolah kau mengalami hal yang kurasakan!”

“Aku tahu. Sangat tahu. Kau dan aku sama. Keluarga kita sama – sama terbunuh.”

“Ikut denganku, Kinara…”

“Dengar tuan Lee, aku tidak akan pernah mau ikut denganmu! Lupakan soal ini dan cari orang lain saja!”

GROAARR!! DHUAR!!! Tempat yang kami injak seketika bergetar. Akrid itu kembali muncul!

“Kumohon, Kinara. Demi masyarakat Indonesia.”

SPLASSHH!!

“Merunduk!!”, Joon seketika menundukkan kepalaku, tiarap. Dinding rumah sakit seketika membentuk lubang besar karena pengaruh asam dari saliva Akrid itu.

“Evakuasi!!”, teriakku.

“Tidak! Kinara, noo!!!”, tidak kuhiraukan ucapannya. Aku terus berlari menyelamatkan nenek tua itu. Nenek itu terjatuh!

PRAAK!!! DUAKH!!

A..apa itu..?? Sebuah robot? Robot yang melawan Akrid laut itu?
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hyung, jam tiga!”, teriak Kwangmin.

“Right!”

BUAKH!! Dengan menghajarnya, Youngmin, kakak kembar Kwangmin menghajar Akrid laut itu.

“Lightning swords! Terima ini keparat!!”, Youngmin langsung mengaktifkan pedang yang ada di tangan kiri dan kanan robot itu.

“Kwang, are you ready?”, tanyanya.

“Yeah!! This is our time!”, ujarnya.

SRINGG!! Pedang bercahaya yang dipadukan dengan roket dari siku robot itu terayun menebas kedua lengan Akrid itu.

“And at last…..EAT THIS!!!”, ujar saudara kembar itu yang langsung mengaktifkan rudal untuk menghancurkan kepala Akrid itu.

DESSHH!! BRAAK!! Berkali – kali robot itu menghajar Akrid itu. Dua pedang kembar, meriam di tangannya, roket peluru dari kedua bahunya digunakan untuk melawan Akrid itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kinaraa!!! Watch out!!!”, yang kulihat Joon yang berlari ke arahku dan menyelamatkanku dan nenek tua yang kutolong.

BRUUKK!!! Seketika Akrid itu tumbang di tangan robot itu.

“Kau…tidak apa – apa?”, aku mengangguk lemah.

“Nenek, apa baik – baik saja?”, tanyanya lagi.

“Iya…”

Dan saat itu juga aku melihat dua orang keluar dari kepala robot itu. Dengan mempergunakan sling besi baja, mereka turun menghampiri kami. Mereka kembar?? Siapa mereka?

“Apa kami terlambat?”, tanya yang berambut pirang.

“Annio. Hampir saja.”, mereka orang Korea? Sama dengan Joon? Aku sedikit mengerti bahasa mereka.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Mereka Jo bersaudara. Ini Jo Kwangmin, sebagai co-pilot, dan ini Jo Youngmin, pilotnya. Hanya warna rambutnya lah yang menjadi pembeda mereka. Mobile suite mereka bernama BF.”, Joon memperkenalkan saudara kembar itu pada Kinara.

“Aah! Annyeonghaseyo noona…”, ujar mereka serempak dengan membungkuk hormat.

“A..annyeonghaseyo… Choneun Kinara imnida..”, jawab Kinara.

“Kau bisa berbahasa Korea?”, tanya Joon.

“Sedikit…”

“Jadi bagaimana? Mau berubah pikiran?”, tanya Joon.

“Oh ya, mereka berdua ini adalah pengemudi pertama dari robot yang kami ciptakan. Cukup efektif bukan?”, ujar Joon.

“Hyung, G.O hyung bilang, para kandidat harus di trainee kemampuan bertarungnya.”, ujar Kwangmin.

“Assh…si gorilla itu banyak sekali peraturannya! Tenang saja! Kalau dia, tanpa trainee pun sudah tidak diragukan!”, tanpa sadar Joon merangkul gadis itu.

“Baiklah, nona Kinara, kau akan ikut aku. Dan kalian Jo twins, tetap di sini dan jaga Indonesia! Jakarta ini adalah titik pusat mereka.”, pesan Joon.

“Yes, Sir!”, ujar mereka berdua kompak.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sementara itu di Seoul, Rain sudah mendapatkan kandidat baru lagi. Jessica dan Tae Yeon. Kedua wanita ini harus diadu bakat bela dirinya untuk mengatur pola pikir mereka.

“Ready…fight!!”, ujar Rain.

“Yaah!!”

Buagh! Bukk! Traakk!! Dhuakh!! Tendangan, pukulan, dan ayunan tongkat dilayangkan dari kedua gadis ini.

“Wah, kau lemah sekali, Sica!”, ujar Tae Yeon.

“Kau yang lemah, Taeng!”, balasnya.

“Mwo??!! Panggil aku eonni!”, ujar Tae Yeon tak mau kalah.

“Shireo! Kau terlalu centil untuk dipanggil eonni!”

“Mwoyaa??!!!!”

Traakk!!!

“STOP!!!”, perintah Rain yang melihat dari kejauhan.

“Apa – apaan kalian?! Apa dengan otak seperti ini kalian mau bertarung melawan Akrid itu, eoh?! Kalian mau mati konyol sebelum menghajar Akrid itu, eoh?!”, Rain berkata dengan kejam.

“Ini semua karena dia!”, tunjuk Jessica pada Tae Yeon.

“Mwo?! Kok aku? Kau yang salah!”, balas Tae Yeon.

“Kau!”, ujar Jessica.

“Kau!”, balas Tae Yeon tak mau kalah.

“GEUMANHAE!!!!!”, hardik Rain yang membuat kedua wanita itu terdiam.

“Mobile suitee tidak akan kuberikan pada kalian!!”, ujar Rain gusar.

“Oppaaa~~~ Tega sekali kau dengan adikmu!”, ujar Jessica.

“Huh! Aku kakakmu? Kenapa kalau aku kakakmu? Peraturan, tetap peraturan! Kalian tidak mendapat mobile suite jika kelakuan seperti ini! Berpikirlah dewasa! Kau Tae Yeon, kau sepupunya. Kenapa masih seperti ini? Dan kau, Sica! Kelakuanmu, parah!”, ujar Rain meninggalkan mereka berdua.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Xi Lu Han, Huang Zi Tao, kalian bisa ikut dalam pertempuran ini.”, ujar Kris yang mengepalai bagian China.

“Tapi, Ge…kan mobile suitee kita dikendarai tiga orang…”, ujar Tao.

“Kau ikut dengan kita, Kris?”, tanya Lu Han.

“Anni…kalian akan bersama Kai.”, tiba – tiba G.O muncul bersama Kai.

“Jongin!”, seru Tao.

“Yaah~~ Aku lebih tua darimu, Tao…”

“Ahahaha…hyung!”, ralat Tao.

“Hi hyung, kita satu team.”, ujar Kai pada Lu Han.

“Bangapta…”, ujar Lu Han.

“Bagaimana kalau kita latihan sebentar untuk kekompakan kita?”, usul Tao.

“Sounds good!”, ujar Lu Han.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kris, aku perlu bicara denganmu.”, ujar G.O. Kris pun menghampirinya dan bicara empat mata dengan lelaki berkebangsaan China itu.

“Ada apa, hyung?”, tanya Kris kemudian.

“Sebagai satu – satunya kepala delegasi dari China, kau diberi kebebasan memilih co-pilotmu.”

“Maksudnya?”

“Kau bisa memilih antara Joon atau…orang yang dibawa Joon.”

“Hahaha, kita lihat nanti, hyung…”, jawab Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Lu Han, Kai, Tao, ini mobile suite kalian. Robot ini bernama XO. Robot ini bertangan tiga dimana kalian akan berada di tiap tangan mobile suite ini.”, jelas Siwon.

Tiba – tiba saja alarm pendeteksi keberadaannya Akrid berbunyi. Tulisan ‘Jeju Island detected’ tertera pada layar besar tempat dimana banyak mobile suite diperbaiki dan dirancang.

“This is your turn.”, ujar Siwon pada mereka bertiga.

Lu Han, Tao, dan Kai pun dipasangi body armor pada badan mereka sebelum masuk ke dalam XO.

“Lu Han, Tao, Kai, tempat yang kalian pijak dan gerakan kalian akan sesuai dengan gerakan mobile suite kalian. Jika kalian bertiga menggerakkan tangan kanan kalian, maka mobile suite juga akan menggerakkan tangan kanannya juga. Jika kalian kena serangan, maka tubuh kalian juga akan merasakannya dan ikut berdarah. Arraseo?”, ujar Siwon memberitahu mereka bertiga dengan komunikator di telinga mereka masing – masing dari kantor pusat.

“Ne, arraseo!”, jawab mereka bertiga.

“Copying data…transfer data is completed.”, suara dari mesin pemindai data terprogram.

“Xi Lu Han is ready.”, ujar lelaki bermarga Xi itu.

“Huang Zi Tao is ready.”, sambung Tao.

“Kai is ready.”, lanjut Kai.

“Akrid kategori 3. Bersiaplah kalian.”, ujar Siwon.

“Ne!”, jawab mereka serempak.

GROAARR!!! Akrid itu menjulurkan lidahnya.

“Woaappss!!”, mereka bertiga melakukan gerakan melompat, hingga mobile suite yang mereka kendarai pun melompat.

GAAARR!!! BLAARR!!!

“What the hell are you!”, Tao mengumpat kesal.

“Hyung! Itu blast! Watch out!”, ujar Kai.

“Shield is activated.”, Lu Han mengaktifkan perisai pada mobile suite itu.

“Tao, isi missilnya!”, perintah Lu Han.

“Okay!”

“Kai, prediksi gerakannya!”, ujar Lu Han.

Kai pun menyalakan tombol dan dalam layar yang ada dihadapannya langsung muncul beberapa gerakan dari Akrid itu yang menjadi prediksinya.

“35 derajat arah jam 1, 45 derajat jam 7 hyung!”, jawab Kai kemudian.

“Dengan ekor?”, tanya Lu Han.

“Yeah!”

“Hyung, hati – hati. Ekornya memiliki unsur amoniak.”, ujar Tao sambil mendeteksi Akrid itu.

“Missils are ready.”, ujar Tao.

“Right!”

Buagh!! Braaaakkk!!! Duakh!!

GROAAARRR!!!!

“Arrghh!!”, Tao mengerang. Bahunya berdarah. Akrid itu menyerangnya.

“TAO!!”

“I’m okay..I’m okay..”, ujarnya menahan sakit.

“Heeaaahh!!!!! Keparaaat!!”, Kai terlihat kesal. Mereka bertiga pun menggerakkan tangan kiri mereka menahan gerakan Akrid itu, dan mengarahkan tangan kanan mereka satu arah pada kepala Akrid itu hingga pecah.

“Hhh…hhh…hhh…”, mereka bertiga pun terlihat kelelahan.

“Siwon hyung, it’s over..”, ujar Lu Han.

“Kembali ke pusat!”, ujar Siwon kemudian.

“Ne!”

Tapi, tiba – tiba…

Zruuuttt!!! Salah satu kaki dari ditarik oleh ekor Akrid itu.

“Akh! Shit!!”

Alarm mobile suite XO pun berbunyi.

“Red alert. Warning acid plasma detected!”

“Mwo?!! Dia hidup lagi?!!”, Tao berseru.

“Sword activated.”, Kai mengaktifkan pedang.

Buakkhh!! Dhuakkh!!! Traakk!! Triingg!! Sriingg!!

“Lompaaatt!!!”

Bruaakkhh!!

“Tao, cakram!”, ujar Lu Han.

“I can’t hyung! Tanganku kena!”

“Hyung, double attack!”, seru Kai pada Lu Han.

“Nee!”

“Aku akan tahan ini!”, ujar Tao.

Sringg!! Sringg!! Crassshhh!! Ekor Akrid itu pun terputus dari kaki mobile suite XO.

“Pastikan dia mati dulu.”, ujar Lu Han.

“Light blast, hyung.”, saran Tao.

“Okay…”

“Light blast is reloading.”

“Light blast is ready.”

Ziiinngg!! BRAAAKK!!

“Yeah! We won!! Aa..aaww!!”, seru Tao yang kemudian mengerang kesakitan akibat luka di bahunya tadi.

“Aigoo…hahahaha…”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sementara itu di pangkalan udara militer Korea, telah mendarat perwakilan dari Jepang, Cho Kyuhyun dan Shinji Keiko, seorang mahasiswi ahli nuklir yang baru saja kehilangan keluarganya secara serempak saat berlibur.

Begitu memijakkan kakinya di pangkalan udara itu, memorynya kembali terulang.

“Tidaaakk!!!! Jangaaann!!!”, teriak gadis itu meringkuk ketakutan dengan menutup kedua telinganya.

Kyuhyun yang sudah berjalan lebih dahulu, kembali berbalik dan menghampiri gadis itu, “Keiko, jangan. Jangan terjebak di masa lalumu.”

“Tidaaakk!!”

Lelaki itu mencengkeram kedua bahu gadis itu, “Keiko..! Keiko, lihat aku! Lihat aku!”, gadis itu pun perlahan mendongakkan kepalanya, dengan menangis.

“Itu semua masa lalu. Jangan lagi kau ingat.”, gadis itu hanya bisa menangis terisak. Karena tidak tega, lelaki itu mendekapnya, dan membawa gadis itu masuk ke dalam.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Pusat pemantauan sudah mengetahui di mana sarang Akrid itu berada.”, ujar Siwon pada Rain.

“Eoddi?”

“Sebuah black hole di pertemuan samudera Pasifik dan samudera Hindia. Dekat perairan Indonesia.”, jawab Siwon lagi.

“Mobile suite yang berjaga di sana adalah BF yang dikendarai oleh Jo twins. Cukup sulit jika mereka bertarung sendirian.”, lanjut Siwon.

“Apa orang dari Indonesia itu sudah datang?”, tanya Rain.

“Belum. Menurut Joon, dia cukup sulit untuk dibujuk karena keluarganya yang tewas mengingatkannya dia kembali.”

“Perwakilan dari Jepang baru saja datang beberapa menit yang lalu bersama Kyuhyun.”

“Panggil mereka berdua kesini.”

“Geundae…kondisi pasangan Kyuhyun masih belum stabil.”

“Brain wash dia. Ini kondisi darurat.”, perintah Rain.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Keiko, boleh aku masuk?”, Kyuhyun berdiri tepat di depan kamar Keiko yang berpintukan besi tebal. Kamarnya berseberangan dengan kamar Kyuhyun karena mereka akan ditempatkan dalam satu mobile suite.

Keiko pun membuka pintunya, “Masuk.”, ujarnya singkat.

“Kau…habis menangis lagi?”

“Annio.”, jawabnya sambil melipat bajunya.

“Keiko, dengar..kita team. Partner. Tidak seharusnya kau tetap menyimpan rasa dukamu.”

“Kau juga merasakannya, Kyu. Dan kau mengerti itu.”

“Aku tidak mengerti apa yang kau rasakan. Aku belum masuk ke dalam pikiranmu. Hanya satu yang bisa membuatku masuk ke dalam pikiranmu. Di dalam mobile suite itu. Tapi kita tidak akan bisa masuk ke dalam sana jika kau seperti ini, Keiko.”

“Persetan dengan mobile suite itu! Kenapa harus ada makhluk itu?! Kenapa harus ada mobile suite?! Semua itu yang membunuh keluargaku!!!”, Keiko berkata dengan wajah yang menahan amarah dan mata yang berkaca – kaca.

“Kau tahu, alasan aku ikut denganmu, agar aku mati dengan cepat dan kembali pada keluargaku!! Aku harus matii!! Matii!!!”, Keiko berteriak histeris.

“Keiko..tidak..kau tidak harus mati..”

“Untuk apa aku di dunia, hah?!! Untuk apaa?!!!!”, teriaknya lagi. Tangan gadis itu tiba – tiba mengambil gunting dari mejanya.

“Keiko, andwae!”, Kyuhyun melarang gadis itu.

“Jangan mendekat!!!”, teriak gadis itu.

“Keiko..kumohon..jangan seperti ini. Jangan sakiti dirimu sendiri.”

“Keiko…”, perlahan Kyuhyun mendekati gadis itu yang terdiam dengan tatapan kosong dengan air mata yang terus mengalir.

“Keiko, jangan biarkan dirimu terpenjara dalam masa lalu. Lihat yang ada dihadapanmu sekarang. Tata hidupmu lagi…”, Kyuhyun mendekatinya dan membuang gunting yang dipegangnya.

Gadis itu menangis histeris, jatuh terduduk dan menatap lantai, “Mama!!! Papa!!!”, jeritnya.

“Gwaenchana…mereka sudah tenang…jangan kau ganggu lagi mereka..”, Kyuhyun memeluknya membiarkan bahunya basah karena air mata gadis itu.

“Hiks..hiks..mama….papa….Keiko ingin bersama kalian…hiks…hiks…”, lelaki itu hanya mengusap kepala gadis itu, seolah memberikan ketenangan untuknya.

“Keiko, jika kau seperti ini terus, Rain hyung akan melakukan brain wash untukmu. Apa kau mau kehilangan memory mereka untuk selamanya?”, gadis itu menggeleng lemah dalam pelukan Kyuhyun.

“Kalau kau tidak mau, kontrol emosimu. Kontrol pikiranmu. Jangan biarkan masa lalu menguasai pikiranmu..”

“Geundae…mama…papa…”

Lelaki itu merengkuh wajah gadis itu, membingkainya dengan kedua tangannya, “Lihat aku, Keiko. Kau…kau pasti bisa melakukan itu. Jika kau melakukannya, bukan berarti kau melupakan papa dan mama mu. Mereka akan selalu ada di hatimu. Menjagamu. Yang kau lakukan adalah fokus di masamu sekarang. Jangan bertindak dengan emosi.”, gadis itu hanya mengeluarkan air matanya saat menatap lelaki di hadapannya.

“Uljimma…”, Kyuhyun mengusap air mata gadis itu.

“Kajja, kita harus bersiap.”, ujar Kyuhyun lagi membantu gadis itu berdiri.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Siwon, bawa dia ke ruang brain wash.”, perintah Rain saat melihat Kyuhyun masuk bersama Keiko. Siwon pun menarik Keiko.

“Andwaee…”, gadis itu meronta.

“Hyung, jangan bawa dia.”, ujar Kyuhyun.

“Tidak bisa! Itu akan berbahaya pada saat simulasi.”, jawab Rain.

“Tidak! Aku bertanggung jawab atas dia!”, ujar Kyuhyun tegas.

Rain pun berbalik pada Kyuhyun, “Kau berani mengabaikan perintah atasanmu? Apa karena kau ini sepupuku?”

“A..anni, hyung..geundae… Keiko sudah mulai bisa mengontrol pikirannya.”

“Bagaimana jika nanti tidak?”, tanya Rain yang membuat Kyuhyun terdiam.

“Kau tidak bisa menjawabnya, eoh?!! Apa kau pikir akan mempertaruhkan jutaan manusia di sana hanya demi anak ini, eoh?!!!”, bentak Rain.

“Dia partnerku! Aku mengerti dia!”, ujar Kyuhyun.

Tiba – tiba saja alarm pendeteksi Akrid itu kembali berbunyi.

“Mayday…mayday!! We need help!!”, Siwon langsung mengambil tindakan.

“Hyung, ini BF!”, ujar Siwon pada Rain.

“Kategori 4…selat sunda!”, ujar Kwangmin.

“Hyung, apa yang harus kita lakukan?”, tanya Siwon.

“Siapkan Twist!”

Twist adalah mobile suite yang akan dipakai oleh Kyuhyun dan Keiko. Kemampuannya adalah pengendali angin. Robot ini dapat terbang hingga akan cepat tiba.

“Dengar kalian berdua, ini bukan simulasi! Ini sungguhan! Jangan sampai terjadi apa – apa!”, perintah Rain pada Keiko dan Kyuhyun.

“Yes, Sir!”, Kyuhyun dan Keiko langsung berlari menuju mobile suite mereka.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Transfering data.”

“Data completed.”

“Left brain syncronized.”, pemantau bagian kiri yang dikendalikan Keiko telah berhasil berkesinambungan.

“Right brain syncronized.”, pemantau bagian kanan yang dikendalikan Kyuhyun juga berhasil.

“Twist is ready.”, ujar Siwon pada Rain.

“Luncurkan!”, ujar Rain.

“Okay, Twist, yang perlu kalian lakukan adalah serangan udara. Mobile suite BF kesulitan karena Akrid ini memiliki sayap. Kalian mengerti?”, ujar Siwon.

“Roger!”, jawab Kyuhyun dan Keiko bersamaan.

Syuunng!! Mobile suite Twist pun terbang melesat menuju lokasi BF di Indonesia.

“Keiko, ingat ucapanku tadi.”, ujar Kyuhyun.

“Ne…”, jawab gadis itu.

“Kau siap? Dalam hitungan 10 kita akan berhadapan dengan makhluk keparat itu.”, ujar Kyuhyun lagi.

“Yeah!”, ujar Keiko.

“Nine…eight…seven…six..five…”

Kyuhyun tampak menyalakan semua tombol penyerangan.

“Keiko, aktifkan shoulder’s rockets.”

“Done!”

“Four…three…”

“Reloading fire…”

“Two..one..”

DRUAKKH!!!! Mobile suite Twist berputar di udara dengan dua pedang di tangannya bersiap merobek Akrid itu yang sedang menyerang mobile suite BF.

Sriing!! Craassshh!!

“Jump!!”, Kwangmin dan Youngmin menghindar serangan Akrid itu.

“BF, kalian serang arah jam sembilan. Twist akan menyerang dari udara.”, ujar Kyuhyun yang kini sudah berada di samping mobile suite BF.

“Okay!”

“Kyu, sayapnya!!”, Keiko langsung menggunakan tangan kirinya yang langsung menggerakkan tangan robot yang mereka kendalikan untuk menahan serangan sayap Akrid itu pada bagian kanan yang dikendalikan Kyuhyun.

“Oh, thanks.”, ujar Kyuhyun.

“Fire blast!!”

“Reloading.”

“Keiko, tahan dengan pedangmu!”

“Kami akan mengalihkan perhatiannya, hyung!”, terdengar suara Youngmin dari balik mobile suitenya.

BUAKH!! BRUAK!!

GROAWR!!! Akrid itu mengaum keras.

“Akh!”, Keiko berteriak saat kakinya terkena cakaran dari Akrid itu.

“Keiko!”

“Gwaenchana yo..”, ujarnya pada Kyuhyun.

“Fire blast is ready.”

“Rasakan ini!!”

DHUAR!! DHUAR!! DHUAR!! Kyuhyun menembakkan senjatanya tepat di jantung Akrid itu berkali – kali hingga Akrid itu mati dan terpental jauh.

Kedua mobile suite itu kembali ke pinggir pantai. Youngmin dan Kwangmin keluar dari mobile suitenya. Begitu juga dengan Kyuhyun dan Keiko. Hanya saja, Keiko harus dipapah karena kakinya yang terkena serangan.

“Siwon hyung, Twist sedikit mengalami kerusakan. Dan BF juga….”

Belum selesai Kyuhyun melanjutkan kalimatnya, Siwon memotongnya, “Kami akan kirim bantuan ke Indonesia.”

“Ne!”, ujar Kyuhyun.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hati – hati…”, ujar Kyuhyun yang membantu Keiko duduk dengan kaki yang terluka. Tim medis pun datang dan Keiko dibawa ke ruang perawatan.

“Maaf, anda silahkan tunggu di luar.”

“Percayakan dia di dalam hyung..dia akan baik – baik saja.”, ujar Youngmin.

“Ne…pasti dia akan ditangani dengan baik.”, sambung Kwangmin.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Aku tiba di tempat ini. Tempat bedebah ini.

“Kajja…”, Joon membawaku ke dalam.

Sontak saja aku dibuat kagum beberapa saat melihat banyak mobile suite di dalam sini yang sedang diperbaiki dan dibuat.

“Sebelah sini..”

“Aa! Joon hyung sudah datang?”, seorang pria dengan lingkaran hitam dimatanya menyapa lelaki di sebelahku.

“Tao..hey bro! Long time no see!”, ujar Joon yang kemudia merangkul lelaki itu menepuk punggungnya. Namanya Tao? Molla…

“Dia…”, lelaki itu menggantungkan kalimatnya melihatku.

“Partnerku…hhm..Kinara, ini Tao. Tao, ini Kinara..”, ujar Joon memperkenalkanku dengannya.

“Haish! Si otot idiot ini sudah datang rupanya..”

“G.O hyung!”, siapa lagi lelaki mirip gorilla ini?

“Kinara, ini G.O hyung…”, dia mengenalkan lelaki itu padaku.

“Joon, bisa ke ruanganku sebentar?”, tanya pria yang seingatku bernama G.O itu.

“Ra, kau di sini sebentar ya…”, aku mengangguk.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku memberikan kebebasan pada Kris untuk memilih.”

“Memilih?”, tanya Joon pada G.O.

“Ya. Dia harus memilih antara kau dan Kinara.”

“Bukankah Kinara pasanganku?”

“Annio…ini keputusan dari pusat juga. Amerika.”, tutur G.O.

“Geu…geundae aku dan Kinara sudah…”

“Kompak?”, lanjut G.O.

“Yeah…karena itu…kau juga tahu kan, aku bisa kompak dengannya butuh waktu lama. Bagaimana jika Kris nanti memilih dia?”

“Karena itu…kalian bertiga akan battle.”

“Battle?”

“Ne..untuk menentukan kekuatan kalian. Dan juga…pasangan yang Kris pilih.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Saat menunggu Joon, aku bercengkerama dengan Tao. Dari perbincangan kami, Tao mengatakan kalau semua teman – teman seperguruannya tewas saat Akrid itu menyerang. Ternyata lebih menyedihkan dari kisahku.

Saat aku sedang berbincang dengan Tao, tiba – tiba datang lagi tiga orang pria menghampiri kami.

Yang satu berwajah imut, yang satu berwajah sadis dengan kulit sedikit gelap dibandingkan lainnya, dan yang satu lagi seperti tiang listrik, tinggi menjulang dengan wajah yang sangat dingin.

“Ternyata kau di sini…kami dari tadi mencarimu, mata panda!”, lelaki berwajah imut itu menunjuk Tao.

“Hyung, we have new crew here!”, ujar Tao.

“Hng? Maksudmu?”

“Kinara, ini Lu Han hyung, ini Kai hyung, dan ini Kris hyung.”, Tao memperkenalkan ketiga lelaki itu padaku. Jadi yang berwajah imut itu bernama Lu Han, yang tinggi menjulang itu Kris, dan yang satu lagi namanya Kai. Hhhmm…aku mengerti sekarang.

“Dia perwakilan dari Indonesia yang dibawa Joon hyung.”, lanjut Tao lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Jadi dia yang G.O hyung bilang? Huh! Kupastikan kemampuannya rendah!”, batin Kris.

“Hyung, waeyo?”, tanya Kai pada Kris.

“Anni..gwaenchana…aku mau ke dalam dulu..”, ujar Kris.

“Chakkaman, Kris..!”, G.O mencegahnya.

“Kinara, Joon, Kris, ikut aku.”, ujar G.O.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kenapa hanya kita bertiga?”, tanyaku pada Joon. Dia hanya tersenyum memperlihatkan lesung pipinya dengan tangan yang menggenggam tanganku erat. Kami dibawa ke ruangan khusus.

“Ini ruang ujian.”, ujar Joon.

“Ruang ujian?”, tanyaku.

“Kris, sesuai keputusan..kau bisa memilih antara Joon dan Kinara.”

“Aku tidak mau!”, ujarku. Sontak saja G.O langsung memandangku kesal.

“Ssst..jangan membantahnya, Ra..”

“Tapi…aku..”

“Kenapa, nona? Takut bertarung?”, Kris menyindirku.

“Kris!”

“Wah..wah..wah…kau membelanya? Hebat kau, hyung!”

“GEUMANHAE!!”, aku tersentak kaget ketika G.O berteriak.

“Kau…Kinara..! Kau lawan Kris!”, aku melebarkan kelopak mataku.

“Ganti bajumu!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kinara…”, gadis itu menoleh saat seorang pria memanggilnya.

“Kalau kau tidak bisa melawannya, biar aku yang melawannya.”, ujar Joon.

“Aku bisa…”, jawab gadis itu tersenyum.

“Kinara…aku..aku tidak mau kau memaksakan diri…”

“Tidak Joon..ini memang harus kulakukan…”, lelaki itu langsung memeluk gadis yang di hadapannya. Memeluk erat seolah tidak mau melepaskannya.

“Saranghae~”, bisik lelaki itu yang masih mendekap tubuh gadis itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
A..apa?! ‘Saranghae’ dia bilang?! Ba..bagaimana bisa?? Hey, kami baru bersama empat hari di camp Jakarta. Dan dia mengatakan hal ini?

“Selama ini…tidak ada orang yang kulindungi setelah kakakku meninggal. Tapi kini…saat aku bertemu denganmu, aku sangat ingin melindungimu. Karena aku mencintaimu.”, aku hanya mampu terdiam mendengar penuturannya.

“Aku tidak berharap kau menjawab perasaanku sekarang, Ra…tapi niatku untuk melindungimu, jangan kau anggap sebagai omong kosong.”, dia melepaskan pelukannya dan menatapku dalam. Aku tidak melihat kebohongan terpancar dari manik matanya.

“Aku mencintaimu…”, ujarnya mendekatkan wajahnya denganku. Ti…tidak! Aku tidak diciumnya kan?!!
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Lelaki itu mencium kening gadis di depannya. Mengusap sebelah pipinya dan tersenyum padanya.

“Aku akan selalu membelamu, dan melindungimu tanpa kau minta.”, ujarnya.

Gadis itu menunduk dan berkata, “Aku…sejak kau datang…aku memang merasa aman di dekatmu…apakah aku diberi kesempatan untuk berpikir?”

“Tentu saja….apa yang kau katakan? Aku bukan seorang diktator seperti yang kau bayangkan.”, ujar lelaki itu mengacak rambut gadis itu dengan tersenyum.

“Geundae…bolehkah aku memanggilmu, ‘oppa’? Joon oppa?”

“Anything for you….”, gadis itu memeluk lelaki itu.

“Maafkan aku…aku belum bisa membalas perasaanmu, oppa…”, batin Kinara.

“Cha! Kau harus bersiap – siap jika kau mau menghadapi manusia itu. Aku akan menunggumu di sini.”, ujar Joon pada Kinara.

“Tunggu ya…”

“Ppali ya!”, ujar Joon yang langsung memasukkan gadis itu ke kamarnya untuk berganti baju.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“I’m ready.”, ucapku saat berhadapan dengan Kris di depanku.

“Cih! Kau berani rupanya?”, dia merendahkanku? Lihat nanti!

“Kinara, kau hanya perlu fokus!”, ujar Joon oppa di belakangku. Yeah…fokus.. Fokus menghajar pria brengsek ini!
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Kris dan Kinara bertarung dengan tangan hampa. Mereka berdua benar – benar mengandalkan kemampuan fisik mereka. Secara fisik, tubuh Kris jauh lebih tinggi dari Kinara yang hanya sebahu lelaki itu.

“Majulah…aku tidak mungkin menyerang wanita lebih dulu.”

“Dalam pertandingan, tidak ada wanita atau pun lelaki. Yang ada bagaimana cara untuk menang!”, Kinara benar – benar maju lebih dulu saat Kris sudah siap dengan posisi kuda – kudanya menerima serangan dari lawannya.

Buagh! Dhuakh! Tinjuan dari gadis itu dengan mudah ditangkis oleh Kris. Tubuhnya yang lebih tinggi, memudahkannya untuk menghalau semua serangannya.

Brukk! Dengan mudah, Kinara dijatuhkan oleh Kris.

“Kinara!!”, Joon bergumam khawatir.

“Hanya sebatas itu kemampuanmu, nona? Aku tidak akan mengalah sekali pun kau wanita.”, jelas sekali Kris terlihat menantangnya. Kinara pun melompat ke belakang dengan bersalto.

“Jangan pikir aku ini lemah, tuan!”, ujar Kinara yang melompat dan menggunakan dinding sebagai pijakannya dan menendang Kris. Tendangannya berhasil mengenai pelipis pria itu.

“Oops! Maaf!”, ucap Kinara yang seperti merasa bersalah.

“Huh! Boleh juga!”, ujar Kris.

Buagh! Dhuakh! Drak!

“Ugh!”, perut gadis itu terkena tendangan lelaki tinggi itu.

“Apa itu sakit?”, tanyanya. Keringat pun membasahi tubuh keduanya. Meskipun gadis itu menguncir satu rambutnya tinggi, tetap saja peluh masih membanjiri tubuhnya dan membuat rambutnya sedikit berantakan.

Sreett!! Deshh!! Kinara menggunakan tendangan bawah yang tidak diduga Kris sebelumnya hingga lelaki itu terjatuh. Sebelum lelaki itu bangun, Kinara membelit kaki lelaki itu dengan kakinya dan menguncinya juga menahan tangannya.

“Menyerah sekarang, euhm?”

“Hahaha…tidak semudah itu.”, dengan ringannya, tubuh Kris berbalik dan melompati gadis itu dengan menggunakan tubuh gadis itu sebagai pijakan. Gadis itu pun kehilangan keseimbangannya dan melompat ke belakang menjauhi Kris.

“Dasar pecundang!”, Kinara berlari dan bersiap menendang Kris dengan berpijak pada dinding. Belum sempat kaki itu menendang dagunya, Kris menahannya dengan kedua tangannya hingga tubuh gadis itu terbalik. Beruntung Kinara memiliki keseimbangan yang cukup, ia menahan tubuhnya sendiri agar tidak terjatuh.

“Teknik yang sama, nona! Kau tidak bisa mengelabuiku!”

Bruakh!!

“Akh!”, Kinara sedikit mengerang saat Kris membantingnya di atas matras. Matras itu seolah tidak berfungsi menjadi bantalannya. Dengan cepat, Kinara menggunakan kakinya untuk membelit lengan Kris dan menjatuhkannya ke samping.

“Cukup!”, perintah G.O.

“Joon, giliranmu!”, ujar G.O lagi.

“Ne…”, Joon pun maju setelah sesaat sebelumnya memberikan handuk pada Kinara untuk menyeka keringatnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Kali ini serangan Kris pada Joon lebih brutal.

Buakh!! Dhuakh!!

“Jangan sombong kau!”, ujar Joon.

Buakh! Druakh! Desshh!! Dengan tinjuannya, Joon berhasil menjatuhkan Kris.

Kris melompat menghindari serangan Joon dan berbalik menahan tangan lelaki itu. Tidak hilang akal, Joon menggunakan kakinya untuk menjatuhkan Kris.

Bruukk!! Pria jangkung berambut blonde itu pun terjatuh.

Sreet! Buakh! Dhuakh!

“CUKUP!”, tiba – tiba Rain menghentikan pertarungan. Di belakangnya bukan Siwon. Melainkan salah satu penemu dari Jepang.

“G.O, kau akan pairing dengan Joon. Dan kau Kris, akan berpasangan dengan Kinara.”

“Ta..tapi…”

“Keputusan ini dibuat oleh penemu mobile suite. Jika kalian menggabungkan kekuatan yang sama, tidak ada gunanya. Kalian harus saling mengisi.”, ujar Rain.

“Kinara, Joon, kalian memang kompak, namun kemampuan kalian sama. Mobile suite yang akan dikendalikan menjadi tidak efektif.”

“Yah, untuk itu, untuk membangun kekompakkan antara kau dan Kinara, hanya kalian yang bisa.”

Tanpa permisi, Kinara langsung keluar ruangan. Joon pun menyusulnya. Tapi, gadis itu tidak berhasil ditemukan oleh Joon.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Sicaa~ Wait! Ponselmu ketinggalan.”, aku melihat ada seorang gadis yang bermain roller blade. Di belakangnya ada seorang gadis lagi yang berlari mengejarnya.

“Awaasss!! Minggirrr!! Huwwaa!!”

Brukk!

“Aww!”, pekikku.

“Hyaaa!! Neo gwaenchana??”

“Tuh kan! Apa kubilang! Jangan main roller blade di dalam sini! Kalau ketahuan Rain oppa, kau bisa dimarahi habis – habisan.”

“Hey, neo gwaenchana?”, gadis yang memakai roller blade itu menepuk bahuku.

“Eeh?? Ne..”, jawabku.

“Kau…kau yang dari Indonesia itu ya?”, hey! Aku terkenal? Hahaha.

“Kinara imnida..”

“Jessica imnida…Sica..dan ini, Tae Yeon. Panggil saja dia Taeng.”, ujarnya padaku.

“Hey, bagaimana kalau ke kamar kita saja? Kita mengobrol? Kelihatannya kau habis menangis..”, aku pun menurut.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Waah…ternyata kau lebih muda dari kami ya??”

“Ne…boleh tidak kalau aku memanggil kalian dengan ‘eonni’?”

“Tentu saja boleh! Kau ini tidak seperti Sica yang tidak mau memanggilku seperti itu!”

“Yaah~ Kita kan hanya beda beberapa bulan, Taeng!”

“Haish~ Sudahlah…jangan diperpanjang. Bisa bisa mobile suite menjauhi kita. Hey, anak manis, kenapa kau sedih sekali?”, tanya Tae Yeon.

“Aku…aku dipasangkan dengan Kris…”

“What?! Dengannya?!”, ujar Tae Yeon dan Jessica bersamaan. Kinara mengangguk.

“Chakkaman! Berarti Joon oppa dengan G.O oppa?”

“Mungkin…”

“Astagaaa!!! Ini bahaya! Ini bahaya!! Bagaimana bisa kau satu mobile suite dengan Kris sementara kau dengannya sama sekali tidak kompak!”

“Makanya itu, eonni…aku harus bagaimana?”, lirih Kinara.

“Hhmm….hanya kalian berdua yang bisa menyelesaikannya. Pacaran misalnya?”, ujar Jessica.

“Yaah!! Itu tidak mungkin, Sica!”, Tae Yeo menjitak kepala Jessica.

“Aww! Appo yaa!”

“Bagaimana kalau saling curhat?”, usul Tae Yeon kemudian.

“Tidak mungkin juga, eonni…aku membenci dia, dan dia membenciku.”, jawab Kinara juga.

“Haish..Taeng, dia juga bukan wanita! Mana mau lelaki curhat!”, ujar Jessica.

“Hhm..iya juga sih.. Hhm..lalu..bagaimana ya??”, Tae Yeon kelihatan berpikir.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Alarm kemunculan Akrid kembali berbunyi. Kali ini dua Akrid sekaligus dengan kategori 4 di perairan Kalimantan Indonesia.

“Kyu, ayo!”, ujar Keiko.

“Tidak bisa, Keiko. Kakimu masih sakit!”, Kyuhyun melarangnya.

“Tapi Kwangmin dan Youngmin tidak mungkin bisa sendirian!”

“Kalau kita memaksakan diri, percuma saja!”, ujar Kyuhyun.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Dengan pesawat jet besar, mobile suite yang dikendarai Joon dan G.O pun datang. Mobile suite yang bernama BLAQ, sebuah robot berwarna hitam dengan kemampuan gerakan yang super cepat.

“BF, bertahanlah. Kami akan mencapai posisi kalian.”, ujar Joon pada Kwangmin dan Youngmin yang sedang melawan Akrid.

SHHUUTT! SHHUUT!! Roket misil dari tangan mobile suite BLAQ mengenai bahu Akrid dari belakang. Akrid itu menoleh dan membalas serangan pada BLAQ.

SRIINGG!! Mobile suite BF juga menyerang dengan pedang kembarnya dari belakang.

TRAAAKK!!! Akrid dapat mematahkan serangan BF.

SHHUUTT!! SHUUT!! BLAQ kembali menyerang Akrid. Akrid yang pasif tiba – tiba ikut menyerang BLAQ dan BF.

“We need help!!”, G.O menghubungi kantor pusat.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Turunkan Flower dan XO! Ini Akrid besar!”, ujar Rain.

“Ne!”, Siwon kemudian memberikan panggilan pada Tae Yeon dan Jessica. Juga pada Lu Han, Tao, dan Kai.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Tae Yeon, Jessica, segera bersiap menuju Flower!”

“Hah?! Langsung?”, tanya Jessica eonni.

“Ppali ya!!”, ujar Taeng eonni.

“Kinar, kami harus bersiap. Kau…”

“Gwaenchana eonni..aku mau keluar saja..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ppalii! Ppali! Ppalii!!”, kulihat Tao, Lu Han, dan Kai berlarian. Apa mereka juga ikut?

“Sebenarnya sih harusnya kita tenang – tenang saja. XO kan bisa teleport.”, hah? Mobile suite nya bisa teleport? Keren sekali!

Hhhm..aku ingin lihat bagaimana mobile suite aku nantinya. Apa aku bisa lihat dari dekat ya?
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Woaah!! Keren sekali mobile suite ini!”, batin Kinara kagum. Gadis itu tengah melihat sebuah robot raksasa berwarna merah dengan gambar naga dengan sayap yang lebar di dada mobile suite itu. Tulisan ‘dragon’ terpatri di dada kiri mobile suite itu.

Kinara berdiri tepat di bawah mobile suite itu. Bahkan tinggi gadis itu tidak mencapai mata kaki mobile suite itu. Bisa dibayangkan betapa tinggi dan besarnya Dragon.

“Awaasss!!!”

KLAANKK!!! Sebuah mesin penggergaji besi terjatuh dengan kondisi masih menyala.

“A..aku masih hidup..”, batin gadis itu.

“Yaaa!!! Apa yang kau lakukan di sini?!!! Apa kau gila, eoh?!!! Berkeliaran di sini!! Apa kau mau aku laporkan pada Rain hyung, eoh?!”, seorang pria memarahinya.

“K..Kris?”, gumam Kinara.

“Cepat bangun! Kau pikir, kau tidak berat, eoh?!”, gadis itu baru menyadari jika ia duduk tepat di atas tubuh lelaki itu.

“Du..Duìbùqǐ (maafkan aku)…Xièxiè…”, ucap gadis itu.

“Aa! Sigh!”, lelaki itu mengerang sakit di kepalanya.

“Ka..kau terluka?”, tanya Kinara.

“Menurutmu apa kalau kepalaku berdarah?”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Mana kotal P3K?”, tanyaku saat di kamarnya.

“Entahlah…”

“Haish! Kau ini…tunggu sini!”, aku beranjak ke kamarku yang ada di seberang kamarnya.

Aku pun kembali ke kamarnya yang masih dengan pintu yang terbuka. Sama sepertiku, kamarnya juga berpintukan besi tebal seolah kamar itu menjelma sebagai brankas.

“Tahan sedikit ya…”

“Maksudmu, aku akan menjerit kesakitan, begitu?”

“Hhm..kalau begitu maumu.”, jawabku membersihkan darah di kepalanya dan memberikan antiseptik di pelipisnya.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
BLAM!

“Hah?! Astaga!!”, dia terlihat kaget mengabaikan rasa sakit di pelipisnya.

“Why?”, tanya Kinara.

“Kita terkunci.”

“What?!!!”

Kris berusaha membuka pintu besi itu hingga otot – otot di lengannya terlihat jelas. Namun, pintu itu masih tetap tidak terbuka.

“Haish! Pintu ini sering sekali seperti ini!”, gerutunya.

“Sering seperti ini?!”

“Ne..makanya kuletakkan ganjalan pintu.”

“Magnet! Pintu ini besi kan? Pakai magnet untuk menariknya.”

“Harus sebesar apa magnet itu kalau pintunya seperti ini?”

“Jadi kita harus terkurung di sini?”, tanya Kinara lirih.

“Tidak akan kekurangan bahan makanan.”

Kris meraih ponselnya dan berusaha menelpon keluar. Tapi tidak ada yang menjawab lantaran sibuk dengan kemunculan Akrid.

“Bagaimana jika aku tidak bisa keluar? Bagaimana kalau tiba – tiba muncul Akrid besar di sini? Bagaimana jika aku tidak bisa bernapas?”, berbagai pikiran negatif selalu muncul di benak Kinara.

Kelemahan gadis itu adalah mudah panik. Dan ini selalu berimbas pada pernapasannya yang sering sesak.

“Tidak…aku tidak mau mati konyol! Tidak! Aku tidak mau…hhh…hhh…”, gadis itu mulai sesak memegangi dadanya kesulitan bernapas.

“Kau..kau baik – baik saja?”, gadis itu tidak menjawab. Dia masih sulit bernapas.

“Kinara…?”

“Hhh…hhh…hhh…”, Kris memeriksa denyut nadinya.

“Astaga! Kenapa dia?”, batin Kris.

“Kinara…kau dengar aku?? Hey, apa yang terjadi denganmu?”, Kris ikut bersimpuh di depan gadis itu.

“Kinara..! Hey! Jangan membuatku bingung!”

Kris pun menggendong gadis itu, membaringkannya di tempat tidurnya. Kepalanya diberikan ganjalan bantal yang tinggi.

“Kinara…hey…”, tatapan gadis itu hanya menuju satu arah saja.

Kris akhirnya memutuskan untuk memberikan bantuan pernapasan buatan untuk gadis itu. Tangannya menelusup ke bawah leher gadis itu, memastikan posisi lehernya yang lurus agar oksigen masuk.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Flower shuriken!”, Tae Yeon dan Jessica masih terlibat pertarungan melawan Akrid di Indonesia dalam mobile suite yang bernama Flower.

“Twins swords!”, Kwangmin dan Youngmin juga menyerang Akrid.

“Thunder attack!!”, Joon dan G.O tak mau kalah.

“LIGHT BLAST!!”, Tao, Kai, dan Lu Han juga bergerak dalam mobile suite XO nya.

Seketika kedua Akrid itu musnah.

“Haissh! Melelahkan sekali ya, Taeng!”, ujar Jessica yang terengah – engah.

“Uhm…dasar! Merepotkan saja makhluk itu!”, sambung Tae Yeon.

“Kalian…baik – baik saja?”, Kyuhyun keluar sambil mendorong kursi roda Keiko.

“Keiko-chaan!”, Jessica dan Tae Yeon langsung menghampiri gadis itu.

“Minggir, evil!”, Jessica langsung mendorong Kyuhyun.

“Yaah! Aku ini lebih tua dari kalian!”

“Don’t care!”, jawab Jessica dan Tae Yeon bersamaan.

“Kami baik – baik saja…geundae…aku khawatir jika nantinya akan muncul Akrid yang lebih besar.”, ujar G.O.

“Maksudnya, hyung?”, tanya Kyuhyun.

“Ada kemungkinan, Akrid yang muncul adalah kategori 5 yang jauh lebih besar. Meskipun kita melawannya dengan 5 mobile suite itu tidak akan mudah. Seandainya saja Kris dan Kinara sudah bisa bertugas, tugas kita akan jauh lebih ringan.”, jelas G.O.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kinara…kau sudah baikkan?”, tanya Kris.

“Pintunya…pintunya..”

“Tenanglah…kita akan baik – baik saja..”

“Ta..tapi kalau..pintu itu..mati..kita..pintu..”

“Nara..hey…! Tenang..kau harus tenang..kau tidak bisa seperti ini…”, Kris memegang kedua bahu gadis itu erat.

“Dengar…kita…kau, aku bisa keluar dari sini. Jadi, aku minta kau jangan panik.”, ujarnya lagi.

“Kinara, kau mengerti?”, gadis itu hanya merespon dengan menganggukkan kepala.

Kris pun kembali menelpon keluar. Dilihatnya, gadis itu terlihat seperti orang ketakutan, duduk meringkuk di tepi ranjang lelaki itu. Kris kemudian ikut duduk di samping gadis itu sambil berusaha menelpon. Dia merangkul gadis itu dengan tangan kirinya dan mendekatkannya pada tubuhnya sementara tangan kanannya memegang ponselnya.

“Yeoboseyo…kami terkurung. Bisakah kalian membuka pintu di sini?”

“Ne…baiklah…”, ujar Kris lagi yang kemudian memutus sambungan teleponnya.

“Takut…aku takut….aku takut…”, gadis itu bergumam.

“Jangan takut. Kita akan segera keluar dari sini.”, ujar Kris membiarkan dadanya menjadi sandaran bagi gadis itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hyung, mereka bersarang di sini..kita harus menyerangnya di sini.”, Siwon menunjukkan peta keberadaan Akrid pada layarnya.

“Tenaga akan kurang jika penyerangan hanya dilakukan 5 mobile suite.”, Rain berpikir.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Takut…aku takut…”

“Kinara, ada aku. Jangan takut..”, Kris menggenggam kedua tangan gadis itu.

“Takut….mama….”, Kris memeluk gadis itu, mengusapnya dan memberikan ketenangan untuknya.

“Aku di sini…jangan takut…”, berkali – kali Kris mendoktrin pikiran gadis itu.

KLANK! KLANK! Pintu besi itu sudah terbuka.

“Kinara, lihat…pintu sudah terbuka..”, Kris menunjuk suatu arah.

Gadis itu langsung keluar dan menuju kamarnya yang ada di seberang. Karena ketakutan, ia sampai lupa menutup pintu kamarnya, hingga Kris bisa masuk dan menutupnya sedikit.

Gadis itu menekuk lututnya, merapatkan hingga dadanya, membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya. Kris pun menghampirinya dan menyentuh kepalanya.

“Kyaaa!!”, secepat kilat, gadis itu menepisnya.

“Hey, ini aku…Kris..”, ucapnya. Ia tidak menyangka gadis yang kekuatannya nyaris menyamainya, ternyata serapuh ini.

“Hiks…hiks…hiks….”, gadis itu menangis.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Entah kenapa aku menjadi paranoid sendiri. Aku cemas dan selalu waspada. Tapi, dengan lelaki ini, justru aku membiarkannya di dekatku.

“Kinara, lihat aku!”, tangannya membingkai wajahku untuk menatapnya. Tapi aku hanya bisa memejamkan mataku menangis.

“Lihat aku, Nara..please.”

“Ketakutan menguasaimu. Buang itu jauh – jauh atau kau tidak bisa mengendalikan Dragon bersamaku.”

“Aku tidak bisa…aku aaa!!!”

“Nara…Nara… Tidak bisa adalah kata – kata bagi orang yang tidak mau mengerti dan tidak mau mencari solusinya. Kau bisa Nara! Kau bisa!”, ucapannya..hampir mirip ucapan Joon oppa.

“Kinara, Kris, kalian bersiap – siap.”, aku mendengar pemberitahuan itu. Bagaimana mungkin aku masuk Dragon sementara aku seperti ini.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Bawa dia, Siwon.”

“Hyung, mau dibawa kemana Kinara?”, tanya Kris pada Rain saat melihat Kinara yang masih dengan tatapan kosong dibawa Siwon.

“Penjernihan pikiran.”, jawab Rain singkat.

“Andwae! Hyung, kenapa kau melakukan itu?!”

“Akrid banyak muncul di perairan Indonesia. Kalian berdua harus ke sana. Tapi karena Kinara tidak memungkinkan, dia harus…”

“Hyung! Kenapa kau selalu menggunakan cara itu? Dulu Keiko juga. Dan sekarang Kinara? Kau….sigh!”, Kris meninggalkan Rain begitu saja dan menyusul Kinara yang dibawa oleh Siwon.

Tapi, terlambat! Kinara sedang dalam proses brain wash.

“Andwaeee!!! Buka!! Buka!!”, Kris menggedor – gedor kaca tebal itu. Percuma, karena ruangan itu kedap suara. Sedangkan Kris hanya bisa menatap Kinara dari luar.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Siapa pria ini? Kenapa dia menatapku seperti ini?”, pikiran itu terus berada di benakku.

“Kinara….”

Kenapa dia tahu namaku? Siapa dia?

“Jangan mencampuri pikirannya dengan masa lalu.”, tiba – tiba lelaki yang menggunakan name tag bernama Choi Siwon ini bicara pada lelaki di hadapanku.

“Kinara, ini Kris. Partnermu di dalam mobile suite Dragon. Arraseo?”, jelasnya.

Kris. Jadi namanya Kris.

“Arraseo, Siwon oppa…”, ujarku.

“Kajja, pergilah kalian berdua.”

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Dia benar – benar tidak mengingatku. Kupastikan dia benar – benar lupa masa lalunya.”, batin Kris.

“Aku Wu Yi Fan.”, ujar Kris.

“Eoh? Bukankah kau…Kris?”, tanyanya.

“Wu Yi Fan adalah nama asliku. Kau bisa aikido, Nara?”, Kris memanggil gadis itu dengan nama yang hanya dia yang memanggilnya.

“Nara…biasanya orang – orang selalu memanggilku dengan Ra, atau Kinar. Aikido…aku memang bisa aikido. Dari mana lelaki ini tahu?”, batin Kinara.

“Nara…??”

“Euhm?”

“Nothing.”, ujarnya lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Aku dan dia kini memasuki ruangan mobile suite kami, Dragon. Rasanya, aku seperti de ja vu.

“Awaasss!!!!”

KLANK! KLANK! RRRRRR!!

A..astaga! Dari mana datangnya gergaji besi ini?

“Kau tidak apa – apa, Nara?”, aku menoleh dan aku baru menyadari kalau aku duduk di atas tubuh Kris. Aku seperti pernah mengalami ini.

“Gwaenchana…”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Left brain is syncronized.”

“Right brain is syncronized.”

“Dragon is ready.”

Kedua sisi mobile suite yang dikendalikan Kris dan Kinara sudah aktif.

“Nara, kau sudah siap?”, tanya Kris.

“Wait! Aku mau coba ini..sepertinya jariku sakit.”, Kinara menggerakkan jari – jari tangan kirinya yang juga menggerakkan jari – jari tangan kiri Dragon.

“High five?”, tanya Kinara pada Kris. Kris pun menggerakkan tangan kanannya pada tangan kiri Kinara yang membuat Dragon seolah bertepuk tangan.

“Dragon is launching.”

SYUUTT!! Dragon meluncur ke udara dan mengembangkan sayap apinya.

“Dragon, Akrid kategori 4 muncul di perairan Bali. Segera meluncur ke sana!”

“Copy!”, ujar Kinara dan Kris bersamaan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Woaah!! Besar sekali Akridnya! Selama ini aku hanya melihat Akrid kategori 3.”, ujarku.

“Kau melihat Akrid?”, tanya Kris. Aku terdiam saat mendengar pertanyaan Kris.

Tiba – tiba saja semua kejadian terlintas di benakku. Mama yang meninggal, pantai, Akrid, Joon oppa, dan bahkan…Kris. Kris pernah menjadi partnerku bertarung.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aaakkhh!!!!”, gadis itu menjerit dan menggerakkan tangan kirinya yang berisi lightning fire.

“Nara!! Jangan, Nara!!”, Kris melihat arah tangan Kinara yang terhubung dengan tangan kiri Dragon, mengarah ke pemukiman.

“Jangan!! Jangan bunuh kami!!”, teriak Kinara yang tetap mengarahkan tangannya.

“Lightning fire is reloading..”

“Nara!!”

“Mayday! Mayday! Left brain is under trouble! We need help!”, ujar Kris.

Dengan segera, mobile suite BLAQ dan Twist tiba.

“Fire blast!!”, Twist mulai penyerangan pada Akrid.

“Thunder attack!!”, Blaq menyerang.

Sementara Dragon, hanya berdiri di belakang tanpa melakukan apa – apa. Sistem konektifitas dimantikan dari pusat hingga robot itu mati total. Kinara pun terjatuh lemas dari tempatnya.

“Nara! Nara, bangun Nara!”, Kris menepuk – nepuk pipi gadis itu.

Karena tidak merespon, Kris menggunakan lengannya untuk bantalan gadis yang tergolek lemah itu. Setelah Akrid mati, Kris menggendong Kinara keluar mobile suite.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Nara…bangunlah..”, Kris terus menggenggam tangan gadis itu.

“Apa yang terjadi dengannya?”, tiba – tiba Kyuhyun dan Keiko masuk.

“Brain wash.”, jawab Kris lemah.

“Dan kau tidak mencegahnya?”, tanya Kyuhyun.

“Sudah. Tapi…terlambat.”

“Ra!!”, Joon tiba – tiba masuk dan memeluk tubuh gadis itu yang masih tak sadarkan diri. Seolah tak peduli dengan tangan gadis itu yang masih digenggam oleh Kris.

“Kau! Kau ikut aku, brengsek!!”, Joon menunjuk wajah Kris kesal.

“Oppa…apa Kinara seperti ini karena memorynya kembali?”, tanya Keiko pada Kyuhyun. Belakangan ini, lelaki yang terkenal karena ulah evilnya itu menyuruh gadis berdarah Jepang itu memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’.

“Ya…memang brain wash bisa menormalkan pikiran. Tapi sangat bahaya jika memorynya tiba – tiba kembali teringat olehnya. Karena itu, saat itu, aku menolak kau untuk di brain wash.”, jelas Kyuhyun.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“PUAS KAU MEMBUATNYA SEPERTI INI, EOH??!!”, Joon menghardik Kris.

“Sudah kuduga, kau tidak becus menjaganya!! Dan kau malah membuatnya seperti ini!!”

“Mianhae.”

“Hanya itu?!!! Dengar Kris, aku tidak akan membiarkan Kinara dekat denganmu, lebih dari seorang partner!! Dan kau… Jauhi dia!!”

“Aku tidak bisa.”, jawab Kris yang membuat Joon geram.

“Pikiranku terhubung dengan Nara. Dan aku sadar, dia tidak sekuat kelihatannya. Aku akan melindunginya.”

“Cih! Melindunginya? Yang bisa melindunginya hanya aku!”, ujar Joon.

“Huh! Tapi sayangnya, Nara akan terus selalu bersamaku.”, ujar Kris sengit.

“Neo…!!!”

“Cukup! Hentikan!”, G.O muncul melerai.

“Apa yang kalian lakukan, eoh?!”, G.O membentak kedua lelaki itu.

“Memalukan kalian! Sangat memalukan! Di sini, sudah ada 6 mobile suite. Seharusnya kita bekerja sama untuk menghabisi Akrid itu! Bukan berkelahi seperti ini!! Kita satu tim!!”, G.O terlihat marah.

“Kalian berkelahi hanya karena satu wanita?!! Childish sekali kalian!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ngh…”, aku terbangun di sebuah ruangan.

“Kinaraaa..akhirnya kau siuman juga!”, aku menoleh. Ternyata Jessica eonni. Di sebelahnya ada Taeng eonni dan….siapa ini? Wanita ini terlihat seperti boneka.

“Annyeong…Keiko imnida..aku pairingnya Kyuhyun oppa dalam Twist.”

“Annyeong…Kinara imnida.”, ujarku.

Cklek! Kulihat seorang pria memasuki ruang rawatku. Kris.

“Ayo kita makan, Taeng. Keiko, kau juga yuk.”, Sica eonni sepertinya sengaja meninggalkanku.

Dia menarik bangku, kemudian duduk di bangku dekat tempat tidurku itu, “Kau sudah sadar..”, aku hanya mengangguk.

“Maafkan aku.”, ujarnya. Ommo! Dia menggenggam tanganku? Tunggu…tunggu! Kenapa aku berdebar seperti ini?!

“Karena aku…kau…”

“Hentikan. Aku tidak mau mendengarnya. Aku tidak mau mengingatnya.”, aku memotong pembicaraannya.

“Maafkan aku…”, ucapnya lagi menyatukan tanganku diantara kedua tangannya.

“Aku bertemu Joon hyung tadi. Dia sangat mengkhawatirkanmu.”

“Joon oppa…”

“Kau ingin bertemu?”

“Nanti saja…”, jawabku.

“Kalau begitu, istirahatlah lagi. Aku akan di sini.”, ucapnya mengusap kepalaku, menyingkirkan rambut kecilku dari keningku.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
GROOAWWRR!!! GRROOAAAWWRR!!!

Suara Akrid itu terus terdengar olehku dan Kris saat kami di rumah sakit. Kami diperintah untuk tidak ikut dalam misi ini karena kondisiku.

“Aku ingin ikut, Kris!”

“Tidak bisa, Nara!”

“Tidak!! Aku harus ke sana!”, aku mencabut selang infuseku dan berlari.

“Nara!! Nara!!”, tidak kuhiraukan panggilan Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Nara, wait!!”, Kris menahan tangan gadis itu.

“Kalau kau mau mencegahku, aku tidak akan berhenti, Kris!”

“Tidak…aku akan ikut denganmu. Tapi kumohon, kau harus ingat ini. Jangan lagi kau terperangkap di masa lalu.”, gadis itu mengangguk.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Shadow punch!!”, mobile suite XO yang dikendalikan Tao, Kai, dan Lu Han menyerang Akrid ini.

“Butterfly shield!!”, mobile suite Flower milik Jessica dan Tae Yeon juga membantu.

“Twins swords!!”, BF milik Kwangmin dan Youngmin menyerang.

“Thunder attack!!!”, BLAQ yang dikendalikan Joon dan G.O mulai mengarahkan tangan mobile suite itu pada Akrid.

“Baiklah…Keiko, shoulder’s rocket!!”, Kyuhyun mengaktifkan serangan bersama Keiko dengan mobile suite Twist.

“Rocket activated.”

SHUUT!! SHUUT!! DHUAR!! DHUAR!! Begitu banyaknya serangan yang dilakukan, tapi Akrid ini masih berdiri tegap.

GROAAWWR!!!! SPLASH!!

Alarm penanda bahaya dalam mobile suite XO berbunyi. Mobile suite itu terkena cairan asam.

“Bertahan!!!”, seru Lu Han.

“Heahh!!!”

GROAWR!!! CRASHH!!

“Kyaaaa!!!”

Flower pun terkena serangan.

BRUAKH!! DRRUAKKHH!! Berkali – kali mobile suite Flower dihempaskan dan terlempar.

“Sicaa!!”, Tae Yeon berteriak saat melihat sayatan dari pinggang hingga perut Jessica.

“Gwaenchana, Taeng.”

BRAAKKH!!! Akrid itu juga menyerang Twist.

“Oppaa!!”, Keiko berteriak.

“Daijoubu (aku baik – baik saja).”, jawab lelaki yang dilumuri banyak darah di kepalanya.

DESSSHH!! BRUAKKHH!!! ZRAAATT!!!

BLAQ juga dihempaskannya dan bahkan diinjak oleh Akrid itu.

“Twins swords!!!”, BF berusaha mengalihkan perhatian Akrid itu dari BLAQ.

DHUAR!! DHUAR!! Akrid itu mengeluarkan api pada BF.

“Snow flower!!”, mobile suite Flower menyemprotkan salju pada api yang dikeluarkan Akrid hingga api itu tidak sampai mengenai BF.

“Thunder attack!!” BLAQ menyerang.

ZRREEETT!! Mobile suite itu terseret jauh.

SHUUTT!! SHUUT!! Beberapa bola api mengenai Akrid itu dari belakang hingga Akrid itu menoleh. Akrid ini adalah Akrid kategori 5, kategori terbesar.

“Dragon?!”, Kyuhyun melihat dari balik kepulan asap. Mobile suite berwarna merah itu masih berada di udara dengan sayap apinya.

“Mwo?!! Dragon?!”

“Kau siap, Nara?”, ujar Kris.

“Uhm!”

GROAAWRR!!

BRUAGHH!!! DHUAR!! Akrid itu menyerang Dragon tapi serangan itu berhasil dihindari.

“Woah! Gerak refleksmu bagus, Nara!”, puji Kris.

“Jangan banyak bicara. Hadapi yang dihadapanmu, nappeun!”

“What?! Kau bilang aku nappeun?!”

GROAWR!!!

“Iya, memang kenapa?”

“Aku tidak terima!”, Kris berkata pada Kinara dengan melayangkan tinjuan tangan kanannya ke udara yang juga menggerakkan tangan kanan Dragon.

BUAGH!

“Kyaaa!! Kris! Jeongmal pabbo, yaa! Lihat ke depan!!”

“Tidak perlu! Aku sudah tahu!”

BRUAGH!!! Lagi – lagi Kris menggerakkan tangan kanannya yang langsung mengenai Akrid.

“Twist sword!”

“Twins swords!

“Lighting blast!”

“Thunder attack!”

“Flower shuriken!!”

“Fire blast!!!”

Keenam mobile suite itu menyerang Akrid itu bersamaan. Mobile suite BF dan Twist menyerang dengan menusuk Akrid sedangkan yang lainnya meledakkan Akrid itu.

“Kita harus memastikannya mati, Na..”, ujar Kris.

“Ne, bagaimana kalau dari atas?”

“Dari atas?”

“Kepalanya. Itu titik kelemahannya. Kau lihat cahaya merah itu?”

“Ne?”

“Itu titik lemahnya.”

“Right!”

“Fire flying wings!”, Kris mengaktifkan sayap api Dragon.

“Fire sword!”, Kinara mengeluarkan pedang di tangan kiri Dragon.

“Reloading fire blast.”

“Kau mengisi blast?”, tanya Kinara.

“Ne..sentuhan terakhir setelah kau menghujamnya.”

SYUUT!! Dragon terbang tinggi dan berputar.

“Fire blast is ready.”

“Eat this!!! For my family!!”, Kinara menghujam cahaya merah Akrid itu dengan pedang apinya.

GROAWWRRR!!!!

“Fire blast!!!”, Kris mulai menembaki Akrid itu bersamaan dengan ayunan pedang apinya.

“Habiskan amunisi, Kris!”

“Yeah!”

“FLY!!!”, Kris dan Kinara langsung mengaktifkan sayap apinya untuk mengudara.

DHUAR!! DHUAR!! DHUAR!! Akrid itu meledak dan mati.

“Mission accomplished!”, seru Kris.

“Dragon! Kalian mengabaikan perintah kami?! Kembali ke pangkalan militer!”

“Yes Sir!”

“Sepertinya Rain hyung marah.”, ujar Kris lagi. Kinara hanya menggidikkan bahunya.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Kini semua pilot dan co-pilot dikumpulkan di pangkalan militer Indonesia. Aku dan Kris, Kyuhyun dengan Keiko-chan, Sica eonni dan Taeng eonni, Kwangmin dan Youngmin, juga Tao yang bersama Lu Han dan Kai. Tidak tertinggal juga Joon oppa dan G.O.

“Oppa~”, aku memeluk Joon oppa.

“Oppa..lenganmu..”, aku melihat lengannya tergantung dibahunya.

“Sedikit bergeser posisinya.”, ujarnya santai.

“Kau tidak apa – apa kan?”

“I’m okay, oppa.”, aku tersenyum padanya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Berbagai perwakilan dari beberapa negara mengucapkan rasa terima kasihnya pada kalian. Kalian akan mendapatkan imbalan atas usaha yang telah kalian lakukan saat ini.”, Rain memberikan pengumuman.

“Selain itu, kalian juga akan dikembalikan ke daerah masing – masing dengan jaminan kelayakan hidup bagi kalian.”

“Kembali? Berarti semua yang ada di sini akan terpisah – pisah.”, batin Kinara.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setahun. Setelah setahun aku menjalani kehidupan normalku. Dengan imbalan yang diberikan pada saat misi menyelesaikan Akrid itu, aku join usaha dengan Sica eonni dan Taeng eonni membuat butik besar di Seoul. Ya, itu hanya usaha sampinganku saat aku meneruskan kuliah S2 ku sih.

“Sicaaa, Kinaaaarr!! Lihat ini!”, Taeng eonni berlarian dari luar.

“Waeyo?”, tanyaku dan Sica eonni bersamaan.

“Undangan! Undangan!”

“Hah? Undangan apa??”, tanyaku.

“Huwaaaa!!! Evil?! Si evil menikah?!!”, Sica eonni berteriak di sampingku membuatku sedikit menjauh.

“Yaa! Eonni, pelankan suaramu!”, ujarku.

“Dengan Keiko-chan? Kyaaaa!! Dasar si evil itu! Pintar saja mencari perempuan cantik!”, celetuk Sica eonni kemudian.

“Kinar, kau dan Kris bagaimana?”, Taeng eonni menyenggol bahuku.

“Apa sih, eonni! Kami tidak ada apa – apa.”, jawabku.

“Masa siihh???”, Sica eonni mendesakku.

“Anni!”

“Kau datang kan besok malam? Siapa tahu saja kau bertemu dengan Kris mu itu.”, Taeng eonni lagi – lagi mengusiliku.

“Sepertinya…besok malam aku ada kuliah, eonn..tapi, kuusahakan datang.”, ujarku lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hahaha, evil hyung menikah. Wow! That’s miracle!”, batin pria jangkung dalam mobilnya sepulang kerja. Ya, selama setahun dia kembali menjalankan bisnis ayahnya dengan uang yang ia terima.

Tiba – tiba saja ada dua motor besar mencegah lajunya mobil Kris. Dua orang pria turun dari motor itu, berjalan menuju mobil silver pria itu.

“Sigh! Apa lagi ini?”, Kris membuka savety beltnya dan keluar.

“Remember us?”, tanya salah satunya. Kris hanya mengerutkan dahinya berpikir.

Mereka pun membuka helmnya bersamaan.

“Youngmin? Kwangmin?”

“Long time no see, hyung!”

“Hahaha! Kupikir kalian anak berandalan.”

“By the way, apa kau tidak menyadari ban mobilmu bocor, eoh?”, tanya Youngmin.

“Jeongmal?”, Kris langsung melihat kondisi bannya.

“Assh! Kau benar!”, Kris membuka bagasinya dan mengeluarkan peralatan mengganti ban.

“Mau kita bantu, hyung?”, tawar Kwangmin.

“Kalau tidak merepotkan.”

“No problem!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Jadi kalian masih melanjutkan kuliah kalian?”

“Ne…saat itu kan kami masih SMA, hyung!”, ujar Kwangmin.

“Hahaha, hebat! Anak SMA bisa mengendalikan mobile suite.”

“Terpaksa.”, jawab Youngmin.

“Lalu, selain kuliah, apa yang kalian lakukan?”

“Kwangmin dan aku jadi…model.”

“Apa wajah kalian kemudian terkenal gara – gara peperangan itu? Hahha.”

“Ya, sepertinya begitu. Hahaha.”, kelakar Youngmin sambil membantu Kris mengganti bannya.

“Dimana kalian tinggal?”

“Daerah Gangnam-gu.”

“Woah! Jinja! Aku juga daerah itu.”

“Hahaha, kita bisa sesekali ke sana!”, ujar Kwangmin.

“By the way, kau sudah tahu kalau Kyuhyun hyung akan menikah?”

“Tahu…besok kan?”

“Ne…apa kau datang, hyung?”

“Pasti. Aku akan datang.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ra~!”

“Mwo?! Joon oppa!”

“Apa yang kau lakukan di sini?”, tanya Joon.

“Mencari buku.”

“Jeongmal bogoshipo~”, ujar lelaki itu memeluk Kinara.

“Hahaha, nado oppa…kau…terlihat keren memakai jas ini!”, gadis itu menepuk – nepuk kedua bahu lelaki itu.

“Jeongmal?”

“Uhm!”

“Hey, bagaimana kalau kita ke cafe dulu?”

“Ayo! Setelah aku beli buku ya…”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Saat di cafe, ternyata Kris juga berada di cafe yang sama dengan Joon dan Kinara.

“Nara…”, terlihat gadis itu sangat senang bersama Joon. Tertawa lepas, bahkan sesekali memukulnya ringan.

“Aaa~”, ujar Joon yang menyuapi Kinara. Gadis itu membuka mulutnya.

“Makan punyamu sendiri!”, Joon membalikkan sendok itu pada mulutnya sendiri.

“Oppa jahaaat!”, gadis itu memukul lelaki itu yang terlihat tertawa puas mengerjai gadis dihadapannya.

“Kau terlihat gembira bersamanya…”, batin Kris yang kemudian keluar cafe itu mengurungkan niatnya untuk makan.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppa? Waeyo?”, tanyaku saat melihat Joon oppa yang tiba – tiba tertegun melihat arah belakangku. Aku pun menoleh untuk memastikannya. Tidak ada siapa – siapa.

“Oppa?”, aku menjentikkan jariku di hadapannya.

“Eoh?”

“Wae??”

“Anni…eopseo…”, ujarnya kemudian yang melanjutkan makannya. Kenapa tiba – tiba dia berubah?
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Selama setahun, perasaanmu padanya tidak berubah ya, Nara…”, batin Kris.

“Huh! Bodohnya kau, Kris! Kau sungguh bodoh kalau terus mengharapkan gadis itu berpaling padamu!”, batin lelaki itu lagi.

Lelaki itu memarkirkan mobilnya di dekat sungai Han. Tidak bergeming dari tempat duduknya di balik setir mobilnya. Mengambil sesuatu dari laci dashboardnya. Sebuah kotak kecil berwarna merah. Dibukanya cincin itu, memperlihatkan sebuah cincin emas putih dengan berlian di atasnya.

Tlek! Kotak itu kembali tertutup rapat dan kembali ia simpan di dalam laci mobilnya.

“Benar – benar bodoh! Kau hancur karena seorang gadis. Sejak kapan seorang gadis berhasil menguasai pikiranmu, Yi Fan?!”, batin lelaki itu terlihat menentang.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hatchi! Hatchi!”

“Aasshh!! Kenapa hanya memakai bedak saja kau bersin, Kinar?”, Sica eonni memoles wajahku.

“Sentuhan terakhir! Warna lipstick yang menggoda.”, Taeng eonni ikut mendadani aku.

“Eottohkeeee~~~~”, teriakku.

“Ssstt! Kau diam saja! Tidak ada yang boleh menentang seorang Tae Yeon di rumah ini! Ingat ya, kita bertiga di rumah ini, so, kau sebagai maknae, harus nurut!”

“Eonnii…wajahku terasa tebal!”, ujarku.

“Tebal apanya? Pabbo!”, ujar Taeng eonni.

“Done!”, ujar mereka berdua.

Kini aku terbalut chocolate sleeveless dress. Sebuah dress berwarna cokelat tanpa kerah dan hanya sebatas dada yang dipadukan dengan silver stiletto heels, sepatu berhak tinggi berwarna silver dengan tali yang terpasang dikedua kakiku. Untuk kalungnya, Sica eonni memakaikan Amethyst Array, sebuah kalung berwarna cokelat terang yang bersusun melingkar di leherku. Dan tas yang kubawa adalah tas tangan berbentuk diamond yang berwarna senada dengan dress yang kupakai. Rambutku di gulung ke atas dan diberikan penjepit rambut bertaburan krystal yang berbentuk bunga.

“Eonni, apa ini tidak berlebihan?”

“Hey, Kinar…kau itu mau ke pesta pernikahan. Lihat kami…lebih total darimu kan?”

“Kalian kan cantik, tinggi juga. Sedangkan aku?”

“Karena itu, kau pakai heels. Lihat wajahmu..cantik kan?”

Kedua mataku dibuat lebih kecil dengan eyeliner yang dipakaikan oleh Sica eonni dimataku. Dibuat sedikit panjang garis mataku.

“Kau itu cantik, Kinar! Kenapa tidak percaya diri?”, Taeng eonni menegapkan tubuhku.

“Cha! Busungkan dadamu! Asshh! Sepertinya kau terlalu banyak main dengan Tao dan Kai. Kau jadi seperti anak laki – laki!”

“Annii~!”

“Atau Kris yang merubahmu? Sigh! Berani sekali dia! Kau harus jadi wanita lagi!”

“Eonni…ini tidak ada hubungannya dengan Kris!”, protesku.

“Kajja, kita berangkat.”

“Hu..huwaa..”, aku kurang biasa menggunakan high heels ini. Hiks.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Musik yang mengalun, para tamu yang sebagian terlihat menikmati hidangan, sebagian lagi terlihat menyalami Kyuhyun dan Keiko. Aku datang bersama Sica eonni dan Taeng eonni.

“Aku suka pesta dengan tema seperti ini. Pintar juga si evil itu memilih tema!”, celetuk Taeng eonni.

“Sudahlah, kita ke mereka berdua dulu…”, ujar Sica eonni.

Aku, Tao, Keiko, dan juga Kyuhyun punya cara berjabat tangan yang hanya diketahui oleh kita berempat.

“Yaah! Evil! Chukkaee!”, ujarku menjabat tangannya. Tapi tanpa ia duga, aku meremasnya kencang hingga dia kesakitan.

“Aww…aww..appo! Kau itu…masih saja melakukan cara itu.”, protesnya.

“Memangnya kenapa? Tidak boleh?”, aku menjulurkan lidahku.

“Yaah! Kau juga kenapa ikut – ikutan mereka tidak memanggilku dengan sebutan ‘oppa’?”

“Keiko-chaaan…aku takut!”, aku pura – pura bersembunyi di balik Keiko yang tertawa.

“Hey, Kinar…kau terlihat cantik sekali! Mau bertemu Kris, euhm?”, tanya Keiko.

“Haish! Kalian ini..ada apa dengan otak kalian??”

“Aa! Rain hyung, Siwon hyung! Kalian datang!”, ujar Kyuhyun.

“Tentu, kami tidak melupakan kalian.”, ujar lelaki itu.

“Raa~!”

“Joon oppa!”

“Hey Kinar, lebih baik kau berdansa dengan Kris di sana.”, tunjuk Kyuhyun pada satu arah. Aku menoleh dan kulihat lelaki berambut blonde itu berdiri dengan gelas di tangannya dan terlihat memegang ponselnya.

“Kau saja yang berdansa, sana!”

“Tentunya aku bersama Keiko-chan!”, sigh! Pasangan ini buat aku iri saja!”

“Taeng, aku lapar. Ayo kita makan.”, ujar Sica eonni yang terdengar olehku.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Would you mind to dance with me?”, aku terkejut saat aku sedang meminum orange juiceku, Joon oppa menghampiriku, mengulurkan tangannya padaku.

“My pleassure…”, ujarku menyambut tangannya.

“Oppa, tapi aku kurang bisa dansa..terlebih lagi klasik..”, ujarku.

“Aku akan mengajarimu.”, ujarnya yang kemudian menggamit pinggangku. Tangan sebelahnya lagi kini tertaut pada sebelah tanganku.

“Oppa, kau tahu, aku sangat berterima kasih padamu karena sudah melindungiku. Berperan sebagai kakakku.”, ujarku.

“Ne…padahal aku tidak menganggapmu sebagai adikku loh.”

“Oppa…jangan mulai lagi! Kau itu genit sekali!”

“Hahaha….bagaimana hubunganmu dengan Kris?”, tanyanya sambil berdansa denganku. Aku hanya menggeleng.

“Arah jam sembilan, dia terus memperhatikan kita.”

“Maksudmu?”

“Wu Yi Fan.”

“Kris?”, tanyaku.

“Hhm…siapa lagi memang?”

“Hhh…”, aku hanya menghela napas.

“Kau tidak sadar, kalian itu sama – sama egois. Salah satu dari kalian harus ada yang mengalah. Jujurlah dengan perasaan kalian.”, ucapnya.

“Aku kan wanita, oppa!”

“Hhh…kau ini…”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sreett!

“Kau lanjutkan dengannya ya, aku lelah.”, ujar Joon pada Kinara.

“Yaah! Oppa!”, gadis itu kaget saat menyerahkan tangannya pada pria berambut blonde itu. Pada Kris.

“Hyung….kau…”

“Aku mau cari minuman. Gantikan aku ya.”, ujar Joon pada Kris.

Kaku. Itulah suasana mereka berdua saat ini. Meskipun kedua tangan mereka saling bertautan, wajah mereka seperti terlihat tegang.

“Sigh! Kris, you’re so clumsy!”, batin lelaki itu.

“Kajja…”, lelaki itu kemudian mengajak gadis itu terlebih dahulu untuk berdansa.

“Aah! Maaf!”, tanpa sengaja gadis itu menginjak kaki lelaki itu.

“Kau tidak bisa berdansa?”

“Iya..maaf..”, ujar Kinara menunduk.

“Kau mau menyudahinya?”

“Apa kau takut kakimu terinjak lagi olehku?”, Kinara berusaha mencairkan suasana.

“Hahaha, mungkin karena sepatumu itu sangat menyakitkan untukku jika terinjak.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Jadi kau benar – benar melanjutkan S2 mu itu?”

“Jadi maksudmu aku main – main dengan ucapanku?”, tanyaku balik.

“Eoh? Bukannya begitu…”

“Lalu?”

“Kupikir kau menikah…”

“Menikah? Hahaha dengan siapa?”

“Joon hyung? Bisa saja kan?”, aku hanya menanggapinya dengan tertawa.

“Kenapa tertawa?”, tanyanya.

“Lucu saja…kau mengira aku dengan Joon oppa, sementara yang lainnya mengira denganmu.”

“Maksudmu?”

Oo! Celaka! Sepertinya ucapanku sudah menjurus!

“Ba..bagaimana kehidupanmu setelah setahun silam?”, ujarku buru – buru mengalihkan pembicaraan.

“Buruk.”

“Why?”, tanyaku.

“Tidak apa – apa…”

“Kau ini aneh!”, ujarku mendorong bahunya, tertawa.

Tiba – tiba saja ponselku berbunyi. Nama Sica eonni tertera di layar ponselku.

“Waeyo, eonni?”

“Kau sudah pulang ya?”

“Belum..aku masih di sini, eonni…eonni dimanaa??”

“Aku sudah pulang sama Taeng. Habisnya kita sudah mencari – carimu tidak ada, kami pikir kau sudah pulang.”

“Eonniii…kau meninggalkanku!”

“Mianhae…kau pulang dengan Joon oppa saja.”

“Hh..ya sudah!”

Piipp!

Aaa!! Siaal!! Ponselku mati! Sigh!! Benar – benar deh hari ini!
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“What?! Kau masih di sana?? Aku sudah pulang dari tadi dengan G.O hyung.”

“Aaaa!! Balik lagi dong, oppaaaa..”, rajukku.

“Chakkaman! Ini ponselnya siapa? Ini bukan nomormu.”

“Memang bukan. Ini punya Kris.”

“Kenapa tidak pulang dengannya saja?”

“Oppa…aku..tidak mungkin kan..”, aku sedikit melirik ke arah Kris dengan ekor mataku. Tapi dia terlihat cuek memandang lampu – lampu jalanan dari balkon gedung ini.

“Ya sudah, menginap di sana. Menumpang pada pengantin baru itu.”

“Haah! Oppaa! Masa aku ganggu mereka sih??”

“Aku lelah, Ra…mana Kris? Aku akan bicara padanya.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeoboseyo?”, ujar Kris.

“Aku tahu kau sebenarnya menunggu kesempatan ini kan?”, tanya Joon.

“Eoh?”

“Antar Kinara pulang…apa kau tidak mau menggunakan kesempatan ini? Kau harus mengalah, Kris.”, ujar Joon lagi.

“Arraseo…”, jawab Kris.

“Sepertinya Kris enggan mengantarku..”, batin Kinara.

“Kalau perlu, kau jalan – jalan dulu dengannya sebelum mengantarnya pulang.”

“Ne…”, ujar Kris lagi mematikan ponselnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kau mau pulang sekarang? Aku akan mengantarmu.”

“Kau dipaksa Joon oppa ya?”, tanyaku.

“Hhmm…tidak..”

“Aku merepotkanmu?”

“Tidak, Nara..”, ujarnya lagi.

“Kajja, aku antar kau pulang.”, ujarnya yang kemudian melepaskan jasnya dan menutup kedua bahuku dengan jasnya. Dia juga menggandeng tanganku saat dia berjalan di depanku.

“Silahkan..”, ujarnya membukakan pintu mobil untukku.

“Kau sudah seperti pelayanku saja, Kris!”, dia hanya tertawa menanggapiku.

Tring! Tring!

Hah? Apa itu yang jatuh?

“Kris, ada yang jatuh…itu apa??”, aku langsung mengambil benda itu. Sebuah cincin?

“Cincin?”, tanyaku padanya.

“Oh..itu..hhm..aku..”, kenapa Kris terlihat kikuk sekali? Ini baru pertama kali kulihat.

“Waeyo?”, tanyaku lagi.

“Hhh…dari dulu aku ingin memberikan benda itu pada seseorang.”

“Lalu, kenapa tidak kau kasih saja?”, tanyaku. Dia kemudian meraih cincin yang kupegang. Dia kini meraih tangan kiriku dan memasangkan cincin itu di jariku.

“Kris, apa maksudmu?”

Dia menarikku ke dalam pelukannya dan berkata, “Aku ingin memberikannya padamu. Aku ingin kau yang memakai itu untukku. Wǒ xūyào nǐ, Nara (aku membutuhkanmu, Nara). Aku membutuhkanmu untuk melengkapi hidupku selamanya.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Jatuh sudah air mata yang sedari tadi ditahan oleh gadis itu mendengar penuturan Kris yang memeluknya. Gadis itu kemudian membalas pelukan lelaki itu.

“Hey, kenapa menangis? Kau tidak suka?”, Kris sedikit membungkuk untuk menatap wajah gadis yang dicintainya.

Kinara pun menggeleng pelan, menunduk dan menangis, “Wǒ hěn xiǎngniàn nǐ (aku merindukanmu), Kris…hiks…hiks..”, ujarnya pelan.

“Aku juga….jangan menangis…”, ujarnya menghapus air mata yang telah mengalir ke pipi gadis itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Sudah sampai…Nara..?”, gadis itu tertidur di dalam mobilnya. Wajahnya terlihat damai, tenang, dan selalu terlihat cantik dimata lelaki yang mengantarnya pulang.

Kris hanya tersenyum melihat gadis itu yang tengah tertidur. Mengusap pipinya yang terlihat mulus dan putih. Tiba – tiba saja, ada godaan tersendiri dalam diri lelaki itu untuk mencium gadis yang tengah tertidur ini. Dengan hati – hati, ia menghapus jaraknya dengan gadis itu, mendekatkan wajahnya pada Kinara.

“Hng…Aww!!”, gadis itu terbangun dan tanpa sengaja keningnya dengan kening Kris beradu.

“Naraaaaa~~”, Kris memegangi keningnya.

“Aaduuhh…sakiiitt…”, keluh gadis itu.

“Aku lebih sakit!”, ujar Kris.

“Kau kenapa?”

“Hah? Kau malah bertanya padaku? Kau bangun tiba – tiba, keningku sakit!”

“Kenapa…keningmu juga?? Kau mau macam – macam denganku ya?!”

“Memangnya kenapa, eoh?”

“Uugghh!! Menyebalkaaaann!!”, Kinara memukuli Kris berkali – kali.

“Yaahh~~Yaahh~~Kau tidak bisa lagi memukuliku, nyonya Wu.”, Kris memegangi kedua tangan Kinara.

“Eoh? Kapan namaku berubah, hah?!”

“Setelah kau akan menikah denganku nanti! Hhaha.”

“Menyebalkan!”

“Tapi kau sampai menangis untukku, orang yang menyebalkan bagimu ini. Hhahaha.”, gadis itu hanya menggembungkan kedua pipinya kesal. Dan Kris semakin gemas melihat tingkah Kinara dan mencium bibir gadis itu.

THE END

LOVE OFF STAGE [part 2]

Author: momo_Wu

Cast: Kris, Lay, Chanyeol, Sehun, Suho, Baekhyun, EXO

Out Cast: Rini, Eun ra, Vhie, Octa

.

Disclaimer: Me and my brain! ^^

.

DLDR!

.love off stage 2

Part 2-1

Love side: A

Sehun mencoba melepaskan sepatunya yang kini mulai menyiksa. Seharusnya tadi ia mendengarkan nasihat Kris hyung dan tidak memaksakan sepatu ini di kakinya yang panjang, walaupun sepatu ini sangat keren, tapi tidak sebanding dengan penderitaan yang ia alami. Oke, yang terakhir berlebihan.

Setelah sepatu itu lepas, perlahan sehun mencoba meregangkan jari-jari kakinya yang panas. Ia tersenyum kecil dan membayangkan apa kata para fans-nya jika melihat ia duduk seperti ini.

Tiba-tiba pintu ruang ganti terbuka lebar dan sesosok gadis memasuki ruangan dengan sangat cepat. Secepat ia masuk, secepat itu pula ia duduk di sofa di sisi kiri Sehun. Gadis itu tidak sempat menoleh kiri ataupun kanan, jadi sehun sudah berdoa dalam hati agar gadis itu tidak salah dan mendudukinya.

Lima menit berlalu dan sehun seratus persen lupa dengan keadaan kakinya. Matanya diam-diam melirik ke arah gadis yang masih duduk dengan gestur seperti orang marah. Tangannya terlipat di depan dada, tubuhnya bersandar pada sofa dan kaki kanannya bertumpu dipaha kaki kirinya.

Gadis itu mengenakan tudung jaket berwarna putih metalik, persis seperti penampilan Baekhyun dalam musik video History, hanya saja gadis itu memiliki rambut cokelat gelap yang panjang, rambut indah itu keluar dari kedua sisi atas bahunya.

Tunggu! Apa?apa aku bilang indah tadi? pasti aku salah pilih kata.

ya!”

Lanjutkan membaca LOVE OFF STAGE [part 2]

All Kill (two)

All Kill– Pria yang Sempurna (Two shoot)

Author:                momo_Wu

Genre:                 Romance

Rating:                 General

Cast:                     Kris, EXO

Out cast:          Yoon Eun sa

all kill

yang tertarik baca dari awal yaa>> https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2013/03/30/all-kill-one/

resume: Eun sa bingung dengan apa yang baru saja terjadi. menurutnya segalanya baik-baik saja kecuali hubungannya dengan Kris…

.

.

Wawancara yang menggunakan bahasa prancis itu berjalan lancar, ditunjang dengan pembawa acaranya yang juga cukup interaktif dan menarik. Eun sa dengan susah payah berhasil mengatasi perasaan aneh yang muncul setelah insiden jatuh tadi. Begitu juga Kris, menurut Eun sa.

Namun anehnya, Kris terlihat sangat diam dan bahkan tidak menoleh-noleh lagi ke arah Eun sa, apapun yang Eun sa lakukan. Biasanya, Eun sa salah bicara saja, Kris langsung tanpa ampun mengomentarinya.

Entah situasi apa yang sedang berjalan saat ini, ia juga tak mengerti.

Lanjutkan membaca All Kill (two)