[DRABBLE] The Melody| by Selviakim

the-melody

The Melody

selviakim storyline

Kim Jongdae [EXO] and Song Minah [OC’s]

Drama and little Musical.

“Melodi yang mempersatukan kita berdua.”

Poster by: bumblebee – Poster Channel [Thank you for an amazing poster, kak ❤ ]

General.

I own the plot.

sorry for typo(s)

***

Alunan nada dari piano memenuhi ruangan kosong yang diisi oleh dua orang itu. Mereka berdua memainkan piano dengan jemari-jemari yang bermain-main di atas tuts piano. Mereka berdua menghayati penampilan duet mereka. Walaupun hanya mereka berdua yang ada di sana. Mungkin jika mereka sedang tampil di suatu acara, akan membuat orang-orang yang menonton pertunjukan itu merasa takjub akan nada yang keluar dengan sangat indah.

Setelah berapa lama mereka memainkannya, mereka berhenti lalu berdiri dan saling melemparkan senyuman. “Bagaimana rasanya kau memainkan piano lagi?” Tanya laki-laki yang bernama Kim Jongdae, yang memang sedang memainkan piano sedari tadi bersama seseorang menghampirinya yang bermain piano di seberangnya tadi. “Satu tahun akibat kecelakaan itu, tidak akan membuatku berhenti memainkan piano. Kau tahu seberapa sukanya aku dengan nadanya.” Jawab perempuan itu sambil tersenyum. Song Minah namanya. “Maka dari itu, aku mengajakmu ke tempat latihan kita. Soalnya aku sedikit penasaran apakah kau masih ingat nada-nada dalam piano” ucap Jongdae sambil terkekeh. Mendengar hal itu, Minah tertawa sedikit keras dan menutup mulutnya menggunakan tangan.

“Apakah kau ingin membaca surat dariku?”

Pertanyaan Jongdae secara tiba-tiba dan langsung memberikan sebuah kertas dengan tangan kanannya. Menunggu tangan Minah akan mengambilnya. “Buat apa kau memberiku sebuah surat? Kau bisa mengatakan sesuatu secara langsung padaku” ucap Minah yang kebingungan dengan sikap Jongdae tiba-tiba. “Surat ini aku tulis tepat sebulan kamu koma akibat kecelakaan itu” kata Jongdae dengan tangan kanan yang masih memegang kertas. “Apakah kau mau membacanya?” Tanya Jongdae kemudian sambil menyodorkan kertas itu ke hadapan Minah. Minah yang mendengarnya, hanya mengangguk dan mengambil kertas itu lalu duduk di kursi yang dia duduki awalnya. Perlahan, dia membuka kertas nya. Jujur, dia sedikit penasaran.

Halo, Minah.

Tepat sebulan sejak kecelakaanmu dan kau masih terbaring lemah di atas kasur itu dengan beberapa peralatan yang dihubungkan di tubuhmu. Bagaimana kamu? Apakah kau bermimpi sangat indah hingga kau malas terbangun untuk melihat orang-orang yang sejak awal menjengukmu karena menyanyangimu? Seharusnya kau mengikuti perkataanku waktu itu. Tidak mengendarai mobil saat kau sakit. Kau melakukannya hanya karena ingin melihat aku latihan sebelum aku tampil keesokkan harinya. Padahal jika kau beristirahat waktu itu, kau mungkin bisa menonton penampilanku keesokkan harinya dan masih membuka matamu sekarang.  

Cepatlah bangun. Aku merindukan kenangan kita bermain piano bersama sebagai seorang teman. Aku merindukan jemari-jemari lentikmu memainkan tuts-tuts piano. Apakah kau tidak? Aku rasa aku tidak akan menganggapmu seorang teman lagi. Maukah kau menikah denganku?

Ah, maaf. Aku memang tidak pernah bisa romantis. Tapi aku memang benar-benar mencintaimu. Walaupun kita tidak pernah berpacaran satu sama lain, setidaknya kita sudah mengerti satu sama lain ‘kan? Sehingga tidak ada salahnya jika kita langsung menikah saja.

Apakah kau ingat jika melodi yang mempersatukan kita berdua? Kau memainkan piano mu di tempat latihanmu (yang sekarang merupakan tempat latihan kita sekarang) dan membuatku yang mendengarnya di luar ruangan, menjadi masuk ke dalam ruang latihanmu dan terpaku melihatmu yang memainkannya sangat indah. Melodimu yang membuatku menemukanmu. Itu kenangan yang tidak akan pernah terlupakan, Minah.

Minah, apakah kau mau jadi pendamping hidupku?

-Your friend,

Kim Jongdae.

Senyuman terukir di bibir Minah bersamaan dengan air mata yang keluar dari matanya. Jongdae yang melihat ekspresi Minah, menunjukkan senyumannya.

-fin.

[DRABBLE] Janji? | by Selviakim

1d1a6062f5b729240938cf030ac44bf9

Janji?

selviakim storyline

Wu Yi Fan (Kris) and Xi Luhan (Luhan)

family, fluff, drama.

General.

“Aku janji tidak akan melakukannya lagi, Kris!”

I own the plot.

sorry for typo(s)

***

“Kau melakukannya lagi Luhan!” Teriak Kris kepada Luhan ketika dia membuka pintu rumah untuknya. Tapi bukan ucapan ‘halo’ yang diterimanya dari mulut Kris. Melainkan teriakan yag harus diterimanya di pagi hari ini. “Bagaimana kau mengetahuinya, Kris?” Tanya Luhan kepadanya tanpa mempersilahkannya masuk terlebih dahulu. “Oh ayolah, bagaimana mungkin aku tidak mengetahuinya jika kau membuangnya di samping gedung apartement ku?” Baca lebih lanjut