[LAY BIRTHDAY PROJECT] – Wherever

SHIN TAMA

Production

Wherever

Lay >< Ki Reina (OC)

Romance/ Fantasy

Ficlet/ T

 

Lay berdiri di depan pagar sebuah rumah bergaya minimalis modern. Matanya tak lepas memandang pintu kayu bercat coklat tua itu. Kedua sudut bibir Lay terangkat, membentuk sebuah lengkungan. Siapapun yang melihatnya pasti akan berpendapat jika Lay tampak manis dengan senyuman itu. Seorang perempuan keluar dari rumah itu. Kali ini Lay terfokus pada Reina. Seakan ada magnet yang menarik tubuhnya untuk mengikuti perempuan itu.

Baca lebih lanjut

Iklan

[EXOFFI FREELANCE] Do You Want to Date Me? (Se&Ri)

do you want to date me (Se &  Ri).jpg

|  Do You Want to Date Me?  |

| Oh Sehun & Kim Yerim (Red Velvet) |

| Mentioned to Byun Baekhyun & Byun Mora |

| Romance x Fantasy x Sci-fi x Supranatural |

| PG-17 | Ficlet |

2017 – Storyline by JHIRU H.

Oh ya ampun, siapa pria ini?

Human? Mutant? Atau vampire?

Yeri sungguh tidak mengharapkan yang terakhir.

Related to : Kai & Wen|Lu & So|Tao & Eun|Final Chap|Chen & So

*Hargai karya penulis dengan meninggalkan jejak di kolom comment

◦ ◘ ♯ ♯ ♯ ◘ ◦ Baca lebih lanjut

[EXOFFI FREELANCE] My Angel (Jiya Ver.)

PicsArt_09-30-11.38.15.png

MY ANGEL

  • Author : Ohkarmila3194
  • Genre : sad,drama
  • Cast :Oh Sehun & Park Jiya(oc)
  • Other cast : Kim Rae(oc)

Sumary : “kau selalu menjadi malaikat bersayap putih bagiku,hingga aku menyesal kekita mengabaikan malaikat bersayap sepertimu. Sampai kapanpun kau malaikat bersayap putih ku Park Jiya,kau angel ku”

.

. Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dear Prince

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dear Prince-Elnano

Kim Jongdae x Kang Seulgi|PG-17|Fantasy, Romance|Ficlet

.

.

.

.

.

Merah dan hitam. Kastil tua yang memang kotor dan berdebu kini semakin usang. Pengap, panas, ruang yang dulu digunakan lantai dansa kini dilahap kobaran api.

Bersandar di salah satu pilar, Pangeran Jongdae menempelkan tubuhnya lekat-lekat. Napasnya terengah, detak jantungnya memompa cepat tidak teratur, pun kelopak matanya yang merapat. Berpikir keras di kondisi yang genting. Berbagai strategi satu persatu muncul, baik dan buruk dari dampaknya tersaring, akhirnya ia pun telah memutuskan satu strategi.

Bersiap keluar dari persembunyian, Pangeran Jongdae mencengkeram kuat hulu pedang yang sedari tadi terhunus berada di sampingnya. Langkahnya terhenti ketika ular besar bersayap menyemburkan api menggunakan mulut, lalu mengenai sisi kiri tubuhnya. Segera menghindar, berlari dan melompat di atas puing-puing bangunan yang hancur. Ujung maniknya menangkap siluet perempuan yang menebas kaki si ular raksasa.

Raungan sakit menggelegar dahsyat, Pangeran Jongdae menutup kedua telinganya mencegah dengingan keras itu melumpuhkan pendengarannya. Menyaksikan monster raksasa yang menggeliat ke sana-kemari dengan mata merahnya yang menatap nyalang membara, menubruk tiang ataupun dinding hingga sisik berkilaunya berguguran, Pangeran Jongdae mencuri waktu untuk menyimpan tenaganya.

“Pangeran Jongdae! Sekarang!”

Menoleh pada sumber suara, Pangeran Jongdae membelalak saat perempuan yang memanggilnya terpental ditendang oleh Naga yang mengamuk. Sudah ia peringatkan perempuan itu untuk langsung pulang akan tetapi ia begitu kukuh ingin membantunya melawan Naga.

“BERANINYA KAU NAGA BURA!” teriak Pangeran Jongdae marah seraya berlari, cepat dan lincah menuju tengkuk si Naga. Pada akhirnya, ia harus mengubah strategi yang telah tersusun.

Saat Naga Bura terfokus menyerang perempuan yang berusaha bangkit akibat tersungkur, Pangeran Jongdae menyeringai lebar serta meloncat tinggi, mengapung di udara bersiap menghujam akan tetapi Naga Bura mengibaskan ekornya, membuat Pangeran Jongdae jatuh berlutut.

Tidak ada yang bisa terlewat oleh netra tajam Pangeran, termasuk cara licik Naga yang membuat muslihat seakan tidak menyadari eksitensi musuh yang berusaha menyerang, Pangeran Jongdae berhasil membabat ekornya sebelum melibas pada dirinya.

Tidak melewatkan kesempatan emas, Pangeran Jongdae melangkah secepat kilat pada Naga yang menggelepar liar, juga mengaum atas rasa perih nan pedih.

Krak! Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] THE Bangles

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] THE Bangles – Hajung

THE Bangles

 

“Kau bisa dengan sopan mengajakku duduk, nona!” Pria itu menarik tangannya setelah gadis berambut panjang itu membiarkan dirinya duduk, berhadapan satu sama lain.

“Aku ingin berbicara denganmu, tuan! Tapi pertama lepaskan dulu topeng anehmu itu, kau tidak sedang ada di pesta dansa romantis saat ini.”

Pria itu menghela nafas, ia sebenarnya sangat lelah setelah bernyanyi, mengisi acara di kafe ini. Kalau saja ia tidak berjanji pada sahabatnya jika hari ini akan mengisi acara mingguan yang rutin diadakan, pasti ia sedang menikmati waktu istirahatnya yang tak seberapa.

“Nona, bisakah kau cepat? Ini hanya topeng, aku masih bisa mendengar dan melihatmu walau masih menggunakannya.”
Pria itu melirik jam tangannya.

“Dan aku mempunyai urusan sebentar lagi, kau hanya punya waktu 15 menit untuk bicara denganku, nona.” Gadis didepan pria itu mengerutkan dahinya, satu alisnya terangkat.

“Okay, pertama tuan menyebalkan! Bukan hanya kau, aku juga mempunyai banyak urusan yang harus aku selesaikan.” Gadis itu mulai melirik gelang perak yang melingkar dipergelangan kanan pria itu.

“Dan urusanku salah satunya adalah dengan orang yang memakai gelang yang seharusnya dipakai oleh idolaku.” Baca lebih lanjut

[CHEN BRITHDAY PROJECT] Thankyou

 

[CHEN BRITHDAY PROJECT] Thankyou – MelFanfan
Chen & EXO member ||Brothership||T
.
.
.

21 September, 10 am KST
Suara gemericik hujan terus terdengar di telingaku bagaikan alunan melodi yang indah. Hari ini tepat tanggal 21 September, hari ulang tahunku. Yah~ kuharap para memberpun mengingatnya, tapi nyatanya tidak.
“Minseok hyung” sapaku
“Dae-ah, waeyo?” jawabnya. Sebenarnya aku ragu menyakannya tapi sudahlah aku harus mengatakannya.
“eum, apa hyung tau hari ini hari apa?” tanyaku ragu
“hmm, kamis kurasa. Wae?” jawabnya tanpa sesal
‘Kukira hyung ingat, Minseok gagal’ batinku. “ah aniya. Eum aku ke kamar Chanyeol dulu hyung” kataku sekenanya.
Segera saja aku pergi menuju kamar Chanyeol, setibanya disana aku hanya melihat gundukan di kasurnya.
“Chanyeol-ah” saat ku panggil terlihat Chanyeol membuka selimut yang menimbun dirinya
“eung? Oh Jongdae. Wae?” jawabnya parau khas orang bangun tidur.
‘semangat Kim Jongdae’ batinku. “kau tau hari ini hari apa?” Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Sweet Girl

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Sweet Girl- hwang seulrin CHEN & LISA (( Romance, School Life, sad (( PG-10

Aku sungguh mencintaimu –kim jongdae

aku tidak menginginkan mengenal orang sepertimu, biarlah aku tenang dengan hidupku –lalisa manoban

Happy reading!

Ketika mentari telah menampakkan sinarnya dibulan januari, wajah kusam itu layaknya makanan sehari-hari, bukan tahun untuk mengubah semua hal yang telah terjadi, tapi tahun untuk memperkuat diri dari olokan kata lemah.
Lisa terjaga dari tidurnya, wajah berantakan miliknya sudah hal biasa, hidup sendiri disebuah apartemen milik almarhum ibunya, yang mana ayah kandung yang ia sayangi tiba-tiba memilih seorang wanita untuk dinikahi. Semuanya telah hancur, gadis manis yang melekat pada dirinya seakan leleh secara perlahan.
Hingga pada bulan desember itu ia mengenal seorang pria yang perhatian dengannya, membuat sebuah ukiran kecil diwajah cantik lisa setiap harinya, membuat lisa ingin kembali pada dirinya yang dulu. Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Suddenly Love

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]
Suddenly Love –
[Chen-Wendy][Romance]-TriaRS

Cast:
– Kim Jong-Dae (Chen EXO)
– Son Seung-wan (Wendy Red Valvet)
– EXO,[suho,sehun]
– SM Artis

 

 

 

 

 

Malam ini aku dan member EXO menghadiri pesta ulang tahun Joy(Red Valvet)
Semua artis SM di udang ke pesta itu.
Aku dan artis SM lainnya bersenang-senang di sana.

Saat aku dan member EXO menyanyi para teman teman artis kami memintaku menyanyikan lagu Everytime(ost Descendant Of The Sun)
“ahh tidak-tidak,aku tidak bisa bernyanyi dengan suara laki-laki dan perempuan sekaligusㅋ”
“Wendy yang akan menyanyi bersama mu”
Joy(Red Valvet)menjawab dengan nada sedikit tertawa.
Dengan wajah memerah wendy menghampiriku dan kami pun bernyanyi
Aku terus memandang wajahnya yang indah,
Sesekali mata kami bertemu,entah kenapa hatiku terasa berdebar kencang.

Saat Wendy ingin pergi menghampiri member Red Valvet,aku memegangi tangannya
“Wahhh Jongdae kau tak berhenti menatapnya apa yang kau lakukan dengan tangannya?ㅋㅋ”
Suho hyung mengejekku,artis lainnya pun tertawa,sedangkan Wendy kelihatan bingun dan wajahnya begitu merah
“Maaf lagunya sudah selesaikan?kalau begitu aku akan bergabung dengan teman-teman ku”
Dengan bibir yang kecil dia terlihat imut saat bertanya padaku

“whoaaaaaa daebakkkkk!!!!” Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT ] Letter From Fans

[CHEN BIRTHDAY PROJECT ] Letter From Fans Kim Jongdae & Kim So Hyun ||Sad-hurt-friends|| Rin
*****

Aku memandang kalender yang ada di hadapanku saat ini. Kalender itu jelas sekali menampilkan tanggal yang membuatku benar-benar muak. Kenapa juga aku harus melingkari tanggal itu? Tanggal yang selalu saja membuatku seperti tidak ingin hidup dan ada didunia yang serba menyebalkan ini. Dan tanggal itu adalah hari besok. Ck, aku ingin mati saja sekarang. Aku lelah, sungguh. Tapi, bagaimanapun juga aku masih harus bertahan hidup untuk keluargaku. Huh, tapikan aku tidak punya keluarga. Satu-satunya keluargaku telah pergi entah kemana. Ada, dia ada disini. Dia ada di Korea. Tapi, aku selalu saja merasa jika dia sudah tidak ada. Tentu saja, siapapun orangnya pasti akan berpikiran sama denganku.

Aku merindukannya. Aku merindukan senyum malaikat itu. Aku merindukan tawa bahagia itu. Aku merindukan kebersaman itu. Kapan semua itu akan terjadi lagi? Tidak, aku yakin itu tidak akan terjadi lagi, dan tidak ada gunanya jika aku terlalu berharap banyak padanya. Aku sering datang menemuinya. Namun apa yang aku dapat? Dia mengabaikanku. Dia enggan tersenyum lagi padaku. Aku sering menghadiri konsernya dan selalu berada di barisan paling depan berharap dia dapat melihat ke arahku. Tapi tetap saja. Astaga, aku lelah. Tentu saja aku lelah. Tapi mengapa hatiku mengatakan hal lain dan memaksaku agar tidak berhenti dari kegiatan bodoh ini? Ck. Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Angelic Demons

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] angelic demons

Allesandra geraldine || Fantasy, angst || G

 

“Cepat lah chen!” teriak chanyeol yang membuyarkan lamunan chen

 

“Hm.hah?? Iya!” jawab chen agak terkejut

 

Chen,chanyeol dan kai berjalan keluar gedung menuju parkiran dan menaiki mobil. Keadaan di dalam mobil sangat hening, tidak ada yang bersuara, bahkan hanya suara radio yang terdengar.

 

Chanyeol memarkirkan mobilnya di area tempat tinggal exo.

 

“Tidak bisa kah muka mu lebih tenang sedikit chen?” ucap kai kepada chen saat mereka memasuki tempat tinggal mereka

 

“kenapa?” tanya chen datar

 

“lupakan lah” jawab kai

 

Chanyeol,kai dan chen duduk bergabung di ruang santai exo.

 

“aku ingin berbicara serius dengan kalian semua” ucap tao serius kepada member exo yang lain.

 

Para member exo yang lain langsung fokus kepada tao.

 

“bicara lah” ucap baekhyun

 

“ayah ku menyuruh ku untuk keluar dari exo” ucap tao sedih

Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Diet

[ CHEN BIRTHDAY PROJECT ] Diet – tazkiapark
Chen & Tiffany || Romance, Married Life || PG-13 || Ficlet

 

Author pov.

Siang ini Tiffany sedang menyiapkan makan siang untuk ia antarkan ke kantor dimana Chen, suaminya bekerja. Akhir-akhir ini Chen sangat sulit makan. Tentu saja sebagai istri, Tiffany sangat khawatir mengenai kondisi kesehatan suaminya itu.

Dengan penampilan yang anggun, Tiffany berjalan menghentikan taksi menuju kantor suaminya.

Saat tiba disana,

Ceklek..

Tiffany memutar bola matanya jengah menatap Chen yang terlalu fokus pada laptop dihadapannya hingga tak mendengar suara pintu terbuka sama sekali.

” Chen-ah, ” panggil Tiffany.

Tak dengar?

” Chen? ” panggil Tiffany sekali lagi sambil menghampiri meja Chen.

Kesal panggilannya tidak dihiraukan, Tiffany menggebrak meja dihadapan Chen sampai sang empunya terlonjak kaget.

” Fany-ah? Sejak kapan kau disini? ” tanya Chen bingung sambil membuka kaca matanya.

Tiffany memutar bola matanya malas.

” Ayo makan siang. Ini sudah waktunya. ” ajak Tiffany tanpa menjawab pertanyaan suaminya dan lebih memilih duduk di sofa yang telah disediakan diruangan Chen.

” Aku sudah makan apel tadi. ” sahut Chen membuat Tiffany membulatkan kedua bola matanya.

” Apel? ” Chen mengangguk polos.

” Hanya apel?! ” pekik Tiffany tak percaya. Chen mengangguk ragu setelah melihat reaksi wajah istrinya kali ini.

” Makan! ” sentak Tiffany menghampiri meja Chen sambil menyodorkan sesendok nasi beserta lauk dan sayurnya.

” Ak— ”

” Kau tidak menghargai usahaku?! ” sentak Tiffany melotot pada Chen membuat lelaki itu meneguk air liurnya. Baca lebih lanjut

[EXOFFI FREELANCE] IF (Chapter 5)

│   IF   │

[  Park Chanyeol & Park Chaeyoung  ]

[  Melodrama ♯ Life ♯ School Life  ]

[  Teenager  ]

[  Ficlet ♯ Short story  ]

[  This is my work. The cast is my mine. Sorry for typo’s. Don’t copy without my permission. Don’t judge me. Any art or story is my mine. I don’t plagiarize property of others people.  ]

a story by Oriona

Baca lebih lanjut