Arsip Kategori: Chen’s Birthday

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] In the rain —N.A

65252C4C8A3EA326C6BC8721E45848E8225d8160t070a63d9.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]

In the rain —N.A

main cast : Kim Jongdae | Jung Chaey (OC)
romance, friendship

Ku julurkan tanganku kedepan sensasi basah dan dingin yang menusuk langsung menyapa telapak tanganku. Hujan turun deras sekali sore ini. Aku menghela nafas pelan, lihatlah akibat kecerobohan ku meninggalkan payung biru kesayanganku. Aku harus rela menunggu hujan berhenti.

Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] In the rain —N.A

PENGUMUMAN PEMENANG “CHEN BIRTHDAY PROJECT”

WINNER GA ‘CHEN BIRTHDAY PROJECT’


 

Hallo semua! Bagi yang sudah menunggu hasil pengumuman ini, yuk cek bareng ^^

  ⇒ Kategori Fanfiction ⇐
  ❥JUARA 1: Surcease – Cedarpie24 
  ❥JUARA 2: Hanya Sedang Jatuh Cinta – Cussonsbaekby 
  ❥JUARA 3: Sorry And I Love You – Dancinglee_710117 
  ⇒ Kategori Undian ⇐
  ❥JUARA 1: 54
  ❥JUARA 2: 115
  ❥JUARA 3: 4
  
  ⇒ Kategori Share Terbanyak ⇐
  ❥JUARA 1: No. undian 148 dengan poin 384
  ❥JUARA 2: No. undian 144 dengan poin 302
  ❥JUARA 3: No. undian 160 dengan poin 252
Seluruh pemenang dimohon untuk segera konfirmasi claim hadiah dalam 24 jam ke:
ID Line: felywoo
Selamat untuk Seluruh Pemenang
untuk yang belum beruntung,
coba lagi di Event selanjutnya ya!
Terimakasih atas partisipasi seluruh peserta ^^
EXO Fanfiction Indonesia

 

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] SWEET PEA

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] SWEET PEA – GYOUNEE

CHEN & OC || Romance, Drama || T

Summary:

Sweet Pea, bunga lambang ‘kepuasan’. Bisa berarti ‘selamat datang’ dan juga ‘selamat tinggal’. Seperti pesan yang terukir dalam kartu Jongdae malam itu, “Terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan. Happy Birthday, Kim Jongdae.”

***

 

Sebuah reservasi sudah disusun rapi di salah satu restoran perancis. Tahu bahwa pelanggan setianya akan mengadakan sesuatu, ia mengatur restorannya sedemikian rupa dan mengusir para pelanggan lain yang datang. Lalu tepat ketika Jongdae datang, seisi restoran hanya ada ia dan para pegawai yang bertugas.

 

Dengan lega, ia duduk di kursinya. Bersyukur karena kekasihnya belum juga datang mendahuluinya. Ia hanya perlu sedikit bersabar sambil memeriksa jarum jam yang masih berotasi pada angka satu hingga dua belas.

 

Tak lama, salah seorang waiter mendekatinya, menanyakan tentang persiapan dan juga menanyakan sesuatu yang mungkin bisa membantunya. Sayangnya, Jongdae bukanlah pria romantis yang bisa melakukan pesta kejutan dengan baik. Bukan pria bermulut manis yang bisa membuat sang kekasih merona atau pria yang dengan mudahnya menyatakan cinta.

 

Ia hanya Kim Jongdae, pria sederhana yang mungkin masih pemain baru dalam cinta. Lantas dengan satu anggukan dan senyumnya yang lebar, Jongdae percaya dengan apapun yang restoran itu berikan untuknya dan juga kekasihnya.

 

Sambil menikmati musik perancis yang dibawakan oleh musisi di depan sana, Jongdae sibuk mengulang perkataannya. Merangkai kata-kata yang akan ia ucapkan nanti walaupun sudah jauh-jauh hari ia melakukannya. Ia sesekali tersenyum membayangkan bagaimana kekasihnya akan terkejut atau mungkin haru bahagia nanti. Bukan bayangan kacau, meski ia sendiri telah mencoba untuk membuang jauh pikirannya tentang,

 

─kekasihnya yang mungkin akan datang sangat terlambat.

 

***

Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] SWEET PEA

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Because I Need You

[Chen Birthday Project] Because I Need You – sls13

Kim Jong Dae & Lee Ji Eun (IU) || Romance, Angst || PG-13
.
.
.
.

Jong Dae-ah, aku masih mengingat dua tahun yang lalu itu. Aku berkata bahwa aku mencintaimu, dan kau memelukku memberi jawaban yang sama.

Namun, sekarang mengapa kau berubah? Ketika itu, kita duduk bersama memandang hamparan karpet biru bertabur kerlap – kerlip cahaya di langit.

Malam yang sangat indah bukan?
Aku bersandar di bahu mu sambil menikmati desiran angin pantai. Aku tidak tahu kalau itu adalah malam terakhir kita.

Aku bertanya padamu, “Jong Dae-ah, bagaimana kalau kita mengadakan pernikahan disini saja?”

Bibirnya gemetar tersimpul senyum, dengan suara lembut ia membalas, “kita berpacaran bukan berarti harus menikah bukan?”

Aku tersenyum kaku. Ku lepas kepala ku dari bahu nya.
Jon Dae menoleh ke arah ku dan dengan tenang ia menambah, “kita cukup disini saja”.

Hah. Untuk apa kita menjalin status kalau hati kita tidak berjalan lurus. “Jong Dae-ah,,,” Aku merengek meneteskan air mata. “Dulu, kita berpengangan tangan dan mengucap janji. Janji bahwa kau tak kan pernah meninggalkanku atau pun menyakitiku. Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan kata yang tak bisa kuungkapkan. Apa salah ku Jobg Dae-ah?”

Mengapa aku mencurahkan air mataku pada seseorang yang tak kan pernah mengerti perasaanku? Bodoh.
Aku menahan air mata ku agar tidak ketahuan menangus di depannya.

Aku berdiri meninggalkannya sendirian. Aku berlari sekencang kencang nya dan berharap hujan turun agar tidak ada yang tahu aku menangis dan menahan jeritan.
. Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Because I Need You

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] “KITA”

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] “KITA” -Pacarkuceye(Alifia)
Cast: -Jeara Valerie
-Kim jongdae

 

Waktu itu tepat pukul 09:15 PM,hari Selasa,diruang tamu
“kenapa sih papa harus ngasih aku tempat terpencil kayak diJungsun?nggak di Seoul?Busan?atau di Jakarta aja yang lebih deket?”teriak gue yang mengisi ruang tamu.
“papa punya rumah sakit cabang disana Jeara” ucap papa
“oh rumah sakit yang bobrok itu?atau rumahsakit yang dibangun papa buat ngasingin aku supaya papa bisa santai pacaran sama tante Yuan?” jawab gue sarkas
“Jeara jaga omongan kamu” teriak papa yang tak kalah kerasnya dengan gue
“udah yang,gapapa kok. Biar aku yang ngurus Jeara aja” ucap tante genit disamping papa,sumpah gue pengen garuk mukanya yang kegatelan itu,sambil bilang ‘nggak usah ngebacot lu munafik’ tapi sayangnya gue masih baik hati sih,jadi nggak jadi gue ngomong kek gitu.
Papa gue yang diperbudak tante Yuan pun langsung nurut dan naik ke lantai atas buat nenangin diri. Emang papa sama gue selalu begitu,kita emang nggak pernah ngobrol,tapi kalau sekali ngobrol,bisa-bisa papa atau gue bisa sakit karena saking sengitnya omongan kita. Dan itu berlangsung semenjak mama gue meninggal karena kanker rahim dan papa yang selingkuh sama tante Yuan.
Gue yang muak pun ikutan ke atas dengan tujuan ngambil tas kecil gue dan kunci motor lalu pergi buat nenangin diri,this is always.
Tapi,,,setelah gue turun,tante Yuan dengan sok dramatisnya ngasih gue roti selai kacang dan susu.
“kamu belum makan dari tadi pagi kan?”ucapnya
“dan lo mau ngasih makan gue racun?dan seharusnya kalo lo mau jadi mama gue tau diri dulu,lo dulu itu siapa” ucap gue sarkas (lagi).
Lalu gue ninggalin dia,sendiri,memantung di ruang tamu dengan susu dan selai kacang, yang kacangnya buat gue hampir mati jika gue makan itu. Phobia Kacang Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] “KITA”

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Hello

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Hello – Annonly

Kim Jong Dae & Sarah (OC)| Romance| G

***

“Kukira kau sudah mati.”

Sarah tersenyum timpang, tahu juga bahwa seseorang di sana tidak akan melihatnya. Kalau saja bertemu sudah pasti mulutnya akan menghujam penuh dengan sarkas. Persetan dengan segala pengikutnya!

Hah, ditelepon saja Sarah sudah menyarkas apalagi bersua.

“Huh? Apa maksudmu? Kau berharap aku mati, ya?” sahut disebrang sana tertawa.

Sarah membuang sisa karbondioksida pelan-pelan. Yakin, bila ada benda apapun di sisinya pasti akan langsung remuk kalau digenggam, contoh: pensil yang tadi dikhususkan untuk menulis catatan sekarang telah terbagi dua, sebagai pelampiasan ternyata.

“Ada yang ingin dibicarakan, tuan?”

“Sar_”

“Tapi maaf saya sedang sibuk. Permisi.”

Memutuskan telepon sepihak tidak ada salahnya bukan, lantaran dua hari ini sang kekasih_Kim Jong Dae yang punya senyuman malaikat itu_tidak bisa dihubungi. Biarkan saja, perempuan itu sudah terlanjur berang, dan ia memang sedang merajuk.

Temperamennya memang tidak biasa begini. Tapi ketahuilah, bahwasanya ini adalah bentuk dari rasa khawatir. Satu hari yang lalu pernah terbesit, apakah dia lupa mencharge baterai? Sebab pelakunya adalah mahluk yang mempriotaskan pekerjaan_sampai lupa makan pula.

Lalu lima jam yang lalu Sarah menghubunginya lagi berpikir bahwa dia sudah lenggang, namun pada akhirnya suara robot wanita itu masih setia menyapa. Sial, mana dua hari ini Sarah sibuk menyiapkan skripsi lagi lantaran lusa nanti ia akan di sidang.

Jongdae itu, bukannya menyemangati malah hilang diri, dasar tidak tau diri!

Dan sekarang lelaki itu tambah tidak tahu diri! Si bebek ungu itu malah merespon dengan lugas tatkala dirinya sudah bisa dihubungi, buat si perempuan tambah meradang saja. Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Hello

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Kataware-Doki

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] || (Kataware – doki) – Rianta || Kim Jongdae and Bae Jisoo (OC) || Romance, Angst || G

 

 

Jarum penunjuk jam sebentar lagi akan mencapai pukul enam tepat, itu artinya penantianku sejak satu jam yang lalu akan berakhir. Bokongku sudah terasa panas karena duduk terus di kursi taman dan ku harap ia cepat datang. Hari ini tidak seperti hari biasa, taman yang biasanya lengang sekarang penuh dengan orang-orang dari berbagai kalangan dan usia. Anak-anak kecil tampak berlari-lari mengitari taman dengan es krim atau permen lolipop di tangan, para remaja sibuk bersama pasangan mereka, sementara para orang dewasa lebih tertarik mengamati hasil karya seni yang dipajang dan makanan serta barang-barang yang dijajakan.

 

Lampu-lampu gantung mulai menyala terang seiring kembalinya sang Mentari ke peraduan pelan-pelan. Tak hanya di area taman, rumah-rumah maupun jalanan pun dihias cantik dengan lampu dan pernak-pernik khas beragam warna. Semua sudah dipersiapkan dengan apik sejak beberapa hari yang lalu karena pada hari ini—31 Desember, kami akan merayakan berakhirnya tahun dan menyambut awal tahun yang baru.

Perayaan tahun baru di kota kecil kami sudah menjadi tradisi, hampir setiap akhir tahun kami selalu mengadakan festival untuk merayakan berakhirnya lika-liku penuh perjuangan selama satu tahun terakhir, tradisi yang pada akhirnya menarik kunjungan wisatawan ke kota kami.

 

Termasuk dia … Kim Jongdae.

 

Satu-satunya alasan mengapa aku masih terdiam di sini, duduk tenang di antara orang-orang yang mulai menyesaki taman.

 

Aku kembali melihat jam besar, bersorak kecil ketika waktu sudah menunjukan pukul 6 petang. Aku langsung mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaannya. Tapi di antara sekian banyak orang yang berlalu-lalang di tempat ini, bahkan siluetnya pun tak bisa aku temukan. Aku menghembuskan napas kesal sebelum menegakkan tubuhku untuk memperluas jangkauan penglihatanku. Tetap saja, dia tidak ada. Sama seperti hari-hari sebelumnya mungkin dia hanya membual, aku rasa dia tidak akan pernah datang lagi.

Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Kataware-Doki

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dark Side

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dark Side – Salsabila F. Arista

POV Gijae

Mengapa mereka selalu mengejekku? Itu sangat menyebalkan!

 

 

Yoo Ra : “Gijae! Sedang apa kau disini?! Yang boleh bermain disini, hanya anak-anak yang memiliki ayah!”

Sooyoung : “Iya betul! Sana pergi! (Mendorong jatuh Gijae)”

Gijae : “Aw! Aku hanya ingin bermain…”

Yoo Ra : “Kami tidak ingin bermain dengan anak yang tidak punya ayah!”

Sooyoung &

Yang lain : “Hahahaha….”

Chen : “Kalian jangan menganggu Gijae! (Sambil menolong Gijae)”

Gijae : “Tidak apa Chen… (Sambil menahan rasa sakit)”

Chen : “Jika kalian menganggunya lagi, lihat saja apa yang akan terjadi…”

Selama ini ada Chen yang menolongku dan membelaku. Tapi, apa salahku, appa meninggalkan aku dan eomma? Mengapa aku yang tersiksa? Aku sangat sangat tertekan! Di usiaku yang masih kecil, aku harus merasakan ini semua…

Suatu hari di Taman Kanak-Kanak…

Yoo Ra : “Sooyoung ayo makan!”

Sooyoung : “Ayo!”

Yoo Ra : “Kamu bawa bekal apa?”

Sooyoung : “Aku bawa…”

Selagi mereka berbicara, Gijae datang dengan garpu ditangannya…

Gijae : “Kamu telah menyakiti dia… Kamu telah menyakiti dia… (Sambil berkata pelan)”

Chen : “Gijae! Jangan! (Menarik tangan Gijae, pergi meninggalkan Yoo Ra dan Sooyoung)”

Gijae : “Lepas!”

Chen : “Kamu kenapa?!”

Gijae : “Mereka telah menyakiti perasaan dia!”

Chen : “Dia? Siapa?”

Gijae : “Aku harus membalas mereka!!”

Chen : “Gijae??? Ada apa denganmu??” Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dark Side

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Adorable 사랑 (love)

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Adorable 사랑(love) – Nabila Jazilla || Chen & OC || Romance || PG-14

Pagi ku awali dengan mata sembab karena hantaman preman beringas kemarin.
Aku mengorbankan wajah untuk menolong siswi SMA yang keluar di malam hari, entah apa alasannya naluri keluar dari hatiku yang tak peduli dengan orang lain.
Mungkin karena aku penyendiri, meski begitu bukan berarti aku anti sosial.
Hanya punya teman di tempat privat vokal yang aku percayai, yakni Yoona.

Aku melanjutkan aktivitas seperti biasa, kali ini dengan menutupi sebagian wajahku. Di musim dingin ini, jalan tak terlalu ramai karena warga lebih memilih dirumahnya yang hangat, begitupun dengan naik bis.

“I cant sleep if youre not with me
I cant work without you my baby”

Suara itu terbisik ditelingaku, seseorang menyanyikannya dengan merdu
Aku melihat sekelilingku dan mendengarkan suaranya.
Seorang gadis yang duduk dibelakangku dengan memakai seragam musim dingin, terpejam mendengarkan musik dan beberapa suara keluar dari bibirnya.
Sepertinya aku kenal gadis itu,
Dia adalah gadis SMA yang semalam aku tolong dari preman kasar itu.
Setelah di tolong, gadis itu berlari tanpa mengucapkan terima kasih sedikitpun, dan tidak melihat keadaanku yang babak belur. Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Adorable 사랑 (love)

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Birthday Wish

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Birthday Wish – IKENACHU || CHEN & YOU || Romance, Hurt || G

“Hari ini ulang tahunku, jadilah orang yang mencintaiku untuk sehari ini saja, aku mohon.”

===

Hari ini adalah ulang tahun Kim Jongdae, Pria yang mempunyai rahang tegas dengan suara madu yang memabukan bagi siapapun yang mendengarnya. Aku berteman dengannya hampir setengah hidupku, semuanya berawal dari aku yang lugu mengajaknya untuk berteman hingga akhirnya jatuh cinta dan menderita. Kau tanya mengapa? Karena apa yang dikatakan orang-orang memang benar adanya. Cinta itu menyakitkan. Cinta itu jebakan. Sekali kau terperangkap, kau tidak bisa melepaskan diri.

Jongdae akan pergi. Dia akan pergi meninggalkanku. Dia akan menikah.

Kau tau apa yang aku rasakan? Hancur. Kakiku lemas seperti tak bertulang ketika ia berkata bahwa ia akan menikah setelah hari ulang tahunnya, Jongdae terpaksa melakukannya demi ayah dan ibunya yang terbelit hutang. Aku tersenyum bodoh berusaha untuk tetap tegar dan mengucapkan selamat, kemudian pergi begitu saja meninggalkannya mematung.

Jongdae aku mencintaimu. Sungguh, sangat sakit rasanya sampai kerongkonganku tercekat, membayangkan semua kenyataan pahit ini. Kau tidak tahu bukan? Tentu tidak. Karena aku tidak pernah mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya.

Kemudian pagi itu kau datang ke rumahku dengan wajah yang kusut pucat pasi, membawa kue dengan lilin dan bernyanyi lalu meniup lilin tersebut seraya tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa. Dan berkata,

“Maafkan aku, aku menaruh hati padamu.” Jongdae kau manusia kurang ajar. Aku benci padamu, kau membuat hatiku terasa di tusuk dengan mengatakan kau menyukaiku sehari sebelum kau pergi. Selama ini aku mencoba untuk diam, aku mencoba untuk menahan untuk berkata ‘aku menyukaimu’ karena takut ini akan terjadi. Aku takut kau menderita sama sepertiku. Tapi semuanya terlambat.

Kau melarangku untuk berbicara, kemudian mengatakan apa yang kau harapkan pada saat itu, “hari ini ulang tahunku, jadilah orang yang mencintaiku untuk sehari ini saja, aku mohon… ” ucapmu terlihat sangat menyiksa. Aku mengiyakan mencoba terlihat baik-baik saja, yang dimana sejujurnya sudah sekarat.

Seharian kau dan aku bersama layaknya sepasang kekasih, yang membuatku semakin kehilangan akal sehatku akan sakit yang aku rasakan setiap kali kau tersenyum dan tertawa seakan dunia akan berakhir jika kau terdiam. Lalu saat sore, kita memilih untuk duduk di taman kota. Mencoba untuk menikmati beberapa jam menuju kekecewaan ku yang terbesar. Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Birthday Wish

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dear Prince

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dear Prince-Elnano

Kim Jongdae x Kang Seulgi|PG-17|Fantasy, Romance|Ficlet

.

.

.

.

.

Merah dan hitam. Kastil tua yang memang kotor dan berdebu kini semakin usang. Pengap, panas, ruang yang dulu digunakan lantai dansa kini dilahap kobaran api.

Bersandar di salah satu pilar, Pangeran Jongdae menempelkan tubuhnya lekat-lekat. Napasnya terengah, detak jantungnya memompa cepat tidak teratur, pun kelopak matanya yang merapat. Berpikir keras di kondisi yang genting. Berbagai strategi satu persatu muncul, baik dan buruk dari dampaknya tersaring, akhirnya ia pun telah memutuskan satu strategi.

Bersiap keluar dari persembunyian, Pangeran Jongdae mencengkeram kuat hulu pedang yang sedari tadi terhunus berada di sampingnya. Langkahnya terhenti ketika ular besar bersayap menyemburkan api menggunakan mulut, lalu mengenai sisi kiri tubuhnya. Segera menghindar, berlari dan melompat di atas puing-puing bangunan yang hancur. Ujung maniknya menangkap siluet perempuan yang menebas kaki si ular raksasa.

Raungan sakit menggelegar dahsyat, Pangeran Jongdae menutup kedua telinganya mencegah dengingan keras itu melumpuhkan pendengarannya. Menyaksikan monster raksasa yang menggeliat ke sana-kemari dengan mata merahnya yang menatap nyalang membara, menubruk tiang ataupun dinding hingga sisik berkilaunya berguguran, Pangeran Jongdae mencuri waktu untuk menyimpan tenaganya.

“Pangeran Jongdae! Sekarang!”

Menoleh pada sumber suara, Pangeran Jongdae membelalak saat perempuan yang memanggilnya terpental ditendang oleh Naga yang mengamuk. Sudah ia peringatkan perempuan itu untuk langsung pulang akan tetapi ia begitu kukuh ingin membantunya melawan Naga.

“BERANINYA KAU NAGA BURA!” teriak Pangeran Jongdae marah seraya berlari, cepat dan lincah menuju tengkuk si Naga. Pada akhirnya, ia harus mengubah strategi yang telah tersusun.

Saat Naga Bura terfokus menyerang perempuan yang berusaha bangkit akibat tersungkur, Pangeran Jongdae menyeringai lebar serta meloncat tinggi, mengapung di udara bersiap menghujam akan tetapi Naga Bura mengibaskan ekornya, membuat Pangeran Jongdae jatuh berlutut.

Tidak ada yang bisa terlewat oleh netra tajam Pangeran, termasuk cara licik Naga yang membuat muslihat seakan tidak menyadari eksitensi musuh yang berusaha menyerang, Pangeran Jongdae berhasil membabat ekornya sebelum melibas pada dirinya.

Tidak melewatkan kesempatan emas, Pangeran Jongdae melangkah secepat kilat pada Naga yang menggelepar liar, juga mengaum atas rasa perih nan pedih.

Krak! Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dear Prince

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Surreal

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Surreal – Namssi
Kim Jongdae (EXO’s Chen)-Min Sehee (OC) // Surrealism, Friendship, Hurt // G

-happy reading-

Langkahnya perlahan menyusuri jalan meninggalkan jejak yang hilang disapu debu. Senyuman kecil terlukis di bibir indahnya. Matanya menerawang jauh. Terbayang kembali masa dulu. Ia merindukannya. Begitu pula dengan sosoknya.

Derap langkahnya menyusuri pinggiran sungai yang sudah berlapis aspal. Langkahnya terhenti. Tubuhnya kini menghadap ke aliran sungai yang begitu tenang. Pikirannya kembali melayang Festival musim gugur sudah dimulai sejak minggu lalu. Mengingatkannya pada sosok yang dulunya selalu merengek minta ditemani ke festival musim gugur ini.

Suasana begitu ramai di sekitar sungai. Hingga tak sengaja seorang menyenggol bahunya dan kakinya sukses tergelincir dari penapakannya. Kakinya tak lagi menggapai dasar. Dinginnya suhu air dibulan yang memasuki musim gugur semakin menjadi. Paru-parunya kehabisan oksigen. Matanya terbuka lebar mecoba meraih permukaan. Ia tenggelam.

“Inikah akhir hidupku? Haruskah aku mati seperti ini? Bahkan aku belum membalas penyesalanku kepadanya. Akankah aku melihatnya lagi ketika aku memilih meninggalkan dunia ini?”

Tubuhnya mulai melemas. Paru-parunya enggan bekerja. Hingga sebuah suara masuk ke indera pendengarannya.

“Kau mau? Melakukan yang kau sebut dengan membalas penyesalan itu?”

“Bisakah? Kalau begitu, aku mau.”

~~~

Sebuah sinar yang memasuki netranya membuatnya menyipit kesilauan. Ia mengerjapkan matanya mencoba bersekongkol dengan sinar itu. Hingga ia kembali mendapatkan fokus untuk melihat sekelilingnya. Ia menangkap seolah gadis yang menatapnya dengan tatapan kesalnya.

Matanya terbelalak melihat sosok gadis itu. “Min Sehee?” Tanyanya lebih ke dirinya sendiri. Gadis itu mendengus. “Kau sudah bangun, Kim Jongdae-ssi?” Tanya gadis bermarga Min itu.

Apakah ini disurga? Apakah aku benar-benar sudah mati? Setahunya Min Sehee, sahabatnya, telah menemui ajal karena penyakitnya kankernya. Sehee yang melihatnya melamun memukul kepalanya sampai si empu mengaduh kesakitan.

“Bahkan di surga pun, ia masih sempat memukulku. Apa aku terlalu berdosa?” guman Jongdae. Sayanganya Si gadis masih bisa menangkap gumanan dengan suara kecilnya itu. Min Sehee memandang kawannya, Kim Jongdae dengan tatapan tidak percaya.

“Kau bermimpi apa Tuan Kim? Surga? Apa aku terlalu cantik seperti malaikat di surga?” tutur Sehee sarkastis. Jongdae mencibir kelakuannya. Cantik? Malaikat? Mungkin jika ia melihatnya dari Mount Everest menggunakan sedotan kopi yang disumpal menggunakan permen karet ia akan mengakuinya.

Tapi tunggu, jika ini bukan surge lalu apa? Diliriknya Si gadis yang baru ia sadari menggunakan seragam sekolah yang begitu tersampir pas di tubuhnya. Lalu melirik dirinya sendiri. Sama halnya dengan Si gadis yang masih menggunakan seragam sekolah, ia pun sama. Lanjutkan membaca [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Surreal