[Ficlet] Remuk Hati by bluesheano

bluesheano’s story, 2020

EXO’s Sehun x OC

ficlet // college-life, hurt // teenager

—oOo—

WordPress : bluesheano || Wattpad @Ikhsaniaty / @bluesheano

—oOo—

Masih ada dua jam lagi sebelum Oh Sehun memasuki kelas terakhirnya. Jadi, daripada diam menunggu di kelas sampai bosan, ia memutuskan untuk keluar menuju kantin seraya mengajak rekannya; Kim Jongin. Sehun hendak membeli dua kaleng minuman dingin untuk menyegarkan tenggorokan, tetapi mungkin niatannya akan bertambah satu; sebab, ketika Sehun menemukan sosok Park Eunhee didampingi Wendy Son dan Kang Seulgi di kedua sisi, seulas senyumnya mendadak tertarik, apalagi ketika Eunhee―si gadis yang sudah lama ditaksir Sehun, tetapi hingga sekarang Sehun tak punya keberanian untuk mengungkapkannya―memberikannya senyuman secerah mentari pagi.

Ah… cantiknya. Puji Sehun dalam hati.

“Kutebak, kau pasti akan menghampiri gadis pujaanmu itu,” bisik Jongin sambil menyengir.

“M-hmm,” sahut Sehun dengan gumaman. “Dia terlalu cantik untuk dilewatkan,” katanya secara terbuka, mengundang Jongin tertawa ringkas.

“Baiklah, kalau begitu pergilah, dan aku akan kembali ke kelas untuk tidur sebentar.” Jongin menepuk bahu Sehun, kemudian berlalu menuju kelasnya dengan sekaleng minuman soda yang sudah terbuka di tangannya.

Rupanya, nasib baik sedang berpihak pada Sehun. Karena begitu Jongin meninggalkan kantin, Wendy Son dan Kang Seulgi pun turut serta meninggalkan Park Eunhee di bangkunya. Eunhee tampak sibuk mengaduk isi tasnya, mencari ponsel untuk ia gunakan mengirim pesan obrolan entah kepada siapa.

Oh Sehun semakin tak bisa menghilangkan senyum. Ia lekas menghampiri gadis pujaan hatinya. Begitu Sehun ingat, ia membeli dua minuman kaleng, ia pun menyimpan salah satunya di hadapan Eunhee seraya berkata, “Untukmu.”

Eunhee memerhatikan sekaleng lemon soda pemberian dari Sehun, kemudian mengalihkan pandangan pada senyum memikat si pemuda untuk menyahut, “Terima kasih,” diiringi senyuman manis andalannya.

“Kau mau memesan sesuatu? Biar aku pesankan,” tawar Sehun, yang buru-buru ditolak Eunhee melalui gestur kedua tangan bergerak cepat.

“Tidak usah, Sehun, aku tidak akan memesan sekarang,” kata gadis itu. “Aku sedang menunggu seseorang.”

“Oh.” Sehun mengangguk paham. “Temanmu?”

Eunhee hanya tersenyum.

“Hm… baiklah. Kukira kau akan makan siang bersama dengan kedua temanmu tadi,” Sehun berkata lagi; maksudnya untuk memperpanjang durasi kebersamaannya dengan gadis cantik di hadapannya ini.

Tawa ringan Eunhee mengudara, dan sungguh demi semesta, Sehun benar-benar terpikat pada jenis tawa yang Eunhee lontarkan. Seperti… Sehun sudah terjatuh untuk yang kesekian kalinya untuk si gadis Park.

Tuhan, bisakah Engkau untuk sekali saja membiarkanku bernapas dengan benar? Mohon Sehun dalam hatinya.

“Wendy dan Seulgi punya urusan masing-masing,” sahut Eunhee. Tadinya ia akan membuka kalengnya, tetapi keinginan itu dicegah saat Sehun dengan sukarela mengambil alihnya dan membukakannya sambil menahan senyum. Efek mendengar tawa manis Eunhee barusan.

“Terima kasih lagi,” ujar Eunhee, disusul tawa yang semakin membuat Sehun kecanduan untuk terus mendengarnya.

Mereka kembali melanjutkan pembicaraan sambil sesekali menyesap minuman. Ada tawa renyah yang hadir, atau sepasang mata yang melengkung serupa bulan sabit―yang ini bersumber dari sosok Oh Sehun, serta ada sebuah lambaian riang dari Park Eunhee kepada seseorang yang ada di belakang pemuda itu.

“Kak Chanyeol, di sini!” seru Eunhee, seketika pandangan pemuda yang panggil ia Chanyeol barusan beralih kepadanya.

Senyum lebar Chanyeol terbentuk, kaki panjangnya melangkah lebar menuju Eunhee dan ketika ia sampai di dekatnya, ia tak segan mengusak sayang puncak kepala si gadis sambil bertanya, “Kau sudah menunggu lama, Sayang?” Chanyeol pun mengambil tempat di samping Eunhee.

Eunhee terkekeh malu. “Tidak juga. Lagi pula, ada Sehun yang menemaniku sambil menunggumu datang.”

Apa-apaan ini?! Sehun merasakan sebagian nyawanya sudah dikirim ke langit, tatkala menyaksikan bagaimana Chanyeol dengan mudahnya mencubit gemas pipi Eunhee, sedangkan wajah gadis tersebut tampak merona karena tindakannya.

“Eng… Eunhee, kau dan Chanyeol…”

“Iya, dia pacarku,” potong Chanyeol, menatap pada Sehun sambil tetap tersenyum lebar.

Apa? Sejak kapan Eunhee punya kekasih?! Kenapa aku tidak tahu?! Sehun tak lelah menggerutu dalam hati.

“Terima kasih, Sehun, sudah menemaninya di sini sampai aku datang.”

Terima kasih pantatku, Sialan!

Pada akhirnya, Sehun tertawa kering. “Baiklah, karena pacarmu ini sudah datang, lebih baik aku pergi saja. Sampai bertemu nanti… Park Eunhee,” ujarnya, kemudian ia beranjak meninggalkan sepasang kekasih itu setelah Eunhee sempat memberinya anggukan dan ucapan terima kasihnya untuk yang kesekian kali.

Nasib baik apa ini? Mana ada nasib baik membiarkanku terlambat untuk tahu bahwa Eunhee sudah punya orang lain?

Ini merupakan definisi remuk hati yang sesungguhnya, bukan patah hati lagi.[]

3 tanggapan untuk “[Ficlet] Remuk Hati by bluesheano”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s