[#EXOFFIMVT2019] FIRST LOVE – AY

 

FIRST LOVE

 

Langit cerah, angin sepoi-sepoi menyentuh wajahnya serta bau tanah yang basah sehabis hujan membuat pikirannya relax. Baru 3 jam Hanna berada disini melindungi diri dengan selimut tipis walaupun tidak membantu banyak dari dinginnya angin. Di temani secangkir kopi dengan gula merah membuat suasa semakin tenang.

Gadis yang memiliki nama lengkap Hanna Park ini adalah seorang campuran dari Korea dan Indonesia. Setelah menyelesaikan minuman, dia segera masuk dan mandi setelah itu dia akan pergi ke cafe untuk memulai harinya. Hanna memiliki sebuah cafe yang bekerja sama dengan sepupunya.

The Blu’Flo, cafe bertema summer beach yang cukup terkenal di masyarakat Jeju dan turis yang datang. Siang itu seperti biasa Hanna melayani pembeli.

Eonni untuk meja 7″ ucap salah satu karyawan. Hanna langsung mengambil dan mengantar pesanan tersebut. Sampai di meja 7 dia segera meletakkan nampan pesanan cowok tersebut. Namun tiba-tiba cowok tersebut memanggilnya.

“Hanna?” Tanya cowok tersebut.

“Iya, siapa ya?” Hanna yang merasa di panggil menoleh dan melihat wajah cowok tersebut.

“Kamu lupa. Ini aku Park Joo Won” ucap cowok tersebut. Hanna yang mendengar itu langsung terkejut, pasalnya Park Joo Won yang dia kenal penampilannya berbeda dengan yang dia liat sekarang.

“Seriusan, gila beda banget kamu” ucap Hanna yang langsung duduk di depan Joo Won.

Karena sudah lama tidak bertemu, mereka berbincang lama, seakan-akan waktu milik mereka berdua, tidak terasa sudah sore hari. Mereka akhirnya bertukar nomor untuk melanjutkan bertukar kabar. Setiap hari selama 3 bulan mereka bertukar kabar, hanya untuk melepas rindu.

Tringgg

Joo Won: Besok aku akan ke Jeju, bisa tidak makan malam di Restoran Sky Fall?

Hanna: Bisa. Kamu udah sampai di apartemen belum?

Joo Won: Masih di kantor, karena besok akan ke Jeju jadi kerjaan disini harus aku selesaikan.

Hanna: Jangan malam-malam, nanti sakit. Memangnya kamu ada urusan apa ke Jeju?

Joo Won: Ada deh…aku pergi makan dulu ya. Bye ❤ ❤

 

Mendapatkan pesan seperti itu membuat hati Hanna menghangat. Walaupun dia tidak mengerti apa maksud dari tanda love tersebut. Hanna tau kalau Joo Won memiliki masalah dengan kekasihnya. Hanna takut kalau dekatnya mereka membuat hubungan Joo Won dan pacarnya kandas, walaupun di hati kecilnya ada sedikit senang.

Setelah siap berdandan Hanna segera turun ke ruang tamu, Joo Won yang sudah menunggu di sana. Mereka segera berangkat ke Restoran Sky Fall, setelah sampai mereka segera menuju meja yang sudah di reservasi.

Di dalam benak Hanna, meja yang di pesan oleh Joo Won sangat romantis, meja mereka bisa terhubung dengan taman. Mereka segera duduk dan memesan makanan. Restoran Sky Fall ini juga terkenal dengan makanan yang enak dan tempat yang cocok untuk pasangan ataupun seseorang yang ingin menyatakan perasaannya.

Setelah selesai makan dan berbincang-bincang sebentar, lagu yang tadinya beralunan pop berubah menjadi romantis. Saat lagu Lucky di nyanyikan, Joo Won tiba-tiba menarik tangan Hanna dan di genggam.

“Aku tau ini mungkin terlalu tiba-tiba, tapi apakah kamu mau jadi pacarku?” tanya Joo Won

Hanna yang masih terkejut dengan semua ini, langsung menarik tangannya dan keluar dari restoran. Joo Won lalu membayar dan mengejar Hanna yang sudah berjalan cukup jauh.

“Han, kamu kenapa pergi?” tanya Joo Won yang langsung menahan Hanna.

“Kamu yang kenapa. Apa maksud kamu menyatakan perasaan ke aku saat kamu sudah ada yang punya” ucap Hanna membara.

“Aku sama Aera sudah ga ada hubungan sejak dia lebih memilih laki-laki lain”

“Tapi kamu ga akan semudah itu melupakan dia. Sekarang lepasin tangan aku, aku bisa pulang sendiri”

“Ga, kamu pergi sama aku, pulang juga sama aku. Akan aku jelaskan nanti di jalan”. Akhirnya Hanna mau pulang bersama Joo Won, mereka sama-sama kembali ke mobil yang masih berada di restoran.

Sampailah mereka di parkiran mobil di villa tempat menginap Hanna, mereka masih diam membuat  suasana hening menyelimuti, tidak ada satupun yang ingin memulai percakapan, akhirnya Joo Won yang memulai inisiatif untuk berbicara.

“Aku mau minta maaf untuk yang di restoran tadi, mungkin aku keterlaluan langsung menyatakan perasaan ke kamu tanpa bertanya perasaan kamu ke aku seperti apa”. Hanna hanya diam saja mendengarkan, sampai ia beranikan untuk bertanya pertanyaan yang selalu mengganggu pikirannya.

“Sekarang aku mau bertanya dan ini tidak akan aku tanyakan lagi jadi tolong jawab dengan jujur”. “Apakah kamu masih punya perasaan dengan dia dan menjadikan aku sebagai pelarian” tanya Hanna. Joo Won yang mendapat pertanyaan seperti itu diam sejenak lalu baru menjawab.

“Iya, aku masih punya perasaan untuk dia malah sangat besar. Ga mudah melupakan orang yang sudah 4 tahun menjalin hubungan, lalu orang tersebut berkhianat di belakang kita” ucap Joo Won sambil menangis dan penuh amarah.

Bagai di tusuk pisau dada Hanna sangat sakit dan perih mendengarnya. Hanna tidak pungkiri dia punya perasaan untuk Joo Won sejak mereka kuliah dan sekarang dia melihat laki-laki yang dia cinta menangis di depan dirinya sampai tertunduk.

“Aku juga tidak mau menjadikan kamu sebagai pelarian tapi entah kenapa perasaan ku nyaman saat bercerita dengan mu. Aku tidak ingin kamu sebagai pelarian, aku ingin kamu sebagai teman ceritaku yang selalu ada untukku”. Ucap Joo Won sambil melihat mata Hanna. Hanna yang mendengar itu tambah sakit namun dia tidak ingin memperlihatkannya lalu ia segera menghapus air mata Joo Won dan memeluknya.

Lama mereka berpelukan Joo Won kembali bertanya tentang menjadi pacarnya. Hanna menerima tapi dengan syarat.

“Aku mau jadi pacar kamu, tapi aku minta kamu jujur di masa depan bila terjadi sesuatu. Aku tidak ingin meninggalkan kamu tapi jika aku tau kamu bermain di belakangku atau kamu tidak jujur pada perasaanmu, aku kan pergi meninggalkanmu tanpa tapi” tegas Hanna, setelah itu mereka berpisah dan Hanna masuk ke villa langsung ke kamarnya.

Hari-hari berlalu seperti biasa setelah hari itu. Mereka selalu bertukar kabar karena mereka di pisahkan oleh jarak. Joo Won di Seoul sedangkan Hanna di Jeju, setiap seminggu sekali mereka akan bertemu terkadang Hanna ke Seoul selama seminggu atau Joo Won ke Jeju bila memang bisa tinggal lama.

Oppa, besok aku akan ke Seoul” ucap Hanna via telpon.

“Oke, telpon aku kalau kamu akan pergi ya, nanti aku jemput”

“Good night, naneun sarang hada

“Bye” tutup Joo Won.

Ada rasa sakit di hati Hanna saat Joo Won tidak membalas ucapan cintanya, tapi dia tidak bisa berharap banyak dia hanya bisa berharap semoga perasaan kekasihnya telah berubah dan  ada untuknya.

Tibalah hari keberangkatan Hanna ke Seoul, tadi pagi-pagi sekali dia sudah menelpon Joo Won bahwa dia akan tiba pukul 09.00 di Seoul. Untuk ke Seoul sendiri sebenarnya ada banyak jalan transportasi bisa lewat darat dan udara. Jika ingin lewat darat bisa menggunakan bis atau kereta lalu menyambung ke Ferry sedangkan lewat  udara bisa langsung pakai pesawat tanpa transite. Sebelum dia berangkat ke bandara, dia sudah menyiapkan daftar apasaja yang akan di lakukan di Seoul baik bersama Joo Won ataupun sendirian.

Sekarang mereka berdua sudah berada di atas mobil yang dikendarai oleh Joo Won karena tadi setelah sampai di bandara Seoul, Joo Won sudah menunggu. Sebelum mereka pergi makan mereka lebih dulu ke hotel untuk cek in. Setelah cek in kamar hotel mereka segera pergi ke restoran Jepang  yang cukup terkenal di Seoul.

Setelah lelah mereka berkeliling, dan tadi juga mereka ke supermarket untuk membeli persediaan kulkas apartemen Joo Won karena setiap Hanna datang ke Seoul pasti dia akan membuat makanan untuk Joo Won.

Oppa aku akan membuat bibimbap dan sup kimchi” teriak Hanna dari dapur.

“Oke” jawab Joo Won sambil berjalan ke dapur.

Sambil melihat Hanna yang berkutat dengan alat-alat dapur miliknya, Joo Won selalu melihat sosok mantan kekasihnya itu, pasalnya mantan kekasihnya adalah seorang chef tapi segera di tepisnya pikiran itu karena Hanna memanggilnya dari tadi.

OppaOppa kenapa, kok melamun?” Tanya Hanna.

“Ha..tidak apa-apa” jawab Joo Won.

Keheningan kembali menyelimuti mereka sampai Hanna memecahkannya dengan mengajak makan. Setelah selesai makan mereka berdua duduk di sofa depan TV yang sedang menampilkan drama kesukaan Hanna.

“Han” panggil Joo Won kepada Hanna yang masih fokus menikmati aktor kesukaannya yang sedang memerankan perannya.

“Hemm” gumamnya.

“Kamu menginap disini aja malam ini besok aku pergi kerja kamu aku antar ke hotel” tawar Joo Won.

“Gak, aku pulang kok setelah selesai nonton ini, bentar lagi juga habis” jawab Hanna tanpa melepas pandang dari tv.

“Inikan sudah malam, ayolah tidur sini aja” rayu Joo Won.

“Gak, eomma selalu bilang kalau perempuan dan laki-laki yang belum terikat status pernikahan tidak boleh tinggal serumah apalagi sekamar” jawab tegas Hanna yang sekarang sudah sepenuhnya melihat Joo Won.

“Kan ga sekamar, kamu di kamar aku, aku di ruang tamu”

“Tetap ga boleh. Yuk antar aku pulang” ajak Hanna yang segera mengambil tasnya.

Setelah beberapa hari di Seoul Hanna sudah pergi ke beberapa tempat dalam list-nya tersebut. Khusus pagi ini dia akan pergi ke apartemen Joo Won dan membuat sarapan untuknya, setibanya dia di apartemen Joo Won tidak ada Joo Won disana. Setelah mengelilingi tempat itu mulai dari kamar hingga gudang Joo Won masih belum kelihatan. Akhirnya dia memutuskan untuk menelponnya. Panggilan pertama tidak dijawab sampai pada panggilan ketiga telponnya baru diangkat.

“Halo, Oppa dimana?” Tanya Hanna.

“Aku lagi di kantor, kenapa?” Tanya balik Joo Won dengan suara yang serak seperti sehabis minum alkohol dan bangun tidur.

Oppa tadi malam minum alkohol? Oppa tidur di kantor?” Tanya Hanna.

“Minum sedikit tadi malam, terus ketiduran di kantor”

Oppa pulang dulu saja, mandi lalu ke kantor lagi”

“Tidak, aku biar mandi di kantor kebetulan di kantor ada baju ku. Sudah dulu ya” tiba-tiba sambungan telpon langsung di putuskan sepihak.

Dalam benak Hanna pasti ada yang salah dengan Joo Won semalam karena dia bukan tipe laki-laki yang tahan minum alkohol sampai mabuk. Melihat apartemen yang berantakan dia segera merapikannya. Di sela-sela merapikan sofa depan tv, Hanna tidak sengaja melihat sebuah kotak kado kecil dengan rasa penasan yang tinggi dia segera membukanya. Namun betapa terkejutnya dia, didalam kotak tersebut terdapat test pack bergaris dua. Pikirannya mulai pergi kemana-mana apakah ini yang membuat Joo Won seperti tadi di telpon.

Rasa curiganya semakin meningkat, dia mulai masuk ke kamar Joo Won. Dia mulai mencari-cari dari meja samping tempat tidur, lemari, kotak sampah sampai meja kerjanya. Dibukanya semua laci-laci di meja kerja tersebut, dibukanya setiap buku dan dokumen-dokumen yang ada sampai akhirnya dia menemukan sebuah buku yang sangat mengejutkan.

Satu demi satu halaman dia buka dan di baca. Sungguh, hatinya sangat terluka. Dia pikir selama hampir 1 tahun bersama dapat membuat Joo Won mencintainya dan melupakan kekasih yang sudah mengkhianatinya tapi nyatanya bahkan sampai detik ini hatinya masih belum bisa dia genggam mungkin menyentuh pun tidak.

Seperti janji pertama saat dia memutuskan untuk memulai hubungan ini. Saat Joo Won bermain di belakangnya saat itu juga dia akan pergi tanpa tapi. Setelah dia membuat surat dan mengirimnya ke kantor Joo Won saat itu pula dia langsung kembali ke hotel dan memesan tiket pulang ke Indonesia sebelum itu dia menghubungi sepupunya untuk tidak memberi tau Joo Won dimana dia. Hanna akan pergi tanpa melihat lagi ke belakang.

‘Bodoh diriku yang menangisi dirimu yang bahkan tidak pernah melihat diriku. Lama kutunggu dirimu sejak dulu dengan angan ada kesempatan untukku mengisi hatimu.

Salahku datang saat hatimu terluka.

Salahku yang menerima tawaranmu untuk menjadi teman pelampiasanmu.

Salahku yang berharap aku akan bahagia dengan mu.

Titip salamku untuk dia yang kamu cintai sepenuhnya, cintai dia seperti aku mencintaimu, lindungi dia seperti aku melindungimu.

Salam cinta pertamaku, semoga kamu, dia dan anakmu selalu sehat. Aku pergi.’

Coretan tangan terakhir Hanna di buku diary Joo Won sebelum pergi dari apartemen itu, diletakkan buku itu di atas meja kerja berharap itu akan dibaca Joo Won.

………

Eonni: Panggilan kakak perempuan dari adik perempuan.

Oppa: Panggilan kakak laki-laki dari adik perempuan.

Naneun sarang hada: Aku cinta kamu.

Eomma: Panggilan ibu dalam bahasa Korea

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s