[#EXOFFIMVT2019] UNTIL I MEET YOU – CHYRA

Until I Meet You

517 hari, 12.408 jam, 744.480 menit, dan 44.668.800 detik rasanya hati ini tidak pernah berhenti untuk selalu mengagumimu. Oh, hi! Namaku Kang Mira, siswi SMA bergengsi di gangnam dan aku mempunyai adik laki-laki bernama Kang Pilhoon, lebih tepatnya saudara kembarku. Yang baru saja kamu dengar merupakan laki-laki yang kukagumi sejak tahun kedua SMAku. Kami sekelas saat itu, namanya Hwang Jihoon, ketua paskibra dan memiliki kepribadian bak malaikat. Alasan utama mengapa aku bisa sangat menyukainya, dia baik dan tidak pernah pandang bulu kepada siapapun. Katakanlah aku gemuk, jelek, aku bahkan selalu dihina oleh kebanyakan anak laki-laki di sekolahku. Aku juga tidak pintar dan tidak pernah masuk kedalam 10 besar sama sekali. Aku suka dance, aku juga suka membuat catatan unik yang dihiasi banyak stiker lucu di dalam buku catatanku. Berbanding terbalik dengan Jihoon, dia sempurna. Pintar, baik, berkarisma, dan tampan. Semua perempuan mengaguminya selain aku, tapi kau tau apa? Saat kami sekelas dia selalu mengajakku berbicara dan bercanda. Awalnya kupikir dia sangat sombong dan tidak suka bergaul, tapi faktanya dia memang lebih dari sempurna.

Ah, dia juga memiliki rival yang menyebalkan. Setiap hari aku selalu diolok olehnya didepan Jihoon! Ya didepan lelaki yang kusuka! Tega sekali bukan? Namanya Im Rayn, bule keturunan Australia yang sangat menyebalkan. Aku tau dia tampan bahkan melebihi Jihoon, tapi sifatnya sungguh tidak bisa dimaklumi! Aku benci manusia seperti itu.

Kalian tau apa? 3 bulan lagi kami akan lulus dan tentunya akan ada perpisahan sekolah. Aku sangat menanti momen itu, tentusaja aku ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini aku pendam pada jihoon. Dan akupun tau Jihoon mungkin saja menerimaku, dia baik dan selalu nyaman berbincang denganku. Dia tidak pernah mengomentari fisikku dan selalu melihatku sebagai wanita yang harus dilindungi.

“ADUH! HATI-HATI DONG!”

“Woops! EH GENDUT! Yaampun itu makanan banyak banget! Mau bikin acara Mukbang hah?” sial, ternyata Rayn dan mulut besarnya.

“Berisik! Jalan pake mata jangan pake mulut!”

“Hah? Mata? Pake kaki kali, lucu banget sih gendut! Sini makanannya aku ambil satu ya”  sedetik kemudian Honey Butter Chips kesayanganku sudah berada di tangannya.

“Balikin gak?!” ucapku malas, Rayn hanya menggelengkan kepalanya. “Gak mau! Bilang dulu ‘ka Rayn ganteng, balikin dong makanan aku’ ayo cepet! Nanti aku balikin” sekali lagi Rayn membuat darahku mendidih. Aku memutar bola mata malas dan memilih merelakan snack kesayanganku diambil alih.

“Eh gendut! Yah baper dia… GENDUT!”

“BERISIK! AKU EMANG GENDUT TAPI GAK BANYAK NGOMONG KAYA KAMU! DASAR MULUT BESAR! AKU BENCI KAMU!!!” oke ini cukup.

Aku tidak melihat Rayn setelah kejadian koridor itu, entahlah tapi ini sungguh menyenangkan. Aku bisa fokus untuk menjaga hatikku untuk Jihoon dan tidak usah pusing memikirkan kata-kata Rayn bodoh itu.

‘kreet’ suara kursi digeser, awalnya kupikir itu Jihoon. “Hai gendut, eum Mira…” ucapnya gagap, kenapa lagi manusia ini? Tiba-tiba bersikap canggung dan sok tampan didepanku. Walaupun dia memang tampan. “Eum, maaf ya soal kemarin… Aku tau itu berlebihan banget” dia meminta maaf kepadaaku, ini pertama kalinya dia meminta maaf sejak kami tingkat 1 dia selalu mengejekku tanpa meminta maaf setelahnya.

“hmm” kujawab dengan gumam pelan. Dia terdiam tanpa suara namun masih duduk di depanku. “Mau apa?” tanyaku. Dia tampak bingung dan canggung, tidak seperti biasanya. “Bisa ngobrol di atap?” aku kemudian mengangguk.

Kami berjalan menuju tangga dan menuju atap, tiba-tiba handphone Rayn berbunyi. Telfon masuk dan ia meminta izinku untuk mengangkatnya, kemudian menyuruhku untuk pergi duluan. Aku membuka pintu menuju atap dan memandang seseorang di sana. Ternyata di atap ada orang lain selain kami berdua. Orang itu berbalik dan mengulurkan senyumannya. Oh tidak! Dia Jihoon, sedang apa ia disini?

“Jihoon?” aku memanggilnya, dia menghampiriku sambil tersenyum. Matanya menatapku lalu mendekati wajahku dan menarik tanganku, APAKAH INI MIMPI MIRA?! “Mira, aku tau ada yang ingin kamu katakan. Aku benar bukan? Ayo katakan apa yang mau kamu katakan sekarang…” ucapnya tegas. Oh tidak! Apa ini? Mengapa Jihoon berkata seperti itu?

“E-eum Jihoon, sebenarnya selama ini aku…” belum selesai aku berbicara sebutir telur melayang mengenai wajahku. Kemudian telur-telur itu bertambah banyak dan aku merasakan basah dari air juga suara tertawa banyak orang. Apa aku sedang dijebak? T-tapi kenaapa? Aku mendengar suara Rayn berteriak. Dia terdengar marah pada Jihoon, aku tidak bisa melihat, lebih tepatnya tidak sanggup.

“BODOH! SINTING APA KAU SINTING JIHOON?!” suara Rayn berteriak. Aku mendengar Jihoon tertawa dan menyiramkan sebotol air kewajahku. “Air ini untukmu agar kamu sadar siapa kamu bisa menyatakan cinta kepadaku” sungguh pernyataan yang sangat menusuk perasaanku. Aku sangat kesal tapi tidak bisa menangis dan aku membuka mata melihat Jihoon tertawa di depanku.

“Sialan kau Jihoon! Dia juga perempuan, dasar tidak punya hati!” suara Rayn, dia marah sekali. Entah kenapa, kupikir ini adalah ulah Rayn. Tetapi kenapa ia marah? Seharusnya ia bahagia bukan? “Gendut, kalo mau suka sama orang kurusin dulu badanmu” suara dari belakang. “Lee Sera? Sedang apa kamu disini?” Rayn yang bertanya, aku sudah tidak sanggup berbicara lagi. Bau amis dan basah di seluruh tubuhku.

“Loh, aku mau ketemu pacarku Jihoon! Kenapa? Gak boleh kah?” ucapnya seolah meledekku. Haha, ternyata selama ini aku dibodohi dan hanya dijadikan mainan oleh mereka? Bodohnya aku. “MIRA!” Rayn masih berusaha menenagkanku. Aku tidak membawa baju ganti, bagaimana ini?

“Gendut! Tunggu gak!” aku berbalik menatapnya tajam. “Berisik! Bukannya ini ulahmu!?” Rayn terdiam dan memandangku penuh iba, dia menggelengkan kepalanya. “Tidak! Aku bahkan tidak tau Jihoon punya pacar. Aku tidak tau apa-apa dan aku hanya ingin berbicara denganmu!” aku tertawa malas mendengar jawabannya. “Lalu kenapa kamu bawa aku keatap? Udahlah jangan banyak alasan aku tidak butuh!” lalu mendorongnya dan pergi. Tanganku ditahan, aku berbalik melihat wajah Rayn yang ia tundukan.

“Gendut, ayo ke UKS. Aku punya baju ganti untuk basket nanti, lumayan besar untuk kamu pakai…” aku berkedip tidak percaya. Jujur aku ragu, laki-laki ini sungguh tidak bisa dipercaya. “Gendut ayo, aku janji tidak berbohong dan akan menjelaskan semuanya kepadamu secara rinci..”

⸙⸙⸙

“APA!?” aku terkejut sementara Rayn hanya menganggukan kepalanya. “Selama ini ia selalu membicarakan tubuhmu dan sifatmu yang terang-terangan terlihat seperti menyukainya” aku masih terkejut mendengar ucapan Rayn. “Dia juga selalu berkata buruk tetang adikmu…” Rayn melanjutkan kalimatnya. Aku menatap langi-langit kamar UKS, kemudian satu ide muncul di kepalaku. “Aku harus kurus, RAYN! AKU HARUS KURUS! AKU MAU DIET!” Rayn terkejut dengan ucapanku.

“Tapi kenapa? Jangan balas dendam seperti itu Mira, nanti malah kamu yang menderita” aku menggeleng penuh semangat. “Tidak! Aku akan diet dengan benar dan berolahraga, maka dari itu Rayn, tolong bantu aku!” Rayn berkali-kali mengedipkan matanya tidak percaya. “Aku tidak menyangka, gadis lemah sepertimu ternyata memiliki pikiran yang kuat ya..” lalu ia tersenyum.

Hari pertama dietku seperti neraka, sarapanku hanya selembar roti gandum dan susu rendah lemak. Aku makan siang dengan sup ayam dan kentang yang porsinya tidak terlalu banyak. Makan malamu juga tidak banyak, hanya salad sayur dengan irisan ayam. “Ayolah, ini baru hari pertama apa kamu mau menyerah?” ucap Rayn sambil memegang bebam di tangaannya.

“Tidak!” ucapku tegas dan melanjutkann lompat tali sesuai target yang Rayn tentukan. Rayn selalu memberikaanku susu rendah lemak dan ubi manis jika aku berhasil melakukan apa yang ia mau. Latihan kami berjalan lancar hingga 3 bulan kemudian.

Aku kehilangan banyak dari berat badanku. Aku bahkan turun cepat dengan makanan sehat dan olahraga yang rajin. 20kg berat tubuhku berhasil kubuang bersamaan dengan kerja keras dan rasa dendamku pada Jihoon. “Ini udah keliatan kurus Mir… nanti ketauan kamu jadi cantik..” ucap Rayn aku tersenyum. “Apa coba ulang? Cantik? Oh jadi aku cantik toh..” Rayn salah tingkah, wajahnya memerah. Sungguh aku tidak menyangka laki-laki menyebalkan sepertinya ternyata sangat aneh dan lucu.

“Minggu depan kan kita ujian akhir tahun, selama ujian aku akan memakai 6 lembar baju supaya terlihat masih gendut, gimana?” Rayn mengangguk, tapi tentu saja ini menjadi beban untukku. Walaupun begitu aku yakin ini pasti berjalan lancar. Dan ujian pun berjalan cepat sampai Graduation hanya tinggal menghitung hari saja.

“Buruan udah rapih!” ucapku di telfon, Rayn sedang dalam perjalanan menuju rumahku. Aku menumpang mobilnya untuk ke tempat kami melangsungkan Graduation. Adikku pergi dengan kekasihnya dan meninggalkanku, jadi kutelfon Rayn untuk menjemputku.

“Yaampun tuan putri, mau makan odeng dulu gak?” ucap Rayn melihatku yang sudah rapih dengan setelan ungu tua dengan rambut yang digerai dan kalung putih dileherku. “Ngeledek?! Udah buruan keburu telat!” aku memarahi mulut besar Rayn yang tidak pernah bisa diam itu. “OHO! Apa itu karangan bunga? Buat siapa?” Rayn melihat sesuatu yang kubawa berasama setelah masuk kedalam mobilnya. “Oh, buat temen-temenku” wajahnya jadi masam, aku tau ia tidak senang dengan jawabanku yang tentu saja bohong. Karangan bunga ini kubuat sendiri untuknya sebagai tanda terima kasih dan juga untuk teman-temanku yang lainnya.

Di dalam aula yang besar aku mencoba mencari teman-temanku, Lee Sarang dan Jung Hyemi. Aku tau Rayn pasti akan sibuk dengan teman-teman pergaualannya. Hubungannya dengan Jihoon juga tidak buruk, hanya saja Ryan sekarang tidak terlalu sering berbincang dengan Jihoon. Begitupun pangeran muda nan tampan Jihoon, dia masih bersembunyi dibalik dirinya yang asli.

“MIRA! K-KOK?!?” Hyemi terkejut melihat perubahan yang lumayan drastis pada tubuhku, Sarang juga masih memandangiku tidak percaya. Jadi seperti ini rasanya menjadi cantik, batinku. Aku hanya tersenyum menanggapi mereka berdua. Kukeluarkan karangan bunga yang sudah kusiapkan untuk mereka berdua sahabat baikku. Kami berfoto dan berbincang, mengambil medali kelulusan dan bercada. Aku belum melihat Rayn dan Jihoon sampai saat ini, mungkin mereka berdua memang sedang sibuk dengan grupnya.

“M-Mira… ini kamu?” suara ini, tidak asing di telingaku. Aku tersenyum mengetahui Jihoon yang ada di belakangku sambil memandangku tidak percaya. “Ah iya, udah lama ya kita ga ketemu..” aku menjawaab sapaannya. Kulihat dari jauh Rayn menghampiri kami dengan wajah tak suka, kesempatan bagus. “RAYN!” kupanggil manusianya dan ia berjalan menghampiriku dengan sepiring dim sum yang belum tersentuh sama sekali, makanan kesukaanku.

“Ngapain dia disini?” tanya Rayn ketus. “Oh, gak sengaja ketemu… ini buat siapa?” aku terus memandangi dim sum yang dipengangnya. “Buat kamu, nih makan… Gendut” Jihoon tertawa seolah mengejek Rayn. “Kalian tampak dekat, oh iya Rayn dia udah gak gendut, kamu jangan ngatain dia lagi!” ucap Jihoon dengan tawa kecilnya. “Sudah tau, ada juga kamu yang gak usah deket-deket lagi sama dia!” Rayn bersikap posesif, lagi.

“L-Loh? Kenapa? Mira aja santai kok kamu yang ngegas sih Rayn?” tanya Jihoon sok bodoh. “Dia pacarku”

“UHUKK-KKH HAH?!” aku terkejut, bahkan sampai tersedak dim sum yang sedang ku kunyah. “Sekarang ini dan selamanya, dia punya aku dan kamu Jihoon jangan pernah kamu melukai hatinya lagi!” kemudian Rayn menarik tanganku dan pergi menjauhi Jihoon.

Kami duduk di ujung aula dan kutatap wajah Rayn yang masih kesal ditambah tidak enak denganku. “Eumm Mir–“

“Gapapa, lagian kamu belum ngambil ini kan?” aku menyodorkan karangan bunga dengan sepucuk surat didalamnya. Rayn membaca surat itu dengan wajah serius dan tersenyum seperti orang bodoh.

“MIRA!!! RAYN SAYANG MIRAA!” teriaknya dan membuat semua orang di dalam aula berbalik menatap kami berdua. “IH RAYN! Jangan berisik!” Rayn tertawa bahagia sambil meledekku. “Gapapa! Yang penting sekarang aku bahagia!”

Untuk Rayn bodoh.

Hari ini menjadi hari paling menyenangkan mungkin untukku, terima kasih sudah membantu dan menemaniku sepanjang perjalanan ini. Aku gak tau harus bilang dari mana tapi, selamat dokter Rayn, tampaknya kita 1 Universitas. Siapkan harimu karena mulai besok.

Kamu, aku, dan kita akan memulai hari baru lebih dari sekedar musuh hahaha bercanda. Seneng gak bisa 1 Universitas sama aku? Sampai bertemu nanti dokter Rayn!

From my deep heart, Mira

Dan itu akhir dari cerita kami selama menjadi ‘musuh’. Untuk sekarang dokter Rayn sedang sibuk mengurus pasien dan hatinya untukku.

 

-Selesai-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biodata Lengkap

Nama: Safa Yasmin Safiti

Nama Pena: Chyra

TTL: Tangerang 22 Juni 2002

Umur: 17 tahun

Jenis Kelamin: Perempuan

Kelas: 12 MIPA

Alamat: Jalan Nenas 2 No.106, Tangerang.

Nomor HP: 081807253253

Nama instagram: @vi.veyra

Id Line: momoringg_

 

Persyaratan follow

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s