[#EXOFFIMVT2019] Lovely – Ai Huang

Lovely

Karya: Ai Huang

Kelontrang!!

Semua makanan yang kubawa kini berserakan di lantai. Tubuhku tersungkur setelah menabrak tubuh ramping milik Jung Yeonie yang dengan sengaja mengait kakiku. Akhirnya, makanan yang ia bawa menumpahi wajah dan seragam sekolahnya, sehingga membuatnya terlihat kotor dan berantakan! Semua murid di kantin sekolah saat ini terperangah menyaksikan kejadian tersebut.

“Kya Gendut!! Kau ini buta? Lihat apa yang sudah kau lakukan!!” Yeonie meneriakiku. Mata tajamnya begitu menusuk!

“Si cupu ini benar-benar tak tahu diri! Kau menjatuhkan makanan kami, kau mengotori wajah dan pakaian Yeonie! kau sengaja ha?” tambah gadis bertubuh tinggi disampingnya. Teman Yeonie Kim Elsa.

“Mian..” sahutku lirih dengan mata mulai berkaca-kaca.

“Maaf katamu Kim Aera?” Yeonie menjambak rambut pendekku. “kau ini membuatku naik darah!”

Yeonnie lantas menyumpal mulutku dengan makanan yang sudah tercecer di lantai, brutal! Niat awalnya ingin mempermalukanku di depan umum, malah ia kena batunya sendiri dan hal itu membuatnya geram. Sesekali Elsa dan dua orang temannya yang lain menoyorkan kepalaku kasar. Aku menangis sejadinya. Hinaan demi hinaan mereka lontarkan satu persatu kepadaku! Mulai dari Babi rakus, buruk rupa, upik abu sialan dan masih banyak lagi! Aku tak berdaya untuk melawan Yeonie dan kawan-kawannya, orang-orang popular yang selalu diagungkan di sekolah ini, di Shinhwa high school.

Seandainya saja aku diberi satu permintaan, maka satu-satunya hal yang aku inginkan adalah menjadi cantik! Ya, aku sudah memiliki semuanya! Aku punya ayah dan ibu yang sangat menyayangiku, mereka selalu memenuhi keinginan putri semata wayangnya yang berprestasi ini. Aku bahagia atas keluarga yang kumiliki.

Tapi itu semua belum cukup! Aku iri dengan kesempurnaan fisik setiap siswi di Shinhwa! Tubuh langsing dengan balutan seragam yang terlihat lebih stylish. Berparas cantik seperti Yeonie yang merupakan kiblat fashion dan kecantikan para siswi di sekolah! Aku ingin tampil cantik dan percaya diri! Setidaknya, agar aku tidak lagi dibully karena rupaku yang tak rupawan, tubuhku yang penuh lemak dan mentalku yang lemah! Aku benar-benar muak!

Sebenarnya aku bisa saja merubah diriku, menjelma menjadi seorang yang rupawan dengan uang ayahku. Aku bisa melakukan operasi plastic yang begitu marak di Korea atau melakukan perawatan kecantikan ekstrem lainnya. Namun, Lagi-lagi bukan cantik seperti itu yang kuimpikan! Sudah banyak kasusnya. Beberapa siswi sepertiku, mereka melakukan operasi plastic malah disebut monster berwujud princes! Aku tak ingin berakhir seperti mereka!

Satu lagi motivasiku untuk menjadi cantik, yaitu Oh Seojun! Aku sangat menyukai lelaki berkulit putih itu sejak kelas satu sampai sekarang kelas tiga SMA. Pesona dan parasnya yang indah adalah pujaan semua gadis di Shinhwa, tak terkecuali diriku yang amat tergila-gila padanya!

Tapi karena sifat sombong dan dinginnya itu, aku tidak punya kesempatan sedikitpun! Meski begitu aku selalu berusaha membuatnya terkesan. Berharap mendapat sedikit celah dihatinya. Mulai dari mengiriminya surat cinta, memberinya bunga secara diam-diam di laci meja belajarnya dikelas hingga membawakannya makanan yang ku buat sendiri. Tapi ternyata, semua usahaku justru membuatnya risih!

Waktu itu, lagi-lagi Seojun mendatangiku dikelas. Ekspresi wajahnya datar, namun sorotan matanya memancarkan kebencian. Wajah tampannya masih membuatku terpesona. Ia mulai mencecarku dengan kata-kata pedis yang tak lagi mengukir luka di hatiku. Ya, Sepertinya aku mulai terbiasa dengan hinaan-hinaannya, bahkan mulai menikmatinya!

Tapi kali ini ia berbeda! Aku terkejut ketika makanan pemberianku pagi tadi ia tumpahkan di wajahku. Nahas sekali nasibku! Ia melemparkan kotak makanan itu kearahku, menarikku dari bangku dan mengempaskan tubuhku ke lantai dengan kasarnya setelah ia puas mengataiku dengan semua kata terburuk yang ia punya. Sementara aku tak bisa melakukan apapun selain menangis!

“Sudah berapa kali kubilang, berhenti menggangguku!! Kau tuli ya?”

“Aku hanya ingin mengesankanmu sebagai penggemar Seojunsse, apa aku salah?” Tanyaku memelas.

“Ne, kau salah! Karena aku sangat terganggu dengan semua itu! Jadi jebbal berhentilah!”

“Tapi kau tidak pernah keberatan menerima hadiah dari gadis lain? Justru kau sangat senang! Wae?” Aku terus mendesaknya untuk memberi penjelasan!

“Karena mereka bukan sampah sepertimu! Tahu dirilah, kau pikir kau siapa? Sepertinya kau harus sering berkaca biar kau sadar diri!!” Tegasnya sinis, meski begitu lelaki bertubuh tinggi itu tetap terlihat berkharisma!

Seojun terus mengeluarkan kata-kata sinisnya sambil berkacak pinggang. Suasana kelas yang ramai kini tampak tegang! Semua mata tertuju pada kami. Ngeri dengan aksi brutal Seojun sekaligus miris melihat seorang aku yang tampak menyedihkan dilantai.

“Lihat dirimu!!” Elsa yang juga sekelas denganku kemudian menyodorkan cermin kecil miliknya sambil membentak kasar!

Dengan tubuh yang mulai gemetar, perlahan aku mengikuti instruksinya! Aku menemukan wajahku yang sudah tak karuan di pantulan cermin akibat makanan yang Seojun lempar tadi. Menyedihkan! Air mata mulai merembes deras di pipi chubbyku. Aku menangis sejadinya! Lebih histeris dari sebelumnya. Dadaku terasa sesak tak tertahankan. Semakin ingin kulepaskan semakin sesak terasa. Adakah yang lebih sakit dari ini semua? Kenapa dunia terlalu kejam kepadaku?

Benar kata Seojun, aku ini hanyalah sampah yang tidak ada artinya! Tidak ada tempat yang pantas bagiku, duniaku terlalu asing! Aku sadar aku bak keset di hadapan Seojun, tapi bukannya kesetpun ada gunanya? Ya benar, gunanya hanya untuk diinjak-injak!

Meski menyukaimu harus sesakit dan semenyedihkan ini. Tapi aku tak bisa berhenti mengagumimu Seojun! Rasa itu akan selalu ada untukmu. Aku sangat sadar, aku naif! Nyatanya antara naif dan bodoh hanya berbeda tipis! Mungkin itulah sebabnya aku selalu diperlakukan buruk oleh orang di sekelilingku.

“Astaga Aera, kau ini menjijikkan sekali! kau pikir dengan menangis seperti itu Seojun akan iba dan menyukaimu?” Yeonnie kembali menimpali.

“Jangan menangis bodoh! Ini makanlah!!.” Yeonie mendekatiku, lagi-lagi memaksaku memakan makanan yang sudah tercecer di lantai.

“Yeonie cukup!” Seojun memperingati.

“Wae? Biar dia tahu diri!”

“Kya Sekya! Makanlah! tu hobimu kan Aera?” Teriak Yeonie. Tangannya masih berusaha membuka mulutku yang kurapatkan. Air mataku tak berhenti mengalir.

“kya, Yeoniesse!! Neo micheoseo?” Tiba-tiba terdengar teriakan serak basah milik seseorang di sana.

Dia adalah Kim Yonghin. Lelaki berkulit tanning itu segera menarik dan menyingkirkan tangan Yeonie kasar. Mata kecilnya menatapku prihatin, sementara aku masih terkulai tak berdaya. Setahuku dia adalah salah satu teman Seojun. Semua orang yang ada disana bergeming, spheecless dengan aksi heroik Yonghin termasuk temannya sendiri, Seojun!

Ini adalah momen dimana aku mulai mengenal Yonghin. Aku tahu siapa dia. Tapi, aku tak pernah menyangka bahwa teman Seojun ini ternyata orang yang sangat ramah dan baik hati terutama padaku yang selalu diperlakukan buruk oleh semua orang.

Sejak saat itu hubungan kami semakin dekat. Ia selalu mendengarkanku kalimat-kalimat yang menenangkan. Ia sering menemuiku di kelas setiap jam istrahat, bercanda denganku seperti layaknya seorang sahabat yang sudah berkawan lama. Dia selalu berusaha membuatku tertawa. Kadang kami juga makan bersama di kantin dan mengerjakan tugas sekolah bersama. Hanya saat bersamanya dunia terasa lebih manis!

Yonghin merupakan siswa yang popular di sekolah! Sama seperti Seojun, ia digilai para gadis dan jadi pusat trend anak lelaki di sekolah Shinhwa. Meski level Seojun sedikit diatasnya tapi tetap saja sikap baiknya padaku akhir-akhir ini menimbulkan tanda Tanya dan rasa iri semua orang. Apalagi aku sempat mendengar berita bahwa ternyata Yeonie sangat menyukai Yonghin. Pantas saja ia selalu sinis saat menyaksikan keakraban kami! Meski sebenarnya dari awal ia memang selalu begitu kepadaku. Namun, selama Yonghin ada disisiku, ia akan selalu melindungiku dari mereka yang berusaha menyakitiku termasuk Yeonie sekalipun!

Tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa aku bisa mempunyai hubungan baik dengan Yonghin. Ia membantuku menjadi seseorang yang lebih percaya diri seperti yang kuimpikan. Ia memberiku berbagai tips mengurangi berat badan! Tak hanya itu, ia juga membantuku untuk mencari skincare yang cocok untuk perawatan kulitku. Ia membantuku untuk berpenampilan menarik! Akhirnya sedikit demi sedikit berat badanku benar-benar turun drastis. Aku berhasil mengurangi hobi makan dan banyak melakukan olahraga. Selama proses itu pun Yonghin selalu mendampingi dan mensupportku! Beratku saat ini 57 kg dari berat badanku sebelumnya 80 kilo dengan tinggi 163 cm. Hanya butuh beberapa bulan saja untuk bisa mencapai berat badan seperti sekarang dan aku sangat bahagia dengan bentuk tubuh baruku!

Ya,sekarang aku tak lagi memakai seragam over size ke sekolah. Berkat rekomendasi skincare darinya juga kini wajahku yang mulai tirus terlihat lebih fresh! Aku juga mulai berdandan seperti gadis lainnya. Sedikit sentuhan liptint dan mascara setiap berangkat sekolah sudah cukup membuat orang-orang disekitarku memandangku dengan tatapan berbeda. Jika biasanya mereka akan melirikku geli, kali ini mereka terpana seolah terpesona dengan sosok Aera yang baru!

Selain aku, ternyata Yonghin sendiri ikut puas dengan hasil yang kudapatkan. Seringkali tanpa disadari ia pun terpesona dan seolah tak percaya dengan wujudku yang sekarang. Hal ini tentu saja membuat Yeonie kebakaran jenggot, aku yakin ia sangat kesal melihat perubahanku. Apa lagi aku bisa jadi seperti ini berkat bantuan dan dukungan lelaki yang paling ia sukai.

Untuk Seojun yang sudah tak lagi ku kirimi hadiah misterius, mungkin sekarang hidupnya lebih tenang. Ia juga harus tahu bahwa akhirnya Aera, si babi rakus itu tak lagi ada! Pernah beberapa kali kami tak sengaja bertatap wajah, ekspresi itu tak ada lagi. Ekspresi benci yang selalu ia tunjukkan padaku! Melainkan, tatapan yang tak bisa kujelaskan maknanya. Mungkin dia tak menduga dengan sosok Aera yang sekarang!

Menjadi gadis cantik yang tak lagi dibenci banyak orang sangat membahagiakan! Apa lagi saat aku tahu bahwa ternyata Yonghin mulai menyukaiku dan menyatakan perasaannya padaku. Aku tak punya alasan untuk tidak menerima perasaannya. Apa lagi yang aku butuhkan? Ia memiliki semuanya! Ia adalah sosok sempurna yang tak pernah terlintas dibenakku sebelumnya. Aku bersyukur Karena Tuhan mengirim sosok Yonghin di hidupku dan mengubah segala mimpi buruk menjadi mimpi yang paling indah!

Namun sayang, ketika aku mulai mempercayai sosok Yonghin yang kukagumi. Ketika aku mulai terbius pada segala hal baik yang sudah ia berikan kepadaku. Ia mengkhianatiku, ia menjatuhkanku begitu keras setelah ia berhasil mengangkatku setinggi mungkin. Begitu halus caranya menyakitiku. Kupikir semua telah berakhir! Ku kira ia adalah penawar atas segala luka yang aku alami selama ini. Tapi ternyata, ia adalah lelaki paling munafik yang pernah aku temui!

Semua berawal dari pesta ulang tahun salah satu kawannya yang juga murid populer di Shinhwa. Pesta meriah itu diadakan di salah satu kafe yang cukup terkenal. Semua berjalan sangat menyenangkan awalnya, hingga akhirnya tiba di pengujung acara ia mulai menunjukkan dirinya yang sebenarnya! Dia memberi pengumuman memalukan di depan semua tamu undangan yang rata-rata dihadiri semua murid popular dari Shinhwa. Tak terkecuali si pangeran Oh Seojun dan princes Jung Yeonie.

Kupikir tujuannya mengajakku menghadiri pesta ini adalah untuk mengenalkanku pada semua orang sebagai kekasihnya! Tapi ternyata ia hanya ingin menunjukkan pada semua orang bahwa aku ini adalah bahan taruhan yang berhasil ia taklukkan! Ia menerima tantangan dari temannya Eunseom yang berulang tahun itu untuk bisa memacariku dengan imbalan sebuah mobil mewah, jika ia berhasil melakukannya.

Astaga,permainan apa lagi ini? Rasanya dunia dongeng yang baru saja kubangun runtuh seketika. Jadi, selama ini aku memang hanya sedang bermimpi indah dan baru bangun dari kenyataan pahit yang tak pernah berubah! Orang yang selama ini ku anggap pelindung adalah musuh didalam selimut yang sudah menyiapkan perangkap mengerikan!

Saat itu air mataku sudah tak mampu lagi mengalir. Aku benar-benar mati rasa! Amarah di dadaku meluap-luap membuatnya sesak. Aku benci melihat tawa mereka yang seolah mengolok-olokku. Aku mematung di tempatku berdiri, bibirku terkatup rapat menahan gejolak amarah yang coba kupendam. Tiba-tiba Seojun datang dari arah tak terduga. Ia menghampiri Yonghin dan memukul wajahnya beberapa kali.

Dia terlihat sangat marah, sumpah serapah keluar semua dari mulutnya untuk Yonghin yang mulai terlihat merasa bersalah disana. Aku tak mengerti dengan sikap Seojun kali ini. Apa yang membuatnya begitu peduli dengan yang dilakukan Yonghin padaku? Bukankah mereka berdua sama-sama manusia sakit jiwa tak berhati? Apa ia mulai merasa iba padaku? Percuma!

Sejak saat itu aku sadar, aku tak perlu pengakuan orang-orang munafik seperti mereka! Tak harus diterima oleh mereka yang terlalu banyak menuntutku! Aku sudah punya semuanya! Ayah dan ibu yang selalu mencintaiku bagaimanapun bentukku. Mereka bisa memberikan semua hal yang aku inginkan! Aku punya prestasi yang baik disekolah, jadi seharusnya merekalah yang berlomba-lomba mencari perhatianku! Meski yang dilakukan Yonghin sangatlah keterlaluan, tapi aku tak mau membuang-buang energi untuk membencinya! Bagaimanapun juga ia sudah banyak membantuku hingga bisa jadi seperti sekarang. Namun tetap saja, aku akan berhenti mempercayai siapapun terutama dirinya!

Aku tidak ingin jadi kamu lagi Aera! Aera yang terus direndahkan dan ditindas oleh manusia hina seperti mereka! Ya, dengan Aera yang sekarang aku akan membuktikan pada semua orang bahwa aku bukan lagi si buruk rupa yang menyedihkan! Melainkan, Kim Aera yang tak terkalahkan!

 

 

 

 

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s