[EXOFFI FREELANCE] MISSION : GET YOU (Chapter 3)

mission-get-you6189855647937384293.jpg

MISSION : GET YOU

Written by miyushin

Length Chaptered | Rating PG 16+

Genre AU x Action x Crime x Romance

Main Cast EXO’s Oh Sehun x Kim Yoojung

Additional Cast ASTRO’s Park Min Hyuk | EXO’s Park Chanyeol | Actor Ahn Jae Hyun | EXO members.

Summary :

“Aku baru 20 tahun dan dipanggil Ahjussi? Aigoo.”

Disclaimer :

Cerita ini hanya sebuah fiksi. Ide dan alur cerita benar-benar dari pikiran dan imajinasiku sendiri,semua tokoh yang berperan milik orang tua dan agensi masing-masing. Jangan menjadi plagiat !

Author’s note :

Terimakasih untuk admin EXO FANFICTION INDONESIA karena mau menerima dan mengirim karyaku. Untuk readers : maaf jika alurnya atau feelnya kurang dipahami. Aku masih tahap belajar. Dan juga ada beberapa kata yang tidak patut dicontoh. Cerita ini juga dipublikasikan di akun wattpadku dengan username : miyushinn. Terimakasih.

My Poster created by NJXAEM @Poster Channel

Happy reading^^

 

MISSION : GET YOU – CHAPTER 3

SMA Jeongju. Disinilah dia berdiri sekarang.

Ia menatap gedung bertingkat itu sebentar dengan ragu,sebenarnya sedari tadi ia ingin masuk ke gedung itu. Namun,ia bingung harus bagaimana. Genggaman tangannya makin kuat,ia melepas earpiecenya dan menyembunyikan lencananya di saku celananya.

Kakinya hendak melangkah namun ia urungkan ketika mendengar orang lain memanggilnya pelan, “Se-hun ?”

Ia menoleh ke kanannya dan mendapati Chanyeol yang baru saja turun dari bus. Penampilannya benar-benar berbeda yang membuat Sehun sedikit melongo. Hoodie merah bercorak kotak-kotak,celana jin,ditambah sneaker putih. Chanyeol tampak lebih segar dengan gaya ABG sekarang ini.

“Kau seperti anak SMA saja,hyung,” komentarnya saat rambut Chanyeol berubah menjadi abu-abu.

Chanyeol tertawa lalu membenarkan tas punggungnya, “Apa yang kau lakukan di sekolah?”

Sehun mendadak gugup,ia menatap kembali sekolah itu lalu kembali menatap Chanyeol penuh selidik.

“Kau sendiri apa yang kau lakukan disini dengan dandanan seperti itu?”

“Aku…ingin melihat adikku,” ucapnya tersenyum sambil menatap gedung bertingkat itu.

Sehun terkejut sesaat, “Jadi setiap hari kau pergi melihat adikmu…di sekolah?”

Chanyeol mengangguk, “Ya benar. Tapi dia tidak pernah tau aku kesini. Kau tau kan,kita seorang mata-mata.”

“Geurasseo?” (Lalu?)

“Musuh kita banyak,aku takut mereka akan melukai adik manisku. Jadi dia hidup sendiri bersama sepupuku dengan gajiku. Untuk itu,aku tak bisa sembarang bertemu sesuka hatiku.”

Sehun mengangguk mengerti lalu menatap Chanyeol yang sudah masuk dengan santainya.

Mereka berdua berjalan bersama memandang semua siswa yang baru saja keluar dari kelasnya,suasananya tampak menggembirakan. Sehun dan Chanyeol menatap pemandangan di hadapannya dengan senyum tipis.

“Apa kau kesini untuk bertemu gadis SMA yang kau tabrak itu?”

Sehun berdeham meredam kegugupan yang selalu datang tak diundang, “Ya begitulah,benda miliknya terjatuh jadi aku ingin mengembalikannya.”

“Kau pria yang baik,Sehun.”

Chanyeol berjalan lebih dulu untuk berbelok menuju kantin,tak lupa ia berbalik dan pamit pada lelaki itu, “Aku akan melihat adikku dulu. Kau bertemulah dengan dia,jangan ceroboh lagi.”

Sehun mengangguk datar lalu mulai melangkah ke sembarang arah.

“Yoojung-a! Kau mau kemana?” Minhyuk keluar dari kelasnya ketika gadis itu berjalan dengan terburu-buru. Yoojung tersenyum singkat lalu menunjuk dada kanannya.

“Aku harus menemui Guru kesiswaan karena tidak memakai name tag.”

Hyuk mengerucut sebal lalu mengangguk patuh, “Geurae. Aku akan menunggumu di kantin ya.”

“Arraseo.”

***

Oh Sehun berjalan melewati banyak kelas yang ada namun dirinya tak dapat menemukan gadis itu diantara ratusan siswa yang bentuknya hampir mirip. Ia mulai kesal karena tak bisa menemukan gadis itu.

Lebih baik mengawasi penjahat daripada menemukan gadis itu.

Bahkan lelaki yang berjalan berdua dengan gadis itu juga tak dapat ia temukan. Susah sekali baginya berjalan sendirian sambil di pandang memuja siswi-siswi SMA Jeungjo.

“Wah dia tampan sekali,kira-kira siapa dia?”

“Jangan-jangan dia punya adik disini.”

“Oh,atau jangan-jangan pacar!”

“Aku belum pernah melihatnya.”

Sehun berpikir sebentar lalu menatap semua siswa yang ada disekelilingnya. Seharusnya jika ingin mencari gadis bernama Kim Yoo Jung,ia harus menuju kantor kan? Tapi kantor apa?

“Ruang Tata Usaha?” Sehun menjetikkan jarinya lalu kembali melangkah cepat menuju ruang yang dimaksudnya.

Walaupun ia sempat tersesat namun dengan bantuan seorang siswa pintar,ia akhirnya sampai ke ruangan itu. Masuk dan bertanya pada orang yang duduk di meja adalah hal yang dilakukannya sekarang.

“Aku ingin mengembalikan benda ini karena tak sengaja menemukannya dijalan,” jelas Sehun langsung sambil meletakkan name tag itu di atas meja.

“Kim Yoo Jung? Ah,dia baru saja kesini untuk meminta yang baru. Kurasa itu tidak perlu lagi sekarang.”

Sehun melebarkan matanya, “Aah begitu. Tolong berikan saja padanya dia pasti akan mengerti.”

Pria itu mengangguk lalu berterima kasih pada Sehun dengan senyumnya. Sehun tersenyum lalu segera keluar dari ruangan itu dengan gugup yang kembali melanda hatinya. Ia menundukkan kepalanya sebentar lalu menarik nafas beberapa kali,entah mengapa akhir-akhir ini ia seringkali gugup.

“Chogiyo,apa anda baik-baik saja ?”

Otomatis,ia menegakkan tubuhya dan terkejut hebat mengetahui gadis yang sedari tadi ia cari  berdiri di hadapannya dengan bingung. Lagi-lagi,Sehun gugup.

Ia hendak berbicara namun mulutnya kembali ia katupkan. Berbicara dengan seorang gadis SMA seperti dia membuat Sehun sedikit susah.

Susah untuk mencari kata yang pas.

Drrt. Drrt. Drrt. Drrt. Drrt.

Ponsel gadis itu bergetar panjang,refleks ia merogoh benda persegi panjang itu. Di layarnya tertera nama ‘Hyukie’ yang buru-buru Yoojung mengangkatnya.

“Ne,Hyuk-ie?”  Ucapnya riang saat menerima telfon lelaki Park itu.

“Kantin? Arra. Arra.”

Yoojung menutup panggilannya lalu kembali menatap Sehun dengan senyum khasnya.

“Apa yang kau lakukan disini,Ahjussi ? Mungkin aku bisa bantu.”

Sehun menggeleng cepat, “Aku hanya mengembalikan name tag-mu ke ruangan ini.”

Kedua mata Yoojung berbinar senang, “Jinjjaro? Kau menemukannya,Ahjussi? Dimana? Apa terjatuh di jalan?”

Sehun tak menjawab,ia hanya tersenyum seadanya. Ia benar-benar kesulitan untuk berbicara dengan gadis ini.

Dilihatnya,Yoojung berjalan masuk ke ruang tata usaha dengan riangnya. Setelah itu,beberapa detik kemudian ia keluar dengan name tag yang sudah terpasang di seragamnya.

Kamshahamnida. Karena Ahjussi aku tidak jadi menerima hukuman. Jadi,jika aku bisa melakukan sesuatu untukmu katakan saja. Aku Kim Yoojung murid kelas 2-A SMA Jeungjo. Dah,Ahjussi.”

Oh Sehun melongo menatap gadis itu yang berjalan riang,ia tersenyum manis sambil pandangannya tak lepas dari gadis itu.

“Dia cerewet sekali ternyata.”

Tersadar sesuatu,ia memejamkan kedua matanya lelah. Ia melupakan suatu hal.

Aku baru 20 tahun dan dipanggil Ahjussi? Aigoo.

.

.

.

Jam istirahat baru saja selesai,Park Chanyeol meminum tegukan terakhirnya lalu tersenyum saat ia melihat seorang gadis yang tampak berjalan bersama dua orang temannya. Kedua matanya tak lepas dari gadis itu,senyumnya masih terlihat cerah walau samar.

Itu adiknya.

Melihatnya dari jauh seperti ini saja sudah membuat hatinya tenang dan bahagia,apalagi jika ia bertatap langsung dan berbicara berdua. Pasti lebih membahagiakan.

Kebahagiaannya bertambah ketika melihat adiknya tertawa gembira,seolah-olah tawa gadis itu menyalur ke hatinya melalui udara disini.

Hyung,ponselmu bergetar,” peringat Sehun yang entah sejak kapan duduk di sampingnya.

Ia menilik ponselnya sebentar lalu menerima panggilan itu saat nama “Suho Hyung” muncul di layar.

“Ne,hyung?”

“Kau dimana? Kau harus segera pulang.”

Chanyeol mengernyit, “Memangnya ada apa ? Kena-“

“Ada misi baru.”

Sontak,lelaki Park itu berdiri dari duduknya lalu bergegas membereskan barangnya di meja.

“Jika kau bertemu Sehun,tolong bawa dia juga. Ponselnya tertinggal dan aku tak dapat melacaknya.”

Chanyeol mengangguk cepat lalu menarik Sehun tiba-tiba, “Oh.”

“Waegeurae ?”

Chanyeol memakai topinya lalu berlari cepat, “New mission.”

Mimik Sehun berubah seketika,ia melepaskan gandengan Chanyeol lalu berlari cepat menuju markas mereka.

***

Uri Yoojung,mianhae. Oppa sedang sibuk,pekerjaanku akhir-akhir ini meningkat. Pergilah kemanapun dengan Hyuk. Ne?

Kim Yoojung menghembuskan nafasnya kecewa setelah mendapat balasan pesan dari kakaknya. Sudah lama sekali kakaknya itu bekerja di luar negeri namun sekalipun ia tak punya kesempatan bertemu.

Apa mungkin-

“Yoojung-a!” Gadis itu menoleh cepat sambil memasukkan ponselnya ke laci meja. Wajahnya berkata ‘apa ?’ dengan sangat jelas pada lelaki di sebelah bangkunya.

“Ada apa? Kenapa kau kecewa seperti itu?” Bisiknya pelan.

Yoojung kembali menghembuskan nafasnya kecewa, “Oppa tidak bisa datang.”

Minhyuk terkejut seketika,ia jadi tidak berani menatap gadis itu. Matanya terus berputar ke segala arah dengan pikirannya yang berusaha mencari kata-kata yang dapat menenangkan gadis itu.

Setelah itu,ia berusaha untuk menetralkan ekspresinya kembali.

Dengan senyum ia berkata, “Aku akan menemanimu nanti. Kau ingin kemana?”

Gadis itu hanya diam sambil tangannya sibuk menulis di buku. Lama tak mendapat respon,Park Min Hyuk merosotkan tubuhnya. Ia gagal. Gadis itu tidak menjawabnya sama sekali,menoleh pun tidak.

PUK. Satu gumpalan kertas kecil mendarat di mejanya. Tanpa sadar,ia langsung membukanya dengan ekspresi kusut yang sama.

Kafe roti di taman bunga. Aku sangat ingin kesana.

Ia menoleh kanannya dan mendapati gadis itu tersenyum gembira. Hyuk menganggukkan kepalanya setuju serta menegakkan tubuhnya mendengar penjelasan di depan sana dengan senyuman.

.

.

.

Semuanya telah berkumpul dan duduk di bangkunya masing-masing. Suho menaikkan dagunya sesaat yang langsung di jawab anggukan oleh semua rekannya.

“Aman,” ucap Baekhyun dan Kyungsoo sebagai kode.

Suho sebagai ketua tim memakai sabuk pengaman yang tersedia di sofa mereka,disusul 11 anggota mereka.

“Ayo kita mulai,” gumamnya lalu menekan tombol tersembunyi di bawah meja bundar itu.

Tiba-tiba,lantai markas mereka berputar ke bawah dengan apiknya. Ruangan itu seketika berubah menjadi kamar tidur anak SMA yang tersebar poster-poster sepak bola.

Agen rahasia ‘EXO’ langsung terjatuh di kasur super empuk setelah lantai berbalik dan sabuk pengaman mereka terlepas dengan sendirinya. Luhan menyalakan saklar lampu di bawah kasurnya lalu segera beranjak menuju markas mereka yang sebenarnya.

Dua belas pemuda itu langsung masuk ke ruangan mewah setelah mereka mengucapkan sandi masing-masing. Suho maju lalu membuka layar yang menampakkan misi baru dari Lee Soo Man.

“Sepertinya ini sisa misi kemarin di gedung Rasen,” Sehun berkomentar setelah membaca misi singkat itu.

“Kau benar sekali,dan ini semua karena Chanyeol yang keceplosan berbicara mata-mata dari SM.

Semua mata menatap lelaki Park itu penuh selidik yang hanya di balas cengiran aneh oleh Chanyeol. “Mianhae.”

“Begini,misi kita kali ini adalah menangkap penjahat yang kemarin mengejar Sehun. Dia bernama…” Suho menjeda ucapannya sebentar,berusaha mengingat semua identitas penjahat itu.

Kyungsoo menekan tombol enter setelah jemarinya mengetik cepat, “Ahn Jae Hyun,34 tahun. Ketua tim di gedung Rasen yang mengawasi pertemuan di gedung kemarin. Berhasil lolos karena ia menjaga di luar gedung dan mengejar Sehun yang nyatanya malah ceroboh menabrak gadis SMA.”

Semua rekannya melongo. Mereka benar-benar kagum dengan kepintaran Do Kyungsoo akan identitas tersembunyi para penjahat yang dengan mudah ia temukan. Bahkan saking pintarnya,ia juga menyinggung perihal insiden Sehun yang ceroboh.

“Hyung,kenapa kejadian itu juga harus diberitakan?” Sehun tampak kesal.

“Benar sekali. Jadi kita berpencar di sekitar gedung Rasen kemarin dan taman tempat Sehun di kejar mereka,” putus Suho mantab mengabaikan omongan Sehun.

“Di gedung Rasen masih ada pertemuan juga?” Tanya Jongin terkejut.

Suho mengangguk, “Tentu saja,karena kejadian kemarin pertemuan di ulang dan ku dengar SM mengirim mata-mata baru untuk menghancurkan pertemuan mereka.”

“Nugu?”  Tanya mereka bebarengan. (Siapa?)

“NCT DREAM.”

Tao mengangkat sebelah alisnya, “Kenapa harus bocah-bocah itu yang diutus?”

“Justru karena mereka anak-anak,mereka akan memakai tipuan kecil.”

Mereka mengangguk mengerti lalu segera bersiap untuk misi mereka.

Kedua belas pemuda itu saling sibuk memilih senjata dan barang lain yang dibutuhkan untuk misi mereka kali ini.

Menuntaskan misi kemarin-menghancurkan pertemuan itu.

Beberapa menit kemudian,EXO selesai dengan persiapannya. Mereka berkumpul di meja kaca lalu menempatkan tangan kanan mereka masing-masing di tengah. Tak lupa sebelumnya mereka juga memasang earpiece dan lencana mereka untuk berkomunikasi dan bertukar informasi.

“Ayo kita lakukan.”

 

 

to be continued.

Halo readers,lama sekali(satu stngah tahun)aku nggak lanjut cerita ini ya,aku pengen lanjut walaupun nggak sesering update. Sesempatku,aku bakal lanjut cerita ini ya,soalnya editing katanya terlalu lama hehe. Maaf jika ada typo,sekian terimakasih.

 

 

Salam,Miyu.

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s