[EXOFFI FREELANCE] Lo Siento – FICLET

Lo Siento

 

Author                 : gee.yif

Cast                       : EXO and EXO-L

Length                 : Ficlet

Rating                   : PG-13

Genre                  : AU, Drama

Desclaimer         : Cerita ini tak bermaksud menyinggung siapapun. Tak ada provit dalam pembuatan alur cerita. Murni dari imajinasi pengarang.  Cast milik Tuhan dan orang tua masing-masing. Apabila ada unsur kesamaan nama, tempat dan kejadian murni tanpa adanya kesengajaan. Oh iya, poster credit to the owner karena aku nggak bisa buat poster hehe. Enjoy !!

Warning              : Typo !!!

”Lepaskan aku. Agar aku bisa kembali padamu”

 

“Pergilah. Jika itu keinginanmu”

 

^^The Story Begin”

Tiga puluh menit telah berlalu. Namun keheningan masih menyelimuti kami. Sejak pertama aku memintanya bertemu di halte bis, tempat biasa ia menemuiku setelah menyelesaikan pekerjaannya. Tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir kami.  Awan mendung mulai meneteskan kristal beningnya yang sedari tadi berlomba untuk keluar. Orang-orang berhamburan hanya untuk sekedar mencari tempat berlindung dari air yang menetes ke bumi. Udara dingin menyeruak bersamaan dengan kilatan petir yang menjalar di langit malam. Agaknya aku harus membuka mulutku sebelum keheningan ini bertambah lama.

“Aku ingin bicara padamu”

Pemuda yang tengah duduk disampingku menoleh. Ia tersenyum padaku. Senyuman yang akan membawamu terbang ke surga. Sorot tajam onyx kelabunya membuatnya semakin mempesona. Hoodie serta coat panjang yang dipadankan dengan celana rip jeans tak dapat meyembunyikan tubuh tegapnya. Surai coklat yang ia tata rapi memperlihatkan kening indahnya, akan membuat siapapun mengatakan bahwa ia benar-benar pemuda yang tampan. Ditambah sneakers dari brand ternama, takkan ada yang dapat menandingi pesonanya. Dengan sabar ia mendengarkan setiap perkataanku. Hingga akhirnya aku membuat sebuah pengakuan. Pengakuan kejam yang terasa bagaikan godam besar yang menusuk hati sang pemuda. Pengakuan bahwa aku tak ingin lagi bersamanya. Hanya dengan alasan ada yang lebih baik darinya.

“Aku minta maaf. Tidak seharusnya aku melakukan ini padamu”

Ada jeda sejenak diantara kami. Kuhirup udara sebanyak yang paru-paruku bisa. Rintik hujan semakin deras, bersamaan dengan angin kencang yang bertiup menerpa tubuh kami. Kupeluk tubuhku sendiri mencari kehangatan. Ia melihatnya. Dilepaskan coat panjang yang sedari tadi melekat ditubuhnya untuk diberikannya padaku. Aku sempat menolak, dengan alasan aku tak mau ia berakhir membeku dalam kedinginan. Namun ia bersikukuh meminjamkannya padaku. Dan aku tak bisa berbuat apa-apa akan hal itu.

“Aku berjanji akan selalu mencintaimu. Namun apa yang telah kulakukan padamu ? Aku benar-benar minta maaf”

Ia menggeleng. Dengan lembut ia mengusap air hujan yang tanpa sengaja jatuh di pipiku. Menyisipkan kembali anak rambut yang menutupi sebagian wajahku kebelakang telinga. Sekali lagi ia tersenyum. Dan satu kalimat yang ia ucapkan mampu membuat hatiku merana.

“Tidak. Itu karena kau terlalu mencintaiku”

Rasanya aku sudah menjadi manusia paling kejam di dunia ini. Menghianati seseorang yang telah lama berjuang bersamaku. Dari titik terendah hingga ia mampu membentangkan sayapnya dengan gagah. Bukan waktu yang singkat bagi kami berjalan di jalan yang sama. Ini tahun ketujuh kami bersama. Namun apa yang sudah kulakukan ?

“Jarak yang terlalu dekat diantara kita membuatmu merasa terbebani”

Jawaban dari suara lembutnya membuatku tercekat. Mataku mulai memanas. Ingin sekali aku menghapus hari ini dari kehidupanku. Ingin sekali aku menghilang saat ini juga. Berpura-pura bahwa hal ini tak pernah terjadi. Namun inilah kenyataan. Kenyataan pahit yang harus kami alami dan terima.

“Lepaskan aku. Agar aku bisa kembali padamu”

Akhirnya kata-kata yang paling kuhindari keluar juga dari bibirku. Kuberanikan diri menatap matanya. Sorot kecewa sangat terasa disana. Aku tahu itu. Ia berusaha menyunggingkan senyumannya. Menyembunyikan kesedihan dibalik binar mata indahnya.

“Pergilah. Jika itu keinginanmu”

Ia merengkuhku dalam dekapannya. Hangat sekali. Dekapan yang akan aku rindukan untuk waktu yang lama. Dekapan ternyaman yang takkan pernah kudapatkan dari siapapun. Dan dengan bodohnya aku berpaling darinya.

“Tapi ingatlah, aku tetap disini. Rumahmu. Jika kau ingin pulang”

Pertahananku akhirnya runtuh sudah. Tak sanggup lagi kutahan beban berat yang telah lama terpendam dalam dada.  Aku menangis sejadi-jadinya. Aku bersyukur pada hujan yang meredam suara tangisku. Ia dengan rela meminjamkan bahunya. Membiarkannya basah akibat tangisanku. Ia hanya mengelus punggungku dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tak ada yang perlu ditangisi. Bukannya semakin membaik, justru aku semakin merasa bersalah. Rembulan menyaksikan kami dari singgah sananya. Ini malam terakhir kami bersama. Malam terakhir pula kami berada dibawah nama yang sama. Esok adalah hari baru untuk kami. Hari baru juga untukku memulai perjalanan, agar aku dapat kembali lagi bersamanya. Tanpa ada beban. Tanpa ada rasa bersalah. Tanpa ada siapapun yang mengganggu kehidupan kami. Hanya ada kami dan bahagia.

“Meskipun hanya ada satu fans yang melihat penampilan EXO, kami akan tetap menyanyi dan menari”-Suho

 

“Kemanapun kalian pergi, katakan dengan bangga bahwa kalian adalah EXO-L”-Sehun

 

^^End Of Story^^

Gimana ?? gimana ?? ngerti nggak jalan ceritanya ?? ngerti nggak ?? ngerti nggak ?? dapet feelnya nggak ?? kalau belum ngerti ya mungkin harus baca lagi hehe. Bagi yang udah ngerti gimana ? bagus ? jelek ? ehm, sebenernya nggak tau kenapa aku bisa kepikiran nulis cerita kayak gini.  Tapi ini asli dari imajinasiku sendiri lho. Kalo boleh jujur, cerita ini aku dedikasiin buat kalian kalian yang mungkin udah capek nunggu kepastian comeback, nunggu jadwal konser dan yang lebih parah capek sama keluarga besar kita. Karena kalian ngeliat disebelah ada yang lebih baik mungkin. Ada nggak ya ? hehe. Tapi hei c’mon, setiap grup ato siapapun itu pasti punya prestasinya sendiri sendiri guys. Kehidupan itu akan berputar. Dan nggak selalu grup kebanggan kita ada diatas. Ibaratnya gini, saat ini kalian suka sama grup A yang banyak prestasinya, terus muncul grup B yang keliatannya lebih bagus. And then kalian pindah tuh ke grup B dan ninggalin grup A. Suatu saat, ada anak baru lagi yang muncul, si C. Kalian ngerasa grup A dan B udah nggak menarik lagi. Pindahlah lagi kalian ke grup C yang lagi booming. Gitu aja terus sampe spongebob berubah jadi dora. Terus buat kalian yang ngerasa ‘grup sebelah bisa kenapa grup ku nggak bisa ?’ hei hei hei. Kalian jangan lihat hanya dari satu sisi. Lihat dari perspektif yang lain. Setiap grup punya jalurnya sendiri sendiri dan PRESTASINYA SENDIRI SENDIRI, jadi kita nggak bisa nyamain mereka ya. Ah sudahlah, banyak bacot saya. Buat Readers yang terhormat, jangan lupa RCL yaa. Biar semangat saya nulis cerita. Ppai ppai ! emmuuachhh !

-Mong Gee-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s