[Oneshot] Special Person – Shin tama production

Shin Tama

Production

Special Person

Byun Baekhyun x Kim Sa Hee (OC)

Romance || Oneshoot || Teen

***

Baekhyun berlari menuju ke halte bus. Rambut warna chocolate brown-nya belum sempat ia sisir seusai mandi pagi ini, mandi pun secepat kilat. Ujung Kemeja motif garis-garis vertikal yang ia kenakan belum sempat dimasukkan ke celana bahan warna hitamnya.

 

Hari ini tidak sekacau saat ia akan hadir ke acara table manner zaman kuliah dulu. Baekhyun masih bersyukur, ia tidak lupa memakai sabuk, memakai sepatu, bukan sendal rumahan, memakai kaos kaki yang selaras, bukan kaos kaki beda warna antara kiri dan kanan.

 

Bus berhenti di halte. Malangnya Baekhyun, posisi nya dan halte bus masih cukup jauh.

 

Ahjussi, tunggu aku!” Teriak Baekhyun melihat orang-orang yang menunggu di halte telah masuk semua ke dalam bus.

 

Pintu otomatis bus tertutup. Si pengemudi menginjak pedal gas. Bus itu mulai melaju lagi, mengabaikan Baekhyun yang berlari ke arah halte sambil berteriak.

***

 

Lobi kantor tampak senggang. Para pegawai sudah ada di meja kerjanya masing-masing, kecuali Baekhyun. Laki-laki itu keluar dari taksi, berlari ke dalam lift, menekan tombol angka 18. Saat di lift, ia bisa mengatur napasnya yang putus-putus karena terlalu banyak berlari pagi ini.

 

Seusai menandai kehadiran di mesin absen magnetic card, Baekhyun menuju ke ruang meetingdenga langkah cepat dan lebar. Ada briefing pagi ini. Tiba di ruang meeting, ia tidak melihat rekan-rekannya di sana. Hari ini ia sangat terlambat masuk kantor, sampai tidak sempat ikut briefing.

 

“Selamat pagi, Hong kwajangnim.” Sapa Baekhyun yang melihat general manager-nya masih duduk diruang meeting sambil mengutak-atik laptopnya.

 

Hong Hee Won mengangkat pandangannya “Selamat pagi, Baekhyun-ssi. Duduklah.”

 

Meja ruang meeting berbentuk persegi panjang. Ada barisan kursi di sayap kiri dan kanan meja itu. Sisi tengah meja dibiarkan kosong, tanpa kursi. Baekhyun menjatuhkan tubuhnya di kursi barisan sayap kiri, sedangkan Hong Hee Won duduk di kursi sayap kanan. Mereka duduk berhadapan dibatasi meja yang cukup lebar.

 

“Maaf, aku terlambat hari ini. Aku ketinggalan bus pagi ini.” Papar Baekhyun.

 

“Kali ini aku biarkan, jika terulang lagi, kupastika kau mendapat surat peringatan dari HRD.”

 

“Baik Hong kwajangnim.”

 

“Karena kau tidak mengikuti briefing pagi ini. Akan ku beri tahu keputusan briefing pagi ini.” Hong Hee Won menempelkan punggungnya disandaran kursi lalu melanjutkan kalimatnya “Na Yoon sedang cuti melahirkan, jadi proyek Real Fashion ku limpahkan padamu.”

***

 

“Salah kau sendiri, kenapa kau terlambat? Anggap proyek itu adalah hukumanmu.” Ucap Dio yang melihat wajah frustasi rekan kerjanya.

 

Baekhyun bersama rekan-rekan kerjanya, Dio, Lay, dan Seulgi menghabiskan jam istirahat di kantin kantor. Baekhyun satu-satu nya orang yang belum memakan hidangannya di meja itu, ia hanya mengacak-acak makanan itu dengan sumpit dengan tatapan kosong.

 

“Pasti kalian kompak menolak proyek Real Fashion yang ditawarkan pak Hong.” Kata Baekhyun sinis.

 

“Memangnya, orang nekad mana yang mau menerima tawaran proyek itu?” Kali ini Seulgi berkomentar.

 

“Aku tidak senekad itu, menawarkan diri untuk proyek itu dengan sukarela. Pak Hong yang memaksaku.”

 

“Hanya Na Yoon yang bisa meng handle proyek itu. Mulai sekarang kau harus belajar banyak dari dia. Bila perlu datang kerumah Na Yoon untuk wawancara.” Saran Dio.

 

“Aku lebih rela tidak di gaji selama sebulan.” Suara Baekhyun terkesan putus asa.

 

Rekan satunya, Lay tidak membuka suaranya, hanya menyimak. Ia sibuk dengan makan sianganya. Meratapi proyek super mengerikan itu hanya membuang energinya, pikirnya.

***

 

Real Fashion adalah acara fashion show yang digelar oleh rumah mode ‘Real Fashion’. Acara ini ada setiap 4 bulan sekali. Dalam setahun, Real Fashion memamerkan desain pakaiannya 4 kali. Bisa ditarik kesimpulan, setiap musim selalu ada desain baru yang diciptakan. Real Fashion sudah punya nama di dunia fashion internasional. Mereka juga menyelenggarakan fashion show di negara bagian Eropa atau di negara bagian America. Musim ini, mereka memilih Korea sebagai tuan Rumah.

 

Baekhyun yang berprofesi sebagai Event Organizer harus menangani  acara itu. Real Fhasion adalah customer tetap yang menggunakan jasa perusahaannya. Sehingga Orang-orang di perusahaan mengenal betul watak si Direktur sekaligus pemegang saham terbesar di Real Fashion. Pak Kim, biasa mereka memanggil si pendiri Real Fashion itu.

 

Sudah menjadi rahasia umum di kantornya bahwa proyek Real Fashion adalah proyek yang sangat mengerikan. Kenapa kata ‘mengerikan’ itu terdengar kejam? Karena siapapun  orang yang menangani acara itu, pasti merasa tersiksa. Tersiska dalam arti mental. Orang itu pasti frustasi menghadapi pak Kim yang perfectionis.

 

Pernah sekali, Baekhyun menangani proyek itu. Tepatnya 2 tahun yang lalu. Betapa frustasinya dia, ketika Pak Kim komplain mengenai pemasangan runwayRunway didirikan dengan jarak lokasi tidak sesuai dengan perhitungan Pak Kim.

 

Runway terlalu ke kiri, harus pas ditengah venue. Bongkar lagi!” Ucap pak Kim sangat tegas saat itu.

 

“Bisa kita biarkan saja untuk kali ini?! Itu hanya bergeser beberapa senti dari hitungan yang telah ditentukan.” Baekhyun memelas.

 

“Tidak! Bongkar runway-nya sebelum acara dimulai!”

 

Baekhyun berakhir tragis hari itu. Ia harus memutar otak dan bekerja lebih keras mengkoordinasi tim nya. Bagaimana caranya membongkar kerangka besi itu lalu merakitnya kembali dalam waktu kurang dari dua jam? Waktu normal yang digunakan bisa lebih dari 4 jam. Sangat gila, bukan? Pak Kim pikir tim Baekhyun adalah tokoh Avenger?

***

 

Jumat. Pukul 2 siang. Lokasi di Kantor Real Fashion cabang Korea Selatan. Jadwal hari ini adalah production meeting. Baekhyun sudah siap di ruang meeting bersama timnya. Leader desain grafis, leader logistik, finance officer, dan Baekhyun sebagai project managerMeetingbelum dimulai. Mereka masih menunggu si tuan rumah, pak Kim. Mereka akan membahas konsep acara musim ini secara detail. Perlu digaris bawahi kata ‘detail’ nya.

 

“Selamat siang.” Suara seorang perempuan masuk ruang meeting.

 

Orang-orang yang lebih dulu ada di ruangan itu hampir serentak mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk. Mereka membalas salam perempuan itu, kecuali Baekhyun. Baekhyun termangu di kursinya. Bola matanya mengikuti perempuan itu yang melangkah ke podium.

 

“Saya Kim Sa Hee, saya asisten Kim sajangnim. Karena ada keperluan mendadak dan tidak bisa ditunda, beliau mengutusku ke rapat ini untuk menggantikannya.” Sa Hee mulai bicara dipodium.

 

Dari awal perempuan itu mengeluarkan suaranya, seakan ada magnet yang menarik Baekhyun.

 

Yeppo” lirih Baekhyun.

 

“Ya?” Sa Hee agak bingung mendengar gumaman laki-laki itu yang kurang jelas.

 

“Ah, aniyo. Aku Baekhyun, project manager. Mohon kerja samanya.” Baekhyun berdiri memberi salam. Agak kikuk, karena sempat kehilangan akal tadi.

 

Xiumin, rekan satu tim Baekhyun atau leader logistik- menahan tawanya. Ia peka terhadap reaksi bosnya itu ketika Sa Hee masuk ke ruangan meeting. Kentara sekali.

 

Kim Sa Hee menarik dimata Baekhyun. Semaki lama ia mengamati Perempuan itu, perempuan itu semakin menarik. Rambut hitam legam panjang sebahu, sedikit mengembang hasil blow. Tubuh tinggi berisi, tidak gemuk juga. Hal yang membuat Baekhyun paling takjub kepada wanita itu adalah wajahnya. Mata sipit dengan bola mata coklat terang, unik. Berbeda dengan perempuan Korea kebanyakan.

 

‘I think i falling in love with you.’ batin Baekhyun.

***

 

Rapat berlangsung selama 3 jam. Jam 5 sore peserta rapat sudah bubar, kecuali Baekhyun dan Sa Hee. Ada sedikit point yang perlu dibicarakan antara project manager dengan tangan kanan pak Kim, Sa Hee. Tidak butuh waktu banyak. 15 menit kemudian, pembicaraan mereka usai.

 

Mereka membereskan laptop dan berkas-berkas lainnnya, bersiap pulang.

 

“Sa Hee-ssi, ada yang tertinggal.” Baekhyun menyodorkan sebuah ponsel.

 

Sa He menggapai ponsel itu. Membolak-balik benda persegi panjang itu dengan mata mengamati “Ini bukan ponselku.” Sanggah nya yang mengecek ponsel miliknya ada di tas tangannya.

 

“Memang bukan.” Balas Baekhyun cepat. “Bisa kau tulis nomor ponselmu di ponsel itu?” Sambungnya lagi.

 

Apakah Sa Hee sudah menikah? Apakah Sa Hee sudah punya pacar? Baekhyun menyisihkan dua pertanyaan itu. Ia terlalu dibutakan oleh pesona Sa Hee. Minimal ia sudah maju satu langkah, mendapatkan kontak pribadi Sa Hee.

***

 

1 bulan kemudia kemudian

 

Baekhyun melangkah santai menuju halte bus. Kedua tangannya menjinjing keranjang buah berisi apel merah. Tas kantornya, ia sampirkan dibahu kanan. Tadi malam, pamannya datang dari Desa. Dia adalah pemilik kebun apel. Datang jauh-jauh ke Seoul untuk mengantarkan hasil panen apel di kebunnya. Sekaligus ingin mengetahui kabar keponakan tersayangnya, Baekhyun.

 

“Selamat pagi, ahjussi.” Sapa Baekhyun kepada supir bus. “Ini untukmu, masih sangat segar. Baru dipanen.” Baekhyun menyodorkan kerangjang buah di tangan kanannya kepada si supir. Supir itu menerima keranjang buah , lalu mengucapkan terima kasih.

 

Justru Baekhyun yang sangat berterima kasih kepada ahjussi itu, karena sudah meninggalkan dia dihalte bus bulan lalu. Baekhyun harus menunggu taksi lewat karena itu adalah bus terakhir pagi itu. Karena itu juga, ia terlambat masuk kantor. Saat itu , Baekhyun merasa itu adalah hari sial nya. Sebulan berlalu, Baekhyun menarik kata ‘sial’ lalu merubahnya menjadi kata ‘beruntung’. Ia beruntung bisa bertemu dengan Kim Sa Hee. Pak supir itu memiliki andil dalam kisah asmaranya.

 

Waktu sebulan menangani proyek Real Fashion telah mengubah hidupnya menjadi lebih bersemangat. Ia berusaha untuk tidak melopat kegirangan di depan Sa Hee, ketika mengetahui fakta bahwa perempuan itu belum menikah dan tidak memiliki kekasih.

 

Jika hati punya kaki, pasti hati Baekhyun sudah melompat ke langit saking bahagianya. Minggu depan, ia akan kencan dengan Sa Hee. Perempuan itu menerima ajakan Baekhyun untuk makan malam bersama. Saat Sa Hee mengatakan ‘iya’, Baekhyun sibuk mencari tempat dinner yang paling romantis.

***

 

Dikantin kantor. Dio, Lay, dan Seulgi makan siang di satu meja yang sama, tanpa Baekhyun.

 

“Tadi aku tidak sengaja mendengar percakapan Baekhyun dengan Hong Sajangnim. Baekhyun memberi satu keranjang buah apel untuk Hong sajangnim. ‘terimakasih telah menyerahkan proyek Real Fashion kepadaku.’ begitu kata Baekhyun.” Seulgi.

 

“Dari tadi pagi sampai siang ini, dia senyum-senyum sendiri.” Dio.

 

“Jangan-jangan…Sebulan menangani proyek itu, dia jadi gila sungguhan?” Lay.

~FiN~

One thought on “[Oneshot] Special Person – Shin tama production”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s