[EXOFFI FREELANCE] SUDDENLY (3 – Kiara Manja)

20190118_095214_0001

Title: Suddenly  

Chapter: 3 (Kiara Manja)

Author: Aulia Rahmah

Length: chaptered

Genre: AU, friendship, school, love

Rating: G

Main cast: Byun Kiara, Oh Sehun, Park Chanyeol

Additional casts: Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Nam Jihyun, Kim Junmyeon, Kim Jongin, Park Ilhoon, ETC.

 

Summary:

Pertemuan ini, entah sebuah anugerah atau malah malapetaka. Tapi, Sehun sangat bersyukur Tuhan mempertemukannya dengan Byun Kiara.

 

Disclaimer: Cerita ini asli berasal dari imajinasiku sendiri. Sifat dan kelakuan para cast mungkin akan berbeda dari aslinya.

 

Cerita ini juga aku publish di akun wattpadku: @aulieur

Cek https://my.w.tt/IghBrUJcDT

 

So, happy reading

 

× × ×

 

Sehun melepaskan jaket dan kaus setengah basah yang dikenakannya. Ia memandang dirinya sendiri melalui cermin lemari pakaian di hadapannya. Matanya memerah dan bibirnya bergetar. Tangannya bergerak lemah menyentuh dada bagian tengahnya yang tampak membiru bekas tendangan tadi. Matanya bergetar menatap luka lebam yang menghias tubuh atletisnya. Pun, wajahnya yang tak luput dari lebam tersebut. Hatinya terasa begitu nyeri.

 

Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, Sehun mengganti pakaiannya menjadi setelan tidur. Ia berusaha untuk melupakan hal yang terjadi kepadanya hari ini. Ia ingin membuang semuanya dari pikirannya. Kejadian itu terasa begitu menyakitkan untuknya.

 

Chanyeol meraih dagu Sehun kasar, matanya menusuk tajam kedua kornea cokelat Sehun. “Gue masih gak terima liat lo jalan-jalan bebas di tempat umum kayak gini, sedangkan kakak gue tersiksa di atas sana.”

 

“Seharusnya lo yang mati! Bukan kakak gue!”

 

Sehun memejamkan matanya saat bayangan Chanyeol yang menampar wajahnya tiba-tiba muncul di benaknya. Sakitnya terasa begitu nyata. Sampai Sehun tanpa sadar menyentuh pipi kanannya. Ia merasa sedikit bersyukur karena telah diselamatkan oleh gadis juga sepasang suami-istri itu.

 

Perlahan namun pasti, Sehun merayap menuju tempat tidurnya. Ia menutupi dirinya dengan selimut hangat kesayangannya sampai ke leher. Matanya mulai terpejam.

 

Kemudian ia menangis dalam heningnya malam ini.

 

× × ×

 

Kiara dibuat geleng-geleng kepala oleh kelakuan kakaknya pagi ini. Dia melihat Baekhyun yang sedang berdiri di depan kompor untuk menunggu air yang dimasaknya mendidih.

 

“Oke, lima menit lagi,” gumam Baekhyun.

 

Kiara menyandarkan bokongnya di meja makan yang masih kosong, tak tersedia satu pun hidangan.

 

“Mau nunggu berapa jam lagi, Kak? Aku udah lapar, nih,” ucap Kiara tak sabar karena perutnya sudah meminta untuk diisi makanan.

 

Baekhyun memutar badannya ke arah Kiara dengan raut panik. “Kasih kakak waktu 15 menit buat bikinin kamu mie goreng.”

 

Kiara memutar matanya. “Kelamaan. Aku sarapan di sekolah aja kalau gitu,” ujarnya sambil meraih tas ranselnya.

 

“Jangan, dong!” Baekhyun berlari untuk menahan adiknya agar tak pergi. “Sebentar lagi. 10 menit! 10 menit. Jangan pergi, please.” Baekhyun memohon.

 

“Lima menit atau gak sama sekali!” ujar Kiara cepat.

 

Baekhyun mendesah panjang. “Deal! Duduklah.” Ia mengecup kening adiknya singkat lalu kembali menderap ke dapur untuk memasak mie goreng.

 

Kiara duduk di kursi yang biasa ia tempati. Dia memainkan ponselnya dengan santai sambil menunggu sarapannya datang. Grup obrolan di aplikasi Whatsappnya tampak ramai membicarakan pergantian wali kelas baru di kelasnya.

 

Seperti yang sudah dijanjikan, Baekhyun datang setelah lima menit ia berperang di dapur.

 

“Nah, sudah jadi!” Baekhyun meletakkan piring berisi mie buatannya di depan Kiara dengan semangat. Kiara tersenyum senang. Ia meletakkan ponselnya ke meja, lalu mulai menyantap sarapannya yang tampak masih panas.

 

Baekhyun duduk di sebelah Kiara, memerhatikan adiknya dengan hati yang lega. Bibirnya tersenyum saat melihat Kiara memakan mie buatannya begitu lahap.

 

“Mau tambah sausnya?” tawar Baekhyun.

 

Kiara menggelengkan kepalanya.

 

“Kakak gak makan?” Kiara menatap kakaknya.

 

“Kakak mah gampang.”

 

“Jangan sampai lupa makan, ya!”

 

“Iya.” Baekhyun mengusap puncak kepala adiknya gemas.

 

Memang selalu seperti ini situasi pagi keluarga Byun. Kacau namun selalu berakhir harmonis. Kedua orang Kiara dan Baekhyun berada di Australia karena urusan pekerjaan dan entah kapan mereka akan kembali. Di rumah ini, Baekhyun-lah yang bertanggung jawab atas segalanya. Uang jajan bulanan dia juga yang mengatur. Meski uang jajan mereka besar, tapi Baekhyun bisa dibilang pelit untuk memberikan uang kepada Kiara.

 

Bukan tanpa alasan. Kiara selalu memakai uangnya untuk mentraktir teman-temannya sampai habis sebelum waktunya. Maka dari itu, setelah Baekhyun mengetahui hal ini, dia jadi lebih itungan. Ia tak mau adiknya menghabiskan banyak uang untuk orang lain sedangkan dirinya sendiri kesusahan.

 

Baekhyun bangkit dari duduknya. Dua menit kemudian ia kembali dengan membawa perban dan obat luka. Untuk Kiara, tentu saja.

 

Kiara sempat menolak saat kakaknya hendak mengoleskan obat ke lengannya. Namun, sekeras apa pun Kiara, masih keras kepala-an Baekhyun.

 

“Nurut aja, deh. Kalo infeksi gimana?” Baekhyun dengan bibir tipisnya mulai mengomel. Tangannya sibuk membebat lengan kanan Kiara.

 

Kiara hanya bisa diam sambil mengerucutkan bibirnya. Bahkan sampai Baekhyun selesai memerban pun, ia masih cemberut karena kesal.

 

“Kenapa, sih, ngotot banget gak mau diperban?” Baekhyun heran.

 

“Malu!”

 

Baekhyun terkekeh. “Astaga malu sama siapa kamu? Lebih malu lagi kalau lukamu keliatan sama orang-orang.”

 

“Ya, ya, terserah.”

 

“Ya udah. Maaf kalau kakak maksa kamu. Kita berangkat sekarang, ya.” Baekhyun memeluk adiknya singkat lalu mulai menarik tangan Kiara untuk bangkit dari duduknya.

 

“Gendong,” pinta Kiara manja.

 

“Ya ampun. Kamu tuh udah gede, Kiara. Mana kuat kakak gendong kamu?!”

 

Kiara mengembuskan napasnya kasar, ia melipat kedua tangannya. “Ya udah. Aku mau tetap ngambek ke kakak!”

 

Kini, giliran Baekhyun yang mendengus.

 

“Ini udah siang. Kamu bisa telat sekolah.”

 

“Ya udah. Gak usah sekolah sekalian.”

 

“Astaga! Otak kamu terbuat dari apa, sih, ngelawan mulu omongan kakak!” Baekhyun kesal.

 

Kiara mencibir.

 

Dengan kesabaran yang tersisa, Baekhyun berjongkok di samping kiri Kiara.

 

“Naik, cepet,” perintahnya.

 

Ekspresi wajah Kiara berubah 180 derajat. Senyumnya terbit dan ia langsung melompat ke punggung kakaknya yang kuat.

 

Go go go!!!” serunya.

 

Baekhyun mendelik meski akhirnya ia tersenyum karena tingkah lucu Kiara. Ia pun membawa adiknya pergi keluar dari area rumah menuju mobilnya di parkiran.

 

× × ×

 

Pulang jam berapa nanti?” tanya Baekhyun saat keduanya sampai di depan sekolah.

 

“Jam satu.”

 

“Oke. Kakak jemput jam segitu,” kata Baekhyun.

 

“Aku masuk ya, Kak. Bye.”

 

Kisseu!” Baekhyun mengingatkan.

 

Kiara melirik sekitar. Kondisi sekolah mulai ramai oleh siswa-siswi yang berlalu lalang.

 

Not now.

 

“Kiara-ya!” Baekhyun menyodorkan pipi kanannya ke arah adiknya.

 

Kiara menahan napasnya, lalu dalam hitungan detik ia mengecup singkat pipi kakaknya itu.

 

“Aku pergi!” Ia pun turun dari kendaraan mewah kakaknya.

 

“Hati-hati!” seru Baekhyun dari dalam mobil.

 

Kiara melambaikan tangannya saat mobil kakaknya pergi meninggalkan area sekolah. Matanya tak sengaja menangkap sesosok lelaki yang tak asing baginya.

 

“Kyungsoo!” Dia melambai tinggi-tinggi ke arah lelaki yang ia panggil Kyungsoo barusan.

 

Kyungsoo yang melihat langsung berjalan menghampiri Kiara. Perban di lengan kanan Kiara berhasil mencuri perhatiannya.

 

“Hai! Tangan kamu kenapa, Ki?” Kyungsoo melakukan tos tangan dengan Kiara, adik kelasnya ini.

 

Kiara memutar matanya malas. “Ceritanya panjang.”

 

“Mau ceritakan semuanya ke aku?”

 

“Pasti! Tapi nanti pas jam istirahat.”

 

“Oke, Bos.”

 

Kyungsoo merangkul bahu Kiara dan menggiringnya memasuki koridor sekolah. Hal ini sempat membuat Kiara agak canggung. Ini depan umum, dan lelaki ini berani sekali merangkulnya.

 

Kiara berdeham kecil. Namun, Kyungsoo benar-benar tak peka.

 

Do Kyungsoo adalah kakak kelasnya di sekolah. Mereka bisa sedekat ini karena memiliki passion yang sama di dunia fisika. Kyungsoo-lah yang mengajak Kiara untuk les fisika. Dengan senang hati Kiara mengiyakan ajakan itu. Tak bisa dipungkiri bahwa gadis berambut sepunggung ini sangat menyukai Kyungsoo. Sayangnya, Kyungsoo sudah memiliki pacar yang tak lain adalah Jihyun, teman sekelasnya yang terkenal paling cantik.

 

× × ×

 

Sehun memaksakan dirinya untuk tetap pergi sekolah meski kondisi tubuhnya tak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran. Sejak masuk ke kelas, teman-temannya tak berhenti melemparkan tatapan aneh mereka ke arah Sehun.

 

Alih-alih membalas tatapan itu, Sehun yang duduk di sudut kelas pun memilih untuk memandang ke luar jendela. Matanya membelalak sempurna saat tatapannya menangkap sosok yang tak asing di benaknya.

 

“Kiara.” Ia bergumam pelan.

 

Sehun meyakinkan diri bahwa dia tak salah lihat. Gadis yang sedang dirangkul oleh pelajar lelaki di sampingnya memang benar Kiara. Dia bisa yakin karena perban yang membalut lengan kanan gadis tersebut.

 

Kepalanya tiba-tiba terasa sakit.

 

Jadi, Kiara juga sekolah di SMA One?

 

Dia langsung bangkit dari duduknya lalu menderap menuju luar kelas. Namun, belum sampai ia menggapai pintu kelas, rasa sakit kembali menyerang kepalanya. Sehun mulai limbung dan kehilangan kesadarannya. Semuanya tampak begitu gelap.

 

× × ×

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s