[EXOFFI FREELANCE] ANEMONE – A LITTLE A SECRET (B) [PART 8]

152cb5768420b96f429485196735

ANEMONE – A Little Secret (B)

Story & Art by DTH9707 (Twitter: @xdth9707 IG: DTH9707)

CAST

You can find at the story

GENRE

Romance, Sad, Hurt

LENGTH

Chapter

Rating

18

This is story pure of my mind. So, please comment for your appreciate. And, typo at everywhere. You can find the same story at my wordpress (Blackangel1004.wordpress.com) and my wattpadd (@DTH9707)

.

Ri Chan bersender di balik pintu kamarnya. Tangan kanannya terkepal di dadanya. Ia menundukan wajahnya yang membuat rambut panjangnya jatuh ke bawah perlahan. Tubuhnya merosot dan terduduk di lantai yang dingin.

“Karena aku akan melakukan apapun demi gadis yang aku cintai…”

Ucapan Kai terngiang kembali di otaknya.

Pengakuan yang tak terduga baginya.

Seorang Kim Jong In menyukainya.

Ri Chan kini duduk di kursi meja belajarnya. Tangannya meraih sebuah album foto dan membukanya. Foto dirinya dan Kai saat masih kecil. Ada foto Kai yang sedang menggandeng tangannya. Ada foto saat Kai dan Ri Chan yang tertidur di sebuah sofa yang ada di rumahnya. Dirinya tersenyum mengingat masa lalunya, saat itu mereka sangat lelah setelah bermain seharian. Namun senyumnya hilang saat pengakuan Kai kembali terlintas lagi di otaknya.

Gadis itu kembali memutar otaknya mengingat pada masa lalunya saat bersama sahabatnya itu. Mengingat kembali sebuah rahasia kecil mengenai perasaannya yang tidak pernah orang lain ketahui. Perasaan yang sudah lama ia kubur. Jika, Ri Chan pernah menyukai pria bernama Kai.

Terkejut?

Ya, benar. Ri Chan pernah sempat memiliki perasaan terhadap sahabatnya itu.

Ri Chan dan Kai yang tumbuh bersama. Kai dan Ri Chan yang sama-sama merupakan anak tunggal di keluarganya, ditambah lagi kesibukan kedua orang tuanya yang membuat mereka merasakan kesendirian. Oleh karena itu, Ri Chan selalu menempel dengan Kai. Kai bagaikan sosok Kakak laki-laki baginya dan pelindungnya. Namun perasaan suka itu mulai tumbuh berjalannya waktu. Tapi ia takut kehilangan Kai jika dirinya mengakui perasaan terhadap pria itu, sehingga ia harus memendam perasaannya.

Apalagi rasa ketidakpercayaan dirinya, Kai yang memang memiliki pesonanya sendiri. Pria itu digandrungi oleh banyak gadis-gadis yang mencoba mendekatinya. Lagi-lagi, ia harus memendam perasaannya. Ditambah, Kai memiliki pacar dan mulai bergonta-ganti pasangan walaupun saat itu Kai masih duduk di sekolah menengah pertama. Perlahan ia mulai mundur.

Sosok Kai mulai memudar karena kesibukannya bersama kekasih-kekasihnya dan digantikan oleh Sehun. Sehun yang saat itu kembali dari Amerika, langsung saja tertarik dengan dirinya yang kalah itu sudah memasuki sekolah menengah pertama. Posisi Kai perlahan mulai tergantikan oleh Sehun. Sosok yang selalu menemaninya dan melindunginya, serta memberikan kenyamanan bagi Ri Chan.

Sehun berhasil menggantikan posisi Kai.

♣♣♣

Kai yang masih saja terdiam di ruang tamu hanya bisa menghela napasnya. Mencoba membuang semua rasa keganjalan yang ada di hatinya. Namun, rasa ini tidak bisa ia hilangkan. Ia meruntuki kebodohannya. Kenapa ia bisa memberikan pengakuan perasaan yang selama ini ia pendam terhadap Ri Chan? Bagaimana sekarang ia harus bersikap setelah ini kepada gadis itu? Pria itu mengacak rambutnya kesal.

Ia menyalakan handphone miliknya dan membuka aplikasi galeri yang ada di benda bersegi empat tersebut. Terdapat foto yang menampilkan dirinya bersama Ri Chan yang sedang memegang sebuket bunga cantik. Foto itu diambil saat foto kelulusan Ri Chan dari bangku mengah pertama. Ia menggeser kembali ke foto lain, masih pada acara yang sama namun terdapat Sehun disana, diantara mereka. Sehun dan dirinya yang itu baru menjadi mahasiswa baru. Ri Chan berada di tengah-tengah mereka dan menggandeng tangan kedua pria tampan tersebut.

Kalau saja saat itu ia lebih cepat mengatakan perasaannya. Ri Chan pasti sudah menjadi miliknya. Kalau saja, ia berani mengungkapkan perasaannya. Kalau saja, ia tidak menjadi pengecut seperti melarikan diri dengan memacari gadis-gadis lain karena tidak ingin kehilangan Ri Chan.

Kalau saja…

Kalau saja, ia tidak melarikan diri, pasti Ri Chan tidak akan mengalami hal ini.

“Brengsek!” Umpatnya.

“Brengsek kau, Oh Sehun!”

Ia membanting handphone-nya ke lantai ketika ia melihat wajah Sehun yang ada di foto tersebut. Napasnya memburu. Emosi yang sempat menghilang, kini kembali. Kejadian yang seharusnya tak ia lihat, memutar kembali bahkan rol film di otaknya. Kai menangkap basah sahabatnya itu sedang berselingkuh.

Ya, berselingkuh.

Kalian pasti akan berpikir, asal luka ini berasal dari perkelahiannya dengan Sehun. Kalian benar. Ini memang berasal dari aksi perkelahian dirinya dan Sehun, ketika pria itu sedang tertangkap basah sedang asyik beradegan panas di salah satu ruang VIP di sebuah klub malam yang ada di Gang Nam. Tempat biasanya Kai, Sehun dan kawan-kawannya menghabiskan waktu. Bahkan, kawan-kawannya seperti, Taemin, Taeyong, Tao dan Henry sempat mengalami kesulitan untuk memisahkan mereka berdua. Dan yang membuatnya marah adalah…

ia mengenal gadis yang menjadi selingkuhan Sehun.

Jika ia mengingat itu kembali, emosinya makin bertambah. Rasanya ia ingin menghancurkan apapun yang ada di hadapannya kini. Perasaan bersalah juga ikut dirasakan oleh Kai. Padahal bukan Kai yang melakukannya. Tapi, karena ia mengetahui selingkuhan Sehun, ia merasa juga ikut andil dalam permasalahan ini.

Ahn Sua.

Gadis itu merupakan salah satu dari sekian banyaknya gadis yang pernah dikencani oleh Kai. Kai dan Sua tidak pernah sekalipun menganggap serius hubungan mereka. Sua yang membutuhkan kekayaan Kai untuk memenuhi kebutuhan gadis itu. Dan, Kai mengenal seperti apa Sua itu. Sua adalah wanita gila yang jika menginginkan suatu hal harus ia dapatkan, bagaimanapun caranya.

Kesalahan dirinya adalah kenapa saat itu Kai mengenalkan Sua pada Sehun. Ia meruntuki satu kebodohan yang ia perbuat secara tidak langsung. Kai tidak mengetahui jika nantinya, Sua mengincar Sehun untuk dimilikinya. Tapi, Sehun juga patut disalahkan. Kenapa ia bisa tergoda dengan rayuan Sua? Apa yang ada di dalam otaknya? Kenapa pria itu bisa berpaling kepada wanita ular itu? Kenapa ia bisa berkhianat? Apa yang kurang dari Ri Chan?

Ri Chan adalah gadis yang baik. Sangat baik. Bahkan, gadis itu akan memprioritaskan orang lain dibandingkan dirinya. Gadis itu akan berusaha membuat semua orang yang ada di sekitarnya itu nyaman dan dapat merasakan kehangatan saat berdekatan dengannya. Sehun sangatlah brengsek.

Ia mengambil batu kali dan membuang batu berlian.

Apa yang harus ia lakukan?

Apa yang harus ia katakan kepada Ri Chan? Tak mungkin ia mengatakannya. Ia tidak ingin menyakiti hati gadis yang ia cintai itu. Tapi, jika hal ini disembunyikan pasti tidak akan membaik untuk ke depannya. Kebohongan pasti akan terkuak. Dan pasti itu akan lebih menyakitkan hati Ri Chan. Tapi, bagaimana harus mengatakannya pada Ri Chan?

Ia menghela napasnya berat lalu mengusap wajahnya kasar. Dengan langkah berat, ia menaikki satu persatu tangga rumah Ri Chan menuju kamar gadis itu. Ia pun membuka pintu kamar. Namun, saat ia melihat sosok Ri Chan yang sedang tertidur di meja belajarnya, pria itu terdiam. Dengan perlahan ia melangkah mendekati gadis itu.

Album foto yang sedang dijadikan bantalan oleh Ri Chan menarik perhatian pria itu. Album yang terbuka itu menampilkan beberapa fotonya bersama Ri Chan. Ia tersenyum kecut, entah kenapa. Kemudian Kai sangat berhati-hati ketika memindahkan Ri Chan ke atas kasurnya, agar gadis cantik itu tetap terjaga dalam tidurnya. Kai melirik sekilas kearah foto itu kembali. Ia tersenyum kecil.

Saat Kai mulai membaringkan Ri Chan ke atas ranjang, Ri Chan mulai bergerak resah. Langsung saja, Kai mencoba menenangkan gadis itu. Setelah Ri Chan kembali tenang, Kai menaruh kepala Ri Chan diatas sebuah bantal dengan lembut. Kemudian menarik selimut tebal sampai menutupi tubuh gadia itu. Namun matanya kembali menangkap sebercak kemerahan yang sudah samar-samar menghilang di leher Ri Chan.

Kai tidak bisa dibodohi. Kai mengerti hal-hal seperti itu. Bekas merah itu bukan berasala dari gigitan serangga. Pasti ada sesuatu hal yang ia lewatkan dan tidak ia ketahui. Hal yang disembunyikan oleh gadis itu darinya.

‘Apa yang sudah kau lakukan terhadapnya, Brengsek?’

‘Sejauh mana kau lakukan hal itu kepada Ri Chan, Oh Sehun?’

Kai ingin menghajar Sehun sekali lagi. Ia akan puas jika dapat merusak wajah tampan sahabatnya itu sampai tidak berbentuk lagi.

Tidak. Sepertinya itu masih kurang baginya…

“Mulai sekarang, akulah yang akan menjagamu. Aku akan melindungmu, Ri Chan,” ucapnya. Kai menatap wajah Ri Chan sambil mengusap pipi gadis itu dengan tangannya.

“Sekarang kau benar-benar seperti bunga Anemone. Tapi tenang saja, aku akan menjamin kau akan mendapatkan kebahagian di kehidupanmu..”

“Aku mencintaimu, my anemone.

Lalu, Kai mencium kening Ri Chan.

Bahkan, di alam bawah sadar Ri Chan merasakannya. Sehingga gadis itu merasa bermimpi jika Kai sedang mencium keningnya dan mengusap kepalanya lembut, sebelum pria itu keluar dari kamarnya. Ciuman kasih sayang yang membuat hatinya menjadi tenang untuk sesaat.

♣♣♣

“Selamat pagi!” Sapa Kai saat melihat Ri Chan yang baru datang ke dapur sambil masih mengucek kedua matanya. Gadis itu baru saja bangun tidur.

“Pagi,” ucap Ri Chan seadanya. Sepertinya, ia belum mengumpulkan nyawanya sepenuhnya, tentunya membuat Kai tersenyum kecil.

“Kenapa kau tidak membangunkanku, Jong In? Kau kan tamu. Jadi, aku yang harus menyiapkan sarapan untukmu.”

Kai yang sejatinya tidak pernah turun ke dapur, namun untuk kali ini ia harus turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Lagipula, ia tidak ingin mengganggu tidur gadis itu. Bahkan, kemarin malam ia bisa melihat lingkaran hitam di wajah cantik gadis itu.

“Aku hanya tidak ingin membangunkanmu. Itu saja.”

“Tapi, memangnya kau bisa memasak?”

Gadis itu memperhatikan Kai yang sedang membuat telur mata sapi untuk pria itu dan scrambled eggs khusus untuknya.

“Kau duduklah. Ini sudah hampir selesai,” ucapnya.

Ri Chan menganggukkan kepalanya dan duduk di kursi meja makan. Dengan cekatan, pria itu menyajikannya di atas sebuah piring masing-masing yang sudah terisi oleh nasi goreng buatan pria itu. Kemudian membawa piring tersebut ke meja makan. Ia menaruh nasi goreng dengan scrambled eggs di depan Ri Chan. Kai sangat tahu jika gadis itu sangat menyukai scrambled eggs dibandingkan telur mata sapi. Sedangkan nasi goreng dengan telur mata sapi itu untuk Kai.

“Makanlah!”

Kai meyakinkan jika makanan yang ia buat tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Karena sebelumnya, Ri Chan menatap Kai dengan tidak yakin. Ri Chan pun perlahan mencoba mencicipi nasi goremg buatan Kai. Sedangkan, pria itu melihat ke arah Ri Chan sambil menunggu respon gadis itu atas masakannya. Jantungnya berdegup kencang. Ia takut jika nasi goreng buatannha tidak enak.

Tidak ada reaksi apapun. Ri Chan tiba-tiba terdiam sambil menatap ke arah Kai. Kai menahan napas. Sepertinya, ia sudah memprediksi komentar yang akan dikeluarkan oleh Ri Chan. Rasa nasi gorengnya pasti tidak enak.

“Ini enak, Jong In. Aku tidak percaya jika kau bisa memasak,” puji Ri Chan. Kai melototkan matanya. Ini diluar ekspektasinya. Ia kira Ri Chan akan memuntahkan makanannya.

“Sungguh?” Tanya Kai tidak percaya. “Aku bersungguh-sungguh, Jong In. Aku tidak berbohong. Ini enak!”

Kai yang tidak percaya pun mencoba sendiri nasi gorengnya. Ia juga ikut tidak percaya jika ini benar-benar masakannya. Sepertinya ia harus berterimakasih pada orang yang telah membuat aplikasi cara memasak yang sudah membantunya untuk memasak. Ri Chan terkekeh saat melihat wajah tidak percaya Kai dengan kemampuan memasaknya.

Suasana kembali terdiam. Ri Chan ataupun Kai masing-masing sibuk menghabiskan sarapannya dalam diam. Ada rasa canggung kembali menyelimuti keduanya jika mengingat kejadian kemarin malam.

“Sepertinya, kemarin ada yang menyuruhku tidur di kamarnya..” sindir Kai. Ri Chan meringis kecil dan tertawa dengan terpaksa.

“Hehehe… Maafkan aku, Jong In. Aku lupa,” ucapnya sambil menyengir kuda ke arah Jong In. Kai menatapnya sambil menggelengkan kepalanya.

“Kalau begitu, kenapa kau tidak membangunkanku?”

“Dan mengganggu tidurmu? Tidak. Aku kasihan jika membangunkanmu setelah melihat kantung matamu yang sudah hampir sama seperti Tao.”

“Cih.. jangan samakan aku dengan bayi besar itu!” Tukas Ri Chan kesal. Masa dirinya disamakan dengan pria yang terkadang masih suka merengek layaknya bayi di depan orang-orang terdekatnya. Namun, akan berubah 180° bila di depan orang asing. Dingin. Sahabat Kai itu tidak pantas merengek, apalagi wajahnya menyeramkan seperti preman. Dan Ri Chan sering berkelahi dengan Tao.

Kai terkekeh melihat gadis itu bergidik merinding.

“Wajah seperti orang napi, tapi hatinya hello kitty!” hardiknya. Kini Kai benar-benar tertawa kencang saat mendengarkan Ri Chan yang mengeluarkan sarkasnya.

“Jangan seperti itu, siapa tahu Tuhan menentukan bahwa dia itu jodohmu,” goda Kai.

“Jangan sampai.. kalau itu benar-benar terjadi, aku lebih memilih Korea Utara meluncurkan bom nuklirnya saat ini juga.”

“Kau sangat membencinya,” kata Kai.

“SANGAT!”balas Ri Chan penuh tekanan.

TO BE CONTINUED

Kayaknya Ri Chan kesel banget sama Tao yaa. Awas loe bisa jadi suka. BENCI JADI CINTA.. *Di sleding Ri Chan*

Sori banget gaees… udah lama gak update dan ngirim part yang baru ke exo fanfiction karena mager hehehe.. Di blog ku sendiri juga gak jalan padahal ceritanya jalan di wattpad ku sendiri.

Kalo yang masih penasaran sama ceritanya, kalian bisa search di wattpad pake nama id ku: DTH9707

Jangan lupa follow, comment and like!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s