[D.O BIRTHDAY PROJECT] – LOVE TOXIC Shin Tama production

SHIN TAMA

production

LOVE TOXIC

Do Kyung Soo || Kim Young Ran (OC)|| Nam Ji Hyun

Romance || Teen || Ficlet

Aku membuka kelopak mata ketika aku mendengar ponsel di atas meja samping ranjang- berdering sekilas disertai efek fibrasi. Bukan dering alarm atau pun dering panggilan telfon masuk. Ada pesan singkat yang masuk. Pesan dari Young Ran, pacarku. Aku buka chat room kami. Ada beberapa pesan yang belum aku baca. Pesan paling atas bertuliskan ‘Saengil chukha hamnida, sayang.’ Pesan itu dikirim pukul 00.01 KST. Otomatis pandanganku beralih ke kalender duduk yang ada di meja samping ranjangku. Benar, hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku hampir lupa hehe. Aku membaca pesan berikutnya.

‘Selamat pagi, sayang.’ (dikirim pagi ini, pukul 06.00 KST)

‘Sempatkan sarapan sebelum beraktifvitas.’

‘Ingat bawa jas hujan sebelum berangkat.’

‘Hati-hati dijalan. Saranghae.’ (ada emot cium dan love sign di akhir kalimat)

Aku selalu tersenyum ketika mendapati pesan singkat dari Young Ran. Isi pesan setiap harinya hampir sama tapi entah kenapa aku tidak pernah bosan membacanya lalu membalasnya. Seperti sudah menjadi rutinitasku selama 2 tahun ini.

***

 

‘Aku sedang di kedai bubur langganan kita. Mampir kesini setelah pekerjaan di kantormu selesai. Aku tunggu.’ Pesan singkat dari Young Ran (dikirim pukul 19.03 KST) ketika Young Ran mengetik pesan ‘aku tunggu’ atau mengucapkan ‘aku tunggu’ itu berarti aku harus datang. Dia tidak pernah main-main dengan kalimat ‘aku tunggu’. Pernah aku dan Young Ran bertengkar. Aku malas bicara dengannya, apalagi untuk bertemu dengannya. Dia mengirim pesan singkat

‘Ini salah paham. Akan aku jelaskan. Aku tunggu di depan gedung olahraga.’

‘Aku sedang diluar kota.’ Balasku. Padalah tidak. Aku hanya malas saja. Saat itu aku sedang kesal.

‘Aku akan menuggumu.’

‘Tidak usah. Jaraknya jauh, tidak memungkinkan untuk pulang sekarang.’ Aku berusaha menghindar.

‘….’ pesanku tidak dibalas lagi, hanya dibaca.

3 jam kemudian. Aku mengirim pesan singkat lagi. Setelah ku tinggal makan malam dan main game online.

‘Apa kau sudah dirumah?’

‘Aku benar-benar harus menjelaskannya sekarang. Aku masih di depan gedung olahraga.’

‘…’ aku tercengang membaca balasannya. Sudah malam, turun hujan pula. Dan Young Ran masih disana, menungguku. Aku tidak sempat membalas pesannya. Aku kalang kabut mencari payung. Setelah menemukannya, aku menyusul Young Ran di depan Gedung olahraga yang tidak jauh dari rumahku.

 

Sejak kejadian itu, aku tidak lagi mengabaikan kalimat ‘aku tunggu’ yang dia ucapkan dia. Kebetulan pekerjaan kantorku tidak terlalu banyak. Aku membalas pesan Young Ran ‘On the way.’ Aku sedang di area parkir ketika mengirim pesan itu.

***

 

Saengil chukha hamnida, sayang.” Young Ran menyambutku dengan satu pelukan singkat.

Gomaweo, sayang.” Aku membalas dengan kecupan singkat di dahi nya.

Acara selanjutnya adalah meniup lilin ulang tahun beserta make a wish sebelum meniup lilin. Aku ucapkan dalam hati, semoga terkabul. Lalu, acara potong kue tart buatan tangan Young Ran. Dia sangat pandai membuat kue. Apapun jenis kue yang dia buat, selalu enak.

“Ini hadiahmu.” Young Ran menyodorkan sebuah kotak berwarna coklat muda. Ada album foto berukuran 25x30cm, berisi 10 lembar. Di lembar pertama ada tulisan ‘PERFECT THING’ berukuran besar. Aku buka lembar berikutnya. Lembar demi lembar. Semua isi di album itu membuat aku tersenyum. Bisa dibilang album itu berisi ringkasan kenangan indah kita berdua. Ada potret diriku di berbagai kegiatan dengan ekspresi wajah yang berbeda. Senyum, cemberut, dan eksprei absurd lainnya. Ada beberapa foto yang di abadikan tanpa sepengetahuanku, candid. Selain foto-foto, ada beberapa benda yang ditempel di album. Aku tidak menyangka, Young Ran masih menyimpan benda-benda itu. Ada kartu game zone beserta kupon nya yang warna-warni, karcis parkir (saat itu kita pergi ke tempat wisata), plester luka bergambar micky mouse (itu adalah plester yang aku beli ketika kaki Young Ran terluka karena sepatu yang ia pakai agak kurang pas dikakinya. Aku membeli satu pcs, isi 12 plester. Aku kira plester-plester itu sudah habis terpakai. Ternyata ia masih menyimpan 1), brosur festival tahunan (bagi kebanyakan orang, setelah membaca brosur lalu mereka mengabaikannya atau membuangnya. Tapi, Young Ran menyimpan brosur itu sampai brosur itu tampak agak lusuh.), dan di lembar terakhir ada tulisan ‘Happy Birthday Do Kyung Soo’ dibuat menggunakan kerta origami warna-warni.

***

 

Aku tahu Nam Ji Hyun adalah sosok perempuan yang ramah, humoris dan ceria. Namun malam itu (3,2 tahun yang lalu) aku melihat sisi lain dari dirinya yang belum pernah aku lihat dan pasti dia sembunyikan rapat-rapat. Dia lebih pendiam dan wajahnya murung. Tubuhnya gemetar, bukan karena dingin tapi lebih kepada luapan emosi. Telapak tangannya menangkup wajahnya. Malam itu turun hujan. Isaknya dan tetes air hujan bersautan, tapi masih dapat aku dengar isak yang menyayat hatiku. Bisa kamu bayangkan? Ketika hati dan jantungmu dicengkram, lalu direnggut paksa. Seperti itu lah rasanya saat aku melihatnya dengan air matanya. Aku sama sekali tidak merasa sakit ketika dia mengucapkan kalimat  ingin mengakhiri hubungan kita. Cinta kita. Walau 100 kali dia ucap, aku tidak sakit. Sungguh! Tidak ada kalimat yang terintas barang sedikit di otakku. Tapi mulutku mengatakan “aku masih disini”.

 

3,2 tahun. 38 bulan. 152 minggu. 1.064 hari. Setiap hari aku mengirim pesan ke ponsel Ji Hyun. Itu berarti sudah 1.064 pesan yang telah aku kirim ke ponselnya. Dari 1.064 pesan itu, tidak ada balasan. Tidak apa-apa. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan untuk mengobati rasa rindu ku. Nam Ji Hyun, aku tetap merindukanmu.

 

Cukup lama aku memandangi chat room dengan Ji Hyun. Ada pesan singkat baru yang masuk. Notifikasi itu berhasil menarikku dari lamunan. ‘Sayang, kau sudah siap-siap?’ pesan singkat dari Young Ran. Aku spontan teringat jika sore ini akan menemani Young Ran ke bandara Incheon. ‘Ya sayang, aku akan menjemputmu sekarang.’ Balasku.

***

 

Aku dan Young Ran berdiri di terminal kedatangan di bandara internasional Incheon. Young Ran banyak bererita tentang sahabatnya itu selagi menunggu. Nama sahabatnya adalah Ji Hyun. Hatiku mencelus ketika mendengar nama itu. Nama yang sama dengan seseorang yang sangat aku cinta 3,2 tahun lalu. Hey, itu hanya sebuah nama. Di dunia ini banyak orang yang memiliki nama yang sama, termasuk di korea. Nama Ji Hyun bisa dibilang cukup populenr. Kembali ke Ji Hyun sahabatnya Young Ran. Young Ran bercerita dari awal mereka bisa bersahabat sampai sekarang. Mereka bertemu di bangku sekolah dasar. Dibangku SMP dan SMA mereka tetap disekolah yang sama. Ketika akan masuk ke perguruan tinggi, mereka memilih kampus yang berbeda. Berbeda kota pula. Setelah Ji Hyun (sahabat Young Ran) lulus kuliah. Dia mendapat tawaran job project di Jepang selama 2 tahun. Tiba hari ini, hari kepulangan sahabat tersayang Young Ran. Aku bisa melihat, Young Ran yang sangat antusias dan tidak sabar untuk bertemu sahabatnya itu.

“Itu Ji Hyun.” Ucap Young Ran sambil melampaikan sebelah tangannya ke arah seorang perempuan bermantel coklat muda yang sedang mendorong trolley menuju ke arah kami.

 

Hatiku mencelus lagi. Ji Hyun sahabat Young Ran adalah Nam Ji Hyun ku. Nam Ji Hyun yang sangat aku cinta. Nam Ji Hyun Cinta ku yang pergi. Kenapa dunia ini sangat sempit? Aku terkejut dan sangat canggung. Ji Hyun juga tampak terkejut. Tapi aku tahu dia. Dia bisa mengatasi kecanggungan kami. Dia bersikap kita tak saling kenal dan ini adalah kali pertama kita bertemu. Dia juga berakting ketika Young Ran saling memperkenalkan kita.

***

 

Aku tidak sanggup menyimpan atau memakai barang pemberian Ji Hyun. Aku tidak sanggup memanggil nama nya atau memanggil ‘sayang’. Pikiran tentang dia melayang. Memendamnya? Atau melambungkannya? Hari ini. Pertanyaan itu bisa aku jawab. Ketika aku melihatnya lagi setelah sekian lama. Aku benar-benar tidak bisa memendamnya.

 

Setelah mengantar Young Ran ke rumahnya. Aku ke rumah Ji Hyun. Memarkir mobilku di depan rumah nya. Cukup lama aku memandang jendela kamar Ji Hyun yang masih menyala lampunya. Dia belum tidur. Aku mengirim pesan ke ponselnya karena mustahil dia akan menerima panggilan telfonku. ‘Aku di depan rumahmu. Mari kita bicara.’

 

“Akan aku pertegas. Kau adalah pacar Young Ran dan aku adalah sahabat Young Ran. Kau bukan pacarku lagi dan aku bukan sahabatmu. Tidak ada hubungan lain selain itu.” Ji Hyun berdiri dihadapanku sekarang. Mengucapkan kalimat dengan dingin. Aku tahu dia. Dia tidak sedingin itu.

“Kamu pasti tahu untuk siapa hatiku ini.” balasku. Aku yakin Ji Hyun tahu jawabannya. Aku menjalani hubungan dengan Young Ran tapi aku masih mengirim pesan untuknya setiap hari. Dan pastinya Ji Hyun tahu, siapa yang ada dipikiranku setiap hari.

“Cukup. Hentikan.”

 

Aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi, lalu memeluknya. Aku sangat rindu padanya. Kata ‘berhenti’ yang dia ucap 3,2 tahun yang lalu dan kata ‘berhenti’ yang dia ucap sekarang adalah sama. Aku tahu tatapan itu. Dia tidak benar-benar ingin berhenti. Dia hanya pasrah pada keadaan. Hingga tidak ada pilihan lain untuknya selain mengatakan kata ‘berhenti’.

 

“Sayang, mulai sekarang mari saling jujur dengan perasaan masing-masing.” Kataku lirih di telinganya. Aku bisa merasakan Ji Hyun mengangguk dalam pelukanku. Samar-samar aku dengar dia terisak. Aku semakin erat memeluknya. Dia pun sama. Tangannya yang melingkar di pinggangku semakin erat. Aku tidak akan melepasnya lagi, Nam Ji Hyun.

-FiN-

2 tanggapan untuk “[D.O BIRTHDAY PROJECT] – LOVE TOXIC Shin Tama production”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s