[EXOFFI EVENT 50K] Positif – l18hee

1a04674489f3a39635e05c001771ca9a.jpg

Positif

Oh Sehun | Jung Soojung | slight!Kim Jongin

Romance | Ficlet | T

.by l18hee

Jangan menyerah. Sehun suka itu.

“Mau makan siang di mana?” Selama lima menit mengekori Soojung, Sehun akhirnya bicara. Lelaki itu masih sibuk mengedar pandang untuk mencari tempat makan yang pas, sesekali melirik wajah tak peduli yang Soojung pasang. “Restoran Cina? Kau suka sayur, kan?” kali ini Sehun berucap sembari menyenggol siku perempuan tersebut. Jelas mencari atensi.

“Kau tidak makan bersama teman kantor?” Soojung sedang memutar topik selagi langkahnya ia percepat. Sesekali ia mengecek ponsel, kali saja ada pesan baru di sana―nyatanya nihil. Mereka masih berjalan beriringan di pedestrian yang ramai karena sudah masuk jam makan siang. Musim gugur sudah hampir usai, maka wajar suhu mulai menurun drastis walau matahari di atas kepala. Untung saja Sehun bawa sarung tangan.

“Aku mau menemanimu makan,” ujar si lelaki santai. Dia menaikkan turtleneck-nya sebelum menggigil kecil; barusan ada angin. “Katanya tahun ini suhu bakal lebih dingin dari tahun kemarin. Kau sudah beli selimut tambahan? Atau kaus kaki? Atau sarung tangan? Atau―”

“Sudah,” potong Soojung. Akhirnya ponselnya bergetar tanda pesan masuk. Manik cokelat itu bergerak kiri ke kanan, berakhir dengan ia yang tersenyum samar. Sedang Sehun yang mendapati hal tersebut, malah tak ambil pusing dan lebih memilih melanjutkan konversasi.

“Cih. Bohong,” diraihnya tangan Soojung tiba-tiba, melanjutkan sindiran, “Kau tidak ganti sarung tangan berapa hari? Ini bahkan sarung tangan lamamu. Memangnya sudah tidak menipis? Sini kugandeng.”

“Aku akan membelinya besok, Sehun. Sudahlah.” Soojung menarik tangan, ada sebuah pesan yang butuh ia balas sekarang juga. Jelas sekali ada hawa tak nyaman yang terus-terusan ditunjukkan perempuan ini. Sehun tidak sebegitu tololnya untuk tak menyadari. Namun lelaki itu masih keras kepala, malah membubuhkan acakan di pucuk kepala Soojung. Gemas.

“Jadi, mau makan apa? Yang hangat-hangat, yuk.”

“Jongin sudah menungguku. Tidak perlu mengantar sejauh ini.” Pada akhirnya Soojung menghentikan langkah, menatap Sehun yang lebih tinggi darinya. Dikira Sehun akan cemberut atau bagaimana, nyatanya lelaki itu malah nyengir kuda.

“Ya sudah. Kita makan bertiga saja sekalian.”

Sungguh Soojung tak habis pikir. Sejuta kali diberi penjelasan, Sehun tetap bebal. Mengekor sana-sini, seakan tak memberikan Soojung celah untuk melakukan sesuatu sendiri.

“Oh Sehun,” ada nada memohon yang Soojung pakai. Walau lelah, mana bisa ia bersikap kasar dengan mengusir Sehun seenaknya.

Sejemang cara itu ampuh untuk membuat Sehun diam, dalam senyum tipis ia membuang napas pelan. Ditatapnya Soojung dalam hening, kemudian setelah hitungan kelima Sehun kembali mempertontonkan deret gigi―ah, lihat bagaimana matanya menyipit lucu. “Oke. Oke. Aku minta maaf.” Seraya membuka sarung tangan ia melanjutkan ocehan, “Hari ini aku mengalah karena kau pasti suntuk setelah dimarahi bos. Besok atau lusa aku akan datang lagi, ada Jongin atau tidak.”

“Sehun, kau tahu persis jika aku dan Jongin―”

“Pacaran? Sepasang kekasih bahagia? Mau tunangan? Lalu menikah?” cerocos Sehun, kikik kecil di akhir tanya terdengar seperti sebuah ejekan. “Mana aku peduli?” Dia tahu dia menyebalkan, tapi mulutnya tetap meneruskan, “Begini Jung Soojung. Kalau boleh sombong, perasaanku padamu jauh lebih lama dari pada milik Jongin-mu itu. Kita sudah dekat sekian tahun, nyaman satu sama lain, bahagia. Kau hanya tidak menyadari perasaanmu padaku dan lebih memilih Kim Jongin yang punya segudang janji manis di bibirnya.”

Soojung sungguh tak ingin pertemanannya dengan Sehun rusak. Namun rasa kesalnya dari hari ke hari semakin memuncak. “Kumohon, aku tidak ingin membencimu.”

“Maka, jangan lakukan,” suara Sehun memberat. “Yang sedang kulakukan adalah memperjuangkan seseorang―kau, tentu saja. Maaf, tapi aku akan terus seperti ini, mencintaimu sampai gila begini.” Ia menjejalkan dua sarung tangannya ke genggaman Soojung, lantas membuka mulut lagi, “Kalau aku sudah melihatmu di altar bersama pria lain, aku baru berhenti. Janji, deh.”

“Sehun―”

Adalah Sehun yang menghentikan tanggapan Soojung dengan mencubit kedua pipi si perempuan agak lama, “Sudahlah, tidak usah dijawab. Nanti malah nangis. Kan, repot.” Telapak tangannya beralih menangkup wajah Soojung, berbisik pelan, “Semangat, dong. Bukankah kata orang kisah cinta tanpa orang ketiga itu tidak menyenangkan?”

Seiring dengan jarak mereka yang kembali tecipta berkat Soojung memundurkan tubuh, Sehun terkekeh. Sudah cukup menggoda Soojung hari ini.

Tuh, kau sampai tidak sadar pacarmu menelpon. Aku pergi dulu, ya? Jangan kangen.” Sehun melambaikan tangan, tersenyum begitu lebar, lalu mengambil langkah untuk pergi. Dia sukses meninggalkan Soojung dalam keadaan hati yang berantakan―lebih tepatnya luar biasa tak habis pikir.

Senyumnya tidak hilang-hilang, Sehun menangkup pipinya sekilas, “Aduh bagaimana aku bisa move on jika dia selucu itu?” Lantas ia menyembunyikan tangan di saku mantel. Ah, dingin udara masih tak bisa membekukan hangat dalam hati Oh Sehun, rupanya.

Siapa kira mencintai pacar orang bisa memunculkan sensasi semenyenangkan ini?

.

.

.end

One thought on “[EXOFFI EVENT 50K] Positif – l18hee”

  1. ow..mei..gee..!
    jd org ktiga desse,,
    runa kmana??
    sangat optimistis yah, sehun-ah..
    slama janur kuning blm dianyam, wkkk~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s