[EXOFFI EVENT 50K] At The End of Dusk – Len K

Poster by : HyeKim

EXOFFI Challenge — At The End of Dusk

“Tarik pelatuknya, Sehun,” kata Chanyeol tanpa ragu.

“Tutup mulutmu!” desis Sehun penuh amarah.

Ketika idealisme yang telah berubah haluan dan masa lalu membayangi senja pada pertemuan Chanyeol dan Sehun

AT THE END OF DUSK

Storyline © Len K. Standard disclaimer applied. No profit taken from this fic

 

Starring: Chanyeol EXO, Sehun EXO | Genre: Drama, Friendship, Brothership, Historical | Rate: T, PG

WARNING!!!

Typo(s), possibly OOC, a made-up historical event, rush

 

                “Tarik pelatuknya, Sehun,” kata Chanyeol tanpa ragu.

                Sebuah senyum miring terukir di bibir Chanyeol ketika Sehun hanya mampu menatapnya tajam dengan sebuah Glock di tangan yang siap menembakkan timah panas kapan saja pada kepalanya. Setelah pergumulan sengit mereka, Chanyeol hanya bisa terbaring di tanah bersandarkan pada batu besar di belakangnya. Wajah keduanya babak belur dan stamina mereka terkuras habis, namun Sehun masih mampu untuk berdiri.

                “Tutup mulutmu!” desis Sehun penuh amarah. Bahkan setelah bertahun-tahun kemudian dirinya masih kewalahan ketika harus menghadapi Chanyeol. Tawa sinis yang keluar dari mulut Chanyeol semakin membuat darah pria bermarga Oh itu mendidih. “Kubilang tutup mulutmu!”

                Teriakan Sehun keluar bersamaan dengan satu tembakan. Mata Chanyeol bahkan tidak terpejam, masih menatap Sehun lurus dan tajam. Nampaknya pemuda jangkung bertelinga lebar itu tidak takut akan kematian.

Aroma mesiu segera memenuhi indra penciuman Chanyeol. Pria bermarga Park itu tertawa tanpa suara layaknya seorang psikopat. “Tembakanmu meleset, Sehun-ah. Mengenaiku saja tidak. Mengapa, hm? Kau takut? Kau gentar?”

                Ingin rasanya Sehun berteriak dan menghajar Chanyeol habis-habisan. Ia tidak takut maupun gentar. Sama sekali tidak! Untuk apa ia gentar pada seseorang yang menyandang label sebagai ‘pengkhianat negara’ yang merupakan otak di balik semua kejadian yang membuatnya kehilangan banyak rekan dalam medan peperangan? Park Chanyeol adalah pengkhianat negara, meskipun mereka dahulu sangat dekat layaknya saudara.

                Sementara itu rasa bangga menyelip dalam hati Chanyeol ketika tidak ada satu patah katapun yang keluar sebagai jawaban dari mulut Sehun. Sebuah gelombang besar akan kilas balik menghantam mereka berdua saat ini dan tentu, sebagai seorang kakak yang baik—dulunya—Chanyeol paham betul mengapa Sehun belum membuat nyawanya melayang.

                Dulu, jauh sebelum idealisme mereka bentrok dengan impian mereka, mereka adalah sahabat karib sejak kecil. Sehun bahkan sudah menganggap Chanyeol sebagai kakak laki-lakinya dan Chanyeol dengan senang hati menganggap Sehun sebagai adiknya. Keduanya tidak terpisahkan dan bahkan memiliki mimpi yang sama: masuk militer dan membebaskan negara mereka dari cengkraman penjajah.

                Semuanya berjalan dengan lancar. Mereka berhasil menjadi prajurit militer meski ada selisih dua tahun. Sehun sangat menyukai Chanyeol sebagai seniornya. Pemuda Oh itu sangat mengagumi ‘kakak’nya. Bukan tanpa sebab, performa Chanyeol di militer sangatlah gemilang. Di balik senyum lebar, pribadi hangat, dan kelakuannya yang jenaka, di kepalanya terdapat berbagai macam taktik cerdas untuk melumpuhkan musuh. Seorang strategis jenius, begitulah beberapa orang menjuluki Chanyeol.

                Kemudian semua berubah ketika Chanyeol melakukan kudeta dalam sebuah misi bersama Jenderal Shin. Pemuda Park itu membunuh Jenderal Shin dan membantai pasukannya sendiri sebelum melarikan diri. Sebuah kekalahan telak dan tidak terduga bagi Korea juga sebuah kejutan tidak terduga yang amat tidak menyenangkan bagi Sehun. Saat itu, Sehun tidak mengerti apa yang ada di pikiran Chanyeol, hingga detik ini. Terlebih saat Sehun mendapat berita bahwa Chanyeol bergabung dengan pasukan penjajah.

                Apa yang sebenarnya ada di pikiran Chanyeol hingga dia tega mengkhianati negaranya sendiri, rekan-rekannya sendiri, terlebih persahabatan mereka?

                “Kenapa?” Sehun bertanya lirih. “Kenapa kau tega mengkhianati negaramu sendiri, membunuh rekan-rekan seperjuanganmu? Kenapa, Hyung?!” Suara Sehun semakin meninggi.

                Chanyeol tertawa pelan. “Kau  memang masih bocah, eh, Sehun?”

                Harus Chanyeol akui, ada banyak yang berubah pada pemuda Oh tersebut. Sehun bertambah tinggi—tinggi mereka bahkan hampir sama, dada dan bahu pemuda Oh itu juga bertambah lebar, diikuti dengan wajah yang kelihatan lebih dewasa dan sangar dengan mimik datar serta alis tebal. Namun idealisme Sehun masih sama, berbanding terbalik dengan miliknya.

                “Bocah sepertimu mana paham. Iya kan?” Lanjut Chanyeol.

                “Di mana letak kesalahan itu, Hyung? Bagaimana bisa kau mengkhianati negaramu sendiri dan bergabung dengan pihak musuh?”

                Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Chanyeol selama beberapa saat dan mulut pistol di tangan Sehun masih setia tertuju pada Chanyeol.

                “Jawab aku.”

                Seringai yang ditunjukkan Chanyeol membuat Sehun gusar. “Kita sama-sama berjuang, Sehun-ah. Kau berjuang dengan caramu sendiri dan aku berjuang dengan caraku sendiri.”

                Jawaban Chanyeol membuat Sehun terhenyak. “Omong kosong! Jangan main-main denganku, Hyung! Apanya yang sama-sama berjuang?!”

                Chanyeol terbahak layaknya seorang yang hilang waras. “Sehun-ah, Sehun-ah… walau kau masih seorang bocah di mataku, tapi aku tidak main-main denganmu kali ini.” Kemudian di tangan Chanyeol, sebuah Ruger telah teracung.

                “Hyung…” Sehun bergumam tidak percaya. Ini pertama kalinya Chanyeol mengarahkan pistol padanya, dan tatapan di mata Chanyeol tidak menyiratkan keraguan sedikitpun. Bohong jika Sehun tidak merasa terkhianati.

                “Selama ini kau merasa berada di pihak yang benar, bukan? Itu yang tertanam pada pikiran kita sejak dahulu, tapi sebenarnya tidak. Pihak yang kau bela mati-matian sekarang ini sama busuknya, sama kejinya dengan pihak yang berusaha kau kalahkan–pihak di mana aku berdiri. Dunia ini bukanlah suatu hitam-putih yang pasti. Dunia ini adalah abu-abu.

                “Kita sama-sama ingin melakukan perubahan dan mengakhiri peperangan ini. Kita sudah cukup melihat banyak nyawa berguguran di medan perang, kita sudah cukup melihat semua pertumpahan darah ini. Hanya saja kau berusaha mengubah ini semua dari dalam, sementara aku mengubah dari luar.”

                Sehun berusaha mencerna perkataan Chanyeol. Meski sebagian hatinya membenarkan apa yang dikatakan Chanyeol, dirinya—logika dan hatinya—masih belum bisa menerima.

                “Kalau begitu, apa kau tega menghabisi nyawaku?” Sekilas, pandangan Sehun tertuju pada Ruger di tangan Chanyeol sebelum kembali menatap kedua mata Chanyeol. Belum ada keraguan di sana.

                Chanyeol tersenyum miring. “Bukankah untuk mendapatkan sesuatu kita selalu harus melakukan sebuah pengorbanan, Sehun-ah?”

                Pupil Sehun membesar dan tangannya segera menarik pelatuk.

                Suara tembakan memenuhi senja yang sepi tersebut.

FIN

 

a/n         :

An open ending everyone!!

 

2 tanggapan untuk “[EXOFFI EVENT 50K] At The End of Dusk – Len K”

  1. First untuk masnimku tercinta /heleh/ SELAMAT UDAH JUARA 2 YEHEYY /CIUM KRIS/G

    Even aku yg bantuin schedule dan ini ada di note di grup panitia, aku belom baca full, baru sekarang ini hahah /lalu dikutuk jadi istrinya luhan/g

    Kenawhy ya aku ngerasa mau nangis karena baca kondisi sehun. I mean, di sini dia dikhianati oleh kakaknya sendiri, keluarganya. Ya andai kata kalo lo ngekhianatin gua gitu ((cieleh)) ya sakitnya tuh di sini, semacem harus ngebunuh org yg kita sayang meski doi udah ‘ngebuang’ kita.

    Dunia ini bukanlah suatu hitam-putih yang pasti. Dunia ini adalah abu-abu. <– yg ini bisa dijadiin QOTD gak sih? Aku syukak banget masak huhu :(((

    Dan the kampretnya ini open ending, jadi inget percakapan ttg ending cerita yg kita bahas di WA. Tp sumpah ini endingnya mendukung banget, bagus gini bikin pembaca geregetan dan tereak diakhir wkwkwk.

    Anyway pankapan buat lg ff setting war korea-jepang lah, soalnya sejarah war ini walau lama, susah nyarinya di internet, rata2 banyaknya jepang-china :"""3 seakan korea gak dijajah jepang aja dulu ((walau di sini gak kentel ya nyeritainnya tp kan genrenya historical dan korea dulu dijajah jepang mueheheh))

    dan sekalee lagee, selamat atas kemenanganmu, semoga ini menandakan bakal lulus juga ya tahun ini setelah menang event muehehehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s