[EXOFFI FREELANCE] Faithfull

20181211_102027_0001

Title: Faithfull

Author: Aulia Rahmah

Length: One Shot

Genre: AU, friendship

Rating: G

Main cast: Do Kyung Soo, Keana

Additional casts: EXO members

Summary:

Tiga kali kehilangan membuat Keana semakin overprotective kepada anggota EXO. Melihat perubahan sikap Kyung Soo membuatnya takut jika suatu saat ia akan kehilangannya.

 

Disclaimer: Cerita ini asli berasal dari imajinasiku sendiri. Sifat dan kelakuan para cast mungkin akan berbeda dari aslinya. Hehe.

Cerita ini juga aku publish di akun wattpadku: @aulieur

So, happy reading

 

°°°

 

9 November adalah kemenangan pertama single terbaru EXO yang berjudul Tempo. Berkat kemenangannya ini, Suho mengajak rekan-rekannya untuk makan malam bersama di sebuah restoran yang terkenal di Gangnam. Karena Yongmin–manajer EXO– tak bisa menemani mereka karena urusan mendadak, jadi Keana-lah yang menggantikannya. Dia adalah salah satu asisten mereka yang paling muda.

 

Sepanjang perjalanan menuju restoran Keana terus melontarkan candaan kepada para anggota guna mencairkan suasana agar tak terlalu kaku. Namun, ada satu orang yang sedang ia abaikan kehadirannya. Dan seseorang itu menyadarinya.

 

“Ayo, pesan apa pun sepuas kalian. Aku yang akan membayarnya.” Suho berseru semangat.

 

“Aku sedang diet, Hyung,” ungkap Chanyeol yang baru saja duduk di kursi.

 

“Lupakan sejenak dietmu. Badanmu juga harus bersenang-senang malam ini,” timpal Suho.

 

“Benar. Kau tak akan kehilangan abs-mu hanya karena makan semangkuk jjajangmyeon.” Baekhyun yang duduk di samping Chanyeol pun ikut berkomentar.

 

Baiklah. Untuk kali ini Chanyeol mengalah.

 

Pelayan restoran datang dan masing-masing member mulai memesan. Keana yang sibuk dengan ponselnya, sampai-sampai tak sadar bahwa ia belum memesan apa pun.

 

“Semuanya sudah kan?” Suho memastikan.

 

Seketika Kyung Soo membuka mulutnya. “Aku pesan semangkuk sup rumput laut dan jus mangga esnya sedikit saja.”

 

“Kau mau tambah pesanan lagi?” Chen mendecak tak percaya.

 

“Untuk Keana.” Kyung Soo hanya tersenyum. Diam-diam matanya terarah pada Keana yang pandangannya masih tertumpu pada layar ponselnya.

 

Sambil menunggu pesanan, Suho membuat permainan kecil-kecilan dengan adik-adiknya ini. Mereka bermain Truth or Dare. Beberapa babak berlalu dan Sehun-lah yang selalu terpilih.

 

Truth or Dare?!” tantang Suho.

 

Truth!” jawab Sehun tanpa ragu.

 

“Biar aku yang bertanya!” Baekhyun mengacungkan tangannya semangat.

 

“Ya, kau sudah tiga kali bertanya. Apa itu masih tidak cukup?” Xiumin, sang anggota tertua protes.

 

“Ah, benar! Dia sudah mengajukan lebih dari satu kali,” sahut Kai juga. “Berikanlah yang lainnya kesempatan.”

 

“Sudah! Biar aku sendiri saja yang menentukan,” kata Sehun akhirnya.

 

“Jangan bocah ini!” Chanyeol dan Xiumin menutupi wajah imut Baekhyun dengan tangan mereka. Yang ditutupi mulai meringis.

 

“Tidak, tidak. Aku ingin Keana yang bertanya padaku.” Sehun menatap damai ke arah Keana yang sekarang mulai menikmati kebersamaannya dengan para anggota EXO.

 

“Kenapa aku?” tanya Keana.

 

“Hanya ingin,” cengir Sehun.

 

Semua tatapan secara otomatis tertuju ke arah Keana. Gadis ini langsung merasa kikuk. “B-baiklah. Aku akan bertanya padamu.”

 

Sehun menanti.

 

“Siapa hyung terfavoritmu?” tanya Keana yang berhasil membuat semuanya mendengus.

 

Sehun mengerjapkan matanya. “Hanya itu?”

 

“Eo. Aku tak bisa memikirkan pertanyaan yang lain.”

 

Baekhyun tertawa. “Sudah pasti jawabannya adalah Byun Baekhyun!”

 

“Kean, seharusnya kau jangan menanyakan itu. Bisa-bisa terjadi perang dunia di dorm nanti,” ujar Chen.

 

“Kean, kau masih tak tahu? Sehun tentu lebih menyayangiku,” kata Suho sambil tersenyum bangga.

 

“Itu kan katamu, Hyung.” Baekhyun protes.

 

“Sehun-ie juga bilang gitu kok.”

 

Aish. Biar kujawab.” Sehun menepuk pundak Suho dan Xiumin. “Aku sayang semuanya. Xiumin, Kai, Baek, Chanyeol, Suho, D.O., Chen, Lay. Aku sayang kalian.” Sehun melakukan flying kiss dengan tangannya pada ketujuh kakaknya yang tampan.

 

“Jawaban yang adil.” Xiumin puas.

 

“Tapi tetap saja, pasti ada seseorang yang paling kau sayang.” Baekhyun masih tak terima.

 

“Ya, stop it.” Chen menengahi semuanya.

 

“Wah, pesanannya datang!” Kai bersemangat melihat beberapa pelayan yang datang dengan membawa nampan berisi makanan.

 

Budae jjigae, kepiting salju saus tiram, ramyeon, jjajangmyeon, sup rumput laut dan ayam goreng menjadi hidangan spesial makan malam mereka dilengkapi dengan sebotol bir dan berbagai jus di atas meja.

 

Kyung Soo memberikan jus mangga pada Keana. Dia juga menggeserkan mangkuk sup ke arah gadis itu.

 

“Wah, sup rumput laut!” Xiumin hendak menggapai mangkuk sup itu, namun usahanya gagal setelah menerima pukulan yang keras tepat di punggung tangannya.

 

Hyung makan yang lain saja,” ucap Kyung Soo dengan wajah datarnya.

 

“Yaish. Sakit tahu!” Xiumin merengut dan kini mengalihkan perhatiannya ke kepiting yang ada di dekatnya.

 

Kyung Soo melihat ke arah Keana yang duduk di seberangnya. Tatapannya seolah menyuruh gadis itu untuk segera memakannya.

 

Keana tak menyentuh makanannya sama sekali. Ia hanya menyesap jusnya sambil memerhatikan artis asuhannya dengan perasaan damai. Ia tersenyum ke arah Chanyeol yang makan sangat lahap padahal sejam sebelumnya ia bersikeras tak mau makan karena diet yang mengekangnya. Pandangannya beralih pada Baekhyun yang berebut paha ayam dengan Kai. Chen yang menikmati birnya dan Xiumin yang asyik menyantap kepiting sampai mulutnya belepotan. Sehun dan D.O. yang makan jjajangmyeon semangkuk berdua. Suho… ia juga melakukan hal yang sama dengan Keana.

 

 

°°°

 

Good night all!” Sehun berseru setelah mereka sampai di dorm.

 

Sehun menaiki tangga satu per satu dengan kantuk yang merajainya. Kai, Suho dan Chanyeol mendorongnya dari belakang. Mereka tidur di lantai atas. Sedangkan Chen, Baekhyun, Xiumin dan Kyung Soo tidur di kamar lantai bawah.

 

“Kean, kau menginap malam ini?” tanya Baekhyun. Ia menuangkan segelas air dingin ke dalam gelasnya.

 

“Iya, ini sudah larut sekali. Kalian juga ada broadcast besok pagi. Biar gampang.”

 

Baekhyun tersenyum setelah menghabiskan minumannya. “Kau tidur saja di kamarku. Aku bisa menumpang di kamar Chen.”

 

“Aku bisa pakai kamar Lay.”

 

“Jangan. Di sana berdebu. Aku bahkan tak ingat kapan terakhir kali membersihkan ruangan itu,” ujar Baekhyun. Ia menatap pintu kamar yang berada di ujung samping toilet.

 

Keana ikut-ikutan menatap pintu itu. “Kau rindu Lay?” tanyanya tiba-tiba.

 

Baekhyun mengangguk samar. “Meski kita bertemu kemarin, tapi tetap saja rasanya tak cukup untuk mencurahkan semua kerinduan.”

 

“Benar.” Gadis itu duduk di salah satu kursi berkaki tinggi di dapur.

 

Baekhyun yang awalnya dikuasai kantuk pun mendadak segar lagi. Ia ingin menemani Keana agak lama.

 

“Andai Suho tidak memohon seperti itu pada CEO, mungkin Lay tak akan ikut comeback dengan kita kali ini.”

 

Keana tersenyum. “Iya, kalian harus bersyukur karena memiliki leader sebaik Suho. Dia sudah mengorbankan segalanya demi kebahagiaan kalian.”

 

“Kadang aku selalu merasa bersalah jika ada salah satu anggota yang bersikap kurang ajar pada Suho hyung. Yah, walau kadang aku juga sering begitu, tapi rasanya aku ingin marah jika yang lain melakukan itu.” Baekhyun mengusap wajahnya kasar.

 

“Dan itu pula yang mereka rasakan saat kau menjaili Suho,” kekeh Keana.

 

Baekhyun membulatkan matanya.

 

“Aku ingat betapa kesalnya Sehun waktu melihatmu mengerjai Suho di acara MuBank tahun lalu. Kalau aku tidak ada di sana, mungkin kau sudah kena bogem mentah darinya,” tutur Keana sambil tertawa.

 

“Ah, mengerikan sekali.” Baekhyun tertawa canggung.

 

“Baek, tidurlah. Aku tahu kau lelah.” Keana turun dari kursinya. Ia perlahan mendorong punggung Baekhyun untuk segera meninggalkan dapur.

 

“Kau juga harus tidur!” suruh Baekhyun.

 

Eo!” Keana memijit punggung Baekhyun lembut. “Tidurlah di kamarmu. Aku bisa tidur di sofa.”

 

“Ya! Kau-”

 

“Tak ada protes. Sana masuk!” Keana bahkan tak memberi kesempatan Baekhyun untuk membalasnya. Ia mendorong Baekhyun untuk masuk ke dalam kamarnya sendiri.

 

Keana menikmati teh manisnya sendirian di ruang utama dorm. Ia membaca cerita webtoon kesukaannya melalui handphone. Sesekali ia tertawa karena adegan lucu yang ada di sana. Fokusnya terganggu setelah mendengar suara pintu yang terbuka pelan dari arah jam tiga.

 

Itu adalah pintu kamar Kyung Soo. Pemuda itu keluar dari kamarnya dengan membawa selimut di tangan kanannya. Ia berjalan menghampiri Keana yang duduk di lantai.

 

“Pakailah,” ucapnya sambil menyerahkan selimut itu pada Keana.

 

Kyung Soo tak lantas pergi. Ia malah duduk di sofa sambil memerhatikan Keana.

 

“Kenapa tidak tidur? Ini sudah malam. Kau bisa terlambat besok.” Keana mulai membuka mulutnya.

 

“Kau juga belum tidur,” balas Kyung Soo santai.

 

“Tidur sana.”

 

“Kau marah padaku?” tanya Kyung Soo. Ia benar-benar tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

 

“Marah? Untuk apa? Tidak.”

 

“Jawabnya ketus begitu.” Kyung Soo mengerucutkan bibirnya yang tebal.

 

“Aku tidak ketus. Ini efek lelah. Sudah, tidur sana, Kyung. Besok kalian harus berangkat pagi-pagi.” Keana masih mengomel tanpa menatap wajah Kyung Soo.

 

Tanpa mengucap sepatah kata pun, Kyung Soo bangkit dari duduknya dan kembali ke kamarnya.

 

 

°°°

 

Keana berdecak kesal di kursinya. Kini dia berada di studio !tLive untuk mengawasi EXO yang sedang melakukan live di Twitter. Ia merasa sedikit geram dengan sikap Kyung Soo yang tampak dingin dan tak bergairah. Semakin kesal setelah ia membaca banyaknya kritik para antis yang ditujukan pada Kyung Soo.

 

Keana menghampiri Yongmin untuk meminta izin pergi keluar sebentar. Di saat panas seperti ini, ia butuh es krim untuk mendinginkan pikirannya.

 

Dari dalam studio, Suho dan Kyung Soo melihat kepergian Keana yang memasang ekspresi kalut.

 

Keana memakan es krim pisang kesukaannya di depan minimarket. Ia duduk santai di salah satu deretan kursi yang kosong di sana. Ia sibuk membaca komentar-komentar para warganet tentang Kyung Soo. Iya, akhir-akhir ini perhatian Keana tercurah pada Kyung Soo. Gadis itu sengaja menjauhi Kyung Soo untuk menyembunyikan kecemasannya. Di sisi lain juga ia tak menyukainya tanpa alasan. Keana memaklumi jika Kyung Soo akan salah paham dengan sikapnya.

 

Ia membandingkan ekspresi Kyung Soo ketika sedang melakukan wawancara individu dan bersama grupnya. Dia terlihat lebih ceria saat sendiri. Dia bisa tertawa sebebas itu. Berbeda jauh ketika berada di dekat teman segrupnya. Dia cenderung banyak diam dan tak bersemangat.

 

Pikiran Keana semakin buram. Banyak orang yang menyuruh pemuda itu untuk berhenti menjadi idol dan berganti menjadi aktor karena kemampuan aktingnya yang sangat bagus. Keana takut, Kyung Soo akan termakan omongan-omongan kosong itu.

 

Di sela-sela kecemasannya, ponselnya tiba-tiba berdering. Nama Suho tertera di sana.

 

Keana pun segera menjawabnya. “Halo?”

 

“Kean, kau di mana?”

 

“Aku sedang di luar. Kalian sudah selesai?”

 

“Iya. Kau akan kembali?”

 

Eo. Aku segera ke sana.”

 

Panggilan terputus. Keana membuang cangkang es krim ke tempat sampah lalu kembali ke gedung SM untuk menjemput EXO.

 

Di studio, Suho mengajak Keana untuk bicara empat mata di dalam sebuah ruang ganti. Mereka berdiri saling berhadapan. Seperti punya ikatan batin, Suho seolah bisa merasakan apa yang Keana rasakan.

 

“Apa yang sebenarnya kau cemaskan?” tanya Suho. Ia melipat dadanya di depan.

 

Keana menurunkan pandangannya. Ia tak tahu harus memulainya dari mana.

 

“Kyung Soo sempat mengadukan hal kecil tentangmu.”

 

Tatapan Keana sontak berpindah pada Suho.

 

“Dia merasa kau sedang menghindarinya akhir-akhir ini.”

 

Keana membuka ponselnya. Ia memperlihatkan video yang tadi ditontonnya kepada Suho.

 

“Kau menyadarinya?” tanya Keana.

 

Suho agak bingung. “Apa?”

 

“Aku merasa Kyung Soo berubah,” ungkap Keana. “Dia tak seceria dulu ketika di dekat kalian.”

 

Suho menatap Keana. “Kukira hanya aku yang merasa begitu.”

 

Keana mengembuskan napasnya kasar. Ternyata selama ini Suho juga merasakan hal yang sama dengannya. Tubuhnya langsung merosot. Keana berjongkok frustrasi di ruangan sempit itu.

 

“Jadi karena itu kau menjauhinya?” tanya Suho lagi.

 

Keana mengangguk. “Aku sedang membencinya sekarang.” Ia menangis tertahan. “Aku tak mau dia merasakan ketakutan yang kurasa.”

 

Suho menarik tangan Keana untuk bangkit. “Tak ada yang perlu kau khawatirkan, Kean. Kyung Soo tak akan pergi dari kita. Percayalah.”

 

Keana menyeka air matanya yang tak sengaja mengalir. Ia menganggukkan kepalanya samar.

 

 

°°°

 

Tiga kali kehilangan membuat Keana semakin overprotective kepada anggota EXO. Melihat perubahan sikap Kyung Soo membuatnya takut jika suatu saat ia akan kehilangannya.

 

Bip!

Satu pesan masuk ke dalam ruang inbox handphone Kyung Soo.

 

Keana: Kau di mana?

 

Kyung Soo membalasnya cepat.

 

Kyung Soo: Di kamar.

 

Keana: Bisa kau buka pintunya? Aku di luar.

 

Kyung Soo melirik pintu kamarnya yang tak dikunci. Dia segera merapikan tempat tidurnya lalu membuka pintu. Keana berdiri di sana dengan segelas cokelat hangat di tangan kanannya. Ia juga memasang senyum manisnya.

 

Kyung Soo menghela napasnya. Ini pertama kalinya Keana memperlihatkan lagi senyumnya pada Kyung Soo.

 

“Cokelat hangat untuk aktor Soo.” Keana menyerahkan gelas itu pada Kyung Soo.

 

Kyung Soo tersipu. Ia menerimanya lalu mempersilakan Keana untuk masuk.

 

Keana memandang tropi penghargaan Kyung Soo yang berjajar rapi di rak kamarnya. Ruangan itu sama sekali tak berubah. Gadis itu duduk di sebuah kursi dekat meja. Kyung Soo duduk di tepi kasurnya dan meletakkan gelas di atas nakas.

 

“Aku dengar kau mengadu pada Suho karena sikapku?” tanya Keana tanpa basa-basi.

 

Kyung Soo mengangguk. “Rasanya aneh saja. Yang biasanya dekat, sekarang jadi menjauh.”

 

“Kau tak perlu hiraukan aku, Kyung.”

 

“Bagaimana bisa?” Suaranya berubah tegas. Kyung Soo  menjebak Keana melalui tatapannya. “Bagaimana bisa aku merasa baik-baik saja ketika seseorang yang begitu dekat tiba-tiba menjauhiku seperti ini?”

 

Keana mendesah. Dia tersenyum tawar.

 

“Apa salahku?” tanya Kyung Soo.

 

“Kau tak salah.”

 

“Lalu?” Mata Kyung Soo memicing.

 

Hening.

 

Bahkan kesunyian ini dirasa lebih menakutkan bagi Kyung Soo.

 

“Aku hanya sedang kesal.”

 

Pemuda itu terkesiap. “Padaku? Karena apa?”

 

“Entah. Aku berusaha untuk menutupi semuanya darimu agar kau tak terpengaruh. Tapi anehnya, malah aku yang termakan omongan mereka.” Keana menundukkan kepalanya.

 

“A-apa maksudmu?”

 

“Aku sedang membicarakanmu,” sahut Keana. “Jawab aku yang sejujur-jujurnya. Apa kau sangat menyayangi EXO?” tanya Keana.

 

“T-tentu.”

 

Keana menatap kedua mata berwarna cokelat itu dalam. “Akting atau musik?”

 

Kening Kyung Soo berkerut.

 

“Apa yang akan kau pilih? Karir aktingmu atau EXO?”

 

Kyung Soo tertawa hambar. “Kenapa harus dipertanyakan lagi?”

 

“Karena bisa saja kau berubah pikiran.”

 

“Tidak.” Kyung Soo berdiri. Ia menatap Keana tajam. “Seribu kali pun kau bertanya, jawabanku akan tetap sama.”

 

“Benarkah?” Keana memastikan.

 

“Kau sebenarnya kenapa?” Kyung Soo mulai melunak.

 

“Aku takut,” ungkap Keana akhirnya. “Melihat sikapmu yang berbeda akhir-akhir ini membuatku takut jika suatu saat kau akan meninggalkan grup demi karir barumu.”

 

Kyung Soo menatap tak percaya. Sedetik kemudian ia tertawa.

 

“Kau terlihat begitu semangat saat interview sendiri, tetapi berbeda saat kau bersama EXO. Wajarkah jika aku mengkhawatirkan sesuatu yang buruk akan terjadi?” lanjut Keana.

 

Kyung Soo menarik Keana untuk duduk di tepi kasurnya. Mereka kini duduk saling berhadapan. Kyung Soo menatap asisten grupnya sambil menahan tawa.

 

“Jadi itu yang membuatmu menjauhiku sampai-sampai tak mau melihat wajahku?” kekehnya.

 

“Tunggu. Apakah kekhawatiranku ini lucu bagimu?”

 

“Tidak. Aku hanya ingin tertawa. Memangnya tidak boleh?” Kyung Soo membela dirinya.

 

Keana memutar bola matanya agak jengkel.

 

Kyung Soo meraih ponselnya untuk menyalakan sebuah lagu. Tembang EXO 2014 menggema di kamarnya.

 

“Keana, EXO adalah segalanya bagiku. Tanpa EXO, mungkin dunia tak akan mengenal siapa aku. Aku tak pernah kepikiran untuk meninggalkan EXO yang sudah membesarkan namaku. Akting hanyalah selingan,”

 

“Mereka adalah harta terbaikku. Meski kadang aku merasa jenuh, tapi mereka juga yang membuatku kembali bersemangat. Jika aku melihat ke cara kerja agensi, mungkin dari dulu aku sudah pergi. Suho dan ketujuh sahabatku-lah yang menjadi alasan mengapa aku bertahan sampai sekarang. Aku merasakan betapa sulitnya menggapai kesuksesan ini. Aku tak akan melepasnya begitu saja saat aku berada di puncak,”

 

“Aku akan terus menggenggam grup tak peduli apa pun yang terjadi.”

 

Perkataan Kyung Soo berhasil membuat Keana tak bisa membuka mulutnya. Kecemasannya selama ini sama sekali tak berarti.

 

“Kau tak perlu merasa khawatir dengan itu. Jika kau menyuruhku memilih, aku akan tetap memilih EXO. Bahkan aku akan berhenti dari akting jika itu benar-benar harus dilakukan agar dunia percaya bahwa aku akan tetap menjadi bagian dari EXO.”

 

Hening lagi. Keana merasa sangat lega mendengar jawaban itu.

 

“Terima kasih, Tuhan. Aku sangat lega mendengarnya.” Keana memeluk Kyung Soo erat. Semoga pemuda ini bisa memegang semua ucapannya.

 

“Lalu, apa kau masih mau mengabaikanku sekarang?” tanya Kyung Soo.

 

“Tidak. Tentu tidak. Aku minta maaf karena sikapku yang tak sopan padamu.”

 

Gwaenchanha. Gwaenchanha.”

 

Tangan Keana dan Kyung Soo melakukan tos. Mereka sama-sama memaklumi dan melupakan masalah ini dengan cepat.

 

“Jangan pernah tinggalkan kita. Oke?” Keana mengacungkan jari kelingkingnya.

 

Kyung Soo menautkan kelingkingnya pada kelingking Keana. “I won’t.”

 

 

°°°

 

Seminggu kemudian. EXO sedang melakukan photoshoot untuk album repackage mereka. Sehun, Kai, Baekhyun dan Suho dipotret dengan memamerkan abs mereka. Sedangkan keempat lainnya memilih untuk memakai baju tertutup.

 

“Sekali-sekali suruhlah D.O. memamerkan abs-nya,” usul Baekhyun.

 

Andwae!” Dari banyaknya orang yang ada di studio, Keana-lah yang satu-satunya memprotes ide Baekhyun. “Kau mau bikin fangirlmu mati ya?! Kalian berempat saja sudah cukup membuat para cewek sesak napas. Apalagi kalau ditambah Kyung Soo.”

 

Kai tertawa. “Apa jangan-jangan kau juga tergoda dengan abs kami?”

 

“Aku wanita normal. Wajar jika aku merasa begitu.” Wajahnya memerah karena malu.

 

“Ya, Nona Amerika, mau kuperlihatkan lagi perutku yang seksi ini?” goda Baekhyun sambil menggigit bibir bawahnya, berlagak seksi.

 

Bukannya merasa tergoda atau sebagainya, Keana justru ingin tertawa melihat wajah imut Baekhyun yang dipaksakan untuk menjadi seksi. Itu sungguh lucu.

 

“Jangan coba-coba!” Keana menoyor kepala Baekhyun dengan tangan kanannya.

 

Pandangannya bertemu dengan Kyung Soo. Pemuda itu tersenyum jail. Keana langsung mengambil langkah seribu keluar dari studio. Namun ternyata Kyung Soo membuntutinya dan berhasil menghadangnya di koridor.

 

“Kenapa kau tak mau aku menunjukkan abs-ku?” tanyanya.

 

Keana berusaha untuk menahan tawanya. “Biarkan aku bertanya. Memangnya kau punya abs?”

 

Kyung Soo mengerucutkan bibirnya, ia langsung memutar badan untuk kembali ke studio foto.

 

“Tidak. Perutku isinya lemak semua.” Kyung Soo menjawab saat jaraknya cukup jauh dengan Keana. Ia mengusap perutnya yang agak buncit. “Hmm, kapan aku bisa punya abs.”

 

Kini giliran Kyung Soo yang melakukan pemotretan. Suho menghampiri Keana yang sedang menikmati yoghurtnya di kursi dekat Baekhyun.

 

“Sepertinya ada yang sudah baikan nih,” ujar Suho sambil menempatkan bokongnya di samping Keana.

 

Keana tertawa.

 

“Memangnya siapa yang bertengkar?” Baekhyun ikut nimbrung.

 

“Ya, kau tak usah tahu,” ucap Keana sambil mengetuk kening Baekhyun.

 

Pandangan Keana dan Suho tertuju pada Kyung Soo. Baekhyun pun ikut-ikutan.

 

“Kau sudah benar-benar baikan kan?” tanya Suho lagi.

 

“Iya. Aku sudah berbicara dengannya kemarin. Aku hanya salah sangka,” jawab Keana.

 

“Lalu?” tanya Suho lagi.

 

“Lalu apa?” Baekhyun lagi-lagi menyambar pembicaraan mereka bagai petir.

 

Keana hanya bisa menahan emosinya dengan menghela napas dalam-dalam.

 

“Aku tak menjauhinya lagi.” Keana mengabaikan kehadiran Baekhyun.

 

Suho tergelak. “Ya, jangan abaikan Baekhyun. Bisa-bisa dia mengadu yang tidak-tidak kepadaku.”

 

Eo. Hyung benar!”

 

Keana mengerucutkan bibirnya. Ia lalu tersenyum pada Baekhyun. “Mianhae, Baekhyun-ah.”

 

“Lihat apa yang aku dapat dari manajer?” Suho mengacungkan sebuah amplop berwarna cokelat.

 

“Apa itu?” Baekhyun dan Keana bertanya kompak.

 

“Kupon makan gratis di Kang’s Kitchen!”

 

Woah, jinjja?!” Keana terlihat begitu semangat. “Restoran barunya Kang Ho Dong?!”

 

“Daebak!!!” Baekhyun bersorak semangat.

 

Suho tertawa sampai matanya menghilang di antara pipinya.

 

“Bersiap-siaplah. Sehabis pemotretan, kita langsung berangkat ke sana.” Suho bangkit dari duduknya lalu pergi menuju ruang ganti.

 

Keana menutup mulut dengan tangannya. Masih tak percaya dengan kabar baik ini.

 

 

°°°

 

Tak perlu waktu lama untuk sampai di Kang’s Kitchen. Di pintu utama, Keana dan EXO disambut oleh seorang pelayan tampan. Mereka duduk di sebuah meja besar yang sudah ditata rapi dengan sebuah vas besar berisi bunga mawar tiga warna yang dipajang di tengah meja.

 

Kyung Soo memilih duduk di sebelah Keana yang ada di ujung. Di sisi kirinya ada Suho dan Chanyeol. Di seberang ada Sehun, Baekhyun, Kai dan Chen. Xiumin di bagian kepala meja.

 

“Kita pesan 5 omelet, 2 Meat Ramyun Many Jeju, dan 1 gimbap,” kata Suho pada pelayan bernama Jaehyun.

 

“Jaehyun-ssi, apa Mino ada si sini?” tanya Keana sopan.

 

“O, iya ada. Dia sedang sibuk cuci piring di dapur. Anda mau bertemu dengannya?” tawar Jaehyun.

 

“Sedang sibuk ya. Hmm, nanti saja deh.” Keana membungkuk santun pada pelayan tampan itu.

 

“Baiklah. Pesanannya akan segera datang….” Jaehyun pamit dari hadapan kesembilan orang itu.

 

“Mau main game lagi?” tanya Suho.

 

Truth or Dare?” seru Sehun yang tiba-tiba menunjuk ke arah Chanyeol.

 

“Ya! Kenapa aku?!” Chanyeol mengerang.

 

“Jawab saja.” Xiumin terkekeh.

 

Ppalli,” desak Suho.

 

Dare!” jawab Chanyeol.

 

“Biar aku yang memberinya tantangan. Biar aku!” Baekhyun mengacungkan tangannya semangat.

 

ANDWAE! Jangan biarkan Baek hyung bersuara!” Kai dengan sigap menyergap Baekhyun. Ia menyumpal mulut kecil Baekhyun dengan tisu. Sehun membantunya dengan mengunci kedua tangan Baekhyun agar tak melawan.

 

Semuanya sontak tertawa melihat kelakuan mereka bertiga yang lucu. Malam ini segalanya berjalan dengan lancar. Tak ada lagi yang bersikap dingin. Kecanggungan itu lenyap tergantikan oleh tawa riang yang keluar dari mulut mereka semua.

 

 

°°°

 

Entah apa yang harus diungkapkan Keana pada Kyung Soo. Yang jelas, ia merasa bangga dengan pernyataan sederhana itu. Yah, mungkin itu tak terlalu berarti untuk orang lain. Tapi baginya, jawaban Kyung Soo sangatlah berharga.

 

“Sampai kapan pun, aku akan tetap menjadi bagian dari EXO.” Ucapan itu terngiang di dalam benaknya.

 

Keana menunggu Kyung Soo di luar ruang ganti. Hari ini Kyung Soo baru saja selesai menghadiri acara interview film terbarunya. Keana-lah yang ditugaskan untuk menemani Kyung Soo.

 

“Kau merasa lega?” tanya Kyung Soo ketika mereka sudah ada di dalam van.

 

Keana tersenyum lebar sembari menganggukkan kepalanya.

 

“Lain kali, jangan pedulikan omongan orang-orang di internet. Mereka sama sekali tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya menonton kita di balik layar.”

 

Keana memutar stirnya ke kiri. “Sekarang aku akan lebih dewasa dalam memilih berita.”

 

Kyung Soo tersenyum. “Ah, aku jadi ingin es krim.”

 

“Mau kubelikan es krim, Aktor Soo?”

 

“Boleh,” balas Kyung Soo semangat.

 

Keana pun mengarahkan kendaraannya menuju minimarket terdekat untuk membeli es krim.

 

“Belikan aku 5 pcs dengan rasa yang berbeda,” pinta Kyung Soo.

 

“Ya! Tenggorokanmu bisa sakit.”

 

“Jangan membantah.”

 

“Jangan salahkan aku kalau kau sakit.”

 

“Aku tidak dengar.” Kyung Soo menutup kedua telinga dan matanya. Berlagak tak mendengar apa-apa.

 

 

°°°

 

♥️END♥️

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s