[EXOFFI FREELANCE] MY POSSESSIVE HUSBAND (CHAPTER 25)

EXO - MPH

MY POSSESSIVE HUSBAND [Chapter 25]

 

Author : IFAngel (Wattpad: ifangel04) || (Instagram: @ifangel_04)

Length : Chapter

Genre : Romance, Family, Drama, Hurt and Marriage Life

Rating : PG – 17

Cast : Oh Sehun, Park Hyunji, Park Hyunhee, Kim Jongin a.k.a Kai.

Additional cast : Park Chanyeol as Hyunhee and Hyunji’s old brother || Kim Minseok a.k.a Xiumin as Sehun’s assistant || Kim Junmyeon a.k.a Suho as Kai’s old brother  || Do Kyungsoo a.k.a Dyo as Kai’s assistant || Han Raerim as Chanyeol’s Wife || Byun Baekhyun || Etc.

Summary: Dengan semua trauma yang dialami olehnya terkait kekasihnya dimasa lalu, membuatnya menjadi pria yang posesif. Namun sekali lagi hal buruk menimpanya dan dia tak dapat menerima hal tersebut. Kira-kira bagaimana dia menjalani hidupnya jika kehilangan kekasihnya lagi?

#1 || #2 || #3 || #4 || #5 || #6 || #7 || #8 || #9 || #10 || #11A || #11B || #12 || #13 || #14A || #14B || #15-Diproteksi || #16 || #17 || #18 || #19 || #20 || #21 || #22 || #23 || #24  

 

Note: FF ini juga aku post di wattpad –ku. Link, klik disini.

||

Disclaimer: FF ini merupakan hasil dari pemikiran aku sendiri. Apabila ada kesamaan dalam alur, tokoh maupun latar itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Maaf, atas adanya kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan.

This story is mine and my work.

Don’t copy without permission! Don’t plagiarize!

Setiap kritik & saran yang membangun sangat aku tunggu, butuhkan dan hargai guna membantu perbaikan aku dalam penulisan. Gomawo~

 

-ooOoo-Happy Reading-ooOoo-

 

“Brengsek!” maki seorang pria setelah dia membanting ponselnya ke dinding.

 

Kim Jongin, beberapa saat lalu baru saja menghubungi Chanyeol untuk menanyakan tentang Hyunhee. Tapi sial, dia malah mendengar hal yang tak dia inginkan. –Sehun membawa Hyunhee pergi.

 

Rasanya dia ingin mencekik orang, entah itu Oh Sehun atau Kim Junmyeon –seseorang yang meneleponnya di saat tak tepat. Hyung –nya itu benar-benar tak perhatian. Akh … terserah! Sekarang ponselnya sudah hancur berkeping-keping, jadi tak ada seseorang yang akan mengganggunya.

 

Jongin bolos kerja hari ini, dia mencari keberadaan Hyunhee. Dan sebelumnya dia telah menyuruh seseorang untuk mengecek titik keberadaan Hyunhee lewat ponsel gadis itu. Namun Dewi Fortuna sungguh tak berpihak kepadanya, sinyalnya hilang di Bandara Incheon dan artinya pria bernama Oh Sehun itu membawa Hyunhee pergi jauh.

 

Oh Sehun bukan lawan yang mudah, dia licik –pikir Jongin.

 

 

Sementara itu di tempat berbeda, sepasang insan tampak tertidur dengan berselimut di atas ranjang yang sudah awut-awutan.  Hingga seorang gadis yang tidur di ranjang tersebut bangun –Hyunhee. Dia menyibakan selimut dan beranjak dari ranjang untuk menuju kamar mandi, namun selanjutnya dia terpaku lantaran hembusan angin menerpa kulitnya secara langsung. Refleks Hyunhee merengkuh tubuhnya dan detik selanjutnya dia merasakan bagaimana tangannya menyentuh permukaan kulit tubuh bagian atasnya. Hyunhee menunduk, dia melihat tubuhnya yang tak tertutupi.

 

Ya Tuhan … apa yang terjadi pada pakaiannya? Bagaimana bisa menanggal dari tubuhnya?

 

Hyunhee berlari kembali menuju ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun dia tak kalah terkejut ketika menarik selimut yang saat itu juga sedang digunakan oleh seorang pria –Oh Sehun. Hyunhee langsung berjongkok seraya menangkupkan tangan di atas matanya, kondisi pria itu sama halnya dengan dirinya.

 

Batin Hyunhee berkecambuk seiring dengan air matanya yang luruh, dia memikirkan pria itu mungkin saja telah melakukan hal buruk padanya. Isakannya lolos, namun dia coba redam dengan membekap mulutnya sendiri. Hyunhee memilih berlalu ke kamar mandi setelah dia mengambil pakaian bersihnya.

Di dalam kamar mandi yang berukuran 3×4, Hyunhee memandang getir pantulan dirinya pada cermin. Dengan bercak-bercak pada tubuhnya, dia seperti sedang mengalami sakit kulit sehabis terkena gigitan serangga. Namun dia tahu benar, jika bukan seranggalah yang patut dia salahkan.

 

Hampir satu jam dia habiskan waktunya di dalam kamar mandi untuk berpikir, bagaimana dia bisa lepas dari pria itu dan kembali ke Korea? Hyunhee beranjak dari lantai kamar mandi dan meraih gagang pintu untuk keluar, dia berjalan mengendap-endap. Dilihatnya Sehun masih tertidur pulas, dia berjinjit menuju nakas yang terletak di sebelah ranjang untuk mengambil tas –nya dan melangkah keluar meninggalkan kamar resort.

 

Hyunhee menyambangi meja resepsionis, dua orang wanita berseragam duduk disana dan memberi salam padanya. Hyunhee lantas bertanya, mengenai tanggal check out atas nama Oh Sehun –empat hari lagi– Hyunhee tertunduk lemas mendengar jawaban resepsionis tersebut. Sungguh dia tak dapat menunggu lebih lama lagi dengan bersama pria itu, setelah perlakuan buruk yang di dapatnya.

Hyunhee kemudian meminta agar di pinjamkan telepon, dia hendak menghubungi sang kekasih. Namun nihil, tak ada jawaban. Ingin rasanya dia menjerit dengan menderaikan air mata, tapi logikanya tak mengijinkan. Kali ini dia mencoba menghubungi Kyungsoo –asisten dari Jongin.

 

Terhubung! Hyunhee meminta Kyungsoo untuk mengabari Jongin mengenai keberadaannya di Maladewa, termasuk keinginannya untuk segera kembali ke Korea. Tak lupa juga dia mengingatkan agar tak menghubungi keluarganya atau ponselnya –yang saat ini disita Sehun.

 

Setelah berhasil memberi kabar, Hyunhee kembali bergerak. Berbekal informasi yang dia dapatkan dari resepsionis, Hyunhee pergi meninggalkan resort tersebut. Tujuan pertamanya adalah mendatangi money changer, dia perlu uang tunai. Beruntung dompetnya tak disita juga oleh pria itu.

 

Selanjutnya dia beralih menuju pusat perbelanjaan, membeli ponsel dan pakaian yang layak untuknya saat ini –guna menutupi bekas tanda di lehernya. Dia lelah berjalan dengan tertunduk sembari memegangi lehernya seperti orang sakit tenggorokan. Setelah keperluannya terpenuhi dan dia telah berganti pakaian, kini Hyunhee terdiam duduk di bangku panjang yang tersedia di lobby pusat perbelanjaan tersebut. Berpikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya, kembali ke resort atau tetap dalam pelariannya saat ini.

 

Tapi apapun yang akan dia lakukan tampaknya sama, beresiko. Kembali ke resort, maka dia akan bertemu Sehun dan jika dia tetap pergi, pria itu akan mencurigai ketidak beradaannya–mencarinya–menemukannya lalu semakin mengekangnya. Tidak! Dia sudah cukup tertekan saat ini, meskipun di tempat seindah Maladewa.

 

Hyunhee beranjak dari duduk, membulatkan tekad untuk kembali dan menghadapi Oh Sehun. Tak masalah dia hanya perlu sehari ini bersama pria itu, sebelum dapat bebas. Rencana pelariannya untuk melepaskan diri dari Oh Sehun harus berhasil.

 

Namun tekadnya tak seteguh yang dia bayangkan, terlebih saat dia melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya –Oh Sehun– menemukannya. Tubuh Hyunhee menegang, jantungnya berpacu dan lidahnya kelu.

 

“Hyunji –ya, sedang apa kau disini?” tanya pria itu dengan raut wajah cemas sembari mendekat padanya.

 

Hyunhee tak menjawab. Demi apapun, dia seperti mati rasa. Keterkejutan yang diliputi rasa sakit dan amarah.

 

“Kita kembali ke resort, ada yang perlu aku bicarakan.”

 

Tangan Sehun bergerak hendak merengkuh tubuh Hyunhee, tapi ‘gadis’ itu segera mendorongnya dan menjauh. Seakan sadar akan kesalah yang telah dia perbuat, Sehun tak memaksa. Akhirnya Hyunhee ikut dengan perasaan kacau.

 

___○– IFA –○___

 

Siapa kau? Sebuah pertanyaan yang terus mengusik benak Sehun, namun urung dia lontarkan lantaran tak sanggup mendengar jawabannya dan terlalu berego untuk membiarkan dirinya kalah dari Jongin.

 

“Maaf, semalam itu karena aku mabuk,” dalih Sehun berdusta, karena sebenarnya dia dalam keadaan sadar sepenuhnya.

 

Hyunhee yang masih memalingkan wajahnya, dia bergeming. Perih, mengetahui bagaimana mahkotanya terenggut tanpa ijinnya dan terlebih lagi pria itu dalam keadaan mabuk –sama sepertinya.

 

Hal apa yang dapat dia perkarakan terhadap orang mabuk? Terlebih pria itu berstatus suaminya. Sungguh dia ingin memaki dan meneriakan bahwa dirinya bukanlah gadis yang pria itu maksud –Hyunji.

 

“Tinggalkan aku sendiri,” ucap Hyunhee hampir tak terdengar.

 

Sirna sudah, semua kata yang ada dalam benaknya tak dapat dia tuangkan, lantaran teringat bagaimana pria itu hendak bunuh diri. Bayangan kematian seakan menghampirinya, Hyunhee tak sanggup menghadapinya.

 

Sehun menuruti permintaan ‘gadis’ itu, namun dia sempat berkata, “Jangan pernah pergi dariku, karena aku akan selalu dapat menemukanmu.” Entah itu sebuah permintaan atau ancaman.

 

Sepeninggalan Sehun, Hyunhee menumpahkan semua air matanya. Meremas kuat dadanya yang terasa sesak, hingga tanpa sadar jemarinya menyentuh sebuah bandul yang menggantung di lehernya. Mata Hyunhee menerjap, dia menunduk untuk melihat benda itu –kalung pemberian Sehun. Seakan menyadari sesuatu, Hyunhee segera melepas kalung itu dan melemparnya ke sudut ruangan –sembarang. Kalung yang terpasang alat pelacak, alasan bagi pria itu selalu menemukannya dan dia tak pernah bisa melepaskan diri.

Nekad! Itulah sebutan dari tindakan Hyunhee saat ini. Di tengah malam dia meninggalkan resort, tujuannya adalah pergi meninggalkan Sehun. Dan saat ini dia sudah ada di dermaga, menunggu kapal yang akan membawanya ke pusat kota lalu menaiki mobil ke Bandara hingga kembali ke Korea untuk menemui kekasihnya –Kim Jongin.

 

Dalam benaknya dia berterima kasih pada Kyungsoo, dia adalah seseorang yang sangat dapat diandalkan. Asisten dari kekasihnya itu telah mengurus semua perjalanan pulangnya, termasuk akomodasi dan seorang yang menemani perjalanannya. Lalu Jongin, pria itu menunggu di Bandara Incheon untuk mempersingkat waktu pertemuan mereka. Karena jika Jongin ikut menyusulnya ke Maladewa, kemungkinan dia harus menunggu kedatangan pria itu dahulu dan itu buang-buang waktu –pikir Hyunhee.

 

It’s okey, Miss. All will be fine,” ucap seorang wanita yang merupakan pendamping perjalanan Hyunhee.

 

Meskipun Hyunhee mengiyakan ucapan wanita itu untuk tenang, tapi rasanya tidak semudah itu. Hatinya terus saja gusar, memikirkan Oh Sehun yang tak menemukan keberadaannya –lalu pria itu bunuh diri. Hyunhee menggelengkan kepalanya, membayangkan Oh Sehun bunuh diri di tempat yang jauh dan seorang diri. Hyunhee mencengkrang kuat roknya.

 

Ingin rasanya dia membuang semua rasa khawatirnya pada Oh Sehun.

 

Bagaimanapun pria itu yang telah membuat keadaaannya menjadi runyam seperti ini.

 

Si Bodoh yang jatuh cinta pada orang yang salah.

 

Tapi jika Hyunhee kembali mengingat kejadian awal yang membuat pria itu jatuh cinta pada dirinya dan mencari keberadaannya, hal tersebut membuatnya tersentuh.

 

Hyunhee mendecih lantaran berpikir dirinya telah tersentuh oleh tindakan Oh Sehun itu, namun dia segera sadar dan menepisnya. Persetan dengan Oh Sehun yang akan mencari-carinya atau bunuh diri, dia sudah terlalu sabar selama ini berada dalam tekanan pria itu. Akhirnya Hyunhee memilih untuk memejamkan matanya.

Beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya dia telah tiba di Bandara Incheon, Korea. Hyunhee mengaktifkan kembali ponsel –barunya– untuk menghubungi kekasihnya.

 

Melalui penggilan yang telah tersambung, Hyunhee mengedarkan pandangannya untuk menemukan Jongin. Hingga semua suara yang dia rindukan terdengar jelas dari balik punggungnya, Hyunhee menoleh ke belakang.

 

Oppa!” seru Hyunhee sembari berlari ke arah sosok pria dan langsung berhambur dalam pelukannya hingga menumpahkan air matanya.

 

Gwaenchana Chagi –ya, sekarang kita sudah bersama kembali dan aku akan selalu di sisimu untuk menjagamu,” balas Jongin dan merengkuh erat gadisnya. Hyunhee mengangguk. “Ayo, kita kembali,” ajak Jongin.

 

Hyunhee mendongak dan memberikan tatapan penuh tanya pada Jongin, kemana dia akan kembali?

 

“Aku tau, kita ke rumahku,” jawab Jongin.

 

 

Jongin benar-benar membawa Hyunhee ke rumahnya, ke kediaman Keluarga Kim. Dan tentu saja hal itu membawa keterkejutan pada anggota keluarga tersebut, mengingat mereka telah mengetahui status Hyunhee yang sudah menikah. Hyunhee sendiri sebenarnya enggan menginjakan kaki di kediaman Keluarga Kim, bukan kerena keluarga Kim tak menyambut baik kedatangannya, tapi dia merasa malu.

 

“Hyunhee –ya, bagaimana kabarmu sayang?” tanya Nyonya Kim begitu lembut.

 

“Baik Eomeoni,” jawab Hyunhee tampak jelas kesungkanannya.

 

Selanjutnya terjadi beberapa perbincangan diantara Hyunhee dan anggota keluarga perempuan di kediaman Kim. Hal yang perlu kalian ketahui, pembicaraan mereka tak sedikitpun menyinggung masalah Hyunhee yang sudah menikah dan Hyunhee nyaman akan hal itu. Dia merasa menjadi bagian keluarga tersebut sama seperti sebelumnya.

 

Namun juga ada kesedihan dalam diri Hyunhee, dia menyayangkan jika Keluarga Kim bukanlah Keluarga keduanya lantaran dia bukan menantu dari keluarga tersebut.

 

“Hyunhee –ya, sudah malam. Sebaiknya sekarang kau istirahat, kau pasti lelah karena perjalanan panjang,” tutur Nyonya Kim. “Maafkan Eomeoni, seharuskan kau bisa istirahat lebih awal. Tapi Eomeoni malah mengajakmu ngobrol,” imbuhnya.

 

Hyunhee tersenyum simpul. Lihat. Bukankah Nyonya Kim itu calon mertua idaman? Beliau begitu perhatian. Seketika pikiran Hyunhee langsung membandingkan Nyonya Kim dengan Nyonya Oh, sangat kontras. “Tak apa Eomeoni, aku juga senang bisa mengobrol lagi dengan Eomeoni.”

 

“Kau bisa tidur di kamar tamu, Hyunhee –ya. Eonnie sudah meminta Ahjumma untuk membersihkannya, tak apa bukan?” ujar Nara eonnie –istri Kim Junmyeon.

 

Mulut Hyunhee sudah terbuka hendak menjawab, iya. Tapi sebuah suara lebih dulu mengintrupsinya.

 

“Kenapa tidak di kamarku saja?” Jongin mempertanyakannya. “Ouhh!” tiba-tiba saja dia mengaduh bersamaan dengan dua orang pria yang muncul di belakangnya –Junmyeon dan Tuan Kim.

 

“Aku ragu jika Hyunhee tidur di kamarmu, dia masih dalam kondisi yang sama keesokan harinyanya,” ucap Junmyeon sarkas.

 

Hyunhee terkekeh mendengar ucapan Junmyeon.

 

“Hyunhee –ya, sebaiknya kau juga kunci pintunya nanti dan jangan biarkan dia masuk. Mengerti?” tekan Junmyeon.

 

Hyunhee mengangguk paham sembari tersenyum.

 

 

Sementara itu, di tempat Sehun berada –kondisinya sangat kacau. Pria itu memancarkan kilatan amarah di matanya sembari mengepal erat tangannya yang menggenggam sebuah kalung. Detik selanjutnya dia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.

 

Hyung. Aku mau kau temukan Hyunji!” titahnya tajam dan penuh penekanan.

 

[TBC]

 

Akankah Sehun berhasil menemukan Hyunhee?

 

 

Okey, pertama-tama aku mau bilang kalo Sehun-Hyunhee itu sama pengecutnya. Kalian setuju? Soalnya mereka tak dapat mengakui kebenaran masing-masing, meskipun memiliki alasan.

Hohoh … kesel atau gregetan kah kalian dengan sikap mereka berdua?

Dan pada paragraf terakhir. Sehun kembali ke titik awal –mencari keberadaan gadis itu.

Hohoohh … drama banget ya FF ini 😀 semoga kalian gak bosen dah, aku bawa muter-muter.

See you next chapter

#XOXO

14 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] MY POSSESSIVE HUSBAND (CHAPTER 25)”

    1. Iya, cuman sayangnya mereka terlalu pengecut untuk ngaku dan nerima konsekuensinya ..
      Soalnya sadar diri punya salah..
      Hyunhee nya selama ini bohong ke Sehun
      Dan Sehun, dia gak pernah ngenalin Hyunhee ..

  1. jangan sampai jongin benar-benar menyesal karna hyun hee udah bener-bener milik sehun seutuh utuhnya 😥
    Hyun ji kamu kemana? cepatlah kembali. Cepat update chap 26 ya kak

    1. Hoh~ kamu pasti kecewa bgt sama Hyunhee.. tapi jangan terlalu menyalahkan Hyunhee ya~ dia dari awal cmn korban yg dipaksa untuk menggantikan kembarannya yg hilang..
      Dan Jongin, I love him so much 😘

  2. Emang sehun udah ter obsesi banget ama hyunji,mau salah orang gak peduli dia,yang penting dia udah dapat orang yang mirip hyunji. Tapi thor,gak lupa hyunji kan? Tar muter2,pusing lupa deh ama hyunji.wkwkw..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s