[EXOFFI FREELANCE] MY POSSESSIVE HUSBAND (CHAPTER 23)

EXO - MPH

MY POSSESSIVE HUSBAND [Chapter 23]

 

Author : IFAngel (Wattpad: ifangel04) || (Instagram: @ifangel_04)

Length : Chapter

Genre : Romance, Family, Drama, Hurt and Marriage Life

Rating : PG – 15

Cast : Oh Sehun, Park Hyunji, Park Hyunhee, Kim Jongin a.k.a Kai.

Additional cast : Park Chanyeol as Hyunhee and Hyunji’s old brother || Kim Minseok a.k.a Xiumin as Sehun’s assistant || Kim Junmyeon a.k.a Suho as Kai’s old brother  || Do Kyungsoo a.k.a Dyo as Kai’s assistant || Han Raerim as Chanyeol’s Wife || Byun Baekhyun || Etc.

Summary: Dengan semua trauma yang dialami olehnya terkait kekasihnya dimasa lalu, membuatnya menjadi pria yang posesif. Namun sekali lagi hal buruk menimpanya dan dia tak dapat menerima hal tersebut. Kira-kira bagaimana dia menjalani hidupnya jika kehilangan kekasihnya lagi?

#1 || #2 || #3 || #4 || #5 || #6 || #7 || #8 || #9 || #10 || #11A || #11B || #12 || #13 || #14A || #14B || #15-Diproteksi || #16 || #17 || #18 || #19 || #20 || #21 || #22

 

Note: FF ini juga aku post di wattpad –ku. Link, klik disini.

||

Oke, disini sedikit mundur alurnya. Mulai dari Jongin baru balik ke Korea. Kita bakal liat dari sudut pandang Jongin.

Disclaimer: FF ini merupakan hasil dari pemikiran aku sendiri. Apabila ada kesamaan dalam alur, tokoh maupun latar itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Maaf, atas adanya kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan.

This story is mine and my work.

Don’t copy without permission! Don’t plagiarize!

Setiap kritik & saran yang membangun sangat aku tunggu, butuhkan dan hargai guna membantu perbaikan aku dalam penulisan. Gomawo~

 

-ooOoo-Happy Reading-ooOoo-

 

Incheon Airport – 04.00 KST

Seorang pria berkulit tan bersama seorang pria bermata bulat baru saja keluar dari gerbang ke datangan luar negeri. Akhirnya mereka dapat menginjakan kaki di tanah kelahirannya.

 

“Senang sekali bisa pulang,” ucap pria berkulit tan sembari meregangkan tangannya dan menghirup dalam oksigen. “Akh … udaranya segar sekali, benarkan Hyung?” tanyanya pada pria bermata bulat yang berdiri di belakangnya –Kyungsoo.

 

Matanya membalas dengan tatapan sinis pada lawan bicaranya. “Ini dingin, bodoh!” umpatnya. Kyungsoo masih kesal pada pria itu –Kim Jongin– lantaran menyeretnya untuk kembali ke Korea setelah dia memberi tahu kabar dari atasannya –Kim Junmyeon– kalau mereka dapat pulang. Tak tanggung-tanggung, Jongin langsung memesan tiket pulang pada hari itu juga, bahkan mereka tak mengemas barang ataupun berganti baju, alhasil hanya baju kantor yang melekat dan oleh-oleh yang mereka beli di Bandara yang terbawa. Keterlaluan!

 

“Ahh … Hyung, kan bisa pakai jasa pengiriman barang,” balas Jongin enteng. “Tenang, aku yang akan tanggung biaya kirimnya.”

 

“Terserah.”

 

Jongin dan Kyungsoo menaiki taksi terpisah untuk sampai ke kediaman mereka masing-masing.

 

 

Jongin berdiri di depan pintu rumahnya, tangan kanannya terangkat untuk memencet bel sementara tangan kirinya memegang beberapa paper bag yang berisi oleh-oleh. Hingga beberapa menit dia menunggu seseorang untuk membukakannya pintu, salahnya yang datang tanpa mengabari karena ingin memberi kejutan dan juga saat orang-orang masih terlelap. Jongin mendongak dan tersenyum saat seorang pria berdiri di hadapannya –Junmyeon.

 

Hyung!” panggilnya dan memeluk kakak laki-lakinya itu.

 

Sementara Junmyeon masih tampak terkejut namun dia selanjutnya tetap membalas pelukan sang Adik. “Kau benar-benar segera kembali?” tanyanya setelah pelukan mereka terlepas.

 

Jongin menunjukan deretan giginya. “Oleh-oleh untukmu dan Noona.” Jongin memberikan sebuah paper bag.

 

Junmyeon melihat ke dalam paper bag, ada sebuah kotak yang berisi Wine dan beberapa kotak Coklat dan Cookies. “Hanya ini? Mana Wine –nya cuman sebotol. Pelit!”

 

“Kalau gak mau, sini balikin,” balas Jongin.

 

Junmyeon menarik paper bag ke belakang tubuhnya. “Makasih.”

 

Jongin mendehem lalu dia naik ke lantai dua untuk menuju kamarnya.

 

“Nanti pas sarapan turun!” teriak Junmyeon.

 

“Iya.”

 

Jongin membanting tubuhnya ke tempat tidur. Rasanya badan remuk semua, perjalanan London-Seoul memakan waktu beberapa jam. Biapun selama perjalanan dia sempat tidur, tapi tak senyaman di kasur. Salahnya sendiri sih yang langsung memutuskan untuk pulang, tapi Jongin tak ingin menunda-nunda lagi lantaran segera ingin bertemu orang terkasihnya. Baiklah, sekarang dia bisa tidur sebentar sampai waktu sarapan.

 

 

Jongin keluar dari kamar setelah dia menuntaskan acara bersih-bersih, dari tangga dia dapat mencium bau sedap –masakan rumah yang dia rindukan. Kakinya melangkah cepat menuruni anak tangga dan menuju dapur.

 

Morning Mom! Morning Sister!” panggilannya pada Sang Ibu dan Kakak iparnya.

 

Dua wanita yang sedang sibuk menyiapkan makanan itu langsung menoleh ke sumber suara dan ikuti eksperesi terkejut dari mereka.

 

“Jongin –ah!” Nyonya Kim menyeru lebih dulu dan menghampiri putra bungsunya.

 

Jongin merentangkan tangan untuk memeluk Ibu tersayangnya. “I miss you so much, Mom.” Jongin belum berhenti merancau dalam bahasa Inggris.

 

“Kapan kau sampai? Kenapa tidak mengabari dulu?”

 

“Kejutan!” Jongin tergelak. “Mungkin dua jam lalu.”

 

“Sudah, kau duduk dulu. Eomma akan siapkan sarapan.”

 

“Apa tak ada yang bisa kubantu?”

 

Nyonya Kim tersenyum dan bersedekap. “Memang kau bisa?” tanyanya meremehkan putranya itu.

 

“Telur goreng?” cicit Jongin.

 

“Kau panggilkan saja Appa dan Hyung –mu,” putus Nyonya Kim akhirnya.

 

“Aku beneran bisa memasak Eomma!”

 

Nyonya Kim tidak menggubris ucapan putra bungsunya, dia mendorong tubuh Jongin untuk menjauh dari dapur.

 

 

Keluarga Kim sedang menyantap sarapan pagi ini. Sedikit perbincangan terjadi diantara anggota pria dari keluarga Kim, yang didominasi oleh sang kepala keluarga pada putra bungsunya yang baru saja kembali dari negara Ratu Elizabeth. Apalagi kalau bukan seputar perkembangan bisnis mereka disana. Namun intrupsi dari sang istri, menghentikan Tuan Kim untuk melanjutkan introgasinya pada Jongin.

 

Yeobo, kita sedang makan. Bisa ditahan dulu tidak pembicaraannya? Lagian Jongin juga baru balik, masa langsung ditodong pembicaraan bisnis. Biarkan dia istirahat dulu,” ucap Nyonya Kim pengertian.

 

“Iya, maaf.” Tuan Kim menurut pada sang Istri.

 

Suasana kembali hening hingga sarapan selesai. Sebelum Jongin beranjak dari meja makan, dia menyampaikan maksudnya untuk mengunjungi kediaman Keluarga Park. Tujuannya tak lain adalah untuk bertemu dengan kekasihnya –Park Hyunhee.

 

Sementara Jongin yang terlihat suka cita, berbeda dengan raut wajah anggota keluarganya, terutama Kim Junmyoen. Sang Hyung tampak cemas, dia mengkhawatirkan Adiknya yang mungkin akan patah hati. Tapi biarpun begitu, Junmyeon tak dapat mengatakan kebenarannya.

 

 

Dengan sebuket bunga, sekotak coklat dan beberapa barang bawaan lainnya yang merupakan oleh-oleh, Jongin datang ke kediaman Keluarga Park. Dirasa sudah rapi, dia menekan bel rumah tersebut. Selang beberapa menit pintu dibuka dan dihadapannya berdiri seorang pria jangkung – Park Chanyeol.

 

“Jongin –ah?” Chanyeol tampak terkejut melihat tamu yang datang.

 

“Selamat pagi Hyung,” sapa Jongin dengan senyum cerahnya. Namun tak ada jawaban dari pria dihadapannya –Chanyeol masih bergeming. “Hyung,” panggil Jongin lagi.

 

“Ya? Eoh … Jongin –ah, kau datang? Masuk.” Barulah Chanyeol merespon,meskipun masih tampak kebingungan di wajahnya.

 

Setelah mendudukan bokongnya di sofa, Jongin menyerahkan beberapa paper bag ke hadapan Chanyeol. “Ini oleh-oleh untuk semua, maaf tak banyak. Aku buru-buru kemarin,” jelas Jongin dengan gelagat kikuknya yang menggaruk tengkuk tak gatal. Namun selanjutnya dia langsung to the point pada maksud kedatangannya. “Hyunhee mana, Hyung? Masih tidur?”

 

Chanyeol diam sejenak, dia terlihat membenarkan posisi duduknya terlebih dahulu agar relaks. “Hyunhee kuliah lagi sekarang, terus katanya mau tinggal terpisah biar mandiri,” jelasnya lambat.

 

Jongin mengernyitkan dahinya, sementara Chanyeol harap-harap cemas menanti reaksi Jongin. “Jadi sekarang Hyunhee kuliah dan tinggal dimana?”

 

Chanyeol menghela nafasnya dalam, berbohong itu melelahkan. Sekali kau berbohong, maka kau akan terus berbohong untuk menutupi kebohonganmu yang lain.

 

Setelah mendengar informasi dari Chanyeol, Jongin kembali ke rumahnya. Biarpun tujuannya memberi kejutan pada kekasihnya tidak terlaksana, tapi bukan berarti dia menyerah. Masih ada hari esok bukan? Jadi Jongin akan menemui Hyunhee besok, entah di apartemen atau di kampusnya.

 

___○– IFA –○___

 

Sesuai dengan niatnya, Jongin kembali lagi hari ini. Pagi-pagi dia mendatangi apartemen yang di tempati Hyunhee. Jongin mematikan mesin mobilnya dan meraih buket bunga dan sekotak coklat yang terletak di jok sebelah sebelum dia turun. Tangannya terulur menyentuh gagang pintu untuk keluar, namun saat itu juga tubuhnya bergeming, matanya menangkap sosok sang kekasih sedang berjalan bersama seorang pria dan mereka berakhir masuk ke dalam mobil.

Tak lama mobil itu meninggalkan kawasan apartemen, Jongin tak tinggal diam, dia kembali melajukan mobilnya dan mengikuti dari belakang.

 

Dalam pengintaiannya, pikirannya berkecambuk mempertanyakan siapa gerangan pria yang bersama dengan sang kekasih. Mata Jongin tak sedikit pun lepas dari mobil yang ada di depannya, hingga dia berakhir memasuki kawasan sebuah Universitas. Tak lama, dia melihat pria tadi turun dari mobil dan diikuti Hyunhee. Selanjutnya Jongin melihat mereka saling berdiri berhadapan dan hal yang mengejutkan terjadi, pria itu mencium kening gadisnya –tangan Jongin mengepal dan rahangnya mengeras hingga terdengar suara giginya bergemeletuk.

 

Apa yang telah disaksikannya ini? Sebuah pengkhiyanatan sang kekasih?

Berbagai spekulasi buruk terus menyerang pikirannya, tapi hatinya berkata sebaliknya. Entah kenapa muncul dalam hatinya jika sang kekasih tidak melakukan seperti apa yang ada di dalam pikirannya. Dia harus mencari tahu!

Pada akhirnya Jongin membututi Hyunhee, meskipun sulit lantaran kekasihnya itu dijaga oleh beberapa orang –sebut saja body guard. Namun hari ini, tak ada satu body guard –gadisnya pulang sendiri berjalan kaki. Dengan mengendarai motor perlahan, Jongin mengikuti Hyunhee di belakangnya. Sesekali dia melihat gadis itu menoleh kebelakang dengan gelisah, mungkin keberadaannya telah di ketahui, haruskah dia menghampirinya?

 

“Nona, mau kemana kau jalan terburu-buru seperti itu?” panggil Jongin. Namun setelah menoleh sebentar, Hyunhee kembali berbalik dan berjalan semakin cepat. “Chagi –ya!” panggilnya lagi. Kali ini dia malah membuat gadisnya semakin berlari menjauh. “Ya! Park Hyunhee, kenapa kau berlari?”

 

Fuh~ akhirnya gadis itu berhenti juga dan Jongin menghampirinya. Setelah dia membuka helmnya, Jongin dapat melihat wajah kekasihnya dengan jelas, termasuk air mata yang membasahi wajahnya.

 

Melihat kondisi kekasihnya yang seperti ini, sulit bagi Jongin untuk marah atau membencinya. Bahkan Hyunhee sendiri terlihat tidak bahagia dan menderita. Terlebih setelah perlakukan gadis itu yang tak sungkan menunjukan cintanya, padahal mereka berada di tempat umum. Tak ayal membuat Jongin semakin berpikir, tak mungkin Hyunhee mengkhianatinya.

 

○○○

 

Ke esokan harinya Jongin datang kembali ke kediaman Keluarga Park, bukan saja harus mengkonfirmasi pada Hyunhee, tapi dia perlu mengetahuinya dari anggota keluarga yang lain. Namun ternyata itu sama sulitnya, seluruh anggota Keluarga Park bungkam bahkan seperti enggan membahas hal yang menjadi pertanyaannya. Sarapannya dengan keluarga Park berakhir begitu saja, tanpa hasil. Hyunhee sendiri, dia terburu-buru untuk menyelesaikan makannya dan pergi.

 

Baiklah, mungkin Jongin hanya dapat menunggu untuk gadis itu mengatakannya sendiri –dan itu entah kapan. Dirinya tak sesabar itu, dia bahkan telah menyuruh orang untuk menyelediki perkara sang kekasih. Dan sesaat setelah dia mengantar Hyunhee kuliah, Jongin mendapatkan apa yang dia ingin ketahui.

 

“Ya~ michigesseo,” umpatnya sembari tertawa hambar setelah dia membaca sebuah pesan lampiran dokumen yang masuk ke ponselnya.

 

Apa-apaan semua ini? Sungguh membuatnya gila!

Pantas saja pria itu terasa familiar baginya, ternyata dia adalah orang yang dikenalnya –Oh Sehun yang tak lain adalah kekasih dari Park Hyunji. Tapi kenapa dia menikahi Hyunhee? Sial! Pria brengsek, kau Oh Sehun!

 

_______________

 

♦––○ IFA ○––♦

_______________

 

Sesuai dengan janji mereka beberapa waktu lalu, hari ini Jongin dan Hyunhee akan pergi ke taman hiburan. Jongin senang melihat Hyunhee dapat menikmati waktu kebersamaan mereka, bahkan gadis itu enggan beranjak ketika dia mengajaknya pulang. Meskipun begitu, sempat tertangkap oleh Jongin, Hyunhee yang sedang melamun. Terutama saat mereka menunggu lampu merah di dekat gedung perpustakaan, Hyunhee yang tiba-tiba meminta maaf tanpa alasan dan berkata dia telah mengkhianatinya –hal tersebut sangat mengusik Jongin.

 

Akhirnya Hyunhee menceritakan segalanya, hal menyakitkan yang tak ingin dia percayai. Sejenak Jongin termenung dalam amarah yang coba dia redam sembari dia mencerna maksud perkataan Hyunhee dan kembali menata hatinya. Terlepas dari semua rasa sakit dan amarah, Jongin menyadari jika cintanya pada gadis itu amat besar dan dia tak ingin kehilangan sosok Hyunhee sebagai kekasihnya.

 

Jongin meraih wajah Hyunhee dan menangkupkan tangannya disana, memandang lekat kearah manik mata gadis itu. Namun gadis itu menundukan kembali kepalanya, Jongin tau apa yang ada dipikiran Hyunhee saat ini. Jelas gadis itu merasa bersalah, tapi dia tak ingin rasa bersalah Hyunhee membuat mereka harus berpisah. Jongin ingin Hyunhee percaya padanya, jika dia tak akan meninggalkannya lantaran masalah ini. Sebuah ciuman Jongin berikan untuk menyalurkan rasa percaya dan cintanya pada Hyunhee, dalam dan penuh ketulusan.

 

Maaf, dia juga harus minta maaf pada gadis itu karena dia pernah berburuk sangka dan meragukan cinta gadis itu, bahkan pernah terbesit di benaknya untuk pergi. Tapi setelah semua penjelasan dan keterbukaan gadis itu, Jongin berterima kasih lantaran dia mengetahui jika Hyunhee masih mencintainya. Dan ini saatnya dia untuk merebut kembali apa yang seharusnya telah menjadi miliknya –Park Hyunhee.

 

“Kita pulang sekarang?” tanya Jongin. Hyunhee mengangguk pelan.

 

 

Hari beranjak malam, mobil silver milik Jongin memasuki kediaman Keluarga Park, setelahnya dia tampak keluar dan membukakan pintu sebelahnya untuk Hyunhee.

 

“Terima kasih, Oppa,” ucap Hyunhee kini dengan senyumnya.

 

“Ya … masuklah, ini sudah malam,” ucap Jongin dan mengusap puncak kepala Hyunhee.

 

Tiba-tiba tubuh Jongin terhuyung hingga menabrak badan mobil, lantaran Hyunhee memeluknya. Jongin membalas pelukan gadisnya. Namun samar-samar Jongin merasakan basah yang menembus kemejanya hingga menyentuh permukaan kulit dadanya, pastilah Hyunhee sedang menangis kali ini. Jongin mendorong tubuh Hyunhee pelan untuk melepaskan pelukan mereka, tapi gadis itu semakin memeluknya erat sembari menggelengkan kepalanya di dada Jongin.

 

Uljima Chagi –ya,” ucap Jongin lirih.

 

Kali ini Jongin merasakan anggukan pelan dan perlahan pelukan mereka melonggar seiring datangnya suara deru mobil juga sorot lampu yang merpa mereka. Baik Jongin maupun Hyunhee, mereka mengangkat tangan hingga sebatas alis untuk menghalangi silau cahaya.

 

Sebuah mobil hitam SUV berhenti di depan mereka dan selanjutnya terdengar suara dentuman pintu menutup yang keras, hingga mereka dapat melihat sosok seorang pria yang berdiri di hadapan mereka dengan tatapan yang memancarkan kemarahan –Oh Sehun.

Kedatangan Sehun layaknya alarm tanda bahaya bagi Jongin, lantas saja dia membawa Hyunhee untuk berdiri di belakang dirinya sembari tak melepaskan genggamannya. Namun hal tersebut semakin menambah murka Sehun, belum lagi saat dia melihat istrinya sama sekali tak beranjak dari sosok pria lain.

 

“Siapa kau berani berbuat macam-macam pada istri –ku?!” sentak Sehun.

 

“Siapa yang kau panggil istri? Dia kekasihku,” balas Jongin tak ketinggalan senyum tipisnya yang terlihat mengejek.

 

“Brengsek kau!!” maki Sehun sembari berjalan menghampiri Jongin. Lalu tangannya meraih lengan Hyunhee. “Kemari Hyunji –ya, kita pulang.”

 

Lagi, Jongin tak henti-hentinya memancing amarah Sehun. Jongin menahan Hyunhee untuk tak beranjak dengan merengkuh pinggang gadis itu.

 

“Tuan … siapa yang kau panggil Hyunji? Lagi-lagi kau salah mengenali orang.” Jongin menghempaskan cengkraman tangan Sehun dari lengan Hyunhee. “Haruskan kukenalkan? Dia kekasihku, Park Hyunhee.”

 

“Berhenti bicara omong kosong, pergilah kau keparat!!” Sehun yang sudah habis kesabaran, dia melayangkan bogem mentah pada Jongin.

 

Jongin yang terkena tinju di wajahnya jatuh tersungkur di tanah, tapi dia segera bangun dan membalas. Dan kini Hyunhee menyaksikan aksi saling serang antara Jongin dan Sehun. Dirinya tak tau harus berbuat apa, melerai kedua pria itu sama saja mencari celaka. Akhirnya Hyunhee berlari masuk ke rumah dengan tujuan memanggil bantuan.

 

Hyunhee bersama Ayah dan Chanyeol menuju halaman, dimana Sehun dan Jongin berkelahi.

 

“Berhenti kalian!” teriak Tuan Park dan di susul semprotan air oleh Chanyeol.

 

“Sudah Oppa,” pinta Hyunhee. Chanyeol mematikan keran airnya.

 

“Pulang! Jangan membuat keributan di rumahku!” sentak Tuan Park lagi pada Jongin dan Sehun.

 

“Maafkan saya, Abeoji,” ucap Sehun lebih dulu. Lalu dia menghampiri Hyunhee yang berdiri di sebelah Chanyeol. “Hyunji –ya, ayo kita pulang.”

 

“Tidak, dia tetap disini,” jawab Chanyeol.

 

“Tapi Hyung __,” sanggah Sehun namun Tuan Park menginstrupsinya untuk tidak membantah.

 

“Kau juga pulang, Jongin –ah,” ucap Tuan Park.

 

“Ya, Abeoji. Dan tolong maafkan sikapku barusan.” Jongin membungkuk.

 

Sepeninggalan Keluarga Park, Jongin berniat untuk kembali. Namun saat hendak meraih gagang pintu mobilnya, tangannya dicekal oleh Sehun. “Urusan kita belum selesai,” ucap Sehun tajam.

 

Jongin menepis tangan Sehun. “Berhentilah keras kepala dan bersikap bodoh dengan berpura-pura tak mengenalinya! Sebenarnya siapa yang hendak kau tipu?” balas Jongin dingin.

 

“Apa maksudmu, siapa menipu siapa?” sungut Sehun.

 

“Kau!” tunjuk Jongin pada Sehun. “Kau yang bahkan tak dapat membedakannya dengan kembarannya, bagaimana bisa mengaku jika dia milikmu?”

 

“Tentu saja dia milikku, aku ini suaminya. Jadi kau yang mengaku pacarnya, pergilah. Kau hanya masa lalunya.”

 

“Kau yang mengaku sebagai suaminya, tau apa tentang dirinya?” sanggah Jongin. “Hyunhee __,” Jongin menjeda. “Dia punya bekas luka di pinggang sebelah kirinya,” sambungnya. “Kalau kau menemukan luka itu, segera lepaskan dia,” tekan Jongin lalu meninggalkan Sehun.

°°°

[TBC]

 

Bekas luka yang di maksud Jongin, masih adakah pada diri Hyunhee? Jika ya, akankah Sehun dengan mudah melepaskannya? Atau sebaliknya, mampukah Jongin merelakan Hyunhee?

Oke guys, jadi Jongin itu sebelumnya sudah menyelediki dan tau tentang hubungan Hyunhee dan Sehun. Syukur aja ya, Bang Kamjong ini sabar dan mau nunggu penjelasan Hyunhee. Fighting dah!!!

#timJongin – #timSehun >> kalian yang mana?

 

°

See you next chapter

#XOXO

25 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] MY POSSESSIVE HUSBAND (CHAPTER 23)”

  1. Suka banget sama sikap Jongin, emang sih dia kecewa, marah. Tapi dia tahan, dia selidiki dan dia tunggu penjelasan Hyunhee. Semoga aja Hyunhee dan Jongin bisa mempertahankan hubungan mereka😊

  2. Hyunji nya lama banget nongolnya kasihan banget si couple abang jongin bareng hyunhee..
    Di muncilin dong hyunjinya thoorr plisss

  3. Ya ampun thor..kondisi genting aja masih ada komedi dikit, chanyeol misahin jongin ama sehun kayak misahin kucing berantem pake air..wkwkw..,selanjutnya bakal seru nih..sehun lebih emosian ketimbang jongin..salut buat jongin..hahaha..semangat thor

    1. Somplak ya Chanyeol itu .. Huh! abis Kai sama Sehun ribut bgt sih, macam kucing garong .. nantikan ganggu tetangga .. 😛
      Sehun jangan emosian, nanti darah tinggi .. *pesan dari reader
      Jongin ter -daberst, jempolan .. mantap ..

  4. Finally ceritanya di update juga, aku sudah menunggu lama, aku harap hyun ji segera kembali pada sehun. Sebenarnya hyun ji ada dmna aku kira sama baek hyun :v
    Ceritanya keren tetap semangat buat lanjutin ceritanya kak

    1. Hohohh … maaf keun daku yang lemot update nya ..T^T semoga penantianmu terbayar ya, dengan kembalinya Jongin saat ini~ 😀
      Hyunji pasti balik kok .. Nah, liat aja nanti, masih adakah cintanya pada Sehun selama mereka berpisah sekian lama .. Heum ~
      Hyunji sama Baekhyun? Ngapain mereka? Hayoo~
      Uhh~ jadi seneng di puji .. kukuk .. Gomawo :*

Tinggalkan Balasan ke Adewidya Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s