[EXOFFI FREELANCE] GAME

PicsArt_11-06-07.45.55

Game

Evina93 ©2018

Oneshoot

Teen, Romance.

Byun Baekhyun & Bae Joohyun

Other cast tebak sendiri.

Bae Joohyun itu semangat juangnya tinggi, keras kepala dan tidak mau kalah.

Dan Baekhyun seseorang yang tidak ingin mengalah. Namun apakah hal ini berlaku pada Joohyun?

—-

Pagi ini suasana di sekolah begitu ramai. Jangan berburuk sangka, mereka bukan sedang tauran. Sekolah mereka sedang mengadakan pekan olahraga.

Beberapa murid sedang bersiap, ada yang sedang melakukan pemanasan juga. Di sudut lapangan Baekhyun sedang melakukan pemanasan, teman satu kelompoknya malah menertawakan tingkah Baekhyun. Pasalnya Baekhyun melakukan pemanasan berbeda dengan yang lain. Jika yang lain melakukan peregangan otot, beda halnya dengan Baekhyun yang melakukan peregangan suara. Ia bilang, teriakan juga bisa membuat bersemangat. Entah teori dari mana yang ia dapat.

“Berhenti berteriak! kau membuat bising” Joohyun tiba-tiba muncul sambil menutup telinga.

seketika mulut Baekhyun terkatup namun tak lama kemudian senyum mengejek terpampang di wajahnya.

“Apa pedulimu, itu hak ku. Jangan katakan jika kau takut kalah olehku di pertandingan nanti?” Senyum ejekan semakin terpampang di wajahnya.

Teman- teman yang lain?

Mereka tidak ada yang berani melerai jika Baekhyun sudah berurusan dengan Joohyun. Akan panjang urusannya. Jadi biarkan saja hingga mereka lelah sendiri.

“Takut? tentu saja tidak. Lihat saja nanti” Joohyun berbalik meninggalkan Baekhyun dan kawanannya.

“Jangan sampai terluka ya Nona Bae!” teriak Baekhyun dengan melambaikan tangannya.

“Baek, kau kekanakan” ujar teman mata bulatnya.

“Mengganggu dia itu menyenangkan Soo” yang diajak bicara hanya menggelangkan kepala.

“Terkadang aku heran padamu. Kau menyukai Joohyun tapi membuatnya membencimu” ujar Jongdae sambil menyeruput minumannya.

“Benci dan cinta itu hanya berbeda tipis Dae-ya” Baekhyun membuat gestur kecil dengan jarinya.

“Terserah katamu lah Baek” Jongdae sudah menyerah dengan anak ini.

“Tapi Baek, jangan terlalu membuatnya membencimu” sambung Kyungsoo.

“Memang kenapa?” Baekhyun mengedipkan kedua matanya bingung.

“Karena suatu saat bisa saja dia benar-benar meninggalkanmu karena muak” jawab Kyungsoo.

“Akan ku pastikan itu tak akan terjadi!” tegas Baekhyun.

“Percuma saja kau menasehatinya Soo, otak anak ini sudah bebal” Chanyeol yang entah datang darimana dengan penuh keringat menoyor kepala Baekhyun. Kemudian merebut minuman Jongdae dan meneguknya hingga habis.

“Yak!” teriakkan melengking keluar dari kedua manusia itu.

***

“Joohyun kau sudah siap?” tanya teman perempuannya.

“Kapanpun. Kita tidak boleh kalah oleh kelompok mereka” ujar Joohyun dengan membara.

“Ey, santai saja ini hanya pertandingan biasa” ujar temannya.

“Ini tidak akan menjadi biasa jika berhubungan dengannya” ujar Joohyun.

Temannya hanya menghela nafas. Mereka sudah hafal dengan sifat Joohyun jika sudah menyangkut Baekhyun. Padahal ini hanya lomba lari estafet antar kelas.

***

“Wah, kau pelari terakhirnya?” tanya Baekhyun. Mereka sudah berada di posisi masing-masing.

“Jangan meremehkan kemampuanku karena aku wanita!” hardik Joohyun.

“Memangnya kau wanita?” ejek Baekhyun.

“Yak!”

“Haha”

“Jieun ayo cepat!” Joohyun berteriak pada pelari estafet ke 3.

“Kyung, kau ini siput atau apa!” ejek Baekhyun.

“Berhenti berteriak BYUN!” suara Kyungsoo menggelegar walau terpotong potong karena lelah.

“Ish” Baekhyun kembali beralih pada Joohyun.

“Ya” panggil Baekhyun.

“Apa?” Joohyun hanya mengerlungkan matanya sekilas.

“Ini terlalu biasa. Bagaimana jika kita membuatnya menjadi menarik” tawar Baekhyun.

“Maksudmu?” Joohyun mengerenyigkan dahinya.

“Taruhan” Jawab Baekhyun. “Jika kau kalah, kau harus menjadi budakku selama seminggu. Begitu pula sebaliknya” tawar Baekhyun.

Joohyun berpikir sesaat. Ia menyunggingkan senyum iblisnya. “Baiklah. deal” mereka bersalaman.

‘asa!’ teriak Baekhyun dalam hati. Bae Joohyun kau lupa dengan siapa kau berurusan.

***

Pelari ke empat hamir tiba, Baekhyun dan Joohyun mulai bersiap. Setelah menerima tongkat merka berlari sekuat yang mereka bisa. Sorakan teman sekelas mereka bagaikan penyemangat.

Jarak Joohyun dan Baekhyun hanya berbeda tipis.

“Aish” Joohyun berusaha menambah kecepatannya. Ia mengerahkan seluruh kemampuannya. Tinggal 150 meter lagi. Joohyun meyakinkan dirinya.

“Ah” Joohyun terjatuh.

Baekhyun yang sudah berada di depan melihat kembali ke belakang. Ia bimbang. Ia menurunkan sedikit kecepatannya. “Bangkitlah, ayo ku mohon” gumam Baekhyun.

Joohyun yang semangat juang tinggi dan tak ingin menyerah kembali bangkit. Namun ia merasakan sesuatu yang berbeda di pergelangan kakinya. Ia sedikit meringis namun berusaha menahannya.

“Ayo Joohyun kau pasti bisa”.

“Berhentilah jika kau tak mampu!”

“Jangan memaksakan diri Joohyun”.

Begitulah teriakan teman-temannya. Seakan tuli Joohyun kembali berlari. Ia melihat Baekhyun sudah jauh. Entah Baekhyun yang melambat atau ia yang berusaha sangat keras. Jaraknya sekrang dengan Baekhyun hanya kurang dari 1/2 meter.

“Ya Byun, apa yang kau lakukan! Kau hanya membuang waktu!”.

“Apa yang kau lakukan cepatlah!”

Tak peduli dengan tanggapan teman sekelasnya. Baekhyun sekarang malah berlari di tempat.

setelah Joohyun berada pada posisi yang sama dengannya kembali ia berlari namun tidak secepat sebelumnya. Malah terkesan ia melakukan jalan cepat.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Joohyun setelah berhasi menyamai posisinya dengan Baekhyun.

“Tidak akan menarik jika aku pergi lebih dulu dengan kondisimu saat ini. Nah mari kita mulai lagi”.

Joohyun mendengus. Kakinya semakin terasa sakit. Baekhyun yang menyadari itu berusaha memikirkan sesuatu.

Tinggal 1 meter lagi maka ia berhasil menggapai garis akhir hanya saja . .

“Astaga, tali sepatuku” ujarnya kemudian berjongkok membenarkan tali sepatu.

“Byun Baekhyun apa yang kau lakukan!”.

“Akan ku hajar kau Baek!”

Begitulah teriakan teman-temannya.

Joohyun sudah melewati Baekhyun. Seakan tak melihat Joohyun. Ia masih dengan santai menalikan sepatunya.

“Finish!!!” Teriak Joohyun.

“Oh astaga!” Baekhyun terlihat kaget.

Joohyun langsung dihampiri teman-temannya. Ia disambut dengan meriah.

Baekhyun juga dihampiri teman-temannya namun dengan aura berbeda. “Haha tenang teman-teman, aku bisa jelaskan” Baekhyun menggaruk belakang kepalanya dan mundur selangkah.

“Byun Baekhyun!!!” teman-teman Baekhyun mengejarnya karena ia sudah berlari untuk kabur.

“Maafkan aku!!!” teriak Baekhyun sambil berlari.

***

“Dia selalu membuat kehebohan” ujar salah satu teman Joohyun.

“Aku tak peduli, ah” Joohyun sedikit oleng.

“Kau baik-baik saja?” tanya temannya.

“Hanya sedikit nyeri” Joohyun meringis.

“Ya” kedua orang tersebut menoleh pada asal suara.

“Kau kalah Baek, jadi untuk satu minggu kau harus menjadi budakku” Smirk Joohyun setelah mengetahui siapa pemilik suara tadi.

“Baiklah, apa boleh buat” Baekhyun mengedikan kedua bahunya. Ia berjalan menghampiri Joohyun. Kemudia menggendong Joohyun di pundaknya seperti karung beras.

“Ya ya apa yang kau lakukan turunkan aku!” titah Joohyun.

“Sebagai budak yang baik bukankah aku harus merawat majikanku yang sedang sakit. Jadi diamlah Nona, akan ku rawat dirimu” Baekhyun berujar santai dengan tersenyum menuju ruang UKS.

Teman Joohyun tadi hanya bengong di tempatnya.

“BYUN BAEKHYUN TURUNKAN AKU!!!”.

END

Tunggu tunggu . .

Epilog

Kyungsoo, Jongdae dan Chanyeol berdiri tak jauh dari Baekhyun dan Joohyun.

“Kau lihat itu kan Soo?, anak itu memiliki seribu satu cara jika berhubungan dengan Joohyun” Ujar Chanyeol.

“Terkadang aku bingung dengan jalan pikiran Baekhyun” Kyungsoo menggelengkan kepalanya.

“Kau tak perlu bingung Soo, isi otak Baekhyun itu hanya Joohyun tak ada lagi” Balas Jongdae.

“Kau benar” ujar mereka kemudian tertawa bersama.

True End

Hai semua, aku bawa cerita lain dari dua anak adam ini.

Semoga kalian suka.

“Kalau suka jangan lupa Like!, comment juga boleh!” – Baekhyun pake toa.

“Berisk lu Baek”- Author jejelin mulut Baekhyun pake kaos kaki Chen.

Terima kasih Semua.

Xoxo

Author.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s