[EXOFFI FREELANCE] TUGAS

PicsArt_10-20-05.29.42

Tugas

Evina93 @2018

Oneshoot / PG 15

Schoollife, Au.

Byun Baekhyun dan Bae Joohyun.

Jika saja Joohyun bisa memilih ia tidak ingin satu kelompok dengan makhluk itu. Sayangnya kehendak sang kuasa yang melibatkan sosok gurunya membuat ia tidak bisa mengelak.

Jika itu Jongdae, Chanyeol bahkan Kyungsoo yang berwajah datar sekalipun ia tidak akan menolak. Namun sayang seribu sayang gurunya lebih memilih seorang Byun Baekhyun.

Kenapa Joohyun tidak ingin satu kelompok dengan Baekhyun?

Maka Joohyun akan menjawab Byun Baekhyun itu menyenangkan tapi tidak bagi dirinya. Baekhyun itu pria yang sopan tapi tidak padanya. Baekhyun itu bisa mencairkan suasana, namun bagi Joohyun Baekhyun itu perusak suasana hatinya.

Mungkin Jika Joohyun membuat daftar apa saja yang di bencinya maka Byun Baekhyun menduduki peringkat teraras. Pernah ia berpikir akan membeli buku ‘Death note’ dan mencatat nama Baekhyun di buku itu. Hanya saja itu sebuah angan, karena itu hanya bisa terjadi pada serial anime yang ditontonnya.

“Hh . .” Joohyun mengeluarkan nafas beratnya.

“Kenapa kau menghela nafas?, seperti banyak pikiran saja” Ujar seseorang yang sudah berada di samping mejanya dengan sebelah tangan yang memegang tali tasnya.

Joohyun mendongak dan ia kembali menghela nafas.

‘Itu juga karenamu bodoh’

“Kenapa kau menatapku seperti itu? jangan katakan jika kau terpesona olehku” ujarnya dengan menaikkan sebelah alisnya.

“Hanya dalam mimpimu tuan Byun!” ujar Joohyun setelah berdiri sempura dan mengambil tasnya.

“Ya ya kau mau pergi kemana huh?” Baekhyun menunjuk-nunjuk Joohyun yang sedang berjalan menuju pintu kelas.

“Pulang” ujar Joohyun.

Baekhyun melebarkan kedua matanya dengan cepat ia menuju ke arah Joohyun dan memegang tangannya.

“Yak!” teriak Joohyun setelah Baekhyun berhasil menahannya.

“Berhentilah berteriak. Kau tidak boleh pulang. Kita harus mengerjakan tugas itu” Baekhyun membawa Joohyun keluar kelas tanpa melepaskan tangannya.

“Aku tidak mau! besok saja kita kerjakan, aku lelah” Joohyun masih berusaha melepaskan tangannya dari Baekhyun.

“Tidak, tidak, tidak. Jika aku membiarkanmu sekarang maka besok pun kau akan menghindar dariku” Baekhyun tidak memperdulikan Joohyun yang merengek di belakangnya. Pegangan tangnya pada tangan Joohyun malah semakin erat.

“Yak! Byun Baek menyebalkan!!” Teriak Joohyun. Ia tak peduli jika suaranya bergema sepanjang koridor atau orang lain menganggapnya aneh. ia hanya ingin lepas dari makhluk bernama Byun Baekhyun.

Joohyun mentap Baekhyun dengan penuh benci. “Berhenti menatapku seperti itu. Duduk dan ambil beberpa buku untuk referensi kita”.

Tanpa banyak bicara Joohyun meletakan tasnya dan menuju salah satu rak di perpustakaan.

Baekhyun menyunggingkan sebuah senyum tanpa Joohyun menyadarinya.

“Baekhyun keparat, aku membencinya” Joohyun terus saja menggerutu sepanjang ia mencari buku. Beberpa buku sudah berada di tangannya.

“Aku mendengarmu nona Bae” Bisik Baekhyun di telinganya.

“Astaga! menjauhlah dariku!” Joohyun mendorong tubuh Baekhyun. Membuat sang pria sedikit mundur dari tempatnya dengan terkehkeh.

“Sst, jangan berisik” Bisik pengunjung lain. Joohyun meringis. Ia menundukan tubuhnya dan memohon maaf. Ia menatap Baekhyun sebal dan meninggalkannya.

Joohyun duduk di samping tasnya beberpa buku yang tadi ia ambil sudah diletkan di atas meja. salah satu ia ambil dan mulai membukanya.

Tak lama Baekhyun juga duduk di hadapannya. Ia mengelurkan buku catatan miliknya.

“Apa tema yang akan kita usung?” tanya Joohyun tanpa mengalihkan tatapannya dari buku.

“Terserah” balas sang pria yang kini sedang memandangnya.

“Aku benci kata terserah Byun. Jadi berikan pendapatmu” ujar Joohyun pelan namun matanya sudah menatap pria dihadapannya dengan tajam seolah burung elang yang siap menerkam targetnya.

Sayangnya hal tersebut tak berpengaruh bagi seorang Byun Baekhyun. “Ck, merepotkan. Kita angkat tema Pengaruh Home Industi bagi ekonomi masyarakat”.

Joohyun mengangguk setuju, ide pria itu cemerlang juga.

“Kau yang mencatat rangkumannya” titah Baekhyun.

“Apa? kenapa seperti itu?” Baekhyun memang selalu seenaknya.

“Turuti dan kerjakan saja” bukan permintaan melainkan perintah yang keluar dari mulut pria itu.

Joohyun menggurutu tapi menuruti. Ia mengeluarkan buku catatan dan penanya.

“Menurutku ini layak untuk kita muat” argumen Joohyun.

“Itu sudah biasa” balas Baekhyun.

“Bagaimana dengan ini?” Joohyun menunjuk salah satu paragraf dalam buku.

“Terlalu sederhana” kembali Baekhyun berkomentar.

“Hh . . sedari tadi kau hanya berucap seperti itu. Kau tidak pernah menerima pendapatku dan selalu berakhir dengan pendapatmu. Jika begini kau kerjakan sendiri saja” Joohyun meletakan penanya dan menggeser catatannya pada Baekhyun. Kemdian ia mengemasi barang-barangnya kedalam tas.

“Kau mau kemana?” tanya Baekhyun.

“Pulang, aku sudah jengah” Joohyun menyelempangkan tali tas pada pundaknya.

“Baiklah, baiklah. Maafkan aku. Kita ambil pendapatmu juga. Aku hanya ingin nilai sempurna”. ujar Baekhyun.

“Jadi maksudmu opiniku selama ini tidak akan menghasilkan nilai yang sempurna?!” Joohyun sudah mengepalkan telapak tangannya.

“Bukan begitu!” teriak Baekhyun.

“Kalian yang berada disana! harap tenang, jika tidak keluar saja!” ancam salah satu penjaga.

“Maafkan saya” Baekhyun membungkuk meminta maaf.ย  Ia menghampiri Joohyun. Menariknya untuk duduk kembali dan ia duduk disampingnya. Menghlau Joohyun untuk pergi. Karena saat ini posisi Joohyun terhimpit oleh dinding dan Baekhyun.

“Duduk dengan tenang dan kita kerjakan bersama. Aku minta maaf”. Baekhyun menatap Joohyun tepat pada matanya.

“Cih” Joohyun kembali menyimpan tasnya. “Kau menyebalkan”.

“Ya ya aku menyebalkan” gumam Baekhyun tanpa melihat Joohyun, ia mengambil buku catatan dan pena Joohyun yang berada di sebrang tempatnya berada saat ini. Dan menyerahkannya kembali pada Joohyun.

“Kau keras kepala” kembali Joohyun berkomentar.

“Tapi aku tampan” ujar Baekhyun dengan percaya dirinya.

Joohyun meringis, pria disampingnya terlalu percaya diri. Tapi sisi terkecil diri Joohyun sedikit megakuinya. Hanya sedikit, catat itu.

“Mari kita lihat” Baekhyun mengambil salah satu buku. “Bagaiman dengan ini?” tanya Baekhyun.

“Eum, aku setuju” Joohyun kembali mencatat.

“Tulisanmu jelek sekali” Oh Baek, kau menumpahkan minyak pada apinyang akan redup.

“Jika begitu, tulis saja sendiri” Joohyun menggeser buku catatannya pada Baekhyun.

“Sayangnya tanganku sedang sakit” Baekhyun mengelus tangan kanannya.

“Kau hanya mencari alasan”.

“Tidak”.

“Cih, jangan menghina tulisanku atau kau rangkum saja sendiri!” gertak Joohyun.

“Astaga, galak sekali. Baiklah aku akan diam” Baekhyun membuat gestur mensleting bibirnya dan menutupnya dengn rapat.

Joohyun hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Baekhyun. Ia kembali menulis.

Memang sifat Baekhyun yang tidak bisa diam, tangannya selalu saja berbuat usil. Dan berkahir dengan tanganya yang menyenggol susu kotak yang sudah terminum setengah di sampingnya.

“Astaga” Joohyun berdiri dari tempatnya.

“Oops”

Joohyun memandang buku catatannya tak percaya, pekerjaan yang selama ini ditulisnya hancur sudah terkena isi dari kotak minuman itu.

Ini sudah lebih dari batas kesabaran Joohyun jika disamping Baekhyun. Ia menatap Baekhyun dengan tajam. Kemudian mengambil tasnya, mendorong tubuh Baekhyun hingga pria itu jatuh dari kursinya.

“Kerjakan semua sebdiri! aku sudah tak perduli lagi dengan nilai” dan setelahnya Joohyun benar-benar pergi dengan membawa amarnya pada Baekhyun.

Dilain sisi sang pria malah menunjukan senyum bahagianya. “Kenapa dia masih saja terlihat manis jika sedang marah” ujarnya pada diri sendiri.

“KAU YANG BERADA DI MEJA TIGA, KELUAR DARI PERPUSTAKAAN SEKARANG JUGA!”

END

Holla, maaf jika masih ada kekurangan di cerita ini. Saya suka ngeliat interaksi keduanya walau jarang haha . .

Tunggu cerita mereka lainnya ya. .

JANGAN LUPA BERI KOMENTAR DAN LIKE JIKA KALIAN SUKA, INGAT ITU – Baekhyun.

Berisik Lo Baek – Author geret Baekhyun.

Maaf dan terima kasih.

Annyeong๐Ÿ–๏ธ

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] TUGAS”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s