[EXOFFI FREELANCE] Nervous

cute-girls-face-hiddenimages

Nervous

aliensss

Genre : au, drama, romance, fluff

Length : Ficlet

Rate : T

Summary

Tanganku dingin ‘kan?

Disclaimer : alur dan ide cerita asli milik aliensss. Semua cast milik mereka yang berhak. Cerita ini dibuat hanya untuk hiburan semata. Mohon maaf untuk semua kesalahan yang terdapat dalam tulisan ini, karena yang ngebuat belum berpengalaman. Jika terdapat kesamaan cerita ini dengan cerita lain maka itu tidaklah disengaja.

Happy reading !!

Note: di ff ini, Sehunnya lebih tua dari Chanyeol ya. ^^

♣ ♣

Katanya menyukai seseorang itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan paling membahagiakan didunia. Bagi Sae Jin, itu bohong. Pasalnya, saat ini ia tak merasa senang dan tak merasa bahagia. Ya, tidak sepenuhnya juga demikian, tapi ya begitulah. Yang paling mendominasi adalah perasaan gugup.

Sae Jin keluar dari kelasnya saat bel istirahat baru saja terdengar. Dengan cepat gadis itu menuju lapangan basket, targetnya ada disana. Sampai ditujuan, Sae Jin tak segera bergabung dengan kerumunan gadis-gadis ataupun beberapa pemuda. Ia memilih melihat dari jauh, karena targetnya bukan pemuda-pemuda yang sedang memantul-mantukan bola itu. Targetnya adalah pemuda yang berdiri diluar lapangan basket itu. Dia yang berdiri di bawah sebuah pohon sembari menikmati pertandingan. Hanya berdiri saja ia sudah sangat tampan.

Sorakan dari gadis-gadis yang mengelilingi lapangan membuat Sae Jin mendengus. Sedikit banyak acara pengamatannya terganggu karena sorakan  tak penting itu.

“apa mereka butuh sorakan kalian?” kesalnya

Kemudian Sae Jin menoleh lagi pada objeknya. Gadis itu tersenyum. Oh, Sae Jin rasa Tuhan itu memanglah seseorang yang baik. Bagaimana bisa Ia menciptakan seseorang yang seratus persen sesuai dengan selera Sae Jin? Matanya. Saat mata itu menatap Sae Jin, gadis itu merasa seolah seluruh dunia sedang menjadikannya poros. Tajam tapi membuat pusing. Lalu saat tersenyum, mata itu akan sedikit mengecil, tapi mampu membuat Sae Jin merasa ingin pingsan. Kemudian senyumnya, oh, apa benar pemuda itu lebih tua satu tahun darinya? Senyumnya persis anak kecil, sangat lugu. Ah, Sae Jin bisa gila jika disuruh mengabsen semua kesempurnaan yang kakak kelasnya itu miliki

“mengintip pacar orang lagi, Sae Jin?”

Sebuah suara dan tepukan di bahunya membuat Sae Jin berhenti tersenyum. “jangan menggangguku, Jin Ra. Waktuku hanya sebentar lagi”

Baru saja Sae Jin berkata demikian, orang yang merusak momen manisnya sudah datang. Dia seorang gadis, namanya Yeon Chae, teman sekelas Sae Jin dan merupakan kekasih dari pemuda yang Sae Jin sukai itu.

Yeon Chae berdiri disebelah kekasihnya dan tersenyum senang. “Sehun oppa, aku mencarimu sejak tadi” katanya sembari mengamit lengan si pemuda

Sae Jin mengepalkan kedua tangan saat dilihatnya Sehun tersenyum pada Yeon Chae. Tapi kemudian, gadis itu pun menunduk sedih. Ia sadar bahwa dirinya tak berhak marah apalagi sampai membenci Yeon Chae. Terserah Sehun mau pacaran dengan siapa

“kau masih mau terus disini, Sae Jin?” Jin Ra bertanya dengan wajah simpati. Ia tahu Sae Jin sudah menyukai Sehun sejak mereka kelas 1. Itu artinya setahun lalu.

“aku masih mau melihatnya, Jin Ra” kata Sae Jin sembari menatap temannya itu sedih

“dia pacar orang, mau kuingatkan  berapa kali? Lagipula itu salahmu” Jin Ra mengingatkan Sae Jin soal sikapnya dulu yang selalu menghindari Sehun, saat kakak kelasnya itu mencoba mendekati Sae Jin

“jangan terus membuatku menyesal. Lagipula dulu aku bersikap begitu bukan tanpa alasan. Aku gugup saat berada didepannya. Tanganku akan jadi dingin, aku akan bicara dengan terbata-bata dan wajahku pasti terlihat seperti orang bodoh. Dia akan menganggapku aneh kalau dia melihatku seperti itu” Sae Jin memegangi tangannya yang dingin

“tapi kau yang menghindar membuatnya berpikir kau tidak suka padanya. Bukan salahnya jika banting kemudi pada Yeon Chae. Dia juga cantik” ya, Jin Ra bukannya tak tahu kenapa Sehun memlih Yeon Chae, gadis itu sekelas dengan Sae Jin.

“baiklah. Bisakah kau berhenti mengungkit hal ini. Kau membuatku semakin patah hati saja” Sae Jin menghentakkan kakinya kesal. Ucapan Jin Ra ibarat membuka luka lama lalu menyiramkan cuka kesana. Pedih.

“berhentilah merasa gugup berlebihan saat orang yang kau sukai ada didepanmu. Jika terus begini, kau tak akan pernah dapat pacar”

Terlalu serius mengobrol, Sae Jin dan Jin Ra lupa pada sekitar. Mereka tak melihat jika saat ini bola basket yang harusnya ada dilapangan sedang mengincar kepala Sae Jin. Bola itu hampir saja mengenai kepala Sae Jin jika seseorang tak menangkap bola itu.

“siapa yang melempar bola ini?” Sehun bertanya sembari menoleh pada lapangan

Seorang pemuda bernama Chanyeol maju dan menghampiri Sehun yang berdiri didepan Sae Jin. Chanyeol juga salah satu teman sekelas Sae Jin. Karena ini pertandingan antar kelas, Chanyeol jadi bisa membolos dari pelajaran.

“maafkan aku, bolanya tidak mengenai kepalamu ‘kan?” tanya Chanyeol sembari tersenyum. Jika Chanyeol tahu bola itu akan mengenai kepala Sehun, maka harusnya ia melempar lebih kencang tadi.

“kalau bola ini mengenai kepalanya, kupastikan gigimu tak lagi terlihat saat kau tersenyum seperti sekarang” Sehun melempar bola tadi pada Chanyeol dengan kasar

Kalimat itu masuk kategori kalimat manis ‘kan? setidaknya Sae Jin merasa itu sangat manis, hingga kedua pipi gadis itu bersemu. Sehun seakan sedang membelanya dan mengkhawatirkannya. Oh, jika saja dia bukan pacar orang.

“Sae Jin?” tanya Chanyeol setelah mencermati kalimat Sehun

“bolamu hampir mengenai kepala Sae Jin” kata Jin Ra menjelaskan

Chanyeol terkejut. Sangking terkejutnya, jantungnya sampai harus berdetak tak karuan. Ia menatap Sae Jin dengan gugup. “ma_ma_maafkan aku Sae Jin. A_aku benar-benar tak sengaja”

Sehun tertawa sinis saat dilihatnya wajah  sombong Chanyeol tadi berubah jadi wajah bodoh yang aneh.

“tidak apa-apa. Lagipula tidak kena. Tapi jika tadi bolamu mengenai kepalaku dan aku mati karenanya, aku bersumpah aku akan menghantuimu” kata Sae Jin sambil tertawa

Chanyeol mematung ditempat, ia memegang bolanya erat-erat dan berharap semoga jantungnya tak benar-benar melompat keluar. Tawa itu membuat Sae Jin benar-benar terlihat seperti anak perempuan kecil yang manis dan polos.

“jangan tertawa sembarangan” kata Sehun tiba-tiba

Sontak saja Sae Jin berhenti tertawa. Sebentar tadi ia lupa bahwa ada Sehun disini. Gadis itu kemudian menunduk sembari pamit darisana, “terima kasih sudah menangkap bolanya. Kami duluan” ia pun pergi bersama Jin Ra dengan belari

Setelah Sae Jin pergi, Sehun dan Chanyeol masih di posisi semula. Mereka terus menatap punggung Sae Jin darisana.

“bukan menangkap bola, tapi menolongmu” monolog Sehun pelan. Ia kemudian menatap Chanyeol bingung karena pemuda itu menjatuhkan bolanya dan masih mempertahankan wajah bingungnya. Sehun memungut bola tadi dan memberikannya pada Chanyeol lagi. Hal itu membuatnya menyentuh tangan Chanyeol dengan tidak sengaja

Chanyeol menatap Sehun agak lama sebelum ia bertanya, “tanganku dingin ‘kan?”

Fin

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Nervous”

  1. Kkkk…kehidupan sekolah yang manis! Sayangnya tidak dengan sekolahku 😂
    Hahaha..sebenernya bingung mau komen gimana sih thor, berhubung aku sudah membaca dan mau menghargai.. jadi yah..jadi komenan gak jelas semacam ini wkkwkwk.. i’m sorry~✌
    Tapi oneshoot ini lucu sih, singkat tapi ngena *eak :v
    Ok keep writing~✊

    1. hai, hai..
      terima kasih sudah mau baca dan sudih berkomentar
      nanti kita buat sekolah yang ada manis-manisnya ya…^^
      terima kasih…

  2. Sehun masih ada rasa nih sama sae jin…,mungkin pacaran dengan yeon chae biar sae jin cemburu kali..wkwk.., duh chanyeol..kalo suka langsung dong to point..

    1. hai..terima kasih udah baca dan ninggalin komen…^^
      iya nih, Sehun sengaja nih…hehe
      Chanyeolnya sama kayak Sae Jin, nggak bernyali…
      terima kasih…^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s