[EXOFFI FREELANCE] Shocking, Huh?

791f76e4c82c6373afb6e6cd58d6cace

SHOCKING, HUH?

Tittle: Shocking, Huh?

Author: Berry Cupcakes

Length: Oneshot

Genre: Romance, Teen, Psycho, Thriller

Rating: PG-15

Main Cast:

-Sehun (EXO) as Oh Sehun

-Song Raena (OC) as Song Raena

Summary:     “Kau terkejut, Sayang?”

Disclaimer : Pernah di post di wattpad dengan akun @LemonadeMints

.

.

.

Gadis tersebut masih membeku di tempat nya berdiri sesaat lalu. Matanya menatap lurus pada pria yang sedang mengulas senyum tipis padanya. Tuhan…… Rasanya ia akan mati detik ini juga. Tapi ia tidak ingin mati saat ini. Karena kalau ia mati, kebahagiaan nya ini tak akan bisa terus berlanjut.

“Lama menunggu, Rae?” tanya Sehun saat ia menghampiri gadis nya.

Raena berusaha menarik senyum nya. Walau terasa kaku karena ia rasanya hampir selalu salah tingkah tiap kali melihat kekasih nya ini.

“Tidak apa-apa” balas Raena.

Sepasang insan tersebut terus berjalan ke arah gerbang sekolah. Banyak pasang mata yang mengamati kedua nya. Mengagumi keindahan fisik yang bisa dilihat secara kasat mata tersebut.

Oh Sehun & Song Raena. Masing-masing nya adalah anak populer dan paling diincar untuk dijadikan kekasih di sekolah mereka. Hanya saja banyak pihak yang memilih mundur ketika keduanya kini telah menjadi sepasang kekasih. Mungkin bukan hukum mutlak, tapi tentu nya banyak orang yang merasa pria tampan itu memang sepantas nya dengan wanita cantik. Dan kini keduanya adalah pasangan ter-favorite di sekolah.

“Rae!”

Raena langsung menoleh saat mendengar namanya disebut. Dan ia lihat seorang teman nya berlari ke arah nya.

“Rae! Aku lolos tahap penyisihan!” ujarnya dan langsung saja memeluk Raena.

Raena membulatkan matanya kaget. “Jinja?!” tanya nya tak percaya.

Kai mengangguk pasti. “Ne. Semifinal nya bulan depan” jelasnya langsung.

“Chukkae!” ujar Raena dan ikut melompat-lompat kegirangan bersama teman nya tersebut.

Mungkin bagi orang ini bukanlah hal yang sebegitu luar biasanya nya. Tapi Kai baru saja masuk ke salah satu perguruan martial art bulan lalu. Dan ia salah satu yang ditunjuk untuk mewakilkan perguruan nya. Ia tentu bahagia. Apalagi hanya dengan latihan 1 bulan ia telah lolos ke tahap semifinal. Raena pun bangga padanya.

“Rae, ini….” Mata Kai akhirnya menyadari keberadaan pria lain setelah sebelum nya ia hanya asik dengan Raena.

“Ah, ini Oh Sehun. Hun, ini Kai, teman ku” ujar Raena langsung memperkenalkan kedua nya.

“Oh Sehun?” tanya nya sedikit kaget.

Kai sudah dengar dari Raena bahwa gadis itu beberapa hari lalu akhirnya berpacaran dengan Oh Sehun. Walau ia tak tahu yang mana sebenarnya Oh Sehun itu. Yeah…..sekalipun Kai juga termasuk jejeran anak populer, dia tak banyak bergaul seperti anak populer lain nya. Ia lebih sering asik dengan dunia nya sendiri. Jadi wajar ia tak kenal Sehun sekalipun rasanya satu sekolah mereka telah mengenal pria itu.

“Not bad” ujar Kai memberi penilaian asal.

Raena memutar bola matanya bosan melihat tingkah teman masa kecil nya ini. Walau seiring beranjak dewasa mereka tak menghabiskan waktu bersama se-sering dahulu.

“Teman Raena?” Sehun yang sedari tadi hanya mengamati interaksi kedua nya akhirnya buka suara.

Raena mengangguk pasti. Ia tahu Sehun tak kenal semua teman nya. Terlebih Kai. Mereka jarang berbicara satu sama lain saat di sekolah. Tapi sebenarnya walau sekilas terlihat begitu, masing-masing mereka pasti akan menjadi orang yang pertama tahu kalau terjadi sesuatu. Seperti Raena yang langsung menghubungi Kai saat ia akhirnya berpacaran dengan Sehun. Ataupun Kai yang saat ini memberitahu hasil pertandingan nya.

“Aku pulang dulu. Bye, Raena!” pamit Kai dan langsung saja pulang untuk memulai kembali latihan nya.

Raena pun hanya balas melambai padanya.

“Dia benar-benar teman mu?”

Raena menoleh pada pria di samping nya saat pertanyaan yang sama dilontarkan. Raena mengernyit. Tapi ia tentu saja tetap mengangguk. “Memang nya kenapa?” tanya nya.

“Bukan masalah besar. Hanya saja teman ku bilang pria dan wanita itu tidak bisa hanya menjadi teman. Kalau bukan salah satu nya, kedua nya akan memiliki rasa yang lebih dari sekedar teman”

Raena langsung tertawa terpingkal-pingkal mendengar pernyataan itu. “Itu pemikiran yang sangat kuno. Pria dan wanita itu bisa saja berteman kalau mereka memang sejak awal tak memiliki ketertarikan satu sama lain. Harry Potter dan Hermione Granger hanya berteman. Itu bukti yang nyata”

“Harry dan Hermione tidak nyata” balas Sehun.

“Kalau begitu versi yang nyata nya itu adalah aku dan Kai” jawab Raena yakin.

“Bagaimana bisa kau memastikan hal itu?” tanya Sehun lagi.

Raena memberi senyuman sebagai balasan nya. “Kalau aku menyukai Kai, aku tak akan berpacaran dengan mu. Dan Kai sudah punya gadis yang ia sukai sejak kecil. Ia belajar martial art untuk mendapatkan perhatian dari gadis yang juga memasuki perguruan yang sama dengan nya”

“Kau tak akan berpacaran kalau memang tidak menyukai seseorang?” tanya Sehun lagi.

Raena mengernyit. Benar-benar kebingungan kenapa Sehun malah menanyakan ini. Kalau mau jujur sebenar nya ia berpacaran dengan beberapa orang hanya karena ia merasa tak ada salah nya pacaran. Tapi kalau ia menjawab seperti itu, ia takut Sehun jadi meragukan nya. Padahal sejauh ini Sehun adalah satu-satu nya pria yang menjadi kekasih nya dan memang ia cintai.

Raena mengangguk pada akhirnya. “Ya. Aku berpacaran kalau memang mencintai orang nya”

“Begitu?”

Raena entah kenapa merasa resah melihat Sehun yang masih saja tidak terlihat seperti biasanya. Apakah ia salah berbicara? Tapi bukankah rasanya itu telah tepat? Ia menjadi kekasih Sehun karena cinta kan? Kenapa Sehun tak terlihat senang?

“Ngomong-ngomong, Rae. Aku lupa aku masih ada urusan lain” ujar Sehun tiba-tiba.

Raena terdiam mendengarnya. “Jadi……kencan hari ini batal?” tanya nya pelan.

“Ne” jawab Sehun singkat.

Raena merasa harinya yang begitu indah mendadak menjadi kelam. Padahal ini akan menjadi kencan pertama nya dengan Sehun. Ia bahkan telah menunggu Sehun berjam-jam sampai rapat anak-anak yang tergabung dalam organisasi siswa selesai.

“Kau marah?” tanya Raena pelan. Sehun membatalkan kencan mereka bukan karena cemburu pada Kai, kan? Sehun marah karena hal se-sederhana Kai mengajak nya berbicara?

Raena langsung mendongak saat merasakan kedua tangan Sehun berada di pipi nya. Pria itu memberinya senyuman manis.

“Aku tidak marah padamu. Aku hanya lupa sedang ada urusan. Maaf telah membuat mu menunggu lama tadi”

Raena hanya menatap balik Sehun yang terlihat meyakinkan nya. “Benarkah?”

Sehun mengangguk yakin. “Bagaimana kalau kencan nya diundur sampai nanti malam saja?” tanya nya.

Raena menghela nafas. Tapi akhirnya mengangguk. “Jam 7, aku akan menjemput mu” janji Sehun.

Raena mengangguk setuju. Dan setelahnya Sehun langsung berpamitan untuk pulang sendiri.

###

“Jadi ia meninggalkan mu begitu saja?!”

Raena akhirnya memilih berkumpul dengan teman-teman nya karena kencan nya ditunda. Ia hanya meringis melihat reaksi mereka mereka benar-benar tak terima saat mendengar cerita nya.

Hyosun langsung mendecih. “Putuskan saja, Rae. Tidak ada guna nya tampan kalau menyebalkan seperti itu”

Raena langsung berdecak mendengar komentar tersebut.

“Tidak mungkin Raena mau putus dari Sehun. Ia sudah suka sejak awal masuk. Tapi entah kenapa kalau dengan pria itu tiba-tiba dia menjadi pemalu dan tidak berani mendekati nya. Lebih dari 1 setengah tahun yang ia lakukan hanyalah melirik Sehun diam-diam” ujar Seunghee.

Raena hanya menghela nafas mendengar kenyataan tersebut. Ia memang telah lama menyukai pria itu sekalipun ia berpacaran dengan pria lain. Ia bisa bersikap biasa dan tiba-tiba saja telah menjadi dekat dengan pria ataupun wanita. Hanya saja sejak dulu sekalipun ia merasa sesak nafas melihat Sehun dari jauh, ia tidak pernah berani mendekati nya. Dan ia benar-benar bersyukur di awal 2 bulan lalu tiba-tiba saja Sehun mengajak nya berbicara. Mereka menjadi dekat hingga akhirnya pacaran beberapa hari lalu.

“Mungkin saja Sehun hanya bingung mengutarakan pemikiran nya padamu. Kudengar walau Sehun itu sering mendapat pernyataan cinta, kau adalah pacar pertama nya. Jadi bukankah lebih baik kau yang mengajari nya? Kau pakar dalam masalah cinta, kan?” ujar Ahran.

Raena memasang wajah masam mendengar kalimat teman nya tersebut. Pakar cinta apanya? Ia tak tahu apa-apa tentang cinta. Kalau ia dengan mudah menjadi dekat dengan pria, alasan nya hanya satu. Ia rasa itu karena wajah nya.

Ia yakin hubungan yang ia jalin sebelum ini semua terjadi karena ketertarikan fisik. Jadi ia tidak tahu harus bagaimana saat hubungan yang terjalin karena perasaan seperti ini menemui masalah. Dulu ia hanya akan langsung mengakhiri hubungan nya kalau memang ia telah pusing. Tapi ia tak ingin putus dengan Sehun.

Raena menggigit bibirnya resah saat satu permikiran datang ke otak nya. Apa Sehun menjalin hubungan dengan nya bukan hanya karena faktor wajah?

“Aku benar-benar menyayangkan insiden 2 bulan lalu itu. Kalau itu tak terjadi, saat ini pasti kau tetap akan bahagia bersama Chanyeol-sunbae dan tak perlu memusingkan tentang Sehun” celetuk Hyosun lagi.

“Hyosun!” tegur Ahran lagi.

Raena hanya mengalihkan pandangan nya saat teman nya kembali membahas masa lalu yang belum terlalu lama berlalu tersebut.

“Kupikir sudah cukup sore. Aku pulang lebih dulu. Aku masih harus bertemu Sehun nanti” pamit Raena dan langsung beranjak dari kursi nya.

###

Raena terus menerus memandang jam di ponsel nya. Hanya menunggu beberapa menit lagi untuk waktu yang Sehun janjikan. Tapi entah  kenapa ia ragu Sehun benar-benar akan datang.

Senyum kecut terbentuk bibir nya. Jemari nya pun memain-mainkan kalung nya. Rasi bintang Taurus terlihat sebagai hiasan nya. Rasi bintang yang sesuai dengan zodiak nya. Ia hanya memandang sendu kalung tersebut. Kalung yang begitu ia sukai. Karena itu pemberian orang yang berharga.

“Neomu bogoshippeo, Oppa” gumam nya.

Raena langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar suara bel. Ia pun membuka pintu nya. Dan satu pertanyaan kembali datang ke kepala nya. Kapan Sehun tidak terlihat tampan? Mungkin cara mati terindah adalah dengan sakit jantung karena pesona yang menguar dari pria ini.

“Sudah siap?” tanya Sehun.

Raena mengangguk. “Aku berpamitan dulu pada Eomma ku” ujarnya dan kembali masuk ke dalam rumah nya. Lalu langsung pergi dengan Sehun.

###

“Kau terlihat cantik malam ini”

Mungkin saja Raena tiba-tiba saja  punya sayap detik ini dan terbang kalau tidak ditahan oleh bagian atas mobil Sehun.

“Ah! Maksudku tidak hanya malam ini. Tapi malam ini kau terlihat berbeda dari biasanya” ujar Sehun saat ingat teman nya mengatakan beberapa wanita tidak suka saat penampilan nya yang dipuji hanya dalam satu waktu.

“Terima kasih” ujar Raena.

Sehun menggeleng. “Aku mengatakan nya bukan karena baik hati dan ingin membuat mu senang. Itu hanya pendapat ku. Jadi tidak perlu mengatakan terima kasih”

Raena rasa kadar oksigen di dalam mobil Sehun berkurang. Ia mungkin akan mati sesak nafas lebih dulu dari pada mati karena serangan jantung.

Raena melirik sekilas pria di samping nya. Senyuman tipis tetap terbentuk oleh bibir Sehun. Membuat Raena menghela nafas lega. Mungkin ia yang terlalu memikirkan kejadian tadi. Sehun hanya sedang ada urusan dan pria itu tidak marah padanya.

Buktinya saja Sehun sejak tadi memperlakukan nya dengan baik. Pria itu membukakan pintu mobil untuk nya. Mungkin itu hanya hal kecil dan biasa bagi beberapa orang. Tapi penilaian terbaik selalu melalui hal-hal kecil. Kebanyakan pria malah mengabaikan hal biasa seperti itu. Dan Raena suka diperlakukan sebagai orang yang spesial.

“Ngomong-ngomong Hun, kau punya SIM?” tanya Raena baru menyadari hal itu.

Sehun menggeleng sambil terkekeh. “Melanggar hukum untuk gadis yang spesial kan tidak ada salah nya”

Raena geleng-geleng tak percaya mendengar nya. Tapi ia tak mempermasalahkan hal itu. Ia tetap sangat senang saat ini.

“Kita mau kemana?” tanya Raena saat melihat mereka melewati sebuah gerbang.

“Rumah ku”

Raena benar-benar menoleh kali ini. “Kita kencan di rumah mu?”

Sehun meringis. Dan ekspresi canggung terpasang di wajah nya. “Aku tidak tahu kemana orang pacaran biasa nya berkencan. Dan teman ku memperolok ku saat aku bertanya pada mereka. Jadi kupikir aku hanya akan mengundang mu makan malam di rumah ku. Kenapa? Pilihan ku buruk, ya?”

“Lumayan” jawab Raena ringan.

“Lumayan buruk?” tanya Sehun memastikan.

“Entahlah….. Menurut mu lumayan apa?” tanya Raena balik. Sengaja menggoda pria itu.

Sehun hanya menghela nafas menyerah. Ia memang payah dalam hal-hal seperti ini.

“Tidak masalah, Hun. Lain kali aku yang akan merencanakan kencan kita. Aku tahu banyak tempat yang bagus” hibur Raena langsung.

Raena sedikit tersentak saat ponsel di dalam tas nya bergetar. Ia membaca ID caller Kai dilayar nya. Ia pun segera mengangkat panggilan tersebut.

“Ne. Waeyo Kai?” tanya nya tanpa basa-basi.

“Tuuut….. Tuuut….”

Raena mengernyit saat panggilan tersebut malah diakhiri begitu saja oleh Kai. Ia berdecak kesal dan menghubungi pria itu. Panggilan nya sempat tersambung kemudian malah ditolak.

“Jinja! Anak ini apa hanya sedang mengerjaiku?” gumam nya. Dan saat itu pula sebuah pesan muncul pada salah satu sosial media nya. Dan pesan itu dari Kai. Reina mengernyit saat pesan tersebut dibatalkan tepat di detik pertama pesan nya sampai. Tapi Raena memang sempat membaca nya. Hanya 3 huruf alphabet yang tertulis. OSH.

Raena mengernyit dan kembali mengirim pesan pesan. Namun tak dibalas sama sekali. Dan rasanya sungguh menyebalkan karena malam spesial nya harus diganggu makhluk tidak jelas sejenis Kai. Tapi karena Kai teman nya, ia akan berbaik hati kali ini dan menelfon sekali lagi. Raena langsung memutar bola matanya saat panggilan nya sama sekali tidak tersambung.

###

Sehun perencana kencan yang buruk? Raena rasa ia harus menarik kalimat itu saat kini ia telah berdiri di sebuah gazebo belakang rumah Sehun yang telah didekorasi dengan sangat indah.

“Kau menyiapkan ini?” tanya Raena masih memperhatikan tatanan taman di sekitar nya. Semua hal romantis yang pernah ia baca dalam novel ada di sana. Lilin, balon, pita, air mancur bewarna warni, mawar, lampu yang berkelap-kelip, semuanya ada di sana. Sampai Raena tak bisa mengabsen keindahan dekorasi yang pada proporsi yang tepat tersebut.

“Aku tak bermaksud membuat mu kesal tadi. Tapi tiba-tiba aku berpikir mungkin kau jadi salah paham tentang ku. Aku ingin memperbaiki kesalahan ku tadi. Aku tak tahu banyak hal. Jadi kulakukan yang menurutku bagus” jawab Sehun seadanya. “Sangat biasa, bukan?”

Raena mengangguk, kemudian menggeleng. Ia tidak tahu harus mengatakan ini hal yang biasa atau luar biasa. Kalau dipikir-pikir mungkin ini adalah hal yang biasa. Yang sangkin biasanya, pria tidak pernah lagi melakukan nya. Sekalipun Raena telah punya banyak pacar sebelum ini, satu pun tak pernah melakukan ini padanya. Jadi ini adalah hal yang luar biasa.

“Aku sangat senang!” pekik Raena dan langsung memeluk Sehun.

“Kau senang?” tanya Sehun terkejut. Dan Raena mengangguk semangat berkali-kali. Senyum Sehun juga tertarik karena nya. Ia mengacak rambut gadis itu. “Kalau begitu tunggulah sebentar. Aku akan menyiapkan makanan untuk kita sebentar lagi”

Raena mengangkat alis nya dan baru menyadari di salah satu sisi gazebo peralatan dan bahan masakan telah tersedia. “Kau yang memasak?” tanya Raena terkejut.

Sehun mengangguk. “Aku memasakkan hidangan istimewa untuk mu. Kau pasti akan menyukai nya”

Raena memicingkan matanya menyelidik. “Memang nya kau tahu makanan yang kusuka?”

Sehun mengangguk mantap. “Aku yakin kau akan menyukai nya. Kau telah menyukai nya sejak lama”

Sehun memakai apron nya dan menarik ujung lengan baju nya. Ia pun segera memotong-motong bahan masakan nya. Dan ia terlihat sangat professional. Raena sampai tercengang dibuat nya. Bagi Raena pria seksi itu bukanlah pria yang memiliki abs. Melainkan yang bisa memasak. Pria yang bisa memasak selalu memiliki pesona tersendiri bagi Raena. Dan Sehun adalah pria yang memiliki abs dan bisa memasak. He’s as hot as fuck.

“Mau kubantu?” tawar Raena mendekati pria yang terlihat sibuk tersebut.

“Tidak perlu” tolak Sehun dengan senyuman tipis.

Raena mulai mengingat-ingat kebaikan nya di masa lampau hingga ia bisa-bisa nya menjadi pacar pria seperti ini. Dan ia tidak tahu apa itu.

Raena pun langsung memeluk pria yang sedang memasak tersebut dari belakang. Dan Sehun tampak nya sedikit terkejut.

“Rae?”

“Terima kasih. Dan maaf. Tadi….tadi aku telah berburuk sangka padamu” aku Raena akhirnya.

Sehun melepas lengan yang melingkar di pinggang nya tersebut. Ia membalik badan nya. Dan hanya saling tatap dengan Raena.

“Tidak masalah” ujar Sehun mengecup puncak kepala gadis itu. “Duduklah di sana. Ini akan selesai sebentar lagi”

Raena pun duduk di depan meja bundar dengan 2 kursi yang berhadapan tersebut. Matanya kembali melihat-lihat kesekitar nya. Dan tetap terpukau melihat indah nya dekorasi tersebut. Mata Raena terus menjelajah dan tiba-tiba kening nya mengernyit.

“Hun, kau menyiapkan ini sendirian?” tanya nya saat menyadari persiapan nya terlalu besar untuk dilakukan sendirian dalam waktu sesingkat pulang sekolah ke waktu yang sekarang.

Sehun menaikkan sebelah alis nya. Namun mengangguk. “Memang nya kenapa?” tanya nya balik.

“Bukankah kau tadi masih ada urusan? Memang nya sempat menyiapkan ini seorang diri?” tanya Raena akhirnya saat merasakan keganjian. Bahkan walau tanpa urusan tambahan itu, rasanya tetap mengejutkan satu orang bisa mempersiapkan semua nya.

“Aku kan hebat” jawab Sehun ringan.

Raena hanya terkekeh mendengar jawaban yang terlalu percaya diri tersebut.

Beberapa saat kemudian Raena mendengar Sehun menyerukan “Makanan siap!!” dan pria itu langsung memindahkan hidangan nya ke atas meja.

Raena merasa tak bisa berkata-kata lagi saat melihat sepiring Prosciutto terhidang di hadapan nya. Ini memang makanan kesukaan nya sejak dulu. Dan dari aroma dan penampilan nya, makanan ini terlihat sangat lezat. Tapi pasti sangat memalukan kalau air liur Raena jatuh saat ini. Jadi ia menahan dirinya.

“Omo! Mashitta!” ujar Raena saat ia merasakan potongan pertama dari daging tersebut.

“Benarkah?” tanya Sehun dengan senyuman menggoda.

Raena mengangguk yakin dan kembali menikmati makanan nya. Mereka saling melontarkan lelucon satu sama lain. Mereka sama sama tahu mereka bagus dalam komunikasi setelah menjadi dekat dalam 2 bulan ini.

Raena memegangi perut nya yang semakin terisi dan malah terasa sakit karena ia tertawa. Ia berusaha menetralkan nafas nya. Dan mengusap air mata yang muncul di sudut mata nya. Mata Raena langsung memicing saat ia tak sengaja menoleh ke arah lain karena menahan tawa.

“Hun?”

“Ya?”

“Orang tua mu sedang di rumah?” tanya Raena memastikan karena setahu nya kedua orang tua Sehun tidak tinggal bersama nya.

Sehun menggeleng. “Tidak. Memang nya kenapa?” tanya Sehun ikut melihat ke arah Reina melihat.

“Rasanya tadi aku melihat seseorang di ruangan di atas sana” ujar Raena menunjuk ke satu arah. Ia rasa tadi matanya sempat melihat siluet seseorang dan tirai yang langsung ditarik tepat setelah nya.

“Yang itu? Itu kamar ku” balas Sehun.

“Tidakkah kau merasa khawatir ada seseorang di dalam kamar mu sedangkan kau di sini?” tanya Raena dengan raut bingung.

Sehun menggeleng ringan. “Mungkin pembantu rumah ku sedang membersihkan kamar ku”

“Tapi bukankah kau pernah mengatakan pembantumu pulang setiap hari dan biasanya kau hanya sendirian di malam hari?” tanya Reina semakin keheranan karena Sehun pernah mengatakan itu padanya.

“Ya. Tapi tadi salah satu nya merasa tidak enak badan. Jadi aku mengizinkan nya menginap. Mungkin ia sudah merasa baikan dan malah bekerja. Ia memang tipe orang yang rajin” jelas Sehun lagi.

Raena masih memasang ekspresi kebingungan nya. Pembantu nya sakit dan malah menginap? Bukankah kalau sakit sebaiknya segera pulang ke rumah? “Oooh….begitu” ujar Raena akhirnya.

###

Senyum Raena masih mengembang saat ia memasuki rumah nya. Ingatan nya kembali pada saat Sehun mengajaknya berdansa setelah makan malam. Raena pikir seumur hidup nya ia tak akan mengalami hal seperti itu. Karena kebanyakan pria sekarang tidak merasa itu adalah hal yang menarik. Mereka menganggap nya memalukan hingga tak mau melakukan nya sama sekali. Tapi Sehun malah melakukan itu. Yeah…..kencan mereka kali ini terkesan klasik. Tapi rasanya telah diperbaharui juga hingga terasa sangat baru dan menyenangkan.

Raena mengutak-atik ponsel nya karena sebelum nya ia telah menukar nya menjadi mode senyap agar Kai tidak lagi mengganggu kencan nya. Hanya saja ternyata tak ada lagi pesan masuk dari pria itu. Raena benar-benar mengernyit melihat nya. Ia menghubungi nya sekali lagi. Dan nomor nya tetap tidak aktif.

OSH

Raena kembali memutar otak nya memikirkan pesan Kai tersebut.  Kenapa pesan nya dibatalkan? Apa pria itu salah kirim?

OSH….. OSH…. OSH….. Otak nya terus bekerja untuk mengerti maksud nya.

Osh? Raena benar-benar tidak mengerti apa itu. Apa Kai sedang memamerkan tentang martial art padanya? Karena seingat nya saat ia melihat Kai latihan dulu anak-anak yang tergabung dalam perguruan tersebut sering kali menyebut  kata seperti itu. Osh. Oss. Osu. Rasanya kata yang diucapkan sejenis itu.

OSH? Occupational Safety and Health? Tiba-tiba saja otak Raena menjadi begitu lancar memikirkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan  kerja tersebut. Tapi untuk apa pula Kai memberitahu nya tentang OSH?

Raena tersenyum malas. Terserah saja tentang Kai. Ia tidak peduli. Pria itu memang terkadang cukup jahil.

###

“Benarkah?! Sehun melakukan semua itu untuk mu?!”

Raena langsung membekap mulut teman nya yang langsung saja heboh saat ia menceritakan pengalaman nya tadi malam. Tapi menutup mulut Hyosun saja rasanya tak cukup, karena teman nya yang lain pun telah heboh membicarakan nya.

“Jalang”

Raena langsung terdiam karena di antara keributan yang diciptakan teman nya sebuah suara juga menimpali. Raena mengeraskan rahang nya melihat gadis yang sering mencari masalah dengan nya.

“Rae, tahan dirimu, Rae” ujar Ahran dan benar-benar memegangi salah satu tangan nya.

“Benarkan? Kekasih nya baru saja meninggal. Tapi kini ia malah berkencan dengan pria lain” ujar gadis yang sama.

“Ya! Sebenarnya apa masalah mu? Raena pacaran dengan siapa pun itu hak nya!” ujar Seunghee tak sabar teman nya dijelek-jelekkan.

Raena menggigit bibirnya yang terasa gemetar. Ia sesegera mungkin kembali ke kelas untuk menghindari hujatan tersebut.

Helaan nafas berat kembali ia hembuskan. Tangan nya kembali memain-mainkan kalung nya. Kalung dari Chanyeol. Pacar nya sebelum Sehun.

Sehun memang orang pertama yang ia cintai. Tapi dulu saat ia terus memperhatikan nya dari jauh, Chanyeol juga datang mendekatinya. Pria itu sangat baik padanya. Dan saat mendapatkan pernyataan cinta dari kakak kelas nya tersebut, Raena enggan menolak nya. Hingga akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Sekalipun itu bukan perasaan cinta, Raena sangat senang saat menjadi pacar Chanyeol. Pria itu sangat boyfriend material.

Tapi 2 bulan lalu pria itu tewas dalam kecelakaan saat akan menjemputnya untuk kencan. Raena sangat berduka. Ia pikir ia tidak ingin menjalin hubungan dengan pria manapun untuk sementara waktu. Tapi justru saat itulah Sehun mulai mendekati nya.

Awal nya Raena tak menanggapi nya karena ia masih bersedih. Tapi Sehun selalu ada untuk nya dan terus menghiburnya. Dan melihat pria yang ia cintai sejak dulu memberikan perhatian sebesar itu padanya, hati Raena tentu luluh.

Raena tak tahu apa yang salah dari ia berpacaran dengan Sehun. Orang-orang mengatakan ia begitu mudah beralih hati. Tapi….tidakkah berduka selama 2 bulan itu cukup? Banyak orang yang mengganti pacar nya hanya dalam hitungan hari. Raena hanya tidak bisa menolak Sehun. Ia sudah mencintai nya sejak awal.

“Kenapa murung seperti itu?”

Raena tersentak saat tiba-tiba Sehun telah ada di kelas nya. Ia pun segera mengulas senyum tipis. “Bukan apa-apa”

“Benarkah?” tanya Sehun memastikan.

Raena mengangguk yakin agar pria tersebut tidak cemas.

###

Raena menggigit bibirnya resah saat ia akan berjalan ke rumah nya. Perasaan nya tak tenang sama sekali. Entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa seperti diawasi. Ia pun mempercepat langkah nya. Tapi ia mendengar langkah di belakang nya juga semakin cepat pula. Mungkin beberapa orang akan berbalik dan mengecek ke belakang nya. Tapi Raena takut jika saat ia berbalik kepalanya langsung terpenggal. Rasanya film yang ia tonton menampilkan adegan seperti itu. Karena itu ia lebih memilih mempercepat langkah nya.

Raena merasa tubuh nya mendingin saat ia mendengar langkah di belakang nya terus mengikuti nya. Karena ia tahu akhir-akhir ini ia selalu merasa diikuti, ia yakin orang tersebut juga sudah hapal jalur nya pulang. Akhirnya Raena memilih mengambil jalur lain agar sedikit membingungkan orang tersebut.

“Hei, cantik! Mau kemana buru-buru seperti itu?”

Langkah Raena otomatis terhenti saat mendengar kalimat seperti itu. Ia langsung menelan saliva nya susah payah dan menatap was was sekumpulan pria yang berada di hadapan nya. Tubuh nya langsung bergetar ketakutan melihat para preman tersebut menghalangi jalan nya. Mati. Kenapa pula ia malah tersesat ke sarang preman seperti ini?

Raena kembali melangkah mundur. Namun tangan nya langsung ditarik hingga ia berada di tengah-tengah gerombolan pria tersebut.

“Kumohon…… Ambil saja semua uang ku. Tapi tolong lepaskan aku” cicit nya.

Dalam semua film ataupun kejadian nyata yang Raena tahu, ia tak pernah mendengar preman akan termakan pemohonan itu. Tapi ia tahu ia tak punya penawaran yang lebih baik. Tidak mungkin kan ia mengatakan ‘Silahkan nikmati selangkangan ku dan biarkan aku hidup’? Lebih baik ia mati dari pada harus menjadi korban pelecehan orang-orang ini.

“Memang nya berapa uang yang dimiliki gadis yang masih duduk di bangku SHS?” tanya nya senyuman brengsek. “Kupikir itu bahkan tak cukup untuk membayar makan siang kamu semua”

Raena merasakan kerongkongan nya mengering karena sadar penawaran nya sama sekali tidak menarik.

“Dari pada uang, aku lebih suka ini”

Raena refleks menampar tangan yang dengan kurang ajar meremas pantat nya tersebut.

“Kumohon lepaskan aku” mohon nya lagi.

“Kau tahu, Manis? Melewati wilayah kami itu adalah sebuah kesalahan besar. Kau tidak seharusnya melakukan nya”

“Ma-maafkan aku. A-aku berjanji tak akan melakukan nya lagi” ujar Reina gemetar.

Detik itu juga suara tawa kompak terdengar.

“Mana mungkin kami tidak suka kau melakukan kesalahan ini. Kami berharap kau melakukan nya setiap hari. Agar kami bisa menikmati mu berkali-kali. Tapi kau malah mengatakan tak akan datang lagi. Kami benar-benar kecewa. Sepertinya akan lebih baik kami menahan mu agar kau bisa memuaskan kami setiap saat”

Raena langsung merinding mendengar kalimat tersebut. Dan saat sebuah tangan hendak menyentuh nya lagi, ia langsung menggigit tangan tersebut.

“PLAK!!”

Rasa sakit langsung menyerang pipi nya saat satu tamparan tepat mengenai nya. Tentu saja dari pria yang tangan nya ia gigit tersebut.

“Jadi begitu? Kau suka menggigit, Sayang?” goda nya. “Tahan dia”

Mata Raena semakin membesar mendengar itu. Dan ia langsung berdo’a agar Tuhan mencabut nyawa nya saat merasakan kedua tangan nya ditahan.

Raena pun langsung memejamkan matanya saat melihat pria di hadapan nya melorotkan celana nya. Tidak peduli mau berapa kali pun ia berpacaran, hal terjauh yang ia lakukan adalah berciuman. Jadi ia tak akan membiarkan mata suci nya melihat hal menjijikkan seperti alat kelamin pria.

Raena mengernyit saat ia mendengar suara gaduh, namun tak terjadi apapun pada dirinya. Dan ia juga merasakan kedua lengan nya tak dipegangi lagi. Dengan ragu ia pun membuka matanya. Dan tidak langsung bisa mencerna apa yang terjadi. Ia hanya melihat kegaduhan karena perkelahian. Walau ia tidak yakin siapa yang melawan siapa karena yang terlihat hanya perkelahian. Raena mengamati sepersekian detik kemudian menyadari semua orang itu hanya ingin memukul 1 orang.

Katakanlah Raena bodoh karena ia tidak kabur saat ini. Tapi naluri kemanusiaan nya tidak tega meninggalkan begitu saja satu orang dikeroyok beramai-ramai. Tapi karena ia juga takut, ia tidak berani masuk ke dalam perkelahian. Beberapa pukulan dari sekumpulan pria akan membuat banyak tulang nya remuk.

Raena merasa yang ia lihat sudah seperti adegan dalam sebuah film. Satu orang yang sangat keren menumbangkan semua musuh. Walau karena semua kekacauan ini ia tidak bisa pastikan orang tersebut keren atau tidak

Kebodohan Raena pun masih berlanjut. Saat ia melihat salah satu di antara orang tersebut mengeluarkan pisau, ia hanya melempar bedak yang ia bawa di tas nya ke tangan orang tersebut. Hancur sudah. Ia membeli nya dengan harga mahal. Dan kini semua isinya tidak bisa dipakai lagi.

Tapi mungkin karena jeritan frustasi melihat alat-alat kosmetik nya menjadi sia-sia, orang tersebut menyadari ada orang di belakang nya. Raena rasa keputusan nya tidak begitu tolol karena perut orang tersebut akhirnya tidak tertusuk. Tapi sayang nya malah punggung tangan nya yang mendapat sayatan panjang.

Raena benar-benar tak tahu harus apa. Dan mungkin orang tersebut juga sudah terpojok karena banyak nya orang. Akhirnya ia malah lari. Tapi syukurlah ia menarik Raena bersamanya.

Nafas Raena begitu tersengal-sengal karena berlari. Seumur hidupnya ia tak pernah berlari sekencang itu. Tapi ini memang wajar karena ini pelarian antara hidup dan mati.

Raena berusaha tak menimbulkan suara apapun saat ia bersembunyi dengan orang yang menarik nya tadi. Pria itu juga berusaha menetralkan suara nafas nya. Dan Raena memejamkan matanya erat-erat saat mendengar suara preman itu melewati mereka. Ia menunggu beberapa saat hingga tak mendengar apapun lagi.

Raena mendongak melihat orang yang berdiri di hadapan nya. Menurut tebakan nya orang ini adalah pria. Terlihat dari postur tubuh nya, pakaian nya, dan kemampuan nya dalam berkelahi.

“Tangan mu terluka. Mau ke rumah ku sebentar? Aku akan mengobati nya” ujar Raena langsung.

Pria tersebut tak mengucapkan satu patah kata pun. Hanya balik memandangi Raena. Raena mengernyit karena pria yang memakai hoodie dan masker tersebut tak menjawab nya.

“Kau dengar aku? Aku bilang aku akan merawat luka mu. Jadi mau-“

Raena belum sempat menyelesaikan kalimat nya tapi pria tersebut langsung berlari menjauh dari nya.

Raena hanya diam sejenak karena kaget ia ditinggal begitu saja. Astaga….. Kenapa rasanya ia menjadi tokoh roman picisan? Seorang pahawan super yang muncul begitu saja saat ia terdesak, kemudian dengan sangat misterius meninggalkan nya. Dan bagian tertolol nya adalah jantung nya berdebar kencang saat ini. Namun Raena rasa itu bukan karena ia baru saja berlari.

Raena langsung menepuk jidat nya. “Ya Tuhan….. Kau sudah punya pacar, Rae. Sebenarnya apa yang kau pikirkan?” racau nya.

###

Raena menaikkan kedua alis matanya saat melihat nama ‘Oh Sehun’ berada di bagian terbawah dari daftar orang yang dipanggil guru karena nilai nya bermasalah. Setahu nya tak satupun gossip mengatakan Sehun itu payah dalam pelajaran. Jadi ia kaget melihat Sehun salah satu orang yang harus ia temui untuk menyampaikan pesan gurunya.

“Hun!” panggil nya.

Pria yang sedang asik berbicara dengan teman-teman nya tersebut menoleh. Ia segera bangkit dan menghampiri Raena.

“Ada apa, Rae?” tanya nya.

“Jeon seosangnim meminta mu menemui nya untuk perbaikan nilai” ujarnya.

Sehun terlihat mengernyit. “Perbaikan nilai?” tanya nya memastikan.

Raena mengangguk. “Nilai mu pada ulangan yang lalu tidak memenuhi standar. Jadi kau harus ulangan sekali lagi”

Sehun terlihat kebingungan. “Nilai ku baik-baik saja. Ini kertas ulangan ku” ujar Sehun dan menarik kertas yang terlipat dari saku nya. Nilai 93 tertulis dengan jelas di salah satu pojok atas nya.

“Ye?”

Raena kembali melihat daftar yang tertulis di atas kertas nya. Dan baru menyadari tulisan kelas yang tertulis di samping nama tersebut bukan kelas Sehun.

“Mian. Ternyata ini Oh Sehun yang lain. Aku akan pergi menemui orang ini dulu. Bye, Sehun” pamit nya.

Raena langsung bertanya pada seseorang saat ia sampai di kelas Oh Sehun yang ternyata bukan pacar nya. Gadis itu tampak mengernyit.

“Oh Sehun? Bukankah dia pacar mu? Kelas Sehun bukan yang ini” jawabnya.

Raena terdiam sejenak mendengarnya. “Tapi Jeon-seosangnim menuliskan kelas Oh Sehun adalah yang ini. Dan aku telah menemui Sehun, dia bilang dia bukan salah satu yang harus melakukan perbaikan nilai”

Gadis tersebut meringis mendengarnya. “Entahah…. Aku juga tak tahu ada yang nama nya Oh Sehun selain pacar mu. Tunggu sebentar” ujarnya dan memanggil sekumpulan orang di dalam kelas nya. “Kalian tahu ada yang nama nya Oh Sehun di kelas kita?” tanya nya.

Sekumpulan orang tersebut langsung menggeleng. Tapi tiba-tiba salah satu nya angkat bicara. “Oh! Ada! Anak yang duduk di pojok kelas kalau tidak salah namanya Oh Sehun”

“Nama nya Oh Sehun?” beberapa orang mulai memastikan kebenaran informasi tersebut. Raena tidak terlalu merasa aneh saat mereka tak tahu nama teman sekelasnya sendiri. Karena tiap tahun kelas mereka diacak. Dan memang entah kenapa selalu saja ada orang yang hawa keberadaan nya tak terasa hingga orang tidak pernah mengingat nya.

Gadis tersebut mengangguk. “Ya. Setahu ku namanya Oh Sehun”

“Apakah kau tahu kira-kira ia dimana sekarang?” tanya Raena lagi.

“Oh Sehun tidak masuk hari ini. Dia memang sangat jarang masuk”

Raena menghembuskan nafas berat mendengarnya. Pantas saja orang tidak bisa mengingat nya. Tipe yang suka bolos ternyata.

Raena pun membalik badan nya untuk memberi tahu anak-anak lain yang perlu perbaikan nilai.

“Raena?”

Raena mengangkat pandangan nya yang sebelum nya lesu saat namanya disebut.

“Song Raena, kan?” tanya gadis yang hendak masuk ke kelas tersebut.

Butuh beberapa detik untuk Raena mengenali gadis tersebut. Dan setelah ia baru ingat bahwa gadis ini adalah gadis yang disukai Kai.

“Riyeon?” gumam Raena. Gadis itu mengangguk membenarkan. “Ah….Sudah lama bukan kita tak bertemu? Bagaimana latihan mu? Kai mengatakan padaku kalau kau juga lolos seleksi”

Gadis itu mengangguk dengan wajah cerah. “Tapi ngomong-ngomong…..kau tahu kemana Kai beberapa hari ini, Rae? Dia bolos latihan. Saat aku cari ke rumah nya Eomma nya mengatakan Kai mengirimi nya pesan bahwa ia menginap di rumah salah satu teman nya. Dan saat aku menanyakan teman sekelas nya, mereka mengatakan sudah beberapa hari ini Kai tidak masuk. Aku khawatir padanya. Kalau begini bisa saja ia dibatalkan menjadi salah satu perwakilan kami” ujarnya resah.

“Menginap di rumah teman? Kai tidak mungkin menginap di rumah teman” jawab Raena detik itu juga.

Ia kenal Kai dengan baik. Sekalipun pria itu punya beberapa teman, ia tak sedekat itu dengan mereka. Dan Kai itu orang yang punya zona nyaman nya sendiri. Jadi ia memang tak akan pernah menginap di tempat oran lain. Dan bolos latihan? Kai tidak mungkin melakukan itu karena ia begitu senang saat ia masuk ke semifinal. Ia sungguh-sungguh mempelajari martial art untuk membuat Riyeon terkesan.

“Lalu menurutmu kemana Kai per-“

“KYAAAAAAAAAAAAA!!!!”

Jeritan yang terdengar dari salah satu sisi sekolah membuat banyak orang langsung terdiam, beberapa malah terkejut dan memegangi dada nya, dan beberapa lagi terkejut hingga menambah teriakan.

Riyeon dan Raena pun perlahan tergabung dalam keramaian yang tercipta di depan toilet wanita tersebut. Dan yang sempat terdengar oleh Raena di antara keributan tersebut hanyalah kata ‘Darah’.

Raena berpikir gadis itu terlalu histeris hanya karena masalah menstruasi nya. Tapi setelah nya ia memang melihat banyak darah mengalir dari salah satu bilik toilet. Detik itu Raena langsung tahu kalau itu bukan darah menstruasi. Jumlah nya terlalu banyak.

Beberapa guru dan petugas sekolah pun datang karena kericuhan tersebut. Mereka pun berusaha membuka nya. Saat pintu yang terkunci tersebut terbuka, suara jeritan kembali meramaikan sekolah mereka. Bahkan kali ini beberapa langsung saja mengambil peran mengotori lantai sekolah dengan isi perut mereka. Dan Raena pun salah satu yang memuntahkan sarapan nya tadi pagi.

Wilayah sekitar toilet tersebut pun langsung diamankan. Dan sekalipun saat ini perut Raena keroncongan karena belum makan siang serta ia juga memuntahkan makanan nya tadi, Raena sama sekali tidak berselera untuk makan.

Pemandangan yang ia lihat tadi sangat menjijikkan. Seorang gadis dengan perut nya yang telah terbuka dan usus nya berada di pangkuan nya. Raena sudah sering melihat yang seperti itu di film psycho-thriller yang ia memang salah satu genre yang ia sukai. Tapi ternyata melihatnya secara langsung membuatnya merasa lemas seketika.

“Kau kenapa, Rae?”

Tidak tahu kenapa air mata Raena langsung mengalir saat melihat Sehun yang menghampiri nya. Ia sangat ketakutan saat ini. Yang ia lihat tadi benar-benar membuat trauma. Dan ia butuh Sehun untuk menenangkan dirinya.

“Hong Jisun dibunuh” ujar Raena sesenggukan. Ia yakin itu pembunuhan. Karena tak ada orang yang mati seperti itu tanpa alasan apapun.

“Gadis yang mengataimu jalang minggu lalu?” tanya Sehun lagi.

Raena menatap Sehun beberapa detik. “Kau tahu kejadian itu?” tanya nya kaget. Dan Sehun mengangguk ringan. Raena menghapus air mata di pipi nya. “Dia memang beberapa kali mencari masalah dengan ku. Tapi bukan berarti aku senang dia mati. Siapapun tidak pantas mendapatkan kematian yang seperti itu”

Sehun mengangguk setuju. Ia pun memeluk gadis nya erat. “Kau takut?” Raena langsung mengangguk dan menahan tangis nya. Ia mungkin berbuat buruk pada beberapa orang. Tapi jiwa kemanusiaan nya masih sangat tinggi. Dan ketakutan lain nya……bukankah itu artinya pembunuh berkeliaran di wilayah sekolah mereka?

“Berhentilah menangis, Rae. Aku di sini. Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu”

Raena semakin memeluk erat kekasih nya tersebut. Tapi ia memang berusaha menghentikan tangis nya. Ia tentu nya bersyukur ia memiliki kekasih sebaik Sehun. Pria ini selalu ada di saat yang tepat.

###

Sekolah mereka diliburkan karena kasus pembunuhan tersebut. Polisi masih saja berkeliaran di sana. Beberapa anak diinterogasi polisi. Dan sialnya Raena malah salah satu yang ditanyai karena ia memang ada masalah dengan Hong Jisun.

Karena sekolah libur, Sehun mengajak nya kencan. Raena tahu pria itu hanya ingin menghiburnya. Jadi ia menyetujui nya. Walau akhirnya ia yang menentukan tempat kencan mereka nanti. Karena Sehun tidak tahu banyak tempat untuk berkencan. Raena tersenyum kecil mengingat kekasih nya tersebut. Ia kekasih pertama Sehun? Pria itu sepolos itu? Benar-benar menggemaskan.

Sesuai yang Raena katakan ia cukup tahu tempat-tempat yang bagus untuk berkencan. Ia mengajak Sehun ke salah satu amusement park yang ada di Seoul. Kemudian membawa nya ke tempat-tempat yang makanan nya terkenal enak. Mereka benar-benar menikmati kencan mereka.

“Ah! Chakkaman, Hun” ujarnya dan menahan Sehun yang hendak berjalan ke arah lain.

“Ya?”

“Bisakah kita menyempatkan ke toko ini dulu? Sebentar lagi Seunghee ulang tahun. Mungkin aku bisa mendapat hadiah yang tepat di sini” jelas Raena.

“Ini?” tanya Sehun saat memastikan saat melihat toko baju di hadapan nya. “Ini kan toko baju pria”

Raena hanya cengengesan. “Seunghee sebenarnya cukup tomboy. Ia memang memakai baju pria sehari-hari”

Sehun pun mengangguk menyetujui dan mereka masuk ke dalam toko tersebut. Raena sangat senang dengan persetujuan tersebut. Sehun sungguh baik mau menyempatkan waktu kencan mereka dengan menemani nya belanja. Dimana lagi ia bisa dapat pria sebaik ini? Kebanyakan pria malas menemani belanja.

“Hun, coba kau pakai ini” pinta Raena.

“Aku?” tanya Sehun memastikan. Ia pria dan Seunghee wanita. Rasanya itu akan terkesan berbeda saat dipakai.

“Seunghee memang suka baju oversize. Jadi tidak masalah sekalipun ukuran nya tidak tepat” ujar Raena.

Sehun mengamati jaket dan kaos yang Raena pegang. “Wanita memakai pakaian seperti ini?” tanya nya memastikan.

Raena mengangguk yakin. “Seunghee itu sangat suka penampilan yang simpel. Kalau ia keluar dari rumah nya ia hanya akan mengenakan kaos dan jaket. Katanya sesuai dengan nya saat malas mandi”

Sehun ternganga mendengar pernyataan mengagetkan tersebut. Siapa sangka gadis yang sekilas terlihat cantik tersebut memiliki kebiasaan tidak mandi?

Sehun pun mengambil baju pilihan Raena dan segera mengganti baju nya. Dan sesuai tebakan Raena, semakin bagus tampilan pria ini, semakin Raena berkemungkinan mati lemas.

Sehun hanya memainkan kedua alisnya untuk bertanya. Dan Raena masih terpukau.

“K-kau sangat cocok mengenakan nya” ujarnya gelagapan.

“Menurut mu Seunghee juga akan cocok mengenakan nya?” tanya Sehun lagi.

Raena sedikit tersentak karena Sehun malah lebih ingat tujuan masuk ke toko ini dibanding ia sendiri.

Raena menggeleng. Ia tidak peduli lagi dengan hadiah Seunghee. Sehun tampak sempurna memakai baju pilihan nya. “Untuk mu saja. Aku akan menghadiahkan ini untuk mu. Aku tak memberimu apa-apa saat kau ulang tahun tahun ini karena kita belum dekat saat itu. Jadi….ini hadiah yang terlambat?” ujar Raena sedikit meringis.

“Tidak masalah” jawab Sehun ringan. “Tapi bagaimana dengan Seunghee?” tanya Sehun lagi.

Betapa perhatian nya pacar nya ini, bahkan pada teman-teman nya sekalipun. Raena pastikan ia tidak akan mendapatkan pria yang lebih baik dari pada Sehun. “Aku akan mencarinya lain kali”

“Sekarang kau bisa mengganti lagi bajumu. Dan kita akan melanjutkan kencan kita” ujar Raena.

“Aku ingin langsung memakai nya”

“Ye?”

“Aku sangat senang. Aku ingin langsung memakai nya karena ini dari pacar ku” ulang nya dengan senyuman lebar.

Pipi Raena langsung memerah dibuat nya. “Baiklah…. Aku akan membayarnya dulu” ujarnya dan segera menuju kasir.

Raena masih berkali-kali melirik ke arah Sehun yang sesekali masih melihat baju di sekitar nya. Oh, Tuhan….. Sebenarnya bagaimana bisa pria itu terlihat semempesona itu?

Raena mengernyit saat Sehun membelakanginya dan menyentuh salah satu baju. Garis bahu itu…..rasanya Raena pernah melihat nya. Raena memperhatikan postur tubuh pria itu dari atas sampai bawah. Sehun pacarnya, tapi sekalipun begitu ia tak pernah cukup berani untuk mengamati fisik nya. Jadi ia tidak terlalu tahu detail tubuh Sehun. Tapi kenapa rasanya ia pernah benar-benar fokus menatap tubuh itu sebelum nya?

Raena sedikit tersentak saat kasir toko memberinya uang kembalian. Ia pun menerima nya dan menghampiri Sehun dengan ragu. Ia menarik tangan pria itu.

“Ada apa, Rae?” tanya nya kebingungan saat Raena hanya melihat tangan nya.

“Bukan apa-apa” jawab Raena dan langsung menarik Sehun bersamanya.

###

“Terima kasih untuk kencan hari ini, Hun” ujar Raena dengan seulas senyum ceria nya saat Sehun mengantar nya ke rumah nya.

“Aku yang seharusnya mengatakan itu. Terima kasih telah membawaku ke banyak tempat yang menyenangkan hari ini” ujar Sehun balik.

Raena hanya bisa menahan senyum nya agar ia tidak terlihat berlebihan seperti orang gila saat ini. “Malam, Hun” ujar Raena dan hendak membuka pintu mobil di samping nya. Namun ia merasakan Sehun menahan tangan nya.

“Rae?”

“Ya?” Raena hanya menatap balik Sehun yang menatap nya. “Hun?”

Pandangan Raena beralih pada tangan Sehun di pipi nya. Kegugupan langsung menyergap nya. Hingga ia hanya bisa diam. Ia langsung memejamkan matanya saat wajah Sehun mendekat. Lembutnya persentuhan bibir tersebut membuat Raena merasa melayang. Mungkinkah sebenarnya ia telah mati dan berada di surga? Adakah hal yang lebih indah dari pada ini?

“Aku mencintai mu, Rae” bisik Sehun setelah ciuman tersebut. Dan Raena hanya bisa menahan nafas nya karena wajah nya dan wajah Sehun masih berdekatan.

“Aku juga mencintai mu” ujar Raena mengumpulkan keberanian nya. Astaga! Sehun pacar nya. Seharusnya ia bisa lebih natural lagi.

“Benarkah?” tanya Sehun lagi. Raena hanya mengangguk seperti orang bodoh. Tapi itu memang kenyataan nya.

Raena langsung memegang sekitar leher nya saat merasakan tangan Sehun menyentuh sesuatu di sana.

“Ini pemberian Chanyeol-sunbae, bukan?” ujarnya dan menatap kalung yang menggantung di leher Raena.

Raena melirik ke dirinya sendiri. “Ne” jawabnya pelan.

“Bukankah kau pacar ku, Rae?” tanya Sehun lagi.

Raena menggigit bibir nya mendengar pernyataan tersebut. Tapi ia tetap mengangguk.

“Kalau begitu kenapa memakai benda pemberian pria lain?”

Raena mengalihkan pandangan nya saat mendengar tuntutan tersebut. “Maaf, Hun. Aku mencintai mu, dan aku memang pacar mu. Tapi aku pernah berjanji pada Chanyeol-oppa aku akan memakai nya sampai kapan pun sekalipun kami putus. Aku ingin menghargai nya dan memegang janji ku. Jadi…..bisakah kau tidak menganggapnya sebagai suatu masalah?” pinta nya memohon.

Sehun tidak langsung menanggapi nya. Tapi kemudian mengangguk. “Ya. Itu sama sekali bukan masalah”

“Benarkah?” tanya Raena memastikan sekali lagi.

Sehun mengangguk. “Aku mencintai mu. Itu kenyataan nya. Dan itu tak akan pernah berubah”

Senyum Raena otomatis tertarik mendengarnya. Kata ‘selalu’ dan ‘selamanya’ memang sangat kuno. Tapi ia sangat bahagia mendengarnya dari Sehun. Tidak peduli pada kemungkinan kebanyakan yang pacaran akan putus. Dan hanya sebagian dari pengalaman pacaran yang akhirnya menikah.

Tapi ia benar-benar senang dengan perlakuan Sehun saat ini. Pria itu menghargai keputusan nya. Raena menghela nafas lega. Dimana lagi ia akan mendapatkan pria se-perhatian ini?

###

Sehun mendendangkan lagu kesukaan nya saat memasuki rumah nya. Perasaan nya menggebu-gebu saat mengingat kencan nya hari ini dengan Raena. Ia langsung memakaikan baju nya pada manekin. Memandangi nya penuh rasa cinta.

Tak lama setelah nya ia mendengar langkah kaki di belakang nya. “Kemarilah” ujarnya tanpa melihat siapa yang datang tersebut.

“Lihat. Raena membelikan ku baju. Dia mengatakan aku tampan. Aku sangat senang” pamer nya langsung.

Orang tersebut hanya diam memandangi pakaian yang dipasangkan pada manekin tersebut.

“Kau tak ingin mengatakan apapun?” tanya Sehun tajam saat ia tak puas karena tidak mendapatkan jawaban apapun.

“Baju nya sangat bagus. Raena sangat ahli memilih” ujarnya langsung.

Sehun menarik senyum nya lebar-lebar. “Tentu saja. Dia memang gadis yang paling indah di dunia ini”

Sehun masih cengar-cengir tak jelas saat kemudian mata nya menyadari sesuatu. “Tangan mu kenapa?” tanya nya tajam.

Pria yang satu nya lagi hanya diam.

“Jawab aku, Sialan!” maki nya dan menendang perut orang itu detik itu juga.

“Kenapa kau biarkan dirimu terluka? Hah?” bentak Sehun emosi.

Pria itu tahu Sehun bukan nya khawatir dengan keadaan nya. Sehun hanya tak suka barang miliknya dirusak oleh orang lain. Yap. Dia miliki Sehun. Bukan milik dirinya sendiri.

“Kau itu dibuat hanya untuk hancur demi aku!” berangnya emosi dan memukul wajah pria itu detik itu juga. Ia hapal setiap luka yang ia buat di tubuh pria itu dengan rutin setiap hari. Sisi buas nya memang sekeji itu sebenarnya. Dan ia benci jika barang yang seharusnya hanya boleh rusak oleh nya dirusak oleh orang lain juga.

Pria tersebut hanya diam saat Sehun memukuli nya membabi buta. Ia memang diciptakan sebagai cadangan Sehun. Orang tua Sehun trauma karena anak pertama mereka meninggal karena tidak mendapat donor jantung yang cocok. Karena itu mereka tak ingin kejadian yang sama terulang kembali.

Saat Sehun lahir, saat itu pula kloning nya langsung dibuat. Agar apapun yang kurang dari Sehun bisa diambil darinya. Kalau Sehun butuh jantung, maka jantung nya yang akan diambil. Kalau Sehun butuh ginjal, liver, atau apapun maka ia harus memberikan miliknya. Karena ia hanyalah kepalsuan.

“Jangan berpikir kau bisa bertingkah sesuka mu! Semua nya milikku! Kau bukan siapa-siapa! Kau juga tak memiliki apa-apa! Orang tua saja tidak benar-benar orang tua mu! Nama pun tidak punya! Aku bahkan harus berbaik hati meminjamkan nama ku. Entah kau masih bisa disebut manusia atau tidak” hina nya dengan senyuman meremehkan.

“Hey, makhluk sialan! Jawab aku! Siapa yang berani menyentuh barang milikku!” bentak nya dan mencengkram kerah baju pria tersebut.

“Ada preman yang mengepung Raena. Mereka hampir melecehkan nya. Jadi aku tak sengaja terluka karena mereka” jelas nya pelan.

“MWO?!” mata Sehun langsung membulat mendengarnya. “ADA YANG BERANI MENYENTUH GADIS KU?!!!”

Beberapa pukulan kembali ia layangkan pada pria di hadapan nya. “BISA-BISA NYA KAU MEMBIARKAN HAL ITU TERJADI!! LALU KENAPA TIDAK KAU PAKAI TUBUH MU DENGAN LEBIH BAIK UNTUK MELINDUNGI NYA!! DIA MILIKKU! MILIKKU! SEMUA YANG ADA PADANYA MILIKKU!!”

Pria tersebut hanya diam menerima pukulan tersebut.

“Keluar! Kalau sekali lagi ini terjadi aku akan menghabisimu sebelum kau sempat kugunakan” ancam nya.

Pria itu pun langsung berjalan keluar dan menutup pintu kamar tersebut.

###

Sehun mengusap wajah nya kasar saat amarah meluap di dalam dirinya. Ia membuka salah satu laci di kamar nya. Kebiasaan buruk nya adalah melampiaskan amarah dengan seks.

Sehun menurunkan celana nya. Ian menyemprotkan pelumas ke tangannya. Getaran nikmat berdesir ketika dia menggosokkan pelumas pada ereksinya. Dia mengambil vagina silikon dan memasukkan kejantanan nya ke sana.

Sehun manusia yang punya hasrat. Dan sekalipun sebelum ini ia tidak pernah punya ketertarikan berlebih terhadap wanita, ia tetap menikmati saat-saat ia memuaskan dirinya.

Sehun punya banyak keahlian, membuat wanita menyerahkan diri dengan segera. Tapi selama ini ia tidak pernah benar-benar menyukai gadis manapun. Karena itu ia lebih suka masturbasi yang semata-mata dilakukan karena praktis. Ia tidak perlu wanita setelah maksudnya tercapai. Tapi hari ini, rasa suka dari kegembiraan itu lenyap begitu saja.

Ia melenturkan lengannya, mendorong silikon sempit dan ketat sepanjang ereksinya yang bengkak. Perut, pantat, dan otot pahanya mengencang saat dia memompa, membuat tekanan dan menghisap ketika dia bergerak, gambaran tentang oral seks.

Sehun terus menggerakkan vagina silikon di sepanjang kepala ereksinya dan memasukkannya ke dalam kehangatan, sangat licin lagi dan lagi. Biasanya, ia menutup mata dan membayangkan fantasi seks selama masturbasi. Hari ini, karena beberapa alasan, pandangannya menatap ke ereksinya pada vagina merah muda. Ia membayangkan bibir merah muda yang indah menggantikan vagina silikon. Kemudian ia melihat mata gelap yang besar melihat padanya. Bibir Raena, mata Raena.

Butuh waktu untuk menggoda seseorang yang kau cintai. Apalagi meyakinkan nya bahwa itu cinta dan bukan ketertarikan fisik. Ditambah dengan image anak baik-baik yang melekat pada diri Sehun. Ia tidak tahu harus bagaimana menggoda gadis itu apalagi menyampaikan hasrat yang selama ini terpendam di dalam dirinya.

Sehun tak pernah berbohong saat ia mengatakan ia mencintai gadis itu. Sangat amat mencintai nya. Sampai mungkin itu berdampak buruk bagi nya. Obsesi? Terserah saja orang mengatakan nya apa. Ia hanya tidak bisa berhenti memikirkan gadis itu. Bahkan ketika gadis itu akhirnya menjadi pacar nya pun perasaan seperti itu tidak juga hilang. Membuat Sehun frustasi.

Sehun tidak peduli kalau orang mengatakan ia bukan pria yang baik karena sisi gelap nya ini. Memang nya tidak bisa disebut cinta kalau ia membayangkan hal-hal kotor tentang gadis itu? Ia bukan orang yang baik hanya karena fantasi seks nya?

Tapi memang itulah masalah nya saat ini. Ia tahu kebanyakan gadis tidak suka dijadikan khayalan pemuas nafsu pria, sekalipun beberapa di antara nya dengan mudah diajak tidur. Karena itulah ia tidak ingin Raena tahu sisi nya yang seperti ini. Terus bersikap seolah ia sabar untuk waktu yang tepat untuk itu. Tapi di dalam dirinya, ia sebenarnya menginginkan wanita itu sepenuhnya setiap saat. Dan karena takut kehilangan, ia harus menjadi pria baik hati. Padahal ia tahu ia sebenarnya sangat temperamen.

Sehun mengerang dan menyentakkan pinggul nya, bergerak lebih cepat. Setiap otot di tubuhnya menjadi keras dan kaku. Ereksinya terlihat membesar ketika dia mendorong penuh pada batang di dalam vagina silikon tebal. Dia tidak ingin klimaks  hanya dengan mainan seks. Dia ingin sesuatu yang tidak dimilikinya. Namun, bagaimanapun juga benda ini saat ini harus cukup untuk nya.

Padahal ia begitu ingin menahan tungkai yang panjang, rambut hitam yang cantik, meminta gadisnya berlutut di depannya, dan memasukkan ereksinya pada liang kenikmatan gadis itu yang basah, mulut yang penuh…Dia ingin melihat cahaya kegembiraan di mata Raena ketika ia meledak dalam kenikmatan dan sepenuh nya menjadi milik nya.

Orgasme datang padanya, dengan tajam dan nikmat. Dia menghembuskan napas ketika dia berejakulasi. Setelah itu dia menutup mata dan merintih. Kemudian ia berjalan ke kamar mandi. Sehun tahu bahwa ereksinya tetap sangat sensitif dan ereksinya benar-benar sangat-sangat merisaukan nya saat ini. Sialan.

###

Minggu pagi Kris diganggu dengan telfon sepupu nya yang berisik. Dan ia bahkan terpaksa harus meluangkan waktu nya yang berharga di siang hari untuk menemui sepupu nya tersebut. Kris berdecak malas saat gadis itu baru datang sekarang padahal waktu janjian nya setengah jam lalu.

“Kris, kumohon tolong aku” ujar gadis itu dengan sangat tepat di detik pertama duduk di hadapan Kris.

Kris memutar bola matanya bosan. “Kenapa lagi? Masih tentang pria yang kau sukai itu? Sudah kubilang aku tidak mengerti cara menarik hati pria. Kalau aku berbakat dalam bidang itu mungkin saat ini aku sudah menjadi gay saja sekalian”

“Ini bukan tentang Sehun” bantah Raena langsung. “Aku sudah berpacaran dengan nya. Jadi bukan itu yang ingin kukatakan”

“Lalu?”

“Aku selalu merasa diikuti akhir-akhir ini. Dan itu benar-benar menggangguku. Aku bahkan terlambat hari ini untuk menemui mu karena aku mencari cari jalan lain” ujar Raena lagi.

“Rae, aku tahu kau cantik. Dan memang pada dasarnya penyakit gadis cantik itu selalu terlalu percaya diri. Di jaman sesibuk ini, tak akan ada orang yang sempat menguntit mu” balas Kris malas.

“Aku serius, Kris!”

Kris menghela nafas jengah. “Rae, dengar. Memang nya kau siapa sampai harus diintai seseorang? Putri presiden, kah? Tidak, kan? Jadi sudahi saja mengkhayal jadi orang penting”

“Kris, percaya padaku aku tidak mengada-ada” ujar Raena meyakinkan.

“Oh? Jadi sepupu ku ini terlalu cantik hingga orang-orang mesum  mengincarnya?” tanya nya meremehkan.

“Kris!”

“Okay. Okay. Kalau kau memang tidak hanya mengkhayal, apa kau pernah benar-benar melihat orang yang mengikutimu?” tanya nya sok menyerah.

Raena menggeleng. “Aku tidak berani berbalik. Tapi percayalah itu bukan hanya halusinasi ku. Aku mendengar langkah nya selalu mengikuti ku”

Kris menatap nya bosan. “Rae, kau tahu ada jutaan orang di dunia ini. Tidak mungkin hanya kau sendiri. Dan orang-orang ini tidak mungkin diam sepanjang waktu. Karena itu kau bisa mendengar suara langkah kaki kemana pun”

“Kris, aku….aku….”

“Jangan sok dramatis dengan berbicara terbata-bata seperti itu. Kau jadi terlihat bodoh”

Raena mengeraskan rahang nya. “Saat aku bangun tidur aku sudah telanjang” ujarnya dengan suara tertahan.

Kris terdiam sedetik. “Di rumah mu sepanas itu? Kalau pengatur suhu rumah mu bermasalah, aku bukan orang yang bisa memperbaiki nya”

Raena menatap tidak percaya sepupu nya tersebut. “AC kamar ku menyala dan aku tidak sedang kepanasan”

Kris mengangguk-angguk asal. “Kalau kau punya masalah tidur yang membuat mu melakukan banyak hal tanpa kau sadari, aku tidak bisa menyembuhkan mu”

“Aku tidak punya gangguan tidur apapun!” bantah Raena lagi.

Kris memberi tatapan terpana pada gadis di hadapan nya. “Wow. Aku baru tahu kau gadis yang punya gambaran-gambaran eksotis di dalam kepala mu dan suka bermasturbasi”

Raena rasanya tidak tahu harus mengatakan apa lagi. “Bukan seperti itu. Maksudku kupikir ada seseorang yang menyelinap masuk ke kamar ku”

“Punya bukti?” tantang Kris.

Raena menggigit bibirnya. Kemudian perlahan menurunkan syal menutupi lehernya. Mata Kris langsung menajam melihat bekas kemerahan di leher gadis itu. “Kau bisa mengatakan aku mengkhayal. Tapi aku tetap tak akan bisa membuat kissmark pada leher ku sendiri. Dan ini bukan lebam karena kekurangan vitamin. Jumlahnya terlalu banyak kalau itu penyebab nya. Tanda seperti ini ada di banyak tempat di tubuh ku”

Kris membeku mendengarnya. Sebuah notes kecil langsung keluar dari saku nya lengkap dengan bolpoin nya. “Sejak kapan kau mulai merasa ada yang mengintai mu?” tanya Kris mulai menanggapi dengan serius masalah gadis di hadapan nya.

Raena sedikit lega karena akhirnya Kris percaya padanya. Memang inilah yang ia harapkan. Kris memang bukan detektif. Tapi ia saat ini bersekolah di sekolah khusus untuk intelijen negara. Jadi ia harap pria ini bisa menyelesaikan kasus ini sesegera mungkin.

Raena menggeleng ragu. Sebenarnya sudah sangat lama ia merasa selalu diintai. Tapi tak terjadi apapun pada dirinya. Jadi ia terus mengatakan pada dirinya bahwa itu hanya perasaan nya. Dan mencoba tidak merasakan apa-apa. “2 bulan? Atau mungkin lebih” ujarnya tak yakin. Tapi rasanya memang ia diintai lebih intens dalam waktu 2 bulan ini.

“Ada sesuatu yang spesial yang terjadi dalam 2 bulan ini atau sebelum nya?” tanya Kris lagi.

Raena memutar otak nya. Yang ia pikirkan hanya satu hal. Kematian Chanyeol. “Pacar ku meninggal sekitar 3 bulan lalu” ujar Raena sendu.

“Lalu?”

Raena menggeleng. Ia tidak tahu apa-apa lagi.

“Bagaimana dengan pacar barumu?” tanya Kris lagi.

“Ye?”

“Bukankah kau bilang dia populer? Tidakkah ada banyak gadis yang akan patah hati karena itu? Tidak ada yang membencimu karena itu?”

Raena terdiam mencerna nya. Ia juga tahu hal itu. Tapi memang nya itu ada hubungan nya? “Aku tahu salah satu nya. Tapi dia sudah meninggal 3 hari lalu”

“Meninggal?” tanya Kris kaget. Raena mengangguk lesu. “Ada hal lain yang terjadi?”

Raena menggaruk tengkuk nya. “Aku tidak tahu ini ada hubungan nya atau tidak. Tapi…..belum lama ini aku bertemu preman”

“Maksudmu seseorang menyuruh mereka mencelakai mu?” tanya Kris memastikan.

Raena meringis karena ia juga tidak tahu pastinya. “Tapi…..yang jelas saat itu ada orang yang menolong ku”

“Menolong? Bukankah berarti ia baik? Apa yang perlu kau khawatirkan?” tanya Kris lagi.

“Masalahnya dia pergi begitu saja saat itu. Dan itu rasanya sangat aneh. Apalagi ia memakai masker hingga wajah nya tertutupi”

“Dia yang membuntuti mu?” tebak Kris.

Raena bergidik. Mungkin ia yang terlalu berpikiran buruk. Tapi seseorang yang menguntit selalu membuat Raena memberi nya image buruk. Tapi pria waktu itu punya aura yang mengatakan ia orang yang baik.

“Aku tidak tahu, Kris”

“Kau belum melaporkan kejadian ini pada polisi? Atau menceritakan nya pada orang tua mu?” tanya Kris lagi.

Raena menghela nafas berat. “Aku takut kalau aku memberi tahu orang tua ku mereka menjadi cemas berlebihan. Dan aku tidak bisa mengatakan nya pada orang lain. Aku takut pacar ku tahu bahwa gadis milik nya telah disentuh orang lain. Dan aku tidak ingin melapor pada polisi. Orang-orang akan membicarakan ku kalau tahu hal itu”

“Kau sudah memeriksakan dirimu?” tanya Kris lagi.

Raena mengangguk. “Tidak terjadi apapun. Aku masih perawan dan tidak ada sampel sperma ditemukan”

Kris menghela nafas lega mendengarnya. “Kalau kita cek lagi mungkin ia akan menemukan sisa obat bius di badan mu, atau di kamar mu. Tapi itu tak terlalu membantu. Kau sudah merapikan kamar mu?”

Raena menggeleng. “Aku ingin kau memeriksan nya. Karena itu aku tak membereskan nya sama sekali dan hanya mengambil baju ganti di lemari”

“Ada barang yang hilang?” tanya Kris untuk mempersempit kemungkinan ada tidak nya kemungkinan motif nya adalah materi.

Raena menggeleng. “Rasanya tak ada”

“Bagaimana dengan pakaian dalam mu?” tanya Kris lagi.

“Hah?”

“Pelaku pelecehan sering kali hanya orang mesum. Dan beberapa tertarik dengan pakaian dalam wanita” ujar Kris terus terang.

Raena langsung jijik mendengarnya. “Aku belum mengecek nya sama sekali”

Kris mengangguk-angguk. “Besar kemungkinan jejak pelakunya masih tertinggal di kamar mu. Tapi kita tak punya satu pun tersangka. Sekalipun kita menemukan sampel dari kulit, rambut, atau sidik jari, kita tak bisa mencocokkan nya pada orang-orang tertentu”

Kris menghela nafas. “Baiklah…. Kurasa ini akan cukup sulit. Tapi aku akan mencoba menyelidiki nya”

“Gumawo, Kris” ujar Raena tulus.

“Cheonma”

###

Raena merutuk karena hari demi hari sama sekali tidak ada kabar dari Kris. Tapi Raena tetap tak bisa menuntut nya. Kris juga punya kesibukan nya sendiri. Jadi Raena hanya bisa pasrah. Ia hanya berharap tak terjadi apapun yang lebih buruk padanya. Lagi pula kekhawatiran nya tentang orang tersebut mengambil foto dan menyebarkan nya karena benci juga tidak terjadi. Sama sekali tak ada foto bugil dirinya yang beredar.

###

Pernahkan kalian melakukan hal yang kalian tahu salah tapi kalian tetap melakukan nya? Raena telah tahu bagaimana rasanya. Tadi malam ia telah melakukan nya. Ia bercinta dengan pria tanpa ikatan apapun. Ia melakukan nya dengan Sehun.

Ia tahu segala kemungkinan bisa saja terjadi. Ia mungkin akan putus dengan Sehun suatu hari nanti. Hubungan mereka mungkin tidak akan bertahan selama nya. Atau Sehun hanya memiliki ketertarikan fisik dengan nya pun, itu juga mungkin. Tapi ia tak menyesal telah melakukan nya.

Akhir-akhir ini keperawanan nya terancam karena orang mesum. Jadi rasanya masih lebih baik ia memberikan nya pada Sehun. Setidak nya ia tidak dipaksa dan ia melakukan nya dengan orang yang ia cintai.

Raena membelai lembut pipi Sehun yang sedang terlelap di samping nya. Ia mengagumi tiap titik wajah sempurna pria tersebut. Dulu ia selalu berpikir hubungan seksual itu adalah hal yang menjijikkan. Kata itu terdengar sangat kotor bagi nya. Dan ia pikir ia tidak akan pernah melakukan nya.

Tapi pengalaman nya tadi malam telah mengubah cara pandang nya. Mungkin seks itu sebenarnya bukan hal yang buruk. Atau mungkin karena ia melakukan nya dengan Sehun hal itu jadi terasa indah. Tapi yang manapun alasannya, Raena memang menikmati kegiatan intim mereka semalam.

Ia suka berada dalam pelukan Sehun. Ia suka Sehun yang menciumi nya. Ia suka sentuhan lembut pria itu di kulit nya. Dan ia tentu ingat setiap desahan dan erangan kenikmatan saat Sehun menghujam liang kenikmatan nya dengan kejantanan pria itu dan membentur titik-titik yang tepat. Ia merasa dicintai. Mungkin saja hanya perasaan nya. Tapi ia berpikir yang mereka lakukan semalam bukan hanya karena nafsu. Sehun memperlakukan nya dengan sangat baik dan lembut. Membuat Raena semakin mencintai nya.

Raena menyadari pergerakan kecil Sehun saat pria itu mungkin terbangun karena sentuhan di wajah nya. Pria itu mengerjap sejenak. Dan senyum polos nya tampak saat matanya menatap Raena. Ia kembali menarik wanita itu ke dalam pelukan nya. Dan Raena hanya terkikik merasakan kecupan kecupan ringan di salah satu pipi nya.

“Hun, sudah. Ayo bangun” tegur Raena saat merasakan Sehun malah menciumi leher nya.

“Sebentar lagi, ne?” rengek nya.

Raena hanya tersenyum melihat nya. Siapa sangka pria yang selalu tampak dewasa, lembut, mandiri dan tenang ini punya sisi kekanakan seperti ini?

“Rae?”

“Hm?”

“Gumawo” ujar Sehun.

Raena tetap memasang senyum manis nya. “Kau sudah mengatakan itu tadi malam” ujarnya.

“Tapi aku aku benar-benar senang. Eumm…..kau benar-benar tak masalah melakukan nya dengan ku?” tanya Sehun kembali memastikan.

“Aku juga menikmati nya, Hun” jawab Raena yakin.

Senyum Sehun benar-benar mengembang mendengarnya. Ia kembali mendekatkan wajah nya dan memagut bibir gadisnya dengan lembut. Kedua nya mabuk oleh ciuman yang terasa manis tersebut. Tapi beberapa saat kemudian Raena tiba-tiba melepas ciuman nya.

“Kenapa, Rae?” tanya Sehun kebingungan.

Raena menyentuh sekitar leher nya. “Kalung ku tidak ada” ujarnya. Ia mulai memindah-mindahkan posisi bantal di sekeliling nya untuk mencari. “Tidak mungkin. Kenapa bisa tidak ada? Hilang kemana?” tanya nya panik.

Raena langsung beranjak dan mencari ke sekeliling tempat tidur.

Sehun hanya menatap gadis yang sibuk mencari kalung nya tersebut.

“Sudahlah, Rae. Kita bisa membeli nya lagi nanti” hibur Sehun.

Raena menggeleng tegas. “Tidak mau. Itu pemberian dari Chanyeol-oppa. Kubeli lagi pun itu bukan benda yang sama” tolak nya keras kepala.

“Tidak. Tidak. Aku harus menemukan nya. Itu barang yang berharga” Raena terus menggeleng berulang kali. Dan air mata nya mulai terkumpul di sudut matanya. Benar-benar frustasi karena tidak menemukan nya di sekitar.

Sehun langsung bangkit melihat gadis nya menangis. Ia mengambil celana nya yang tergeletak di lantai. Dan baju Raena. Ia memakaikan baju itu pada Raena. “Pakai baju mu dulu. Aku akan membantumu mencari nya. Kumohon jangan menangis” pintanya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi gadis itu.

“Kira-kira kapan hilang nya? Di rumah ini, kah?” tanya Sehun mempersempit kemungkinan.

Raena mulai mengingat-ingat sebenarnya kapan benda tersebut hilang. “Saat kau menjemputku tadi malam, aku masih memakai nya”

Sehun mengangguk mengerti. Itu artinya wilayah yang mau dicari adalah dalam dan luar rumah nya. Memang kemungkinan nya menyempit. Tapi tetap saja ada banyak tempat yang harus dicari.

“Kita akan menemukan nya. Sekarang kita cari di kamar ini dulu” ujar Sehun.

Raena mengangguk patuh. Dan kali ini memilih mencari dengan teliti. Bukan lagi dengan kepanikan seperti sebelum nya.

Tatapan Raena menjadi temaram saat melihat jam di tangan nya. Ia menatap nanar Sehun yang sejak tadi pagi sama sekali tidak berhenti mencari kalung tersebut. Sudah belasan jam mereka mencari. Ini bahkan sudah malam. Ia dan Sehun bahkan belum mandi atau makan sama sekali.

Raena mengusap kasar air mata yang menuruni pipi nya. Berusaha menguatkan dirinya karena tidak mampu memenuhi janji nya dengan Chanyeol. Ia pun berjalan mendekati pria yang masih menelisik tanah dengan teliti dan sebuah senter untuk memperjelas penglihatan nya.

“Sudahlah, Hun” ujarnya dan memeluk pria yang sedang berjongkok tersebut.

Sehun berdiri dan membalik badan nya. “Tapi bagaimana dengan janji mu pada Chanyeol-sunbae? Kita harus menemukan nya. Mungkin sebentar lagi” ujar Sehun menenangkan.

Raena langsung menahan pria tersebut. “Kita sudah mencari nya puluhan kali di semua tempat. Mungkin aku lupa. Mungkin kalung itu sudah jatuh sejak sebelum kau menjemputku”

Raena mencoba menarik senyum nya. “Tidak perlu mencari nya lagi. Aku yakin Chanyeol-oppa akan mengerti kalau aku tidak menghilangkan nya dengan sengaja”

Sehun menatap gadisnya beberapa gadis. Ia tahu gadis itu hanya memaksakan dirinya agar tidak menangis. Tapi jelas sekali gadis itu memang telah menyerah. “Kau yakin?” tanya nya memastikan.

Raena mengangguk. Ia memang harus mengikhlaskan nya. Sehun pun memeluk gadis nya. Dan Raena pikir tidak baik kalau ia terus menangis. Ia telah menyusahkan Sehun dengan membuat pria itu membantunya mencari seharian kalung pemberian pria lain.

“Kalau nantinya salah satu pembantuku menemukan nya, aku berjanji akan mengembalikan nya padamu” ujar Sehun sungguh-sungguh.

Dulu Raena pikir Sehun tidak suka ia yang memakai benda pemberian pria lain. Tapi melihat Sehun yang seharian ini tanpa istirahat terus mencari, membuat nya sadar pria itu bukanlah pencemburu. Dan pria itu  sangat menghargainya. Membuat Raena merasakan bagaimana tulus nya pria itu mencintai nya.

###

“Tunggu sebentar di sini. Kau pasti haus. Akan kubuatkan minuman untukmu”

Raena tetap saja memasang senyum nya. Ini sudah pertengahan bulan ke-2 ia menjadi kekasih Sehun. Dan setiap hari nya terasa seperti surga bagi nya. Ia rasa tak ada gadis yang lebih beruntung darinya.

Raena merogoh saku nya saat merasakan ponsel nya bergetar. Dan ID caller Kris terlihat di sana.

“Yeoboseyo, Kris?”

“Kau dimana, Rae?”

Raena mengernyit mendengar nada suara  Kris yang terdengar mendesak nya. “Aku di-“

“Apa ada Sehun di sekitar mu?”

Raena mengangguk mendengarnya. “Ne. Aku sedang di rumah Sehun”

“Keluar dari sana. Sekarang” titah nya detik itu juga.

“Ah? Wae?” tanya Raena kebingungan.

“Kau percaya pada ku kan, Rae? Keluar dari sana sekarang juga. Nanti aku akan menjelaskan nya padamu”

Raena mengernyit mendengarnya. Tapi ia mendengar langkah Sehun mendekat. “Sehun sudah dekat ke sini”

“Keluar dari sana. Terserah kau mau memberi alasan untuk pergi atau kau pergi diam-diam. Yang penting keluar dari sana” desaknya.

Raena entah kenapa merasa gawat. Dan ia mulai panik tanpa sebab. Kemungkinan besar ia akan kesulitan berbohong saat ini. Karena itu ia langsung memutuskan pergi tanpa izin.

“Rae?”

Raena langsung berlindung ke sebuah lemari untuk bersembunyi agar tak terlihat. Karena kalau ia terus berjalan, jalan untuk keluar lurus sampai ke pintu. Bahkan sampai ke gerbang rumah Sehun.

“Raena?”

Raena menahan nafas nya mendengar Sehun memanggil namanya. Ia menjadi ketakutan tanpa sebab saat ini. Hanya saja ia tahu Kris tidak mungkin mendesaknya seperti itu kalau ini bukan hal yang gawat.

“Raena?” Raena terus mendengar Sehun yang memanggil namanya. Dan ia merasa langkah kaki pria itu semakin dekat. Raena menelan saliva nya susah payah. Akhirnya ia memilih menuju lorong di samping lemari. Ini memang akan menjauhkan nya dari pintu masuk. Tapi mungkin nanti ia akan bisa mengendap-ngendap keluar saat Sehun tidak berada di sekitar pintu masuk lagi.

Raena merasa keringat dingin menyelimuti seluruh tubuh nya saat mendengar langkah kaki dan suara panggilan Sehun di pangkal lorong. Ia pun memilih masuk ke salah satu ruangan untuk bersembunyi sementara waktu.

Raena berusaha meredakan degup jantung nya yang menjadi tak teratur. Tak sempat sedetik ia merasa sedikit tenang, matanya langsung terbelalak melihat salah satu sudut ruangan tersebut. Ia tidak tahu harus mendekat atau menjauh saat melihat kepala teman nya di dalam tabung kaca berisi cairan bewarna biru di sudut ruangan. Tolong katakan itu hanya pajangan yang dibuat mirip Kai. Tapi untuk apa pula Sehun memiliki pajangan yang dibuat seperti wajah Kai di rumah nya?

OSH

Pesan Kai yang dibatalkan itu kembali ke ingatan Raena. Dulu ia hanya memikirkan kata ‘Osh’ yang disebut dalam martial art atau Occupational Safety and Health. Sama sekali tidak terbesit bahwa itu juga bisa menunjukkan inisial Oh Se Hun.

Raena sama sekali tidak bisa menahan air matanya. Tapi akhirnya ia mendekat. Menatap kepala teman nya yang menjadi hiasan ruangan tersebut. Karena ini Kai tidak datang latihan lagi? Karena itu ia terus menghilang sebulan ini? Ia sama sekali tidak mengikuti pertandingan yang begitu ia impikan.

“Kai….mianhe” entah kenapa Raena merasa bersalah. Walau ia tidak tahu apakah ada hubungan nya kematian pria itu dengan dirinya.

“Ah. Ternyata kau di sini, Rae”

Tubuh Raena langsung menegang mendengar suara itu di balik punggung nya. Ia membalik tubuh nya dan terlihat Sehun dengan seulas senyuman nya.

“Apa yang kau lakukan pada Kai, Hun?” tuntut nya dengan air mata nya yang benar-benar terus mengalir.

“Oh… Kau sudah bertemu dengan nya? Pantas saja kau menangis haru seperti ini” ujarnya dengan senyuman lembutnya yang tak luntur.

“Kau bilang apa?” Raena benar-benar menatap nya tak percaya. Padahal ia sempat berharap Sehun mengatakan itu hanya pajangan yang sedikit eksentrik.

“Awal nya aku berniat menghabisi semua nya. Tapi kupikir kau pasti senang kalau aku menyisakan sedikit dan mengawetkan nya sebagai kenang-kenangan pelepas rindu mu dikala kau mengingat nya”

Raena membulatkan matanya. “Tapi kenapa, Hun? Kai teman ku. Kenapa kau membunuh nya?”

“Aku cemburu” jawabnya datar. “Aku benar-benar marah melihat nya memeluk mu tanpa izin ku. Padahal kan kau milikku. Aku tidak suka gadis milikku disentuh oleh orang lain. Tapi setelah nya aku sadar aku telah melakukan hal buruk. Jadi aku memikirkan apapun untuk memperbaiki kesalahan ku. Aku mencoba melakukan hal-hal yang membuat mu senang. Dan aku benar-benar senang karena aku berhasil”

“Apa?”

“Aku terus menerus memikirkan apa yang kau sukai. Dan aku akhirnya sadar tentu saja kau suka teman mu. Jadi satu kali saja. Aku membiarkan nya menjadi satu dengan dirimu. Kau terlihat sangat senang waktu itu”

“A-apa yang kau bicarakan?”

“Kau menyukai nya bukan? Aku sudah mengatakan padamu aku tahu apa yang kau sukai. Dan setelah nya pilihan ku memang benar. Kau mengatakan kau sangat menikmati Prosciutto waktu itu. Kupikir yang membuatnya menikmatinya sampai seperti itu karena itu adalah teman baik mu yang begitu kau sukai”

Raena merasa asam lambung nya naik. Dan saat itu pula ia memuntahkan isi perut nya.

“Rae? Kau baik-baik saja?” tanya Sehun cemas dan langsung mendekati gadis nya tersebut. “Ayo ke rumah sakit. Kita harus mengecek kesehatan mu. Aku khawatir kalau kau sakit”

Raena langsung melangkah mundur. “Jangan mendekat”

Sehun langsung mengeraskan rahang nya mendengar kalimat itu. “Kau takut padaku, Rae? Kenapa? Padahal aku sudah berjanji aku akan melindungi mu. Jadi kau tak perlu takut. Aku hanya memastikan kau aman”

Raena menggeleng berkali-kali melihat sosok kekasih nya yang selama ini ia kira sangat baik mempunyai sisi gelap seperti ini. Betapa ia lupa bahwa memang tak ada kesempurnaan di dunia ini. Dan Oh Sehun juga seperti itu.

“Jangan takut, Rae. Aku benar-benar tak akan menyakitimu. Aku selalu menjagamu tetap aman. Buktinya aku menyingkirkan Hong Jisun untuk mu. Aku tak ingin kau selalu dihina oleh nya” ujarnya meyakinkan.

Raena merasa tubuhnya kaku seketika mendengar penjelasan itu. Siapa yang akan senang mendengar seseorang terbunuh karena dirinya? Untuk orang yang masih cukup waras seperti Raena, tentu saja itu neraka.

“Itu salah, Hun!” pekiknya tidak terima.

Sehun menggeleng. “Aku memang telah mengatakan hal itu padamu kan, Rae? Aku bersedia melanggar hukum kalau itu demi mu”

Raena menatap tak percaya kekasihnya tersebut. Ia pikir pria itu melakukan pelanggaran hukum demi dirinya itu hanya tentang hal sesepele pria itu mengendarai mobil tanpa SIM. Dan ia lupa selalu ada kemungkinan untuk melakukan kesalahan besar setelah dengan mudah nya melanggar hal kecil.

“KAU GILA, HUN!!”

Sehun langsung terlihat berang mendengar hinaan tersebut. Ia mencengkram kedua lengan Raena.

“APA YANG SALAH DARI ITU? APA SALAH KALAU AKU MENCINTAIMU DAN INGIN MEMBUAT MU SENANG? AKU MELAKUKAN SEGALA NYA UNTUK MU!! AKU MENGINGINKAN MU SEJAK LAMA!! TAPI KENAPA SAAT SEKARANG KAU MENJADI MILIKKU KAU TETAP TAK MENYUKAI KU!!”

“Hun, lepas!” mohon Raena gemetar ketakutan.

“AKU TIDAK AKAN MELEPASMU!! MANA MUNGKIN AKU MAU MELEPASMU SETELAH SUSAH PAYAH MENYINGKIRKAN PARK CHANYEOL SIALAN ITU!!” bentak Sehun lagi.

Raena merasa lemas seketika saat mendengar kalimat tersebut. “Kau…..” Raena bahan tidak tahu lagi harus mengatakan apa.

“AKU TIDAK SALAH!! CHANYEOL YANG SALAH!! IA MENGATAKAN PADAKU AKAN MEMBANTUKU MENDEKATIMU!! AKU MEMBIARKAN NYA KARENA AKU TIDAK TAHU CARA UNTUK MEMBUATMU MENCINTAIKU!!”

“KATANYA DIA HANYA MENCARI TAHU APA YANG KAU SUKA. DAN DIA AKAN MEMBERI TAHUKU!! LALU SETELAHNYA IA MALAH MENJADI PACARMU!! AKU MARAH!!”

“TAPI DIA MENGATAKAN ITU JUGA SALAH SATU BAGIAN RENCANA NYA UNTUK MEMAHAMI MU!! KARENA IA MENGATAKAN PERLAKUAN SESEORANG PADA TEMAN DAN PADA PACAR NYA ITU BERBEDA!! IA MENGATAKAN PADAKU ITU AGAR IA BISA MEMBERITAHU KU AGAR AKU TAK MELAKUKAN SATU KESALAHAN PUN SAAT MENJADI PACAR MU NANTINYA!!”

“TAPI DIA MENGKHIANATI KU!! AKU MELIHATNYA MENCIUM MU!! DAN SAAT ITU AKU TAHU IA BERBOHONG PADAKU!! JADI AKU MENYABOTASE MOBIL NYA!! DIA PANTAS MENDAPATKAN ITU!! DIA MEMANG SEHARUSNYA MATI!!”

“AKU BERJUANG UNTUK MENDEKATI MU DENGAN CARAKU SENDIRI!! AKU TAK TAHU BANYAK HAL JADI AKU MELAKUKAN SEGALA HAL YANG KUBISA!! TAPI KENAPA SEKARANG SAAT KAU TELAH MENJADI MILIKKU KAU MALAH INGIN MENINGGALKAN KU?”

“PADAHAL  AKU TELAH MENAHAN DIRIKU AGAR TAK MARAH SAAT KAU MENGATAKAN SETIAP KALI KAU PACARAN ALASAN NYA ADALAH CINTA!! AKU DULU BERHARAP KAU PACARAN DENGA PRIA LAIN HANYA UNTUK BERMAIN-MAIN!! DAN AKU BERUSAHA MENERIMA KENYATAAN KALAU KAU PERNAH MENCINTAI PRIA LAIN SEBELUM AKU!! TERMASUK CHANYEOL SIALAN ITU!!”

Bentakan demi bentakan tersebut dikatakan tepat di depan wajah Raena. Dan Raena benar-benar tak tahu lagi harus apa sekarang. Ia hanya membiarkan dirinya menangis sejadi-jadinya.

“Kenapa menangis, Rae? Kumohon jangan menangis. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku tak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Kumohon maafkan aku” mohon nya dengan sangat.

Raena benar-benar tak tahan dengan semua kegilaan yang baru ia dengar tersebut. Siapa bilang dicintai itu selalu hal yang indah? Kini Raena lihat sendiri betapa tertekan nya ia karena cinta dari seorang psychopath seperti Sehun. Raena pun mendorong Sehun menjauh saat pria itu masih memohon padanya berkali-kali.

“Kau menolak ku, Rae?” nada suara Sehun menjadi getir. Ia menatap Raena penuh perasaan kecewa. Raena langsung menutup matanya saat Sehun berjalan cepat ke arah nya. Dan setelah nya Raena mendengar suara benda berat menghantam lantai. Ia benar-benar kaget. Dan saat ia membuka matanya ia benar-benar kaget melihat 2 orang pria yang sedang beradu tinju.

Raena kebingungan melihat nya dan pukulan demi pukulan disaksikan matanya. Ia bahkan tidak tahu lagi siapa yang memukul siapa.

“HENTIKAN!!!” bentak Raena tidak tahan. Dan kedua orang pria tersebut benar-benar berhenti.

Mata Raena benar-benar terbelalak saat menyadari apa yang membuatnya kebingungan sejak tadi.

“Kalian siapa?” tanya Raena linglung. Ia melihat bolak-balik 2 pria yang ada di hadapan nya. Dan ia tidak bisa menemukan perbedaan di antara kedua nya.

“Aku Oh Sehun”

Kalimat itu diucapkan bersamaan oleh kedua orang tersebut. Seorang pria yang berdiri di kanan membulatkan matanya tidak percaya.

“Hey, Sialan!! Oh Sehun itu nama ku! Tidak ada yang cukup baik hati memberimu nama. Dan aku mengizinkan mu memakai nya hanya saat administrasi masuk sekolah!!”

Raena kembali melihat ke pria yang berada di sebelah kiri nya. “Kau siapa?” tanya nya ulang.

“Aku Oh Sehun”

Masih jawaban yang sama. Dan membuat Raena bingung. “Kumohon aku tidak mengerti ini sama sekali. Jangan melakukan lelucon di saat seperti ini”

“Aku Sehun, Rae” tegas yang kiri sekali lagi.

Raena kembali memperhatikan keduanya. Dan sekali lagi. Ia masih tidak bisa menemukan perbedaan nya. “Kalau begitu siapa di antara kalian yang pacarku?”

“Rae, aku yang Oh Sehun, Rae. Aku pacar mu. Aku yang mencintaimu. Lihat ini. Aku mengenakan baju kaos ini sesering mungkin. Tiap kali selesai dicuci aku langsung memakai nya. Aku begitu senang karena kau membelikan ku ini. Kau ingat, kan? Ini baju kaos yang kau belikan untukku sebagai hadiah untuk-“

Penjelasan yang diucapkan secara tergesa-gesa oleh pria yang berada di kiri tidak dilanjutkan saat matanya menyadari pakaian yang dipakai pria yang satu nya.

“KENAPA KAU MEMAKAI BAJU YANG SAMA?!” bentak nya emosi.

Pria yang berada di sebelah kanan hanya diam. Ia tak mengatakan apapun. Hanya menunduk.

Pria yang sebelum nya membentak tersebut menggeleng saat ia menyadari sesuatu. Baru menyadari apa yang tumbuh bersama nya selama ini. “Tentu saja. Bagaimana ini tak terpikir oleh ku? Kau sama dengan ku. Tentu saja kau juga punya selera yang sama dengan ku. Kau benar-benar aku” ujarnya dengan seringaian meremehkan. Tapi matanya masih menatap tidak percaya.

“Jangan kira aku akan menyerahkan Raena begitu saja padamu. Kau itu palsu!!” berangnya dan kembali menerjang pria yang satu nya lagi.

Dan Raena kembali dibuat kebingungan karena kedua nya benar-benar persis dari ujung kaki ke ujung kepala. Semuanya terjadi begitu cepat. Ia tidak tahu siapa di antara kedua nya yang menarik pisau. Tapi saat Raena belum sempat mencernanya, salah satu nya telah tertikam di perut. Raena langsung memekik histeris melihat darah yang mengalir deras dari pria tersebut. Bahkan ia tidak tahu lagi yang mana yang tadinya berdiri di sebelah kiri ataupun kanan. Atau yang mana yang kekasih nya yang sebenarnya.

“Bajingan….”

Raena bisa mendengar desisan itu sebelum pria yang tertusuk tersebut memuntahkan darah dan tiba-tiba tidak bergerak lagi.

Raena menatap was was satu pria yang tersisa tersebut. Tapi pria tersebut tidak mengatakan apapun. Ia hanya menunduk dalam.

“Hun?” panggil Raena ragu.

Pria itu terlihat semakin muram. “Aku bukan Sehun” jawabnya pelan. Ia merogoh saku nya. Dan menyerahkan ponsel nya. “Kau bisa memanggil polisi agar aku ditangkap sekarang” ujarnya.

Raena menilik baik-baik pria itu. Pria ini persis seperti pacar nya. Namun pria yang sudah tak bernyawa lagi itu juga terlihat persis pacarnya juga. “Lalu nama mu siapa?” tanya Raena lagi.

Ia hanya menggeleng. “Orang tua Sehun terlalu malas mencarikan nama untuk ku. Jadi aku memakai nama yang sama dengan Sehun”

“Oh Sehun?” gumam Raena. Tiba-tiba ia ingat saat ia diminta menyampaikan pesan pada beberapa orang oleh guru nya. Dan Oh Sehun yang saat itu ia pikir adalah pacarnya ternyata berasal dari kelas lain. “Kau juga berada di sekolah yang sama dengan kami?” tanya Raena lagi.

Pria itu kembali mengangguk. Dan Raena akhirnya tahu kenapa orang-orang tak pernah mengingat wajah pria ini. Namanya sama dengan Sehun. Begitu pula wajah nya. Jika orang melihatnya,  ia hanya akan dianggap Sehun. Sama sekali tak ada yang mengingat nya.

“Tapi aku merasa tak pernah melihatmu di sekolah” ujar Raena kebingungan. Ia rasa orang-orang pun akan kaget jika menemui 2 Sehun di saat yang sama.

Raena lihat pria di hadapan nya merogoh saku nya. Dan langsung memakai masker. Dan itu benar-benar menjelaskan segala nya. Bertepatan dengan itu ia juga melihat bekas sayatan memanjang di salah satu punggung tangan nya.

“Kau……yang waktu itu menolong ku?” tanya Raena memastikan.

Pria itu mengangguk pelan. “Aku takut jika ada orang yang mencelakai mu. Karena itu aku mengikutimu. Dan syukurlah saat itu aku tepat waktu”

Raena menatap tak percaya pria di hadapan nya. Ia kira selama ini yang mengikuti nya itu bermaksud jahat. Siapa sangka ternyata ia sebenarnya dilindungi?

“Kau…….menyukaiku?” tebak Raena saat memikirkan tindakan pria itu saat menolong nya dulu.

Pria tersebut tidak langsung menjawab. Ia menggigit bibirnya. “Memang nya boleh?” tanya nya mencicit.

“Boleh” jawab Raena singkat.

Pria itu masih menunduk. “Tapi aku ini Sehun yang palsu. Apa tidak masalah?” tanya nya masih terlihat minder dengan dirinya.

“Memang nya siapa yang bisa menentukan siapa yang palsu dan siapa yang asli? Kalau nama mu adalah Oh Sehun. Maka kau adalah Oh Sehun” hibur Raena.

Sehun kali ini mengangkat pandangan nya. Ia menatap gadis di hadapan nya sungguh-sungguh. “Kalau aku boleh mencintai mu, apakah kau mau membalasnya?” tanya nya terlihat sungguh-sungguh.

Raena diam mendengarnya. “Akan kupertimbangkan” jawabnya apa adanya. Dan senyuman tipis di bibir Sehun pun muncul.

###

Beberapa bulan berlalu, sosok Sehun dengan mudah masuk ke dunia Raena. Semudah ia membiarkan pria itu menguasai hatinya. Lembutnya perlakuan Sehun padanya membuatnya merasakan bagaimana tulusnya pria itu padanya.

Ya. Raena tidak memanggil polisi saat itu. Ia rasa sudah cukup Sehun tersiksa karena tingkah Sehun yang satu nya. Raena menghitung penikaman itu sebagai pembelaan diri. Dan Sehun tidak sepantasnya menerima semua hukuman karena tindakan Sehun yang pacarnya dahulu.

Raena juga memohon pada Kris agar tidak membocorkan masalah itu pada pihak polisi. Setelah lama membujuk, akhirnya Kris setuju karena pelaku nya juga telah mati. Tentu saja ia tidak tega jika sepupu nya harus ditinggal karena pria yang kini ia cintai masuk penjara.

Sehun yang baru kini ia kenal sekarang hidup sebagai Sehun pacar nya dulu. Tak ada yang merasa kehilangan dengan sosok Sehun satu lagi yang tak pernah tampak sebelum nya. Semua nya berjalan dengan sangat normal. Raena merasa hidup nya sangat bahagia. Ia tidak pernah sebahagia ini sebelum nya.

###

Raena berdecak karena pria yang tidur di samping nya sejak tadi tidak mau bangun. Ia pun menghela nafas. Kemudian beranjak memilih bangun lebih dulu. Ia berjalan ke dapur dan segera menyiapkan sarapan untuk nya dan Sehun. Begitu saja mengambil peran istri sekalipun ia dan Sehun belum menikah. Tapi rasanya semua hal kini terasa begitu pasti.

Raena menggerutu saat tomat yang ia ambil dari kulkas menggelinding begitu saja ke bawah kulkas. Tangan Raena berusaha menjangkau nya. Tapi ia tidak bisa. Akhirnya ia bangkit lagi. Dan berusaha menggeser kulkas besar tersebut. Untunglah kulkas nya memiliki roda. Kalau tidak, ia pasti sama sekali tidak bisa menggesernya.

Raena mengernyit saat ia menemukan garis-garis di dinding. Dan saat ia mundur ia memperhatikan rasanya itu sebuah pintu. Tapi sama sekali tidak ada lubang kunci. Raena mengetuk pada benda yang ia anggap pintu tersebut. Dan memang dari bunyi nya ada ruangan kosong di belakang nya. Raena bersyukur ia mengetuk nya. Karena sedikit pegerakan tersebut membuatnya menyadari pintu itu memang tidak butuh kunci. Ia hanya perlu mendorong nya. Dan mekanisme nya akan sama seperti pintu anjing yang biasanya dibuat di bagian bawah pintu depan rumah.

Raena pun masuk ke dalam nya. Ia membersihkan debu di lututnya akibat merangkak. Dan saat ia menegakkan tubuh nya. Matanya langsung membulat. Ia menatap tak percaya pada seluruh sisi ruangan tersebut. Ia menurunkan satu persatu foto dirinya yang memenuhi ruangan terebut. Dan entah dari mana asal nya foto-foto bugilnya tersebut.

“Rae?”

Raena merasakan tubuhnya kembali menegang. Dan entah kenapa ia merasa déjà vu seketika. Keringat dingin langsung mengalir di seluruh permukaan kulit nya. Tepat saat itu pula ia melihat kalung nya yang dulu hilang berada di atas sebuah meja di ruangan tersebut.

“Oh? Kau di sini, Sayang? Tidak kusangka kau akan menemukan ruang koleksi ku”

Raena mengeraskan rahang nya. “Apa maksud semua ini?” tuntut nya tidak terima.

Sehun menarik senyum lebar nya. “Aah….Aku benar-benar menyesal tidak menyingkirkan ini setelah mendapatkan mu. Kupikir aku akan menyimpan nya sebagai kenang-kenangan. Sekarang aku benar-enar di posisi tidak menguntungkan karena pemikiran konyol tersebut”

“Apa maksudmu?”

Sehun bergidik ringan. “Dulu aku benar-benar kesal mendengar Sehun mendesahkan nama mu saat ia masturbasi. Aku benar-benar marah. Karena itu aku berpikir lebih baik aku mendapatkan yang asli dari pada mengkhayal seperti nya. Jadi aku menyusup ke dalam kamar mu. Memberimu obat bius. Menanggalkan satu persatu bajumu. Dan menyentuh mu sesuka hatiku. Bahkan bermasturbasi dengan menggunakan tangan mu. Harusnya kau melihat bagaimana seksi nya kau terlihat saat wajah mu berlumuran cairan ku. Tapi karena kupikir kau mungkin akan marah, aku jadi membesihkan nya sebelum aku pergi”

Raena merasa otak nya blank saat mendengar penjelasan tersebut. Selama ini ia mencari-cari siapa yang melakukan hal itu, dan tak ia sangka pelaku nya adalah kekasih nya saat ini.

Sehun terkekeh melihat reaksi gadisnya. “Kenapa? Hanya karena itu kau akan berhenti mencintaiku?”

Raena terdiam mendengar pernyataan tersebut.

Dan Sehun benar-benar tertawa terpingkal-pingkal melihat kekasih nya yang tak memberi tanggapan apapun. “Ayolah, Rae. Itu bukanlah masalah besar. Aku hanya terlalu banyak cemburu pada pria yang berada di sekitar mu”

“Aku hanya sedikit konyol dulu. Bahkan sengaja membeli baju yang sama dengan yang kau belikan untuk Sehun karena aku cemburu. Tapi akhirnya aku menukar baju yang kau belikan dan yang kubelikan. Aku menyesal setiap kali mengingat saat aku menyusup ke kamar mu aku tidak langsung menidurimu. Kupkir kau akan membenciku kalau aku melakukan itu. Tapi sial nya Sehun malah mengambil keperawanan mu tidak lama setelah itu”

“Aku juga masih cemburu karena kau selalu memakai kalung dari Chanyeol. Hingga akhirnya aku mencurinya dari mu saat kau masih tertidur di malam pertama mu tidur dengan Sehun. Aku hanya cemburu Rae. Yang kumiliki hanya gambar. Sedangkan mereka mendapatkan yang lebih baik dari itu. Sehun, Kai, Chanyeol, wajar kan kalau aku menginginkan hal lebih darimu?”

“Kai?” Raena mengernyit mendengar nama teman lamanya kembali tersebut.

Sehun mengangguk semangat dengan senyum ringan nya. “Kau lucu, Rae. Ini sudah begitu lama, tapi kau tidak sadar juga?” tanya nya dan kembali tertawa. “Kalau kau pikirkan ulang semua yang terjadi, kau seharusnya sudah menyadarinya sejak lama”

“Sehun sedang menjemputmu saat aku menghabisi Si Kai itu. Jadi sekalipun ia memang ingin membunuh pria itu, ia tidak akan bisa berada di tempat berbeda dalam satu waktu. Jadi ia memerintahkan aku pergi ke tempat Kai latihan martial art dan menyerangnya tiba-tiba”

“Tapi ternyata kemampuan bela dirinya lumayan. Ia bahkan sempat menelfon mu saat kukejar. Walau begitu aku masih lebih hebat darinya. Hingga ia harus bersembunyi dariku. Aku benar-benar berterima kasih karena kau menelfon nya balik. Jadi aku sempat mendengar arah bunyi nada dering nya. Tapi sial nya saat aku menarik nya ia sempat mengetik inisial ku dan mengirim pesan padamu. Aku kesal dan langsung membunuh nya. Kau pikir bagaimana pesan nya bisa dibatalkan saat ia sudah terlanjur mati? Aku yang melakukan nya. Karena aku takut kau menyadari itu inisial ku”

“Hun, kau…..”

“Aku tidak menyesal melakukan nya. Karena saat aku melihat kau memakan masakan Sehun, aku melihat mu tersenyum dengan sangat manis. Walau sebenarnya hatiku sakit saat itu. Karena aku juga telah membantu Sehun untuk mempersiapkan dekorasi makan malam nya. Namun pada akhirnya hanya ia yang makan malam dengan mu. Sedangkan aku hanya memandangimu dari jauh. Tapi saat itu aku menahan diriku. Kupikir tak masalah jika aku menikmati makanan yang sama dengan mu, kita terasa seperti makan malam bersama. Akhirnya aku memasak Kai untuk diriku sendiri. Dan ternyata teman mu itu sangat enak. Pantas saja kau tersenyum saat memakan nya”

“Hun, tolong katakan kau berbohong” mohon Raena dengan sangat. Karena hatinya terasa remuk berkeping-keping mendengar penjelasan santai tersebut.

“Aku melakukan segala nya untuk membuat mu menjadi milikku, Rae. Kupikir skenario seorang pahlawan sudah sangat ketinggalan jaman. Tapi kau benar-benar tersentuh karena aku menyelamatkan mu dari gangguan preman sewaan ku itu”

“Padahal awal nya aku ragu untuk melakukan nya. Karena kupikir siapapun akan sadar ada yang aneh saat satu orang bisa menghabisi segerombolan orang. Apalagi saat kau melihatku beradu kekuatan dengan Sehun, kami hampir seimbang. Jadi mustahil dengan kekuatan yang hanya bisa 1 lawan 1 tersebut aku bisa mengalahkan banyak orang. Tapi ternyata adegan dramatis sedikit luka padaku itu membuatmu tidak mempertimbangkan itu”

“Seharusnya kau memperhatikan dengan baik saat itu, Sayang. Yang menarik pisau dari saku nya itu bukan Sehun. Tapi aku. Aku telah berencana melenyapkan nya. Karena memang hanya ia sampah yang tersisa”

Raena merasa kepalanya hampir pecah mendengar penjelasan demi penjelasan yang malah membuat semua hal malah menjadi buram untuk nya tersebut. Ia menggeleng berkali-kali. Berusaha mengelakkan kenyataan itu dari kepala nya.

“Kau menolakku? Sama seperti kau menolak Sehun karena ia terobsesi dengan mu?” tanya nya meremehkan.

Raena hanya terduduk lemas mendengar kalimat tersebut.

“Manusia itu aneh ya, Rae?” ujarnya dan berjongkok di hadapan Raena. Ia membelai pipi yang telah banjir air mata tersebut. “Mereka suka menghela nafas lega setelah satu masalah selesai. Padahal mereka masih punya banyak masalah yang masih menanti”

Senyum Sehun belum luntur sejak tadi. “Padahal Sehun telah mengatakan padamu bahwa kami ini sama saja. Dan aku juga telah mengatakan padamu kalau aku ini yang palsu, Rae. Dan kau tahu semua hal yang palsu selalu lebih buruk dari pada yang asli nya”

Raena menatap pria di hadapan nya tidak mengerti. Dan ia terlambat menyadari pisau yang telah Sehun tarik dari saku nya. Tepat saat pisau tersebut menembus dadanya, ia mendengar Sehun berbisik dengan cara yang sengaja untuk menggoda di telinga nya.

“Kau terkejut kan, Sayang?”

.

.

.

END

Halo halo! Author balik lagi dengan FF Sehun. Kalau mau baca lebih banyak cerita Author bisa lihat di wattpad akun @LemonadeMints

RCL, PLEASE!!!

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Shocking, Huh?”

  1. hai kak, aku mau ngerusuh lagi

    seperti biasa, Wuuuaaaah…
    great job!! sehun itu cocok ya dibuat punya mental ‘unik’.

    terus, abis baca muncul pertanyaan. Kalau Kai dimakan sisa kepalanya doang, bisa jadi lauk brapa lama ya?hoho. #maaf ^^

    terima kasih ^^

    1. Wah, kakak juga gak tau badan Kai bisa dibuat jadi berapa lauk. Coba aja masak orang nya. Ntar bagi bagi sama kakak. Wkwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s