[EXOFFI FREELANCE] New Life #4

PicsArt_05-08-09.03.20

New Life

Evina93 @2018

Chapter / PG 16

Au, drama, friendship, action, comedy.

Do Kyungsoo (Exo), Oc.

Chapter 4

Dewi fortuna memang tak berpihak padanya hari ini, dengan wajah datarnya dan gerutuan dalam hati ia berjalan melewati beberapa siswa, tak jarang banyak siswa yang memandangnya. Kyungsoo tak peduli dengan isi kepala mereka yang melihatnya. Ia sudah penat dan tujuan utamanya saat ini adalah ruang kosong yang luas. Karena ini hari pertamnya jadi ia masih mencari dimana keinginannya itu akan terkabul.

Setelah melewati lorong dan beberapa anak tangga, akhirnya ia menemukan sebuah pintu besi. Suara decitan besi tua yang berkarat terdengar di telinganya ketika tangan itu mendorongnya . ia mengangkat tangannya menutupi penglihatan ketika cahaya yang sangat terang terlihat olehnya.

“Waw, apa yang membawamu kemari?” tiba-tiba indra pendengarnya merasakan suara yang sangat asing di telinganya.

Setelah membiasakan dengan cahaya ia menurunkan lengannya dan berbalik pada asal suara, seketika helaan nafas keluar dari bibirnya. Sedangkan seseorang yang bertanya tadi hanya menampilkan senyum tanpa matanya itu. Bahkan matanya terlihat hanya segaris. Bertolak belakang dengan pria lain disampingnya yang sedang menyeruput minuman dan memandangnya dengan bola mata melebar.

“Yak! Oh Sehun lain kali kau yang beli makananmu sendiri!” teriak seorang pria yang tiba-tiba saja datang dari arah tempatnya tadi.

“Wah, wah. Lihat siapa yang datang. Bintang kita hari ini berkunjung” ujar pria bertelinga lebar itu dengan heboh.

“Ck, aku bukan bintang” Kyungsoo berdecak dan melihat dengan tatapan malas pada pria tinggi dengan telinga lebar itu yang enatah tak ia ketahui namanya.

“Ya ya, kau bukan bintang tapi kau membuat heboh seisi kelas di hari pertamamu anak baru” akhirnya Jongin membuka suara setelah ia menandaskan minumannya.

Seketika tatapan tajam Kyungsoo mengarah padanya.

Gelek

“Hun-ah, kenapa dia menatapku seperti itu?” tanya Jongin pelan setelah ia mencolek bahun teman di sampingnya.

“Mungkin karena kau hitam” jawab Sehun santai.

Tak

Satu jitakan berhasil Jongin layangkan pada teman sialnya ini.

“Kenapa kau memukulku?!” Teriak Sehun  tak terima.

“Kau mengataiku. Aku tidak hitam, aku ini Tan!” balas Jongin tak mau kalah.

“Ck, apa mereka selalu seperti itu?” Kyungsoo bertanya pada pria tinggi disebelahnya sambil menunjuk kedua orang yang sedang beradu mulut itu.

“Kau akan terbiasa dengan itu nanti, dan apa yang membawamu kemari tuan Do?” tanya pria tinggi itu yang ternyata Chanyeol.

“Aku hanya ingin mencari udar segar, maaf sudah mengganggu kalian, aku akan pergi” ujarnya dan berbalik.

“Kenapa tak bergabung saja dengan kami?” tawar ketiga peria itu serempak, Kyungsoo berbalik dan menaikan sebelah alisnya.

***

Disinilah Kyungsoo dan ketiga orang itu sekarang. Atap sekolah.

Akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk bergabung, kakinya sudah lelah untuk berkeliling.

“Nah Kyungsoo, mari kita memperkenalkan diri kembali” Itu Chanyeol yang berujar, ia kelihatan sangat antusias.

“Namaku Park Chanyeol, kau bisa memanggilku Chanyeol” jangan lupakan senyum lima jarinya.

“Atau kau bisa memanggilnya Park Dobi” ini Sehun yang berkomentar tanpa wajah bersalah.

“Yak!” Akhirnya Suara bass Chanyeol menggema. Kyungsoo menutup telinganya.

“Abaikan saja mereka, Namaku Kim Jongin. Kau bisa memanggilku Jongin atau Kai terserah padamu” Akhirnya Jongin memperkenalkan diri.

“Atau kau bisa memanggilnya Hitam” Ujar Chanyeol dan Sehun serempak. Sepertinya mereka lupa akan pertengkaran mereka tadi.

“Yak! Sudah ku katakan aku ini tidak hitam!” ujarnya tak terima. Tapi tak ada yang peduli.

“Nah, giliranku. Namaku Oh Sehun. Kau bisa memanggilku si tampan Oh atau Sehun” ujaranya bangga penuh percaya diri.

“Tampan tapi cadel” ujar Jongin dan Chanyeol.

“Aish”

“Baiklah, mohon bantuannya Chanyeol, Jongin dan Sehun” ujar Kyungsoo dengan formal.

“Kyungsoo tak perlu seformal itu” ujar Sehun.

“Santai saja ok?” Chanyeol memberikan beberepa snacknya.

“Ngomong-ngomong Kyung, kenapa kau bisa berurusan dengan Baekhyun, guru Min dan Nari?” tanya Jongin.

“Soal itu, entahlah. Aku juga tak begitu ingat. Hanya saja sepertinya aku membuat kesalahan” Kyungsoo menggaruk tengkuknya kemudian membenarkan kembali letak kaca matanya.

“ Aku tau” ujar Chanyeol.

“Kau cenayang?” tanya Sehun.

“Bukan begitu, aish. Hanya saja. Aku juga berada di tempat kejadian” terang Chanyeol.

“Lalu ?” tanya Kyungsoo.

“Kau mengambil longboard milik Nari, mencopot wig guru Min, dan menumpahkan minuman pada seragam Baekhyun” Chanyeol menjelaskan dengan tenang.

“Apa? Jadi itu yang membuat mereka marah padaku?! Itu kan tak sengaja. Mana aku tau itu longboard miliknya, dan mana aku tau jika guru Min itu memakai Wig, dan untuk urusan Baek siapa lah itu. Aku tak sengaja!”.

“Itu bisa dipahami, tenanglah” Chanyeol menepuk bahu Kyungsoo.

“Tunggu! Kau bilang guru Min memakai Wig?! Jadi selama ini beliau botak?! Haha” Sehun tertawa terpingkal.

“Oh Sehun, pelankan suaramu, kau ingin mati huh?” gumam Jongin.

“Maaf hanya saja, aku tak sanggup membayangkannya” Sehun menyeka air matanya. Sepertinya ia sangat senang.

“Ck, dasar bocah ini. Lalu untuk Baekhyun. Kami sarankan, kau jangan lagi berurusan dengannya” ujar Chanyeol.

“Kenapa?” Kyungsoo menjadi penasaran.

“Entahlah, disekolah ini tak ada yang berani mendekatinya, walau ada hanya beberapa. Dan menurut kabar yang ku dengar, dia itu salah satu anggota mafia” ujar Jongin.

“Mustahil” gumam Kyungsoo.

“Jong, jangan menyebar hoax” kali ini Sehun berpendapat.

“Aku hanya mengeluarkan pendapat dari apa yang ku dengar” gerutu Jongin.

“Itu sama saja hoax Jong, jika kau belum tau fakta sebenarnya. Dan untuk Nari, kami sarankan kau untuk segera minta maaf” Chanyeol memberi pendapat dan diangguki kedua temannya.

“Memang kenapa?” Kyungsoo menampilkan wajah inoncennya.

“Pertama, itu loangboar kesayangannya yang ia beli dengan susah payah” Sehun mengacungkan 1 jarinya.

“Kedua, kau telah mengambil dan merusaknya” Jongin membentuk tanda peace dengan jarinya .

“Itu tak sengaja” sanggah Kyungsoo.

“Kami tau tapi Nari tidak mau tau” ujar Sehun.

“Dan yang terakhir, jika dia marah, maka dia seperti malaikat kematian, tamat riwayatmu” Chanyeol bergidik, Sehun dan Jongin mengangguk disertai postur memotong leher mereka dengan salah satu tangan.

“Aku juga memang berniat untuk meminta maaf jika sudah tenang” jelas Kyungsoo.

“Itu baru namanya pria sejati” Chanyeol menepuk bahu Kyungsoo kembali.

“Ngomong-ngomong Kyung, kami lihat sepertinya kau jago sekali bermain longboard, kau pro ya?” tanya Sehun antusias begitu pula Jongin. Matanya terlihat berbinar.

“Itu kali pertamaku bermain” Kyungsoo mengambil snack Chanyeol yang berada disampingnya.

“APA?!!”

***

Entah hanya perasaan Kyungsoo saja atau memang benar, sedari tadi ia merasa Baek siapalah tadi yang disebut Chanyeol memandang tajam ke arahnya. Pelajaran sedang berlangsung dan ia tidak bisa menengok kebelakang, ia tak ingin terkena kesialan lainnya hingga diusir dari kelas.

Entah guru Min memang masih dendam padanya atau tidak, beliau menempatkan Kyungsoo di depan Baekhyun dan di belakang Nari. Membuat Kyungsoo merasa kurang nyaman.

Sampai akhirnya pelajaran berakhir dan ia bisa bernafas lega. Setelah guru meninggalkan ruangan ia segera berbalik pada Baekhyun.

“Bukankah aku sudah minta maaf, kenapa kau terus mellihatku dengan tatapan membunuh?” tanya Kyungsoo. Seketika perhatian seluruh kelas berpusat pada mereka.

“Cih, kau peka juga rupanya. Tapi urusan kita belum berakhir” dan Baekhyun memecah ketegangan itu dengan meninggalkan kelas.

Kyungsoo hanya menghela nafas, sepertinya akan sulit untuk kedepannya, pikir Kyungsoo. Ia melirik Nari di depannya dan mengambil longboard yang berada disamping mejanya.

“Maaf, Nari-sii” ujar Kyungsoo.

Nari menoleh dengan pandangan sadis “Apa? Kau mau mencuri barang apalagi?” ujarnya beruntun.

“Bukan begitu, ini (Kyungsoo menyerahkan Longboard milik Nari) aku tak sengaja memakainya karena terjatuh” Nari segera menarik Longboard miliknya.

“Longboardku” pekiknya senang. Ia segera menarik longboard miliknya dan memeluknya.

“Dan maaf, rodanya menjadi aus setelah ku pakai” Kyungsoo bergumam pelan. Tapi Nari masih bisa mendengarnya. Seketika matanya yang tertutup menjadi terbuka lebar.

“APA?!” Teriaknya lantang. Dan teriakannya berhasil membuat seisi kelas memandang kembali Kyungsoo.

“Tenang saja, aku akan menggantinya” ujar Kyungsoo menenangkan.

“Kau. HARUS! Itu sudah kewajibanmu! Perbaiki ini, aku tidak mau tau” Nari kembali menyerahkan Longboard miliknya pada Kyungsoo. Setelah itu ia mengambil tasnya dan melangkah keluar, namun belum sempat mencampai pintu ia berbalik kembali “Kau! Secepatnya kembalikan itu!” tunjuk Nari pada Kyungsoo , setelah melihat Kyungsoo mengangguk ia akhirnya keluar kelas.

“Ini akan sulit” Kyungsoo menghela nafas. Hari ini membuatnya frustasi.

***

Baekhyun memasuki lorong yang sangat sempit, sepertinya itu jalan buntu. Ia masih mengenakan seragam sekolahnya.

“Yo, Baek kau sampai?” tanya seseorang. Baekhyun tak menjawab. Ia berjalan dan duduk di samping pria yang bertanya padanya tadi.

“Gawat!” seseorang berlari ke arah mereka dengan sempoyongan.

Baekhyun mengerenyit, “Ada apa?” tanya pria di samping Baekhyun.

“Daniel, Daniel dipukuli pria berjas hitam” ujar pria yang datang tadi.

“APA?!”

“Kita kesana” Baekhyun segera beranjak dari tempatnya.

Sepertinya kali ini Baekhyun dan kawannya salah memilih lawan. Daniel sudah babak belur, bahkan temannya yang lain sudah tak sanggup. Baekhyun harus membawa orang-orang itu menjauh dari temannya. Ia mengambil sebuh balok yang terjangkau dan memukul salah seorang pria berjas hitam itu hingga tumbang dan mengelurkan darah. Pria berjas lainnya melihat Baekhyun, namun Baekhyun dengan cepat berlari dari sana.

“BAEK!” Teriak teman-temannya.

***

Inilah yang membuat Kyungsoo kesal jika tinggal bersama dengan kakaknya. Joohyun selalu seenaknya menyuruh ini itu. Kali ini Kyungsoo terpaksa keluar malam, tidak terlalu malam juga karena ini masih pukul 09.00 Pm. Hanya untuk membelikan Joohyun pembalut. Kyungsoo bisa saja menolak, tapi uang bulanannya akan disita Joohyun. Ia masih butuh uang untuk memperbaiki longboard Nari. Jika tidak ingat hal itu ia sudah diam di kamar saat ini bermain game.

Dengan menahan malu yang luar biasa akhirnya ia berhasil membeli apa yang dipinta kakaknya. Langkahnya terhenti ketika ia melihat sekumpulan orang, awalnya ia akan mengabaikannya tpi setelah melihat dengan jelas siapa yang sedang dihajar oleh mereka. Dengan mantap kedua kakinya melangkah menuju kerumunan itu.

“YAK!” teriaknya. Beberpa pria tinggi dengan jas hitam berbalik melihat Kyungsoo.

“Mau apa kau boc . . “ BUAGH. Perkataan pria tadi terhenti karena Kyungsoo menghajarnya dadakan dan membabi buta.

“Ish, bocah pengganggu lainnya. Hajar dia!” dan berakhir dengan pria berbadan besar itu melawan Kyungsoo. Mengabaikan seseorang yang sudah babak belur dihajar oleh mereka tadi.

Buk, karena sudah tak tahan pria babak belur itu terbaring di tempat, bahkan matanya sudah akan tertutup namun samar-samar ia bisa melihat seseorang dengan setelan hodie dan trening serba hitam sedang bertarung, hingga matanya benar-benar terpejam.

TBC

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s