[EXOFFI FREELANCE] LOVE YOU MORE (Chapter 16 END)

Poster Love You More Chapter 16 END

[16] Love You More (END)

Love, Friends and Ambition

Tittle        = Love You More (Love, Friends and Ambition)

Author        = Park Shin

Main Cast    = Kim Arin, Byun Baekhyun, Oh Jiho, Kim Taehyung BTS

Cast        = EXO’S members, Yoon Ara, Moon Sojin, Other’s Idol

Genre        = School Life, Friendship, Romance

Length        = Chaptered (16 Eps)

Rating        = General

Disclaimer    = Well, mari kita menjadi pembaca yang baik ^^

[16]

Kembali

Gadis itu menyapa ramah orang-orang yang ia temui. Setelah selesai mengantar barang, gadis itu menyandarkan sepedanya di jembatan kayu, lalu meminum kopi sambil menarik nafas panjang. Hari ini melelahkan. Hampir separuh waktu ia gunakan untuk bekerja. Sambil menikmati kopi hangat yang mulai masuk perutnya gadis itu menghela nafas panjang.

Dibukanya sebuah surat yang sudah lama ingin ia buka. Surat balasan dari Ayahnya.

Kau baik-baik saja Kim Arin?

Appa baik-baik saja disini.

Kau pasti menunggu lama surat ini kan? Maaf Appa terlalu lama berpikir untuk membalasnya.

Ini sangat aneh kan?

Kita tidak pernah saling merindukan seperti ini.

Appa, telah mengecewakanmu

Maafkan Appa.

Gadis itu tersenyum lalu setitik air mata jatuh membasahi pipinya. Ia menunggu sangat lama balasan dari Ayahnya dan rasanya sangat lega mengetahui ia baik-baik saja. Ia menerawang kedepan menatap deburan ombak yang kini menjadi teman sehari-hari.

Setelah puas menikmati lautan, Kim Arin melanjutkan perjalanannya. Ia menuntun sepedanya ke taman kota. Disana ia meletakan sepedanya di parkir khusus sepeda. Ia putuskan untuk berjalan-jalan disini. Menikmati keramaian kota yang sudah lama tidak ia rasakan. Langkahnya berhenti pada sebuah cafetaria. Ia memandang kaca besar dihadapannya, lalu tersenyum. Ia masuk kesana dan menikmati cemilan dan ice americano, memandang taman kota dari lantai dua. Semilir angin menemaninya ditambah hiruk pikuk orang-orang yang berjalan kesana kemari.

“Sudah lama rasanya aku tidak membahagiakan diriku sendiri…” Gumamnya pada angin yang baru saja menerbangkan anak rambutnya.

Ia melanjutkan lagi untuk berjalan-jalan. Ia membeli gulali berwarna merah muda dan menikmatinya sambil berjalan kembali. Ia menatap kanan kiri dimana orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing, ia melihat kaca besar di sebrang jalan, lalu tersenyum. Ia berjalan kembali dan menatap air mancur yang kini dihiasi lampu lampu yang mulai menyala.

Langit sudah gelap, lampu jalanan mulai menyala. Kim Arin tersenyum kembali. Ia memutuskan untuk kembali ke rumah dengan menuntun sepedanya. Lagi-lagi ia kembali ke pantai, memandang kosong lautan disana.

Gadis itu menunduk menahan air matanya yang selalu saja keluar dengan sendirinya. Ia menoleh dan mendapati punggung seseorang yang tengah berjalan menjauh darinya. Meninggalkannya lagi.

“Kau masih pengecut seperti dulu… Byun Baekhyun..”

***

Baekhyun Side

Untuk pertama kalinya, Byun Baekhyun bepergian sejauh ini sendirian. Hal pertama yang menyambut kedatangannya adalah semilir angin yang kencang dan pantai yang hening, tak ada siapapun.

Ia putuskan mengikuti langkah kaki meninggalkan pelabuhan dan mencari keramaian. Sesampainya disana ia menemukan sebuah pasar. Ia menilik kesana kemari dan matanya menemukan seseorang yang menjadi alasan terbesar kenapa ia disini.

Sebelumnya, Byun Baekhyun harus berlutut dihadapan Taehyung agar diberitahu dimana gadis itu. Usahanya tak sia-sia. Baekhyun menemukannya…

Waktu berjalan begitu lambat, orang-orang disekitar mereka tak lagi nampak dihadapan Baekhyun. Yang ada hanya gadis itu,gadis yang tengah tersenyum menata sawi, gadis itu tampak ceria. Lalu setelah hampir mendekati gadis itu, ia ragu. Melihat gadis itu melihat kearahnya, Baekhyun memilih bersembunyi dibalik punggung seseorang. Setelah merasa gadis itu tak memandang kearahnya, Baekhyun menyembulkan kepalanya. Ia melihatnya menjauh pergi dari pasar.

Kakinya melangkah, ia tak memperdulikan orang-orang yang protes karena ditabraknya. Yang lelaki itu mau hanya tak ingin kehilangan jejak gadis itu. Hingga akhirnya ia kembali menemukannya, gadis itu meletakan sepedanya di jembatan kayu, lalu duduk disana.

Lagi-lagi kakinya ragu untuk melangkah mendekatinya. Baekhyun menghela nafas panjang, ia akhirnya memilih untuk melihat gadis itu dari jauh. Ia merutuki dirinya sendiri, kenapa dia seperti ini? Ini tidak seperti rencanannya… ia ingin meminta maaf pada gadis itu, tapi kenyataannya dia hanya diam melihat gadis itu tengah menangis..

Menangis?

Baekhyun membulatkan matanya, ia berjalan perlahan kesana dan terkejut tatkala gadis itu beranjak dan kembali mengayuh sepeda. Dan yang dilakukan seorang Byun Baekhyun adalah bersembunyi dibalik pohon, seperti orang bodoh.

Baekhyun hanya bisa melihat gadis itu dari kejauhan, Kim Arin jauh lebih cantik. Rambutnya lebih pendek dan terlihat dewasa. Gadis itu meminum kopi dilantai atas dan Baekhyun ada disebrang jalan, walau begitu Kim Arin nampak selalu cantik dimatanya. Apalagi melihat gadis itu tersenyum disela-sela minum kopinya.

“Syukurlah kau baik-baik saja…” Gumam Baekhyun yang tak berkedip memandang Kim Arin.

Seperti kebiasaannya, ia lagi lagi mengikuti kemanapun gadis itu pergi. Walau akhirnya ia akan bersembunyi ketika gadis itu tak sengaja menoleh kebelakang atau melihat kearahnya. Baekhyun rasa gadis itu tahu ada yang mengikutinya, bagaimana reaksinya jika dia tahu bahwa lelaki bodoh dan pengecut inilah yang mengikutinya?

Hal itulah yang membuat Baekhyun ragu menemui gadis itu. Ia lebih baik memilih melihat dari jauh. Ia tak ingin membuat gadis itu kembali terluka. Ia tak sampai hati kembali menyakitinya.

Hingga langit menjadi gelap, lelaki ini masih saja seperti pengecut. Melihat diam-diam gadis yang kini menuntun sepedanya. Baekhyun ingin memanggil nama gadis itu, namun sampai dibibirnya ia kembali menelannya. Hatinya berkecamuk, hingga akhirnya setelah puas melihat gadis itu, ia berbalik pergi meninggalkannya seperti orang bodoh.

“Arin…”

Arin Side

Tanpa mereka sadari, mereka saling merindukan satu sama lain. Walau keberanian Baekhyun sangat payah, gadis itu mengerti dan menatap kepergian Baekhyun yang mulai menghilang dibelokan. Gadis itu menangis, terisak untuk pertama kalinya sejak terakhir kali ia menangis karena Ayahnya.

Didalam malam yang sunyi, deburan ombak yang menjadi pengiring kepergian lelaki itu. Kim Arin bersimpuh menahan isak tangisnya yang tak bisa berhenti. Ia merutuki dirinya yang membiarkan lelaki itu pergi begitu saja.

Gadis itu tahu sejak di pasar, Byun Baekhyun ada disini. Namun ia memilih untuk mengabaikannya ia tak ingin terlalu percaya diri bahwa lelaki itu akan menemuinya. Setelah itu ia putuskan untuk membiarkan lelaki itu mengikutinya, merasa bahwa Baekhyun tidak akan menemuinya dan hanya bersembunyi seperti itu, Kim Arin tersenyum. Lelaki itu tidak berubah, masih pengecut seperti dulu.

Sampai langit menjadi gelap pun, lelaki itu hanya mengikutinya diam-diam, Arin ingin menemuinya dulu, namun ia menahan diri agar tak terlihat kalau ia begitu… merindukannya

Saat ia tak tahan lagi, ia berbalik, namun alangkah terkejutnya tatkala melihat Baekhyun malah pergi meninggalkannya. Gadis itu, meletakan sepedanya sembarang dan ingin mengejarnya… namun langkahnya tertahan dan akhirnya ia bersimpuh. Melihat kepergian laki-laki yang ternyata membuat hatinya hancur sekaligus lelaki yang sangat ia rindukan.

“Baekhyun….”

***

6 bulan kemudian….

“Kau gemetaran”

“Aniyo” Sangkal gadis itu. Padahal siapapun tahu bahwa gadis itu tengah gemetar.

“Dimana Kim Arin yang terkenal kejutekannya? Hanya pidato saja sudah membuatmu gemetar”

Kim Arin, gadis itu memejamkan matanya. Ujian sudah berlalu, Hari ini, dilaksanakan wisuda pelepasan siswa kelas 12, dan kini ia harus melakukan sambutan karena mendapat peringkat teratas di sekolahnya.

Gadis itu membuka matanya, hampir satu tahun dia berada disini, walau kehidupan sekolahnya tak bisa dibilang baik-baik saja. Ia bersyukur memiliki teman yang selalu setia disisinya. Kang Daniel. Ia memandang kedepan, dimana semua orang kini bersiap siap di kursinya masing-masing karena acara akan segera dimulai. Kim Arin tersenyum, waktu berlalu begitu cepat.

“Kau tahu, kau sangat cantik hari ini. Girl with long hair”

Kim Arin mendengus, tiba-tiba gugupnya menguap begitu saja. Kang Daniel selalu bisa membuatnya tertawa disuasana seperti ini. Ia menyentuh rambutnya yang kini sudah kembali panjang. Lalu ia menoleh kearah Daniel yang juga tengah menatapnya.

“Gomawo… untuk semuanya.”

Daniel tersenyum lalu menatap kearah panggung “Aku tidak akan melupakannmu, My number one fans”

Mereka berdua tersenyum. Menerawang saat dulu Daniel yang ia abaikan, Daniel yang memberi bunga padanya, Daniel yang menari begitu indah dimatanya, Daniel yang menganggap Kim Arin sangat berharga dan Kang Daniel yang selalu ada disisinya.

Hingga tibalah saatnya Kim Arin dipanggil dan mendapat sambutan yang meriah dari seluruh hadirin. Sesampainya diatas panggung, ia melihat sinar yang begitu cerah membuatnya tersenyum tanpa sengaja. Dan tak terasa.. waktu berjalan begitu cepat.

***

Daniel berlari mendekati Arin yang kini tengah dikerumuni oleh adik kelas yang memberi selamat. Seketika Daniel membubarkan kerumunan itu, membuat Arin sedikit kesal.

“Ada apa?”

Daniel membalikan badan Arin dan gadis itu menegang.

Ia tak percaya dengan yang dilihatnya sekarang. Disana, ditengah lapangan. Berdiri kerumunan orang-orang yang sangat ia kenal. Disana terpampang banner panjang bertuliskan

“SELAMAT ATAS KELULUSANMU KIM ARIN!!! SIHS MERINDUKANMU!!!”

Tangisnya pecah, ia membekap mulutnya. Ia tak menyangka , mereka yang memakai seragam SIHS tengah melambai kearahnya. Semua anak kelasnya, teman-temannya berada disini. Dan tak perlu waktu lama, Moon Sojin dan Yoon Ara diikuti oleh mereka semua berlari kearah Kim Arin lalu memeluknya sangat erat.

Arin-ah… kami sangat merindukanmu

Arin-ah kau baik-baik saja?

Arin-ah… selamat lagi-lagi kau ada di peringkat raja.

Arin-ah kemana poni lucumu?

Wah Arin kau memotong rambutmu? Kau sangat cantik

Kau masih cantik seperti dulu

Siapa laki-laki disampingmu itu Arin?

Mata Kim Arin mengabur, tertutup air mata yang terus menggenang. Ia tak kuasa menjawab semua, mulutnya membisu begitu luar biasa senang hingga tak bisa bicara. Moon Sojin, Yoon Ara, Irene dan teman temanya, Rap Monster, Taehyung dan semua yang tak bisa ia sebut satu per satu. Mereka semua datang kemari, menemuinya dan mengatakan bahwa mereka merindukannya. Arin merasa sangat bahagia. Ia pikir teman-temannya sudah melupakannya.Rasanya seperti mimpi.

Setelah itu mereka mengambil foto bersama, Kim Arin gadis itu tak henti-hentinya tersenyum. Ia sangat terharu.

“Gomawooo.. jeongmal gomawo  dan juga maafkan aku semuannya..”

Lagi lagi Moon Sojin memeluknya.

“Kalau kau merasa bersalah, bisa kau ajak kami keliling sekolahmu?” Usul Moon Sojin yang disetujui semuanya. Kim Arin tersenyum lalu mengangguk

“Eoh tunggu dulu, dimana Daniel?” Tanya nya lalu tersenyum melihat lelaki itu digoda oleh Irene cs. Akhirnya Arin memutuskan untuk mengajak semuanya berkeliling sekolahnya.

Wah sekolah ini walau di desa tapi sangat luas

Segar rasanya, sangat berbeda di Seoul

Wah beda sekali rasanya

Apa gadis-gadis disini cantik-cantik, Arin-ah?

PLAK!!

Oy Minah sakit.

Dasar byuntae

Arin tersenyum mendengar percakapan ini. Rasanya sudah lama sekali tidak mendengar keributan teman-temannya, mendengar titah ketua kelas Rap Monster didepan kelasnya, Mendengar pertengkaran Myungsoo dan gadis-gadis. Ia menoleh pada Taehyung disisi kirinya.

“Kau yang memberitahu teman teman?”

Taehyung meringis “Kau suka?”

“Aku berhutang lagi padamu”

Taehyung tersenyum “Kau akan berhutang lebih banyak padaku setelah ini..”

Arin mengertutkan kening. Bingung apa maksudnya…

Tour sekolahnya berhenti di koridor, kim Arin menghentikan langkahnya. Ia terperangah melihat seseorang yang sangat ia rindukan kini berdiri di depan lokernya lalu tersenyum kearahnya.

Ada Kyungsoo,Sehun, Chanyeol dan Kai disana mereka berada dibelakang lelaki itu.

Dilihatnya Baekhyun mengeluarkan sepucuk surat dari kantong almamaternya lalu berdeham dan ia membaca isinya. Semua orang terdiam walau ada beberapa yang terkikik menahan tawanya.

Hallo, Kau begitu cantik

Musim dingin menjadi seperti musim semi

Hujan badai serasa hujan salju yang lembut

Kau seperti itu, seperti mentari yang menghangatkan diri

Seperti bintang yang mencerahkan langit malam

Seperti itu dirimu.

Tapi..

Ternyata kau lebih cantik dari musim semi

Suaramu lebih lembut dari salju

Kau seperti itu, senyummu menghangatkan hati lebih dari sinar matahari

Lebih terang dari bintang malam

Seperti itu dirimu

Indah… tak tergambarkan

Untuk gadis cantik itu..

Saranghaeyo Kim Arin ❤

TES

Baik Arin dan Baekhyun keduanya saling diam dan memandang satu sama lain. Mereka berdua menangis. Perlahan Baekhyun mendekat dan memberikan bunga terompet yang kini dirangkai lebih indah, lelaki itu menatap Kim Arin sendu.

“Maafkan aku.. Kim Arin. Aku akui aku benar-benar seorang pengecut. Tapi, bisakah aku menyukaimu lagi? Mencintaimu lebih dari kemarin? Saranghae”

Kim Arin terdiam, ia menatap Baekhyun tak percaya. Selanjutnya Ia tersenyum.

“Bunganya indah…”

Baekhyun sedikit terkejut ‘Eo… aku membuatnya kemarin.”

Dan anak-anak yang lain menahan tawanya. Bisa dilihat kini wajah lelaki itu memerah.

Kim Arin menatap Baekhyun lagi.

“Nado.. Saranghae”

Semuanya berseru, Kim Arin menerima bunga itu lalu mencium aromanya. Walau tidak wangi seperti mawar, bunga ini sangat berarti bagi Kim Arin. Lelaki itu refleks memeluk Kim Arin, membuat gadis itu terkejut namun tersenyum setelahnya.

“Bodoh.” Ucapnya dibalik pelukan Baekhyun

“Maaaf maafkan aku…”

Arin memukul pelan bahu Baekhyun “Kau benar-benar…”

“Maaf karena terlambat menyadari. Maafkan aku… aku tak ingin kehilanganmu lagi.”

Kim Arin tersentuh. Ia memejamkan matanya dan membalas pelukan Baekhyun dengan erat. Kini ia tak ingin apa-apa lagi. Ia sudah menemukan kebahagiaannya dan rasa nyaman.

“Saranghaeyo Kim Arin”

Dibalik pelukan Baekhyun Arin melihat Kyungsoo, Chanyeol, Sehun dan Kai disana. Mereka melambai padanya. Arin tersenyum dan menggumamkan terima kasih pada mereka. Tak jauh disana ada Taehyung yang menatapnya sambil tersenyum, lelaki itu… Kim Arin berhutang lagi padanya.Dan Daniel, laki-laki itu memberi jempol padanya.

Ia sangat bahagia. Sangat.

***

Disinilah Baekhyun dan Arin, berada diatap sekolah. Jari mereka saling bertaut, seakan tak ingin melepasnya barang sedetik saja. Kim Arin dan Byun Baekhyun saling menatap dan berakhir saling tersenyum.

“Sekolahmu… luas juga”

Arin tersenyum kikuk, ada rasa cangggung yang amat besar diantara mereka.

“Memikirkanmu.. mengetahui kebenaran itu, terluka sendiri… aku benar-benar sangat menyesalinya”

Kim Arin terdiam, ia menunduk menatap jemarinya yang hangat.

“Maaf karena aku sangat bodoh.”

Kim Arin tersenyum “Sangat.”

Baekhyun menoleh kearah gadisnya, “Maaf”

Arin menatap kedepan “Kenapa kau tidak menghampiriku….” Arin menerawang lalu menatap Baekhyun sekilas “…saat kemari”

Baekhyun menaikan alis “Kau tahu?”

“Tentu saja,kau sangat buruk dalam bersembunyi”

Baekhyun menghembuskan nafas kasar “Aku merasa sangat bersalah padamu.”

“Karena itu kau terus bersembunyi?”

Baekhyun menatap gadis yang kini tengah menatapnya balik, ia tenggelam dalam manik mata gadisnya”Karena itulah, aku tak bisa hidup dengan tenang..”

Ada ekspresi terkejut dari Arin.

“Setelah aku kembali ke Seoul, aku menyesal sangat menyesal sampai rasanya sesak. Berkali-kali aku menyakinkan diriku bahwa tidak menemui adalah hal yang terbaik yang bisa kulakukan, tapi nyatanya perlahan membuatku tidak tenang. Karena itulah…” Baekhyun mengeratkan genggamanku “Aku kemari walau terlambat. Maaf”

Arin tersenyum tipis “Aku sangat merindukanmu. Jika kau menyesal karena tidak bisa menemuiku… aku menyesal pada diriku karena begitu mencintaimu dan tak ingin menemuimu. Saat aku melihatmu kemari, aku ingin berlari kearahmu, menyuruhmu untuk tidak bersembunyi dan….”Arin menatap jemarinya “.. meminta maaf padaku lalu kembali padaku” Arin menatap Baekhyun “.. Aku egoiskan?”

Baekhyun menggeleng “Tidak. Tidak sama sekali.”

Arin menerawang kedepan “Jika… saat itu kau tidak meletakan surat di lokerku… ani… jika saat itu aku dan Oh Jiho tidak menukar loker kami… apa kita bisa seperti ini?”

Baekhyun tersenyum “Jika… saat itu aku memberitahu semua bahwa surat itu bukan untukmu, apa kita akan seperti ini?”

Mereka berdua saling menatap, walau tak ada jawaban dari bibir mereka. Genggaman mereka saling mengerat. Tak perlu ada ucapan dibibir, mata dan hati mereka menjawab masing-masing.

“Aku merasa kita ditakdirkan” Ucap Baekhyun ditengah kegiatannya menatap dalam mata Kim Arin.

“Saranghae…” Lanjutnya lalu perlahan mendekat pada Arin dan mencium bibirnya lembut. Air mata mereka menetes, rindu yang tertahan kini menguap begitu saja, yang ada hanya kehangatan dan rasa nyaman, lebih dari sebelumnya. Hingga akhirnya mereka menyadari, kesalahan dan kebodohan yang mereka lakukan dimasa lalu berbuah manis pada akhirnya.

“Saranghae Kim Arin….” Ucap Baekhyun disela-sela kegiatannya, lalu saat bibir mereka akan bertemu kembali..

BRAKKK

Mereka berdua terkejut mendapati Kang Daniel membuka pintu atap sekolah, membuat mereka berdua yang sedang berpelukan menjadi sangat kikuk.

“Ah maaaf.. aku mengganggu kegiatan kalian…hoshh hoshhhhh” Daniel mengatur nafasnya “…. wuaaahhh gadis-gadis Seoul benar-benar mengerikan”

Arin yang masih didalam pelukan Baekhyun terkekeh “…Karena itu kau berlari kemari?”

“Wahhhhh ketampanannku mengerikan..”

“YAAA KANG DANIEEELLLLLLL”

Baekhyun, Arin dan Kang Daniel terkejut mendengar lengkingan itu. Suara yang tidak asing lagi, itu suara Irene dan teman-temannya. Mereka berhasil menemukan Kang Daniel, masih sambil berpelukan Irene cs melambai kearah mereka berdua dan menarik Kang Daniel gemas. Mereka tidak menghiraukan wajah ketakutan Daniel.

Setelah berhasil menemukan lelaki itu, Wendy dan Seulgi menariknya untuk turun kebawah. Kang Daniel menoleh pada Arin dan merapalkan

“Selamatkan aku….”

Membuat Arin dan Baekhyun saling menatap dan tertawa akhirnya.

“Dia tidak akan selamat dari Irene..” Gumam Kim Arin yang terdengar Baekhyun membuat lelaki itu terkekeh.

“Lalu, bisa kita lanjutkan kegiatan kita yang tadi terpotong?”

Arin menyipitkan matanya. Lalu tersenyum “Tidak.”

Baekhyun melesu “Wae?”

Kim Arin melepaskan diri dari pelukan Baekhyun lalu membalikan badan dan meninggalkannya. Membuat Baekhyun berlari mengejarnya

“Arin-ah… kau masih marah?”

“Itu hukuman”

“Mwo? Ya… kau tidak boleh begitu yaaa yaaaa…”

***

Flashback

Upacara penerimaan siswa baru SIHS berjalan begitu lama. Gadis dengan rambut yang dikucir kuda itu menghela nafas panjang. Lalu menatap keatas, ia melihat matahari memanggang semua siswa baru yang tengah upacara ditengah lapangan. Sinar matahari amat terik, membuat beberapa siswa hampir menyerah dan bisa jadi pingsan. Gadis itu mengusap peluh di pelipisnya. Rasanya hampir tidak kuat lagi.

“Gweenchanayo?” Gadis itu menoleh ke kanan dan melihat lelaki yang nampak kabur dimatanya. Ia lalu mengangguk sekenanya.

Lelaki itu maju kedepan “Mundurlah sedikit”

Gadis itu ragu, namun akhirnya menurut.

Gadis itu mengerutkan keningnya, lalu menatap lelaki yang kini sudah kembali menatap kedepan. Gadis itu tersenyum tipis. Ia menunduk dan menatap bayangan lelaki yang kini membuat matahari tak memanggangnya lagi. Perlakuan itu membuatnya tersentuh.

Setelah acara selesai, gadis itu menoleh kesana kemari. Ia mencari lelaki yang menolongnya tadi. Karena tak kunjung menemukannya akhirnya gadis itu menyerah. Kedua temannya datang dan menariknya agar kembali ke kelasnya.

“Hee Kim Arin kau cari siapa si?” Moon Sojin, gadis yang sedikit tambun itu mencubit pipi Kim Arin, membuat gadis itu merintih.

“Appayoo..”

“Oooo kau suka pada seseorang?” Tanyanya lagi dan disambung oleh gadis berambut bob disamping kanannya

“Ohoo siapa diaa…”

“Aniyaaaaa…” Kim Arin menyangkal, tapi tubuhnya terus menoleh kesana kemari mencari lelaki itu. Disisi lain, lelaki itu tengah dirangkul teman-temannya. Saat akan kembali ke kelas, ia menoleh ke belakang dan mengamati sekitar. Hingga matanya menemukan sosok yang ia cari.

“Ada apa Baek?” Tanya Chanyeol yang ikut melihat kearah pandangan Baekhyun.

“Ahhh Kim Arin..” Baekhyun menoleh kearah Chanyeol.

“Kim Arin?”

“Hm… dia cantik kan?”

Baekhyun tersenyum tipis. Lalu matanya bertemu dengan gadis itu, dan akhirnya tersenyum padanya.

Baekhyun merasa waktu melambat, orang-orang disekitar mereka hilang yang ada hanya gadis yang kini tersenyum padanya.

Mata mereka bertemu dan bibir mereka melukiskan senyum, dan saat itulah realita menunjukan bahwa mereka sudah ditakdirkan, walau jalan untuk mereka bersama masih panjang.

THE END

FINALLYYYYYYYYY

YEY!!

Akhirnya selesai juga FF ini,

Terimakasih kepada EXO Fanfiction Indonesia yang sudah memuat ceritaku ini, thanks buat yang selalu koment (kalian memberiku semangat buat meneruskan ini huhu maaf terlambat *kek Baekhyun hehe). Thankyou so much and see you again ^^

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] LOVE YOU MORE (Chapter 16 END)”

  1. End????? Cepet banget…harusnya dibuat berliku dikit..hehe..pingin liat si baek memohon balik ke arin..but..is ok,takdir dari awal sudah di panah oleh cupid..semoga ada sequelnya..hehe..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s