[EXOFFI FREELANCE] LOVE YOU MORE (Chapter 15)

Poster Love You More Chapter 15.jpg

[15] Love You More

Love, Friends and Ambition

Tittle = Love You More (Love, Friends and Ambition)

Author = Park Shin

Main Cast = Kim Arin, Byun Baekhyun, Oh Jiho, Kim Taehyung BTS

Cast = EXO’S members, Yoon Ara, Moon Sojin, Other’s Idol

Genre = School Life, Friendship, Romance

Length = Chaptered (16 Eps)

Rating = General

Disclaimer = Well, mari kita menjadi pembaca yang baik ^^

[15]

Setelah badai berlalu

5 bulan yang lalu…

“Wahhhhh sampai juga..” Sehun menaikan ranselnya “Aku sangat rindu seoul”

Kyungsoo mengiyakan. Chanyeol melambai-lambai kearah gerbang dimana teman-temannya tengah menyambut kedatangan mereka.

Hampir sebulan setelah pertandingan Winter Olympic kemenangan SHIS cabang basket menjadi trending. Tembakan Sehun, Tipuan Park Chanyeol dan sebagainya menjadi buah bibir atas kemenangan mereka yang membanggakan. Terlebih lagi wajah mereka sangat menjual, sehingga kepulangan mereka disambut meriah oleh seluruh sekolah. Mereka sebuah bintang baru.

Baekhyun tersenyum, ia tak menyangka akan disambut semeriah ini. Bahkan teman teman yang tak dikenalnya kini berteriak dan menyerukannya. Diantara riuh itu semua, Baekhyun mencari seseorang. Walau akhirnya tak kunjung ditemukan. Sampai akhirnya Kepala Sekolah menyuruh dia dan teman-temannya untuk masuk ke sekolah.

Semenjak itu, dunia tertuju pada Baekhyun, ucapan selamat dilontarkan kesana kemari, ia dan teman temannya tentu sangat menyukainya. Bahkan Chanyeol sangat menikmatinya. Dilihat sekarang ia sedang mencari perhatian pada gadis-gadis di depan loker.

Loker.

Baekhyun menerawang, ia tak asing dengan loker yang kini tengah ditatapnya. Ia menyentuhnya dan terkejut tatkala wajah Jiho tiba tiba didepannya.

“Selamat datang sang bintang”

Baekhyun tersenyum “Bagaimana kabarmu?”

“Baik sekali. Apalagi karena kau sudah kembali..” Baekhyun terkekeh ia berjalan bersampingan dengan Jiho.

“Bagaimana rasanya menjadi bintang?” Tanya Jiho sembari mereka berjalan menuju kelas

“Bagus. Aku tidak pernah menjadi pusat perhatian.”

“Karena kita tidak pintar, kita perlu berusaha sangat keras untuk mendapat perhatian, dengan fisik kita. Aku tahu bagaimana rasanya.”

Sesampainya didepan kelas Jiho berhenti didepan Baekhyun.

“Baek…”

Baekhyun menaikan alisnya, terkejut karena Jiho menghadangnya.

“Mwo?”

Pikiran Jiho berkecamuk, apakah dia perlu menceritakan bahwa Kim Arin sudah mengetahui tentang kebohongannya. Bagaimana jika Baekhyun merasa bersalah dihari pertama dia kembali, bagaimana jika dia mencari Kim Arin yang sudah menghilang beberapa hari ini, bagaimana jika…

“Ada apa Jiho-ya..”

Jiho menatap Baekhyun, ia ragu dan akhirnya memilih untuk tidak mengatakannya sekarang “Ani. Kajja kita masuk”

***

Baekhyun merasa aneh. Apa kedatangannya disekolah tidak terdengar sampai telinga gadis itu? Bagaimana bisa Kim Arin tidak memunculkan diri? Baekhyun meyakinkan dirinya bahwa Kim Arin akan mengejutkannya nanti, namun ragu karena saat bel pulang sekolah berbunyi gadis itu tak tampak.

Baekhyun khawatir bahkan kini ia terdiam selagi teman temannya sudah pergi sejak tadi. Tinggalah dia dan Oh Jiho dikelas.

“Baek kau benar-benar tidak mau pulang?”

“Kau duluan saja. Aku sedang me-“

“Baek.. berhentilah”

Baekhyun terdiam, ia mendadak takut melihat raut muka Jiho yang kini terlihat marah.

“Kau berharap gadis itu datang dan memberimu selamat?”

“Oh Jiho..”

“Berhentilah..” Jiho menghembuskan nafas kasar “Kim Arin sudah tahu”

Jantung Baekhyun berdesir “Mwo?”

Jiho melirik Baekhyun tajam, “Surat dan kebohonganmu.. dia sudah tahu”

Baekhyun berdiri lalu balik menatap Jiho tajam “Kau memberitahunya?”

“Cih… tidak. Dia tahu percakapan kita di aula”

“Mwo?”

“Sebenarnya aku tidak ingin membahas ini di hari pertama kau kembali Baek. Aku benar-benar ingin kita seperti dulu, tanpa Kim Arin tanp-“

Baekhyun pergi meninggalkan Jiho. Oh Jiho langsung menyusulnya dan berteriak “Percuma kau mencarinya, dia sudah pergi…”

Langkah lelaki itu terhenti.

“Hentikan Baek, berhenti disitu. Kim Arin sangat membencimu.”

Baekhyun berbalik “Mwo?”

“Kembalilah seperti dulu Baek, tanpa Kim Arin. Hanya ada aku dan kau” Jiho mendekat lalu meraih tangan Baekhyun “Jebal…”

“Dimana dia…”

“BAEKHYUN-“

“DIMANA DIA???”

Jiho terkejut. Dia melepas genggaman tangan Baekhyun, ia tak menyangka Baekhyun akan semarah itu dan membentaknya seperti ini. Ini bukan seperti Baekhyun yang ia kenal.

“Baek-“

“Dimana dia…” Jiho mendadak takut dengan Baekhyun,lelaki itu menahan tangisnya tubuhnya bergetar.

“Aku tidak tahu…. sejak ayahnya terungkap kasus korupsi, Kim Arin menghilang. Tidak ada yang tahu.”

Baekhyun memejamkan matanya, ia menjilat bibirnya yang kering dan menelan ludahnya yang mendesak ditenggorokan ia tidak habis pikir, selama ini dia tidak tahu apapun tentang gadis itu. Saat ia menghilang Baekhyun dengan bodohnya berharap gadis itu baik-baik saja.

Bagaimana perasaan gadis itu? Apa dia baik baik saja?

Baekhyun sangat mengkhawatirkannya tapi tak tahu ia harus berbuat apa. Karena dirinya yang sudah membuat gadis itu terluka, pantaskah ia berharap bahwa Kim Arin baik-baik saja.

Bodoh. Byun Baekhyun tidak pernah merutuki kebodohannya selama ini, namun ia merasa sangat menyesali kenapa ia sebodoh dan sepengecut ini.

“Aku akan mencarinya..” Ia berbalik dan Jiho menahan lengannya.

“Kau.. jika kau berani mencarinya maka aku akan membencimu seumur hidup.”

Baekhyun berhenti, ia sempat berfikir untuk tetap berada disisi Oh Jiho, namun hatinya menyangkal, ia tak ingin gadis yang kini entah dimana pergi begitu saja, walau ia juga tak ingin menyakiti Oh Jiho.

“Maaf…” Baekhyun melepas tangan Jiho dari lengannya dan berlari keluar dan hilang dibelokan koridor meninggalkan Jiho yang berteriak memanggil nama Baekhyun walau tak dijawab lelaki itu.

“BAEKHYUUNNNNN….”

***

BRUGGG

Baekhyun merasakan nyeri diujung bibirnya. Saat ia berlari seperti orang bodoh, ia tiba tiba dihajar oleh Taehyung. Lelaki yang tiba tiba ada dihadapannya menyerangnya begitu saja.

“KAU BRENGSEK!!”

BUGGG

Sekali lagi ia merasakan perih dibibirnya.

“Kau… benar-benar sampah.”

BUGGG

Baekhyun merintih walau akhinya menyadari bahwa ia pantas mendapatkan ini.

“Sudah kuduga. Kau memang pembohong ulung.”

BUG

“Jika itu orang lain, aku tak peduli.Tapi jika itu Kim Arin… aku tak tinggal diam”

BUG BUG BUG

“Brengsekk…”

“Pukul aku… lagi” Baekhyun menantang Taehyung, ia tak takut jika wajahnya babak belur “Pukul aku sepuasmu, aku memang pengecut”

BUG BUG

“Beraninya kau membuat Kim Arin seperti orang bodoh”

BUG

“Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya lagi”

BUG

“Oyyyy oy hentikann…” Chanyeol dan Sehun yang entah datang darimana melerai Taehyung yang sudah seperti kesetanan.

Kyungsoo dan Kai membantu Baekhyun berdiri, lelaki itu sudah ambruk bahkan wajahnya sudah sangat babak belur. Kai tak tahan dan hampir saja membalas pukulan Taehyung kalau saja Kyungsoo tak melerainya.

“Hentikan” Cegah Kyungsoo.

Chanyeol dan Sehun kewalahan menenangkan Taehyung, lelaki ini tampak sangat murka.

Baekhyun sulit membuka mata, wajahnya sudah bengkak “Maafkan aku…”

Taehyung berhenti bergerak, ia menatap Baekhyun yang kini memejamkan matanya “Maafkan aku karena membuatnya terluka..”

“Brengsek kau” Desis Taehyung

“Maaf karena aku.. mencintainya”

Taehyung tak habis pikir dengan Baekhyun, lelaki itu cari mati rupanya.

“Jadi, pukul aku sepuasmu, dan aku akan tetap mencintai Kim Arin..”

Sehun, Chanyeol, Kai dan Kyungsoo trenyuh, ia tahu bahwa Baekhyun juga mengiris luka pada hatinya sendiri.Ia membuat masalah, membuatnya semakin dalam dan melukai dirinya  sendiri. Baekhyun menderita dan ia rangkul sendiri kesalahannya itu.

Mereka tahu Baekhyun bodoh, dia tidak cerdas  dan sangat pengecut. Namun hari ini mereka menyadari bahwa Baekhyun tulus walau sedikit terlambat menyadari.

Dan Taehyung, lelaki itu mengggertakan giginya. Ia merasa marah dengan ucapan Baekhyun. Dan Kyungsoo maju menengahi.

“Aku tahu kau marah. Tapi berhenti memukuli sahabatku, dia sudah menyadari kesalahannya dan dia juga sudah minta maaf. Bisakah kau berhenti?” Kyungsoo berusaha membuat Taehyung mereda amarahnya.

Taehyung menyingkirkan lengan Sehun dan Chanyeol. Ia berbalik begitu saja dan pergi meninggalkan mereka yang kini panik karena Baekhyun pingsan.

Flashback End

***

Waktu berlalu begitu cepat, hari berganti dan masa lalu mulai terganti dengan baru walau luka yang pernah dibuat masih teringat jelas. Baekhyun dan Taehyung masih bermusuhan, bahkan mengerikan tatkala mereka berdua dipertemukan. Sebuah fakta yang hanya diketahui mereka berdua dan menyesalkan banyak luka.

Baekhyun menyadari kebodohannya. Ketika ia tidak ingin melukai siapapun tanpa sadar ia membuat luka pada mereka. Jiho dan Arin.

Baekhyun kini terdiam dihadapan Jiho. Lelaki itu ingin meminta maaf secara tulus dan inilah saatnya.

“Maafkan aku… Oh Jiho.”

Jiho menatap Baekhyun dengan tatapan merendahkan “Itulah dirimu. Brengsek”

Jiho menatap arah lain “Inilah akhirnya kita?”

Baekhyun mendongak menatap Oh Jiho yang menahan tangisnya “Miris sekali”

“Maafkan aku..”

“Hentikan.” Jiho menelan ludahnya “Sudah kubilang jangan minta maaf… atau aku akan semakin menyukaimu..” Jiho mengelap air matanya dengan kasar.

“Pergilah..” “Melihatmu kemarin, aku menjadi sadar hatimu sudah untuk Kim Arin.”

“Jiho-ya..”

“Aku tidak ingin jadi gadis jahat. Pergilah.”

“Mianh-“

“Jangan meminta maaf.” Selanya tegas. Jiho tersenyum “Aku menyerah padamu”

Baekhyun tak berani menatap Jiho, gadis itu juga terluka karenanya dan ia tak ingin lagi semakin melukainya.

“Terimakasih, Oh Jiho..”

Jiho menghindari tatapan Baekhyun. “Bodoh.” Jiho tersenyum kali ini benar-benar tulus “Kuharap kau bahagia..”

“Kau juga..”

Jiho menelan ludahnya yang terasa pahit. Tiba-tiba Baekhyun mengulurkan tangannya

“Kita… masih bertemankan?”

Jiho menatap Baekhyun lalu perlahan tertawa, ia ingat saat kecil dulu, ketika ia marah pada Baekhyun dengan polosnya lelaki itu akan mengulurkan tangan dan bertanya apa ia masih berteman dengannya atau tidak. Mengingat itu Jiho tertawa.

“Tentu saja” Jiho membalas uluran tangan itu. “Sibodoh Baekhyun dan si angsa cantik Oh Jiho berteman selamanya..”

Dan mereka berdua tertawa, merasa lega bahwa pada akhirnya mereka kembali walau pernah terluka karena saling mencintai.

***

Sejak itu hari hari Baekhyun merasa kosong. Ia hampir menyerah mencari Kim Arin, bahkan kini tak hanya dirinya, semua teman-temannya berusaha mencari Kim Arin selama ini walau pada akhirnya tak ada hasil.

Waktu kembali berputar begitu cepat hingga tanpa sadar, ia sudah berada di tingkat akhir. Orang-orang sibuk belajar dan mementingkan nilai. Hilangnya Kim Arin tak lagi menjadi perhatian, hilang ditelan waktu.

Baekhyun menghela nafas kasar. Ia tak lagi memiliki semangat. Oh Jiho, kembali ke pelatihan dan segera mengikuti olimpiade internasional. Teman-temannya sudah sibuk dengan urusannya masing-masing. Kini Baekhyun menyadari sebentar lagi ia akan meninggalkan sekolah ini. Untuk beberapa saat ia memikirkan masa depannya. Ia meraih buku diatas meja lalu membukanya.

Ia mencoba mempelajari hal yang dulu sama sekali tak dimengerti. Ia pikir dengan demikian ia akan selalu mengingat Kim Arin. Gadis itu, bagaimana kabarnya?

Baekhyun menoleh dan mendapati Taehyung lelaki yang kini tengah berlari ke tengah lapangan dan keluar gerbang begitu saja, membuat Yoon Saem mengayunkan tongkatnya berkali-kali.

‘Aneh’

Taehyung bukan tipe yang akan bolos terang-terangan seperti itu. Apa yang membuatnya lari seperti itu.

Sebuah pemikiran dangkal muncul di otak Baekhyun.

“Jangan-jangan….”

Baekhyun berdiri dari kursinya, ia berlari dan mengejar Taehyung namun dibelokan ia menabrak anak laki-laki yang tidak dikenalnya. Ia merintih.

“Aish.. appayooo”

Baekhyun ingin mengabaikannya namun jatuhnya mereka sakit juga. Merasa bersalah Baekhyun membantunya berdiri “Maaf”

“Aish… kenapa aku sial sekali hari ini, diancam Taehyung hyung sekarang ditabrak orang ah..”

Baekhyun memicingkan mata, Taehyung? Anak in…

“Taehyung mengancammu?”

“Eh Hyung kau dengar..”

“Apa Taehyung mengancammu apa?”

“Hanya… ini rahasia kami..”

Baekhyun mendekat lalu mencengkram kedua bahu lelaki itu, ia melirik tag nama disana “Jeon Jungkook-ssi, apa ini ada hubungannya dengan Kim Arin?”

Lelaki itu membulatkan matanya yang sudah bulat, ia yang takut dengan tatapan tajam Baekhyun akhirnya mengangguk pasrah.

Diberikannya ponsel itu pada Baekhyun dan seketika lelaki itu menegang.

‘Kim Arin…’ teriaknya dalam batin

Lelaki itu menatap Jungkook, membuat yang ditatap meringis dan menunduk.

“Taehyung.. apa dia pergi ke sana..” Tanya dan Jungkook malah menggaruk tengkuknya.

“Taehyung Hyung seperti kesetanan saat tahu, dia pergi begitu saja, padahal setelah ini kami ada ujian.”

Baekhyun memejamkan matanya, ia tak tahu harus berbuat apa yang jelas kakinya kini melangkah meninggalkan Jungkook dan sampailah ia ke atap sekolah.

Semilir angin menyambutnya, direbahkan punggungnya di dinding tua tersebut. Ia menoleh ke samping dan bayangan gadis itu muncul.

Gadis itu menoleh padanya, lalu tersenyum padanya, merebahkan kepalanya di bahu Baekhyun lalu menghilang, melebur bersama air mata Baekhyun yang mengalir bebas.

Ia meraih ponselnya, lalu mencari akun SNS seperti yang ditunjukan Jeon Jungkook tadi. Disana bersama seorang laki-laki yang mebawa trophy dan gadis itu tersenyum.

Baekhyun merintih, memegang dadanya. Ia lega gadis itu baik baik saja.

“Aku merindukanmu, Kim Arin…” Baekhyun  memejamkan matanya, membiarkan air matanya mengalir bebas. Lalu menatap langit mendung yang seakan mengerti perasaannya.

***

Kim Arin mendapati namanya kembali diperingkat atas. Ujian semester ganjil ini lagi-lagi membuat Arin berada di peringkat satu. Walau tidak ada sambutan dan riuh seperti dulu di Seoul, Kim Arin tak kaget melihat meja dan lokernya penuh surat, coklat dan bunga. Gadis itu hampir bingung akan ditaruh dimana lagi semua hadiah itu.

Daniel ikut berdiri di samping Arin yang memandang horor meja Kim Arin. Ia terkekeh “Wah wah… kau pasti senang karena jadi idola”

Arin menoleh dan mendapati Daniel yang kini rajin memotong rambutnya sendiri. Ia menghembuskan nafas kasar.

“Aku tidak tahu lagi bagaimana menghentikannya..”

Daniel tersenyum “Kau tidak bisa menghentikan perasaan mereka. Nikmati saja hadiahnya..” Daniel menunjukan sebuah paper bag besar ditangannya, lalu Kim Arin tersenyum.

Daniel memasukan semua bunga dan coklat ke paper bag. Gadis itu akhirnya terpaksa membawa dua kantung paper bag yang penuh dengan hadiah. Ia berniat membawa itu semua kerumah, namun ia kewalahan sendiri. Daniel yang ada disampingnya juga sudah membawa paper bag, ia jadi merasa tak enak merepotkan lelaki itu terus.

“Sini aku bawa sendiri..”

“Ey… aku masih kuat kok.”

“Maaf”

Daniel tersenyum, “Lihat… mereka kemari” Tunjuk Daniel dengan dagunya, Kim Arin mengikuti arah yang ditunjuk Daniel, dan benar saja segerombolan anak laki-laki datang padanya.

Sunbaenim.. igeo

Sunbaenim chukkae

Sunbaenim kau sudah punya pacar?

Apa kau pacar Daniel hyung?

Eh tidak mungkin, kasihan Arin Sunbae

Hyung Hyung Arin Sunbae bukan pacarmu kan?

Noona aku sangat menyukaimu

“Aish… pergi sanaaa.” Daniel mengusir gerombolan anak laki-laki itu dengan tampang garang. Walau akhirnya mereka pergi, mereka berani mengejek Daniel membuat lelaki itu bersungut sebal.

Kim Arin hanya bisa menghela nafasnya, tangannya sudah penuh dengan coklat dan bunga. Ia menoleh pada Daniel yang tengah kesal.

“Kim Arin…”

Mereka berdua menoleh pada seseorang yang memanggil Arin. Gadis itu membulatkan matanya.

“Kim Taehyung?”

Daniel mengedipkan matanya berkali kali “Siapa dia?”

“Daniel.. bisa kau bawakan barangku?”

“Eoh eo…”

Taehyung tersenyum tatkala Arin mendekatinya.

“Ikut aku…” Titah gadis itu dengan ekspresi datar, membuat Taehyung sedikit bingung.

***

“Kau memotong rambutmu…”

Hening, hanya ada deburan ombak yang menemani mereka. Tadi, saat Taehyung datang menghampirinya Arin sempat ingin berlari. Namun akhirnya mereka berdua disini, duduk dipinggir pantai.

“Kau masih populer.. baik di Seoul dan disini..”

Masih diam, Taehyung menatap kedepan. Memandang lautan biru yang sangat indah dimatanya.

“Kau tampak baik-baik saja. Aku lega”

Kim Arin menoleh pada Taehyung. Laki-laki itu tak berubah, masih sama.

“Maaf..”

Taehyung menoleh pada Arin “Untuk?”

“Pergi begitu saja”

“Kim Arin, kau hampir saja membunuhku.”

Arin mendengus “Bagaimana kau bisa tahu aku disini”

“Laki-laki yang tadi bersamamu..”

“Kang Daniel” Sela Arin

“Siapapun itu, dia mengunggah foto bersamamu di SNS”

Arin mengangguk. “Lalu, kau datang kemari setelah melihatnya?”

“Hm..”

“Wae?”

“Bogoshippeo…”

Sontak Arin menoleh pada Taehyung yang menatap laut. Angin mengibarkan anak rambut Taehyung, membat lelaki itu menyisir rambutnya kebelakang.

“Bukan hanya aku, teman-teman juga”

Arin menatap Taehyung seolah meminta penjelasan

“Sejak kau pergi, tidak ada dari kami yang waras. Semua orang membicarakanmu, mencibirmu… kami mengancam siapapun yang berani bicara buruk tentangmu, kami melakukan itu semua dengan harapan kau akan kembali walau pada akhirnya kami kehilanganmu.”

Arin menunduk “Berhenti mengoceh Taehyung”

“Aku bicara tentang fakta”

Arin tersenyum tipis “Terimakasih karena mengkhawatirkanku.”

“Kau…” Taehyung melihat Arin yang kini menatapnya dalam “tidak penasaran dengan Baekhyun?”

Ada keresahan di bola mata gadis itu, kini ia menatap kedepan agar tak terlihat

“Dia seperti orang gila. Dia menjadi sangat rajin bahkan kini ia ada  di peringkat 50 besar. Kau pasti tak percaya itu..”

Arin hanya diam, tak membalasnya

“Aku tidak sengaja mendengar percakapannya dengan Jiho..”

Mata Arin melebar

“Surat dan kebohongan itu… pasti melukaimu”

Taehyung menghela nafas “Saat aku tahu itu, aku menghajar Baekhyun habis-habisan… dan kau tau apa yang dikatakannya?” Taehyung menoleh pada Arin yang kini masih diam menerawang kedepan.

“Dia bilang maaf karena mencin-”

“Hentikan.”

Taehyung terkejut Kim Arin menyelanya begitu saja.

“Sudah sore…” Kim Arin berdiri lalu menepuk pantatnya dari sisa pasir pantai “Pulanglah… atau kau akan ketinggalan kapal.”

Taehyung ikut berdiri “Eo.. baiklah.”

Kim Arin berbalik, selangkah kemudian ia berhenti “Jangan katakan pada siapapun tentang keberadaanku. Aku tidak ingin berhubungan dengan siapapun di Seoul”

Taehyung menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan “Aku tidak janji”

Kim Arin melanjutkan langkahnya lalu membiarkan air matanya mengalir. Taehyung menyerukan sesuatu membuat langkahnya kembali terhenti.

“Kim Arin… aku senang kau baik baik saja. Bahagialah..”

Dan saat Arin menoleh, Taehyung sudah berbalik dan berjalan kearah pelabuhan. Sehilangnya punggung lelaki itu. Arin memejamkan mata, mengalirkan butiran bening lebih banyak.

“Taehyung…”

***

Kim Arin bangun lebih awal dari biasanya, ia bersiap mengantar barang kepasar. Setelah berpamitan pada nenek Ok, dia melajukan sepedanya ke pasar. Sekembalinya dari sana, ia akan duduk dipinggir pantai dan melihat langit yang gelap berangsur terang hingga matahari menampakan sinarnya.

Kim Arin menatap kosong lautan didepannya, ia menunduk tatkala lagi lagi menangis.

“Kim Arin ada apa denganmu? Kenapa kau payah sekali..” Ia marah pada dirinya sendiri.

Semilir angin tiba-tiba berhembus. Bibir gadis itu bergetar dan perlahan membisikan sesuatu pada dirinya sendiri.. dan nama yang tak ingin ia ingat itu terucap.

“Baekhyun….”

TBC

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s