[Drabble Mix.] Hurt by selviakim

hurt

Hurt

selviakim storyline

Luhan, Suho, Lay, and Sehun.

Drama, hurt, angst, sad.

“Perpisahan itu sangat menyakitkan.”

General.

I own the plot.

sorry for typo(s)

***

Luhan’s.

Sungguh, ini sangat menyakitkan. Kita sangat tahu, kita akan bertemu lagi dengan suasana yang berbeda. Kemungkinan hanya kecanggungan yang akan terjadi.

Atau mungkin, kita tidak akan pernah bertegur sapa saat bertemu.

Okay, salahkan saja diriku yang memang benar-benar melepaskanmu untuk pria lain.

Salahkan saja diriku yang sudah berhenti mengejar dirimu.

Salahkan saja diriku yang tidak pernah berjuang untuk mendapatkanmu kembali.

Tapi, apakah aku salah?

Aku melihat dirimu lebih bahagia saat bersama dibandingkan diriku.

Maka dari itu, aku menyerah dan terus mencoba untuk menerima kenyataan yang pahit.

Kau lebih pantas dan lebih bahagia bersamanya dibandingkan bersamaku.

-fin.

Suho’s.

Aku tetap di sini. Menunggu di dalam kenangan masa lalu yang selalu datang tanpa diundang.

Menunggumu dalam diam, meskipun kau tidak akan pernah kembali.

Kembali ke pelukanku.

Mengingat rasa genggaman tanganmu ditanganku, membuatku ingin menggapaimu namun tak sanggup.

Semua kebahagiaan telah hilang. Hanya rasa rindu yang terus datang. Merindumu.

Hey, aku ini apa di matamu? Apa hanya seorang pria yang pernah menjadi kekasihmu lalu kau tinggalkan dengan semua kenangan manis yang telah tercipta?

Kau pergi bersamanya dan tetap meninggalkanku yang selalu menunggumu tanpa kau tahu.

Setiap hari aku mencoba menghindarimu. Begitu juga denganmu.

Tapi, maaf. Aku tidak bisa.

Rindu itu sangat sulit untuk dihilangkan meskipun hanya sebentar saja.

Dan tetap saja, orang-orang memandangi diriku dengan tatapan kasihan karena tak bisa melupakanmu yang tengah berbahagia dengan pilihanmu.

Selamat menikah.

-fin.

Lay’s.

Kita ingin bahagia bersama. Seumur hidup malahan.

Hanya saja, takdir begitu kejamnya memisahkan kita.

Dulu, aku percaya dengan kata-kata, ‘Tuhan tahu yang terbaik untuk setiap umatnya.

Namun sekarang, aku ragu.

Aku ragu apakah itu benar sehingga kau memang tidak baik untukku?

Aku ragu apakah itu salah sehingga aku harus mempertahankanmu?

Oh, ayolah. Aku sedang bermain dengan kenyataan di depan mataku.

Pergi melupakanmu atau datang untuk memperjuangkanmu.

Tapi, kau menemukan seseorang yang baru.

Seseorang yang datang saat kau memiliki rasa sakit dengan masa lalumu bersamaku.

Dan kau bahagia dengannya.

Aku harap, kau tidak akan pernah lupa. Jika kita pernah membuat kenangan suka dan duka bersama.

Selamat menikah, cinra pertamaku.

-fin.

Sehun’s.

Aku masih terdiam memandang langit malam yang terang dengan bintang-bintang dan bulan yang menemaninya.

Sepertinya, langit malam begitu cerah. Tidak seperti hatiku yang sedang mengalami badai berhari-hari.

Kau pergi, meninggalkan aku di sini yang tak akan pernah bisa lagi menggapaimu.

Tidak akan pernah.

Sekarang, aku berpikir jika lebih baik kau diambil oleh pria lain daripada kau diambil oleh Tuhan.

Tuhan mengambilmu dariku dengan begitu cepatnya.

Padahal, dua minggu lagi pernikahan kita. Pernikahan yang kita impikan.

Dan undangannya sudah disebar dua hari sebelum kau mengalami kecelakaan itu.

Apakah kau tidak kasihan denganku?

Semua orang menatapku dengan tatapan kasihan.

Pernikahan yang tidak jadi. Calon mempelai wanita meninggal. Kasihan sekali pria bernama Oh Sehun itu.

Aku tertawa di dalam kenyataan pahit ini.

Memangnya, aku ingin takdir yang seperti ini? Hahaha.

Kini, aku masih saja terdiam.

Semua orang masih menghibur diriku. Karena mereka tahu dengan sangat pasti.

Jika aku, masih merindukanmu yang tidak akan pernah bisa aku gapai lagi.

-fin.

 

One thought on “[Drabble Mix.] Hurt by selviakim”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s