[EXOFFI FREELANCE] Trust Me, Please! (Oneshot)

“Aku hanya ingin kau percaya pada ku”

“Apakah kebahagiaan yang tidak dapat ditanggulangi adalah kebahagiaan atau malah kemalangan?”

.

.

.

Bunyi pergesekan antar baja sesaat lalu membuat telinga Chanyeol ngilu. Ia menatap miris sesosok gadis yang kedua tangan nya telah terborgol tersebut. Ia berjongkok. Mengambil undangan pernikahan yang tergeletak di atas tanah. Oh Sehun & Song Raena tertulis di sana.

Senyum getir terpasang di bibir pria Park tersebut. Sejak awal memang telah memperkirakan akhir yang tidak baik bagi keduanya. Tapi juga tak pernah menyangka akan jadi se-tragis ini.

Masih segar diingatan nya saat ia melihat Sehun berlompatan seperti belalang saat awal tahun lalu.

###

Flashback

Chanyeol menatap datar Sehun yang sedari tadi terus berjingkrak kegirangan. Alasan nya? Baiklah…. Kalau orang mendengar ini orang akan memandang nya aneh. Dan alasan Oh Sehun seperti itu saat ini adalah: Song Raena mengajak nya berbicara. Hanya mendengar sepenggal alasan itu saja orang sudah tahu alasan Sehun kesenangan sangat tolol. Apalagi kalau orang tahu Song Raena hanya dimintai Gong-seosaengnim memberitahu Sehun tentang ulangan perbaikan nilai yang harus ia ikuti.

“Kau lihat tadi? Raena mengajakku mengobrol! Oh, Tuhan! Aku sangat senang!” ujarnya masih kegirangan karena ini pertama kali nya ia berbicara dengan gadis itu.

Sehun memegangi dada nya karena ia bisa merasakan gemuruh jantung nya di sana. Ia pun menghirup nafas untuk menenangkan dirinya.

“Dia benar-benar cantik. Kupikir aku akan gila” ujarnya dengan senyuman tolol.

Chanyeol menatap malas tingkah teman nya tersebut. “Seharusnya kau lebih gila memikirkan bagaimana ulangan perbaikan nilai mu nanti”

Sehun mendesis mendengar Chanyeol yang mengingatkan nya tentang masalah utama yang menjadi alasan Song Raena mengajak nya berbicara. Tapi sungguh ia hampir tidak peduli pada nilai nya itu. Pikiran nya masih dipenuhi ‘Song Raena mengajak ku berbicara’.

Chanyeol hanya geleng-geleng melihat Sehun yang masih senyam senyum tidak jelas. Ia sudah dengar dari tahun lalu kalau Sehun menyukai gadis itu. Dan semakin hari Sehun hanya semakin tergila-gila pada gadis itu. Dilihat sekilas saja orang sudah bisa menebak Sehun memang sedang jatuh cinta. Dan Chanyeol belum pernah melihat Sehun bersikap seperti itu kecuali pada Raena.

Baiklah, Sehun pernah menjalin hubungan dengan beberapa gadis. Dan semuanya berlangsung singkat. Bukan. Bukan karena Sehun seorang player yang suka gonta-ganti kekasih. Sosok Sehun sangat bertolak belakang dengan yang dipikirkan semua orang di sekolah mereka selama ini.

Sehun hanya anak kecil polos yang terperangkap dalam sosok pria dewasa. Ya. Sepupu Chanyeol ini terus tumbuh besar tanpa menjadi dewasa di dalam hati nya. Karena itulah para gadis salah paham.

Beberapa gadis menyatakan cinta pada Sehun. Dan Sehun sama sekali tidak tertarik pada mereka. Tapi Chanyeol mendesak nya menerima mereka dengan alasan tak ada salah nya mencoba pacaran.

Sehun pun akhirnya menerima para gadis tersebut. Tapi semua hubungan tersebut berakhir cepat karena Sehun tak sesuai bayangan mereka. Sehun tak menggoda mereka. Tidak pula menyentuh mereka dengan nakal.

Ia hanya mengabaikan. Oleh sebab itu semua wanita merasa dipermainkan oleh nya. Karena memang fakta nya ia terlihat sama sekali tak menganggap mereka setelah menerima cinta mereka. Dan karena hubungan nya selalu berakhir cepat ia pun mulai dicap playboy.

“Aku benar-benar tergila-gila pada nya” gumam nya dengan senyuman tipis.

###

Dulu Raena pikir keadaan orang menjadi idola sekolah sampai memiliki banyak fans yang memekik melihat nya hanya ada di drama. Ia pikir yang bisa punya fans seperti itu hanya idol. Dan ia juga merasa tidak ada orang biasa yang menjadi fans orang biasa lain nya.

Normal nya orang hanya suka dan kagum tanpa menunjukkan apalagi mengatakan dengan bangga ia adalah fans. Jadi di sekolah ini adalah pertama kali nya Raena melihat saat seseorang lewat semua orang membukakan jalan, menyapa, dan tersenyum pada orang tersebut.

Apa boleh buat? Itu normal saat melihat siapa yang lewat. Oh Sehun. Penampilan nya memang bersaing dengan idol.

Raena melihat pria itu hampir lewat di depan nya. Ia tak tahu harus melakukan apa. Mungkin seharusnya ia tersenyum dan menyapanya seperti yang dilakukan gadis lain. Namun ia merasa sangat canggung untuk melakukan hal itu. Akhirnya ia hanya melihat ke arah lain. Lagi pula pria itu Oh Sehun. Salah satu anak yang berasal dari keluarga paling kaya raya di sekolah ini. Dan ia juga bintang nya di klub bowling. Oh Sehun tak akan pernah menyadari keberadaan anak culun sepertinya.

###

Sehun menghela nafas panjang. Tadi pagi ia melewati koridor. Ia melihat Raena di sana. Gadis cantik yang merupakan peraih nilai tertinggi di sekolah mereka. Ia mencoba untuk tersenyum padanya. Tapi sayang nya Raena sedang melihat ke arah lain.

Sehun tersenyum kecut. “Sebenarnya apa yang kau harapkan, Oh Sehun? Kau hanya anak manja yang tak bisa apa-apa kalau bukan karena orang tua mu. Dan yang bisa kau lakukan hanyalah mencetak strike tolol yang tidak ada guna nya tersebut. Sedangkan ia adalah siswi terhormat yang cantik. Dia tak akan pernah menyukai orang seperti mu”

Chanyeol hanya tertawa mendengar Sehun yang berbicara pada dirinya sendiri tersebut.

“Apa yang lucu?” tanya Sehun langsung.

Chanyeol menggeleng. “Aku tidak mengerti kenapa kau begitu tergila-gila padanya”

Sehun mengernyit. “Kau buta? Sekali lihat saja semua orang sudah bisa menebak dia gadis yang bisa membuat pria manapun rela melakukan apapun demi dirinya”

Chanyeol malah terbahak semakin keras mendengar pernyataan Sehun. Okay. Akan ia akui Raena cantik. Tapi sungguh gadis itu tidak terlihat sebagus itu di mata orang-orang.

“Appa gadis itu seorang transgender” ujar Chanyeol.

“Hah?” Sehun terkejut mendengar fakta tersebut. Tapi tentu nya ia lebih terkejut kenapa Chanyeol malah memberi tahu nya masalah itu.

Chanyeol menghela nafas. Sudah menebak Sehun tak tahu apapun tentang Raena kecuali gadis itu cantik, pintar, dan bukan murid bermasalah.

“Appa nya pergi dari rumah setelah mengatakan ingin menjadi wanita. Dan setelah ia transgender, ia menjadi pelacur” ujar Chanyeol lagi.

Sehun mengangguk mengerti. Ia rasa tak ada salah nya mengetahui beberapa hal tentang gadis nya.

“Kau tidak mengerti?” ujar Chanyeol geram.

Sehun menaikkan sebelah alis nya. Apanya yang tidak ia mengerti? Appa Raena seorang transgender dan pelacur. Itu hal yang mudah dimengerti.

Chanyeol memutar bola mata nya bosan setelah melihat reaksi Sehun. Sudah ia tebak pria itu memang tidak mengerti. Sehun orang Korea. Dan seharusnya ia tahu orang-orang Korea masih sangat tabu pada LGBT. Dan orang-orang terdekat LGBT tersebut juga terkena imbas nya. Tapi kenapa pula Sehun tak mengerti?

“Orang-orang memandang nya buruk. Ia anak pelacur. Terlebih lagi pelacur transgender” lanjut Chanyeol.

Sehun mengernyit. Sama sekali tidak mengerti apa hubungan Appa Raena dengan pandangan orang pada gadis itu.

“Dia bukan Appa nya” timpal Sehun langsung.

“Eomma nya ketahuan menjadi simpanan seorang pejabat untuk memenuhi tuntutan ekonomi setelah ditinggal suami nya” lanjut Chanyeol lagi.

Sehun mendesah malas. “Sebenarnya untuk apa kau memberi tahu ku ini?”

Chanyeol memijat kepala nya yang berdenyut. Tak tahukah Sehun bahwa masih banyak orang yang berpikir ‘Buah jatuh tak jauh dari pohon nya’ ?”

Sehun langsung berdecak saat mengerti isi kepala Chanyeol. “Raena bukan Appa atau pun Eomma nya. Dan tak ada jaminan Raena sama seperti mereka”

“Dan tak ada jaminan pula ia tak sama seperti mereka” timpal Chanyeol detik itu pula.

“Demi Tuhan! Seharusnya kau lihat papan pengumuman. Namanya selalu yang teratas!” ujarnya naik pitam.

Chanyeol menghela nafas. “Dia korban pemerkosaan”

Sehun langsung membatu. “Kau bilang apa?”

Chanyeol mengalihkan arah pandangan nya. Sebenarnya ia tidak ingin memberi tahu Sehun masalah ini. Karena ia sebenarnya juga tidak ingin melakukan hujatan. Tapi walau bagaimana pun ia ingin Sehun membuka matanya bahwa Raena tak seindah itu.

Sehun berusaha bernafas di saat ia merasakan sulur tak kasat mata mencekik nya. “Kau bercanda, kan?”

Chanyeol hanya membalas tatapan Sehun. Tak merasa perlu menjelaskan ulang. Itu bukan hal yang sulit diterima. Gadis itu punya wajah yang sedemikian cantik nya. Sangat masuk akal kalau orang ingin meniduri nya.

Ditambah lagi dengan latar belakang nya. Banyak pria yang tentu nya tertarik memastikan orientasi seksual anak dari seorang pelacur transgender. Ada juga orang yang dendam pada Eomma nya hingga mungkin saja ingin balas dendam melalui Raena. Bahkan orang yang tak ada hubungan nya dengan perkara itu pun bisa merasa geram sendiri padanya karena tahu ia makan dari bisnis selangkangan.

Ada juga orang yang hanya ingin tahu bagaimana kemampuan gadis itu di atas ranjang karena kedua orang tua nya bisa dibilang pekerja seks.

Dan ada pula orang yang percaya bahwa pemerkosaan tidak akan terjadi kalau tidak diundang. Dan orang-orang merasa anak seorang pelacur transgender dan perusak rumah tangga orang benar-benar cocok jika dibayangkan bertingkah binal hingga mengundang untuk orang memperkosa nya.

Song Raena punya banyak alasan kenapa ia bisa sampai menjadi korban pemerkosaan. Sehingga Chanyeol merasa bukan hal yang aneh jika salah satu alasan itu membuat nya mengalami hal itu. Dan terlepas dari semua itu, kejahatan memang berkeliaran dimana-mana kan?

“Aku tidak peduli” ujar Sehun lagi.

Chanyeol mengerang mendengarnya. “Sehun, Eomma gadis itu bunuh diri tak lama setelah kasus pemerkosaan anak nya. Dan dalam surat wasiat nya tertulis nama Raena. Dia stress karena anak nya menjadi korban pemerkosaan. Alasan ia bunuh diri itu Raena. Dan orang-orang mulai menghujat Raena itu pembunuh”

Sehun menggeleng. “Eomma nya mengakhiri hidup nya sendiri. Raena tak menggunakan tangan nya untuk membunuh. Dia bukan pembunuh”

“Hun!”

“Aku tidak peduli!” sela Sehun sebelum Chanyeol kembali berbicara. “Anak dari seorang pelacur transgender? Anak dari seorang simpanan pejabat? Korban pemerkosaan? Pembunuh? Aku sama sekali tak mempermasalahkan itu, Hyung!”

Chanyeol menatap Sehun tidak mengerti.

“Dia terluka dan tak punya siapapun. Itu malah membuat ku semakin ingin bersama nya. Melindungi nya”

Sehun malah merasa gadis nya hebat. Ia menjadi peraih nilai tertinggi di sekolah mereka setelah semua itu? Yakinlah tak semua orang bisa seperti itu.

Chanyeol menghela nafas. Ia juga sebenarnya kagum pada Song Raena. Karena Chanyeol dengar gadis itu bahkan tak menjalani terapi psikologis setelah semua kejadian itu termasuk kasus pemerkosaan nya, karena tak ada uang.

Chanyeol dengar biasanya korban pelecehan selalu merasa diri mereka sendiri buruk. Dan sering kali pemikiran ingin bunuh diri muncul di diri mereka. Jadi sebenarnya menurut Chanyeol jika saat ini gadis itu masih hidup, itu saja sudah merupakan prestasi yang membanggakan.

Tapi Chanyeol tentu nya tahu tak semua orang berpikir seperti itu. Karena Sehun yang merupakan anak orang kaya tidak akan pernah terlihat pantas untuk gadis miskin dan latar belakang seburuk itu.

“Kau jatuh cinta dengan cara yang begitu ceroboh, Hun”

###

Sehun menarik nafas nya untuk mempersiapkan hati nya. Langkah demi langkah ia ambil menyusuri koridor sekolah nya. Jantung nya berdetak kencang, membuat nya tak tenang hingga sama sekali tak membalas sapaan ataupun senyuman yang diberikan para gadis untuk nya. Mata nya fokus ke arah gadis yang sedang berada di salah satu dinding koridor.

Sehun merasa semakin gugup saat ia semakin dekat dengan gadis tersebut. Ditambah lagi saat melihat beberapa pria sedang mengelilingi gadis itu. Bukan pemandangan yang aneh bagi Sehun. Raena punya wajah yang begitu memikat hingga wajar saja banyak pria yang mengejar nya.

“Pagi, Raena” sapa nya berusaha ramah. Seketika gadis itu menoleh pada nya. Tak hanya gadis itu, tapi pria yang mengelilingi nya dan para gadis yang mengincar Sehun pun benar-benar terkejut dengan tindakan pria itu pagi ini.

Raena merasa kerongkongan nya tercekat hanya dengan satu sapaan tersebut. Tapi ia ingat siapa Sehun dan siapa dirinya. “Selamat pagi juga, Oh Sehun-ssi” ujarnya memilih bersikap sopan dan membungkuk.

Sehun melempar tatapan singkat pada para pria yang berada disekitar gadis nya. Yang menguntungkan dari memiliki latar keluarga yang bagus adalah orang akan menuruti semua perintah mu. Para siswa tersebut bergegas menyingkir saat menyadari kode mengusir dari mata Sehun.

“Sekolah menyenangkan ya, Rae?” tanya nya berbasa-basi.

“Ah? N-ne, Oh Sehun-ssi” jawab Raena cepat.

“Bisakah kau tidak memanggilku ‘Oh-Sehun-ssi’?” pinta Sehun meringis.

“Y-ye?”

“Panggil ‘Sehun’ saja” ujarnya benar-benar berharap Raena mau melakukan nya.

Raena menggigit bibir nya. Ia bukan siapa-siapa. Ia memang seharusnya memanggil Sehun dengan panggilan ‘Oh Sehun-ssi’. Tapi sekali lagi karena dia bukan siapa-siapa, ia hanya bisa menuruti perintah tersebut.

“Ne, Sehun” ujarnya ragu. Dan menunduk semakin dalam.

Sehun menggigit bibir nya saat gugup telah menggerogoti nya. Cara Raena menyebut nama nya dengan gugup dan menunduk seperti itu………bagi Sehun membuat Raena terlihat sangat manis. Tuhan…..bagaimana mungkin ia tak jatuh cinta saat gadis ini sedemikian manis nya?

###

“Pagi ini kulihat beberapa pria menggoda nya. Di antara banyaknya pria, apa ada kemungkinan ia akan menyukai ku?” tanya Sehun gelisah.

Di mata Sehun Raena sangatlah cantik. Atau lebih tepat nya hanya Raena gadis yang terlihat cantik bagi nya. Dan menurut nya normal nya pria mana pun ingin mendapatkan gadis itu.

Chanyeol hanya menghela nafas malas. Seharusnya Sehun cukup peka untuk menyadari semua pria yang mengelilingi Raena selama ini, yang Sehun kira sedang berusaha menarik perhatian gadis itu, tak ada satu pun yang menggoda nya. Mereka sedang melecehkan nya secara verba dan fisik.

“Berhenti berangan-angan seperti itu, Hun. Kau tidak akan pernah bisa bersama dengan nya” timpal Chanyeol terus terang.

“Apakah memang sama sekali tak ada kesempatan untukku mendapatkan nya? Aku benar-benar setidak pantas itu? Bagaimana caranya agar aku bisa mendekati kriteria ideal nya?” rengek nya.

Chanyeol menatap bosan Sehun. “Bukan itu”

“Lalu?” tanya Sehun tidak mengerti.

“Ini bukan masalah kau pantas atau tidak. Ataupun kau tak sesuai kriteria nya. Masalah nya itu kau tak akan bisa bersama nya sekalipun dia juga mencintai mu. Sekali pun ia menerima perasaan mu, tak akan ada orang yang percaya kalian pacaran karena itu terlalu mengada-ngada. Ia hanya akan diejek, dan mendapat tekanan karena dianggap mengkhayal menjadi pacar mu”

###

Terkadang Chanyeol tidak tahu harus mengatakan Sehun itu pintar atau bodoh. Dan pemikiran seperti itu kembali mendatangi kepala Chanyeol saat melihat tindakan pria itu hari ini.

Sehun memasang senyum nya di depan gadis yang sudah 1 tahun ini mencuri perhatian nya. Tangan nya terulur menyodorkan sebukat besar bunga mawar soft pink. Orang yang hanya kebetulan lewat pun tahu ia sedang menyatakan cinta. Tapi sekalipun saat ini ia tersenyum, Chanyeol tahu pria itu sebenarnya gelisah. Sudah Chanyeol katakan, bukan? Sehun itu sebenarnya tipe yang polos. Dan ia juga bukan pria yang punya kepercayaan diri selangit hingga yakin tak akan ditolak.

Chanyeol tahu kenapa Sehun memilih menyatakan cinta di depan umum. Karena kalau hanya desas desus orang tak akan percaya Raena pacarnya. Dan orang akan mengatakan Raena mengidap erotomania yang membuat nya berdelusi menjadi pacar Sehun. Dan tindakan Sehun ini juga bertujuan agar para pria tahu diri untuk tidak selalu melihat atau mendekati gadis nya. Sekilas tindakan Sehun terasa begitu pintar. Namun sayang nya ia tidak melihat dari sisi lain nya.

Raena terlihat meremas ujung baju nya gelisah. Chanyeol tahu apa yang ada di kepala mungil namun berwawasan luas tersebut. Kebimbangan.

Raena bisa saja menerima cinta Sehun dan menjadi sasaran bully fans Sehun. Ia juga bisa menolak nya dan akan tetap menjadi sasaran bully karena dianggap tidak tahu diri merasa terlalu cantik. Dan sebagai tambahan, mempermalukan Sehun. Sudah Chanyeol katakan, bukan? Sehun terlalu ceroboh jatuh cinta pada gadis yang sampai kapan pun tak akan terlihat serasi untuk nya.

Chanyeol penasaran akan bagaimana Raena menjawab pernyataan cinta tersebut? Chanyeol pikir satu-satu nya cara untuk menghindar dari menerima atau menolak Sehun hanyalah berpura-pura pingsan atau berpura-pura gila mendadak. Tapi tentu itu tak akan membebaskan nya terlalu lama. Karena setelah itu pun Sehun pasti akan kembali mendesak nya dengan pernyataan cinta. Dan Chanyeol benar-benar ingin tahu bagaimana Raena akan menyikapi ini.

Chanyeol lihat tangan gadis tersebut gemetar untuk menerima buket tersebut. Jadi begitu? Raena lebih memilih menyelamatkan harga diri Sehun. Karena ia mau memilih yang mana pun, ia tetap akan menjadi sasaran bully.

Raena mengambil buket tersebut. Setelah ini akan semakin banyak orang membully nya. Tidak akan lama. Ini jalan yang ia pilih. Setelah ia putus dengan Sehun keadaan bully nya akan kembali seperti sedia kala. Ia akan memikirkan cara agar Sehun mencampakkan nya setelah ini. Ingat? Harus Sehun yang mencampakkan nya. Ia mungkin akan memohon untuk dicampakkan. Atau ia juga bisa berbuat keterlaluan hingga Sehun mencampakkan nya.

Sehun benar-benar senang melihat Raena menerima cinta nya. Ia langsung memeluk gadis tersebut. Rasa senang itu membuat nya tidak menyadari berapa pasang mata yang menatap sinis pada mereka. Atau lebih tepat nya Raena. Tapi Raena tahu bagaimana orang melihat nya sekalipun pandangan nya telah tertutupi karena Sehun memeluk nya. Air mata nya pun mengalir memikirkan hidup nya setelah ini. Dan Sehun mendengar isakan itu.

###

Sehun menatap kosong ke sembarangan arah. Chanyeol pun datang datang ke sebelah nya.

“Dia tidak mencintai ku, Hyung” ujarnya langsung.

Kenangan saat ia melepas pelukan nya setelah Raena menerima cinta nya masih ia ingat. Gadis itu menangis. Dan itu bukan tangis haru. Itu depresi.

“Aku sudah memperingatkan mu. Cintamu itu egois, Sehun”

“Apanya yang egois? Aku tak menuntut apapun darinya!” ujarnya tak terima dengan hujatan Chanyeol.

Sehun tidak tahu bagian apa yang salah dari dirinya hingga Raena sampai seperti itu. Sungguh, ia mencintai gadis itu. Ia masih membiarkan gadis itu pada kegiatan keseharian nya. Belajar. Karena ia tahu Raena memang gadis yang tekun. Dan Sehun tak protes apapun kalau Raena lebih memilih belajar dari pada menghabiskan waktu dengan nya. Raena punya cita-cita. Dan Sehun menghargai hal itu. Ia mendukung Raena belajar agar bisa meraih cita-cita nya kelak. Sungguh! Ia sama sekali tak egois.

“Pernahkah kau tempatkan dirimu di posisi Raena? Kau dan Raena tidak cocok, Sehun! Dengan meminta nya menjadi pacar mu saja sudah tindakan yang sangat egois”

“Kau bilang apa?” Sehun memandang Chanyeol tak mengerti.

“Kalau kau bisa sekali saja tidak terlalu fokus menatap Raena, kau akan menyadari bagaimana orang lain menatap kalian. Sesekali lihatlah sekeliling mu saat kau bersama Raena. Itu tatapan menghakimi yang harus Raena terus terima setiap kali bersama mu. Dan itu membebani nya. Kau pikir kenapa dia selalu menunduk?”

###

Raena hanya membiarkan beberapa orang gadis menginjak perut nya. Tidak perlu memberontak. Teori tentang bully selalu mengatakan pelaku akan merasa senang jika merasa korban tak berdaya. Mungkin itu memang menyebabkan bully terus berkelanjutan. Dan pelaku juga mulai merasa gawat jika korban melawan. Tapi Raena juga tahu perasaan gawat itu yang akan membuat bully semakin menjadi-jadi. Raena bisa saja melawan sekarang. Tapi ia tak punya kekuatan yang cukup untuk membuat bully itu benar-benar berhenti. Karena itu ia hanya membiarkan nya.

Raena bisa lihat buku nya di tenggelamkan di wastafel. Ia hanya membiarkan nya. Karena buku itu hanya buku yang sudah sering mengalami nasib seperti itu. Raena sering berada dalam situasi bully. Dan ia sudah terbiasa. Karena itu ia juga telah tahu cara mengatasi nya. Kau pikir bagaimana bisa menjadi peraih nilai tertinggi jika setiap hari tugas nya dihancurkan? Ia tidak pernah mengerjakan tugas nya hanya sekali. Setidak nya ia membuat 3-4 cadangan untuk tiap tugas nya. Bukan hal yang berat bagi nya. Ia mengerjakan nya sekaligus mengerjakan tugas pelaku bully nya juga.

Raena menyeka darah yang mengalir dari mulut nya saat gadis-gadis tersebut meninggalkan nya. Ia lihat tas nya sudah basah, dan seragam nya juga sudah kotor. Tapi sama sekali bukan masalah. Setiap malam ia pergi ke sekolah nya untuk menyembunyikan 2-3 seragam ganti dan meletakkan nya pada tempat-tempat yang berbeda di area sekolah. Ia tidak bisa menyimpan nya di loker. Karena loker nya selalu dipenuhi segala sesuatu yang digunakan untuk membully nya.

Raena menyimpan seragam ganti nya bersama cadangan tugas nya. Karena itu sekalipun tugas di tas nya telah hancur, ia masih bisa memastikan tugas nya bisa dikumpul. Karena itu pula nilai nya aman-aman saja.

###

Raena menggigit bibir nya ragu saat Sehun mendatangi nya di jam istirahat. Raena terus memikirkan cara putus dari Sehun selama seminggu ini. Karena tingkat bully nya meningkat pesat sejak ia menjadi pacar Sehun. Tapi ia belum mengetahui bagaimana cara mengakhiri nya. Kalau ia yang meminta putus, ia takut Sehun marah padanya. Hidup nya akan tamat kalau Sehun juga menjadi dendam padanya dan ikut membully nya.

Sungguh Sehun berasal dari keluarga penguasa. Dan bahkan Raena bisa sekolah di sekolah yang sama dengan orang seperti itu hanya karena beasiswa. Dan ia tidak yakin mempertahankan prestasi nya kalau terus mendapatkan bully yang semakin ekstrem setiap hari nya.

Raena berusaha memikirkan cara agar Sehun saja yang mengakhiri hubungan mereka. Tapi ia khawatir kalau ia sengaja bersikap menyebalkan Sehun akan marah padanya. Siapa saja, tolong berikan ia ide untuk terlepas dari semua ini!

###

Sehun tersenyum kaku saat mendatangi kelas gadis nya. Raena hanya duduk seorang diri. Dan Sehun baru tahu ternyata Raena sama sekali tak punya teman. Kalau Chanyeol bilang itu normal. Karena orang tua mana yang membiarkan anak nya bergaul dengan anak yang diragukan mendapat didikan dengan baik?

Sehun berjalan ke meja gadis nya. Dan gadis itu semakin menunduk. Selama ini ia pikir Raena menunduk karena malu atau gugup harus menatap nya. Selama ini Sehun tak menyadari sekitar nya karena terlalu fokus menatap Raena yang terlihat sangat manis di mata nya. Tapi hari ini Sehun melihat nya. Tatapan sinis semua orang pada gadis tersebut. Dan membuat Raena terus menunduk untuk menghindari tatapan tersebut.

Sehun langsung menarik Raena bersama nya. Ia ingin menjauhkan Raena dari semua kekacauan ini.

###

Raena hanya terus sengaja menyibukkan diri sejak mereka memasuki perpustakaan. Ia rutin datang ke tempat ini. Karena aturan perpustakaan yang mewajibkan tenang menghindarkan nya dari situasi bully. Lagi pula ia memang harus belajar kalau tidak ingin nilai nya turun. Lagi pula ia harus kemana kalau bukan perpustakaan? Ia tak punya teman. Dan juga tak punya uang berlebih untuk dihabiskan di kantin.

Sehun hanya memperhatikan gadis yang duduk di samping nya. Parasnya memang tidak diragukan lagi. Sangat cantik. Memang sudah sepantas nya. Ibunya punya wajah cantik yang membuat nya sampai dijadikan simpanan oleh pejabat. Bahkan Ayah nya pun sedemikian cantik nya hingga terlihat benar-benar seperti wanita asli setelah transgender.

“Raena, bisakah kau tak selalu menunduk seperti itu?” ujar Sehun setelah beberapa menit Raena terus menunduk untuk membaca. Sebelum ini ia hanya berpikir Raena suka membaca. Tapi mungkin alasan sebenarnya adalah untuk menghindari nya.

“Di sini tak ada orang lain. Dan di mata ku kau sangat indah. Jadi bisakah kau biarkan aku melihat wajah mu dengan jelas?” pinta nya. Ia mungkin kekanakan. Tapi ia serius mencintai gadis ini.

Raena berpikir ia memang seharusnya selalu melakukan itu selama ini. Menghadap Sehun sepenuh nya. Mungkin selama ini Sehun salah melihat nya. Sehun tak pernah benar-benar melihat wajah nya. Raena pun mengangkat wajah nya. Berharap Sehun akhirnya menyadari ia sama sekali tidak cantik. Ia buruk rupa. Tak seorang pun ingin bersama nya.

Sehun tertegun sesaat saat melihat dengan jelas wajah gadis itu. Ia selalu sadar jika Raena cantik. Tapi tak pernah ia sangka gadis itu benar-benar secantik ini. Dan benar-benar membuat Sehun bertanya-tanya bagaimana gadis seindah ini bisa tercipta?

Sehun menggerakkan tangan kanan nya untuk menyentuh pipi gadis tersebut. Dan benar-benar terpukau saat bisa merasakan lembut nya kulit gadis nya. Bisa beri tahu ia bagaimana mungkin ia tidak jatuh cinta pada gadis ini? Itu mustahil untuk terjadi.

Sehun mendekatkan wajah nya. Bisa ia lihat gurat ketakutan di mata Raena. Tapi ia tak bisa berhenti. Ia pun langsung menempelkan bibir nya dengan bibir Raena. Salahkan ia karena tak bisa mengendalikan dirinya. Ia pun memagut bibir gadis itu. Tak pernah ada keinginan untuk nya mencium gadis manapun, bahkan kekasih nya yang dulu juga tidak. Ini ciuman pertama nya. Dan siapa sangka rasanya bisa senikmat ini? Benar-benar membuat nya tidak ingin berhenti.

Raena hanya membiarkan Sehun memagut bibir nya. Memang nya siapa ia? Ia tak punya hak menolak sama sekali. Tapi rasa takut terus menghantui nya. Ia hanya berharap tak ada orang yang melihat nya berciuman dengan Sehun.

###

Sehun menghela nafas saat kembali teringat ciuman nya dengan Raena. Ia begitu senang saat melakukan nya. Hingga ia terlambat menyadari gadis itu bergetar ketakutan. Sehun tidak benar-benar mengerti apa yang membuat Raena takut. Apa karena karena ia terlalu bersemangat hingga wajah nya menjadi menyeramkan saat mencium Raena?

“Kalau kau hanya ingin gadis cantik, tidak harus Raena, kan? Ada banyak wanita seperti nya di dunia ini” ujar Chanyeol saat Sehun menceritakan masalah nya.

Seharusnya Sehun jatuh cinta pada wanita yang kuat. Yang cukup berani dan hebat untuk menghadapi pandangan orang lain. Tapi apa daya ketika ia jatuh cinta pada gadis yang selalu merasa ia ada di posisi terbawah di antara semua wanita?

“Banyak? Yang mana?” tantang Sehun sinis.

Chanyeol menghela nafas lelah saat mendengar jawaban tersebut. Mengerti bahwa di mata Sehun Raena adalah gadis tercantik. Atau malah hanya Raena yang terlihat cantik di mata nya.

Chanyeol bisa mengerti bahwa Sehun mencintai Raena. Sehun telah mengatakan nya berulang kali. Tapi cinta itu tidak hanya tentang ‘Aku ingin bersama nya’. Dan orang yang saling mencintai juga tidak selalu bersama. Permainan takdir bisa memisahkan siapapun.

Sehun tahu apa yang ada di pikiran Chanyeol. Tapi ia tidak ingin seperti itu. Selama ini ia terus berpikir ia yang tak pantas untuk Raena. Dan akhir-akhir ini ia mulai menyadari bahwa orang-orang berpikir Raena yang tak cukup pantas untuk nya. Tapi untuk apa mendengar ucapan orang lain? Ini tentang ia dan Raena. Dan orang lain tak perlu ikut campur. Ia tidak ingin melepas Raena. Kenapa harus melepas kalau ia cinta?

“Karena kau cinta makanya kau harus melepas nya. Kau hanya membuat nya tertekan dengan cinta mu” ujar Chanyeol menjawab pertanyaan di kepala Sehun. Sehun terlihat tak terima. “Itu salah satu cara untuk mencintai, Hun”

Sehun mengeleng tak terima.

“Berpikirlah yang dewasa, Sehun” ujar Chanyeol menyerah menghadapi sikap keras kepala Sehun. “Hidup itu seperti puzzle, Hun. Jangan buang waktu mu untuk memaksakan sebuah kepingan puzzle cocok pada yang bukan tempat nya”

###

Senyum Sehun tercetak saat melihat papan pengumuman sekolah nya. Seperti yang selalu terjadi, kali ini pun Raena menjadi peraih tertinggi di sekolah mereka. Gadis nya memang selalu hebat. Dan ia tidak mengerti kenapa orang-orang tidak bisa melihat diri gadis itu sebenarnya.

“Lihat. Song Raena lagi-lagi mendapat nilai tertinggi. Aku mulai merasa itu aneh”

“Benar. Setahuku tugas Raena selalu dihancurkan setiap hari. Tidak mungkin nilai nya tinggi kalau nilai tugas nya kosong. Itu benar-benar mustahil”

“Aku mulai berpikir ada sesuatu di balik ini. Apa mungkin ia merayu guru?”

“Tapi apa akan ada guru yang tertarik pada nya?”

“Kau belum dengar? Appa dan Eomma nya pekerja seks. Ia pasti ahli masalah ranjang. Lagi pula……kudengar banyak yang mengatakan ia cantik”

“Aku tidak mengerti tentang itu. Yang kudengar ada yang melihat ia pergi ke paranormal. Semua orang percaya ia sebenarnya jelek, dan hanya terlihat cantik karena ilmu hitam”

“Astaga. Kalau begitu aku jadi percaya dia memang menjual dirinya pada guru. Lagi pula apa kalian pikir kedekatan nya dengan Gong Seosangnim wajar? Mereka pasti menjalani hubungan diam-diam”

“Aku benar-benar menyayangkan Gong Seosangnim terpikat dengan wajah palsu nya”

“Ah, tapi kudengar dia berpacaran dengan Sehun sekarang”

“Benar. Aku juga melihat secara langsung Sehun meminta nya menjadi pacar”

“Astaga! Dia menerima Sehun sambil bermain dengan Gong Seosaengnim? Dasar! Wanita rendahan itu benar-benar tak punya malu!”

Sehun memberi tatapan menusuk pada sekumpulan gadis yang langsung bergosip begitu melihat papan pengumuman. Dan semua nya langsung diam saat menyadari Sehun berada di sekitar mereka.

Sehun bisa melihat Raena yang baru saja datang dan melihat nilai nya. Tak ada gurat senang di wajah nya. Ia hanya menghela nafas lega karena ia tak harus dikeluarkan dari sekolah karena tak mampu membayar. Siapa yang akan senang kalau setiap saat ia mendapat nilai yang tinggi orang-orang malah menggosipi nya yang tidak-tidak? Ia telah berusaha untuk menjadi lebih baik. Tapi yang orang pikirkan adalah dia merayu guru. Padahal itu usaha mati-matian nya.

Sehun setengah berlari langsung mendekati Raena yang terlihat hendak pergi. Ia langsung menghambur ke arah gadis tersebut.

“Rae! Kau benar-benar hebat! Lihat! Kau lagi-lagi menjadi yang pertama!” ujarnya riang.

Raena terkejut saat tiba-tiba ada yang menghampiri nya. Raena terbiasa tanpa teman. Hanya orang tua yang gila yang membiarkan anak nya bergaul dengan orang yang memiliki orang tua yang menghasilkan uang dari selangkangan. Siapapun orang nya, pasti nya tak akan membiarkan anak nya berkemungkinan diberi pengaruh buruk oleh Raena.

Raena tahu semua orang tua anak di sekolah nya melarang untuk berteman dengan nya. Dan ia telah menjadi sasaran bully sejak dulu. Dan mendekati orang yang menjadi korban bully akan membuat orang tersebut menjadi sasaran bully juga. Itu seharusnya berlaku untuk banyak anak di sekolah mereka. Hanya saja yang mendekati nya saat ini adalah Oh Sehun. Ia tidak mungkin di bully. Jadi hasil akhirnya hanyalah Raena mendapatkan pembully-an ganda.

“Kau lihat itu? Oh Sehun dengan Song Raena. Kudengar mereka pacaran. Tapi apa kau pikir itu tidak gila?”

“Mereka benar-benar tak cocok”

“Hanya perasaan ku atau memang benar gadis itu terlihat sangat lusuh? Bagaimana bisa dia berdiri di samping Sehun dengan penampilan ala kadar nya seperti itu?”

“Setidak nya ia harus berdandan atau operasi pelastik agar terlihat serasi dengan Sehun”

“Tapi dia kan miskin. Tidak mungkin punya uang untuk itu”

Raena terdiam saat ia mendengar kata-kata orang sekitar nya. Benar-benar tak tahu harus apa.

“Lihat dia. Dia bahkan hanya diam saat Sehun memuji nya seperti itu. Benar-benar tak tahu terima kasih”

“Seperti nya ia memang selalu seperti itu. Ia tipe yang membosankan. Kasihan sekali Sehun harus menghadapi tingkah gadis itu. Padahal Sehun itu lebih cocok dengan gadis-gadis populer lain nya. Yang tahu cara bersenang-senang”

Sehun juga mendengar beberapa kalimat orang-orang di sekitar nya. Melihat ke dirinya dan Raena. Rambut hitam alami gadis itu yang tergerai natural. Dengan seragam nya yang rapi dan sepatu murahan nya. Sedangkan ia dengan rambut di cat blonde. Dengan seragam yang bahkan hanya setengah dimasukkan. Bahkan sepatu warna warni nya melanggar aturan sekolah.

Sehun kembali melihat papan pengumuman. Melihat nama nya berjarak sangat jauh dari nama Raena. Orang tua nya memang tidak pernah memaksakan nilai nya, ataupun berpikir untuk menyogok untuk menyelamatkan harga diri.

Sehun tersenyum kecut di hati nya. Ia dan Raena memang sangat berbeda. Dilihat sekilas saja orang sudah tahu mereka memang tidak cocok. Ia selalu dilihat sebagai anak populer yang berasal dari keluarga kaya dan seorang playboy. Sedangkan Raena hanya anak orang miskin dengan latar keluarga yang buruk dan beruntung bisa sekolah di sekolah mereka.

###

Raena hanya kembali membiarkan para gadis membully nya di hari pertama masuk semester baru. Benar-benar telah terbiasa dengan itu.

“Tinggalkan Sehun. Kau dengar? Gadis rendahan seperti mu tidak pantas bersama nya. Kau pelacur! Sama seperti kedua orang tua mu!”

Raena tidak tahu harus menanggapi kalimat tersebut dengan apa. Ia ingin hanya menurut dan mengatakan ‘Ya’. Tapi hanya kata ‘Ya’ tak pernah memuaskan. Ia harus benar-benar melakukan nya. Tapi itu artinya ia harus menghadapi Sehun. Raena tak pernah merasa Sehun buruk. Sikap nya selalu lembut dan pria itu juga selalu berusaha membuat nya tertawa. Tapi orang baik selalu bisa berubah menjadi jahat saat tersakiti. Dan ia tidak ingin menghadapi Sehun yang jahat.

“Lihat! Jalang ini tidak mau menurut!”

Raena mengerang menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi ditubuh nya. Ia sering berharap agar ia mati, tapi ia tak juga mati. Terkadang Raena berpikir untuk bunuh diri saja. Tapi saat ia hendak melakukan nya, ia menyadari sesuatu. Selalu ada pihak yang disalahkan atas peristiwa bunuh diri. Dia telah melalui nya.

Ibu nya bunuh diri karena merasa bersalah atas nya. Ibu nya menyalahkan dirinya sendiri karena berpikir anak nya harus mengalami pemerkosaan karena dendam orang atas nya. Tapi dari tindakan bunuh diri itu Raena pula yang harus disalahkan. Ia penyebab Ibu nya bunuh diri. Orang-orang mengatai nya membunuh Ibu nya dengan tidak bisa menjaga dirinya sendiri.

Raena hanya berpikir ia tak bisa lari dari situasi bully. Tapi ia tahu bully akan berkurang seiring pertambahan usia. Masing-masing orang akan memiliki kesibukan tersendiri nanti nya. Bully memang kebanyakan dilakukan remaja. Dan benar-benar berkurang saat telah memasuki dunia kerja nanti nya.

Karena itu Raena berpikir untuk bertahan sekarang. Ia hanya berusaha untuk mendapat nilai yang bagus. Hingga ia bisa melanjutkan ke universitas yang baik dengan nilai yang baik. Dan ia percaya pembully-an atas dirinya akan berakhir saat ia telah bekerja nanti. Tapi Raena tak tahu bagaimana untuk bertahan jika pembully nya terus bertambah hari demi hari? Ia tidak akan bisa belajar kalau seperti ini.

“Berani kau menyentuh nya dengan tangan kotor mu itu, kujamin hidup mu akan berakhir”

Gadis-gadis tersebut langsung berhenti saat mendengar suara berat pria di belakang mereka. Mereka berbalik dan benar-benar terkejut melihat Sehun bisa berada di toilet wanita.

Sehun mengingat baik-baik satu persatu wajah gadis-gadis tersebut. Kalau sekali lagi orang-orang ini menyentuh gadis nya, ia tidak akan melepaskan mereka lagi.

“Menyingkir” ujarnya sinis.

Keenam gadis tersebut langsung merinding nada sedingin itu dari pria pujaan hati mereka. Selanjutnya langsung beranjak dan menghilang di balik pintu.

“Yang mana yang sakit?” tanya nya khawatir saat ia telah berada di hadapan gadis yang terduduk tersebut.

Sehun langsung panik melihat darah yang mengalir di punggung tangan dan lutut gadis nya. Ia segera membuka tas nya dan mengeluarkan kotak P3K. Dan Raena terkejut saat ia melihat Sehun juga membawa seragam siswi sekolah mereka di dalam tas nya.

Sehun benar-benar terkejut saat tangan Raena menepis tangan nya yang hendak mengobati luka di lutut gadis tersebut.

“Aku kotor. Menjauhlah. Kau akan ikut kotor kalau kau dekat-dekat dengan ku” ujar Raena. Kalimat nya itu tak hanya untuk kondisi saat ini. Tapi juga menggambarkan bagaimana hubungan mereka.

Sehun menatap nanar gadis nya yang memang telah bersimbah sampah. “Yang mana yang kotor?” tanya nya terdengar menantang.

Raena menggigit lidah nya. Tak punya keberanian yang cukup untuk membalas. Tapi ia tahu hubungan nya dengan Sehun harus segera berakhir. “Semua nya” cicit nya.

“Asal kau tahu aku benar-benar ingin kau punya kemampuan untuk membaca pikiran ku. Agar kau tahu bagaimana spesial nya kau di mata ku” ujarnya dengan emosi tertahan.

Sehun diam sejenak sambil menatap gadis nya yang menghindar dari tatapan nya. Ia pun memajukan tubuh nya dan mencium lutut gadis itu.

“Sehun!” bentak Raena.

Sehun sama sekali tak mendengarkan nya. Ia menciumi kaki gadis itu dari lutut hingga ke telapak kaki nya yang tak beralaskan apapun. Bahkan menjilat kaki gadis itu.

“Sehun! Hentikan! Aku menjijikkan!” ujar nya berusaha menarik kaki nya dari Sehun yang masih menciumi nya.

“Yang mana?” tanya Sehun santai dan malah beralih ke kaki yang satu nya lagi.

“Hun! Itu kotor! Lepaskan aku!” pekik nya panik. Ia penuh sampah. Aroma busuk menguar di seluruh tubuh nya. Dan seharusnya Sehun jijik pada nya.

“Aku tanya, yang mana? Katakan pada ku bagian yang mana menjijikkan dari mu?” tanya nya sungguh-sungguh.

Raena menangis gemetar melihat Sehun yang benar-benar tidak mau mengerti. “Aku rendahan! Aku jelek! Aku kotor! Aku hina! Aku jalang! Aku menjijikkan!”

“Aku tanya yang mana!” balas Sehun membentak. “Yang ini?” tanya nya dan mencium paha Raena. “Yang ini?” tanya nya dan mencium perut Raena yang terlihat karena seragam nya telah sobek. “Ini? Ini? Ini? Ini? Ini? Yang mana? Beri tahu aku yang mana?” ujarnya terus mengabsen seluruh anggota tubuh Raena dengan ciuman nya.

“Kau tidak bisa memberitahu ku? Kau tidak bisa mengatakan apapun karena memang tak ada yang menjijikkan!” tegas nya.

“Hun! Lepas!” ujarnya berusaha menarik pergelangan tangan nya yang berada dalam cengkraman tangan Sehun.

“Aku tidak akan melepaskan mu”

Raena benar-benar tidak bisa menahan tangis nya. Ia membiarkan air mata yang telah lama ia tahan mengalir deras. Membuat penampilan nya yang memang sudah kacau menjadi semakin kacau.

“Aku tidak bisa melepas mu” ujar Sehun lagi. Dan Raena bisa lihat pria yang saat ini seragam nya telah sama kotor dengan nya juga menangis.

“Kumohon jangan meminta ku untuk melepas mu. Aku sama sekali tidak bisa melakukan nya” ujar Sehun parau.

Tangan nya membelai pipi gadis tersebut yang telah tergores dan kotor. Menatap sendu gadis yang telah terluka dan kotor di semua tempat tersebut.

“Aku benar-benar mencintai mu” bisik nya penuh perasaan. Perlahan mendekatkan wajah nya untuk mencium bibir gadis nya yang bergetar. Meresapi rasa manis yang terasa di tiap titik persentuhan bibir mereka. Dan kali ini……Raena membalas nya.

###

Sehun menatap lembut gadis yang duduk di samping nya. Gadis tersebut menunduk seperti biasa nya. Namun kali ini Sehun bisa lihat rona merah yang menghiasi pipi gadis nya itu. Dan terlihat jemari yang berusaha menghilangkan kegugupan dengan membuka buku lembar demi lembar tersebut sedikit bergetar.

Sehun mengambil sejumput rambut Raena yang masih lembab karena mereka memang baru membersihkan diri. Raena terlihat semakin gugup dengan hal tersebut. Dan Sehun masih menciumi sulur sulur rambut gadis tersebut.

“Rae?” panggil nya.

“N-ne?” Raena menoleh untuk melihat ke arah nya. Dan Sehun bisa lihat mata gadis itu masih memerah karena baru menangis.

Sehun memberikan senyum lembut nya. “Kemarikan tangan mu”

“N-ne?”

Sehun pun mengambil tangan gadis itu tanpa persetujuan. Raena menatap bingung pada Sehun yang merogoh saku nya.

“Kau tahu? Kudengar pria dan wanita yang telah ditakdirkan untuk bersama terikat benang merah di jari kelingking mereka” ujarnya dan menarik benang tersebut. Melilitkan nya di jari kelingking Raena kemudian pada jarinya sendiri.

“Aku memilihmu menjadi takdir ku” ujar nya sungguh-sungguh.

Sehun terus mendengar orang-orang mengatakan takdir nya bukan Raena. Kalau memang tak ada takdir seperti itu yang tertulis di antara ia dan Raena, ia akan menulis nya sendiri. Sekalipun tak ada takdir benang merah yang menyatukan mereka, Sehun sendiri yang akan membuat benang merah itu. Kalau di jari kelingking tak cukup kuat, maka ia akan melilitkan nya hingga telapak tangan, kalau masih belum cukup ia akan terus melilit nya. Sebanyak apapun hingga itu cukup kuat untuk mengikat takdir nya dengan Raena.

“Kalau memang tidak cocok, maka kita buat cocok” ujar Sehun yakin.

Raena tertegun mendengarnya. Dan ia baru menyadari warna rambut Sehun telah kembali ke warna asli nya yang bewarna hitam. Pria itu memakai seragam nya dengan rapi. Dan sepatu nya pun tidak lagi melanggar peraturan sekolah mereka.

Sehun bisa melihat air mata yang langsung berkumpul di sudut mata gadis nya. Dengan cepat langsung menganak sungai di pipi nya. Sehun langsung menarik gadis tersebut ke dalam rengkuhan nya. Membiarkan gadis tersebut menangis tersengal-sengal di dada nya. Berharap dengan begitu Raena bisa membagi beban yang selama ini ditanggung nya seorang diri.

###

Raena terkejut ketika di pagi hari ia mendapati Sehun di dalam kelas nya. Dan bahkan duduk di samping kursi nya.

“Sehun?! Sedang apa kau di sini?” tanya nya kaget. Dan Sehun langsung memeluk nya. “Hun, sudah bel. Kau harus kembali ke kelas mu” ujarnya mengingatkan.

“Ini kelas ku juga sekarang” jawab nya ringan. Dan Raena langsung mengernyit. “Aku ingin sekelas dengan mu. Melihat mu membuatku lebih semangat belajar” ujarnya dengan senyuman lebar yang langsung memperlihatkan eye smile nya.

Raena tertegun mendengarnya. Detik selanjut nya ia baru menyadari meja dan kursi nya yang sebelum nya penuh bekas coretan dan goresan telah diganti dengan yang baru.

“Tidak perlu datang setiap malam lagi untuk membersihkan meja dan kursi mu. Tidak perlu menyembunyikan seragam cadangan mu lagi. Dan kau juga tak perlu mengerjakan lebih dari satu kali tugas-tugas yang diberikan pada kita” ujarnya.

Raena terdiam mendengar kenyataan Sehun tahu rutinitas nya setiap malam.

“Ini. Kunci loker ku. Kita akan berbagi loker mulai sekarang” ujarnya dan memberikan kunci cadangan loker nya.

“Terima kasih” ujar Raena pelan.

“Tidak perlu berterima kasih. Kau pacar ku kan?” ujar nya masih dengan senyuman cemerlang nya.

Raena mengangguk patuh.

“Ekhem! Oh Sehun, ini masih pagi. Jadi lebih baik kau lepaskan Raena dan duduk di kursi mu sendiri” suara guru mereka langsung menginterupsi kegiatan pagi Sehun memeluk Raena. Ia pun hanya cengengesan dan melepas Raena. Raena pun hanya menunduk untuk menekan rasa malu nya saat terlihat guru mereka dalam posisi seperti itu.

“Rae?” panggil Sehun dengan suara pelan saat guru mereka memulai pelajaran.

“Ya?”

“Pulang nanti jangan langsung kabur. Aku akan mengantar mu” ujar Sehun berusaha suara nya tak terdengar guru mereka, tapi masih bisa didengar Raena.

“Ye?”

“Ah! Satu lagi. Katakan padaku jam berapa kau berangkat ke sekolah. Aku akan menjemput mu. Tunggu aku. Okay?” titah nya.

Raena tersenyum membalas nya. “Ne”

###

Raena POV

Aku menyadari hidup ku berubah banyak beberapa bulan terakhir ini. Tidak satu pun tindakan bully kurasakan. Sehun sama sekali tidak membiarkan kesempatan sedikit pun untuk orang melakukan pembully-an pada ku. Sehun menjemputku. Dan selalu bersama ku saat di sekolah. Saat pulang pun ia selalu mengantarku. Bahkan saat ke toilet pun ia menungggui ku di depan bilik toilet yang kupakai. Tidak ada yang berani memprotes nya memasuki kamar mandi wanita. Karena sekali lagi, ia adalah putra dari keluarga Oh.

Aku sudah sering kehilangan. Dan orang-orang yang datang ke hidup ku pun selalu hanya mengambil lagi semua yang tersisa pada ku. Tapi Sehun berbeda. Dia tidak mengambil apapun dari ku. Ia malah memberi ku cinta nya.

He kiss me gently. Kiss every scars in my soul. Be my cure.

Aku sangat senang mendengarnya mengatakan ia mencintaiku. Rasanya sudah begitu lama sejak terakhir kali ada yang mengatakan itu padaku. Dia membuat ku sadar aku layak dicintai. Aku selalu ingin mencintai diriku sendiri. Dan setiap kali ia mengatakan ia mencintaiku, aku jadi merasa mencintai diriku sendiri, dan seiring itu pula cinta ku pada Sehun menjadi menumpuk.

Rasanya aku tak pernah punya sesuatu. Aku tidak pernah benar-benar memiliki sesuatu. Dan saat Sehun mengatakan dia milikku, aku jadi benar-benar berpikir ia adalah milikku. Aku sangat senang sampai kupikir aku menjadi terobsesi. Sampai kupikir aku hampir berubah menjadi orang yang buruk.

Apakah kebahagiaan yang tidak dapat ditanggulangi adalah kebahagiaan atau malah kemalangan?

Raena POV End

###

“Ada yang aneh dengan gadis mu itu” ujar Chanyeol.

Sehun hanya melirik nya sejenak. “Apa maksud mu?”

“Aku hanya merasa ada yang salah tentang nya” ujar Chanyeol tidak terlalu yakin.

“Kalau kau hanya ingin menjelek-jelekkan seperti semua orang, lebih baik kau berhenti. Kau hanya belum pernah melihat ku benar-benar marah” ujarnya memperingati.

Chanyeol menghela nafas panjang. Ia menggigit bibir nya ragu. Jari nya terus menerus mengetuk meja di hadapan nya. Terlihat gelisah? “Aku hanya berpikir kau perlu memeriksakan nya”

“Memeriksa?” Sehun hanya membeo.

Chanyeol mengacak rambut nya asal. “Kemarin sebelum aku datang ke tempat kita bermain bowling, aku menyempatkan diri ke super market”

“Lalu?”

“Aku melihat nya senyum senyum sendiri saat memilih barang belanjaan nya”

Sehun memutar bola mata nya bosan. “Hanya karena itu? Aku sendiri pun sering seperti itu” ujarnya malas. Ya. Sehun sering senyum senyum sendiri tiap kali memikirkan Raena. Dan ia rasa tak ada salah nya Raena juga begitu. Mungkin saja Raena sedang mengingat sesuatu yang lucu.

Chanyeol mendesis saat Sehun tak paham maksud nya. Ia biasa saja melihat seseorang tersenyum sendiri. Apa isi kepala seseorang, hanya orang tersebut yang tahu. Tapi masalah nya saat ia melihat Raena saat itu, ia merasa aura nya aneh. Bukan senyum manis yang ditunjukkan gadis tersebut. Melainkan senyuman menyeramkan.

“Aku membuntuti nya setelah itu” aku Chanyeol akhir nya.

“Kau bilang apa?” tanya Sehun tak terima. Chanyeol menghela nafas frustasi. “Itu pelanggaran hukum”

“Aku hanya merasa ia aneh. Karena itu aku membuntuti nya. Dan kau tahu setelah nya ia kemana?” ujarnya menantang. Sehun hanya diam menunggu kelanjutan nya. “Ia menguntit mu ke tempat kita bermain bowling”

“Apa?”

“Dia. Menguntit. Mu” ulang Chanyeol lagi.

Sehun terdiam sejenak. “Lalu apa masalah nya? Kau sendiri menguntit nya. Kurasa kau yang jauh lebih aneh dari pada Raena”

“Aku mengikuti nya karena merasa dia aneh. Lalu apa ada yang aneh dengan mu hingga ia harus membuntuti mu seperti itu?” tantang nya.

Sehun tersenyum malas. “Mungkin ia hanya ingin memastikan aku baik-baik saja. Aku tidak masalah gadis ku memantau pergaulan ku. Mengetahui itu membuat ku semakin berpikir ia peduli pada ku. Dia mencintaiku. Dan aku senang ia bersikap seperti itu pada ku”

“Hun!” Chanyeol menggigit bibir nya mempertimbangkan apa ia memang harus mengatakan ini pada Sehun atau tidak. “Dia berbicara pada tembok”

“Kau bilang apa?”

“Dia terus berbincang-bincang pada tembok” ulang Chanyeol.

“Aku juga sering berbicara pada diri ku sendiri” kilah Sehun lagi.

“30 menit. Ia berbicara pada tembok sampai 30 menit. Bahkan sampai tertawa hingga tersengal-sengal. Apa menurut mu itu masih wajar?” tantang nya geram.

“Lalu apa! Kau mau mengatakan Raena gila? Dia tidak gila! Sama sekali tidak, Hyung!” berang nya langsung.

“Aku tidak mengatakan ia gila. Hanya saja ada sesuatu yang salah tentang pacar mu itu!” bantah Chanyeol.

“Itu artinya kau mengatakan ia gila!” bentak nya emosi. Ia sudah berpacaran dengan Raena setengah tahun lebih. Dan tak sedikit pun Raena pernah terlihat memiliki ciri-ciri tingkah orang gila.

“Aku hanya ingin kau memeriksakan nya! Aku tahu kau tak akan terima begitu saja!”

“Tutup mulut mu!”

“Kau pikir apakah normal kalau ia baik-baik saja? Demi tuhan! Pakai otak mu, Hun! Appa nya pelacur transgender! Eomma nya simpanan pejabat! Ia di-cap pembunuh! Dan ia juga korban pelecehan seksual! Dia mendapat banyak tekanan karena semua itu! Korea Selatan salah satu negara dengan tingkat bully paling tinggi di dunia, Hun! Kau pikir sudah seberapa jauh pembully-an terhadap nya? Dan setelah semua yang terjadi pada hidup nya kau masih bisa berpikir ia benar-benar baik-baik saja? Asal kau tahu ia bahkan sama sekali belum mendapat terapi pssikologis! Mau kau bantah bagaimana pun pasti ada yang salah dengan psikologis gadis mu itu!” ujar Chanyeol bertubi-tubi.

Sehun bungkam mendengar jejeran kalimat Sehun.

“Kalau kau mencintai nya, sebaik nya kau periksakan ia terlebih dahulu” ujar Chanyeol lagi.

###

Sehun mengamati Raena yang duduk di samping nya. Seperti biasa gadis itu memilih ke perpustakaan di jam istirahat.

“Kalau kau mencintai nya, sebaik nya kau periksakan ia terlebih dahulu”

Sehun menggigit bibir nya ragu. Raena tidak mungkin mengalami gangguan jiwa. Ia siswi peraih nilai sempurna di sekolah mereka. Sama sekali tidak terlihat seperti orang gila. Tapi kalau memang ada ‘sedikit’ masalah dengan psikologis Raena, tidak ada salah nya memeriksakan nya, kan?

“Rae”

“Hm?” Raena langsung menoleh padanya. Sehun terdiam melihat wajah teduh gadis nya. Dan mata itu terlihat cerah. Benar-benar membuat Sehun terpesona. “Hun?”

Sehun menggeleng. Ia tidak ingin menyakiti hati Raena dengan menuduhnya kelainan jiwa. Lagi pula ia tak yakin ada masalah kejiwaan yang Raena idap. Sehun tak percaya pada Chanyeol sama sekali.

“Bukan apa-apa” ujar Sehun menenangkan.

Raena menatap nya bingung. Tapi akhir nya mengulas senyum tipis.

“Rae?”

“Ya?”

“Aku mencintai mu” ujar Sehun dengan senyuman tertahan.

Raena pun tidak bisa menahan senyum nya. Dan pipi nya benar-benar kembali merona. Selalu seperti itu tiap kali Sehun mengatakan mencintai nya.

###

“Lihat. Itu Sehun dan Song Raena”

“Kenapa Sehun bersama gadis itu? Bukankah kudengar gadis itu korban pemerkosaan?”

“Aku tidak percaya itu kasus pemerkosaan. Dia bahkan tidak harus terapi psikologis. Lihatlah bagaimana ia terlihat baik-baik saja. Padahal kalau kudengar korban pemerkosaan itu mengalami gangguan mental. Dia pasti menikmati nya”

“Aku yakin memang begitu. Dan aku benar-benar tak bisa mengerti kenapa Sehun berpacaran dengan Raena”

“Aku yakin pasti ada alasan atau rencana tersembunyi. Sehun pasti hanya mempermainkan nya. Taruhan, mungkin? Kudengar banyak siswa yang bertaruh untuk memastikan orientasi seksual nya. Dan tidur dengan gadis pelacur itu adalah yang mereka incar. Mereka benar-benar penasaran mencoba nya”

“Tapi Sehun telah bersama gadis itu hampir setahun lama nya. Kupikir mustahil itu hanya taruhan. Kalau taruhan, tak mungkin selama ini. Sehun seharusnya telah memenangkan taruhan nya dan meninggalkan Raena sekarang, kalau memang itu taruhan”

“Lalu apa bisa ada alasan lain nya?”

“Kalau bukan karena Sehun gila, mana mungkin ia pacaran dengan gadis itu”

“Selera Sehun benar-benar rendah”

Raena hanya menunduk saat ia memasuki kantin karena paksaan Sehun, ia langsung mendengar gunjingan orang padanya.

Sehun langsung memutar arah pandang gadis nya menjadi hanya melihat nya. “Jangan dengarkan siapapun” ujarnya dan ia memang menutup teinga Raena dengan kedua telapak tangan nya. “Dengarkan aku saja. Aku mencintai mu. Mengerti?”

Raena mengangguk. Dan Sehun langsung menarik nya ke salah satu meja kantin. Ia hanya melihat ke arah Sehun. Karena kalau ia melihat ke arah lain, ia akan menyadari tatapan sinis semua orang pada nya.

###

Sehun benar-benar tercengang saat melihat papan pengumuman. Mata nya menatap tak percaya nama nya yang berada tepat di bawah nama Raena. Ini nyata? Ia peringkat ke-2 di sekolah nya?

Sehun langsung melompat kegirangan. Ia memeluk Raena yang di samping nya erat-erat. Dan berkali-kali mengecup bibir gadis tersebut sangkin senang nya.

“Rae, kau lihat? Aku peringkat ke-2! Kau senang, kan? Sekarang kita serasi!” pekik nya girang.

Raena hanya tersenyum melihat senang nya Sehun. Sehun memang menjadi sangat rajin belajar sekarang. Ia selalu menemani Raena ke perpustakaan. Yang akhir nya ia juga ikut-ikut-an belajar. Ditambah lagi ia akhirnya meminta les privat di rumah nya agar ia bisa belajar dengan baik. Karena ia tak senang dengan anggapan orang mengenai ‘Raena kutu buku dan Sehun anak yang hanya tahu bersenang-senang’. Tapi setidak nya dengan ini mereka menjadi terlihat sama, kan? Terserah itu kutu buku atau apa, yang penting sekarang ia dan Raena terasa pantas satu sama lain.

“Kau dengar itu? Dia memaksa Sehun agar menjadi sama seperti nya!” satu cibiran itu langsung membuat hati Raena kembali mendung.

###

Sehun POV

Orang-orang mengatakan aku berubah. Sikap ku berubah hanya karena seorang gadis. Mereka mengatakan aku tak menjadi diriku sendiri saat bersama nya. Aku tidak merasa mereka benar. Pada kenyataan nya aku tidak tahu jati diriku.

Aku selalu menjadi orang yang terbawa arus. Hanya pergi ke tempat kemana teman-teman ku pergi. Tapi untuk yang satu ini aku mengambil keputusan ku sendiri. Dan aku teguh pada hal itu. Hanya ini hal yang kulakukan dengan yakin.

Mungkin beberapa orang berpikir aku orang yang tak berpendirian hingga bisa berubah hanya karena wanita. Tapi kurasa bersama dengan Raena adalah jati diriku. Tidak peduli dengan karakter yang bagaimana.

Lagi pula aku mendapat pujian. Orang tua ku sangat senang.

Sehun POV End

###

Chanyeol menghela nafas melihat teman nya yang sampai sekarang pun masih dimabuk cinta. Sekali lagi,  Sehun itu tidak jelas pintar atau bodoh. Akan ada sebagian orang yang menyukai perubahan Sehun. Tapi sebagian lagi tidak. Manusia tidak hanya satu jenis. Dan sekalipun ada yang menyukai perubahan Sehun, tetap saja itu bukan hal yang baik. Sehun tak mengerti ia adalah bintang yang bersinar sejak awal. Dan semakin ia bersinar, Raena akan semakin terlihat tak pantas.

“Lihat bagaimana Sehun sekarang. Ia benar-benar menjadi tipe yang membosankan. Song Raena memaksa Sehun untuk sama seperti nya. Benar-benar gadis yang tidak punya hati, ya? Dia benar-benar mengekang Sehun”

“Kudengar bahkan Sehun tidak pernah lagi pergi dengan teman-teman nya. Raena pasti memaksanya untuk selalu menemani nya. Picik sekali, bukan? Ia bahkan memaksa Sehun melakukan hal melakukan seperti memasuki toilet wanita agar tak pernah di bully. Dia benar-benar memanfaatkan Sehun”

“Tapi kurasa aku lebih suka Sehun yang seperti ini. Ia terlihat lebih mempesona. Tapi tentu saja tak serasi sama sekali jika bersanding dengan Raena”

“Benar. Sehun itu sempurna. Ia tampan. Ia kaya. Kemampuan olahraga nya benar-benar mengagumkan. Dia juga seorang seniman, kan? Kudengar dia dulu masuk kelas dance. Dan lihat? Ia bahkan sangat pintar sekarang. Sama sekali tidak cocok dengan Raena”

“Kau benar. Seharusnya jalang itu tahu diri dan musnah saja”

Chanyeol menatap miris Sehun yang masih terlalu senang dan mengecup bibir gadis nya berkali-kali tanpa menyadari gunjingan orang. Chanyeol tahu mau bagaimana pun Sehun berusaha agar terlihat serasi dengan Raena, tetap saja akan banyak orang yang memandang gadis itu negatif. Tidak akan ada hentinya hujatan pada gadis itu. Tidak selama manusia masih punya mulut.

###

Senyum lebar Sehun masih terpatri saat ia memasuki rumah nya. Mengingat-ingat percakapan yang berlangsun antara dirinya dan Raena selama perjalanan pulang nanti. Bersama Raena memang selalu membuatnya mendapatkan kebahagiaan tak terkira.

Sehun langsung berhenti saat melihat seseorang yang sangat familiar bagi nya.

“Bae-ahjussi!” ujarnya girang.

“Omo! Sehunnie, kau sudah sebesar ini sekarang? Wah! Padahal terakhir kali kita bertemu kau masih sekecil ini” ujarnya dan meletakkan telapak tangan nya sebatas pinggang. Sehun hanya tertawa mendengar komentar tentang nya.

“Sekarang kau benar-benar telah dewasa, ya? Appa mu baru saja menceritakan prestasi mu di sekolah. Kau sehebat itu sekarang? Padahal dulu hanya tahu cara memanjat pohon” goda nya. Dan Sehun hanya menyengir tanpa dosa menanggapi nya.

“Ah! Tapi kenapa ahjussi tiba-tiba datang?” tanya nya penasaran. Setahu nya teman Appa nya ini udah lama tinggal di Berlin.

“Oh itu, urusan bisnis di sana telah selesai. Jadi kami kembali ke sini”

“Apakah itu artinya-“

“Ya. Kau benar. Irene juga kembali ke Seoul dengan kami. Tapi ia ada sedikit urusan di sana. Karena itu baru sampai besok”

“Jinja?!” tanya Sehun tak percaya saat mendengar nama teman masa kecil nya tersebutkan.

“Dia akan senang kalau kau menjemput nya di bandara besok pagi” ujar nya lagi.

Sehun langsung mengangguk semangat. “Aku pasti akan menjemput nya”

“Hun, kau masih harus sekolah” tegur Appa nya.

Sehun langsung merengut. “Bolos satu kali kan tidak akan langsung membuat pelajaran ku tertinggal” bujuk nya.

Appa nya menghela nafas. “Kau benar-benar sombong setelah menjadi pintar sekarang. Tapi terserah kau saja. Kalau memang mau menjemputnya, jemput saja”

“Gumawoyo, Appa” ujarnya senang dan langsung menuju kamar nya untuk mengganti baju.

###

“Kau sudah dengar? Kudengar hari ini Sehun tak masuk sekolah untuk menjemput tunangan nya yang pulang dari Berlin”

“Benarkah?”

“Benar. Kudengar tunangan nya itu sekolah khusus putri di sana”

“Kalau begitu gadis itu pasti akan sangat anggun”

“Aku juga yakin pasti begitu. Dan kudengar mereka akan segera menikah”

“Bukankah Sehun masih berpacaran dengan Raena?”

“Yang benar saja? Mana mungkin Sehun serius dengan gadis itu. Sekalipun Sehun serius dengan nya, kau pikir keluarga Oh akan setuju anak nya dengan anak pelacur? Sehun akan mencampakkan nya. Lagi pula kudengar tunangan Sehun itu sangat cantik. Dari pada jalang seperti Song Raena, kupikir siapapun memilih gadis yang lebih terhormat”

“Aku terima terima saja kalau memang Sehun akan bersama gadis yang pantas bersama nya. Kalau yang seperti Song Raena, mana mungkin aku setuju. Gadis itu bahkan sama sekali tidak lebih dari ku. Aku hanya akan rela Sehun bersama gadis yang lebih dariku. Kalau tidak lebih dariku, lebih baik Sehun untukku saja”

“Benar. Tapi memang nya siapa nama tunangan Sehun itu?”

“Aku sempat mendengar Chanyeol menyebut nama nya. Nama gadis itu Bae Irene”

Raena membeku mendengar desas-desus yang tertangkap oleh telinga nya. Sehun sudah mengatakan padanya tak bisa menjemputnya tadi pagi. Tapi Sehun sama sekali tak menjelaskan apapun pada nya. Apakah benar? Sehun akan membuang nya untuk gadis yang lebih baik?

###

Sehun memasuki sekolah nya dengan perasaan senang. Kemarin ia seharian bepergian dengan Irene. Dan teman nya itu tetap saja tak berubah. Mereka selalu cocok dalam pembicaraan apapun. Dan nanti sore pun ia berjanji akan menemani Irene berkeliling Seoul sampai malam.

Sehun langsung berlari melihat sesosok gadis yang sangat ia kenali. Langsung saja memeluk nya. Memeluk Raena selalu terasa seperti isi ulang energi bagi nya.

“Morning kiss~” ujarnya dan mencuri satu kecupan di bibir Raena.

Raena hanya balik memandang pria yang merupakan kekasih nya tersebut.

“Bagaimana kemarin? Menyenangkan?” tanya nya. Ia sebenarnya sudah meminta Chanyeol terus memantau Raena agar terhindar dari bully. Walau tentu nya ia tidak mengizinkan Chanyeol untuk menjaga dari jarak dekat. Alasan nya sederhana. Sehun cemburu. Ia tidak ingin satu hari kebersamaan Chanyeol dengan Raena membuat sahabat nya tersebut jatuh cinta pada gadis nya.

“Kemarin aku melihat Sehun kencan dengan seorang gadis”

“Itu pasti tunangan nya!”

“Mereka terlihat benar-benar serasi. Percayalah!”

Raena hanya menunduk saat sayup-sayup mendengar gunjingan orang yang melihat nya dengan Sehun.

“Rae? Kau baik-baik saja? Ada yang sakit?” tanya nya khawatir. Apa Chanyeol lalai menjaga gadis nya dan diam-diam Raena telah di bully lagi?

“Rae?” Sehun menatap khawatir gadis nya yang terlihat murung. Binar mata nya terlihat temaram. Dan benar-benar membuat nya menebak-nebak apa yang terjadi kemarin hingga membuat gadis nya seperti ini.

“Aku takut kehilangan mu” gumam nya pelan.

Sehun tertegun mendengarnya. Ia senang mendengar kalimat seperti itu dari Raena. Karena itu artinya Raena begitu mencintai nya.

“Kau tidak akan kehilangan ku” ujarnya yakin dan mencubit gemas pipi kekasih nya tersebut.

Tapi mau sepasti apapun itu terdengar, tak sedikit pun membuat Raena lebih tenang. Manusia selalu berbohong. Dan manusia membuat janji semudah ia mengingkarinya.

###

“MWO?! MENIKAH DENGAN IRENE?!” Sehun langsung membulatkan matanya saat mendengar kalimat Appa nya.

Sehun langsung menggeleng tak setuju. “Tidak bisa, Appa! Aku tak akan menikah dengan Irene!”

Tuan Oh langsung mengernyit. “Kami pikir kau menyukai nya. Kalian terlihat sangat serasi. Kau terlihat sangat senang bersama nya” ujar pria tersebut menilai bagaimana banyak nya Sehun tertawa dengan Irene.

“Aku senang bersama Irene, tapi bukan berarti aku mencintai nya! Aku hanya melihat nya sebagai teman ku. Sama sekali tidak bisa lebih dari itu” tegas nya.

“Tapi Sehunnie, menikah dengan Irene akan memberi dampak yang baik bagi kita. Pernikahan akan mempererat hubungan bisnis keluarga kita dengan keluarga Irene. Menikah denan Irene akan menyokong karir mu saat kamu mulai bekerja nanti” ujarnya meyakinkan.

“Tapi aku tidak mencintai nya!” timpal Sehun langsung.

“Kau bisa mulai belajar mencintai nya. Lagi pula tak ada yang salah dengan Irene, kan? Ia gadis yang baik. Ia gadis yang hebat. Ia cantik. Dan kalian sudah saling mengenal sejak lama. Semuanya akan berjalan lancar. Kalian akan membangun rumah tangga yang harmonis. Cinta yang berawal dari persahabatan itu hal yang baik, Hunnie”

Sehun menggeleng tegas. “Kalau memang aku bisa mencintai nya, aku seharusnya telah mencintai nya sejak dulu”

“Hun-“

“Kalau memang pernikahan mempererat hubungan bisnis, Appa saja yang menikahi nya” tolaknya dan langsung pergi meninggalkan ruang kerja Ayah nya.

“SEHUN!”

###

Raena berjalan dengan wajah lesu melewati koridor menuju kelas nya. Dan seperti biasa, selalu saja ada yang membicarakan nya. Beberapa pria mencoba menggoda nya secara verba dan mata. Yang bagi Raena terasa seperti pelecehan.

Sehun lagi-lagi tidak bersama nya tadi pagi. Sudah beberapa hari ini Sehun tidak menjemput nya. Tidak pula mengantar nya pulang. Sehun juga tidak menemani nya ke perpustakaan. Pria itu hanya tidur di kelas saat jam istirahat. Tapi Sehun memaksa Raena untuk tidak ke perpustakaan. Kekasih nya tersebut meminta nya berada duduk di samping dirinya. Dan Sehun tidur sambil menggenggam tangan nya.

Raena meyakinkan dirinya bahwa Sehun masih mencintai nya. Ia percaya pada genggaman tangan ini. Saat Sehun terlelap pun, kekasih nya itu tetap tak melepaskan nya. Tapi berbagai pertanyaan yang muncul di benak nya benar-benar mengusiknya. Kenapa Sehun terasa mengabaikan nya akhir-akhir ini? Sehun juga jarang berbicara dengan nya.

“Tanggal pernikahan Sehun telah ditetapkan. Sebulan dari sekarang ia akan menikah. Sehun hanya ingin membunuh kebosanan nya dengan bersenang-senang dengan mu hingga saat itu tiba” bisikan itu tepat dikatakan di telinga nya.

Raena menoleh ke samping nya. Dan seringaian picik gadis yang biasa membully nya tampak. “Sehun mengatakan dia tak akan meninggalkan ku” ujarnya pelan. Berusaha menguatkan hati nya.

Gadis tersebut terlihat geram mendengar jawaban tersebut. Tapi ia tak bisa melakukan apapun karena tangan Sehun masih menggenggam tangan gadis nya. Ia kemudian hanya memasang ekspresi meremehkan karena takut Sehun terbangun sewaktu-waktu.

“Lihat saja nanti. Cerita khayalan mu itu tidak akan terjadi, pelacur. Sehun hanya memanfaatkan mu. Bersiap saja dari sekarang. Kalau kau tak terima, kupikir bunuh diri solusi yang cukup bagus. Tak ada membutuhkan atau menginginkan orang seperti mu di dunia ini. Jadi lebih baik kau lenyap” ujarnya ringan dan langsung berlalu bersama teman-teman nya.

###

Raena kembali berjalan ke arah kelas nya dengan tergesa-gesa. Sehabis jam pulang sekolah ia diminta salah satu guru nya untuk membantu gurunya tersebut menghitung nilai. Karena memang ujian akhir mereka sudah dekat. Padahal hari ini Sehun berjanji akan mengantarnya pulang. Kenapa ia malah membuat Sehun terpaksa menunggui nya?

Raena sampai di depan pintu kelas nya dan mendengar suara tawa Sehun bersama dengan suara seorang gadis yang juga tertawa. Ia tak pernah mendengar Sehun tertawa sampai selepas itu sebelum nya. Ia pun membukan pintu kelas nya ragu.

Raena terdiam melihat Sehun yang sedang memegangi perut nya untuk menahan tawa. Dan seorang gadis yang juga tertawa sambil menutup mulut nya di sebelah nya. Gadis itu tidak memakai seragam sekolah mereka. Gadis itu bukan murid sekolah mereka.

“Raena?!” Sehun tampak terkejut melihat gadis nya telah berdiri di ambang pintu. Dan mata Raena bisa menangkap betapa panik nya pria itu. Raena juga bisa melihat Sehun langsung menyembunyikan sesuatu di tangan nya ke belakang punggung nya. Kemudian dengan cepat memasukkan benda tersebut ke dalam tas saat menyadari mata Raena menyelidik.

“Sudah selesai?” tanya Sehun perhatian dan mengulas senyum lembut nya.

Raena memperhatikan keduanya sesaat. Kemudian perlahan melangkah untuk mendekat. “Ne” jawab nya singkat.

Sehun dengan cepat menyadari tatapan Raena terus jatuh pada Irene. “Ah! Ini teman masa kecil ku, Bae Irene. Irene, ini Song Raena” ujarnya langsung memperkenalkan.

Raena terdiam saat Sehun menyebutkan nama gadis di hadapan nya. “Nama gadis itu Bae Irene”. Suara desas-desus langsung memenuhi telinga nya

“Irene” “Raena” ujar Raena membungkuk sopan.

“Jadi ini yang nama nya Song Raena?” tanya Irene. Dan Raena tidak mengerti kenapa nada Irene menyebut nama nya terdengar seperti memperolok.

“Irene!” tegur Sehun langsung.

“Bercanda” balas nya santai.

Irene melempar tatapan yang Raena tak mengerti artinya pada Sehun. Dan Sehun yang membalasnya dengan senyuman yang lagi-lagi Raena tak bisa tahu apa artinya. Dan ketidak tahuan nya tersebutlah yang merasa tidak senang. Perasaan gelisah langsung menyergap nya.

Bisa Raena lihat bagaimana cantik nya gadis di hadapan nya ini. Aura nya begitu elegan. Dan ia memakai busana yang begitu high class. Membuat Raena dengan cepat menyadari betapa jauh nya perbedaan di antara mereka. Dan tentu saja Sehun akan selalu memilih gadis yang terbaik.

“Ah! Hun, aku harus segera pergi. Aku benar-benar sibuk. Bye, Hunnie!” ujarnya cepat saat menyadari waktu di arloji nya.

“Jaga kesehatan mu dengan baik. Aku benar-benar sangat membutuhkan mu!” seru Sehun saat Irene hampir keluar dari kelas nya.

Irene sempat berbalik sejenak. Dan tersenyum penuh makna. “Kau juga. Istirahatlah yang cukup. Persiapkan dirimu dengan baik untuk malam pertama!” ujarnya dan langsung pergi.

Raena membeku mendengar nya. Dan bisa ia dengar Sehun menggeram di sebelah nya. Mereka terdiam beberapa detik setelah nya. Kemudian terdengar helaan nafas berat dari Sehun.

“Ayo pulang” ajak Sehun dan menarik tangan Raena yang berada dalam genggaman nya. Dan langsung berhenti saat menyadari Raena tak bergerak sedikit pun.

“Raena?” panggil nya. Tapi Raena tak menjawab. Gadis nya tersebut hanya menunduk.

“Rae?” Sehun kembali menilik ekspresi gadis nya. Dan langsung menyadari ada yang salah pada gadis nya.

Raena tidak tahu kenapa air mata nya mengalir begitu lancar. Sehun menatap nya tidak mengerti. Butuh beberapa detik untuk nya berhasil menafsirkan ekspresi gadis tersebut.

“Karena Irene?” tebak nya langsung.

Raena hanya bisa diam. Sama sekali tidak menjawab. Ia tahu ia tak berhak menangis. Ia tidak berhak atas Sehun. Ia hanya mainan sementara pria ini. Dan seharusnya ia tahu diri. Tapi kenapa pula ia tak bisa menahan air mata nya seperti ini? Kenapa ia harus mencintai Sehun sampai seperti ini?

“Rae, sungguh dia hanya teman masa kecil ku” ujarnya meyakinkan. Tapi Raena masih sesenggukan dalam tangis nya.

“Rae, kau tak percaya pada ku?” tanya nya menatap Raena penuh harap. Tapi Raena hanya diam tak menjawab nya.

Walau bagaimana pun ia sudah lama hidup dengan pemikiran akhir yang bahagia itu hanya ada di negeri dongeng. Dan Si Tampan akan jatuh cinta pada Si Buruk Rupa itu hanya terjadi dalam cerita fiksi. Setelah semua yang terjadi padanya, tak ada jaminan ia akan mendapatkan akhir yang baik kali ini. Apa yang bisa membuat nya percaya bahwa Sehun tidak sama dengan semua orang?

“Rae, aku mencintai mu. Aku benar-benar mencintai mu. Kenapa kau masih meragukan ku? Apa yang salah, Rae?” tanya nya sungguh-sungguh.

Raena hanya menggigit bibir nya. Menahan pertanyaan-pertanyaan dan tuntutan lain nya yang terus berkeliaran di otak nya. Ia bukan siapa-siapa. Ia bahkan tak punya hak untuk bertanya. Seharusnya selama ini ia hanya diam. Karena akhirnya ia yakin hanya orang yang berkuasa yang punya hak untuk membuka mulut. Dan seharusnya sejak dulu bibir nya tak perlu mengatakan apapun. Ia seharusnya tak pernah menerima perasaan Sehun.

“Raena. Baby, aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintai mu. Apa aku melakukan kesalahan? Tolong katakan pada ku” tanya nya sungguh berharap Raena mau menjawab nya.

Raena menahan isakan yang hendak lepas dari bibir nya. Karena mungkin satu isakan itu akan membuat nya mengeluarkan semua kalimat penuh rasa frustasi dari mulut nya.

“Rae, percaya pada ku. Aku sama sekali tidak memiliki hubungan yang lebih dari teman dengan Irene” tegas nya ulang.

Raena menatap Sehun tidak mengerti. Kenapa Sehun masih berusaha meyakinkan nya padahal semua hal telah tampak begitu jelas di mata nya? Apa semenyenangkan itu bagi Sehun mempermainkan nya?

“Rae, aku hanya mencintai mu. Benar-benar hanya kau” ujarnya frustasi dan meletakkan tangan Raena di dada kiri nya. “Kau bisa merasakan nya? Aku merasakan perasaan seperti ini hanya dengan mu”

Raena menarik tangan nya. Ia tidak setenang itu untuk bisa mengecek detak jantung.

“Rae! Jawab aku! Aku salah apa? Kenapa kau menangis?”

Raena menggigit bibir nya yang bergetar karena tangis. Sama sekali tak membiarkan satu kalimat pun lepas dari mulut nya.

“Rae, katakan sesuatu! Kalau kau cemburu pada Irene pun katakan sesuatu! Sampai kapan kau akan diam seperti ini!” bentak nya.

Raena merasakan gigi nya telah bergemeletuk karena tangis. Tapi pertanyaan demi pertanyaan Sehun membuat nya tidak bisa menahan nya lagi.

“Kenapa dia di sini?” tanya nya mencicit.

Kenapa Irene di sini? Kenapa harus datang ke sekolah mereka? Apa Sehun yang meminta nya datang? Kenapa mereka hanya berduaan di kelas? Apa yang mereka lakukan di dalam kelas? Apa yang mereka bicarakan? Apa yang Sehun sembunyikan di tas nya? Kemana Sehun beberapa hari lalu hingga ia harus bolos? Kemana Sehun selama beberapa hari ini hingga tidak pernah menemani nya atau berbicara pada nya? Kenapa Sehun selalu terlihat lelah saat bersama nya? Sebenarnya apa yang Sehun sembunyikan darinya?

Banyak pertanyaan yang memenuhi kepala nya. Tapi ia tidak bisa mengutarakan semua nya.

“Itu….” Sehun terlihat mengalihkan pandangan nya. Dan Raena langsung tahu Sehun tak bisa menjawab nya.

Raena hanya terisak semakin kencang saat melihat gelagat aneh Sehun.

“Rae, sungguh ini bukan masalah serius. Kau tak perlu menangis karena ini” ujarnya membujuk.

Raena menggeleng. “Kalau ini bukan masalah serius kau seharusnya tak perlu menutup-nutupi nya seperti itu! Apa yang kau rahasiakan dari ku! Kenapa tak bisa mengatakan alasan nya padaku!” tuntut nya. Ia baru mengajukan satu pertanyaan, dan Sehun langsung menghindar. Bagaimana bisa ia percaya pada Sehun?

Sehun diam saat mendengar luka di tiap kalimat Raena. Ia menatap Raena tak percaya. “Kau benar-benar tak memiliki sedikit pun rasa percaya pada ku? Kenapa kau selalu meragukan ku, Rae?” tanya nya pahit.

Raena mengusap air mata nya kasar. “Kau yang tidak percaya padaku hingga menyembunyikan sesuatu dari ku” balas nya sarkatis.

Sehun menatap nanar gadis nya. Ia menghela nafas berat. “Kalau kau mau tahu jawaban nya datang ke sini bulan depan” ujar Sehun dan menyerahkan secarik kertas yang berisikan alamat ke tangan Raena.

Raena semakin meratap melihat Sehun yang menolak menjelaskan padanya dan malah memberikan alamat pada nya. “Sebulan dari sekarang Sehun akan menikah”. Raena tersenyum pahit. Siapa sangka Sehun akan mempermainkan nya sampai seperti ini? Meminta nya melihat pernikahan kekasih nya sendiri dengan gadis lain? Raena pikir lebih baik ia kehilangan nyawa nya. “Kalau kau tak terima, kupikir bunuh diri solusi yang cukup bagus”.

“Kau boleh marah pada ku. Kau boleh mengabaikan ku. Tapi kalau kau memang mencintaiku, kumohon datang” ujarnya pilu.

Raena hanya mengalihkan pandangan nya saat mendengar Sehun malah membahas perasaan nya. Cinta? Ia memang sangat mencintai Sehun. Hingga rasanya sungguh menyakitkan melihat Sehun akan mengakhiri hubungan mereka dengan cara sekejam ini. Bukankah dulu Sehun yang mengatakan tak akan pernah melepas nya?

“Percaya padaku, Rae. Aku benar-benar mencintai mu”

###

Raena berjalan menusuri jalan yang hanya diterangi cahaya lampu jalanan menuju tempat yang selama sebulan ini telah memenuhi otak nya. Raena tidak ingin pergi. Ia telah menangis hari demi hari apalagi setelah Sehun berhenti berkomunikasi dengan nya. Minggu lalu mereka telah lulus. Benar-benar menyiksa Raena karena ia sama sekali tidak bisa melihat Sehun lagi.

Raena mengedarkan pandangan nya di taman yang gelap. Sehun meminta nya datang ke sini. Sebenarnya apa yang diinginkan Sehun? Mengucapkan kata perpisahan sebelum pria itu menikahi gadis lain?

“Raena” panggilan tersebut membuat Raena langsung membalik badan nya.

Ia lihat Sehun yang telah berdiri di belakang nya. Pria itu mengulas senyum tipis. Tampan, seperti biasanya. Raena tertegun sesaat menatap sosok yang rasanya telah begitu lama menghilang dari hidup nya.

“Kau datang” ujarnya dengan helaan nafas lega.

Raena hanya menatap nya sendu. Sehun langsung berjalan mendekati nya. Ia memeluk nya erat. “Aku merindukan mu” ujarnya lembut. Dan Raena masih diam. Bahkan sama sekali tidak membalas pelukan nya. Sehun membelai pipi nya lembut. “Maaf, aku telah mengabaikan mu. Tapi terima kasih telah percaya pada cinta ku” ujarnya penuh rasa syukur.

Raena hanya menatap nya nanar dengan air mata yang telah menggenangi sudut mata nya. Sehun hanya membalas nya dengan senyuman tipis. Bisa-bisa nya Sehun malah tersenyum di atas rasa sakit nya.

“Rae, kau bertanya pada ku kenapa Irene datang ke sekolah, kan? Kau bertanya kenapa aku tak bisa menjawab nya saat itu. Karena itulah hari ini aku akan menjawab nya” ujarnya yakin.

“Aku tidak ingin mendengarnya” gumam Raena parau.

Sehun terkekeh melihat tingkah gadis nya. Raena menatap tak percaya Sehun. Selucu itukah bagi Sehun melihat gadis yang dengan bodoh terjerat cinta palsu nya? “Baby, kau harus mendengarnya”

“Tidak mau! Aku bilang tidak mau! Berhenti menyakiti ku!”

“Baby , aku tidak-“

“Aku bilang aku tidak mau dengar!”

“Raena, aku hanya ingin bilang-

“Jangan mengatakan nya padaku! Aku tidak bisa menerima nya!” pekik nya dan saat itu pula tangannya yang tak mau memeluk Sehun dan terus tersembunyi di balik hoodie nya keluar.

Ekspresi Sehun langsung kaku saat merasakan logam tajam mengoyak otot dada nya dan mengenai organ vital nya.

“Rae?”

Sehun sempat melihat air mata mengalir di pipi gadisnya. Ia kemudian langsung ambruk. Selanjutnya ia bisa mendengar banyak kebisingan, namun tak sempat mencerna satu  pun. Yang sempat ia lihat hanyalah langit terang yang dihujani kembang api dan nama nya dan Raena tertulis di langit dengan penuh cahaya.

“SEHUN!!!”

Flashback End

###

Chanyeol merasakan sesak setelah pergi nya mobil polisi. Mata nya masih terdiam memandangi surat undangan pernikahan Sehun dan Raena. Kemudian ke arah taman yang telah didekorasi sedemikian rupa dan hanya menunggu pencahayaan dihidupkan untuk bisa mengagumi keindahan nya. Bekas bekas kembang api raksasa terlihat di beberapa sudut taman. Persiapan sia-sia yang berakhir dengan tragis.

###

Chanyeol kembali mendatangi kantor polisi tersebut. Mengunjungi gadis yang hanya menghitung hari untuk hari persidangan nya. Tak ada pengacara yang disewa karena gadis itu memang tak mampu untuk membayar. Hanya pengacara publik yang hanya akan membela nya sedikit.

Chanyeol tak berpikir untuk membayar pengacara untuk gadis tersebut. Bukan. Bukan karena yang dibunuh gadis itu adalah teman nya. Melainkan karena gadis itu memang sama sekali tak bisa dibela lagi. Ada banyak saksi dan bukti nya sangat banyak.

Chanyeol hanya menatap miris gadis yan berada di dalam sel tersebut. Raena mungkin tidak gila. Tapi ia tak cukup stabil. Sudah Chanyeol bilang kan ada masalah dengan psikologis gadis ini. Tapi Sehun tetap kukuh menganggap nya baik-baik saja dan tak mengambil tindakan apapun untuk mengobati nya.

Beberapa orang yang mendengar kisah nya dengan Sehun hanya akan mengatakan ia seharusnya tidak perlu memikirkan pendapat orang lain hingga membuat nya tertekan. Lebih baik untuk berusaha menjadi lebih baik lagi hingga ia bisa berpikir positif. Tapi kenyataan nya tak peduli berapa usaha yang ia kerahkan untuk terlihat lebih baik, reaksi orang selalu negatif. Dan itu juga membuat nya tak bisa berpikir positif lagi.

Bagi orang mudah untuk mengatakan ia terlalu bodoh untuk tak percaya pada cinta Sehun. Dan sebagian orang mengatakan cemburu hanyalah masalah kecil yang dibesar-besarkan. Tapi sebenarnya besar kecil nya masalah itu tergantung bagaimana seseorang memandang nya. Dan orang yang krisis kepercayaan diri seperti Raena, hanya melihat Sehun dengan gadis asing membuat rasa percaya diri itu luluh lantak. Menciptakan ketakutan Sehun tak mencintai nya. Ketakutan yang membuat nya mengakhiri nyawa orang yang ia cintai.

###

Flashback

Chanyeol hanya menatap miris teman nya yang saat ini terlihat depresi. Sehun memajukan kepala nya, kemudian memundurkan nya lagi. Terus seperti itu dan kepala nya berkali-kali membentur tembok tempat nya bersandar. Semakin lama semakin keras hingga Chanyeol yakin kepala pria itu pasti sakit. Tapi Sehun tak mengatakan apapun.

“Kalau kau memang ingin geger otak kemudian mati lebih baik kau menabrakkan diri ke truk” saran Chanyeol asal.

Sehun terdiam sejenak. Ia menggeleng. “Aku tidak ingin mati. Aku ingin bersama Raena. Dan mati membuat ku berpisah dengan nya”

“Kalau begitu bisa kau hentikan benturan itu? Kau bisa idiot mendadak kalau otak mu pendarahan” ujar Chanyeol memperingati.

Sehun kembali menggeleng. “Aku tidak ingin menjadi idiot. Orang idiot tak terlihat serasi untuk bersama Raena. Aku hanya berharap otak ku menemukan suatu ide”

Chanyeol menghela nafas malas. Teman nya ini terus bertingkah seperti ini setelah mendengar ia akan menikah dengan Irene. “Berhenti berharap, Hun. Lepaskan Raena. Dan kembali pada takdir mu”

“Aku tidak bisa melepas Raena” jawab nya hanya dengan gumaman dan mata nya terlihat kosong.

“Tidak bisa karena kau tidak mau” timpal Chanyeol.

“Lalu kau pikir apa ada alasan untukku mau melepas nya?” tantang nya sinis.

Chanyeol memutar bola matanya bosan. Menyerah menghadapi sikap keras kepala Sehun. “Berhenti menjadi kekanakan, Sehun”

Sehun hanya membiarkan nasehat Chanyeol mengawang di udara tanpa ada niatan menanggapi. Beberapa saat kemudian ia terdiam. Tampak seperti baru menyadari sesuatu. Ia pun segera beranjak bangkit.

“Hun?”

“Kau benar. Sudah saat nya berhenti menjadi anak-anak. Mari kita selesaikan ini dengan cara orang dewasa” ujarnya dengan seringaian penuh percaya diri dan langsung pergi meninggalkan Chanyeol yang masih penuh tanda tanya.

###

Sehun berjalan tergesa-gesa ke ruang kerja Ayah nya. Dan Presdir Oh tersebut benar-benar terkejut melihat anak nya yang tiba-tiba muncul di kantor nya.

“Aku tidak bisa menikahi Irene” ujarnya langsung.

Presdir Oh tersebut hanya menghela nafas melihat sifat keras kepala anak semata wayang nya tersebut. Sehun terbiasa selalu mendapatkan apa yang ia mau. Karena itu ia suka memaksakan kehendak nya dan masih memiliki sikap kekanakan hingga saat ini. Tapi sungguh ini sudah saat nya Sehun berhenti bertingkah seperti itu dan melakukan kewajiban nya.

“Appa bilang pernikahan ini untuk mempererat hubungan keluarga Oh dengan keluarga Bae. Tapi menurutku hubungan Appa dengan Bae-ahjussi sudah cukup erat. Begitu pula persahabatan ku dengan Irene. Kita tak perlu ikatan pernikahan untuk menjadi dekat”

“Hun,-“

“Appa bilang menikahi Irene akan menyokong karir ku saat aku bekerja nanti. Bukankah Appa mengharapkan itu karena berpikir aku tak bisa berdiri sendiri? Apa kalau aku berdikari Appa akan membiarkan ku memilih siapa pasangan ku?” tanya nya sungguh-sungguh.

“Sebenarnya apa mau mu?” tanya Tuan Oh akhirnya.

“Aku tidak ingin menikahi Irene. Karena aku punya gadis yang kucintai” ujarnya terus terang.

“Kau bilang apa?”

“Aku mencintai seorang gadis. Ia hanya gadis biasa dengan latar belakang keluarga yang buruk. Dan orang-orang tak bisa melihat apa ada nya dirinya karena itu. Tapi asal Appa tahu gadis yang orang-orang katakan buruk ini yang telah mengubah ku. Aku berubah demi pantas bersama nya. Dan aku tahu Bae-ahjussi setuju untuk menjodohkan ku dengan Irene karena merasa sekarang aku mulai bisa bertanggung jawab. Jadi aku ingin mengatakan pada Appa aku bisa seperti itu karena aku mencintai gadis ku. Dan aku tak akan melepas nya”

Tuan Oh terdiam sejenak. Menimbang-nimbang kalimat anak nya. Gadis itu adalah gadis yang baik. Ia bisa langsung menyimpulkan itu. Karena gadis yang mampu menuntun ke arah yang baik pastilah gadis yang baik juga. Dan ia pasti cukup hebat hingga Sehun berubah secepat itu karena dirinya.

“Tapi bagaimana harus mengatakan ini pada ahjussi mu?” tanya nya balik.

“Irene juga tak menyukai ku. Ia mengatakan tak bisa melihat ku lebih dari sekedar teman. Selain itu ia sudah punya pacar di Berlin. Dan pria itu memiliki latar belakang yang benar-benar bagus. Keluarga nya punya perusahaan sendiri. Dari pada menjalin hubungan yang sudah erat antara keluarga kita dan Irene, bukankah lebih baik menambah relasi baru? Kita bisa memulai rencana menguasai pasar Jerman dan juga Eropa. Aku yakin Bae-ahjussi juga akan berpikir begitu” ujarnya yakin.

“Bukankah kau mengatakan latar belakang gadis mu benar-benar buruk? Bagaimana kau akan menangani itu?”

“Aku tak bisa menangani nya. Tapi aku akan bekerja lebih keras hingga melebihi hasil ku jika bersama Irene. Benar-benar yang terbaik hingga latar belakang istri ku tak akan berdampak apapun. Aku akan menjadikan nya gadis hebat hingga masa lalu tidak lagi penting” jelas nya.

Sehun sadar mau bagaimana pun hebat nya Raena, tak seorang pun akan menyadari nya. Ia menyadari ia tak akan pernah sejajar dengan Raena karena dunia mereka yang berbeda. Karena itu ia harus membawa Raena ke dunia nya. Menjadikan nya istri. Hanya itu cara satu-satu nya agar Raena lepas dari anggapan tidak pantas. Ia tahu Raena akan berkembang pesat saat menjadi pendamping nya kelak. Dan saat itu orang-orang akhirnya sadar siapa gadis itu, dan mengagumi nya.

“Kalau begitu buktikan. Setelah nya kau boleh menikahi gadis itu” ujar nya akhirnya. Dan Sehun langsung beranjak untuk memulai pekerjaan nya.

###

Sehun menutup mulut nya yang menguap lebar. Air mata kantuk telah muncul di pelupuk mata nya. Tapi ia terus memaksakan dirinya untuk terus bekerja. Karena ini penting bagi nya. Sudah berapa kali ia katakan? Ia serius dengan hubungan nya dan Raena. Karena inilah satu-satu nya cara untuk memperjuangkan hubungan nya dengan Raena.

Chanyeol pernah mengatakan ia ceroboh dengan jatuh cinta pada Raena. Chanyeol mengatakan padanya untuk berpikir dewasa karena cinta nya pada Raena membebani gadis tersebut. Sehun telah bersikap kekanakan seumur hidup nya. Sama sekali tak berpikir akan ada hari ia bisa bersikap dewasa dan bertanggung jawab seperti ini. Tapi jika bersikap dewasa menjadi satu-satu nya cara untuk nya memiliki Raena, maka ia akan melakukan nya.

Sehun melirik ponsel di samping nya. Sempat terpikir menghubungi Raena untuk mengusir rasa rindu nya, tapi ia tahu saat ia mendengar suara Raena ia hanya akan semakin merindukan gadis nya itu. Dan itu benar-benar siksaan bagi nya. Karena itu ia memilih tidak menghubungi sama sekali sebelum ia berlari ke rumah gadis itu  untuk mendapatkan pelukan dan ciuman dari nya.

Sehun menghela nafas menyadari hubungan nya yang terasa tidak sehat belakangan ini. Ia sama sekali tak bisa menjemput atau mengantar Raena karena sibuk. Bahkan saat gadis itu telah di hadapan nya pun ia tak bisa berbicara seperti biasa karena kepala nya terasa berkunang-kunang. Dan saat jam istirahat ia memilih menyempatkan tidur.

Tapi karena ia takut Raena menjadi sasaran bully saat ia tidur, ia meminta Raena untuk terus berada di samping nya saat ia sibuk. Dan ia juga menggenggam tangan gadis itu agar gadis nya tak diam-diam pergi saat diperintahkan menuju lokasi bully yang tak bisa Sehun lihat.

###

Sehun tersenyum lebar melihat Irene yang datang ke sekolah nya. Hari ini ia berjanji akan mengantar Raena pulang. Tapi karena mendadak gadis itu dimintai bantuan oleh guru, Sehun jadi harus menunggu nya. Apa boleh buat? Raena tak sengaja membuat nya harus menunggu. Dan karena ia tak ada kerjaan, ia menyuruh Irene datang.

Irene datang untuk mendiskusikan masalah undangan pernikahan Sehun dengan Raena. Sehun tidak ingin meminta sembarang orang karena ia merasa pernikahan nya dengan Raena adalah hal spesial. Karena itu ia meminta bantuan Irene. Ia tahu gadis itu ahli dalam desain.

“Dimana gadis mu?” tanya Irene langsung.

Sehun menggeleng. “Ia masih ada urusan lain. Dan ngomong-ngomong ini masih rahasia. Jadi lebih baik kita mendiskusikan nya selagi ia tak ada” ujarnya karena memang sungguh jadwal nya padat. Karena itu waktu senggang seperti ini harus ia manfaatkan

“Kau benar-benar merepotkan ku” desis Irene. Sehun sibuk bekerja di kantor Appa nya. Karena itu ia tidak bisa mengurus pernikahan nya sama sekali. Dan akhirnya merengek pada Irene agar mau membantu nya. Dan Irene benar-benar tidak bisa menolak permohonan teman lama nya tersebut.

Irene pun langsung mengeluarkan beberapa kertas dari tas nya, laptop, dan beberapa contoh langsung undangan pernikahan untuk Sehun. Sehun melihat contoh undangan tersebut beberapa saat. Dan tak ada yang menarik perhatian nya. Akhirnya Irene pun langsung memasukkan semua barang contoh tersebut ke dalam tas nya.

Selanjut nya Irene memperlihatkan contoh desain undangan di laptop nya. Sehun memilah-milah beberapa dan menunjukkan bagian mana nya yang ia inginkan menjadi komponen undangan nya, juga memunculkan sendiri ide dari kepala nya untuk menambah komponen undangan nya.

Irene mendesain undangan yang Sehun inginkan di laptop nya. Dan berkali-kali mengurangi dan menambah komponen sesuai selera Sehun. Dan benar-benar sakit kepala saat melihat Sehun yang begitu plin-plan. Apalagi saat Sehun berusaha memunculkan ide. Sehun tak ahli menggambar. Jadi saat ia berusaha menggambar isi kepala nya di kertas, hasil nya benar-benar sulit untuk Irene pahami.

Irene dan Sehun menghela nafas lega saat desain undangan yang Sehun inginkan selesai. Irene segera memasukkan laptop nya ke dalam tas. Dan Sehun asik menggambar ulang desain tersebut di kertas untuk membuat hati nya melambung. Walau Irene merasa itu gambar yang sukup sulit dimengerti. Ia hanya bisa melihat bentuk persegi panjang dan nama Oh Sehun & Song Raena tertulis di tengah-tengah nya.

“Oh ya Hun. Tentang masalah gaun pengantin gadis mu, kau belum memberikan ukuran nya pada ku” ujar nya mengingatkan.

“Memang nya kau butuh ukuran apa saja?” tanya nya. Ia tahu kalau ini kejutan tidak mungkin tiba-tiba mengukur tubuh gadis nya itu.

“Lebar bahunya. Ukuran dada nya. Lingkaran pinggul nya. Tinggi nya. Entahlah….akan kutanyakan desainer nya dulu”

Sehun mengangguk paham. “Lebar bahu nya segini, dada nya segini, pinggul nya segini, dan tinggi nya segini” ujar Sehun mulai membuat ukuran-ukuran tertentu dengan lengan nya.

“Jangan bercanda, Hun. Kalau begitu ukuran nya tak akan akurat. Bisa-bisa hasil nya tak pas ke badan nya” ujar Irene malas.

Sehun mengernyit. “Apa nya yang tak akurat? Aku serius ukuran pinggul nya segini. Ambil ukuran nya dari lengan ku saja. Percayalah ini tak sedikit pun meleset. Kau pikir sudah berapa kali aku memeluk Raena? Tidak mungkin aku salah tentang ukuran tubuh nya” ujarnya yakin.

“Oh? Jadi nama nya Raena?” ujar Irene menggoda.

“Nama nya saat ini Song Raena. Tapi kupastikan sebentar lagi nama nya akan menjadi Oh Raena” ujarnya percaya diri.

Irene tertawa mendengar jawaban Sehun. Tampak nya pria ini benar-benar bersemangat tentang membuat gadis itu menjadi milik nya seutuhnya. “Astaga! Sebenarnya berapa lama kau memeluk nya hingga begitu percaya diri dengan keakuratan pengukuran mu”

“Kupastikan lebih sering dari pada kau memoles wajah mu itu dengan make up. Dasar pesolek!” ejek nya.

Irene langsung memukul kepala Sehun sangkin kesal nya. Make up membuat banyak wanita menjadi lebih cantik. Jadi ia tak merasa ada yang salah dari itu. Kenapa pula Sehun harus mengejek nya?

Sehun langsung tertawa melihat ekspresi kesal Irene. Irene hanya merengut melihat Sehun yang masih asik menertawai nya. Tapi akhirnya ia tertawa juga karena wajah tertawa Sehun semakin lama semakin aneh.

“Raena?!” Sehun terkejut melihat Raena yang telah berdiri di ambang pintu. Ia panik. Langsung saja menyembunyikan kertas coretan nya ke belakang punggung. Sekalipun Irene mengatakan tak ada yang bisa dimengerti dari gambar itu, Sehun masih cukup yakin sebenarnya beberapa orang bisa menebak. Dan Sehun semakin gugup saat Raena benar-benar melihat nya. Ia akhirnya hanya memasukkan asal kertas tersebut ke tas nya.

“Sudah selesai?” tanya nya langsung. Ia melihat kemana arah pandang Raena. Akhirnya ia langsung memperkenalkan keduanya agar tak ada salah paham.

“Ah! Ini teman masa kecil ku, Bae Irene. Irene, ini Song Raena” ujarnya memperkenalkan. Ia tak perlu menyebutkan status Raena pada Irene, karena Irene sudah tahu.

“Irene” “Raena” ujar Raena membungkuk sopan.

Irene menatap gadis yang membungkuk di hadapan nya penuh ketertarikan. Tipe gadis baik-baik rupanya.

“Jadi ini yang nama nya Song Raena?” tanya Irene dengan nada sengaja memperolok Sehun. Pantas saja Sehun langsung menolak nya bahkan sebelum mendengar ia sudah punya pacar. Raena terlihat benar-benar cantik di mata nya bahkan tanpa polesan make up apapun. Ternyata selera Sehun terhadap wanita sangat tinggi.

“Irene!” tegur Sehun langsung. Ia tidak bisa kalau Irene terus menggoda nya seperti itu. Rasanya wajah nya akan segera memerah padam.

“Bercanda” balas Irene santai.

Irene melempar tatapan penuh makna pada Sehun. Dan Sehun membalas nya dengan seringaian tertahan. Ia benar-benar bangga memperkenalkan gadisnya pada Irene. Tapi lama kelamaan ia malu juga apalagi memikirkan gadis ini akan segera menjadi istri nya. Sehun merasa semua keinginan nya di dunia telah terpenuhi. Dan ia benar-benar puas saat itu telah terjadi nanti nya.

“Ah! Hun, aku harus segera pergi. Aku benar-benar sibuk. Bye, Hunnie!” ujarnya cepat saat menyadari banyak lagi urusan tentang pernikahan Sehun yang belum ia selesaikan.

“Jaga kesehatan mu dengan baik. Aku benar-benar sangat membutuhkan mu!” seru Sehun saat Irene hampir keluar dari kelas nya. Ia sungguh benar-benar membutuhkan gadis itu. Kalau bukan karena Irene, ia dan Raena mungkin tak akan menikah. Dan ia benar-benar berterima kasih untuk itu.

Irene sempat berbalik sejenak. Dan tersenyum penuh makna. Keusilan nya untuk membuat Sehun malu kumat lagi. “Kau juga. Istirahatlah yang cukup. Persiapkan dirimu dengan baik untuk malam pertama!” ujarnya. Ia tahu Sehun selalu kurang hidup karena terus bekerja lembur. Dan tentu nya tubuh penuh letih nya itu tak akan bisa diharapkan untuk momen-momen yan sangat menentukan seperti malam pertama.

Sehun langsung menggeram mendengarnya. Bisa-bisa nya Irene mengatakan itu. Kalau rencana nya ketahuan bagaimana? Sehun akhirnya hanya menghela nafas. Toh, Irene sudah terlanjur mengatakan nya. Ia hanya berharap Raena tak mengerti maksud nya.

“Ayo pulang” ajak Sehun dan menarik tangan Raena yang berada dalam genggaman nya. Dan langsung berhenti saat menyadari Raena tak bergerak sedikit pun.

“Rae?” Sehun berusaha mengerti ada apa dengan gadis nya hingga ia terlihat aneh. Dan gadis itu malah menangis setelah nya.

“Karena Irene?” tebak nya langsung.

“Rae, sungguh dia hanya teman masa kecil ku” ujarnya meyakinkan. Tapi Raena masih sesenggukan dalam tangis nya.

“Rae, kau tak percaya pada ku?” tanya nya menatap Raena penuh harap. Tapi Raena hanya diam tak menjawab nya.

“Rae, aku mencintai mu. Aku benar-benar mencintai mu. Kenapa kau masih meragukan ku? Apa yang salah, Rae?” tanya nya sungguh-sungguh.

“Raena. Baby, aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintai mu. Apa aku melakukan kesalahan? Tolong katakan pada ku” tanya nya sungguh berharap Raena mau menjawab nya.

“Rae, percaya pada ku. Aku sama sekali tidak memiliki hubungan yang lebih dari teman dengan Irene” tegas nya ulang.

“Rae, aku hanya mencintai mu. Benar-benar hanya kau” ujarnya frustasi dan meletakkan tangan Raena di dada kiri nya. “Kau bisa merasakan nya? Aku merasakan perasaan seperti ini hanya dengan mu”

Dan Sehun terkejut saat Raena malah menarik tangan nya begitu saja.  “Rae! Jawab aku! Aku salah apa? Kenapa kau menangis?”

“Rae, katakan sesuatu! Kalau kau cemburu pada Irene pun katakan sesuatu! Sampai kapan kau akan diam seperti ini!” bentak nya mulai tersulut emosi. Ia tak suka Raena yang mengabaikan nya. Ia tidak suka Raena yang tak mau memberitahu nya sesuatu. Ia benci jika tidak mengerti Raena. Dan kalau Raena terus diam seperti ini, ia tak akan pernah mengerti.

“Kenapa dia di sini?” akhirnya gadis nya melontarkan pertanyaan. Tapi sayang nya itu bukan pertanyaan yang bisa Sehun jawab.

“Itu….” Sehun terlihat mengalihkan pandangan nya. Kepalanya langsung blank mendapat pertanyaan seperti itu dari Raena. Dan bisa ia lihat Raena yang terisak semakin kencang.

“Rae, sungguh ini bukan masalah serius. Kau tak perlu menangis karena ini” ujarnya membujuk.

Raena menggeleng. “Kalau ini bukan masalah serius kau seharusnya tak perlu menutup-nutupi nya seperti itu! Apa yang kau rahasiakan dari ku! Kenapa tak bisa mengatakan alasan nya padaku!” tuntut nya.

Sehun diam saat mendengar luka di tiap kalimat Raena. Ia menatap Raena tak percaya. “Kau benar-benar tak memiliki sedikit pun rasa percaya pada ku? Kenapa kau selalu meragukan ku, Rae?” tanya nya pahit.

Gadis nya terlihat sangat putus asa saat ini. Sampai Sehun berpikir untuk membongkar seluruh rencana nya. Tapi melihat Raena seperti ini membuat nya menyadari bagaimana Raena tak percaya pada nya. Dan Sehun kecewa melihat sikap Raena yang seperti itu. Ia selalu berusaha menunjukkan perasaan cinta nya pada Raena. Apa cinta nya tak cukup besar untuk membuat Raena menyadari betapa berharganya Raena baginya?

Raena mengusap air mata nya kasar. “Kau yang tidak percaya padaku hingga menyembunyikan sesuatu dari ku” balas nya sarkatis.

Sehun menatap nanar gadis nya. Ia menghela nafas berat. “Kalau kau mau tahu jawaban nya datang ke sini bulan depan” ujar Sehun dan menyerahkan secarik kertas yang berisikan alamat ke tangan Raena.

“Kau boleh marah pada ku. Kau boleh mengabaikan ku. Tapi kalau kau memang mencintaiku, kumohon datang” ujarnya pilu. Ini yang terakhir. Kalau Raena memang tak percaya padanya, ia rasa tak ada artinya memaksakan perasaan nya.

“Percaya padaku, Rae. Aku benar-benar mencintai mu” ujarnya meyakinkan sekali lagi.

###

“Dia tidak percaya padaku, Hyung”

Chanyeol hanya menatap teman nya yang terlihat benar-benar gundah karena baru bertengkar dengan gadis nya tersebut.

Chanyeol tahu kepala Sehun sakit saat ini. Chanyeol sendiri sudah bosan mendengar kalimat ini. Tapi demi apapun! Sehun memang begitu mencintai gadis itu.

Tapi Chanyeol juga merasa tak bisa menyalahkan Raena. Walau bagaimana pun selama ini ia hidup dengan kepercayaan diri serendah itu. Ia percaya ia adalah yang terburuk. Tak mudah baginya untuk percaya bahwa Sehun yang selalu dinilai begitu sempurna serasi bersama nya. Dan tekanan itu pasti semakin besar hari demi hari.

###

Sehun bergerak gelisah melihat jam di tangan nya. Sedari tadi tak sedikit pun merasa tenang. Ia sebenarnya berniat menikah dengan Raena hari ini tadi pagi. Tapi karena melihat tingkah Raena saat terakhir kali ia melihat gadis itu, ia menjadi ragu kalau Raena akan datang. Karena itu ia menunda pernikahan nya hingga minggu depan. Dan malam ini ia hanya akan melamar gadis tersebut.

Sehun menggigit bibirnya. Semakin ragu saat waktu nya sudah dekat. Anak-anak sekolah mereka telah mengambil posisi yang tepat untuk tidak terlihat. Semua persiapan untuk melamar ini telah ia persiapkan dengan baik. Akan ada banyak kembang api dinyalakan hingga langit malam pun akan terlihat terang. Bahkan kembang api yang dirakit untuk membentuk nama nya dan Raena pun ada. Dekorasi pun telah dipersiapkan dengan sangat indah. Hanya butuh pencahayaan untuk membuat Raena menyadari nya. Dan semua lampu nya akan dinyalakan setelah Raena menerima nya nanti.

Sehun menghela nafas melihat gedung tinggi yang tak jauh dari taman nya berada saat ini. Tempat itu akan menjadi tempat resepsi pernikahan mereka minggu depan.

Sehun terus mondar mandir tak jelas karena rasa gelisah yang menggerogoti nya. Ia kembali membuka kotak berlapis beludru yang berisikan cincin untuk melamar Raena. Ia memang sengaja melamar di hadapan seluruh teman nya. Agar Raena mengerti ia percaya diri mengakui Raena adalah gadis nya. Dan tak ada lagi yang mengatakan ia hanya mempermainkan Raena. Karena pernikahan adalah hal yang sakral.

“Hyung, bagaimana kalau ia tak datang?” tanya nya pada Chanyeol.

“Kau meminta nya datang, kan? Dia akan datang. Saat itu, jelaskan semua padanya” ujarnya dan memegangkan undangan pernikahan untuk dipamerkan pada Raena. Walaupun sebenarnya undangan tersebut telah disebar sejak 1 minggu lalu. Sehari setelah hari kelulusan mereka.

“Aku meminta nya datang kalau ia percaya pada cinta ku” ujarnya memperbaiki.

“Dan menurut mu apa jawaban nya?” tanya Chanyeol.

“Aku percaya dia percaya pada ku” ujarnya meyakinkan dirinya.

“Kalau begitu ia akan datang” ujar Chanyeol menghibur. Ia tak pernah percaya bahwa manusia selalu bisa menentukan takdir. Bagi nya ada beberapa hal yang tak akan bisa diubah. Tapi siapa sangka Sehun bahkan berbuat sejauh ini untuk Raena? Dia bisa menjadi dewasa hanya demi Raena seorang.

###

Senyum Sehun langsung tertarik melihat sesosok gadis memasuki taman tersebut. Ia tahu itu Raena hanya dari siluet nya sekalipun. Gadis itu terus melihat-lihat ke sekeliling. Tampak nya benar-benar kebingungan arah karena penerangan taman yang dipadamkan.

Sehun gegalapan melihat kotak kecil dan undangan di tangan nya. Ia langsung memasukkan kotak cincin tersebut ke kantung nya. Dan kebingungan memikirkan dimana undangan tersebut harus ia sembunyikan. Akhirnya ia hanya menyelipkan ujung nya di tali pinggang nya di belakang.

“Raena” panggil nya saat ia telah berada di belakang gadis tersebut.

Sehun memasang senyum nya saat Raena berbalik. Sekalipun gelap, ia yakin Raena bisa menebak ekspresi nya. Rasa membuncah langsung memenuhi rongga dada nya. Ia begitu merindukan gadis ini. Sebulan ia sama sekali tak berkomunikasi dengan nya. Dan selama seminggu ini tak melihat gadis nya. Ditambah lagi ia dihantui kemungkinan putus dengan Raena. Ditambah lagi pekerjaan nya yang menumpuk. Ia benar-benar stress dalam sebulan ini.

“Kau datang” ujarnya dengan helaan nafas lega. Sungguh kerinduan nya dalam sebulan ini akan terobati saat ia menikah dengan Raena nanti nya. Seminggu tak melihat wajah gadis ini akan terbayar dengan menikmati menatap Raena seumur hidup nya. Dan semua pekerjaan nya sama sekali tak akan berat jika ia memang berhasil mendapatkan gadis pujaan hati nya.

Sehun pun memeluk nya erat. Ia sebenarnya takut Raena memeluknya. Bisa saja gadis itu langsung menyadari undangan yang berada dibelakang tubuh nya. Tapi sekejap itu bukan masalah. Sehun tak bisa lagi membendung rasa rindu nya.

“Aku merindukan mu” ujarnya lembut. Dan Sehun tak tahu harus bersukur atau mengeluh karena Raena tak balas memeluk nya.

Sehun membelai pipi nya lembut. “Maaf, aku telah mengabaikan mu. Tapi terima kasih telah percaya pada cinta ku” ujarnya penuh rasa syukur. Rasanya ingin melumat bibir manis gadis itu detik ini juga. Tapi ia menahan dirinya. Ia perlu mengatakan hal yang penting saat ini. Dan kalau ia mengikuti keinginan hatinya mencium gadis tersebut, ia khawatir akan melupakan tujuan utama nya.

Sehun bisa lihat Raena menangis. Ia tersenyum tipis sebagai balasan nya. Ia mungkin telah menyakiti Raena selama sebulan ini.  Ia merasa bersalah telah membuat gadis nya menangis selama ini. Tapi ia bersumpah akan mengakhiri tangisan gadis itu hari ini. Ia akan membayar semua kesalahan nya setelah ini.

“Rae, kau bertanya pada ku kenapa Irene datang ke sekolah, kan? Kau bertanya kenapa aku tak bisa menjawab nya saat itu. Karena itulah hari ini aku akan menjawab nya” ujarnya yakin.

“Aku tidak ingin mendengarnya” gumam Raena parau.

Sehun terkekeh melihat tingkah gadis nya. Gadis nya ini masih khawatir tentang Irene? Ini sangat lucu kalau ia pikirkan sekarang. “Baby, kau harus mendengarnya”

“Tidak mau! Aku bilang tidak mau! Berhenti menyakiti ku!” pekik Raena.

Sehun terkejut mendapat reaksi seperti itu dari Raena. Tapi mungkin Raena benar-benar telah tersiksa selama sebulan ini. “Baby , aku tidak-“

“Aku bilang aku tidak mau dengar!” sela Raena langsung.

“Raena, aku hanya ingin bilang-

“Jangan mengatakan nya padaku! Aku tidak bisa menerima nya!” pekik nya dan saat itu pula tangannya yang tak mau memeluk Sehun dan terus tersembunyi di balik hoodie nya keluar.

Sehun memegangi dada nya yang langsung terasa perih. Dan bisa ia lihat darah segar mengalir dari sana.

Dulu Sehun tak peduli saat Chanyeol menyuruhnya untuk kembali ke takdir nya. Ia mengabaikan saat pria itu menasehati nya tentang beberapa takdir yang tak boleh diubah. Dan hari ini ia lihat permainan takdir membalasnya dengan begitu kejam karena memaksakan takdir yang tak seharusnya ia ubah.

“Rae?” Sehun tertegun saat ia sempat melihat air mata mengalir di pipi gadisnya. Benar-benar merasa bersalah karena ia tetap membuat gadis nya menangis hingga penghujung waktu nya. Ia kemudian langsung ambruk.

Kembang api yang terlanjur dinyalakan pun terlihat. Begitu pula dengan penerangan yang telah direncanakan tersebut.

“SEHUN!!!” seruan Chanyeol langsung terdengar. Dan semua teman mereka yang bersembunyi langsung berhamburan keluar. Detik itu pula harus berhadapan dengan Sehun yang seketika berubah menjadi mayat dengan banyak darah bercucuran di sekitar nya dan sebuah undangan pernikahan terjatuh di dekat nya.

Flashback End

###

Raena POV

“Selera Sehun benar-benar rendah”

“Aku yakin pasti ada alasan atau rencana tersembunyi. Sehun pasti hanya mempermainkan nya”

“Kalau bukan karena Sehun gila, mana mungkin ia pacaran dengan gadis itu”

Aku hanya tersenyum sinis mengingat berbagai komentar orang pada ku.

 

Benar. Kau tidak mencintaiku

Yang gila itu bukan aku. Tapi kau.

Kau seharusnya tidak mencintai ku. Jangan mencintai ku.

Tidak mungkin mencintai aku yang yang serendah ini

Tidak seharusnya begitu

Benar. Memang tidak mungkin

Raena POV End

###

Sehun adalah obat nya. Tapi anak kecil pun tahu pisau selalu lebih cepat melukai dibanding obat untuk menyembuhkan nya. Ketika Sehun baru menciumi salah satu luka nya, semua hal telah lebih dahulu melukai nya hingga tak ada lagi yang tersisa. Sudah terlalu terlambat untuk sembuh.

Pertama kali nya dalam hidup nya ia merasa memiliki sesuatu. Dan ia benar-benar tak bisa jika harus kehilangan satu-satu nya hal yang ia miliki.

Ia tidak membenci Sehun. Ia mencintai nya. Terlalu mencintai nya hingga ia rasa ia tak akan sanggup melihat pria itu bersama gadis lain. Karena itu ia berpikir untuk melenyapkan eksistensi dirinya sendiri. Tapi ia kembali ingat selalu ada yang disalahkan dalam kasus bunuh diri. Ia tidak ingin dengan kematian nya Sehun harus disalahkan. Sehun bisa saja menangis karena tekanan orang-orang. Dan ia tak ingin melihat Sehun menangis.

Karena itu biarkan saja ia. Biarkan ia yang menangis. Biarkan ia yang mendapatkan tekanan. Biarkan orang menghujat nya. Biar ia menanggung dosa nya. Lagi pula ia sudah terbiasa, bukan?

.

.

.

END

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Trust Me, Please! (Oneshot)”

    1. Makasih udah comment ^^. Kalau mau baca FF author yang lain. Tulis aja keyword ‘Berry Cupcakes’ di pencarian wordpress ini.

  1. hai kak…
    cuma mau bilang, ceritanya bagus sangat !! *bayangin aku bilangnya sambil kibar2 bendera putih ya…:)
    dirimu berhasil membuatku tercengang, karna berani buat Raena seruyam itu…great job !
    penasaran, bisa berhasil eksekusi cerita gelap macam ini gimana caranya? *tolong maklumi makhluk amatiran ini
    aku nunggu cerita gelap lainnya, trust me !
    maaf jika ocehanku mengganggumu… 🙂

    1. Makasih udah comment. ^^. Ff author sejauh ini belum ada yang happy ending emang. Wkwkwkwk. Dan minggu depan author bakal kirim ff kelam lagi kayak nya. Tunggu aja. Soal nya buat 1 minggu maksimal cuma boleh kirim 2 ff

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s