[EXOFFI FREELANCE] Our Story (Chapter 14)

ourstory

Our Story [Chapter 14]

aliensss

Genre : au, drama, romance, friendship, sad/hurt

Length : Chaptered

Rate : PG-17

Cast:

Park Chanyeol (exo) ǁ Oh Sehun (exo) ǁ Kim Sae Jin (oc) ǁ Kim Ah Ra (oc)

etc

Summary

Chapter 14

Suddenly

Disclaimer : ide cerita dan alur asli milik saya. Cast milik Tuhan YME dan semua yang berhak atas mereka. Terinspirasi dari berbagai sumber (cerpen, novel, ff, film, dan lagu). Dibuat untuk hiburan semata. Cerita yang masih banyak kekurangan, kesalahan ejaan, alur yang aneh, penokohan yang kurang maksimal dsb, jadi harap maklum.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya…

♣ ♥ ♣

Sehun segera melangkah menuju pintu tokonya setelah melihat Sae Jin yang sedang berjalan menuju toko itu. Saat Sae Jin sudah hendak mendorong pintu masuk toko kue itu, Sehun dengan sigap menarik pintu tadi. Sae Jin hanya bisa memberikan tatapan biasanya sebagai ucapan terima kasih. Sekarang usaha toko kue Sehun berjalan sangat  lancar. Pria itu memulai dari satu toko kecil dan sekarang sudah punya dua cabang. Melakukan sesuatu yang kau sukai dengan sungguh-sungguh akan selalu menghasilkan sesuatu yang baik ‘kan?

Beberapa bulan dan banyak yang sudah berubah. Sehun, Sae Jin dan Ah ra sudah jarang menghabiskan waktu bersama. Tidak seperti saat mereka masih sekolah dulu. Sae Jin dan Ah Ra sibuk kuliah, Sehun bekerja.

“jangan pasang wajah begitu, Ah Ra tidak ikut. Dia bilang ingin ikut club photographi” jelas Sae Jin saat melihat wajah berbinar Sehun. Sae Jin yakin Sehun sedang menunggui Ah Ra sejak tadi. Pria itu bahkan membukakan pintu untuknya karena berpikir Ah Ra ikut.

“benarkah?” balas Sehun. Pria itu sedang merutuki dirinya sendiri. Ia sedikit senang karena Ah Ra tidak ikut. Sehun sudah benar-benar gila. Selama setahun belakangan ia tak lagi menganggap dirinya sudah punya kekasih. Ia jarang keluar dan jalan-jalan bersama Ah Ra dengan alasan sibuk di toko. Ia jarang menghubungi gadis itu melalui telepon atau mengiriminya pesan dengan alasan yang sama, tapi bisa meluangkan waktu setiap Sae Jin datang ke tokonya. Sehun bisa apa? Perasaannya memang sudah berubah.

“tokomu ramai” angguk Sae Jin sembari melihat setiap pengunjung yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit. “mereka mau membeli kue atau meminta nomor ponselmu?” Sae Jin bicara tentang beberapa murid berseragam SMA yang saat ini sedang melihat ke arah Sehun

“aku bisa apa? Wajahku yang tampan ini bisa membuat gadis manapun tergila-gila”

“aku tidak” Sae Jin memotong dengan cepat. “ada yang bisa kumakan, disini?” gadis itu lalu melangkah untuk memilih kue yang akan ia beli, sementara Sehun masih diam ditempatnya

“memang hanya kau yang tidak” gumannya sebelum menghampiri Sae Jin

Sehun dan Sae Jin kemudian mengobrol di ruangan Sehun. Sebuah ruangan kecil berisi satu meja kerja beserta kursi dan dua buah sofa. Mereka membicarakan banyak hal dan menertawakan semua hal yang mereka anggap lucu disana. Saat ini sudah pukul enam sore dan rasanya dua orang ini masih belum mau menghentikan percakapan penuh tawa itu. Kegiatan mereka baru terhenti saat seorang pegawai Sehun memanggilnya. Sehun pun mau tak mau keluar dari ruangannya.

Setelah Sehun pergi, Sae Jin lalu mencoba mengistirahatkan dirinya. Gadis itu berbaring di salah satu sofa kecil. Karena ukurannya yang kecil, gadis itu harus menekuk kakinya dan tidur meringkuk. Tak masalah, untuk sebentar rasanya Sae Jin bisa memejamkan mata disana.

Dua puluh menit kemudian Sehun kembali datang. Ia terkejut melihat Sae Jin yang tetidur disofanya. Ia mendekat. Jantungnya berdegup kencang saat melihat wajah damai  itu. Ini pertama kalinya Sehun melihat Sae Jin tidur dan ia merasa benar-benar beruntung. Tanpa Sehun sadari, ia sudah berjongkok tepat di depan sofa yang Sae Jin pakai. Ia lalu menatap Sae Jin, terus hingga tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya pada wajah Sae Jin, lalu pintu terbuka.

Pintu terbuka dan Chanyeol muncul disana. Pria itu segera menaikkan alis heran sekaligus terkejut atas pemandangan didepan matanya. Chanyeol melihat Sae Jin yang tidur, dan Sehun yang bersikap seperti hendak mencium gadis itu.

“apa yang kau lakukan, Sehun?”

Chanyeol melangkah dengan cepat agar bisa berdiri di depan sofa. Disana ia melihat Sae Jin yang masih tidur. Ia lalu menoleh pada Sehun yang sudah berdiri.

“apa yang kau lakukan?” tanya Chanyeol sekali lagi. Ia bisa saja langsung memukul Sehun bukan? Ia melihat dengan matanya sendiri bahwa pria itu ingin melakukan sesuatu yang tak seharusnya pria itu lakukan. Tapi Chanyeol memilih tak melakukan itu karena Sehun adalah teman Sae Jin.

“aku tak melakukan apa-apa” jawab Sehun dengan tenang

“lantas, apa yang mau kau lakukan?” Chanyeol mengganti pertanyaannya. Sehun tak menjawab. Chanyeol kembali bertanya, “kenapa kau lakukan itu?”

“jika kau tahu apa yang ingin aku lakukan, kau juga harusnya tahu apa alasanku” Sehun berusaha jujur pada Chanyeol. Menurutnya tak mungkin Chanyeol tak tahu apa yang sedang terjadi disini dan apa yang sudah terjadi selama ini. Disamping itu ia juga sedang berusaha jujur pada dirinya sendiri

Seperti dugaan Sehun, Chanyeol memang tak terkejut. Ia juga paham akan tatapan aneh yang selama ini Sehun berikan pada gadisnya.  Ia diam karena ia yakin Sae Jin tak punya perasaan serupa pada Sehun. Dan lagi, Sehun sudah menjadi kekasih Ah Ra. Ia kira Sehun sudah melupakan perasaannya pada Sae Jin, tapi ternyata tidak.

“Sae Jin akan sedih jika dia tahu itu”

“karenanya, jangan beritahu dia” ada nada permohonan yang Sehun selipkan dalam kalimatnya. Ia tahu Sae Jin akan segera menjauhinya jika gadis itu tahu perasaannya yang sebenarnya

“karena itu, jaga sikapmu” sambil berucap Chanyeol menunduk. Mengelus sayang  kepala Sae Jin sebentar, sebelum akhirnya membawa Sae Jin dalam gendongannya, “jika aku melihatmu melakukan hal seperti tadi lagi, aku bersumpah akan membunuhmu. Jangan sentuh gadisku” kata Chanyeol sembari melangkah. Tapi langkah itu harus terhenti karena Sehun malah mengucapkan kalimat yang menyulut emosinya

“aku juga bisa membuat Sae Jin bahagia. Bukan hanya kau yang mencintainya, aku juga. Dan kurasa aku duluan yang mencintainya daripada kau” kata Sehun. Ia benar-benar tak suka saat Chanyeol mengancamnya seperti barusan. Ia merasa tak terima saat Chanyel menyebut Sae Jin sebagai miliknya

Chanyeol mendengar itu sembari memunggungi Sehun, ia ingin berbalik dan menghadiahi Sehun dengan tatapan marah atau mungkin umpatan. Namun itu hanya rencana karena Chanyeol merasakan sesuatu. Lingkaran tangan Sae Jin yang terasa semakin erat di lehernya. Chanyeol paham, ia memilih lanjut melangkah.

Sae Jin tidak tidur. Gadis itu sudah terbangun saat Sehun berjongkok didepannya tadi. Ia  hanya terlalu takut menerima kenyataan yang baru saja ia dengar. Isyarat tadi Sae Jin berikan agar Chanyeol segera membawanya pergi darisana.

~

“turunkan aku” Sae Jin berucap pelan saat mereka sudah berada diluar toko Sehun. Dengan takut Sae Jin menatap Chanyeol

“bukannya kau sedang tidur?” canda Chanyeol tanpa berniat menurunkan Sae Jin

“aku berbohong. Turunkan aku..” pinta gadis itu. Sae Jin kemudian mengingat apa yang sudah terjadi tadi, “apa yang harus aku lakukan?” tanya gadis itu pada Chanyeol. Apa yang baru saja Sae Jin ketahui sungguh tak pernah ia duga. Bukankah Sehun temannya? Lalu kenapa pria itu menyebut-nyebut kata cinta?  Lalu sekarang, apa yang harus ia lakukan? Bagaimana dengan Ah Ra? Apa ini alasan kenapa hubungan Ah Ra dan Sehun merenggang? Apa karena dirinya? Kalau benar demikian, Sae Jin benar-benar sudah menjadi teman yang buruk untuk Ah Ra.

“tetap tidur dan berpegangan padaku” kata Chanyeol penuh arti. Ia tahu apa yang Sae Jin rasakan dan untuk saat ini ia tak mau menambah beban gadis itu. Ia memberikan senyuman terbaiknya sebagai pelangkap jawaban

“aku tak sedang bercanda, Chan”

“aku juga serius. Kau mencintaiku?” tanya Chanyeol tiba-tiba, “apa masih hanya aku pria yang kau sukai di bumi ini? Jika memang begitu, masalahnya hanya ada pada Sehun. Hubungan kita tak akan terkena imbas. Aku masih akan tetap menunggumu siap. Tapi jika bu_”

“aku mencintaimu, Chanyeol”

Waktu berhenti untuk Chanyeol. Semua bunga bermekaran dan bintang-bintang jatuh ke pangkuannya detik itu juga. Chanyeol tertegun. Ini pertama kalinya ia mendengar Sae Jin berucap demikian. Gadis itu akhirnya mengakui sesuatu yang selama ini Chanyeol tunggu-tunggu. Penantian yang berakhir manis. Semanis senyuman yang Chanyeol tunjukkan di detik berikutnya

“astaga, aku malu, Chan” Sae Jin memilih menyembunyikan wajahnya. Gadis itu malu setengah mati. Gadis macam apa yang berkata demikian dengan cara yang tidak manis sama sekali. Juga posisi yang aneh. “turunkan aku..”

“apa kau tidak makan dengan benar?” bukannya mendengar dan menuruti Sae Jin, Chanyeol malah membahas hal lain. Pria itu benar-benar merasa senang hingga tak bisa berhenti tersenyum. “kenapa kau ringan sekali?” Chanyeol bicara sambil tertawa

“turunkan aku..”

Chanyeol menurunkan Sae Jin, lalu memeluknya. Rasa bahagia benar-benar tak bisa pria itu sembunyikan.

Tanpa dua orang itu ketahui, mereka tengah  dilihat dua orang lainnya. Ada Sehun dan Ah Ra. Sehun menatap sedih dari dalam tokonya, sementara Ah Ra menatap dari jarak yang tak jauh dari Sae Jin dan Chanyeol berdiri. Kenapa semuanya jadi serumit ini?

To be continued…

a/n :

hai…hai…

terima kasih sudah membaca cerita ini. Oh, ya. Jika kalian berkenan silahkan baca juga yang ini. Jangan lupa tinggalkan komentar ya. Itu bagian dari chapter our story juga.

Terima kasih…

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Our Story (Chapter 14)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s