[EXOFFI FREELANCE] Love You More (Chapter 10)

Poster Love You More Chapter 10

[10] Love You More

Love, Friends and Ambition

Tittle        = Love You More (Love, Friends and Ambition)

Author        = Park Shin

Main Cast    = Kim Arin, Byun Baekhyun, Oh Jiho, Kim Taehyung BTS

Cast        = EXO’S members, Yoon Ara, Moon Sojin, Other’s Idol

Genre        = School Life, Friendship, Romance

Length        = Chaptered (16 Eps)

Rating        = General

Disclaimer    = Well, mari kita menjadi pembaca yang baik ^^

[10]

Kebenaran apakah akan tenggelam seiring berjalannya waktu?

Ara terkejut mendapati Sehun sudah berdiri didepan kelasnya. Kelas sudah kosong sejak tadi karena ini jatah piketnya dan teman-temannya sudah tentu pulang sejak tadi. Lalu kenapa lelaki dengan kemeja berantakan itu berdiri dikelasnya?

“Oy pemiliku.”

Ara mendengus sebal “Berhenti memanggilku begitu.”

Sehun tersenyum “Hmm lalu mau kupanggil apa? Yeojachinggu? Yeobo?”

Ara menunjukan ekspresi jijik “Ishhh.. begini Oh Sehun-ssi kemarin-“

“hohoho.. kau mau mengutarakan perasaanmu? Tidakah ini terlalu cepat untuk sebuah tarik ulur?”

Wajah Ara sudah merah padam, siap-siap meledak. Amarahnya sudah mencapai ambang batas “Aku tidak main tarik ulur aku-“

“Ayo kencan.”

Ara membulatkan matanya, kata-katanya yang tadi tertelan begitu saja. “Mwo?”

“Aku memberi kemudahan untukmu. Tidak perlu mengatakan sekarang kalau kau belum siap. Masih ada banyak waktu. Ayo jalani dulu saja..”

“Oh Sehun-ssi..”

“Aku ambil tas dulu, kutunggu kau didepan gerbang.”

Sehun berlari meninggalkannya. Ara membenturkan kepalanya sendiri di tembok “Bodoh..bodoh..bodoh”

***

“Jadi ini hanya salah paham?”

Ara mengangguk

“Eiy… kau sedang bercanda kan?”

“Tidak, Sungguh. Aku tidak sengaja meniru Sojin kemarin dan kau mendengarnya dan semua hanya salah paham.” Jelas Ara “Jadi kuharap ini sudah selesai, ok? Aku minta maaf dan.. sampai jumpa” Ara hendak pergi tapi tangannya ditahan Sehun.

“Bagaimana kau bisa pergi begitu saja?”

Ara bingung lalu melepaskan tangan Sehun “Apa yang kau lakukan?”

Sehun menatap Ara intens “Kau.. harus tanggung jawab.”

Ara memiringkan kepalanya “Kenapa aku?”

“Kau sudah membuatku… jatuh cinta padamu. Dan kau bilang ini hanya salah paham? Wah kau benar-benar..”

Ara terdiam, membeku.  ‘APA JATUH CINTA? HAH? YANG BENAR?’

“Kau harus tanggung jawab.”

Ara memejamkan matanya, pusing dengan situasi ini “Oh Sehun-ssi..”

“Akan ku buat kau jatuh cinta padaku juga. Agar kita impas.”

“Mwo-?”

CUP

Seseorang tolong sadarkan keadaan ini. Bagaimana bisa lelaki itu menciumnya begitu saja? Tidakkah dia tahu bahwa ini ciuman pertamanya? Bagaimana lelaki brengsek ini dengan mudah menciumnya?

PLAK

Ara menghembuskan nafasnya kasar, hampir saja ia pingsan karena terkejut dengan Sehun yang tiba tiba menangkupkan wajahnya lalu mencium bibirnya bahkan melumatnya… eyy yang benar saja. Bagaimana Ara tidak marah? Dia tidak pernah kenal Sehun sebelumnya, dan kesalahpahamanan kemarin membuat lelaki itu menyukainya ? Eoh yang benar saja, laki-laki itu pasti mempermainkannya.

“Brengsek…”

Ara meninggalkan Sehun yang tengah memegang pipinya yang ditampar cukup keras oleh Ara. Bisa dilihat bagaimana terkejutnya lelaki itu bahkan ia menegang beberapa saat sampai ia sadar bahwa gadis itu sudah pergi.

“Bagaimana bisa aku ditampar ? Wah aku terhina sekali”

“Tidakkah dia merasa tersanjung? Lelaki sepertiku? Populer,tampan, kaya dan punya segalanya.. wah wah wah.. dia benar-benar…”

“Imut sekali…”

***

“Kau akan pergi lagi?”

“Hmm… bulan depan kami akan bertanding di Winter Olymipc. Dan Kris benar-benar menyebalkan, bagaimana bisa ia memberi jadwal latihan setiap hari.”

Arin memberengut lalu tersenyum kemudian “Kau keren sekali. Kesibukanmu sudah seperti idol saja.”

“Benarkah? Hehe” Baekhyun memandang depan. Mereka berdua menikmati sore diatas atap sekolah. Tempat favorit mereka berdua.

“Aku jadi ingat seseorang.”

Baekhyun menoleh “Seseorang? Siapa dia? Laki-laki?”

Arin terkekeh “yeoja.”

“Eoh..”

“Oh Jiho…”

DEG

DEG

DEG

“Bukannya dia sekelas denganmu kan?”

DEG

DEG

DEG

“Dia juga sedang berjuang disana. Wah dia keren sekali, aku melihat videonya di You Tube, dia sangat anggun saat menari.”

Arin masih menatap depan “Bagaimana dia bisa sekeren itu? Dia seperti punya cahaya dibelakangnya saat menari, sangat indah.”

Baekhyun menarik nafas panjang. Beberapa saat yang lalu ia tiba-tiba saja menahan nafas. Bagaimana bisa Arin begitu saja membahas tentang Jiho?

“Kau kenal Jiho?” Tanyanya setelah cukup lama ada hening diantara mereka.

“Ehmm” Jawab Arin antusias “Kami bertukar loker sebelum dia berangkat lomba. Kakinya cedera”

“Eoh.. oh..” Jawab sekenanya Baekhyun.

“Dan saat itulah… aku menemukan suratmu.”

Baekhyun ingin mati saja.

“Hahhhh….. membayangkan saat-saat itu, aku senang sekali.”

Baekhyun tiba-tiba ingin sekali menghentikan pembicaraan ini.

“Bagaimana kau tahu kalau aku menukar lokerku?”

Baekhyun terkejut karena Arin menoleh kearahnya.Raut wajahnya menegang “Ee.. tentu saja aa..aku ta..hu”

Arin “Keren sekali…”

“Kadang.. aku berfikir. Bagaimana jika saat itu aku tidak mendapat surat dan pernyataanmu. Mungkin aku masih seperti dulu atau mungkin… aku sudah tidak disini lagi hehe..”

Baekhyun menatap Arin seakan ingin menyudahi pembicaraan ini.

“Kim Arin… kau mau makan?”

“Eoh? Wae? Kau lapar?”

Baekhyun tersenyum tipis. “Eo.” Ujarnya dan cukup senang karena Arin akhirnya mengangguk dan berhenti membicarakan ini, semoga.

Baekhyun belum siap dan entah kapan ia merasa siap. Ia belumsanggup sekarang walaupun sampai kapanpun ia juga tak tahu kapan akan sanggup mengutarakannya.

‘Apa semakin lama aku menyembunyikan ini, kebenaran itu akan tenggelam seiring berjalannya waktu?’

***

Moon Sojin bersungut sebal. Ara tiba-tiba tidak mood ke kantin, dan Kim Arin ah.. gadis itu pasti sudah dengan Baekhyun.Rasanya ia malas sendirian ke kantin, tapi tentu saja ia tak mau melewatkan makan siang. Apalagi bulgogi itu sudah merayunya sejak pagi wah… tentu saja ia tak bisa menolak.

“Bulgogiku sayang… mama datang…”Ungkapnya pada bulgogi yang tengah di berikan oleh koki sekolah. Lalu ia mengerucutkan bibir

“Bibi… bagaimana bisa kau mengurangi porsinya. Biasanya kan penuh.”

“Haksaeng… hari ini persediaannya sangat terbatas.”

“Mwo? Ada apa dengan sekolah ini? Aku bayar tepat waktu kok. Apa ada korupsi pada makanan kantin? Wahhh ini tidak bisa dibiarkan”

“Bukan begitu.. kau datang terlambat hari ini, jadi sudah dimakan banyak orang.”

“Aish bibi…. aku tidak bisa makan kalau Cuma segini..”

Mereka masih beradu mulut lalu tiba tiba ada yang menyela

“Makan saja bagianku… Bi, aku minta kimci saja..”

Sojin membelalakan matanya lalu terpesona pada lelaki yang melewatinya begitu saja.

Nampannya hampir saja tumpah ketika bibi itu menaruh bulgogi dalam keadaan dirinya masih menatap lelaki tersebut. Setelah berterimakasih ia mengikuti lelaki itu dan duduk dihadapannya.

“Terimakasih Kyungsoo-ya…”

Kyungsoo, lelaki itu membulatkan matanya “Kau tahu aku?”

“Tentu saja.. siapa yang tidak tahu lelaki sebaik dirimu? Bagaimana bisa kau memberikan bulgogi seenak ini padaku kalau kau tidak baik hati”

Kyungsoo tersenyum “Kau bisa saja.. Aku sedang diet”

Sojin menganga “Tubuhmu sangat kurus tahu, kenapa kau diet eoh?”

“Haha, tidak, aku berat kok”

“Lalu bagaimana denganku? Kalau kau berat aku apa? Gajah?”

Mereka berdua tertawa

“Ini.. makanlah sedikit. Ini porsi diet kok. Aku sangat sangat tahu hehe.”

“Eoo gomawo..”

Entah mengapa Sojin yang pandai bergaul sangat mudah mendekati Kyungsoo, dan lelaki itu juga tidak canggung dengan Sojin. Percakapan mereka mengalir begitu saja. Tadi jika ia mengutuk Ara yang tidak mau menemaninya di kantin, kini ia berterimakasih jika saja ada Ara, Sojin pasti tidak bersama Kyungsoo sekarang.

“Oh ya.. bagaimana pertandinganmu kemarin?” Sela Sojin saat mereka sudah selesai makan.

“Bagus, kami menang”

Sojin langsung bertepuk tangan “Luar biasa, kalian benar-benar membanggakan.”

“Bulan depan kami akan tanding lagi.”

“Benarkah? Wah kalian pasti sering latihan yaa. Bagaimana kau bisa istirahat?”

Kyyungsoo terkekeh “Bisa kok.”

“Pokoknya… tetap semangat Kyungsoo. Aku akan mendukungmu.”

“Hehehe gomawo..”

“Apa perlu aku datang ke latihanmu? Kubawakan air dan mengelap keringatmu?”

Kyungsoo terdiam.

“Bercanda kok.” Lanjut Sojin kemudian lalu mereka ter bahak bersama.

***

“Kau sakit?”

Baekhyun menoleh kesamping “Aniyo? Wae?”

“Sejak tadi kau terlihat murung.”

Baekhyun menghentikan langkahnya begitu juga Arin.

“Ani… gweenchana.”

Saat Baekhyun akan melangkah, Arin masih terdiam membuat lelaki itu menoleh padanya “Wae?”

Arin tersenyum. “Ayo kita kencan”

Baekhyun menaikan alisnya, lalu tersenyum kemudian. “Baiklah. Ayo kita kencan Arin-ah..”

“Arin-ah? Pfftttt…”

“Wae…”

“Ani. Kajja… Baekhyun-ah?”

Arin memeluk lengan Baekhyun sambil tertawa bersama disepanjang jalan. Ditengah jalanan Seoul yang dingin ditambah semilir angin yang membuat siapapun mencari kehangatan. Kedua insan itu merasa hangat, merasa musim semi ada disekitar mereka.

***

Arin menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa laki-laki yang kini disampingnya malah ketakutan seperti bocah. Dia tadi paling semangat memilih film horor kenapa berakhir dengan dia yang berteriak paling keras dan memegang Arin sangat erat. Arin ingin sekali tertawa tapi tak tega melihat wajah Baekhyun yang kini pucat pasi.

“Aku tidak tahu kau sangat penakut Baek”

Baekhyun menunduk “Aku juga tidak tahu, kalau filmnya semengerikan itu… bagaimana bisa dia muncul tiba tiba sih? Kenapa tidak bilang ..” Racaunya sangat cepat hampir seperti rapper, nyaris membuat Arin terbahak.

“Igeo.” Arin memberinya teh panas yang membuat Baekhyun sedikit lega. “Gomawo..”

“Kau lucu sekali.”

“dan kau sangat pemberani heh, bagaimana kau tidak kaget?”

Arin tersenyum “Aku keren kan?”

Baekhyun mengacak rambut gadisnya “Sangat.”

Baekhyun bangun lalu menjulurkan tangannya “Ayo kita ke tempat kencan selanjutnya”

“Eh.. eodi?”

***

Walau sudah pindah tempat, Baekhyun masih sama. Setelah masuk ke wahana rumah hantu dia menjadi lemas lagi padahal dia paling semangatmenyeret Arin kesana, setelah itu dia nekat menaiki roller coaster dan berakhir muntah dan akhirnya memilih duduk diantara taman bermain indoor. Arin yang tengah mencarikan teh hangat untuknya sudah kembali. Lalu mengkhawatirkan Baekhyun yang sudah pucat.

“Gweenchana?”

“Eo..”

Ia meneguk teh hangatnya lalu menatap Arin “Aku payah kan?”

Arin terkekeh “Sudah baikan?”

Baekhyun menegakan punggungnya “Lumayan. Kau mau naik apa lagi?”

Arin tersenyum “Kau rela naik hal yang menakutkan demi aku Baek? Wah kerennya”

Baekhyun tersenyum miring “Aku ini punya pesona yang menakjubkan kan?”

“Aku benar-benar beruntung menjadi pacarmu.”

Baekhyun terdiam, masih melukis senyum yang kini lebih hangat dari sebelumnya “Aku juga..”

Mereka berdua tersenyum diantara kerumunan orang-orang yang berlalu lalang melwati mereka. Waktu serasa berhenti dan fokus pada kedua insan yang kini saling memandang dan tersenyum seolah dunia hanya ada mereka berdua.

“Kau senang hari ini?” Tanya Baekhyun.

“Ehmm… nomu nomu nomu..”

“Aigoo manisnya..”

“Kajjaa..”

Baekhyun mendongak, “Eodi?”

“Itu… photobox”

“Kita tidak pernah mengambil foto bersama” Ungkap Arin

“Hmm benar..”

“Ayo siap-siap…”

Dalam hitungan ketiga mesin fotootomastis itu menampilkan hasilnya, foto pertama adalah ketika mereka berdua belum siap difoto, selanjutnya foto mereka yang berhadapan sambil tertawa karena Arin tak sengaja menginjak kaki Baekhyun, Foto ketiga saat Baekhyun dan Arin saling merangkul dan foto terakhir saat Baekhyun mencium pipi Arin.

“Mwoya…” Arin terkejut dengan Baekhyun. Ia tiba-tiba mencium pipinya. Bayangkan saja diruangan sesempit ini dengan hawa yang panas cukup membuat mereka berdua gerah. Dan Arin memutuskan untuk keluar lebih dulu.

“Wae… kau imut sekali dengan pipi yang merona itu..”

Arin tersenyum “Coba lihat hasilnya..”

Mereka berdua senyum senyum sendiri melihat hasilnya. Merasa sudah cukup puas mereka melanjutkan mengelilingin taman indoor ini. Tiba-tiba Arin berhenti disebuah stand dan menyuruh Baekhyun melakukan permainan disana.

“Baek. Ini adalah keahlianmu. Basket.”

Baekhyun langsung mengambil bola basket dan dalam satu menit ia berhasil memecahkan rekor dari pemain sebelumnya. Pemilik stand langsung member boneka minion pada nya.

“Banana…banannaa….” Tiru Baekhyun membuat Arin tertawa.

“Itu lucu sekali Baek.. kau mirip sekali”

“Mwoya… aku seperti dia? Apa aku berwarna kuning?”

Arin tertawa. Baekhyun tersenyum melihatnya “Igeo…”

“Eoh gomawoo…”

“Apa lagi yangkau inginkan?”

Arin tersenyum tipis lalu menoleh kesana-kemari mencari sesuatu yang diingkannya. Maklum, ini pertama kalinya ia datang kemari. Jadi ia sangat antusias kecuali menaiki wahana seram mebingat Baekhyun sudah hampir pingsan kalau ia memaksanya naik.

“Aku mau aromanis…” Tunjuk Arin lalu disetujui Baekhyun. Mereka jalan bersama dan menuju ke stand aromanis. Setelah membelinya Arin sangat senang seperto bocah. Hal itu membuat Baekhyun terkikik.

“Kau senang sekali” Goda Baekhyun melihat Arin yang duduk memangku minion dan memakan gulali manis itu.

“Kau mau coba?” Tawar Arin pada Baekhyun.

Sebersit kejahilan Baekhyun muncul, gadis itu tampak sangat manis dimatanya. Lihatlah mulutnya masih penuh dengan gulali dan ia memasukan lagi kedalam mulutnya dan..

CUP

Baekhyun tepat sasaran. Ia berhasil mencicipi manisnya gulali itu ditambah bibir Arin. Tentu saja gadis itu membulatkan matanya, oke itu sangat manis.

“Aku tidak tahu kalau itu semanis ini, aku jadi ingin mencobanya lagi..”

CUP

Arin masih terdiam, matanya berkedip beberapa kali lalu untuk yang kedua kalinya ia sadar.

“Baekhyun-aah..” Arin menangkupkan wajahnya membuat Baekhyun semakin terkikik. Gadis itu malu rupanya. Dan itu membuatnya tampak lebih manis.

“Kau suka sekali membuat kejutan eoh.. menyebalkan.”

“Kau suka kan tapi..”

“Mwoya….” Arin mengerucutkan bibir membuat Baekhyun semakin ganas dan

CUP

“Baekhyun….”

Tanpa sadar, selagi mereka berdua tengah menikmati waktu bersama. Ponsel Baekhyun berdering menunjukan sudah beberapa kali seseorang menelponnya namun tak ada jawaban. Munculah notifikasi dilayarnya pertanda ada pesan masuk.

“Baek.. apa kabarmu? Aku akan pulang minggu depan. See you ^^” –Oh Jiho.

TBC

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Love You More (Chapter 10)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s