[EXOFFI FREELANCE] Love You More (Chapter 9)

Poster Love You More Chapter 9.jpg

[9] Love You More

Love, Friends and Ambition

Tittle = Love You More (Love, Friends and Ambition)

Author = Park Shin

Main Cast = Kim Arin, Byun Baekhyun, Oh Jiho, Kim Taehyung BTS

Cast = EXO’S members, Yoon Ara, Moon Sojin, Other’s Idol

Genre = School Life, Friendship, Romance

Length = Chaptered (16 Eps)

Rating = General

Disclaimer = Well, mari kita menjadi pembaca yang baik ^^

[9]

Definisi Rindu

“Apa yang harus kulakuan… Kim Arin..” Gumam Baekhyun yang membuat Arin semakin bingung karena suara Baekhyun tak begitu jelas.

“Kim Arin… mian… aku….”

“….saranghae….”

Kim Arin menunduk. Matanya berkedip berkali-kali lalu mendekatkan kepalanya lebih jelas pada Baekhyun.

“Apa.. yang kau katakan Baekhyun? Aku tidak begitu jelas mendengarnya…”

Baekhyun mengangkat kepalanya dari bahu Arin, lalu laki-laki itu menatap sayu. “Ani. Bukan apa-apa..”

“Ayo ke kelas..” Ajak Baekhyun kemudian dan Arin mengekor dibelakang sambil berusaha menerjemahkan gumaman Baekhyun tadi. Setelah mencoba begitu keras, gadis itu menyerah.

“Hmm.. mungkin memang bukan hal penting” ucap Arin selanjutnya setelah kembali kekelas dan bayangan Baekhyun menghilang di sudut kelasnya.

***

“Moon Sojin… Yoon Araa…”

Kedua gadis yang dipanggil namanya itu langsung melambai dan mendekati Kim Arin, mereka senang sekali melihat gadis itu.

“Wah.. wah, rasanya aku sudah lama sekali tidak mendengar Arin memanggil kita..” Goda Moon Sojin sambil mencolek dagu Arin.

“Dia selalu pergi dengan Baekhyun… hah… aku merasa terkhianati” Ara memegang dadanya sehingga nampak seperti orang kesakitan. Arin terkekeh.

“Maaf yaa…”

Moon Sojin tersenyum “Tidak apa-apa. Aku yakin kau pasti tidak melupakan kami.” Sojin mengacak rambut Arin “Astaga Arinku, sudah besar yaaa”

Arin tersenyum lalu mengajak Sojin dan Ara makan bersama. Rasanya beruntung sekali punya teman sebaik Sojin dan Ara.

***

Sore itu, mereka bertiga berada dipinggir lapangan indoor. Mereka menatap pada titiik yang sama di tengah lapangan sambil sesekali menggoda Arin yang tengah bersemu.

“Eiy… Baekhyunmu keren sekali main basketnya..” Sojin menyenggol bahu Arin “Oh Sehun juga keren.” Sojin melirik ke samping kanannya. “Ara.. apa kau tidak tertarik pada satupun lelaki disana?”

“Aku?” Ara mendongak lalu menatap Sojin dan menggeleng “Mereka sama sekali bukan tipeku”

“Lalu bagaimana tipemu?” Sojin penasaran ditambah Arin yang kini memangku wajahnya

“Aish… mwoyaa… kenapa kalian melihatku seperti itu?” Ara mendengus lalu memalingkan wajahnya.

“Oh ayolah… selama aku berteman denganmu, belum pernah sama sekali aku mendengar kau menyukai laki-laki… apa jangan jangan…” Baik Arin dan Ara menanti kelanjutan Sojin yang tiba-tiba memeluk dirinya sendiri “… Ara-yaa.. kau menyukaiku kah?”

Arin terbahak sedangkan Ara membuat mimik muntah “Aku masih normal tahu. Kalaupun aku terpaksa, lebih baik aku memilih laki-laki disana daripada kau weeekk”

Ara menyesal mengucapkannya karena Sojin langsung menepuk keras punggungnya. “Appayoo…”

Sojin kembali ke topik “Oke. Siapa yang kau pilih?” Sojin menaikan alisnya dan menyentuh dagu “Si imut bermata bulat Do Kyung Soo? Si hitam menawan Kim Kai? Mister Perfect dengan segala bakat minus kecerdasannya Park Chanyeol? Atau Si sunbae idola semua wanita Kim Suho?Omooo atau kau suka Kris Oppa, pelatih berwajah model itu?”

Ara menoleh lalu mendengus “Tidak.” Ara melihat kedepan lalu menoleh lagi pada Sojin “Kau tidak menyebutkan satu orang lagi?”

Sojin mendelik “Sehun milikuuu”

Ara dan Arin terkikik lalu Ara malah mengikuti suara Sojin yang menggemaskan “Sehun milikuuuu…” dengan suara kencang membuat si pemilik nama yang tadi melewati depan mereka langsung menoleh ke bangku penonton. Saat itulah mereka bertiga terdiam, tak terkecuali Ara yang menutup mulutnya.

“Kau memanggilku apa? Sehun milikuuu?” Ucap Sehun mengikuti gaya menggemaskan itu. Arin dan Sojin menoleh pada Ara yang kini membeku menatap Sehun dengan semburat pipi yang sudah semerah tomat.

Sehun tertawa renyah “Hmm itu imut…” lalu meninggalkan mereka yang hampir menjatuhkan rahang mendengar respon Sehun. Sojin dan Arin melihat Ara yang kini menatap mereka dengan aneh.

“Memalukan sekali kan..” Ucap Ara yang terdengar bergetar. Sojin dan Arin mengangguk pelan

“Aishhhhh” Ara menutup wajahnya sangat malu, sedangkan Sojin dan Arin menahan tawanya. Baru pertama kali melihat temannya itu semalu ini.

“Bagaimana ini…. Sehun bilang kau imut hahaha” Sojin menggoda Ara membuat gadis itu memukul Sojin

“Hentikan….”

Suara peluit panjang menghentikan tawa mereka. Baekhyun tersenyum melihat Arin lalu mendekatinya. Sojin dan Ara langsung minggir dan pergi meninggalkan mereka. Dilain tempat saat Ara dan Sojin akan pergi, sebuah suara membuat mereka berhenti.

“Oyy pemilikku..”

Baik Sojin maupun Ara saling memandang lalu membalikan badan. Terlihat Sehun yang tengah meletakan kedua tangannya didada lalu mendekati mereka.

Sojin senyum senyum sendiri sedangkan Ara malah bingung.

“Apa.. maksudmu?” Ucap Ara yang bingung karena Sehun menatapnya sedari tadi.

“Sehun milikkuuu…” Tiru Sehun seperti yang diucapkan Ara tadi “Itu berarti kau pemiliku.”

Ara mendengus ia sudah melupakan kejadian tadi, kenapa malah terulang lagi. Dilihatnya Sojin malah menatap Sehun dengan tatapan aneh, dan Ara tidak suka suasana seperti ini. Ia memilih membalikan badan dan menyeret Sojin.

“Eh.. kau pergi begitu saja? Wah kau main tarik ulur ya…”

Kali ini Sojin dan Ara melongo. Sojin dan Ara saling menatap.

Sehun malah tersenyum melihatnya “Ah.. aku tau aku begitu menawan sampai kau terdiam.”

Moon Sojin terbahak,rasanya ia puas sekali melihat ini. Lalu ia melirik Ara yang sudah merah padam.

“Oh Sehun… kau benar-benar sangat percaya diri…” Ujar Sojin yang dibalas anggukan Sehun, seakan membenarkan apa yang dikatakannya.

“Kau..” Tunjuk Sehun pada Ara “setelah ini pasti akan mengajakku kencan, kan?”

Ara sudah tak tahan lalu menggelengg kepalanya kuat kuat. “Tidak. Ayo Sojin-ah kita pergi”

Ara dan Sojin membalikan badan, belum begitu jauh mereka berdua mendengar Sehun berteriak “Ayo kencan, setelah aku pulang dari Jeju…”

Dan Ara mempercepat langkahnya, tidak ingin mendengarnya.

***

Hari ini suasana terasa hangat walaupun salju masih menunjukan rintikannya. Arin tersenyum, melihat syal yang ia pakaikan di leher Baekhyun begitu pas dan apik dipakai lelaki itu. Warna maroon yang sangat pas dengan kulit putihnya ditambah senyum manis yang terpahat dibibirnya. Arin sangat puas.

“Maaf aku terlambat memberikannya…”

Baekhyun meraih tangan Arin “Terimakasih. Aku suka”

Arin terkekeh lalu menatap Baekhyun “Semangat, aku yakin kau pasti bisa.”

Baekhyun termenung, menggenggam jemari Arin semakin erat “Tunggu aku ya..”

Arin tersenyum “Pasti.”

“Jangan biarkan Taehyung menggodamu.”

“Ehmm..”

“Jangan mendekati laki-laki lain..”

“Ehm…”

“Pokoknya… kau.. aish…”

“Jangan khawatir..”

“BAEKHYUNN AYOOO”

Baekhyun dan Arin menoleh, melihat Kris yang sudah berdiri dengan tangan di kedua pinggulnya. Memberi kode pada Baekhyun untuk segera naik bis. Mereka akan segera berangkat.

“Fightinggg” Arin mengungkapkannya dengan sangat imut.

‘Aku bisa gila’ Batin Baekhyun lalu mendekap Arin “Kau kenapa semakin manis eoh?”

Arin tertawa di dekapan Baekhyun lalu mendongak “Bagaimana ini, kau seperti tidak mau melepaskanku? Hehe”

Baekhyun tersenyum “Apa aku perlu membawamu? Apa kumasukan koper saja?”

Arin tertawa renyah, lalu melepaskan dekapan Baekhyun “Sudahlah,  cepat berangkat.”

Baekhyun tersenyum getir. “Baiklah…”

Sebelum Baekhyun berbalik Arin menghentikannya. “Eh Baekhyun-ssi, kau meninggalkan sesuatu..”

Alis Baekhyun terangkat “Apa?”

Arin tersenyum lalu selangkah mendekati Baekhyun dan

CUP

Mata Baekhyun membola, cukup terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan gadisnya. ‘Kim Arin menciumnya… sekali lagi… kim Arin menciumnya di bibir..  dibibir…’

Namun beberapa waktu kemudian, ia tersenyum.

“Bagaimana ini…. kau membuatku malas untuk pergi…”

“Eh? Hahaha ayolah.. nanti pelatihmu marah, habislah dirimu..” Arin mendorong  punggung Baekhyun, tentu saja lelaki itu sangat enggan walau pada akhirnya berjalan menuju ke bus. Ia melambaikan tangannya pada Arin dan serasa semakin enggan tatkala gadis itu membuat love dengan kedua tangannya.

‘Aish… dia imut sekali..’

“Tunggu aku, Kim Arin…”

***

Setelah bus Baekhyun pergi, kehidupan sekolah dimulai. Kelas berjalan seperti biasa, Kim Arin juga masih menyukai perpustakaan dan pulang larut malam. Hari-harinya kembali seperti biasa, dan Kim Arin mulai merindukan Baekhyun. Jika biasanya lelaki itu akan berdiri didepan kelasnya lalu pulang bersama, lelaki itu akan merajuk jika Arin terlalu lama di perpustakaan dan lelaki itu aku bersungut sebal ketika Taehyung mendekatinya. Arin tersenyum tipis, baru satu hari Baekhyun meninggalkannya, kenapa ia sangat merindukannya?

Dibalik jendela kelas yang tertutup titik-titik salju, Arin melamun. Membayangkan betapa ia begitu mencintai.. Byun Baekhyun.

“Kau merindukannya?”

Arin menoleh kesumber suara, dilihat Taehyung yang duduk didepannya lalu ikut memandang jendela kelas.

“Kau terlihat…” Ada jeda diantara perkataannya. Arin melihat Taehyung yang tengah melihat keluar jendela “…sangat menyukainya”

Arin tersenyum “Tentu saja..”

Taehyung menatap Arin “Wah… kau benar-benar sudah berubah”

Baik Taehyung dan Kim Arin mereka saling memandang seolah berbicara dengan pikiran mereka.

“Kau… senang?”

Taehyung seolah membaca wajah Arin “Kau… tidak berpura-pura kan?”

Arin termenung, tak mengerti ucapan Taehyung.

“Sejak dulu, kau selalu pura-pura bahagia… aku benar kan?”

Arin masih terdiam.

“Karena itulah.. aku bilang kau sudah berubah.. kau benar-benar terlihat bahagia sekarang.”

Arin memalingkan wajahnya ke jendela kelas.

“Bagaimana kau tahu?”

Taehyung menyipitkan pandangannya lalu menatap Kim Arin.

“Aku sudah memperhatikanmu sejak lama.”

Arin menatap Taehyung dan giliran lelaki itu yang menatap jendela luar.

“Semakin aku menyukaimu, semakin aku memperhatikanmu. Kim Arin… gadis yang selalu tersenyum dan ceria. Bagaimana ada orang yang selalu bahagia seperti itu..”

Arin masih memperhatikan Taehyung.

“Kau… gadis yang diam-diam menangis di pojok perpustakaan lalu tampak biasa saja dihadapan yang lainnya.. kau gadis yang menangis di halte bis setelah tertawa lama di sekolah… kau… gadis yang suka berpura-pura bahagia di sekolah. Kau gadis itu.. Kim Arin.”

Arin membisu, bagaimana bisa Taehyung tahu semua itu. Apa ia tidak menyadarinya selama ini?

“Aku… selalu ingin bertanya, apa kau tidak lelah?”

“Taehyung…”

“Kapan kau akan berhenti seperti itu?”

Taehyun menatap Arin lalu menunduk “Kim Arin… berhentilah. Jangan membohongi dirimu sendiri.”

Taehyung tersenyum “Hahh… setelah sekian lama. Akhirnya aku bisa mengatakannya.”

Lelaki itu bangun lalu memasukan kedua tangannya kedalam saku “Bye.” Taehyung meninggalkannya lalu gadis itu tersenyum. Entah kenapa apa yang dikatakan Baekhyun dan Taehyung bisa sangat mirip.

Ia meratapi dirinya, bagaimana ia dulu..

Lalu tiba-tiba ia sangat merindukan Baekhyun.

***

Besok Baekhyun pulang. Kim Arin sudah sangat menantikannya. Ia tidak bisa tidur membayangkan betapa ia sangat senang melihat Baekhyun besok. Ia tersenyum diballik selimut.

“Baekhyun.. bagaimana ini.. aku sangat sangat sangat merindukanmu…”

Arin merasa haus, ia turun kedapur dan duduk di kursi pantry, tiba-tiba ayahnya masuk.

“Kim Arin…”

Arin mendengus sebal, kenapa harus melihat Ayahnya malam ini. Menghancurkan mood.

“Bulan depan kau akan pindah keAmerika..”

Arin meletakan gelasnya dengan keras, seakan menolak titah Ayahnya.

“Shirreo.”

“Arin”

“Aku tidak mau.”

Lalu gadis itu meninggalkan sang Ayah. Ditangga gadis itu masih mendengar sang Ayah bicara

“Sekertaris Han akan memindahkan barangmu, kau tidak punya pilihan lain.”

Arin menangis. Bagaimana bisa kedua orang tuanya bisa setega itu pada dirinya. Apa salahnya ia hidup disini, kenapa mereka seakan ingin membuangnya jauh-jauh dari sini. Kenapa mereka begini…

“Appa.. kau tidak tahu betapa menyebalkannya hidupku.”

Sang Ayah mendongak, melihat anak gadisnya di anak tangga

“Aku punya orang tua yang sama sama tidak menginginkanku, aku memiliki masa kecil yang suram, aku tidak punya siapapun sebagai sandaran, aku… harus pura-pura tersenyum dihadapan teman-temanku padahal aku ingin marah ingin mengadu pada siapapun bahwa aku benar-benar tidak bahagia… aku harus tertawa padahal aku sangat ingin menangis… kenapa kenapa harus aku? Kenapa kalian membesarkanku dengan seperti itu? Wae wae????!!!!”

Akhirnya Kim Arin memilih pergi, meninggalkan Ayahnya dan menangis semalaman.

***

Semalaman, Kim Arin tidak tidur. Ia menangis semalaman sampai matanya sembab. Ia merutuki kebodohannya bagaimana dia menemui Baekhyun dengan wajah seperti ini?

Tiba-tiba saja ia malas melakukan apapun. Bahkan sekolah. Tapi tidak dengan Baekhyun. Ia sangat ingin menemui laki-laki itu.

Sesampainya disekolah, Arin berjalan seperti biasa. Tersenyum pada orang-orang yang ia temui lalu menyapa hangat mereka. Setelah beberapa langkah mendekati kelas, ia menoleh kesana kemari, mencari sosok Baekhyun yang belum tampak dimatanya. Padahal alasan ia kemari adalah untuk menemui Baekhyun.

Ia melesu. Menatap keluar jendela seakan moodnya hari ini sudah hancur. Ia akhirnya memilih melipat tangannya diatas meja lalu tertidur, mengabaikan candaan Sojin.

Belum lama ia akan terpejam, seseorang meletakan tangannya diatas kepalannya. Arin terkejut lalu terbangun.

“Annyeong…”

Arin terdiam. Ia sangat ingin memeluk lelaki itu kalau saja tidak sedang dikelas. “Baekhyun…”

“Hehehe… eoh sudah ada guru..” Ujar Baekhyun melihat depan kelas Arin. “Aku akan menemuimu nanti..”

Arin tersenyum lalu merasakan energi yang tiba tiba masuk kedalam tubuhnya. Kehadiran Baekhyun benar-benar mengubah segalanya. Lelaki itu, lelaki dengan senyum yang sangat disukai Arin.

Lelaki itu Byun Baekhyun.

Kim Arin membatin hingga ia menyadari bahwa ia benar-benar sudah sangat

Menyukai

Byun Baekhyun

Apapun yang akan terjadi nantinya.

Ia pikir, ia tak bisa hidup tanpa lelaki itu.

TBC

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Love You More (Chapter 9)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s