[EXO FREELANCE] Secret Admire (Chapter 4)

Title                     : Secret Admire

Author                : JullieKim

Genre                  : Romance, Friendship, Comedy

Length                 : Chaptered

Rating                 : PG 17

Main Cast           : Jennie Kim

Support Cast      : All member Blackpink, Irene Red Velvet, All member EXO, G-Dragon. Cast dapat bertambah sesuai jalan cerita.

Summary            :                “Ketika aku mencintai seseorang, aku akan mencintai nya dengan sepenuh hati dan saat aku berada di titik paling bahagia dalam hidupku dia menghancurkan segalanya. Sejak saat itu, aku mematikan rasa, menutup mata, hati, dan telinga.” -Jennie Kim

               “Ketika aku menutup mataku, aku melihat mata itu dan hatiku merasa sakit. Aku sungguh sangat bodoh membiarkanmu terluka karena Bajingan itu, jika saja aku bukan seorang pengecut, jika saja aku…” -Secret Admire

Disclaimer          : Cerita di buat oleh author dan juga di share di wattpad @jullie_kim

 

Author Note      : Don’t be a plagiator, sorry for typo and thanks to reading my fiction. Please comment and follow @jullie_kim account wattpad.

 

                               Happy Reading. Khamsahamnida… ^_^

 

 

 

 

 

 

Chapter 4

 

 

 

 

Entah sudah berapa kali Jennie menguap, ia melirik Lisa yang tengah terlelap di sebelahnya. Sementara itu, beberepa orang serius memperhatikan penjelasan dosen di depan.

 

 

 

Jennie POV

 

 

Berapa lama lagi mata kuliah ini selesai, aku benar-benar mengantuk mendengar penjelasan dari ibu Shin. Rasanya seperti sedang di bacakan dongeng pengantar tidur, aku melirik Lisa yang terlelap di sebelahku. Anak ini benar-benar punya nyali, dia tertidur setelah menceritakan padaku jika semalaman ia bermain games hingga dini hari dengan Bambam. Bambam anak fakultas ekonomi bisnis, pria yang selalu setia mengantar jemput Lisa kemana saja. Tapi hubungan mereka tidak lebih dari itu, mereka lebih sering terlibat adu mulut, saling tidak mau mengalah, seperti anjing dan kucing yang tidak bisa akur. Tapi aku tau dibalik semua itu mereka saling menjaga satu sama lain. Bambam sudah seperti seorang kakak untuk Lisa.

 

 

Untuk mengalihkan rasa kantuk yang semakin menyerang, aku membuka ponsel dan terdapat sebuah pesan dari nomor tak di kenal yang kunamai ‘That XX’.

 

 

From: That XX

 

Selamat pagi, apa tidurmu nyenyak?

Semangat untuk kelas pagimu, perhatikan saat dosen menerangkan Jenn..jangan tiru Lisa..

 

 

 

 

Aku mengerutkan kening, bagaimana bisa dia tau tentang kebiasaan Lisa. Aku memperhatikan teman-temanku tapi tidak ada yang mecurigakan, beberapa dari mereka sedang fokus memperhatikan ibu Shin dan sisanya sama sepertiku sedang mati-matian menahan kantuk. Tak mau ambil pusing, aku membuka aplikasi instagramku lalu mengupload sebuah foto.

 

 

“GD with J”

@richardlee like your photo’s

@GD like your photo’s

@KimHee like your photo’s

@Dara like your photo’s

@Chae like your photo’s

@Jichuu like your photo’s

@Lay like your photo’s

 

RLee            : Jennn janggnimm kau tak merindukanku? (ikon cry)

Me              :  -_-

RLee            : Kau membuat Oppa patah hati Jen

GD               : Patahkan saja hatinya Jen

RLee            : Kau menyebalkan Hyung

GD               : Urus saja urusanmu sendiri

SuhoK         : Jenn, belajar yang benar

ByunB          : Kau mematahkan hatiku

Sehun          : (ikon patah hati)

Kai              : memangnya kau punya hati?

ByunB          : kkamjjong

Sehun          : kkamjjong

Lay              : kkamjjong

Xiu              : kkamjjong

Suho           : hitam

D.O              : gelap

Yeol             : suram

Nalalisa       : (ikon patah hati)

Jichuu         : kau membajak ponsel Lisa jennn

Chae            : Jennie mewakili Lisa yang berada di alam mimpi

Me              : hitam, gelap, suram itu memang kim jongin

Jichuu         : Gunakan ponsel masing-masing untuk berkomentar @Nalalisa

Chae            : Kelakuan anak zaman NOW

Suho           : Perhatikan pelajaran !!!

ByunB          : Orangtua

Jichuu         : Orangtua

Me              : Orangtua

Yeol             : Orangtua

  1. O : Orangtua

 

 

 

 

Aku mengembalikan ponsel Lisa dan mengambil kembali ponselku yang tengah di kuasai Lisa. Lisa hanya tersenyum lebar saat aku memergokinya tengah membuka galeri ponselku.

 

 

“Jennie-ahh, apa kau dan GD Oppa pacaran?”

 

“Hmm..wae?”

 

“Jinjjaaaaaa??” Lisa berteriak yang membuat ia mendapatkan tatapan tajam ibu Shin.

 

“Lalisaaaaa, setelah ini ikut ke ruanganku!”

 

“Nee saem”

 

.

 

 

.

 

Kulihat Lisa hanya tertunduk pasrah, dan aku menggumamkan ‘Maaf’ sembari tersenyum kecil padanya. Lisa balas tersenyum padaku dan mengatakan bahwa ia ingin aku mentraktirnya makan sebagai bentuk perayaan atas hubunganku dan GD Oppa. Mengingat itu aku hanya tersenyum saja, aku dan GD Oppa bahkan tidak memiliki perasaan lebih dari hubungan kakak adik. GD Oppa hanya menganggapku adiknya, begitupun sebaliknya.

.

 

 

.

 

 

Flashback On

 

 

 

Pertemuan kami berawal dari aku yang saat itu tengah patah hati karena seorang namja yang bahkan tak ingin ku ingat lagi. Malam itu, aku benar-benar kacau dan dengan berani aku memasuki sebuah club malam. Suara hingar bingar musik yang menghentak langsung terdengar begitu aku memasuki club. Aku masih ingat betapa menjijikan pemandangan di dalam sana, banyak orang yang sudah mabuk bahkan sudah ada  beberapa pasangan yang berciuman panas di lantai dansa. Akal sehat kembali menguasaiku, ini salah tidak seharusnya aku berada disini.

 

 

 

 

Saat aku akan meninggalkan tempat ini, tanganku di tarik oleh seseorang. Kurasakan nyeri pada punggungku yang membentur dinding club. Saat mendongkakkan kepala, aku melihat seorang pria sekitar 40 tahunan memegangi pundakku, bau alkohol begitu menusuk penciumanku saat pria itu mendekatkan wajahnya padaku. Aku memberontak sekuat tenaga, aku merasakan perih di pipiku saat pria itu melayangkan tamparan di pipiku. Ketika pria itu akan menamparku kembali, aku lihat pria itu terjembab ke lantai. Ada seorang pria yang saat itu melanyangkan tinju berkali-kali pada pria mabuk tadi. Setelah cukup puas, pria itu menatap ke arahku lalu membuka jas yang ia pakai. Pria itu menghampiriku dan menyampirkan jas miliknya di bahuku, kemudian menuntunku keluar dari club.

 

 

 

Pria itu membawaku ke sebuah minimarket yang tidak jauh dari sana, ia mendudukanku di sebuah kursi yang memang di sediakan minimarket. Sementara pria itu masuk kedalam, pikiranku melayang pada kejadian yang baru saja aku alami. Bagaimana jika pria itu tidak menolongku, aku bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padaku. Tapi apa pria itu pria baik-baik, lagipula mana ada pria baik-baik yang datang ke club. Aku meremas jari-jariku memikirkan bagaimana jika pria ini berniat jahat padaku. Aku terkejut saat kursi di depanku berderit, dan kulihat pria itu duduk disana memandangku.

 

 

 

“Tenang saja, aku tidak berniat buruk padamu. Minumlah dulu, setidaknya tubuhmu akan relaks setelah mendapat asupan gula.”  Pria itu menyodorkan minuman padaku.

 

“Gomawo…” cicitku.

 

“Apa kau takut padaku?” Tanya nya.

 

“Ehh..tii ..tidak”

 

“Hahaha, kau tidak perlu takut. Oh ya namaku Jiyoung..Kwon Jiyoung atau kau cukup memanggilku GD saja, jadi siapa namamu?”

 

“Jennie…Kim Jennie.”

 

“Ahhh, jadi Jennie-ssii mau bercerita padaku?”

 

“Aap apaa maksudmu Jiyoung-ssii?”

 

“Jujur saja, aku mengikutimu dari jembatan sampai club tadi. Aku pikir kau akan melompat tadi, tapi syukurlah kau tidak melakukannya” dia mengatakannya sambil tersenyum hangat padaku.

 

“Mwo???”

 

.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

To be continued…

 

 

 

 

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s