[EXOFFI FREELANCE] Veni Vidi Vici (Chapter 6)

Title : Veni Vidi Vici

Author : chocolate crush

Length : chapter 6

Genre : Fantasi, comedy & romance

Rating : PG 15

Main cast : Amanda Lee – Oh Sehun – Park Yeong Jae

Additional cast : find by your self

Summary : Amanda lee. Gadis keturunan korea-indonesia yang tergila-gila pada grup idol dunia EXO. Kedekatannya dengan grup tersebut membawanya pada sebuah rahasia terbesar dari grup tersebut.

Disclaimer : FF ini murni buatan aku. cerita ini udah lama banget muter-muter dikepala aku dan baru bisa terlampiaskan(?) sekarang. Enjoy my story~~~

***

“Oh? Ini dompetmu jae hwan-ah?” tanya ny. Kim yang menemukan sebuah dompet terjatuh diatas rumput dibawah meja.

Jaehwan melihat dompet tersebut lalu menggeleng. “Bukan. Ku rasa itu punya salah satu dari para pria-pria mabuk itu.” Ujar jaehwan sambil melirik kearah amanda.

Amanda merampas dompet tersebut paksa dari tangan jaehwan dengan tatapan tajamnya. “Jangan pernah menjelek-jelekkan mereka!” ancam amanda.

“Kalau aku tidak mau?” tantang jaehwan.

“Maka aku akan mencukur rambutmu ditengah malam saat kau tidur.” balas amanda tak kalah sengit.

“Kau yakin? Kau saja tidur seperti mayat. Mana mungkin kau bisa terbangun ditengah malam.” Ledek jaehwan.

Amanda mendecih kesal. “Lihat saja nanti!”

Amanda lalu pergi meninggalkan jaehwan dan juga ny.kim yang tampak tak perduli dengan perkelahian kedua anaknya. Sudah biasa mereka seperti itu..

Ny. Kim bahkan heran, mereka sudah lama tidak bertemu tapi saat bertemu kebiasaan mereka yang selalu bertengkar tak pernah hilang dimakan waktu.

Amanda keluar dari rumahnya dengan memakai hoody dan menutup kepalanya. Sebelum menuju rumah EXO yang berada disebrang rumahnya dia terlebih dahulu melihat kekanan dan kekiri dan mengamati setiap mobil yang terparkir disana.

Amanda hanya waspada siapa tau ada wartawan dari salah satu media yang terkenal suka sekali menguntit kehidupan para artis dan berakhir dengan terbongkarnya skandal percintaan mereka.

Dan amanda tak mau menjadi salah satu dari itu. Bukan apa-apa. Dia hanya tidak mau tiba-tiba muncul artikel.

seorang sasaeng fans dari EXO! Terlihat sering menyusup kedalam rumah milik EXO!’

Amanda merinding jika sudah membayangkan hal gila tersebut. Bisa-bisa jika artikel itu keluar maka kesempatan hidupnya dibumi hanya tinggal menghitung hari, tidak! Tapi detik.

Setelah memastikan keadaan aman, amanda berlari dan masuk kedalam pekarangan rumah didepannya lalu menekan bel.

“Apa mereka sudah tidur?” gumam amanda karna tidak ada yang satu dari mereka yang membukakan pintu.

Amanda mencoba mengetuk pintu tersebut namun pintu itu langsung terbuka.

“Tidak dikunci? Dasar! Bagaimana bisa mereka seceroboh ini. Kalau ada yang masuk diam-diam bagaimana.”

Amanda akhirnya masuk kedalam rumah itu. “Oppa? Apakah kali…an…”

Tubuh amanda menegang seketika. Tubuhnya mendadak terasa kaku. Bahkan dompet yang dipegangnya jatuh terlepas dari tangannya.

Tepat didepan amanda saat ini dengan jarak yang cukup dekat ia bisa melihat dengan jelas sebuah kejadian aneh. Yang bisa dibilang diluar nalar manusia.

Baekhyun yang membuat ruangan menjadi terang, xiumin yang membuat ruangan tersebut menjadi bersalju, belum lagi suho yang tiba-tiba sudah mengisi air hanya dengan meletakkan gelas ditelapak tangannya.

Dan yang paling parah dari semua itu adalah saat amanda melihat dengan jelas bagaimana kai yang tiba-tiba menghilang hanya dengan sebuah jentikan jari tangannya.

Tubuh amanda bergetar hebat, kedua tangannya mendadak dingin dan kedua kakinya sudah tak bertulang lagi. Amanda memundurkan tubuhnya lalu memegangi dinding disebelahnya.

Dia butuh tempat berpegang, dia bahkan ingin pingsan rasanya.

“A..amanda?” suara sehun membuatnya tersadar dan langsung menatap pria yang sama terkejutnya dengan dirinya.

Sehun berjalan pelan kearah amanda. Amanda yang masih belum mengerti dengan situasi dihadapannya hanya menatap sehun dengan tatapan takut.

“Dengar… aku bisa jelaskan. Semua yang kau lihat ini…”

Amanda mengankat satu tangannya membuat sehun berhenti berbicara.

“A…aku… aku… maksudku… kalian… kalian…”

Brak

“AMANDA!”

***

“Bagaimana ini sehun-ah? Apa dia akan ketakutan setelah ini?” tanya kai cemas.

“Bagaimana bisa dia ada disini?” tanya kyungsoo.

“Apakah dia akan baik-baik saja?” sambung chanyeol.

Sehun menatap tajam ketujuh orang yang tengah terduduk dengan wajah cemas. “Kalian bertanya padaku bagaimana?!”

“Semua ini karna kebodohan kalian yang tidak bisa mengontrol diri kalian!” bentak sehun.

Sehun memijat leher belakangnya. “Apa kalian tau betapa sangat ketakutannya wajah amanda saat melihat kalian saling pamer kekuatan? Hah?”

“Kenapa kau marah-marah?! Lagipula ini bukan sebuah kesengajaan!” balas kai.

“Bagaimana aku tau kalau dia akan masuk kedalam rumah ini dan melihat semuanya.” Sambung kai lagi.

“Ah sudahlah! Kenapa gadis bodoh ini belum sadar juga?!” ujar sehun kesal.

Sudah hampir satu setengah jam amanda pingsan. Dan seluruh member dirumah ini menunggu dengan cemas.

“Eunghh…”

Sebuah lenguhan kecil keluar dari bibir amanda membuat sehun langsung mendekat kearah amanda.

“Amanda?”

Gadis itu mencoba membuka matanya perlahan dan membiasakan matanya dengan cahaya lampu. “A..aku dimana?” lirihnya.

“Kau di rumah kami.” Jawab sehun.

Amanda mencoba bangkit dan duduk bersandar pada sandaran sofa. Lalu dia menatap satu persatu pria yang juga tengah menatapnya.

Saat ingatannya mulai pulih wajah amanda kembali memucat dan dia memundurkan sedikit tubuhnya. Tangannya masih bergetar dan dia menatap takut pada kedelapan pria didepannya.

“Amanda? Kau tidak usah takut. Kami masih EXO yang sama.” Ujar kyungsoo membuka suara.

Amanda masih bergeming ditempatnya.

“Soal yang kau lihat tadi… semua itu benar adanya.” Sambung kai mencoba menjelaskan.

“Berarti, aku…ti…tidak sedang bermimpi?” cicit amanda.

Sehun menggeleng.

“Kami bukanlah manusia biasa seperti yang lainnya. Kami… sedikit berbeda. Ya begitulah.”

“Apa kalian alien?” cicit amanda.

Kai memiringkan kepalanya sedikit kekanan. “Bisa dibilang begitu…”

“Apa kalian juga berasal dari planet lain? Maksudku EXOPlanet?”

Mereka berdelapan mengangguk kompak. Amanda sontak menutup mulutnya dengan kedua tanganya dengan raut wajah terkejutnya.

“Ja…Jadi EXOPlanet itu ada? Bukan hanya sekedar karangan?”

Kai kembali mengangguk. “Ne. Isseo.”

“Wah…daebak.”

“Jadi apa kau sekarang takut kepada kami?” tanya sehun hati-hati.

Amanda menggeleng samar. “Tidak! Hanya saja aku masih belum terbiasa? Ne.. geurae..

“Dan amanda-ya? Ku harap kau bisa menyimpan rahasia ini arraseo?” ucap suho.

“Ne! Aku akan menjaganya sampai mati. Jinjjayo!!” amanda mengangkat jarinya membentk huruf V.

“Ah kalau begitu aku pamit pulang. Aku takut eomma akan khawatir.” Pamit amanda.

“Tunggu! Apa ini milikmu?” tanya kyungsoo sambil memberikan sebuah dompet kepada amanda.

Amanda memandang benda itu. “Bukan kah ini milik salah satu dari kalian?” tanya amanda.

Kedelapan pria itu menggeleng kompak. “Dimana kau menemukannya?” tanya sehun.

“Ditempat kita makan malam. aku pikir itu milik kalian. Jadi bukan?”

Sehun mengangguk.

Baekhyun yang teringat sesuatu langsung menjentikkan jarinya sambil menunjuk wajah amanda. “Mungkin itu milik kekasihmu.” Ujar baekhyun.

“Pria itu bukan kekasihnya!” ucap sehun dengan nada yang tinggi membuat yang lain terkejut dan langsung memandang wajah sehun.

Sehun yang mendapat tatapan penuh curiga dari para membernya merasa disudutkan.

Sehun berdehem pelan. “A…aku hanya mencoba meluruskan hal yang benar.” Ujar sehun.

“Lagipula kalau pria itu menjadi kekasihnya. Apa masalahnya dengamu.” Cibir Kai.

Sehun melirik tajam kai, begitu juga kai yang tak kalah sengit menatap si magnae itu.

“Lebih baik kau segera menelponnya. Dia mungkin sedang mencarinya saat ini.” saran suho.

“Ne… kalau begitu aku pamit pulang.” Amanda membungkukkan tubuhnya lalu berjalan pelan keluar menuju rumahnya.

Setelah kepergian amanda kai berjalan mendekati sehun dengan tatapan yang sulit diartikan.

Mwo?!” tanya sehun kesal.

“Pintu kamarku selalu terbuka jika kau ingin bercerita.” Bisik kai.

Sehun semakin menatap kai kesal. “Tidak! Aku tidak akan pernah menceritakan apapun padamu!”

Kai mengangkat kedua bahunya lalu berjalan mendahului sehun menuju kamarnya.

“Aishhh…”

 

***

Brak

“YA! kau mengagetkanku bodoh!” teriak seorang lelaki yang kini tengah duduk sambil mencoret-coret kanvas didepannya.

Sorry..” pria yang lebih muda yang baru saja datang langsung duduk disofa dan menyandarkan tubuhnya disana.

“Kau habis dari mana?” tanya sang pria yang masih sibuk dengan lukisan yang akan digambarnya.

“Menemui seseorang.” Jawab yang lebih muda.

Pria yang lebih tua hanya menangguk dan tak berniat bertanya lagi.

Hyung?” panggil si pria yang lebih muda.

“Hmm.”

“Aku menemukan mereka.” ujar sang pria yang lebih muda.

“Siapa yang kau maksud?” pria yang lebih tua masih tak bergeming.

“Musuh kita.”

Pria yang lebih tua langsung menghentikan gerakan tangannya, raut wajahnya berubah dingin dengan rahang yang perlahan mengeras.

“Bagaimana bisa?”

“Sebuah ketidak sengajaan lebih tepatnya. Soseorang yang ku temui hari ini ternyata mengenal mereka.” jelas yang lebih muda.

Yang lebih tua membalik tubuhnya dan menatap wajah sang adik dengan tatapan tajamnya. “Aku tidak tau siapa orang yang kau maksud. Tapi aku hanya ingin kau bisa terus dekat dengannya. Bagaimanapun mereka harus secepatnya tersingkir.”

“Kita sudah terlalu lama menunggu.”

Pria yang lebih muda menganggukkan kepalanya. “Ne hyung!”

***

Amanda masuk kedalam rumahnya dan menemukan sang kakak dan juga ibunya masih duduk diruang tv menonton drama.

“Kau tidak jadi mengembalikan dompet milik mereka?” tanya ny. Kim yang melihat putri nya masih memegang dompet hitam tersebut.

Amanda ikut melihat dompet ditangannya. “Ini bukan milik mereka. ini sepertinya milik temanku.” Jawab amanda

“Temanmu? Siapa?” tanya ny.kim

“Yeong jae. Park yeong jae. Tadi dia sempat berkunjung kemari tapi tidak lama. eomma tidak melihatnya? Tanya amanda.

“Eoh. Eomma tidak mengetahui kalau ada yang datang berkunjung kemari.” Jawab ny. Kim.

Amanda nampak berpikir, “Baiklah. Akan ku tanyakan saja padanya.”

Amanda berjalan masuk kedalam kamarnya. Mengambil ponselnya hendak menghubungi yeong jae tapi dia lupa kalau dia tidak meminta nomor ponsel pria itu.

“Ku simpan saja. Nanti juga dia akan menelpon.”

***

Rutinitas pagi amanda kini adalah pergi ketoko buku miliknya dan siap-siap untuk membuka toko tersebut.

Nana berjalan dari rumahnya menuju halte bis, mengingat kakaknya bersikeras tak ingin mengantar amanda karna alasan pria itu masih mengantuk.

“Dasar menyebalkan! Ini bahkan sudah hampir pukul 10 dan apa katanya? Masih mengantuk?!” gerutu amanda sepanjang jalan.

Ia tiba dihalte bis dan duduk dikursi, sambil menunggu kedatangan bus tersebut.

Tin tin

Tubuh amanda terpelonjak kaget mendengar suara klakson mobil yang tepat dihadapannya.

Kaca mobil itu diturunkan dan menampilkan sosok pria dengan kaca mata hitam bertengger dihidungnya.

Amanda mengerutkan keningnya dengan mata memicing mencoba mengenali sosok itu. “Apa yang kau lihat? Ayo masuk!” ujar pria itu.

“Park yeong jae?” panggil amanda.

“Iya! ini aku. ayo masuk.” Amanda mengangguk ia berjalan masuk kedalam mobil milik yeong jae.

“Kau ingin ketoko buku?” tanya yeong jae saat diperjalanan.

Amanda mengangguk. “Oh. Ah… ini dompet milikmu bukan?” tanya amanda sambil memberikan sebuah dompet kulit berwarna hitam yang diambilnya dari dalam tasnya.

“Bagaimana bisa?” tanya yeong jae kaget.

Sebenarnya dia juga tak tau kalau ia kehilangan benda itu.

“Aku rasa kau tidak sengaja menjatuhkan saat kerumahku tadi malam.” jelas amanda.

Yeong jae mengangguk sebagai jawaban. “Benar juga.”

“Tapi ada yang aneh…” amanda menggantungkan ucapannya dan menatap curiga pria yang fokus menyetir disebelahnya.

Yeong jae melirik sekilas. “Tentang?”

Eomma bilang bahwa dia tidak melihat kau datang. lalu bagaimana bisa kau masuk kedalam rumahku?”

Tubuh yeong jae menegang. Bola matanya meliar. Yeong jae kembali membuat raut wajahnya tenang. Lalu tersenyum.

“Semalam saat aku berkunjung aku mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Dan ternyata pintu rumahmu tidak terkunci jadi aku segera masuk.”

“Maaf kalau aku lancing.” Jelas yeong jae.

Amanda masih menatap wajah pria itu dengan pandangan penuh curiga membuat yeong jae menjadi waspada. Namun setelahnya amanda tersenyum sambil menepuk pelan bahu yeong jae.

“Hahaha… kenapa kau tegang sekali?! Aku tidak mencurigaimu.”

Yeong jae menghela nafas lega dan ikut tertawa denan canggung.

“Eum… kau dekat dengan mereka?” tanya yeong jae.

Amanda menoleh kearah yeong jae. “Mereka?”

“Hmm. EXO. kau dekat dengan mereka?” tanya yeong jae lagi.

Amanda terdiam. Dia ingin menjawab tidak. Tapi bagaimanapun pria ini sudah melihat bagaimana akrabnya mereka saat dirumahnya kemarin malam.

“Ya… begitulah. Aku mengenal mereka. tapi aku mohon padamu untuk merahasiakan ini ya? aku tidak mau ada hal buruk yang terjadi pada mereka.” mohon amanda.

Yeong jae melirik kearah amanda lalu tersenyum sambil mengangguk.

“Kau tenang saja. Aku pria. Dan aku memegang janjiku.”

Gomawo…”

Mereka berdua kembali terdiam. Sedangkan pria disebelah amanda sedang menyusun sebuah rencana didalam otaknya.

Sambil sesekali melirik kearah amanda yang tampak fokus pada jalan dihadapannya.

“Setelah menunggu hampir 300 tahun. Akhirnya tiba juga waktuku untuk memusnahkan mereka. dan kembali menguasai pohon kehidupan.”

.

.

.

Maaf banget ya buat telat update nya L

Soalnya dikantor lagi sibuk banget huhuhu

Untuk part ini maaf ceritanya agak pendek. Tapi semoga kalian pada masih setia nungguin dan mau baca cerita aku ya….

Gomowoyong~~~~~

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Veni Vidi Vici (Chapter 6)”

  1. Ku maaf kan walau telat dan pendek..hehe. wah musuhnya exo dah muncul nih, kasian amanda cuma diperalat sama young jae nantinya..huhu. lanjut thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s