[EXOFFI FREELANCE] Counting Stars (Drabble)

Counting Stars

aliensss

Genre : au, drama, romance, angst

Length : drabble

Cast :

Park Chanyeol (exo) ǁ Kim Sae Jin (oc)

Summary

Tentang alasan Sae Jin mengapa ia tak lagi suka langit dengan banyak berbintang

Disclaimer : Cerita ini dibuat untuk hiburan semata. Jika terdapat kesamaan tokoh atau ide cerita, itu murni hanya kebetulan. Cast milik yang berhak atas mereka. Harap maklum untuk kesalahan ejaan yang ada. Terinspirasi dari sebuah postingan di fb.

Happy Reading…

♣ ♠ ♣

Sae Jin tak ingin menghentikan langkahnya. Ia bilang ia sudah kebal dan harusnya sudah lumrah dengan pemandangan yang sekarang tersaji di depannya. Tapi berulang kali ia mengingatkan diri, berulang kali juga ia lupa. Alhasil, gadis itu tetap mematung ditempat dan mengamati dua orang yang tengah saling menempelkan bibir di sudut kelas.

Bukan soal tidak sopannya mereka karena sudah bermesraan di tempat umum. Bukan pula soal tatapan iba beberapa mahasiswa di kelas itu pada dirinya. Sae Jin sedang bingung pada dirinya sendiri.

Aku ini gadis gila dan punya kelainan mental. Memvonis diri sendiri, Sae Jin melangkah menuju bangkunya dan duduk.

Tak lama pria itu pun mendatanginya. Duduk disebelahnya sembari menggenggam tangannya, layaknya tak terjadi apapun sebelum ini.

“malam ini, kita jalan-jalan ya?” bujuk pria itu dengan senyuman licik.

Chanyeol. Nama si rubah itu Chanyeol. Sekedar mengingatkan, dulu Sae Jin bilang senyuman itu menakjubkan.

“kemana?” menjawab seadanya, Sae Jin membuka bukunya

“jalan-jalan ditaman sembari melihat langit berbintang. Bukankah kau suka langit?”

Pukul kepala Sae Jin atau segera rujuk ia ke pusat rehabilitasi kejiwaan. Setelah semuanya, setelah semua deretan gadis-gadis itu dan bahkan setelah adegan tadi, Sae Jin masih saja merasa senang atas tawaran murahan Chanyeol.

“tebakanku bilang, malam ini akan sangat banyak bintang di langit. Kau suka ‘kan?” kata Chanyeol lagi

Banyak. Sepuluh? Dua belas? Tiga belas? Atau mungkin semua mahasiswi di universitas ini. Mendadak Sae Jin lupa ia suka dengan banyaknya bintang di langit malam.

“seberapa banyak?” tanya gadis dengan tatapan penuh arti juga senyuman perih

“…sangat banyak hingga kau tak bisa menghitungnya”

Jadi sudah sebanyak itu? lalu kenapa kau masih membuatku berada disampingmu? Kenapa kau tak melepaskanku saja? Kenapa masih menahanku? Dan kenapa aku masih tak ingin beranjak dari sisimu?

“aku tak mau. Kalau kau mau jalan-jalan, nanti sore saja”

Mulai sekarang Sae Jin putuskan untuk tak lagi suka pada langit yang banyak bintangnya. Sangat banyak hingga tak bisa dihitung. Brengsek !

“kenapa? kau tak suka melihat bintang yang banyak lagi?”

Satu anggukan Sae Jin berikan sebelum gadis itu menutup bukunya. Kedua matanya lalu menatap focus pada wajah Chanyeol. Satu decihan gadis itu keluarkan sebagai ganti satu umpatan yang tertahan di kerongkongannya. Ia membuka tas pensilnya dan mengambil selembar tisu dari sana.

“mulai sekarang, aku tak suka langit malam dengan banyak bintang” kata gadis itu sembari membersihkan noda delima di sudut bawah wajah Chanyeol. Noda itu hilang, tapi tentu saja tak serta merta menghapus kejadian tadi.

“kenapa?”

Diam sebentar Sae Jin mengarahkan telapak tangannya pada pipi Chanyeol dan mengelus disana dengan sayang. Harusnya dilayangkan saja telapak tangan itu.

Tak kunjung mendengar Sae Jin menyuarakan alasannya, Chanyeol kembali bertanya, “kenapa?”

“banyaknya bintang itu mengingatkanku soal sudah berapa banyak gadis yang meninggalkan noda merah tadi diwajahmu dan sudah sesering apa aku menghapusnya dengan tanganku sendiri”

-Fin

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s