[EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Tenth Page

I M P E R F E C T

By Damchuu

Oh Sehun x Park Hyojin

| School-life, Fluff, Hurt  | Series / PG-15 |

DISCLAIMER:

This story and characters are fictitious. Certain long-standing institutions, agencies, and public offices are mentioned, but the characters involved are wholly imaginary. |

 

Previous: [First Page] [Second Page] [Third Page] [Fourth Page] [Fifth Page] [Sixth Page] [Seventh Page] [Eigth Page] [Ninth Page]

Look from every side she is perfect. Perfect daughter for her parents, perfect student for her teacher. Also. Perfect demon for her nightmare.

 

-oooOooo-

“Sedang apa kau di sana?”

“Jangan pedulikan aku, kalian lanjutkan saja.”

Sehun kembali melipat kedua tangannya di dada dan bersandar di ujung ruangan. Sedang di sisi yang lain Chanyeol dan Hyojin tengah duduk berhadapan dengan sebuah gitar di pangkuan masing-masing.

“Dari yang kutahu di sekolah ini tidak memerlukan tes untuk masuk ke sebuah ekstra. Mereka yang berminat tinggal menyerahkan formulir pendaftaran kemudian… diterima.” Sehun ikut menyentikkan jarinya di akhir kalimat. Membuat salah satu petikan gitar yang awalnya mengalun dengan indah berhenti karena Chanyeol tidak sengaja menekan senar yang salah. Dalam hati ia mengutuk konsentrasinya yang mudah sekali pecah hanya karena perkataan seperti itu.

Menyadari ruangan menjadi hening kembali, Sehun lantas menoleh, “Kenapa berhenti?” Detik selanjutnya ia menepukkan tangannya seolah menyesal, “Ah… jangan pedulikan aku. Aku sedang berbicara sendiri.”

Itu adalah kalimat ‘jangan pedulikan aku’ kesepuluh yang Chanyeol dengar dalam 30 menit ini. Katakan dirinya kekanakan. Jika Sehun hanya memprotes segala hal di ruang musik dari kursi yang kurang sampai tidak adanya AC, Chanyeol masih maklum. Tapi parahnya Sehun terkadang menghampiri, menyenggol, bahkan dengan sengaja memutar bagian turner sehingga Chanyeol terpaksa harus menyetel ulang gitarnya.

“Keluar!” Chanyeol akhirnya mengatakan kalimat itu setelah mengumpulkan semua kekesalannya.

Sehun menggeleng, “Di luar panas.”

“Keluar!” ulang Chanyeol lagi. Kali ini diikuti gerakan tangan menunjuk tepat ke arah pintu.

“Seh-”

“Baiklah-baiklah. Aku keluar. Silahkan nikmati waktu berdua kalian!” Tentu saja yang terakhir bukan dari Chanyeol. Itu suara Hyojin. Ia terlalu lelah mendengarkan perdebatan duablaki-laki berusia 18 tahun yang hampir mirip anak TK. Benar saja, belum selesai perkataannya Sehun terlebih dulu berjalan keluar sembari menghentak-hentakkan kakinya bak anak kecil.

“Dasar.” Hyojin memandangi punggung Sehun sembari sesekali tertawa. Chanyeol yang melihat reaksi Hyojin tersebut lantas bertanya.

“Apa yang ku harapkan dari laki-laki sepertinya?”

“Kenapa? Dia lucu.”

“Seperti itu kau sebut lucu?” Chanyeol yang mendapati anggukan Hyojin menghela napasnya berat, “Padahal kalau kau memilihku, aku bisa lebih baik dari dia.”

Hyojin tersenyum simpul. Kenapa arah pembicaraannya tiba-tiba kemari?

“Sampai mana kita tadi?” ucap Hyojin berusaha mengalihkan pembicaraan. Chanyeol lalu menunjuk salah satu birama di partitur musik dan Hyojin dengan lincah segera memainkannya.

Sekitar sepuluh menit kemudian keduanya baru keluar. Melihat pintu di hadapannya terbuka membuat Sehun langsung menyimpan ponselnya di saku dan kembali menampilkan senyum terindahnya, “Sudah selesai?” tanyanya bak pelayan yang menunggu tuannya selesai dari rapat.

“Berkatmu.”

Sehun tersenyum sendiri mendengar nada kesal dari Chanyeol. Tanpa aba-aba ia meraih tangan Hyojin dan langsung menariknya ke arah kantin.

“Tunggu!” Chanyeol terlebih dulu meraih bahu Sehun sebelum keduanya menjauh, “Kita masih perlu bicara.”

“Tentang-ah, benar juga. Hari ini kan?”

Chanyeol tidak perlu mengangguk untuk menjelaskan. Pria itu langsung menunjuk halaman belakang dengan jempolnya. Sehun membalas dengan anggukan.

Sedangkan Hyojin yang tidak mengerti arah pembicaraan kedua laki-laki ini menggoyangkan tangan kanannya yang masih berada dalam genggaman Sehun. Mulutnya merapalkan, “Ada apa?” ketika Sehun menoleh. Namun laki-laki itu malah tersenyum. Yang lebih menyebalkan adalah Sehun tidak mau menjawab pertanyaannya dan malah memintanya membeli beberapa makanan di kantin untuk mereka. Bahkan sebelum Hyojin sempat menyuarakan protesnya Sehun sudah terlebih dulu berlari mengekori Chanyeol.

“Dasar menyebalkan!”

oOo

Di halaman belakang Chanyeol dan Sehun duduk berhadapan. Suasana di sana memang sedikit suram mengingat tidak banyak siswa yang mau berkunjung karena ada rumor yang mengtakan tempat ini berhantu. Namun hanya karena hal tersebut jangan harap keduanya akan diam dan saling menatap bak adegan drama akhir pekan. Nyatanya sejoli ini tidak bisa berhenti berargumen dari tadi. Alhasil halaman belakang yang hanya diisi dua orang lebih tampak seperti sepuluh orang yang tengah berkumpul.

“Jadi bagaimana?”

Chanyeol menggeleng, “Aku tidak akan mengakuinya sampai kapan pun!”

Tapi Sehun tampaknya tidak menggubris ucapan Chanyeol barusan. Ia malah dengan santainya berkata, “Jadi kapan kau akan menyerahkan motormu?”

Apakah Sehun lupa memberi tahu perjanjian lanjutan mereka?

Kalau boleh jujur, sebenarnya taruhan ini sama sekali tidak menguntungkannya. Ini lebih seperti Menang jadi arang kalah jadi abu. Sayangnya Sehun tidak sebodoh itu dengan membiarkan dirinya terjebak. Karena itu ia membuat perjanjian tambahan dengan Chanyeol, yaitu barang siapa yang kalah harus bersedia menyerahkan motornya sebagai hukuman. Beruntung sekali laki-laki itu dengan senang hati langsung menyetujui usulannya sehingga Sehun tidak perlu memikirkan rangkaian kata manis lain.

“Hanya di mimpimu! Lagipula, kenapa juga aku harus mengalah pada orang yang berbohong?”

What make you think if I’m lied? Terlebih, memangnya kata ‘tulus’ pernah tertera di sini?”

“Jadi kau mengakui jika hubunganmu dengan Hyojin hanya kebohongan belaka?”

“Tentu saja bukan.”

“Bahkan dari cara bicaramu saja aku sudah tahu kau sedang berbohong.”

“Berhenti berbelit-belit. Apa susahnya mengaku kalah?”

“Tapi kenyataannya kau yang kalah.”

“Baiklah, anggap aku kalah saat ini dan jelaskan alasannya.”

First of all, you’re lied.”

“Ugh, menyebalkan. Harus berapa kali kukatakan kalau aku tidak berbohong?!”

“Bagaimana aku percaya perkataanmu itu?”

Suara derap langkah seseorang seolah memotong pembicaraan mereka. Itu Hyojin yang datang dengan tiga kaleng minuman di tangannya. Tanpa basa-basi ia menaruh ketiganya di tengah-tengah meja. Lumayan keras-cukup untuk membuat Chanyeol dan Sehun tersentak. Kemudian dengan gerutuan yang tidak lepas dari mulutnya, Hyojin duduk di samping Sehun.

“Hanya ini?” sindir Sehun namun tetap membuka penutup kaleng dan meminumnya.

Hyojin lantas berdecih, “Hanya?” Nada suaranya meninggi, “Kuberi tahu sesuatu, aku ini bulan babumu. Kalau kau memang lapar, kenapa tidak ke kantin sendiri saja? Tangan dan kakimu tampaknya masih cukup sehat untuk berjalan kesana sendiri daripada terus-terusan menyuruh orang lain.”

“Baiklah-baiklah. Berhenti mengomel, kau terlihat persis nenek-nenek,” ejek Sehun. Saking gemasnya tangannya terulur untuk mengacak rambut Hyojin yang dibiarkan terurai melebihi bahu.

“Berhenti mengacak-acak rambutku. Kau tahu butuh berapa lama aku merapikan ini?” Hyojin menepis tangan Sehun dengan wajah cemberut khas miliknya. Sayangnya hal tersebut malah membuat Sehun semakin semangat menjahili Hyojin. Bukannya menarik tangannya, Sehun justru mengganti target dengan menyerang pipi Hyojin. Memang tidak chubby, tapi cukup lucu untuk dimainkan.

You look so fake.”

Tampaknya ada yang melupakan keberadaan Chanyeol disini.

Masih dengan seringainya, Chanyeol menumpukan kepalanya pada kedua tangan. Maniknya menyipit, seolah tidak akan membiarkan satu pergerakan pun lolos dari pengawasannya.

“Dia iri, jangan pedulikan.” Sehun menyikut lengan Hyojin pelan, membuat pemiliknya mengaduh tanpa suara.

Anehnya kali ini Hyojin seperti ikut terbawa dalam permainan Sehun, “Begitukan?” Selanjutnya ia kembali berlagak tidak acuh bak melupakan semua yang terjadi sepuluh menit sebelumnya.

“Jadi kalian sepakat bersekongkol?” Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, “Menarik.”

Kali ini giliran Sehun yang dibuat heran mendengar komentar yang kelewat pendek untuk ukuran seorang Park Chanyeol. Laki-laki ini biasanya akan terus mengomel tanpa memedulikan telinga temannya yang hampir rusak.

“Mau kemana?” Sehun menahan tangan Chanyeol yang hendak beranjak dari kursi, “Kita belum selesai.”

“Tapi aku sudah.”

Tentu saja Sehun masih ingat sifat asli Chanyeol yang kelewat menyebalkan.

Tapi ia juga tidak akan lupa sifatnya yang tidak kalah menyebalkannya.

“Kalau begitu kuta sudah sepakat. Taruh kunci motormu di mejaku besok pagi.” Sehun memamerkan deretan gigi putihnya ketika mengatakan hal tersebut. Dan hal tersebut sukses membuat Chanyeol kesal dengan melayangkan pukulannya pada dahi Sehun. Bahkan laki-laki itu hampir jatuh kebelakang kalau Hyojin tidak cepat-cepat menangkapnya.

“Sepertinya kau keliru. Kau yang harus memberikan kunci motormu padaku besok.” Sehun tidak bisa berhenti mengumpat ketika Chanyeol dengan wajah konyolnya mengatakan hal tersebut tepat di depan wajahnya.

Sedangkan Hyojin yang sejak yadi tidak bisa mengikuti arah oembicaraan dua laki-laki ini hanya duduk diam di tempatnya.

Kunci motor apalagi ini?!

oOo

“Jadi sebenarnya ada apa?”

Hyojin mengarahkan duduknya menghadap Sehun. Matanya memutar melihat Sehun masih asik menghabiskan minuman di tangannya. Apakah menjawab pertanyaannya sesulit itu sampai-sampai Sehun tidak bosan terus-terusan mengulur jawabannya?

We just ended our bets.”

Hyojin tidak terkejut mendapati jawaban itu dari Sehun. Malah wajah datarnya yang tampak mendominasi. Jadi pertengkarannya sejak tadi karena masalah ini?

And who’s the winner?”

Of course me.” Sehun bahkan sampai menepuk dadanya sendiri saking bangganya. Ia tersenyum senang, sangat berbeda dengan Hyojin yang kini tengah terkekeh di bangkunya seolah meremehkan.

“Sungguh? Tapi ekspresinya tadi tidak berkata demikian.”

“Kita lihat saja nanti.” Bukan Sehun namanya jika menyerah semudah itu. Terlebih kali ini yang dupertaruhkan adalah motor sport hitam milik Chanyeol. Ia tidak membantah jika sebenarnya menginginkan motor itu sejak lama. Sayangnya Chanyeol sudah terlebih dulu membelinya dan Sehun sangat benci memiliki barang yang mirip dengan orang lain.

“Aku mau ke kelas. Kau ikut?”

Hyojin sedikit terkejut mendapati Sehun tiba-tiba bangun dari bangkunya. Kalimat terakhirnya tdi sedikit menggantung, jadi pikir Hyojin mereka akan berbicara tentang beberapa hal lagi.

Ketika hendak bangun, ponselnya tiba-tiba bergetar. Hyojin lantas memberi isyarat agar Sehun menunggu.

“Sebentar.”

Hyojin membuka pesannya. Awalnya ia kira dari Nara mengingat gadis itu sempat mengajaknya pergi tadi pagi. Tapi Hyojin salah. Pesan itu berasal dari nomor privat.

From: Uknown
Dasar jalang!

     -oooOooo-

Entah kenapa tulisanku tiba-tiba jadi kaku lagi XD. Untuk kedepannya kayaknya aku bakalan up dengan jumlah kata rata-rata segini. Jadi maklum ya kalo pendek, yang nulis amatiran :v

Keep in touch with me:
Wattpad:
Keizester
Personal Blog:
seveneXsion

Regards,
Damchuu

10 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Tenth Page”

  1. Mimi peri, aduh ngakak aku 🤣🤣
    Wkwk, kalo kamu nemu part yg panjang itu berarti dua part aku jadikan satu. Tapubselamat terphp, soalnya aku kalo nulis mood²an (jangan ditiru ini XD)

    Nama aing Kei atuh. Entar kalo Key dikira member SHINee 😂😂

  2. Chanyeol~ dirimu ngedumel mulu deh … *kayak emak-emak yg lg nonton sinetron
    Udah kalah kamu itu, terima aja 😀 ahhaha..
    Duh! siapa tuh yg ngirim pesannya? sepertinya sih cewek..
    Iri aja deh.. 😛

  3. Yang bilang jalang jangan jangan mimi peri ne..gegara sehun ga milih dia wkakakakakakakka
    Kaann apaku bilang q komen pas trakhir hahahahahhaha
    Chap ny ada yang panjang ad yg pendek..q pkir pas ad yang panjang blal panjang semuaaa..dan trnyata q d php lg hauahahahahahahahabaha

    That’s okay it’s love ttep seneng bacanyaaaa

    Fighting uri keiii eh apa key?😂😂😂😂

    1. Wkwk, kalo kamu nemu part yg panjang itu berarti dua part aku jadikan satu. Tapubselamat terphp, soalnya aku kalo nulis mood²an (jangan ditiru ini XD)

      Nama aing Kei atuh. Entar kalo Key dikira member SHINee 😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s